SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PASAR.


__ADS_3

Di saat berjalan,seorang gadis cantik keluar dari dalam pasar berpas - pasan dengan Bayu. Wajahnya mirip dengan Putri.


Bayu melihat wajah gadis tersebut.


" Putriii...." ucap Bayu spontan.


Gadis itu menoleh ke Bayu.


Penampilan gadis mirip Putri, rok panjang ,kaos lengan panjang. Rambutnya panjang lurus hingga sepinggang.


Ingin rasanya Bayu memeluk gadis tersebut,namun ia tahan. Ia takut kejadian saat waktu di Malaysa terulang kembali. Yakni mengira Aisyah adalah wanita yang ia sayangi.


Bayu segera melepas masker,agar gadis itu mengenali Bayu. kemudian sang gadis melewati Bayu saja.


Yusuf terus berjalan sambil menelpon.


Bayu membalikkan badan menatap punggung gadis yang mirip dengan Putri. Gadis itu rambutnya dan wajah sama persis,bahkan warna kulitnya. Tangan kanannya menenteng sebuah kantong plastik warna hitam.


Tanpa sadar Bayu mengikuti gadis itu berjalan,


Di saat Yusuf masuk ke dalam mobil setelah memasukkan barang belanjaan Bayu,ia lalu menoleh ke kanan dan kiri.


" Mana Bayu...?" ucap Yusuf tak melihat sosok Bayu.


" Tadi kan sama bapak..." ucap supir.


Yusuf keluar dari mobil mencari keberadaan Bayu.


Yusuf berjalan ketempat terakhir ia melihat Bayu,begitu sampai di tempat tersebut,ia tak menemukan Bayu.


" Siaaal...Di mana dia.." ucap Yusuf dalam hati panik.


Yusuf lantas berjalan masuk ke dalam pasar mencari keberadaan Bayu.


Sementara di sisi Bayu.


Bayu mengikuti gadis yang mirip dengan Putri.


" Put...Apakah itu kamu...?"


" Tapi mengapa kamu tak mengenalku.." ucap Bayu dalam hati.


Gadis mirip Putri berdiri di pinggir jalan,lalu mengarah tangan kanannya ke depan.


Mobil angkutan umum berhenti di depan gadis itu,lalu gadis itu masuk ke dalam angkutan umum.


Bayu yang gak mau kehilangan gadis yang mirip dengan Putri lantas masuk ke dalam mobil angkutan umum yang di tumpangi gadis itu.


Bayu melihat gadis itu duduk di sampingnya ada ruang untuk duduk,jadi Bayu memutuskan duduk di samping gadis yang mirip Putri.Ia sebenarnya ingin sekali menyapa. Tapi ia malu untuk menyapa.


Posisi kursi angkutan umum itu menghadap ke supir semua.Kecuali 1 bangku tambahan yang menghadap ke pintu masuk. Bayu dudul di kursi yang hanya muat 2 orang saja.


" Sapa.... enggak...Sapa....enggak... Sapa...Enggak..." ucap Bayu dalam hati bingung. Sebab,selama ini ia tak mau menyapa seorang gadis yang tak ia kenal.


Bayu menurunkan tudung jaketnya. Kemudian menoleh ke samping gadis yang mirip dengan Putri.


Gadis itu melihat ke depan,kemudian Bayu melihat ke depan.


Gadis itu menoleh ke samping. Ia memperhatikan wajah Bayu. Lalu melihat ke depan.


Bayu menoleh ke samping setelah gadis itu menghadap ke depan.


" Diampuut....Kenapa aku jadi deg...Deg..Deg kan begini ya..." ucap Bayu dalam hati melihat wajah gadis yang mirip dengan Putri.


Gadis itu menoleh kesamping lagi.


Tatapan mata mereka saling bertemu.


Bayu memanfaatkan momen tersebut untuk menghipnotisnya. Ia ingin tahu. Apakah gadis yang mirip dengan Putri adalah Putri istrinya.


