
Di Kampus.
Roy bersama 3 orang temannya telah meninggalkan kampus itu,karena Sebastian membatalkan misinya. Mereka juga tak jadi menculik Sulis karena Sulis tak masuk kuliah karena Alvin mendatangi rumah pak Ridwan.
Seorang penjaga kampus berjalan di tembok pagar sambil memeriksa keadaan. Penjaga itu melihat kawat berduri di atas tembok putus.
"Aneh....Perasaaan kemarin gak ada putus itu kawat berdurinya..." ucap penjaga terheran.
"Di sini Tim C melapor ke pos..." ucap penjaga.
"Masuk Tim C...." suara di radio.
"Telah saya temukan kawat berdiri putus di belakang gedung fakultas hukum." ucap penjaga.
"Di copy...
"Seluruh Tim segera periksa di seluruh gedung . Segera... Dan laporkan jika ada keganjilan." suara di radio.
"Siap...." suara di radio secara bergantian.
Seluruh penjaga yang menjaga area kamous kecuali di gerbang ,memeriksa setiap sudut ruangan.
Pak Adi yang berada di pos memberi tahu kepada Hana.
"Bu...Telah terjadi sesuatu di belakang gedung fakultas Hukum. Kawat pagar ada yang putus..Mereka menelusuri setiap bangunan dan ruangan..." ucap pak Adi .
"Terima kasih atas infonya.." suara Hana.
2 jam kemudian.
"Di sini Tim A... Telah di temukan 2 orang anggota di gudang belakang fakultas ekonomi dalam keadaan tewas" suara di radio.
20 menit kemudian.
"Di sini tim C...Telah di temukan 1 orang tewas di selokan.." suara di radio.
30 menit kemudian.
"Di sini Tim B... Telah di temukan 1 mayat anggota di dalam gudang fakultas IT" suara di radio.
Kemudian ke 4 mayat itu di kumpulkan.
Setelah di kumpulkan.
"Sial....Kita kecolongan...." ucap komadan regu.
Pak Adi berdiri di samping komandan regu yang menjaga Kampus.
"Maaf pak Nino...Komandan regu saya ambil alih sementara..." ucap pak Adi.
"Siap pak..." ucap pak Nino.
Pangkat Adi dan Nino lebih tinggi Adi daripada Nino.
"Semua yang ada di sini...Kumpulkan senjata dan radio kalian di depanku.." ucap pak Adi.
Satu persatu mengumpulkan senjata dan radio.
Pak Adi memberi kode pada anak buahnya, untuk memeriksa anggota yang telah mengumpulkan senjata.
Sebagian memeriksa,sebagian standby memegang senapan serbu.
"Bersih pak...." ucap anak buah pak Adi.
"Keluarkan identitas kalian..." ucap pak Adi.
Seluruh anggota yang berkumpul itu mengeluarkan identitasnya.
Anak buah pak Adi memeriksa satu persatu.
"Sesuai pak" ucap anak buah pak Adi setelah memeriksa.
"Yang ada di sini ,Sementara aku namakan Kijang Sembuh karena sudah di periksa.Sedangkan yang masih belum berkumpul dan di periksa saya namakan Bangau sakit.Apa kalian paham....." ucap pak Adi.
"Siap paham pak..." ucap Semua anggota pasukan keamanan.
Pak Adi mencabut headset radio HT,lalu mengambilnya yang terselip di pinggang. kemudian merubah channel radionya.
"Di sini saya Adi komandan regu sementara kalian,.
"Saya menamakan kalian Bangau sakit. Segera berkumpul di pos depan." ucap Adi .
"Ambil radio dan senjata kalian," ucap semua anggota keamanan kampus.
"Siap pak..." ucap semua anggota keamanan.
Nampak anggota keamanan mengambil senjata dan radionya.
Satu persatu anggota yang belum di periksa berdatangan. Mereka berkumpul secara terpisah. Sebelum berkumpul. Anak buah pak Adi menyuruh mereka meletakkan senjatanya.
