SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KITA LAPOR SAJA KE KOMANDAN


__ADS_3

Muncul ibunya Ida bersama kedua putri membawa makanan dan minuman. Lalu di letakkan di lantai. Makanan itu yang Bayu beli,yakni sate ayam dan daging.


" Mari kita makan dulu.." ucap Anwar.


" Yang ini sate daging..Bapak jangan makan terlalu banyak.." ucap Hadijah sambil menunjuk.


" Iya kah....?" ucap Anwar.


" I ih..." ucap Khadijah.


" Jika ulun banyak makan daging..."


"Penyakit ulun langsung kumat..."


" Dulu mah..Waktu ulun masih muda dulu..berapa kilo daging mah..Ulun hajar...Kini kada sanggup lah." ucap Anwar.


" Namanya juga umur pak...Semakin bertambah usia,maka penyakit mudah datang.." ucap Hana.


" Bujur tuh bu aii...Semakin tua segala penyakit tuh mudah datang...."


Anwar mengambil 1 tusuk sate daging,lalu 5 tusuk sate ayam. Bayu sengaja membeli sate lumayan banyak. 50 tusuk sate ayam dan 50 tusuk sate daging,juga martabak manis dan martabak telur.


"Bismilah..." ucap Anwar lalu memakan sate tersebut.


Setelah selesai makan.


" Broo..Ke depan yuk.." ucap Fuad.


" Ayoo..." ucap Bayu.


Bayu tahu Fuad akan merokok.Makanya mengiyakan saja.


Setelah sampai di teras rumah,Fuad menyodorkan rokok ke Bayu. Bayu menerima.


" Kamu jadi ikut mancing?" ucap Fuad.


" Insya Allah jadi...Tadi aku beli pancing kang.."


Namun saat Bayu membuka bungkus rokok,hanya tersisa 1 batang.


" Punyaku ada tuh..." ucap Fuad.


" Gak jadi kang..Sisa 1 batang.." ucap Bayu.


" Kada apa - apa..Isap aja...Nanti aku beli lagi.." ucap Fuad.


Bayu melihat di seberang jalan ada toko kecil.


" Bentar kang..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah toko.


" Mau kamana?" ucap Fuad.


" Ke toko itu.."


Setelah membeli rokok,Bayu kembali,ia melihat ayahnya Ida merokok di teras lalu ia menyerahkan 3 bungkus rokok ke Fuad dan 3 bungkus ke ayahnya Ida.


" Kada usah repot - repot broo.." ucap Fuad.


" Gakpapa kang..Cuman rokok aja.." ucap Bayu.


" Tadi ku dengar , kamu kenal sama pacarmu yang meninggal itu pas SMP ya..?" ucap Fuad.


" Iya kang...Pas masuk SMP.."


" Dia pacar pertamaku.."


" Sampai dia meninggal...." ucap Bayu.


" Wuiihh...Lawas banar..." ucap Anwar.


" Aku salut sama kamu...Kamu cowok yang setia.."


Fuad melihat Bayu tak merokok.


" Kok kamu gak merokok.." ucap Fuad.


" Sebenarnya aku bukan perokok aktif kang..." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu...Pantas ku lihat kamu gak ngeluarin rokok...Ku pikir merokok.." ucap Fuad.


" Kalau lagi pengen aja kang,sama kalau banyak pikiran. Ya aku merokok.." ucap Bayu.


" Piyan di pondok belajar apa aja.." ucap Anwar.


" Banyak pak..Hapalan hadist,Al Qur'an. Nahwu dan sorof,terus Fiqih dan lain - lain..." ucap Bayu.


" Bisa bahasa arab dong.." ucap Fuad.


" Alhamdulilah bisa.." ucap Bayu.


" Hemm...Ngomong langsung apa enggak ya.." ucap Bayu dalam hati. Dirinya ingin membicarakan masalah lahan milik Harati. Namun Bayu bingung cara mengungkapkannya.


Anwar berbicara memakai bahasa daerah,lalu di balas oleh Fuad memakai bahasa daerah.


