
Setelah jatah hari libur habis,Bayu kembali bertugas,ponsel yang di simpan oleh Xiang di kembalikan ke Bayu.
Saat Xiang menahan ponsel Bayu,ia memeriksa ponselnya Bayu,apakah Bayu ada menghubungi nomor yang tidak ia ketahui. Namun setelah ia cek,di ponsel Bayu yang aktif hanyalah panggilan dari atasannya saja dan juga dirinya yang menelpon Bayu. Lalu di ponsel yang tak memiliki kartu sim tak ada kontak maupun panggilan keluar.
Pagi hari
Bayu mendapat tugas untuk mengawal pengiriman senjata ,sejata itu untuk melindungi dari serangan udara baik jet tempur maupun rudal dari negara tetangga.
Bayu menaiki truk bermuatan senjata rudal.Ia diam tak bicara saat menaiki kendaraan tersebut.Namun di pikirannya,bagaimana caranya menghubungi ibunya kembali. Sebab setelah ia menikah,belum ada mengobrol dengan ibunya. Ia teringat membawa kaset CD lagu Didi kempot.
Lalu melihat peralatan di depannya,apakah ada tempat untuk memutar CD.
" Jancok...Gak ono.." ucap Bayu dalam hati.
" Cari apa pak?" ucap tentara yang sedang mengemudi.
" DVD player.."
" * Aku bawa kaset lagu.."
" * Jenuh dari tadi tidak ada hiburannya.." ucap Bayu.
" Ada di belakang kursi pak.."
" Kalau bisa jangan terlalu nyaring suaranya.." ucap supir.
Bayu menoleh kebelakang.
Nampak ada peralatan lainnya,lalu ada tempat untuk memasukkan kaset CD dan juga 2 anak buahnya.
Bayu melepas sabuk pengaman lalu beralih ke belakang. Kemudian menyalakan alat tersebut lalu memasukkan keset CD tersebut.
Tak lama kemudian,terdengar suara alunan musik. Bayu memperkecil volumenya kemudian beralih ke depan.
" Sewu kuto...Uwis tak liwati..." ucap Bayu mengikuti lagu.
" Lagu apa itu pak?" ucap supir.
" * Lagu dari Indonesia..."
"* Saat liburan kemarin aku beli kaset itu.." ucap Bayu.
Bayu kembali bernyanyi sambil memasang kewaspadaannya.Di depan Bayu ada senjata laras panjang.
Tak terasa rombongan Bayu tiba di tempat tujuan.
Bayu bersama anak buahnya keluar dari dalam truk.Lalu memeriksa daerah sekitar sambil mengarahkan senjatanya bersama anak buahnya. Meskipun Bayu bisa bersantai sambil anak buahnya bekerja mengawasi,ia tak mau melakukannya.
Setelah serah terima persenjataan,Bayu dan anak buahnya beristirahat ,besok paginya kembali ke markasnya bersama anak buahnya.Tak ada obrolan saat mereka kembaki ke markas. Jika sedang istirahat saja mereka mengobrol.
Sesampai di Markas. Bayu menghadap ke atasannya,bahwa pengiriman senjata telah di selesaikannya. Kemudian kembali berkumpul dengan anak buah bersantai.
Saat Bayu sedang berjalan menuju lokasi anak buahnya berkumoul,muncul ide untuk menelpon. Ia pun mencari tempat untuk menelpon.
" Heemmm...Kalau di atap bangunan,sepertinya aman..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu bergegas ke atap Bangunan.
Setelah sampai di atap,ia melihat ada orang yang berjaga,dan kamera CCTV.
" Jancok...Aku kalau aku nelpon pasti di curigai," ucap Bayu tak jadi menelpon ibunya di atap. Ia pun kembali turun.
Bayu memutuskan untuk menelpon ibunya saat perjalanan pulang.
Tak terasa jam dinas Bayu berakhir,ia segera berjalan cepat ke mobil dinasnya.
20 menit kemudian,Bayu menghentikan mobilnya di sebuah taman. Bayu keluar dari mobilnya lalu berjalan mencari tempat. Lalu Bayu melihat ada sebuah cafe pinggir jalan,ia pun bergegas ke Cafe itu.
