
"Bagaimana aku menjengukmu,aku saja tak ada yang memberi tahu.." ucap Sulis.
"Mengapa kamu menjauhiku,apakah kamu sudah tidak sayang lagi padaku?..." ucap Alvin.
"Aku lagi menenangkan pikiranku,karena peristiwa di kampus itu. Jika Bayu tak melarang dan membentakku untuk ke kampus,maka aku sudah mati dalam peristiwa itu. Janganlah kamu seperti anak kecil,aku tak memanggil dengan sayang saja sudah curiga,
"Aku di beri tahu oleh Daniel bahwa kamu menghajar Bayu dan Bimo teman baikku yang melindungi aku... Inikah balasanmu kepada Bayu yang melindungiku dari kematianku....?" ucap Sulis menahan amarah.
Alvin terdiam.Begitu pula keluarga Alvin.
"Aaaaarggghhh....Siaal... Aku gak tahu jika dia yang menolong Sulis dari penyerangan itu..Dan aku menghajarnya karena rasa cemburuku.." ucap Alvin dalam hati.
"Kenapa kamu diam Alvin...?
"Jawaaaaab....?
Alvin tetap diam,karena merasa bersalah.
"Aku kecewa berat sama kamu...Jangan hubungi aku,aku butuh ketenangan..." ucap Sulis lalu pergi dari ruangan itu di ikuti 4 pengawalnya.
"Nak... Sekarang papa tahu letak permasalahannya. Kamu tidak mempercayai pasanganmu.
"Dalam menjalin hubungan,harus ada saling percaya. Papa lihat,kamu tidak percaya lagi dengan Sulis..." ucap ayahnya Albin.
"Maaf pa....
"Aku di kalahkan oleh emosiku,karena aku sangat cemburu Sulis dekat dengan Bayu.Jadi aku berpikiran Bahwa Sulis tidak mencintaiku lagi dan Sulis mencintai Bayu " ucap Alvin menyesali perbuatannya.
----***----
Pukul 10.20
Rumah Bayu.
Hana duduk di kursi meja rias,di depannya ada puluhan kosmetik terkenal di ata meja. Hinata ikut bersama Bayu.
Tok...Tok....Tok... Pintu kamar di ketuk.
"Nyonya besar...Tuan besar sudah datang," suara Dewi.
"Iya...Tunggu sebentar..." ucap Hana.
Hana memakai cadarnya lalu berjalan ke pintu.
Ceklek....Kriiiieeeett.....
"Tuan besar ada di ruang tamu nyonya..." ucap Dewi.
"Terima kasih mbak Dewi.." ucap Hana.
Hana berjalan ke ruang tamu.
Nampak seorang pria tua memakai jas hitam duduk sambil menikmati nikotin.
Hana menghampiri kakek Zhang,lalu merebut rokok di jari kakek Zhang,kemudian melemparnya.
"EH....!!!??? Kakek Zhang terkejut atas tindakan Hana itu.
"Jika ingin bicara pada saya jangan merokok di depan saya,saya tidak suka..." ucap Hana.
"Sadiiisss cucuku ini,aku gak tahu kalau dia benci orang yang merokok di depannya.." ucap kakek Zhang dalam hati.
Hana mengambil bungkus rokok dan korek,lalu berjalan ke luar kemudian melemparnya,
"Jangan di ambil rokok yang aku buang itu.." ucap Hana kepada pengawal kakek Zhang.
"Siap nyonya " ucap para pengawal.
Setelah itu Hana kembali ke dalam.
"Maaf kakek tidak tahu..." ucap kakek Zhang.
Hana duduk di depan kakek Zhang.Dewi pergi dari ruangan itu,sehingga yangbada hanyalah Hana dan kakek Zhang. sebab Kakek Zhang menyuruh Dewi pergi.
"Iya... Aku maafkan,bila mengulangi lagi maka aku tak segan - segan memukulmu,meskipun usia anda lebih tua dariku.." ucap Hana.
"Sialaan....Sifatnya seperti almarhum istriku.." ucap kakek Zhang dalam hati. Sewaktu istri kakek Zhang masih hidup,ia tidak di perbolehkan merokok di depan istrinya,harus keluar rumah jika mau merokok. Jika di langgar maka tidak mendapat jatah.
"Kakek jadi teringat dengan almarhum nemekmu,sifatnya mirip dengamu.Dia akan marah bila kakek merokok di depannya atau di dalam rumah,sehingga kakek merokoknya di luar rumah." ucap kakek Zhang.
__ADS_1
Hana terdiam,menyimak saja.
"Apakah kamu sangat penasaran,mengapa kakek bisa mengetahui asal usulmu?" ucap kakek Zhang.
"Iya... Saya sangat penaran,mengapa anda bisa tahu asal usulku...?" ucap Hana.