"Cek semua kampus... Tanyakan kata sandi,bila tak sama,suruh dia berkumpul di depan,bila tak mau,tembak di tempat.Apa kalian mengerti..." ucap pak Adi pada anggota keamanan yang sudah diperiksa.
"Siap...Mengerti pak." ucap para anggota keamanan.
"Bubar barisan...Jalan..." ucap pak Adi.
Mereka pun membubarkan diri.
Pak Adi berjalan ke arah pasukan keamanan Kampus yang belum di periksa.
20 menit kemudian.
Semua pasukan yang di periksa bersih,tak ada keganjilan.Lalu mereka bubar. untuk memeriksa.
20 menit kemudian Hana mendatangi pak Adi di pos jaga. Pakaian Hana sudah berganti seperti pakaian saat ia datang ke kampus.
Nampak pak Adi duduk di kursi.Bagitu pak Adi melihat Hana mendekatinya,ia berdiri.
"Pak Adi..." ucap Hana.
"Iya bu..." pak bu.
"Pasukan keamanan kampus di sini memakai senjata apa saja?" ucap Hana.
"Senjata laras pendek,pentungan,pisau komando bu.." ucap pak Adi.
Hana merasakan keganjilan,saat melihat semua senjata yang di pakai pasukan keamanan.Khusus pasukan keamanan keluarga Han membawa pistol dan laras panjang dan pisau komando.Sedangkan pasukan keamanan kampus hanya membawa senjata pistol,pisau komando dan pentungan.
"Apa pak Adi yakin hanya itu saja?" ucap Hana memastikan tak salah lihat.
"Yakin bu... Itu sudah sesuai prosedur bu.." ucap pak Adi.
"Siaall...." ucap Hana lalu berlari ke arah atap gedung yang tadi pagi ia kunjungi.
Pak Adi yang melihat Hana berlari segera ikut berlari menyusul Hana.
Akan tetapi pak Adi tidak dapat menyusul Hana.
"Cepat sekali Nyonya berlari..." ucap pak Adi dalam hati.
----***---
Di atap gedung.
Han sudah sampai di tempat yang tadi pagi ia kunjungi.
"Siaaal... Berarti mereka menyamar... Aku tak menduganya... " ucap Hana tak lagi melihat seorang pun di atap gedung.
Hana menghubungi pak Adi.
"Tadi pagi saya melihat ada petugas keamanan di atap gedung memegang sembuah senjata larang panjang. Senjatanya itu memakai teropong." ucap Hana.
"Se...Se...Serius bu..." suara pak Adi.
"Iya saya serius...Makanya itu saya tanya pak Adi tentang senjata pasukan keamanan kampus." ucap Hana.
"Ini ibu ada di mana" suara pak Adi.
Hana memberi tahu lokasinya dia berada.
__ADS_1
beberapa menit kemudian pak Adi muncul lalu menghampiri Hana.
"Di situ aku lihat dia duduk jongkok sambil memegang senjata laras panjang yang ada teropongnya kalau gak salah namanya senjata sniperlah. .." ucap Hana sambil menunjuk.
Pak Adi berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Hana.
"Maaf bu... Dia bukan anggota keamanan kampus,sebab tak ada yang berjaga di atap gedung, " ucap pak Adi.
"Saya cuman kasih saran saja pak. Taruh pasukan diatap gedung,tapi khusus yang berjaga di atas,dan di beri tanda pengenal khusus,selain anggota yang berjaga di atap gedung tidak boleh naik.Jika ada yang naik,segera beri arahkan senjata,dan perintahkan untuk turun,bila tidak mau,segera tembak di tempat.
"Lalu jika ada anggota yang turun hendak ke toilet suruh mereka memberi kode,jika tak sesuai meskipun mereka mempunyai tanda pengenal khusus,tembak di tempat.
"Sebab di sini saya lihat bisa melihat ke arah halaman depan,dan bisa menembak orang jarak jauh memggunakan sniper." ucap Hana.
"Baik bu... Nanti saya usulkan ke bos besar..." ucap pak Adi.
"Di sini taruh 4 orang,di atap gedung yang lain juga 4 orang.
"Satu lagi... CCTVnya di tambah ,taruh 2 orang untuk memantau.." ucap Hana.