Bayu memesan kopi. Setelah kopinya jadi ia berjalan ke kursi yang kosong dan menghubungi ibunya sambil melihat orang - irang sekitar.
Tuuut...Tuuut.. Tuuutt...
" Assalam mua'laikum..Bu apakah Aisyah sudah sampai di sana?" ucap Bayu pelan.
" Wa'alaikum salam..Sudah..Dia bersama ibu."
" Sayang...Ibu mau tanya..Sayang nikah dengan siapa?" suara Hana.
" * Dengan Xiang bu.." ucap Bayu pelan
2 wanita 1 berjilbab,dan satunya tidak,mereka mendekati Bayu sambil membawa buku.
" Boleh kami bergabung.." ucap wanita 1
" Xiang... Nama lengkapnya siapa?" suara Hana.
" * Boleh...Silahkan...Tidak ada yang melarang.." ucap Bayu lalu mematikan ponselnya. Kemudian menghaous panggilan terakhir dan mencabut batrei ponselnya,kemudian mengambil sim card ponsel. Ia menyimpan sim card ponsel di tempat yang aman. Kemudian meminum kopi lagi sambil melihat sekitar.
" Kok ada cewek berjilbab seperti Aisyah...?"
" Apakah mereka mata - mata.."ucap Bayu dalam hati lalu melihat ke arah lain,agar 2 wanuta itu tak curiga kalau Bayu memperhatikannya.
Wanita memakai jilbab meletakkan buku di meja,ia mengobrol dengan temannya.
Bayu melihat ke arah buku yang di bawa gadis berjilbab,nampak ada 4 buku. Salah satunya bertuliskan arab. Di samping buku.
" Itu buku apa ya?"
Lantas Bayu teringat saat dirinya di perpustaan yang berada di markas. Ia tak menemukan buku bertuliskan arab.
"* Maaf..."
2 wanita itu terdiam lalu melihat ke arah Bayu.
" * Itu buku apa?" ucap Bayu sambil menunjuk.
Wanita berjilbab lantas mengambil buku itu.
Pelayan datang mengantar pesanan 2 wanita itu,lalu meletakkan di meja.
" Apakah buku ini pak?" ucap wanita berjilbab.
"* Iya...Itu buku apa?" ucap Bayu.
" Ini kitab suci umat islam namanya ..." ucap wanita berjilbab.
" Al Qur'an..." ucap wanita berjilbab dan Bahu bersamaan.
" Bapak tahu Al Qur'an...?" ucap wanita berjilbab.
" * Tahu sedikit ..."
" * Apakah anda hapal suarh Ar Rahman?" ucap Bayu.
" Tidak..Saya tidak hafal.."
" Anda tahu dari mana bila ada surah Ar Rahman?" ucap wanita berjilbab.
"* Saat aku berlibur..Ada yang memberitahu tentang surah itu..."
"* Mengapa anda tidak menghafalnya?" ucap Bayu.
" Saya hanya hafal sebagian saja.." ucap wanita berjilbab.
" * Bisakah anda membacakannya untuk aku?" ucap Bayu.
" Bisa..." ucap wanita berjilbab.
Wanita berjilbab lantas membacakan surah pendek.
" Heemmm...Dia bukan mata - mata.." ucap Bayu dalam hati mendengar wanita berjilbab mengucapkan surah pendek.
" *Suaramu bagus..." ucap Bayu.
" Terima kasih..." ucap wanita berjilbab.
Bayu melihat buku lainnya,Buku itu bertuliskan Fiqih.
"* Boleh pinjam buku itu sebentar.." ucap Bayu sambil menunjuk.
" Boleh.." ucap wanita berjilbab lalu menyerahkan buku Fiqih ke Bayu.
Bayu menerima lalu membuka buku tersebut.Ia membuka halaman demi halaman.
" *Anda dapat dari mana buku ini?" ucap Bayu.
" Aku membelinya "ucap wanita berjilbab
"* Beli di mana?" ucap Bayu penasaran.