"Kamu harus janji dulu untuk merahasiakan ini,termasuk pada Bayu.." ucap kakek Zhang.
"Baiklah...Aku akan berjanji tidak akan memberi tahukan pembicaraan ini pada anakku.." ucap Hana.
"Namaku Zhang Yong Han,almarhum istriku bernama Li Mei Qin. Aku akan menceritakan sedikit tentang keluargaku. Aku lahir dan besar di china,kemudian aku pindah ke Hongkong,disana aku bertemu dengan seorang wanita,lalu aku menikah dengannya,Lalu aku memiliki seorang putra,lalu aku pindah lagi ke Malaysa,di sana istriku melahirkan 2 anak laki - laki semuanya,lalu aku pindah lagi ke singapura,disana istriku melahirkan seorang putri, sehingga aku memiliki 4 orang anak. 3 laki - laki dan 1 anak perempuan.Kemudian aku pindah ke indonesia dan menetap di sini...
"Anak perempuanku meninggal saat masih muda,sehingga yang tersisa 3,yaitu Changyi Fei Han,Jien Li Han dan Tian Fei Han..." ucap kakek Zhang.
Hana terkejut saat nama ayahnya di sebut,tapi tidak ada kata Han terakhirnya.
"Changyi'er memiliki seorang kekasih. Dia sangat mencintainya. Aku melarangnya. Lalu Aku menyuruh memilih 2 pilihan. Pilih keluarga Han atau meninggalkan keluarga Han. Changyi'er memilih meninggalkan keluarga,sehingga Changyi'er tidak memakai marga Han di namanya." ucap kakek Zhang.
Deg..... Jantung Hana seperti mau copot. Ia tak menyangka akan bertemu dengan kakek kandungnya. Ia berpikir sudah tidak punya keluarga lagi yang masih hidup setelah orang tua angkatnya meninggal.
"Aku sangat marah waktu itu,istriku selalu menangisi kepergian Changyi'er.Hingga ia jatuh sakit,setelah berjalan 1 tahun,istriku meninggal,sebelum meninggal,ia berpesan bahwa dia tak akan memaafkanku bila tak menemukan Changyi'er,lalu Aku baru sadar atas kesalahanku. Aku menyuruh orang untuk mencari tahu keberadaan Changyi'er. Aku sudah mencari di cina,Hongkong, Malaysa, Taiwan, Singapura dan Indonesia....
Kakek Zhang mengeluarkan air mata karena teringat dengan istri dan anaknya.
"Bertahun - tahun aku terus mencari anakku,aku sempat putus asa waktu itu,ingin rasanya aku mengakhiri hidupku.Tiba - tiba anak buahku memberi kabar bahwa sudah menemukan Changyi Fei Han.Tapi sudah meninggal. Aku sangat sedih mendengarnya,lalu Aku mendatangi kuburannya.....
Kakek Zhang mengelap air matanya,lalu melnjutkan kisahnya.
" Anak buahku terus mencari kebenaran tentang putraku,lalu anak buah bilang padaku bahwa Changyi Fei Han memiliki sorang putri bernama Hana Aorora Sanjaya. Aku merasa sangat senang sekali,akan tetapi keberadanmu belum di ketahui oleh anak buahku..
Kakek zhang kembali mengelap air matanya,kemudian melanjutkan kisahnya.
"Anak buahku akhirnya mengetahui keberadaanmu ,anak buahku bilang bahwa dirimu memiliki anak bernama Bayu Saktiawan Mahendra...Aku merasa sangat bahagia sekali" ucap kakek Zhang
"Kakek..." ucap Hana terucap di mulutnya.
"Iya Hana...Aku ini adalah kakekmu..." ucap kakek Zhang sambil menangis.
Hana berdiri untuk memeluk kakek Zhang.
Kakek Zhang ikut berdiri. Hana memeluk kakek Zhang
"Iya cucuku Hana..." ucap kakek Zhang juga ikut menangis.
"Hana pikir....
"Hana sudah tidak punya keluarga lagi Kek...Huuuu...Huuu" ucap Hana sambil menangis sesenggukan. Pipinya basah karena air mata Hana keluar deras.
"Maafin kakek ya cucuku...Kakek baru bisa menemuimu..." ucap kakek Zhang.
"Kakeeek....Huuuuu....Huuuu...." ucap Hana masih menangis dan memeluk kakek Zhang.
Kakek Zhang membiarkan Hana memeluk dirinya hingga tangisan Hana berhenti.
Lalu Hana melepas pelukannya.
nampak cadar Hana basah terkena air mata,lalu Hana melepaskan cadarnya,karena susah bernafas jika cadarnya basah.
"Wajahmu mirip dengan nenekmu waktu masih muda " ucap kakek Zhang melihat wajah Hana tak menggunakan cadar.