Bayu diam menyimak.


Di saat mendengarkan,rupanya mereka membahas masalah lahan Harati. Bayu tahu itu karena Fuad ada menyebut kata lahan dan Harati.


Bayu menggaruk - garukkan kepalanya.


" Kenapa broo.." ucap Fuad.


" Enggak apa - apa..Sampeyan ngobrol pake bahasa daerah,jadi aku bingung mau ngomong apa.." ucap Bayu.


" Ooo..Itu..."


" Ada masalah dengan anggota..Lahannya itu di ambil paksa.. Mereka seperti kena hipnotis.." ucap Fuad.


Bayu berpikir inilah kesempatannya.


" Kok bisa begitu kang...Gimana ceritanya?" ucap Bayu.


" Begini...Ada dua orang datang,salah satunya memakai masker.."


" Dia mengaku dari perusahaan,nah perusahaan itu mengklaim tanah itu miliknya. Tapi kawanku itu juga punya bukti bahwa itu lahan milik keluarganya.."


" Ada itu sertifikatnya.." ucap Fuad.


" Ooo..Begitu.."


" Kenapa gak saling menunjukkan saja surat bukti kepemilikan tanah itu.. Siapa yang lebih dulu memiliki lahan tersebut..." ucap Bayu.


" Berarti mereka tidak tahu masalah sebenarnya.." ucap Bayu dalam hati.


" Kada bisa...Surat serfikatnya di ambil oleh mereka.." ucap Fuad.


" Laporin saja..Bawa ke pengadilan..." ucap Bayu.


" Kada bisa..Kawanku tak punya sertifikat itu lagi.." ucap Fuad.


" Begini kang... Jika ada 2 orang yang memiliki surat tanah,lalu salah satunya itu lebih dulu memilikinya...Terus orang satunya datang lalu mengklaim bahwa itu tanah miliknya."


" Terus ada orang mau beli.."


" Nah ...Orang yang pertama itu menjual lahannya.."


" Terus orang yang mengklaim lahan itu menuntut ganti rugi..."


" Apakah tindakan orang yang mengklaim tanah orang itu salah atau benar.." ucap Bayu.


" Ya tentu salah broo..." ucap Fuad.


" Pendapat bapak gimana.." ucap Bayu.


" Ya salah lah..Orang itu serakah...Merebut lahan orang lain..Nanti jika mati,kuburannya akan menjadi sempit,jangankan 1 hektar,sejengkal saja pun kada boleh..." ucap Anwar.


" Coba di selidiki dulu kang ..Lahan itu sebenarnya milik siapa.. Nanti takutnya kita bela mati - matian,ternyata lahan itu ada yang punya.Dan bukan milik teman sampeyan."


Nampak Fuad berpikir.


" Sampeyan sudah tahu akar permasalahannya?" ucap Bayu.


" Setahuku,kawanku itu yang punya lahan itu,ada surat sertifikatnya. Terus ada perusahaan yang mengakui bahwa itu lahan mereka.." ucap Fuad.


" Saran saya...Cari dulu letak permasalahannya.. Jangan di ambil satu pihak saja..."


" Kirim orang untuk mendatangi ke perusahaan itu..Bicarakan baik - baik..."


" Sambil ngopi dan merokok.."


" Guru ngajiku pernah berkata kepadaku..."


" Janganlah menerima berita dari 1 orang saja..Lalu menyakini berita itu sangat benar.."


" Contoh saja,ada tetangga bilang bahwa istrimu tadi kulihat jalan bersama pria,mesra lagi..."


" Terus orang itu menghakimi istrinya tanpa meminta penjelasan lebih dulu..."


" Setelah istrinya tewas di aniaya,rupanya pria itu datang,tetangga itu melihat pria itu dan bilang kalau pria itu selingkuhannya. Namun pas orang itu melihat bahwa dia kakak iparnya atau kakak kandung istrinya. Menyesal lah orang itu..."ucap Bayu sambil memberi sugesti,karena kemarin dirinya berhasil menghipnotis Fuad.