Wanita itu memberitahu tempat membeli buku tersebut.
" Jangkreek...Jauh juga " ucap Bayu dalam hati.
Tiba - tiba ponselnya bergetar.
Bayu mengambil ponselnya lalu melihat ke layar.Nampak kontak bertuliskan istriku menelpon.
"* Ya halo sayang." ucap Bayu.
" Suamiku...Kamu ada di mana? Apakah sudah pulang?" suara Xiang.
"* Sudah pulang,ini mampir ke cafe kopi..Aku lagi ingin minum kopi. " ucap Bayu.
" Apakah sayang bersama wanita.." suara Xiang.
" Aku datang sendirian,lalu ada wanita izin bergabung,ya aku persilahkan " ucap Bayu.
" Cepatlah pulang sayang...Aku tunggu.." suara Xiang.
"* Iya...Sebentar juga mau pulang,ini baru separuh kopinya aku minum" ucap Bayu.
" Baiklah...Setelah itu langsung pulang ya sayang.." suara Xiang.
"* Iya sayang.."
Panggilan berakhir. Bayu mengantongi ponselnya.
"* Boleh aku beli buku anda ini?" ucap Bayu memegang buku Fiqih.
" Maaf tidak aku jual.." ucap wanita berjilbab.
Bayu meletakkan kembali buku yang ia pegang. Lalu meminum kopinya kemudian meletakkan kembali.
"* Aku mau tanya.."
" * Allah itu ada di mana...?" ucap Bayu.
Wanita berjilbab melihat ke arah Bayu.
" Allah itu ada di tempatnya berada di lapisan langit paling atas..." ucap wanita berjilbab.
" * Lapisan langit paling atas?"ucap Bayu.
" Iya...Hanya 1 manusia saja yang bisa berhasil sampai ke sana,dan berbicara kepada Allah.." ucap wanita berjilbab.
" * Siapa dia?" ucap Bayu.
__ADS_1
" Nabi Muhammad.." ucap wanita berjilbab.
" * Apakah anda tinggal di daerah sini?" ucap Bayu.
" Tidak...Aku hanya memgunjugi temanku saja.." ucap wanita berjilbab.
Bayu mengeluarkan uang lalu meletakkan di meja.
"* Ini uang buat membayar pesanan kalian,sisanya kalian ambil.."
"* Aku mau pulang.."
Bayu berdiri.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu lalu berjalan.
Eh....!!! Wanita berjilbab kaget dan tak percaya,pemuda yang memakai pakaian militer mengucapkan salam islam. Lalu melihat Bayu berjalan.
" Wa'alaikum salam" ucap wanita berjilbab.
***
Rumah Xiang.
Bayu telah sampai di rumah Xiang dan berada di kamar. Bayu melihat Xiang sedang duduk di kursi belajarnya lalu menghampirinya.
Bayu memeluk Xiang dari belakang.
Cuupp.... Bayu mencium pipi Xiang.
" Kenapa sayang lama sekali pulangnya...Dan kenapa ponselnya tidak aktif" ucap Xiang.
" *Maaf..Tadi kita dapat misi,jadi ponsel kita matikan agar tidak terganggu selama bertugas sayang.." ucap Bayu.
" Aku berhenti sekolah sayang...Aku mengikuti saran sayang.."
" Ini lagi belajar tentang yang berhubungan perkantoran.." ucap Xiang.
" * Pintar..."
"* Jika merasa lelah,istirahat..Jangan di paksa.." ucap Bayu.
" Tadi itu kenapa sayang tiba - tiba pergi ke tempat penjual kopi?"
" Di rumah juga ada...Tinggal minta buatkan.." ucap Xiang.
" * aku ingin menikmati kopi di luar sayang..." ucap Bayu.
Bayu memasukkan tangan kanan ke dalam baju Xiang,lalu memegang gunung kembar dan memainkannya.
Tak lama kemudian,mereka pun bercinta.
Tiba - tiba ponselnya berdering.
Baru 1 jam 30 menit menggenjot Xiang.
Tiba - tiba ponsel khusus untuk Militernya berdering.
" Jancook..."
