
Bayu melihat jam tangannya.
"Sejam lagi dzuhur..." gumam Bayu.
"Kamu gak pulang Mel? nanti di cari sama ibumu loh..." ucap Bayu.
"Tenang aja kak... papaku kan dah tahu kalau aku mau ke sini.." ucap Melisa.
"Oooo... Begitu...Aku tinggal dulu ya Mel..." ucap Bayu.
"Mau kemana kak?" ucap Melisa.
"Mau ke mesjid......" ucap Bayu.
Bayu keluar kamar menuju depan rumah.
Saat sampai di depan rumah,ada mobil fortuner hitam dan mobil pick up datang lalu berhenti.
"Siapa ya...?" ucap Bayu penasaran.
Pintu mobil terbuka.
Bimo,Lukman dan Daniel keluar dari mobil tersebut.
"Heeeeh....!!!??? Bayu terkejut.
Mereka menghampiri Bayu sambil membawa Tas besar.Di belakang mereka ada seorang pria membawa tas lalu di letakkan di dalam rumah.
"Assalam mu'alaikum pak Kyai Bayu.." ucap Daniel.
"Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu.
Mereka pun bersalaman.
Bayu kembali melihat mobil itu lagi.Karena tak melihat Sulis.
"Sulis gak ikut Bay... Dia masih di rumah pak Haji." ucap Lukman.
"Ooo... Begitu....
"Kebetulan neh... Aku tadi mau shalat..
"Aku pinjam bajumu Man..." ucap Bayu.
"Pakaian dan buku - bukumu sudah di bawakan" ucap Lukman.
"Mana....?" ucap Bayu.
Pria yang membawa tas menghampiri Bayu.
"Sudah di masukkan ke dalam kamar bos.." ucap pria itu.
"Kamar yang mana pak?" ucap Bayu.
"Kamarnya bos.." ucap pria itu.
"Aku belum tahu kamarku yang mana loh pak..."ucap Bayu.
"Eh...!!!?? orang itu terkejut.
"Maaf Bos... Saya taruh di kamar lantai 2" ucap pria itu ketakutan,karena merasa bersalah dan takut di pecat.
"Saya minta tolong pak" ucap Bayu.
"Minta tolong apa bos..?" ucap orang itu.
"Ambilkan tas yang isi pakaianku,soalnya aku mau ke mesjid.." ucap Bayu.
"Siap bos....Saya ambilkan..." ucap pria itu.
"Mau shalat di mana kamu Bay?" ucap Bimo.
"Di mesjid Menteng... Mau ikut?" ucap Bayu.
"Ikuuut...." ucap ke tiga temannya.
" Kirain kamu gak ikut Nil.." ucap Bayu.
"Aku gak mau di rumah ini sendirian tanpa orang yang aku kenal.." ucap Daniel yang trauma.
"Ooo...Begitu.." ucap Bayu.
Tak lama kemudian pria yang membawa tas mendatangi Bayu.
"Ini Bos tasnya.." ucap pria itu.
"Terima kasih pak... Oh iya... Aku minta tolong lagi bisa pak..?" ucap Bayu.
"Bisa...Bisa bos...Apa itu bos..?" ucap pria itu.
"Antarkan aku ke menteng,aku mau shalat di sana..." ucap Bayu.
"Siap boss... aku akan antar bos.." ucap pria itu.
Mereka pun masuk ke mobil fortuner.lalu mobil itu berjalan ke mesjid tempat biasa Bayu shalat.
Bayu mengeluarkan baju kokonya.Lalu melepas bajunya.
Bayu merasa Sulis tidak mau ikut karena masih merasa bersalah pada dirinya karena kejadian tadi pagi,setelah shalat ia akan menemui Sulis untuk minta maaf karena berbicara keras pada dia.
"Paijo kok gak di ajak?" ucap Bayu.
"Aku gak tahu Bay,soalnya hanya kita bertiga saja yang di bawa.." ucap Lukman.
"Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
Bayu mengambil hapenya,lalu mencari kontak Paijo,setelah itu menekan panggilan.
"Halo..." suara Paijo.
"Assalam mu'alaikum kang.." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam Yu.. Ono opo?" suara Paijo.
"Sampeyan posisinya di mana?" ucap Bayu.
"Di kossan Bay...Ne aku lagi beres - beres mau pindah kos.." suara Paijo.