Fuad berbicara kepada ayahnya memakai bahasa daerah.


" Bujur yang piyan omongin itu...Kita tak tahu letak inti permasalahannya itu..Kita terima berita itu dari Harati saja..." ucap Anwar.


" Alhamdulilah...Akhirnya mereka mau mencari letak permasalahannya.." ucap Bayu dalam hati lega.


Bayu teringat kado yang akan di berikan ke Ida. Lalu ia pun masuk ke dalam.


Bayu melihat ibunya sedang mengobrol dengan ibunya Ida. Ida hanya duduk diam saja. Lalu Bayu mengambil plastik hitam.


" Da...Ini aku ada sesuatu untukmu.."


Bayu mengeluarkan kado dari kantong plastik.


" Selamat ulang tahun ya..Maaf telat ngasih kadonya.." ucap Bayu sambil memberikan kado tersebut.


" Kan sudah lewat kak..." ucap Ida.


" Gakpapa...Lebih baik telat daripada enggak.." ucap Bayu.


" Makaciih..." ucap Ida sambil menerima.Ia merasa senang di berikan kado oleh Bayu. Lalu ia pun langsung pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Di saat Ida akan membuka kado pemberian dari Bayu,adiknya datang menghampiri.


" Apa itu..." ucap adiknya Ida.


" Mau tahu aja..." ucap Ida.


Saat kertas kado terbuka,nampak gambar ponsel Nokia. Lalu ada kartu perdana yang sudah terbuka segelnya.


" Wiiih...Hape...Siapa yang ngasih kak.." ucap adiknya Ida.


Ida tak menjawab,ia segera memasukkan kartu itu,kemudian menyalakan ponsel tersebut. Ida merasa senang sekali,akhirnya memiliki ponsel sendiri,berkamera lagi.


Setelah ponselnya hidup,Ida mengecek saldo pulsa.


Nampak di layar keterangan saldo berjumlah 110.000.


Ida kaget,rupanya Ahmad telah mengisi saldo kartu itu. Kemudian Ida keluar kamar menemui Anmad.


Saat di ruang tamu,Ida tak melihat Ahmad,lalu ia berjalan ke teras.


Ida melihat Ahmad duduk di samping kakaknya.


" Kak...Makasih ya kadonya.." ucap Ida.


" Iya..." ucap Bayu.


" Wuiiih...Dapat hape baruu...Pinjam dong.." ucap Fuad.


" Gak boleh..." ucap Ida lalu masuk ke dalam rumah.


" Kamu belikan adekku hape broo..?" ucap Fuad.


" Itu hape dah lama di lemari,..Karena lama di lemari kaca ya ku kasihkan aja ke Ida..." ucap Bayu.Maksud Bayu adalah lemari toko pomsel.


" Oooo...Begitu.."


" Masih ada lagi kah?" ucap Fuad.


" Ada kang..."ucap Bayu.


" Minta 1 nah.." ucap Fuad.


" Di Klandasan lemari kacanya kang.." ucap Bayu.


" Anjeeeeeeng....Itu mah konter..."ucap Fuad.


" Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." Bayu tertawa.


" Oh iya...Besok jam 7 datang ke rumah..Kita berangkat sama - sama.." ucap Fuad.


" Iya kang..."


" Hem...Cuminya berapa kilo kang?" ucap Bayu.


" 3 Kilo... Cukup itu cuminya..Soalnya ikan layang ada 5 Kilo.." ucap Fuad.


" Kurang itu kang...Tambahin lagi.."ucap Bayu.


" Hemm...Beli udang aja...Tapi jam 6 belinya..Di tepian.." ucap Fuad.


" Tepian..?" ucap Bayu.


" Di gunung empat...Tahulah tempatnya..?" ucap Fuad.


" Gunung empat? Gunungnya ada empat kah kang?" ucap Bayu.


" Bukaaan...Itu cuman nama aja,bukan berarti gunungnya ada empat.." ucap Fuad.