Bola mata gadis itu bewarna hijau,lalu kembali normal.


Bayu tersenyum lalu berkata.." Hai..."


" Hai juga..." ucap gadis itu.


Bayu berpikir jika di hipnotis gak seru.Lalu Bayu menarik kembali hipnotis tersebut.


" Mau kemana?" ucap Bayu.


" Pulang...."


" Stoop...." ucap gadis itu.


Mobil angkutan yang di tumpangi mereka pun menepi ke kiri. Lalu gadis itu turun melewati Bayu.


Bayu juga ikut turun,lalu mengeluarkan uang 50 ribu kemudian memberikan ke supir


" Sama dia pak.." ucap Bayu.


" Eh...!!! Gadis itu terkejut.


" Gak usah..." ucap gadis itu.


Saat Bayu mendengar suara gadis yang mirip dengan Putri,ternyata tidak sama dengan Putri. Juga tinggi badannya tidak sama. Putri lebih tinggi.


" Gakpapa..."


" Ada uang kecil gak?" ucap supir.


Gadis itu memberikan uang kepada supir


"Sama dia pak..." ucap gadis itu.


Supir mengembalikan uang kepada Bayu.Namun di ambil oleh gadis itu.


Gadis itu mengembalikan uang ke Bayu. Bayu menerimanya


" Kenapa kamu mengikutiku?" ucap gadis itu.


Bayu tersenyum lalu berkata" Maaf...Aku hanya penasaran saja denganmu...Oh iya,namaku Ahmad... Kalau boleh tahu,namamu siapa?"


" Namaku Ida..." ucap gadis itu.


" Ooo...Ida.."


" Bolehkah aku mengantarmu pulang kerumah.."ucap Bayu ingin tahu letak rumah Ida.


" Gak usah...Bapakku galak..." ucap Ida.


" Gak masalah..."


" Segalak - galaknya ayahmu. Tapi dia memiliki seorang putri yang sangat cantik..." ucap Bayu.


" Mangsa baru..." suara Jalu tiba - tiba muncul.


" Kamu bisa aja.." ucap Ida.


" Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.


Ida kemudian berjalan. Bayu berjalan di samping kiri Ida.


***


Di sisi Yusuf.


Yusuf 3 kali memutari pasar. Namun tak menemukan Bayu.


" Pergi kemana Bayu...Sampe pegel kakiku mutar - mutar..." ucap Yusuf dalam hati.Ia ingin menelpon Bayu. Tapu tidak tahu nomor hapenya Bayu.


Kemudian Yusuf berpikir,Bayu telah ke mobil


Maka Yusuf memutuskan kembali ke mobil.


Di saat sampai di mobil,ia melihat supirnya duduk di trotoar sambil merokok.


" Apakah Bayu sudah kembali?" ucap Yusuf.


" Belum boss....." ucap supir.


" Siaal...." ucap Yusuf.


" Telpon saja bos..." ucap supir.


" Jika aku punya nomornya. Pasti akan aku telpon." ucap Yusuf.


" Hemmm...Mungkin pak Bayu sedang di Toilet.."ucap supir.


" Bisa jadi..." ucap Yusuf.


Akhirnya Yusuf menunggu Bayu di mobil.


20 menit kemudian.


Yusuf nampak cemas karena Bayu tak kunjung kembali.


" Kemana dia ya.."ucap Yusuf.


" Jangan - nangan dia nyasar pak.." ucap supir.


Yusuf lantas menelpon Jien Lie Han.


Tuuut....Tuuuut....Tuuut...


Tuuut...Tuuuut...


" Ada apa? Apakah ada kendala..?" suara Jien Lie.


" Maaf Tuan ..Nganu.." ucap Yusuf.


" Anu apaa...? Ngomong yang jelas pak Yusuf.." suara Jien Lie.


" Tuan muda Bayu hilang di pasar..." ucap Yusuf.