Bayu mencabut rudalnya lalu mengambil ponselnya yang berada dalam celana.
Nampak panggilan dari markas Militernya.
"* Haloo.." ucap Jiang.
"Kolonel Jiang..." suara pria.
"* Siap pak..." ucap Bayu.
" Bisa kembali ke markas, ada hal penting yang ingin kita sampaikan." suara pria.
"* Siap...Tunggu 1 jam lagi pak...Aku masih ada perlu" ucap Bayu lalu mematikan panggilan.
Bayu berjalan ke tempat tidur,lalu melanjutkan kembali.
" Ada apa suamiku..?" ucap Xiang.
" * Di suruh datang ke markas sayang" ucap Bayu sambil menggerakkan pinggulnya naik turun.
1 Jam 20 menit kemudian.
Bayu telah berada di markas militer. Ia bersama para pejabat Militer yang pangkatnya Mayjen dan Letjen.
" Jangkrek..Kenapa para petinggi Mliter ada di sini"
" Apa identitasku di curigai.." ucap Bayu dalam hati melihat 3 Letjen dan 2 Mayjen di meja.
Seorang pria berpangkat Letjen bernama Fei Phing memulai rapat.
" Aku memperoleh informasi dari Intelejen.."
" Bahwa ada warga kita masih terjebak di sana.."
" Mereka pekerja proyek.."
" Aku telah membaca profilmu.."
" Kamu telah berhasil memyelamatkan para sandera.."
" Dan juga nilai akademikmu sangat memuaskan."
"Aku memberimu tugas untuk menyelamatkan mereka," ucap Fei Phing.
"* Siap pak.." ucap Bayu.
" Kalian akan bekerja sama dengan militer Amerika ..2 jam lagi kalian berangkat." ucap pria itu lagi.
" * Siap pak..." ucap Bayu.
1 Jam kemudian.
Bayu berkumpul bersama anak buahnya. Seharusnya Bayu dan anak buahnya istirahat tidur,sekarang harus melaksanakan tugas lagi.
Mereka menyiapkan peralatan Militer yang akan di bawa. Tak lupa busur panah juga di bawa.
" Sepertinya tugas ini sangat berat pak.." ucap Pria 1.
" * Ya mau bagaimana lagi.. Namanya juga perintah dari atasan..."
" * Jika aku Jendral...Ku beri kalian misi yang mudah saja.." ucap Bayu.
Setelah persiapan selesai,Bayu menelpon Xiang untuk memberi tahu bahwa dirinya akan berangkat ke negeri orang lagi.
Tuuut....Tuuut...Tuuut...
Tuuut...Tuuut...Tuutt...
" Sial...Sepertinya dia sudah tidur.." ucap Bayu dalam hati lalu mematikan panggilan.
Bayu mengetik pesan ke Xiang,memberitahu bahwa dirinya berangkat ke medan perang lagi. Setelah itu ia mematikan ponselnya. Hanya telpon satelit yang aktif.
Bayu berangkat bersama 30 anak buahnya ke negara yang sedang di landa konflik.
Setelah sampai di negara itu.
Bayu segera mendatangi kamp tentara Amerika untuk berkoordinasi dengan pihak Militer. Ia memakai bahasa inggris untuk komunikasi,akan tetaoi ada sebagian kosa kata yang belum ia hapal.Hanya kalimat penting saja yang ia hapal.
Setelah Bayu berkoordinasi dengan pihak militer Amerika.
Tim Bayu dan Tim Amerika berangkat malam hari,agar aman saat menuju lokasi.
Karena Jarak yang di tempuh sangat,jauh,mereka memakai pesawat Helikopter militer yang di lengkapi persenjataan.
Katika malam hari Bayu naik ke pesawat Helikopter milik mikiternya sendiri bersama anak buahnya. Namun tak semua anak buahnya bisa di angkut,sisanya naik di Helikopter lainnya.
6 Helikopter terbang,lalu melesat ke arah titik di mana mereka mendapatkan informasi tersebut.
" Asem..."
" Sudah tahu ada konflik..Kenapa juga mereka masih bekerja...Sontoloyo memang kok" ucap Bayu dalam hati.
