SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
DI SIDANG


__ADS_3

"Baiklah...Saya Zhang Yong Han mewakili cicit saya yang bernama Muhammad Bayu Samudra Han melamar anak ibu yang bernama Khalisa Putri Pertiwi.." ucap Zhang.


"Saya Intan Rahayu Pertiwi ibu dari Khalisa Putri Pertiwi..


"Menerima lamaran cicit bapak yang bernama Muhammad Bayu Samudra Han.." ucap bu Intan.


"Nah...Sekarang tinggal menentukan harinya..Kapan akan di laksanakan acara tersebut.." ucap Zhang.


"Saya ikut apa keputusaannya bapak Zhang saja.." ucap bu Intan.


"Bayu....Kamu ingin tanggal berapa acaranya?" ucap kakek Zhang.


"Bayu ikut keputusan mbah buyut saja" ucap Bayu.


"Ya sudah...10 tahun lagi ya..." ucap Zhang bercanda.


"Heeeeh....!!!!??? Bayu,Khalisa dan Hinata terkejut,begitu pula bu Intan.


"Bercanda...Soalnya yang menikah itu kan kalian,masa iya kakek yang mutusin...." ucap Zhang.


"Hari minggu gimana sayang?" ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


"Bagus juga hari minggu... Nanti Kakek akan undang orang - orang untuk datang...Bagaimana bu Intan" ucap Zhang.


"Saya setuju..." ucap bu Intan.


Akhirnya mereka memutuskan tanggal dan tempat acara pernikahan Bayu.


"Bentar...Kakek mau menelpon teman kakek dulu.." ucap Zhang.


Zhang kemudian berdiri lalu berjalan keluar rumah.


"Oh iya mbak...Apakah di dekat sini ada rumah sewaan..?" ucap Hana.


"Ada mbak...Oh iya..Mengapa kakek mbak datang di kawal polisi? apakah kakek mbak itu orang penting" ucap bu Intan penasaran.Ia belum mengetahui siapa sebenarnya kakek Hana itu.


"Tadi malam kan ada pembunuhan mbak...Jadi ya di kawal,agar aman.."ucap Hana.


"Ooo.....Begitu..Seperti anggota dewan saja mbak..." ucap bu Intan.


Zhang Yong Han masuk kembali ke dalam rumah lalu duduk.


"Kakek sudah menelpon teman kakek,mereka akan hadir dalam pesta pernikahan Bayu. Nanti akan ada polisi dan tentara yang akan berjaga di sekitar wilayah ini..


"Oh iya..Berkas untuk penikahan kalian mana?" ucap Zhang.


"Bentar kek...Hana ambil dulu..." ucap Hana.


Hana berdiri lalu masuk ke dalam.


Tak lama kemudian Hana kembali membawa kertas berkas lalu menyerahkan ke Zhang.


"Ibu Intan tak perlu khawatir masalah biaya pernikahan,biar kami yang mengurusnya...


"Dan nanti akan ada pengawalan bila ibu keluar mengantar anak ibu ke sekolah atau pun ibu akan keluar rumah.


"Hana dan Bayu kembali ke jakarta,hari Sabtu kita kesini lagi bersama yang lainnya..." ucap Zhang.


"Iya kek..." ucap Hana.


"Ambil dulu pakaian kalian..." ucap Zhang.


Bayu dan Hana masuk ke dalam untuk mengambil pakaian.


30 menit kemudian,mereka berada di teras untuk pamitan.


Zhang meninggalkan 20 orang pengawalnya,mereka menyewa rumah tinggal tak jauh dari rumah Khalisa. Mereka akan bergantian menjaga di teras rumah Khalisa.


Setelah mereka pergi,bu Intan heran melihat pria memegang senjata tak pergi dari rumahnya yang ikut rombongan keluarga Bayu.Ada pula yang memasang kamera CCTV di beberapa tempat,mereka meminta izin untuk masang di rumah tetangga dengan alasan keamanan menyangkut orang penting,


Lalu bu Intan mendatangi salah satunya.


"Mengapa bapak tidak pergi bersama mereka?" ucap bu Intan heran.


"Kami di tugaskan untuk menjaga rumah ibu.." ucap pengawal.


"Apakah bapak tahu,siapa pak Zhang itu pak?" ucap bu Intan.


"Pak Zhang adalah seorang pengusaha bu..." ucap pengawal.


"Ooo...Begitu..." ucap bu Intan.