" Ooo...Gitu to..Aku gak tahu tempatnya kang..Nanti aku nyasar lagi.." ucap Bayu.


" Ya sudah..Besok jam 6 datang kerumah,nanti ku antar ke sana..." ucap Fuad.


" Siaap..." ucap Bayu.


Hana muncul dari dalam.


" Nak..Ayo pulang.." ucap Hana.


" Iya bu.." ucap Bayu.


Akhirnya Bayu dan Hana berpamitan pulang.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu dan Hana saat akan meninggalkan rumah Ida.


" Wa'alaikum salam .." ucap Ida dan keluarganya.


Sesampai di kamar hotel tempat Bayu menginap.


" Ibu pinjam dulu kamar mandinya ya sayang.." ucap Hana.


" Iya bu..." ucap Bayu.


Bayu duduk sambil meletakkan ponselnya di atas laci.


Baru saja di letakkan,ponselnya bergetar.


Bayu mengambil lagi hapenya lalu mengecek.


From Ida.


Kalau sdh sampe sms ya kak..Blz.


To Ida.


Ini sudah sampai.


From Ida.


Tadi itu adek kaget kakak bawa ibunya kakak kerumah. Coba kakak bilang..Pasti adek dandan yang cantik.Blz.


To Ida.


Gak dandan aja cantik,apa lagi dandan..Jadi pangling aku..


From Ida.


Kakak bisa aja.Adek gak punya uang neh. Itu sate kenapa belinya banyak


Hana keluar dari kamar mandi,lalu berjalan ke arah Bayu. Kemudian duduk di samping Bayu yang sedang menatap ponselnya.


" Ibu lihat Ida seperti Putri sayang..." ucap Hana.


Bayu meletakkan hapenya.


" Iya bu...Makanya Bayu mengikuti dia...Bayu pikir Ida itu adalah Putri yang selamat dari kecelakaan terus lupa ingatan seperti Bayu.." ucap Bayu lalu melepas maskernya.


" Putri benar -benar meninggal sayang...Ibu melihat sendiri jenazahnya di kubur.."


Air mata Bayu keluar,sebab ia teringat kembali almarhum Putri.


" Apakah sayang menyukai Ida...?" ucap Hana.


" Kalau suka ..Bayu memang suka bu.."


" Tapi Bayu sudah punya istri...Empat lagi.."


" Mana mungkin dia mau...Terus dia juga masih SMA..." ucap Bayu.


" Iya seh..."


" Ibu lihat..Ida menyukai sayang..." ucap Hana.


" Bu...Kenapa Allah mempertemukanku pada wanita yang mirip dengan Putri.." ucap Bayu.


" Kan dah ku kasih tahu...Agar kamu nikah lagi,piye too...Bocah gemblung...Jika aku tuhan..Sudah ku kutuk kamu jadi batu.." suara Jalu.


" Diampuut.." ucap Bayu dalam hati.


" Ibu gak tahu sayang.."


" Mungkin Allah sudah mempunyai rencana untuk sayang.."


Ponsel Bayu bergetar panjang,Bqyu melihqt kelayar. Nampak Ida yang menelpon. Akan tetapi Bayu membiarkan saja,karena sedang mengobrol dengan ibunya.


" Oh iya...Besok pagi ibu akan kembali ke Jakarta.." ucap Hana.


" Kok cepat betul buu.." ucap Bayu.


" Ibu ada perlu sayang.."


" Ibunya Ida ada nanya ke ibu..Dimana tinggal..Ibu jawab tinggal dekat di sini aja.."


" Terus ibu memberi tahu jika ibu jarang di rumah,karena sering pergi ke luar kota.."


" Kalau bisa...Sayang cari rumah kontrakan.."


" Setelah selesai masalah tanah,maka segera pulang.." ucap Hana.


" Iya bu..Nanti Bayu minta bantuan ke kang Wardoyo." ucap Bayu.


" Jangan lupa jujur kepada keluarga Ida setelah masalah tanah itu selesai ya sayang.." ucap Hana.


" Iya bu..." ucap Bayu.