Di tengah perjalanan ke titik pendaratan.
Tiba - tiba mereka di serang oleh pasukan pemberontak yang bersembunyi di balik pegunungan.
Bayu merasakan sesuatu di pinggangnya,lalu memegang pinggangnya.
Nampak sebutir peluru tajam kaliber besar menancap di rompi anti peluru.
Bayu segera memegang senapan mesin di dekatnya,lalu menembaki para pemberontak yang sedang menembak.
Dooor....Door....Dooor...Dooor....Doorr...
Doorr...Dooorr..Dooorr....Dooorr....
Doorr.....Dooorrr....Doorr...Doorr...
Karena kondisinya malam Hari,sangat sulit Bayu mengetahui posisi musuh. Hanya mengandalkan tembakan dari musuh untuk mengetahui posisi musuh berada.
Pihak Militer Amerika juga tak tinggal diam. Mereka juga menyerang para pemberontak tersebut.
Salah satu Helioter Amerika terkena serangan roket. Lalu meledak.
BOOOOM.....
" *PERGI DARI SINI..." Teriak Bayu sambil menembak.
Dooorr....Dooorr....Dooorrr....Doorrr...
Pilot segera pergi dari pegunungan tersebut.
2 Helikopter meledak.
BOOOM.....
BOOOMM...
Sedangkan satunya jatuh akibat pilot terkena tembakan.
" Jancoook..." ucap Bayu.Ia tak menyangka bahwa rute yang mereka lewati ada pasukan oemberontak yang bersembunyi di pegunungan dengan peralatan senjata yang mampu menggapai ketinggian pesawat Helikopter .
2 roket mengarah ke Bayu.
Bayu segera mencabut pistol lalu menembak Roket tersebut.
Dooorr...
Boooomm....Roket meledak.
Namun satu roket berhasil mengenai pas sejata mesin yang Bayu pegang tadi.Sementara pilot sudah berusaha mengeluarkan senjata pengecoh roket. Namun sayang gagal.
BOOOOMMM.....
Pesawat yang di tumpangi Bayu meledak.
Lalu jatuh ke bawah.
__ADS_1
Ketika pesawat itu terhempas,Bayu tak terluka sedikitpun,hanya pakaiannya saja yang rusak,sementara orang - orang yang bersama Bayu tewas semua.
Badan pesawat Helikopter menggelinding menuruni gunung.Kepala Bayu berulang kali terbentur.
" Jancoook...." ucap Bayu berusaha menyelamat diri.
Saat terbentur berulang kali,salah satu benturan itu mengenai saraf Bayu,di mana saraf itu menuju otak Bayu,yang di dalamnya menyimpan memori kehidupan Bayu. Seketika ingatan Bayu muncul semua.
" AAAAAAKKHHH...."
" SAKIIIIIT ..."
" IBUUUUUUU..."
" AAKKHHHH....." teriak Bayu kesakitan sambil memegang kepalanya.
Badan pesawat Helikopter berhenti menggelinding. Nampak kobaran api masih terlihat. Pakaian Bayu terbakar.
Bayu meringkuk memegang kepalanya yang sakit,ia tak merasakan api yang membakar pakaiannya.
Tangki bahan bakar bocor,lalu api menyambar bahan bakar tersebut.
BOOOOMMM......badan helikopter itu kembali meledak.
Amunisi berada di dalam pesawat itu juga ikut meledak.
Bayu mendapat ingatannya kembali,saat dirinya mencoba mengambil kalung pemberian Putri,namun di serang oleh Helikopter.
" IBUUUU....TOOOOLOOOOONG...."
"SAKIIIIIIIIIIT......" teriak Bayu tak kuasa menahan rasa sakit yang melanda di kepalanya.
Karena tak kuat menahan rasa sakit di kepalanya,Bayu pun pingsan. Dengan posisi meringkuk memegang kepalanya.
Sementara di sisi Tim penyelamat.
Hanya 2 Helikopter yang selamat. 1 dari China dan 1 Amerika. Mereka telah kembali ke pangkalan. Namun ada yang tewas terkena tembakan.