"Usaha apa ya pak Zhang,hingga menempatkan orang - orang bersenjata...Biasanya orang pengusaha itu sedikit saja pengawalannya.Kecuali ia mempunyai anak yang menjadi Jendral dalam angkatan bersenjata." ucap bu Intan dalam hati penasaran.


Lalu bu Intan masuk ke dalam rumah.


Khalisa mendatangi ibunya.


"Bu..." ucap Khalisa.


"Putri gak menyangka...Do'a Putri terkabul bu...Putri senaaaaang banget bu." ucap Khalisa


"Iya sayang...Ibu juga senang melihat kalian bertemu lagi..


"Oh iya...Jangan lupa teman - temanmu di undang nak" ucap bu Intan.


"Iya bu itu pasti Putri undang...


"Hem...Keluarga Sandi gimana bu?" ucap Khalisa


"Ibu gak tahu nak...Lebih baik jangan di undang,ibunya Sandi saja menghina Bayu.." ucap bu Intan.


----***---


Malam Hari.


Di rumah Bayu .


Nampak mobil rombongan keluarga Han sampai,mereka turun.Lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Jien Li dan Mei Lien ikut masuk dalam rumah karena di minta oleh Zhang.


"Hana....Bayu.....Ayo ikut aku ke atas" ucap Zhang.


"ke atas?" ucap Bayu.


"Ada hal yang penting mau ku sampaikan pada kalian..." ucap Zhang.


"Iya mbah buyut.." ucap Bayu.


Bayu kemudian berjalan menaiki tangga,ia melihat Mei Lien dan kakek Jien Li ikut naik tangga.


"Kok mereka juga ikut ya....


"Apakah ini ada hubungannya aku dan bulek.." ucap Bayu dalam hati.


Begitu di lantai 2,kakek Zhang naik tangga lagi.


"Bu...Ini ada apa ya...?" ucap Bayu pelan.


"Ibu gak tahu sayang..." ucap Hana.


"Kok perasaanku gak enak ya...


Kakek buyutnya berhenti di depan pintu studio musik.


"Ayoo masuk.." ucap Zhang.


"Jiangkreek....Ini ada apaan seh sebenarnya.......


"Ibu juga gak tahu lagi...


"Coba di kasih tahu gitu..." ucap bayu dalam hati


Kakek buyutnya duduk di sofa panjang yang muat 6 orang,Zhang duduk di tengah.


"Duduk..." ucap Zhang.


Mereka duduk di sofa tersebut,Hana dan Bayu di sebelah kiri Zhang,sedangankan Jien Lie dan Melisa duduk di sebelah kanan


Mei Lien menundukkan kepalanya. Ia tahu akan di sidang oleh kakeknya setelah bertemu dengan Bayu.

__ADS_1


"Baiklah...Sengaja Aku mengumpulkan kalian di sini untuk membahas masalah penting...


"Setelah dari acara memancing,aku dengar Bayu tidak pulang ke rumah tak ada kabar...


"Nah...Benar kan...Asem...Semoga saja sidang isbatnya gak sadis" ucap Bayu dalam hati.


"Setelah aku selidiki...


"Aku mendengar bahwa Mei Lien melakukan hal yang tidak - tidak padamu saat Bayu mabuk..Apakah itu benar?" ucap Zhang.


"Iya mbah buyut,tapi sudah kumaafkan kesalahan bulek Mei padaku." ucap Bayu.


"Baiklah... Aku memutuskan bahwa ..


"Mei Lien di usir dari keluarga Han,dan mencabut marganya serta tak di beri sepeserpun harta Han...


"Dia akan di bawa ke pulau terpencil tak berpenghuni.." ucap Zhang tegas.


"EH....!!!???Bayu kaget dengan keputusan kakek buyutnya itu. Ia membayangkan jika itu benar - benar terjadi.Begitu pula dengan Hana.


Mei Lien mengeluarkan air matanya,ia tak menyangka hukumannya sekejam itu. Mei Lien tak bisa protes keputusan kakeknya. Begitu pula Jien Lie.ia tak bisa berbuat apa - apa mengenai putrinya.


"Saya tidak setuju mbah buyut..." ucap Bayu protes.


"Kalau kamu gak setuju..


Zhang mengeluarkan pistol,lalu menyerahkan ke Bayu.


"Bunuh dia...." ucap Zhang.


"Juancoook...Pistol reek...Aku di suruh bunuh lagi." ucap Bayu dalam hati.


"Aku tidak mau membunuhnya..." ucap Bayu menolak.


"Kalau tidak mau membunuhnya,kakek akan bawa dia malam ini juga.." ucap Zhang.