" APAAAAAA.....!!!!"


" Bagaiamana itu bisa terjadi? " suara Jien Lie.


" Maaf tuan...." ucap Yusuf.


"Kamu sudah mencarinya?" suara Jien Lie.


"Sudah tuan.." ucap Yusuf.


" Bagaimana Bayu bisa menghilang? Kan dia bersamamu..?" suara Jien Lie.


" Begini tuan...Setelah selesai mengurus surat tanah,kami pergi ke pasar membeli oleh - oleh.." ucap Yusuf.


" Terus.." suara Jien Lie.


" Terus setelah selesai saya bilang ke tuan muda,apakah pulang sekarang atau besok saja.."


" Tuan muda menjawab sekarang,lalu saya menelpon untuk memesan tiket sambil berjalan ke arah mobil.."


" Setelah sampai di mobil saya lihat tidak ada tuan muda.Saya mau nelpon tidak punya nomor telponnya tuan." ucap Yusuf.


" Jika Bayu kenapa - kenapa,aku akan menyiksamu..." suara Jien Lie.


Panggilan berakhir.


"Mampus aku..." ucap Yusuf dalam hati.


***


Di sisi Bayu.


Bayu berjalan kaki berdua dengan Ida di sebuah gang,gadis yang mirip dengan Putri.


" Kenapa kamu mengikuti?" ucap Ida.


" Maaf...Aku hanya pensaran denganmu,makanya aku mengikutimu.." ucap Bayu.


" Hajar aja Bay....Sepertinya dia masih bersegel..." suara Jalu.


" Taeeek..." ucap Bayu dalam hati.


" Kamu kan dah lama gak merasakan lubang yang bersegel." suara Jalu.

__ADS_1


Ingin rasanya Bayu menyentil Jalu. Tapi ia urungkan. Ia takut aksinya di lihat oleh Ida. Masa menyentil burung di samping gadis cantik.


" Idaa....Hemmm"


" Bolehkah aku meminta nomor hapemu.." ucap Bayu.


" Aku gak punya hape..." ucap Ida.


" Ooo...Kirain punya.." ucap Bayu.


" Aku punya hape Bay..Kamu gak minta nomorku.." suara Jalu.


" Emmoohh..." ucap Bayu dalam hati.


" Kalau bapakku punya.." ucap Ida.


" Asem...Buat apa coba kalau di kasih nomor hape bapaknya...Tapi"


" Gakpapalah...Siapa tahu aku bisa akrab dengan bapaknya.." ucap Bayu dalam hati.


" Setelah akrab,langsung gaaaassa Bay.." suara Jalu.


" Berapa nomor hape bapakmu Da..?" ucap Bayu.


" Berapa ya..."


Ida memegang dagunya sambil mengingat - ingat.


" Kosong delapan Tiga belas..Empat...Hemmm..Lupa aku.." ucap Ida.


" Ya sudah gakpapa.." ucap Bayu.


Ida berhenti ,Bayu juga ikut berhenti.


" Itu rumahku.." ucap Ida sambil menunjuk.


Bayu melihat arah yang di tunjuk oleh Ida.


Rumah Ida terbuat dari papan. Tak ada pagar sebagai keamanan.Cat rumahnya bewarna kuning. Pintu rumah nampak terbuka. Rumah Ida letaknya di pinggir laut,sehingga di bawahnya ada kolong. Banyak tiang kayu sebagai penyangga. Bayu tahu kayu itu adalah kayu Ulin. Sebab Kayu Ulin tahan terhadap segala cuaca dan juga air laut.


Beberapa orang memperhatikan Bayu.


" Mampir gak ya.." ucap Bayu dalam hati.


" Mau mampir?" ucap Ida.


" Heemm..." ucap Bayu sambil berpikir.


" Bapakku galak loh..Beneran..Aku gak bohong.." ucap Ida.


" Ya udah deh.."


" oh iya...Kamu punya cassan nokia kecil apa gak Da?" ucap Bayu.