"Siap bu...
"Maaf bu sebelumnya...Apakah ibu pernah masuk di kesatuan khusus?" ucap pak Adi penasaran. Sebab Hana seperti berpengalaman masalah keamanan.
"Saya tak pernah sekolah umum,saya hanya jebolan pondok pesantren.
"Soal keamanan,dulu saya pernah ikut dalam mengamankan pondok pesantren dari ancaman sekelompok orang yang mencoba membunuh Kyai saya pak.." ucap Hana.
"Ooo... Begitu... Apakah mereka benar - benar menyerang bu...?" ucap pak Adi.
"Iya... Kurang lebih saya telah membunuh 265 orang,baik itu pria maupun wanita.." ucap Hana.
"APAAAAA.....!!!?? 265 orang..." ucap pak Adi terkejut.
"Iya .... Mereka ada yang mencoba menyamar sebagai santri,begitu di tanya kata sandi,mereka tidak dapat menjawab,lalu saya langsung membunuhnya tanpa ampun." ucap Hana.
"Gilaaaaaaa......Aku pikir ibu bos orangnya kalem...Rupanya sadiis..." ucap pak Adi dalam hati.
"Jangan beri tahu siapun...Jika saya mendengar ada yang bilang saya membunuh orang,maka pak Adi akan saya bunuh.." ucap Hana.
"Sii...Si..Siap bu...Saya janji tidak memberitahukan hal ini pada orang lain." ucap pak Adi ketakutan.
"Bagus.....Ayo kita turun dari sini..." ucap Hana.
----***----
Di sebuah jalan raya di ibu kota Jakarta,Nampak sebuah mobil toyota Yaris merah berjalan dia atas aspal dengan kecepatan sedang,ia tal bisa melaju karena kondisi jalan sangat ramai sekali.
Mobil itu di kendarai oleh Sebastian.
"Seandainya aku bilang dulu sama istriku,tak mungkin jadi begini ceritanya...
"Siaall...Siall....
Sebastian berharap ia bisa kembali ke waktu sebelum pergi mememui Roy. Tapi nyatanya ia tak bisa. Ibarat kata nasi menjadi bubur.
"Semoga saja dia bisa bantu..." ucap Sebastian.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh,akhirnya ia sampai juga di kantor Alvin.
Sebastian memarkirkan mobilnya. Lalu mengambil hapenya.
Tuuut....Tuuut...Tuuut...
"Haloo..." Alvin.
"Vin...Kamu di kantor apa enggak..." ucap Sebastian.
"Aku lagi keluar paman bersama tamu.. Ada apa paman?" suara Alvin.
"Paman pinjam duit,buat tambahan modal usaha Vin" ucap Sebastian berbohong.
"Berapa Paman?" suara Alvin.
"Gak banyak... Cuman 2 Milyar saja.." ucap Sebastian.
"Maaf paman...2 Milyar itu banyak sekali...Bisa menguras kas operasional kantorku..." suara Alvin.
"Maaf paman...Aku harus balik ke tamu dulu...Gak enak ninggalin lama " suara Alvin.
"Istriku di culik Vin..." ucap Sebastian memberanikan jujur.
Tut... Panggilan terputus.
"Tolongin paman Vin...." ucap Sebastian tak menyadari panggilan telah berakhir.
Tak ada jawaban dari Alvin
Sebastian melihat layar ke hapenya.
"Bangsaaaaaaat...." ucap Sebastian dongkol.
Sebastian kembali menghubungi Alvin.Ia meletakkan hapenya di telinga.
Tuuut...Tuuut...
Lalu panggilan terputus.
Sebastian melihat kelayar.
Sebastian kembali menelpon Alvin.
"Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan..." suara operator.
Sebastian mematikan hapenya.
"Siall...Siaaalll...Seharusnya tadi aku berterus terang saja.." ucap Sebastian.
Sebastian iseng menelpon kakaknya.
Tuuuuut.....Tuuut...Tuuut...
"Ya Bas...Ada ada apa?" suara Vino.
"Tolongin aku kak..." ucap Sebastian.
"Tolongin apa ?" suara Vino.