"Jangan pergi dulu kang,setelah shalat dzuhur aku kesana..." ucap Bayu.
"Oke...Aku tunggu.. Kalau lewat jam 2 kamu gak datang,aku tinggal loh.." suara Paijo.
"Iya kang.. Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." suara Paijo.
Bayu mematikan hapenya,lalu menelpon Sulis.
"Halo...." suara Sulis.
"Halo juga Lis... Kamu lagi dimana?" ucap Bayu.
"Di rumah pak Haji mas..." suara Sulis.
Bayu mendengar suara Sulis habis menangis.
"Setelah aku ke kossan jemput kang Paijo,aku akan kesana Lis. Assalam mua'laikum... ." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." suara Sulis.
Bayu mematikan hapenya.
Setelah sampai di mesjid mereka pun turun lalu masuk ke dalam mesjid kecuali Daniel.
10 menit kemudian.
Terdengar suara adzan dzuhur.
Lalu Daniel melihat Annisa berjalan bersama sorang wanita memakai mukena,seperti yang Annisa pakai.
"Wajahnya seperti Sulis..." ucap Daniel dalam hati melihat teman Annisa.
Annisa melihat Daniel duduk di teras,lalu ia masuk ke dalam.
Daniel diam saja,ia enggan menyapa.
"Kok aku melihat temannya Annisa seperti Sulis ya.. Masa seh aku jatuh cinta sama Sulis..." ucap Daniel dalam hati.
20 menit kemudian,Bayu,Lukman dan Bimo keluar dari mesjid menemui Daniel.
Lalu mereka ke kossan.
Setelah tiba di kossan mereka naik ke atas.
Pintu yang di rusak oleh anak buah Kakashi sudah di perbaiki oleh pengawal Zhang.
__ADS_1
Bayu Melihat pintu kamar Paijo terbuka.
Nampak Paijo duduk di lantai sambil main hape.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." ucap Paijo lalu berdiri dan menghampiri Bayu.
"Kirain dah pergi kang.." ucap Bayu.
"Belum lah Bay..." ucap Paijo.
"Aku kesini mau nawarin tempat tinggal,daripada sampeyan nyewa mending tinggal sama kita di kossan yang baru.." ucap Bayu.
"Aku dah dapat kossan yang baru Bay.." ucap Paijo.
"Tinggal saja sama kita kang,gak seru jika gak ada sampeyan,sampeyan gak usah lagi mikir bulanan.." ucap Lukman.
"Gimana ya...Aku dah kasih uang DP.." ucap Paijo alasan karena sungkan.
"Nanti kita ganti uang DPnya...ya gak Bay.." ucap Daniel.
"Betul itu Nil.." ucap Bayu.
"Emang kalian ngekos di mana?" ucap Paijo.
"Di sana,aku lupa alamatnya Kang...Gimana..Mau gak?" ucap Bayu.
"Hem..... Yo wes... Aku mau...Daripada aku gak ada temannya buat ngobrol...
"Bentar aku ambil tas dulu" ucap Paijo.
Mereka pun turun,lalu Paijo dan Bayu pamitan ke bu clara. Setelah itu pergi ke rumah pak Ridwan.
Mobil yang di tumpangi Bayu parkir di halaman mesjid,karena Bayu yang meminta pada supirnya.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah pak Ridwan.
Tok...Tok...Tok... Bayu mengetuk pintu.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam warah matulah..." suara pak Ridwan.
Lalu pak Ridwan muncul.
Bayu bersalaman tak lupa mencium tangan.
"Maaf pak,saya ingin bertemu dengan Nur dan Sulis..." ucap Bayu.
"Mereka ada di kamar,masuk saja nak.." ucap pak Ridwan.
"Iya pak..." ucap Bayu.
Bayu masuk ke dalam berjalan menuju kamar Annisa.
Tok...Tok...Tok....
"Nur...Nur Annisa..." ucap Bayu.
"Iya mas... Bentar..." suara Annisa.
Tak lama kemudian.
Ceklek....Kriiiet...
Annisa membuka pintu.
"Aku ingin bicara denganmu dan juga Sulis..." ucap Bayu.
"Masuk aja mas...." ucap Annisa
"Di luar aja..." ucap Bayu sungkan.
"Gakpapa mas...Kan ada Sulis di kamarku,kecuali kalau kita berdua saja...baru kita di luar.." ucap Annisa.
