
Di rumah Bayu.
Setelah Bayu pergi bersama Mei Lien,nampak Melisa memperhatikan bibinya,yaitu Mei Lien.
Bimo,Lukman dan Daniel berjalan menuju kamarnya.
"Mengapa bibi Mei begitu memperhatikan kak Bayu tadi ya...
"Biasanya bibi Mei selalu menjauhi cowok orang kaya atau pun miskin..
"Apakah bibiku menyukai Bayu?..
"Tidak...Tidak..... Bibiku tidak akan mau dengan kak Bayu meskipun dia begitu tampan...
(Melisa tahu saat di ajak jalan oleh Mei Lien. Ada seorang cowok tampan dan kaya raya naksir terhadap Mei Lien. Akan tetapi Mei Lien tak tertarik. Bahkan mencuekinya)
"Tapi jika iya bisa gawat.. Kakek dan nenek (ortu Mei Lien) pasti tidak menyetujuinya. Secara Bayu adalah seorang muslim yang taat beribadah.." ucap Melisa dalam hati.
"Adik Mel..." ucap Hinata memanggil Melisa dengan panggilan adik,karena usia Melisa di bawah Hinata.
"Iya kak Ayu.." ucap Melisa.
"Apa kamu ingin melanjutkan memasak lagi" ucap Hinata.
*Sebelum Bayu datang,Melisa dan Hinata sedang berada di dapur membuat masakan jepang.Hinata mengajari Melisa membuat masakan khas jepang.*
"Hem... Mau kak,tapi bentar lagi kan kak Ayu shalat." ucap Melisa.
"Setelah shalat..."ucap Hinata.
"Mau kak.." ucap Melisa.
Kemudian mereka berjalan ke arah kamarnya.
Melisa menempati kamar yang dulu di tempati saat dirinya tak bisa bergerak.
Setelah sampai di kamar.
Melisa mengunci pintu kamarnya.
Lalu Melisa berjalan ke tempat tidur, kemudian melepas pakaian luarnya untuk mencoba pakaian yang di berikan oleh Bayu.
Melisa meletakkan hapenya di tempat tidur.
Setelah di pakai,Melisa berdiri di cermin besar.
"Ternyata pilihan kak Bayu pas banget aku pakai,dan aku sangat suka dengan baju ini. Meskipun bukan bermerk.." ucap Melisa dalam hati sambil memutarkan badan di depan cermin.
Melisa kemudian keluar kamar,memakai pakaian pemberian dari Bayu.Hapenya lupa ia bawa.
Melisa berjalan ke arah Balkon.Setelah sampai,ia melihat Daniel duduk merokok sambil main hape.
Daniel menoleh ke arah Melisa.
"Wuuiiiih....Kamu tambah cantik Mel pakai baju itu..." ucap Daniel memuji.
"Masa seh kak?" ucap Melisa.
"Iya....Kamu tambah cantik sekali..." ucap Daniel memuji.
__ADS_1
Muka Melisa memerah karena di puji oleh Daniel.
"Oh iya Mel... Maaf ne ya Mel..Saat bibimu bicara memakai bahasa cina,aku sedikit paham apa yang di bicarakan bibimu dan kamu Mel ,karena dulu aku punya pacar orang cina,kemudian aku belajar bahasa cina ..." ucap Daniel.
"Eh...!!!?? Melisa terkejut.
"Jika aku sebagai kamu,aku akan penasaran dan curiga,mengapa Bayu di beri rumah yang sangat besar dan mewah ini,juga semua isinya,ada pembantu dan pengawal....
Melisa diam menyimak.
"Kemudian aku akan bilang ke kakek buyutmu,mengapa Bayu tidak di berikan rumah biasa saja. Apakah kamu tidak merasa ganjil dengan pemberian kakek buyutmu kepada sahabatku Bayu? ucap Daniel.
"Hem...
Nampak Melisa berpikir.
Daniel meminum kopinya,lalu menghisap rokoknya.
Huuuuffft..... Asap keluar dari mulut Daniel.
"Aku saja sebagai sahabatnya merasa ganjil atas pemberian kakek buyutmu itu,rumah mewah,kendaraan mewah,pembantu.
"Jika pengawal... Aku merasa itu hal yang wajar..Karena kita juga terancam oleh para ninja itu..
"Maaf lih ya Mel...Aku bicara seperti ini...Aku saja enggan menggunakan kendaraan di sini meskipun Bayu memperbolehkanku untuk memakainya."ucap Daniel.
"Iya seh kak,tapi itu keinginan kakek buyutku sendiri" ucap Melisa.
"Di tambah kakek buyutmu itu menyuruh memanggil ke pak Zhang kakek buyut.. Seharusnya formal saja....Aku tahu bagaimana keluarga orang cina,mereka tak mudah memberikan sesuatu yang sangat berlebihan. Yang di berikan kakekk buyutmu sangat berlebihan," ucap Daniel sambil mematikan rokoknya ke dalam asbak.