"*Angel di culik kak..." ucap Sebastian.
*Angel nama istri Sebastian.
"APAAAA.....!!!?? kok bisa di culik?" suara Vino terkejut.
Sebastian menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya.
"Gilaaak kamu Bas...Aku aja gak berani berhubungan pembunuh bayaran,mending nyewa preman buat mukulin Bayu,gak sampai 10 juta beres..." suara Vino.
"Tolongin aku nah kak.... Aku sangat bingung..."ucap Sebastian.
"Lapor ke polisi saja,biar mereka di tangkap.." suara Vino.
"Angel nanti kenapa - kenapa kak... Ayolahlah... Pinjamin aku 2 Milyar.." ucap Sebastian memelas.
"2 Milyar itu banyak,bisa - biasa kolaps usahaku... "suara Vino.
"Apakah ayah bersamamu kak?" ucap Sebastian.
"Kamu ingin Ayah jantungan mendengar kisahmu itu yang super ceroboh...?" suara Vino.
"Bilang aja kalau aku butuh modal usaha kak" ucap Sebastian.
"Aku rasa Ayah gak bakalan memberimu langsung,pasti Ayah akan mengecek kebenarannya dulu,Ayah gak mau membuang uang secara cuma - cuma bila tidak jelas" suara Vino.
"Ya sudah kalau gak mau bantu...Aku akan meminjam ke kak agus saja,atau ke kak Johan..." ucap Sebastian.
"Ngacoooo kamu Bas....Mereka itu keluarga besan kita.... Jangan buat ayah dan kakak Liliana malu karena ulahmu."suara Sebastian.
"Aku beneran pusing kak...." ucap Sebatian.
__ADS_1
"Sekarang kamu di mana?" suara Vino.
"Di kantor Alvin..." ucap Sebastian.
"Datang kerumah....Sekarang..." suara Vino.
"Iya kak..." ucap Sebastian.
panggilan pun terputus.
Sebastian menyalakan mobilnya,lalu menjalankan ke arah rumah Vino berada.
-----***----
Di suatu tempat.
Nampak sebuah mobil berhenti di pinggir jalan.Di dalamnya ada 2 orang pria.
Salah satunyanya bernama Roy.
Roy melepas kumis palsunya,serta andeng - andeng (Tahi lalat) palsunya.
Kemudian memakaia seragam security hitam putih,tak lupa memakai sepatu.
Setelah persiapan selesai,ia turun dari mobil sambil menggendong tas berisi pakaian ganti dan sepucuk senjata api.
Mobil itu kemudian berjalan lagi.
Roy berjalan kaki ke sebuah mini market,tempat ia menaruh sepeda motornya.
"Piye kang kabare...." ucap jukir mini market saat Roy tiba.
"Apik kang.... Aman to montorku..?" ucap Roy.
"Aman to kang..." ucap jukir.
Roy memberikan uang 50rb pada jukir tersebut.
"Suwun kang...." ucap jukir.
Roy kemudian menyalakan sepeda motornya,lalu berjalan menuju rumahnya.
Tak lama kemudian Roy sudah sampai di depan rumah yang sederhana, ukuran 6 X 10.
Nampak gadis kecil berusia 4 tahun berdiri di pintu yang terbuka melihat kedatangan Roy karena mendengar suara motor berhenti di depan rumah.
"Ayaaaaaah...." ucap gadis kecil itu lalu berlari ke arah Roy.
Rupanya gadis itu adalah putrinya Roy,sang mafia narkoba dan juga pembunuh bayaran. Para warga mengenal Roy adalah tetangga baik hati suka menolong. Mereka tidak tahu bisnis yang Roy jalanin,yang mereka tahu Roy seorang security di Bank swasta.
Roy kemudian turun dari sepeda motornya,kemudian menyambut anak semata wayangnya.Lalu menggendongnya di depan.
"Bela sudah makan apa belum?" ucap Roy pada putrinya.
"Sudah yah.. Maem ayam goyeng. " ucap Bela
Roy berjalan ke pintu rumah yang terbuka.
"Pinternya anak ayah.." ucap Roy.