" Gak tahu...Entar ku cari di rumah..Kalau mau mampir ayo masuk.." ucap Ida.


Ida berjalan,lalu Bayu mengikuti Bayu.


" Hapeku lobet...Lupa bawa cassan..." ucap Bayu.


" Assalam mu' alaikum..." ucap Ida dan Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bapak - bapak.


Bayu melihat 4 orang pria. 1 pria yang Bayu yakini sebagai ayah Ida karena wajahnya nampak sangar,3 orang bapak - bapak wajahnya biasa saja.Duduk lesehan di atas karpet.Lantai rumah terbuat dari papan Ulin. Sehingga di tutupi karpet.


Mereka melihat ke arah Bayu.


Bayu tersenyum,lalu menghampiri bapak - bapak tersebut lalu bersalaman. Ia mencium tangan ke semua bapak - bapak tersebut.


" Saya Ahmad teman Ida.." ucap Bayu sopan.


" Ku carikan dulu ya cessannya.." ucap Ida.


Bayu menoleh ke arah Ida.


" Iya..." ucap Bayu.


Setelah Ida masuk ke dalam. Bayu terdiam.Ia melihat beberapa foto di pajang,juga ada kalender. Di foto itu ada pria mirip dengan orang yang berada di dekat Bayu,di dalam foto,pria itu memakai pakaian ormas dan atribut kalung dan lain - lain. Pakaian ormas itu sama dengan pakaian yang Bayu lihat saat keluar dari rumah ibu Harati.


Salah satu pria berbicara,namun Bayu tak memahami ucapan pria itu. Karena pria itu berbicara bahasa daerah. Lalu di sahut oleh pria di sebelahnya menyahuti.


" Asem...Bahasa daerah lagi.." ucap Bayu sambil menundukkan kepala.


Namun,di saat sela sela obrolan mereka,ada yang menyebut Harati.


" Harati...???"


" Apakah orang yang aku datangi itu ya..." ucap Bayu dalam hati penasaran. Namun ia tak berani bicara,sebab tak ada yang mengajaknya bicara. Jangankan berbicara,menatap saja Bayu tidak berani.


Bayu menduga mereka sedang membicarakan Harati,lalu ada yang menyebut Lahan.


Muncul Ida dari dalam membawa nampan berisi minuman teh.


" Berarti mereka membicarakan masalah Lahan Harati...Aku harus hati - hati.." ucap Bayu dalam hati.


" Di depan yuk.." ucap Ida.


Bayu menoleh ke arah Ida.Lalu melihat bapak - bapak yang sedang mengobrol memakai bahasa daerah.


" Permisi pak...Saya pindah ke depan.." ucap Bayu.


" Silahkan..." ucap salah satu pria.


Bayu beranjak dari tempat duduknya lalu mengikuti Ida.


Setelah sampai di teras,mereka duduk di kursi yang terbuat dari papan kayu yang memanjang. Di tengah mereka ada sebuah nampan.


" Mana hapemu..."


Bayu mengeluarkan ponselnya,ia menekan tombol di hape untuk melihat sisa daya batrei. Namun ponselnya tak menyala. Bayu yakin batreinya sudah habis,sebab terakhir kali ia melihat sisa 1garis. Lalu memberikan ke Ida.


" Aku cas dulu ya hapemu.." ucap Ida.


" Iya..." ucap Bayu.


Bayu melihat tetangga sekitar rumah lalu melihat jam tangannya.


Muncul seorang gadis seperti anak SMP,gadis itu melihat ke arah Bayu lalu masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian muncul Ida dari dalam rumah,lalu duduk kembali di kursi.


" Kamu sekolah di mana?" ucap Ida.


" Aku gak sekolah..." ucap Bayu.


" Bak sekolah...? Kamu kuliah..?" ucap Ida.


" Iya...,kamu sendiri" ucap Bayu.


" Aku sekolah di SMA 3..."