Terjawablah sudah apa yang ada di pikiran Hana. Ia pikir itu semua dari keluarga Mahendra,ternyata dugaannya salah.
"Apakah Hana bisa seperti kakek..?" ucap kakek Zhang.
"Seperti apa kek ?Maksud kakek apa" ucap Hana.
kakek Zhang tak menjawab,ia mengeluarkan kekuatanya,bola mata yang hitam berubah menjadi warna -warni.
"EH....!!?? Hana terkejut saat melihat mata kakek Zhang.
Hana juga meengeluakan kekuatannya,tapi tidak penuh. Nampak bola mata hitam Hana berubah menjadi warna warni.
"Ternyata dia bisa menguasainya.." ucap kakek Zhang dalam hati ketika melihat bola mata Hana.
"Kakek lapar,ingin sekali mencoba masakan dari cucuku yang cantik ini.." ucap kakek Zhang.
"Kakek bisa saja....Kakek mau di masakin apa?" ucap Hana.
"Apa yang kamu masak,akan kakek makan." ucap kakek Zhang mencoba akrab dengan cucunya.
__ADS_1
"Hana bisanya hanya masak air sama batu... Kakek mau makan batu.." ucap Hana bercanda.
"Sialan....Mana bisa aku makan batu.." ucap kakek Zhang dalam hati.
"Hem...Kakek makan daun pintu saja,soalnya gigi kakek gak kuat makan batu.." ucap kakek Zhang mengimbangi candaan Hana.
"Bentar ya Kek...Hana lepas dulu daun pintu di depan rumah..." ucap Hana.
Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Ha...Kakek Zhang tertawa lepas.
Hana memeluk kakek Zhang.
"Kakeeek.... " ucap Hana kembali menangis.
"Kakek belum ada sarapan,sengaja kakek tidak sarapan karena ingin merasakan masakanmu Hana cucuku yang cantik.." ucap kakek Zhang.
Hana melepaskan pelukannya.
"Bentar ya kek..Hana masak dulu..." ucap Hana.
"Iya...Kakek tunggu di luar,sambil merokok.." ucap kakek Zhang.
"Iya Kek..." ucap Hana.
Hana berjalan ke dapur untuk masak,sedangkan kakek Zhang berjalan ke luar.
Setelah sampai di luar.
"Di mana rokok dan korekku di buang..." ucap kakek Zhang.
"Di sana bos ..." ucap pengawalnya sambil menunjuk tak berani mengambil,karena di larang oleh Hana.
Kakek Zhang berjalan ke arah yang di tunjuk oleh pengawal.
Setelah menemukan rokok dan korek yang tergeletak di tanah,kakek Zhang memungutnya,lalu duduk di bawah pohon beralaskan tanah.
Kakek Zhang mengambil sebatang rokok,lalu menaruh di bibirnya,kemudian membakar ujungnya.
Huuuuufft.... Asap rokok keluar dari mulut kakek Zhang.
"Istriku...Aku sudah menemukan cucu kita... Semoga kamu memafkanku..
"Aku juga sudah membangunkan rumah untuk anak kita meskipun anak kita telah tiada." ucap kakek Zhang sambil menatap langit.
Seorang pengawal mendekat,lalu memberikan teh kotak pada kakek Zhang.
Kakek Zhang menerima,ia memeriksa sebentar lalu meminumnya.
Angin berhembus menerpa kakek Zhang,sehingga kakek Zhang merasakan ngantuk,lalu tertidur.
Setelah Hana selesai memasak,ia pergi keluar.
"Di mana kakekku?" ucap Hana beetanya pada pengawal yang berdiri di dekat pintu.
"Di sana nyonya.." ucap pengawal sambil menunjuk.
Hana melihat arah tangan pengawal itu,ia melihat kakel Zhang duduk bersender di pohon,lalu Hana berjalan menghampiri.
Setelah sampai Hana duduk jongkok.
"Kek....Kakek...Hana sudah selesai masak.. Ayo kita makan.." ucap Hana sambil menggoyangkan bahu kakek Zhang.
Namun kakek Zhang tak bangun.
"Kek...Bangun ...Hana sudah selesai masak.." ucap Hana lagi sambil memggoyangkan bahu kakek Zhang.
Kakek Zhang tak bergeming,ia tetap menunduk.
Air mata Hana tiba - tiba keluar.
"Kakek...Hana sudah selesai memasak," ucap Hana lagi sambil menggoyangkan bahu kakek Zhang.
Kakek Zhang tak kunjung bangun.
Hana memeluk kakek Zhang.
"kakeeeeeeeeeek.......Huuuuu.....Jangan tinggalin Hana kek..." ucap Hana seketika tangisannya pecah.
Pengawal kakek Zhang terkejut.
__ADS_1
"Kakeeeek.....Huuuuu...." ucap Hana menangis sejadi jadinya...