Emmuuaachhh.... Roy mencium pipi Bela.
Istri Roy memghampirinya.Ia mencium tangan Roy.
Istri Roy juga tidak tahu bisnis hitam suaminya. Kalau ia tahu,pasti akan menggugat cerai,karena tak ingin mempunyai suami seorang pembunuh dan mafia narkoba.
"Yah..." ucap Bela.
"Iya sayang... Ada apa cantik..." ucap Roy.
Roy sangat menyanyangi putrinya itu.
"Bela mau lihat halimau yah..." ucap Bela.
"Hem.....3 hari kita lihat ya sayang... Ayah sangat sibuk...Gimana?" ucap Roy.
"Gak mau... Bela maunya sekalang..." ucap Bela.
"Kita beli es krim gimana?" ucap Roy mengalihkan perhatian putrinya untuk pergi ke Ragunan.
"Asiiik...Bela mau... Yang rasa stlobeli ya yah.." ucap Bela.
"Bela....Ayah belum ganti baju loh,biarin ayahmu ganti baju dulu ya sayang.." ucap istri Roy.
"Gakpapa ma..." ucap Roy pada istrinya.
Roy kemudian jalan ke arah toko untuk membeli es krim.
Tak lama kemudian,Roy kembali bersama Bela lalu masuk dalam rumah.
Roy menaruh Bela di kursi,lalu ia duduk,kemudian melepas sepatunya,lalu masuk ke dalam kamar tidur untuk memgganti pakaian.
Setelah selesai memgganti pakaian,Roy keluar.
Roy melihat istrinya menemani Bela makan es Krim sambil makan es krim. Karena Roy membeli 2 buah es krim.
"Masak apa ma?" ucap Roy.
"Masak kesukaan ayah..." ucap istri Roy.
Roy berjalan ke arah dapur untuk makan.
Setelah selesai makan,Roy berjalan ke ruang tamu,lalu duduk di samping istrinya.
"Yah...Jalan - jalan yuk...Dah lama kita gak jalan - jalan...." ucap Istri Roy.
"Hem... 2 hari lagi ya ma.. Kebetulan itu tanggal merah dan aku libur kerja ma? Gimana" ucap Roy.
"Beneran ya yah... Nanti seperti yang sudah - sudah.. Ketika ayah libur.Eh .....Pergi kerja." ucap istri Roy.
"Iya... Aku janji ma...Aku masuk kerja karena temanku tiba - sakit ma... Jadi gak bisa turun kerja.Jika teman - temanku masuk ya ma " ucap Roy berbohong.
"Mudah - mudah temanmu masuk yah... Amin...
"Jadi kita bisa jalan - jalan " ucap istri Roy.
"Sebenarnya mama ya,yang mau jalan - jalan.. Bukan Bela..." ucap Roy.
"Bela juga yah.... Ya kan Bela...?" ucap istri Roy.
"Iya ayah... Bela mau jalan - jalan..." ucap Bela.
----***----
Di meja kerja Zhang.
Nampak Zhang sedang duduk menikmati teh kotak,setelah selesai mengerjakan pekerjaannya.
Tok...Tok...Tok.. Suara pintu di ketuk.
"Masuuk...." ucap Zhang.
Nampak seorang pria muncul di balik pintu.Lalu berjalan ke arah Zhang sambil membawa surat.
"Maaf bos... Ada surat untuk tuan Bayu dari kantor polisi.." ucap pria itu
"Mana suratnya..." ucap Zhang.
Pria itu memberikan surat yang ia pegang kepada Zhang.
"Ini bos..." ucap pria itu.
Zhang menerima surat itu,lalu membukanya untuk di baca.
"Rupanya dia berani melakukannya..." ucap Zhang lalu merobek kertas tersebut setelah di baca.
"Oh iya bos...Apa bos sudah mendapat kabar dari kampus ?" ucap pria itu.
"Sudah...
__ADS_1
"Aku akan menjadikan ini sebagai perlawanan,karena telah berani mengirim pembunuh bayaran... Bukti dan saksi sudah ada. Mereka akan menerima surat panggilan itu." ucap Zhang.