Perlahan api yang berkobar di bangkai badan pesawat Helikopter yang Bayu tumpangi mulai padam.
Para Pemberontak menembakkan senjata ke langit,karena berhasil menjatuhkan 4 Helikopter militer.
2 Helikopter masih utuh tak meledak.
1 di antara masih ada 4 prajurit selamat.Merka adalah tim penyelamat dari Amerika. Namun mereka terluka.
Mereka di datangi oleh pasukan pemberontak yang membawa senjata laras panjang berupa AK 47.
2 prajurit itu segera meraih senjata di dekatnya. Lalu menembaki para pasukan pemberontak.Sementara 2 lainnya tak bisa bergerak karena terjepit.
Dooor....Dooor....Doorr....Dooorr...
Dooor....Dooor...Doorr...Doorr....
Pasukan pemberontak yang dekat dengan pesawat itu tewas terkena tembakan,semntara yang agak jauh segera berlindung di bebatuan lalu membalas menembak.
Dooor...Dooor....Doorr...Dooorr...
Dooorr...Doorr...Doorr....Doorr..
1 jam kemudian,pasukan pemberontak berhasil melumouhkan pasukan amerika,mereka menahan 1 tentara yang masih hidup.
Menjelang siang hari.
Nampak 2 orang pasukan pemberontak berjalan ke bangkai pesawat tempat di mana Bayu berada. Mereka melihat Bayu,lalu salah satu pria yang merupakan pasukan pemberontak memeriksa Bayu.
Pria itu terkejut,lalu memanggil temannya. Bahwa pria di dalam bangkai pesawat itu masih hidup dan masih utuh,tak terluka sedikitpun.Temannya memeriksa Bayu,Dia juga terkejut. Kemudian mereka memutuskan mengeluarkan Bayu dari dakam bangkai pesawat.
Setelah Bayu keluar dari dalam bangkai pesawat,mereka meperhatikan tubuh Bayu. Tak ada luka sedikitpun menggores kulit Bayu. Hanya pakaiannya saja yang terbakar.
Mereka pun memutuskan untuk membawa Bayu ke tempat markasnya. Karena mereka sangat takjub akan kondisi tubuh Bayu yang tidak terluka.
Sesampai di markas.
Bayu di letakkan di tanah.
Seorang pria yang menjadi panglima para pasukan pemberontak melihat tubuh Bayu masih utuh.
2 pria itu memberitahukan ke panglimanya atas kejadian yang barusan mereka alami.
Oangkima itu menghampiri Bayu,lalu memeriksa tubuh Bayu.
Tubuh Bayu hitam karena terkena asap,namun masih utuh.Rambut pun tidak terbakar.
" Siapa pria ini?" Mengapa tubuhnya tifak terluka sedikit pun" ucap panglima itu.
Akhirnya,Panglima itu memutuskan untuk menyuruh anak buahnya membersihkan tubuh Bayu dan memakaikan pakaian dan tak lupa untuk memborgol,agar tidak kabur saat sudah sadar.
Anak buah panglima itu menurut,mereka pun mengangkat tubuh Bayu lalu membawanya keluar.
1 Jam kemudian.
Panglima itu mengampiri tempat di mana Bayu berada.
Nampak Bayu terbaring di lantai,beralaskan kain,Kaki dan tangannya terborgol.
Panglima itu melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki,lalu melihat 2 cincin di jari Bayu.
Panglima itu memegang tangan Bayu yang terdapat cincin batu Merah delima. Lalu ia melihat tangannya sendiri. Sebab ia memakai cimcin yang sama seperti Bayu. Hanya saja warnanya tidak sama. Cincin yang ia pakai berlian bewarna biru.
Kemudian ia memegang tangan Bayu satunya yang terdaoat cincin pernikahan,yang bermahkotakan berlian. Panglima itu melepaskan cincin berlian tersebut dari jari Bayu.
" Sepertinya dia bukan manusia sembarangan.." ucap Panglima itu.
Lantas panglima menyuruh anak buahnya untuk menyadarkan Bayu.
Anak buahnya menurut,mereka segera menyadarkan Bayu.