"Ya udah deh..." ucap Bayu.
Bayu masuk ke dalam kamar Annisa.
Pintu kamar di biarkan terbuka.
Nampak Sulis mengenakan rok panjang,kaos lengan panjang.duduk di pinggir ranjang.
"Tumben dia pakai rok...Biasanya maka celana pendek,lalu tangtop aja.." ucap Bayu dalam hati.
Annisa duduk di samping Sulis,Bayu berdiri di depannya.
"Kedatanganku kesini ingin menyampaikan permintaan maafku pada kalian soal tadi pagi.
"Aku minta maaf telah berkata keras pada kalian.. Terutama untuk Sulistyo Maharani...
"Maafkan aku,aku gak bermaksud membentak ataupun marah padamu.. Aku lakukan itu karena aku tak ingin kamu kenapa - kenapa Lis..." ucap Bayu.
Nampak sulis dan annisa mengeluarkan airmatanya
"Iya mas.. Aku dah maafin mas...Aku juga minta maaf.. Aku hanya ingin bersamamu saja mas.." ucap Sulis.
"Sama.. Aku juga sudah dah maafin mas... Memang aku akui... Aku baru mengenalmu,tak tahu sifatmu mas... Aku minta maaf maas..." ucap Annisa.
"Iya.... Aku sudah memaafkan kalian. ..
"Jika saja Sulis ikut tadi pagi,maka dia akan tewas di sana.." ucap Bayu.
"EH....!!!??? Sulis,Annisa dan pak Ridwan terkejut.
"Sebab di sana ada banyak ninja dan pihak keamanan saling menyerang... Aku saja terkena 3 tembakan saat menyelamatkan seorang gadis. Serta senjata tajam... Jika saja sulis juga ada di sana,maka bisa mati terbunuh karena aku tak bisa menyelamatkan 2 orang sekaligus." ucap Bayu.
Hiks...Hiks...Hiks.....Hiks... Annisa dan Sulis menangis.
"Pak Remon dosenku tewas terbunuh... " ucap Bayu.
Pak Ridwan kemudian pergi dari depan kamar Annisa.
"Maafkan aku mas... Aku tak langsung percaya padamu,aku kalah dengan perasaanku yang begitu besar kepadamu... Jika saja mas gak marah dan membentak,mungkin aku dah mati mas..." ucap Sulis sambil mengeluarkan air mata.
"Iya Lis....Aku dah maafin kamu kok.. Oh iya... Aku ke sini mau ngajakin kamu tinggal di kossanku yang baru... Mau gak Lis...?" ucap Bayu.
"Aku takut mas... Aku tinggal di sini saja..." ucap Sulis.
"Ooo... Begitu.... Ya sudah...
"Aku gak maksa... Padahal aku pengen kita kumpul bersama lagi.." ucap Bayu.
"Mas tinggal di kossan siapa?" ucap Annisa.
"Di rumah mbah Zhang...Kamu mau ikut kah Nur?" ucap Bayu.
"Aku gak bisa mas...Aku kan punya rumah di sini.." ucap Annisa.
"Kalau kamu ikut tambah Seru Nur...
"Soalnya aku mau ternak lele di sana..." ucap Bayu.
"Ternak lele?" ucap Sulis.
"Iya Lis ternak lele,soalnya di sana ada kolam tapi gak ada ikanmya,terus kita bisa main bulu tangkis di halaman.,bisa maen band,ada fitnesnya juga" ucap Bayu.
"Itu rumah atau apa mas? kok lengkap fasilitasnya.." ucap Sulis heran.
"Rumah kossan...Kemungkinan ibuku juga akan tinggal bersamaku...Tapi aku gak tahu itu kapan" ucap Bayu.
"Serius mas?" ucap Annisa dan Sulis.
"Iya... Lha wong mbah Zhang nyuruh aku untuk ibuku tinggal bersamaku kok di rumah kossan itu.." ucap Bayu.
"Kalau sudah ada ibumu... Aku mau mas..." ucap Annisa.
"Mau apa Nur...?" ucap Bayu.
"Ya tinggal sama ibumu mas..." ucap Annisa.
"Hem.... Aku tanya sama ibuku dulu... Dan kamu harus izin ke dua orang tuamu Nur... " ucap Bayu.
Sulis dan Annisa terdiam.