Lalu mereka terdiam.


" Kamu cowok pemberani ya.." ucap Ida.


" Maksudnya?" ucap Bayu.


" Kan aku tadi dah bilang bahwa bapakku itu galak,teman - temanku yang cowol aja gak berani datang kerumah.." ucap Ida.


" Selama kita datang secara sopan gak masalah. Toh aku datang hanya ingin tahu rumahmu dan bertemu dengan ayahmu...."


Bayu teringat akan foto yang di pajang di dinding.


" Galak kan bapakku?" ucap Ida.


" Enggak galak kok..."


" Oh iya..Ayahmu seorang anggota ormas?" ucap Bayu.


" Iya...Bapakku ketuanya.." ucap Ida.


" Mati aku..." ucap Bayu dalam hati.


" Kenapa emangnya...?" ucap Ida.


" Gak ada apa - apa,cuman tanya aja.." ucap Bayu.


" Kamu takut Bay sama bapaknya..? Sini biar aku yang hadapi.." suara Jalu.


" Aku gak takut pakde.." ucap Bayu dalam hati.


" Oh iya... Berapa tadi nomor hapemu?" ucap Ida.


" 0813******** " ucap Bayu.


" Sebentar..." ucap Ida mengeluarkan hape nokia tipe 2300 warna pink campur putih dan ungu.


" Katanya tadi gak punya hape.." ucap Bayu.


" Ini hape ibuku." ucap Ida.


" Ooo...Hape ibumu..." ucap Bayu.


" Iya...Aku mau beli uangku kurang..."


" Kosong delapan tiga belas berapa tadi?" ucap Ida.


Bayu memberi tahukan nomor selanjutnya.Selesai menyimpan,Ida memiscol nomor Bayu.


" Kok gak aktif...?" ucap Ida.


" Habis batreinya...Sms aja.." ucap Bayu.


Muncul seorang gadis,Bayu menebak gadis itu teman sekolah Ida.


" Pacarmu ya Da..." ucap gadis itu.


" Bukaan..." ucap Ida.


" Boteek...." ucap gadis itu.


" Issh...Di kasih tahu gak percaya amat...Amat aja percaya.." ucap Ida.


" Mas..." ucap gadis itu.


" Iya..."ucap Bayu.


" Mas pacarnya Ida ya..." ucap gadis itu.


" Bukan....Kalau gak percaya tanya aja amat.." ucap Bayu.


" Mas bisa aja..."


" Oh iya Da...Pinjam buku Fisikamu dong..." ucap gadis itu.


" Bentar..." ucap Ida,lalu masuk ke dalam rumah.


Mereka diam tak bicara. Hingga Ida muncul membawa buku lalu memberikan ke temannya.


" Ku bawa dulu ya..." ucap gadis itu.


" Iya..." ucap Ida lalu duduk.


" Cieee....Kalian cocok banget.." ucap gadis itu menggoda Ida.


"Husssh....Hussh..." ucap Ida sambil menggerakkan tangan seperti mengusir ayam.


Gadis itu pun pergi.


Ida melihat teh di gelas masih utuh.


" Kenapa tehnya gak di minum?" ucap Ida.


" Belum di persilahkan minum ya gak berani minum Da...." ucap Bayu.


" Oh iya..Lupa..Maaf...Silahkan di minum.." ucap Ida.

__ADS_1


Bayu mengambil gelas teh.


" Bismillah..."


Glek...Glek..Glek...


Bayu meletakkan gelas teh.


" Oh iya...Botek itu artinya apa?" ucap Bayu.


" Masa kamu gak tahu artinya botek?"ucap Ida.


" Ya maaf..Aku baru aja di kota Balikpapan ini..Jadi gal tahu artinya.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu...Botek itu bohong" ucap Ida.


Bayu tiba - tiba sadar dan teringat akan pak Yusuf di pasar.


" Asem...Kenapa aku sampai lupa..Nanti dia nyariin aku lagi..." ucap Bayu dalam hati.