"Mel gak kepikiran ke situ kak..
"Jika Mel berada di dekat kak Bayu,seperti Mel mempunyai hubungan,tapi Mel gak tahu hubungan apa itu.." ucap Melisa.
"Hem... maksudmu hubungan apa Mel..?" ucap Daniel.
"Entahlah kak... Jika di katakan pacar,tapi rasanya melebihi pacar,jika saudara... Kak Bayu bukan keluarga Han.Akan tetapi Mel merasakan kak Bayu itu keluarga Mel Kak....Meskipun Kak Bayu bukan keluargaku" ucap Melisa.
"Aneh...Seharusnya Mel tak memiliki perasaan seperti itu,secara Mel ini orang baru dalam kehidupan Bayu,tapi mengapa dia memiliki perasaan itu?" ucap Daniel dalam hati penasaran.
"Ayo adik Mel.. Kita ke dapur.." ucap Hinata.
"Ayoo..." ucap Melisa.
---****---
Di dalam kamar.
Nampak Hana tak memakai jilbab memegang bingkai foto ayah kandungnya sambil menangis.
Hiks...Hiks...Hiks...Huuuu....
"Ayah... Kenapa kakek harus merahasiakan identitasku dan juga Bayu anakku?..
Hana mengusap foto tersebut.
"Jika kakek merahasiakan keluarga kita...Hana akan pergi ayah... Hana gak butuh semua kekayaan yang di berikan kakek jika mereka merahasiakan keluarga kita dari semua keluarga kakek...
Hiks...Hiks...Hiks...Huuuu....
__ADS_1
"Hana melihat sendiri ayahhl...Melisa tak tahu bahwa Bayu adalah kakak sepupunya,dan Mei Lien menyukai Bayu,dan dia juga tak tahu bahwa Bayu itu keponakannya..
Hiks....Hiks...Hiks...
"Apakah mereka masih membenci ayah dan membenci keluarga kita...
Hiks...Hiks...Hikss...
"Hana akan pergi dari keluarga ini ayah... Hana tak ingin punya keluarga tak di akui oleh mereka. Lebih baik Hana tinggal sendiri bersama cucu ayah..." ucap Hana.
Hana kemudian memasukkan pakaiannya kedalam tas.Ia memutuskan pergi dari rumah itu. Tak lupa ia memasukkan foto ayahnya ke dalam tas dan juga beberapa tumpukan uang dan 5 emas batangan untuk bekal mencari temoat tinggal yang baru.. Hana tinggal menunggu kedatangan Bayu,setelah Bayu datang Hana akan pergi dari kehidupan keluarga Han.
Setelah siap semua,Hana memakai jilbab dan cadarnya lalu keluar kamar untuk menemui Hinata.
Di ruang keluarga,nampak Dewi sedang menikmati acara di tivi,Hana memperbolehkan Dewi untuk menonton di ruang tersebut ketika pekerjaan dia telah selesai.
Hana menghampiri Dewi.
"Mbak Dewi..." ucap Hana.
Dewi berdiri.
"Iya nyonya..." ucap Dewi.
"Apakah mbak Dewi lihat Ayu?" ucap Hana.
"Di dapur nyonya,sama non Melisa..." ucap Dewi.
"Terima kasih..." ucap Hana.
"Sama - sama nyonya..." ucap Dewi.
Kemudian Han berjalan ke arah dapur.
Setelah sampai dapur,Hana melihat Hinata mengajari Melisa membuat susyi. Lalu Jana menghampiri mereka.
"Kalian membuat apa ?" ucap Hana.
Hinata dan Melisa menoleh ke arah Hana.
"Membuat Susyi bu..." ucap Melisa.
" Ooo... membuat Susyi..." ucap Hana.
"Ibu pinjam Ayunya sebentar ya sayang...Ibu ada perlu..." ucap Hana.
"Iya bu..." ucap Melisa.
Hana membawa Hinata ke dalam kamar Hana.
"Ayu... Jangan menjawab apa yang ibu suruh,lakukan apa yang ibu katakan.Setelah mengajari Melisa memasak...Segera rapikan pakaianmu,kita pergi dari sini..
"Setelah Bayu datang..Kita langsung pergi dari sini.." ucap Hana lirih
"Hai..." ucap Hinata sambil menganggukkan kepalanya.
"Sudah itu saja yang mau ibu sampaikan padamu." ucap Hana.
Hinata kemudian keluar dari kamar Hana.
__ADS_1
Hana keluar kamar untuk merapikan pakaian Bayu,Jadi.. Ketika Bayu kembali.. Hana,Hinata dan Bayu bisa langsung pergi dari rumah tersebut.
---***---