Hana memeluk Bayu lalu melepaskan pelukannya.


" Ibu bangga sekali denganmu sayang.."


" Ibu tidur di sini ya.." ucap Hana.


" Iya bu..." ucap Bayu.


" Ibu ambil tas ibu dulu..." ucap Hana lalu pergi menuju kamar tempat ia menginap.


Bayu membuka pesan . Nampak 3 pesan dari Ida.


From Ida.


Kok gak di balas kak.


From Ida.

__ADS_1


Kakak sudah tidur ya..


From Ida.


Met bobo kak..


Bayu membalas pesan tersebut.


To Ida.


Maaf,tadi kakak sedang mengobrol dengan ibuku. Masa iya di ajak ngobrol kakak maen hape.


Bayu mengirim pesan lalu berjalan ke kamar mandi untuk gosok gigi dan wudhu sambil mengantongi hapenya.


Di saat sedang menggosok gigi,Bayu merasakan ponselnya bergetar.


Setelah selesai wudhu,Bayu melihat ibunya telah berada dalam kamarnya dan berebah di tempat tidur.


Hana memakai baju kaos lengan pendek dan celana panjang.


" Semoga tanganku ini gak lari kemana - mana" ucap Bayu dalam hati.Ia takut saat tidur tangannyaasuk kedalam kaos ibunya.


Bayu membalas sms Ida. Lalu ia pun tidur di samping ibunya.


Bayu tidur telentang,tak berani menghadap ke arah ibunya atau pun membelakangi ibunya.


Hana membuka matanya.


" Pas ibu mau ke sini..Ayu,Diana dan Sulis ingin ikut.."


" Terus ibu beri tahu ke mereka,tanya dulu ke sayang. Di ijinkan apa enggak.." ucap Hana.


" Bayu tidak mengizinkan mereka bu..Takut rencana Bayu jadi berantakan.." ucap Bayu.


Hana memiringkan badannya menghadap ke Bayu.


" Apakah Ida itu saudaranya Putri ya sayang?" ucap Hana


" Bukan bu..." ucap Bayu.


" Wajah mereka sama - sama mirip.." ucap Hana.


" Entahlah bu.."


" Bayu saja bingung.." ucap Bayu.


Hana meletakkan tangannya di dada Bayu,lalu memejamkan matanya.


Bayu menoleh ke arah ibunya lalu melihat ke arah plafon.


" Saben dino aku ngalamun"


"Tekan ngomah atiku bingung"


"Jane tresno ra wani nembung"


"Rasane koyo wong linglung" suara Jalu bernyanyi.


Bayu hendak menyahuti,namun tiba - tiba muncul suara sekar.


"Wangi-wangi banyune sabun"


"Tak rewangi adus kungkum"


"Tresnaku ra bakal alum"


"Tak enteni yen mase purun" suara Sekar.


" Asem....Kalian malah nyanyi..Jadi gak bisa tidur aku.." ucap Bayu dalam hati. Bayu tahu mereka sedang mengolok dirinya.


Lagu yang di nyanyikan oleh Jalu dan Sekar sangat cocok dengan Bayu. Sebab Bayu memang bingung dan sering melamun tentang Ida. Ia sendiri tak berani mengungkapkan perasaannya ke Ida secara langsung,meskipun Ida telah memberi kode ke Bayu dan juga ayahnya Ida memperbolehkan Bayu mendekati anaknya.


" Bagus gak suaraku Bay.." suara Jalu.


" Bagus...Kok pakde tahu lagu itu?" ucap Bayu dalam hati.


" Kan kamu sering nyanyi lagu itu.." suara Jalu.


" Oh iya..Lupa.." ucap Bayu dalam hati.


Bayi hendak memejamkan matanya,namun tak bisa. Bayangan Putri dan Ida kembali muncul.


" Ya Allah...."


"Mengapa aku jadi galau begini seh.." ucap Bayu dalam hati.


Dirinya hendak merokok untuk menghilangkan pikirannya yang pusing,namun tangan ibunya berada di dada Bayu. Bayu tak berani menggeser tangan ibunya yang telah tertidur lelap.