Namun karena hapenya sedang di charger,maka ia akan menunggu dulu.


"Kamu kuliah di mana?" ucap Ida.


" Heemm....."


Bayu teringat saat dalam perjalanan ke rumah Harati melihat plang nama Universitas.


" Di Poltek.." ucap Bayu.


" Ooo...Di Poltek situ.." ucap Ida.


" Untung aku lihat plang kampus...Masa iya aku kuliah gak tahu nama tempat kampusnya.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menoleh melihat Ida yang sedang menatap ke arah jalan.


" Ya Allah...Mengapa engkau mempertemukan aku dengan ciptaanmu yang sangat mirip dengan kekasihku ya Allah..." ucap Bayu dalam hati.


" Agar kamu mendapat istri lagi.." suara Jalu.


" Diampuut...." ucap Bayu dalam hati.


Ida menoleh ke arah Bayu.


" Kenapa kamu melihati terus..?" ucap Ida.


" Jujur..."


" Sejak ku pertama kali melihatmu..."


3 orang bapak - bapak muncul dari pintu. Lalu berjalan melewati Bayu.


" Aku melihat seolah - olah kekasihku muncul kembali.." ucap Bayu.


" Kekasih? Pacar kah...Emang aku ini mirip dengan pacarmu itu?" ucap Ida.


" Iya...Sangat mirip..Makanya aku mengikutimu..." ucap Bayu.


" Booootek pang..." ucap Ida.


" Serius..Ada fotonya di hapeku.." ucap Bayu.


" Coba lihat.." ucap Ida.


" Kan hapeku lagi di ces.." ucap Bayu.


" Oh iya...Lupa.." ucap Ida.


Bayu melihat jam tangannya.


" Ida..Tolong ambilkan hapeku dong.." ucap Bayu.


" Kan lagi di ces..." ucap Ida.


" Ya gakpapa...Aku kasih lihat fotonya kalau kamu gak percaya.


" Ida....Masuk ke dalam..Sekalian sama temanmu itu..." suara bapak - bapak.


" Iya pak..."


" Bapakku nyuruh kita masuk..." ucap Ida.


Akhirnya Bayu dan Ida masuk ke dalam rumah.


***


Di pasar.


Nampak Yusuf duduk trotoa bersama supir. Ia bingung dan pusing mencari keberadaan Bayu.


Tiba - tiba ponselnya berdering. Yusuf segera mengambil pomselnya,nampak panggilan dari Jien Lie.


" Ya halo.." ucap Yusuf.


" Saya telpon gak aktif ponselnya..."


" Cari sampai dapat..." suara Jien Lie.


" Baik Tuan...." ucap Yusuf.


" Jangan meminta bantuan ke polisi dulu.. Kamu cari hingga besok .." suara Jien Lie.


" Iya tuan.."


Panggilan berakhir.


Yusuf melihat ke arah supir.


" Mas...Bantuin saya cari pak Bayu.." ucap Yusuf.


" Cari di mana bos...?" ucap supir.


" Cari di pasar lagi..." ucap Yusuf.


Mereka pun beranjak dari tempat duduk lalu berjalan ke arah pasar mencari Bayu.


" Masnya cari arah sana,saya ke sana.. 1 jam kita kembali ke mobil.." ucap Yusuf.


" Siaap boss..."ucap supir.


Mereka pun berpencar mencari Bayu.


***


Jakarta.


Sore di Cafe Mantan.


Danie dan Lukmanl keluar dari bagunan Cafe menuju parkiran sepeda motor. Mereka ingin pulang ke rumah Bayu. Setelah melewati pintu keluar dan berjalan 100 meter,4 sepeda motor mengikuti Daniel, mereka berjumlah 7 orang. Salah satu di antaranya ada Marthen.


Mereka menghadang jalannya Daniel dan .


Daniel menghentikan sepeda motornya.Begitu juga Lukman.