"Itu saja yang mau aku sampaikan... Soalnya teman - teman menungguku di luar,termasuk Paijo." ucap Bayu.
"Paijo juga ikut sama mas..?" ucap Sulis.
"Iya...Daripada dia cari kossan baru,mending tinggal sama kita,biar rame..." ucap Bayu.
"Kalau Ibu mas dah di sana kasih tahu ya mas..." ucap Sulis.
"Siaap... Yo wes... Aku mau pulang dulu...
__ADS_1
"Asslam mua'laikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." ucap Annisa dan Sulis.
"Aku suka kamu berpakaian seperti itu Lis.." ucap Bayu lalu berjalan keluar kamar.
"Mas..." ucap Sulis sambil berdiri.
"Iya Lis" ucap Bayu menoleh ke Sulis.
"Beneran mas suka aku berpakaian seperti ini?" ucap Sulis.
"Iya... Dari pada kamu pakai celana pendek sama tangtop.." ucap Bayu lalu berjalan lagi.
Ketika akan melewati ruang keluarga,Bayu melihat pak Ridwan.
"Pak... Saya pamit pulang dulu..." ucap Bayu.
"Iya....Malam minggu ke sini kan?" ucap pak Ridwan..
Bayu baersalaman tak lupa cium tangan.
"Insya Allah pak... Saya akan datang...Kan saya panitia acara.." ucap Bayu.
"Maaf tadi bapak menguping pembicaraanmu,apakah nak Bayu memiliki ajian kebal senjata?" ucap pak Ridwan.
Bayu menggelengkan kepala,lalu menunjukkan cincinnya pada pak Ridwan.
Pak Ridwan melihat cincin yang melingkar di jari Bayu bewarna merah lalu pak Ridwan menganggukkan kepala.
"Ooo... Karena cincin" ucap pak Ridwan dalam hati.
"Saya pamit pulang dulu pak...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam warahmatullah..." ucap pak Ridwan.
Bayu berjalan keluar.
Setelah sampai di teras,Bayu melihat teman - temannya sedang mengobrol dengan Ahmad.
"Sudah selesai kah Yu?" ucap Bimo.
"Sudah... Mo.." ucap Bayu lalu ikut duduk di lantai.
"Kirain sampai Sore kamu Yu ngobrol dengan adikku..." ucap Ahmad.
"Enggak kang... Aku cuman sebentar saja kok..
"Soalnya aku khawatir dengan Bimo teriak - teriak seperti orang kesurupan jika aku tinggal lama mengobrol dengan Nur.." ucap Bayu.
"Jangkreeek... Aku tadi sudah mau teriak - teriak karena cacing di perutku lagi demo,untung kang Ahmad datang bawa makanan...Gak jadi deh aku teriak..." ucap Bimo.
Bayu mencomot Donat di piring lalu memakannya.
"Pas kamu pergi ke kampus, suaminya bu Clara ke sini.. Dia bilang kamar kita berantakan seperti habis kemalingan,ya kita pergi kesana untuk mengeceknya.. Gak tahunya benar.. Kamar kita berantakan.... ." ucap Lukman.
"Di kampus malah aku dengar suara seperti orang main petasan... Dor...Dor..Dor...Gitu..." ucap Paijo.
"Siapa yang main petasan kang?" ucap Bayu.
"Gak tahu aku Bay... Sejam kemudian kita di suruh pulang oleh pihak kampus dan di liburkan selama 1 minggu... Terus aku lihat ada mobil polisi,dan puluhan orang memakai jas hitam membersihkan kampus.. Begitu di parkiran aku dengar dosen yang bernama pak Remon terbunuh... Seingatku itu dosen yang mengajar di kelasmu kan Bay..." ucap Paijo.
"Iya kang... Dia tewas terbunuh oleh kelompok ninja,aku di bawa oleh mereka,lalu tiba - tiba para ninja itu di tembaki orang yang memakai jas hitam..." ucap Bayu.
"APAAAAAA.....!!! ....NINJAA.....!!!?? ucap Lukman,Bimo,Daniel,Ahmad dan Paijo terkejut.
"Serius Bay?" ucap Ahmad tak percaya.
"Iya aku serius kang..." ucap Bayu.
"Apa ninja itu ada hubungannya dengan Hinata?" ucap Ahmad.
"Iya kang.... Mereka musuh ayahnya Hinata..." ucap Bayu.