10 menit kemudian.
Panglima itu melihat Bayu mulai menggerakkan jari tangannya,lalu perlahan Bayu membuka matanya.
Bayu kaget melihat pria memakai pakaian seperti orang Arab berdiri di dekatnya,lalu melihat 2 orang lagi berdiri di pintu sambil memegang senjata AK 47.
Kemudian ia melihat tangannya terborgol,lalu ia bersusaha menggerakkan kakinya,namun tidak bisa.
" Anda siapa?"
" Mengapa Saya bisa ada di sini dan terborgol?" ucap Bayu.
" Anda dari negara mana?" ucap panglima.
Bayu terdiam,dirinya dapat memahami ucapan pria itu meskipun pria itu memakai bahasa arab. Ia belum menyadari bahwa dirinya seorang tentara yang sedang menajalankan Misi.
Lantas Bayu membalas ucapan pria itu memakai bahasa arab.
" Indonesia..."
" Maaf.. Saya ada di mana?"
" Mengapa saya ada di sini.." ucap Bayu.
Panglima itu terkejut,pemuda itu bisa bahasa arab.
" Apakah kamu tidak meningatnya?" ucap panglima.
" Sebentar..."
Bayu mencoba mengingat - ingat.
" Saya tidak bisa mengingat jika kaki dan tangan saya terikat.."
" Tolong lepaskan..." ucap Bayu.
" Tidak bisa...Kamu adalah tawananku.." ucap panglima.
Tiba - tiba terdengar suara adzan.
" Maaf.. Sekarang masuk shalat apa?" ucap Bayu. Karena di luar masih terlihat cahaya matahari.
" Dzuhur..." ucap Panglima.
Bayu berusaha duduk,setelah berhasil duduk,ia melihat tembok,lalu ia pun tayamum.
Karena pria di depannya tak mau membukakan borgol.
Panglima itu diam memperhatikan Bayu yang sedang Tayamum.
Selesai Bayu tayamum. Ia menoleh pria itu lagi.
"Maaf pak.. Di mana arah kiblat ?"
" Saya mau shalat.." ucap Bayu.
" Arah sana..." ucap Panglima sambil menunjuk arah.
" Terima kasih..." ucap Bayu.
Bayu berdiri menghadap kiblat,lalu ia pun shalat.
" Tunggu..."
Bayu yang mengangkat kedua tangannya tak jadi meneruskan,lalu melihat ke arah Panglima itu.
" Apakah kamu islam?" ucap Panglima.
" Tentu saja saya Islam...Maka dari itu saya shalat.Saya tidak ingin terlambat melaksakan Shalat.."
" Maaf...Saya shalat dulu..." ucap Bayu.
Panglima itu keluar untuk ikut shalat bersama dengan anak buahnya. Meninggalkan Bayu yang sedang mealksanakan Shalat.
Setelah selesai Bayu shalat. Bayu duduk menyender tembok. Dan mengingat - ingat kembali kejadian sebelumnya. Kenapa dirinya bisa sampai di negara Arab.
20 menit kemudian.
Bayu berhasil mengingat kembali.
" Putriii..." ucap Bayu. Ia teringat Putri yang kini telah tiada.
" Ya Allah...Kenapa engkau mengambil kekasih hamba..." ucap Bayu.
Bayu teringat bahwa dirinya bisa ke alam ghain Kumala Sari.
" Apakah aku bisa pergi ke sana" ucap Bayu dalam hati. Karena jaraknya sangat jauh dari Indonesia.
Kemudian Bayu mencobanya. Ia memusatkan pikiran ke tempat singgasana Kumala Sari.
Sementara di luar,Panglima berjalan menuju tempat di mana Bayu berada.
Saat hendak masuk,Bayu tiba - tiba menghilang dari tempat itu.
Oanglima terkejut mendapati pemuda yang di tawan menghilang,lalu menanyakan ke penjaga yang menjaga Bayu.
Penjaga itu tak tahu,karena dari tadi dirinya terus berdiri di depan pintu.
Panglima itu masuk kembali dan memeriksa ruangan.
__ADS_1