" Minggir wooiii..." ucap Daniel.


Mereka turun dari sepeda motor. Daniel melihat wajah mereka satu persatu,salah satunya ia pernah melihat pemuda tersebut. Pemuda itu pernah Daniel lihat di rumah sakit.


" Jadi eluu yang merebut Selvie dari dari gue..?" ucap Marthen.


Daniel melihat pemuda yang berbicara tersebut. Namun ia tak mengenali pemuda itu.


" Lu siapa?" ucap Daniel waspada. Ia membawa tas kecil berisi 10 shuriken dan 2 kunai untuk berjaga - jaga sesuai saran Bayu.


" Gue kasih lu peringatan pertama dan terakhir..Jauhi Selvie..Atau lu akan menyesal..."


" Ayoo cabut..." ucap Marthen.


" Sial....Sepertinya dia mantannya Selvie.." ucap Daniel dalam hati.


Mereka meninggalkan Daniel dan Lukman.


" Dia siapa Niel?" ucap Lukman.


" Filingku di mantanya pacarku.." ucap Daniel.


" Hati - hati Niel..Engko awakmu di keroyok.." ucap Lukman.


" Tenang Man...Aku bawa senjata,jika mereka mengeroyokku,aku akan menghabisi mereka.." ucap Daniel.


" Opo kowe sanggup melawan wong akeh?" ucap Lukman.


" Ya ku giring mereka agar gak mengeroyokku.." ucap Daniel.


Daniel menarik gasnya. Lalu di susul Lukman.


Malam harinya.


Lukman pergi ke sebuah tempat di salah satu bangunan di ibu kota Jakarta mengendarai sepeda motornya.


Begitu sampai,Lukman di sambut 2 pria kekar yang berjaga di pintu masuk.


Salah satu pria kekar melihat Lukman berjalan ke arahnya segera membukakan pintu.


" Suwun kang..." ucap Lukman.


Lukman masuk kedalam.


Di dalam terdengar suara dentuman musik,lalu banyak orang - orang berada di ruangan tersebut.


Lukman terus berjalan melewati ruangan itu.


Sesampainya di sebuah pintu yang di jaga seorang pria memakai pakaian jas hitam. Pria itu membukan pintu.


" Suwun pak..: ucap Lukman melewati pria berjas.


Di dalam ruangn itu,tak ada suara dentuman suara musik. Yang ada malah sorakan penontom yang melihat ke arah ring.


Di ring itu ada 2 pria saling adu pukul,seperti di pertandingan MMA.


Lukman melihat ke arah ring,lalu berjalan lagi menuju dekat ring.


Di sana ada kursi kosong,tak ada yang berani duduk di kursi tersebut.


Lukman duduk di kursi itu lalu melihat ke arah ring.


" HAJAR DIA..."


" JANGAN BERI AMPUUN..."


"TERUUUSSSS...." suara penonton.


Seorang wanita berpakaian seksi mendekati Lukman.


" Mau minum apa?" ucap wanita itu.


Lukman menoleh ke arah wanita seksi tersebut sambil mengeluarkan teh Kotak dari kantong jaketnya.


" Aku sudah bawa mbak...Matur suwun..." ucap Lukman.


" Okee..." ucap wanita seksi tersebut lalu meninggalkan Lukman.


Sebelumnya Lukman pernah datang bersama Kakashi.Sehingga orang - orang yang berjaga di sana mengenal Lukman dan memperbolehkan masuk.


***


Balikpapan.


Bayu berjalan ke arah pria yang merupakan ayahnya Ida. Penampilannya memang sangar. Namun Bayu tidak takut.


" Duduk sini.." ucap ayahnya Ida.


Bayu duduk di dekat ayahnya Ida.


Sementara Ida duduk di samping ayahnya.


" Tadi kalian dari mana?" ucap ayahnya Ida.

__ADS_1


" Pasar...." ucap Bayu dan Ida hampir serempak.


__ADS_2