"Untung dah kamu antar ketempat aman ya Bay... Jika dia di kamar Sulis bisa - bisa Hinata di culik..." ucap Lukman.
"Untung saja kamu gak papa Bay.... Coba aku tahu ada ninja..Aku akan meminta bantuan sama temanku..." ucap Paijo
"Iya Man....
"Aku gakpapa Kang... Alhamdulillah masih di beri umur yang panjang" ucap Bayu.
10 menit kemudian mereka meninggalkan rumah pak Ridwan . Mereka menuju mesjid,lalu pergi ke perumahan Elit.
Saat mobil itu masuk ke perumahan Golden Hills
"Bay.... Gak salah jalan kah ini?" ucap Paijo.
"Kita lewat jalan pintas kang..." ucap Bayu alasan.
"Ooo... Jalan pintas to,kirain salah masuk jalan..." ucap Paijo.
Tak lama kemudian mobil itu masuk ke dalam halaman rumah.
"Bay... Katamu kita lewat jalan pintas,kok berhenti di rumah mewah.Terus kossanmu di mana?.." ucap Paijo kebingungan.
Bayu,Lukman,Daniel,Paijo,dan Bimo turun dari mobil.
Paijo melihat bangunan rumah tingkat 3 yang begitu besar,serta halaman yang begitu luas.
"Ini sudah kossanku Kang....Maaf loh jelek kossannya..." ucap Bayu.
"JUANCOOOOOOOOOK......" ucap Paijo nyaring.
"Hehehehe.....Jelek ya kang...?" ucap Bayu.
"Waaasssuuu.... Gini kok di bilang jelek... Wasssu...Waasssuuu..." ucap Paijo.
"Ayooo masuk..." ucap Bayu.
"Sek yu.... Aku gak sanggup bayar bulanane" ucap Paijo.
"Wes... Gak usah di pikir... Seng penting kang Paijo tinggal di sini aja.. Soal bulanan ada Daniel yang bayarin..." ucap Bayu.
"Aku ra penak,temen Yu... Mending aku ngekos dewe wae...." ucap Paijo.(Aku gak enak,beneran Yu..Mending aku ngekos sendiri saja).
"Sampeyan iki koncoku kang... Aku ora tego duwe konco di tinggal hidup susah,sedangkan kita hidup enak...Bener gak Nil...?" ucap Bayu.
"Benar itu pak Kyai..." ucap Daniel.
"Yo wes... Aku utang yo... Engko nak aku sugih tak bayarin..." ucap Paijo.
"Gak usah utang... Cash wae..." ucap Bayu.
"Jancok...Duitku ra akeh cook...Aku bar ngirim mbokku (ibuku)" ucap Paijo.
"Aku gak minta duitmu kang..." ucap Bayu.
"Lah terus jalukmu opo Yu?" ucap Paijo.
"Aku pengen tahu tempat sampeyan kerja...Piyee... Mau apa tidak?" ucap Bayu.
"Hem...Yo wes.. Aku mau... Tapi besok ya Yu..soalnya aku tadi ijin tuk cari kossan tadi.." ucap Paijo.
"Wokeee....Yok masuk..." ucap Bayu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Ini rumahnya siapa Yu?" ucap Paijo.
"Rumahnya orang lah..." ucap Bayu.
"Bajingaan... Untung kamu temanku,jika bukan dah aku pukul kamu yu,aku lagi serius kok...." ucap Paijo.
"Ini rumah mbah Zhang..." ucap Bayu.
"Mbah Zhang kuwi sopo?" ucap Bimo.
"Mosok jenenge mbahmu dewe ora eling Bo...Keboo..." ucap Lukman.
"Mbahku jenenge Sankerto,bukan zangkerto..Woo Cempe.." ucap Bimo.
Dewi menghampiri Bayu.
"Oalah...Tak pikir Zangkerto jeneng mbahmu Bo.." ucap Lukman.
"Jangkreek..." ucap Bimo.
"Mau naik lift apa tangga?" ucap Bayu.
"Sembarang Yu... " ucap Daniel.
Mereka pun naik tangga ke lantai 2.
"Kamarku yang mana mbak dewi?" ucap Bayu.
__ADS_1
"Ada di sana kang..." ucap Dewi sambil menunjuk.
Kamar Bayu terletak di depan dekat Balkon teras rumah.