Hingga jam 1,Barulah Bayu bisa tertidur.


Pukul 3.30.


Bayu membuka matanya,lalu mendapati tangan kanannya memeluk ibunya.


" Syukurlah tanganku gak nakal.." ucap Bayu dalam hati. Perlahan Bayu turun dari tempat tidur.


Hana membuka mata melihat Bayu berjalan ke kamar mandi. Saat Bayu tertidur,Hana merasakan ada yang meraba dadanya,lalu membuka matanya. Kemudian Hana mengeluarkan tangan Bayu dan meletakkan di pinggangnya. Hana kembali memejamkan matanya.


10 menit sebelum shalat subuh.


Bayu melihat ibunya sudah bangun.


" Bu...Nanti Bayu pergi mancing jam 6..Naik kapal.." ucap Bayu.


" Iya..Hati - hati ya sayang...Jangan lupa pakai pelampung.." ucap Hana.


" Iya bu...Ini Bayu ke mesjid dulu ya..." ucap Bayu.


" Iya..." ucap Hana.


Skip hingga pukul 05.50.


Bayu bersiap - siap pergi ke rumah Ida sambil membawa peralatan mancingnya di dalam tas.


" Bu ...Bayu pergi dulu ya..." ucap Bayu lalu bersalaman tak lupa cium tangan.


" Iya sayang..." ucap Hana.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Hana.


Bayu berjalan meninggalkan ibunya.


Sesampai di rumah Ida. Bayu melepas masker dan melihat Fuad mengeluarkan sepeda motornya dari dalam rumah.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...Kirain masih tidur.." ucap Fuad.


" Enggak kang..."


" Sekarang kah cari udangnya?" ucap Bayu.


" Ayoo...Pakai motormu saja...Bentar ku ambil jerigen dulu.." ucap Fuad lalu masuk ke dalam rumah.


Setelah Fuad mengambil Jerigen.


Bayu memberikan helm ke Fuad.


" Gak usah,kadada polisi di sini.." ucap Fuad.


Bayu menjalankan sepeda motornya.


Setelah sampai.


" Beli berapa broo..?" ucap Fuad.


Bayu memberikan 100 ribu.


" Seratus aja..." ucap Bayu.


Setelah beli umpan panving,mereka kembali ke rumah Ida.


Di tengah perjalanan,Bayu teringat belum membeli bekal. Lalu berhenti di toko yang sudah buka.


" Bentar kang....Aku mau beli bekal dulu..." ucap Bayu sambil melepas helmnya.


Bayu masuk ke dalam toko untuk membeli air minum,roti,rokok,korek dan kopi sasetan. Setelah selesai belanja,Bayu meletakkan kantong plastik di stang motor.


Di arah berlawanan. Ada sepeda motor yang di kendarai tentara militer China. Mereka berboncengan. Tentara yang di bonceng melihat ke arah Bayu yang sedang memakai helm.


" Seperti gak asing..." ucap tentara 1 dalam hati.


Begitu sudah jauh,barulah ia ingat.


" Oh iya...Dia seperti Jiang..." gumam tentara 1.


" Kembali lagi..." ucap tentara 1.


" Kenapa kembali.." ucap tentara 2.


" Aku lihat orang mirip dengan Jiang..." ucap tentara 1.


" Apaa...!!! Di mana...?" ucap tentara 2.


" Cepat kembali ke jalan yang kita lalui tadi.." ucap tentara 1.


" Oke..." ucap tentara 2.


Tentara 2 memutar menuju arah yang tadi ia lalui.


Setelah sampai di tempat di mana tentara 1 melihat orang mirip Jiang,mereka tak menemukan Jiang.


" Kamu yakin melihat orang itu di sini..?" ucap tentara 2.


" Yakin.."


" Wajahnya sama...Juga dia seperti memakai cincin warna merah.." ucap tentara 1.


" Kita lapor saja ke komandan..." ucap tentara 2.

__ADS_1


__ADS_2