"Bajingan...Ini keluarga apa seh...Kok sadis banget...Masa gadis secantik dia di buang kesana,keluarganya lagi...Jika orang lain mungkin sudah di dor.." ucap Bayu dalam hati.


"Kenapa mbah buyut begitu kejam pada cucu mbah sendiri,..?


"Apakah mbah buyut tak bisa memaafkan kesalahannya.." ucap Bayu mencoba mengubah hukumannya.


"Kesalahannya sungguh fatal,jika saja kalian melakukannya tanpa paksaan ,maka kakek akan menikahkan kalian,tapi hanya keluarga kita saja yang tahu...


"Jika Bayu mau menikahi Mei Lien..Maka aku akan menarik kembali hukumannya,jika tidak,maka malam ini aku akan langsung mengirimnya ke pulau terpencil.." ucap Zhang.


Zhang tahu penyebab kenapa Bayu kabur itu dari Hana.


Bayu berdiri


"JUANCOOOOOK..........


Bayu marah akan keputusan kakek buyutnya,sebab hukuman itu sangat kejam untuk bibinya.


"Siaaal....Kenapa dia begitu kejam,apakah ini yang namanya keluarga." ucap Bayu dalam hati.


"Aku akan keluar dari keluarga ini jika mbah buyut mengirim bulek Mei kesana"ucap Bayu mengancam.karena ia sangat marah terhadap keputusan kakek buyutnya itu.


Jien Li mendengar keputusan itu sangat sedih,hingga mengeluarkan air matanya. ia berdiri lalu berjalan menghampiri Bayu.


"Bay Tolongin Mei Bay... Kakek gak ingin kehilangan putriku...


Bayu diam tak menjawab.


"Apakah aku harus bersujud padamu agar kamu menolongku" ucap Jien Li


"Jiangkreeek...Bajingaaan....


"Ya Allah....Aku harus bagaimana ini,ibu juga diam lagi gak ada membelaku" ucap Bayu dalam hati.


Zhang melihat ke arah Bayu,apakah dia bisa menghadapi masalah ini. Ia sengaja mengetes Bayu sebagai calon pemimpin keluarga Han. Apakah Bayu mampu menghadapi ujian ini. Jika Bayu melindungi Mei dengan cara menikahinya maka Bayu masuk kriteria pemimpin keluarga Han,tak lari dari masalah dan melindungi keluarganya.


Jien Li hendak bersujud Bayu segera menahannya.


"Jangan kek..."ucap Bayu.


"Sebagai lelaki,harus bertanggung jawab apa yang di lakukannya,jangan maen kabur lari dari tanggung jawab,..


"Sayang calon kepala keluarga dan juga calon pemimpin keluarga Han.." ucap Hana tapi tak melihat ke arah Bayu.


"Asem....Ibu sepertinya setuju dengan ucapan mbah buyut...Dan ucapannya ada benarnya,aku lari dari tanggung jawab,dan tidak mau tahu" ucap Bayu dalam hati.


"Jika ada masalah,selesaikan dulu secara baik - baik...Itu baru namanya pemimpin,jangan lari dalam masalah" ucap Hana.


"Baiklah....


Bayu menarik nafas dalam - dalam.


"Bayu akan menikahi bulek Mei..." ucap Bayu pasrah,ia juga menyadari bahwa itu kesalahannya,karena minum alkohol tanpa memeriksa dulu. Jika ia memeriksanya,maka tak akan seperti ini.


Zhang mengambil rokok,dan pistolnya,lalu mengarahkan kearah ujung rokoknya.


Bayu melihat aksi kakek buyutnya itu.


"Kok dia berani merokok di depan ibuku...Mau cari mati ini mbah buyut.." ucap Bayu dalam hati.


Ceklek....Nampak bara api keluar dari ujung pistol.


Belum sempat di hisap,Hana mengambil rokok di mulut Zhang.


"JUANCOOOOK.....


"Itu pistol korek mbah buyut.." ucap Bayu baru menyadari saat melihat pistol itu mengeluarkan bara api.


"Iya...Kakek buyut mana tega melihat cucuku mati di tembak di depan mataku..." ucap Zhang.


"Waaassssuuu..."ucap Bayu ,ia merasa dongkol di kerjain oleh kakek buyutnya.


"Kakek buyut salut padamu,kamu tidak lari tanggung jawab dan melindungi keluarga ini,Mei Lien sangat mencintaimu...Dan ucapanku tidak main - main.." ucap Zhang


"Sial...Rupanya dia serius,dan mengujiku..Baiklah..Aku akan berhati - hati lagi,tak mau makan dan minum sembarangan.." ucap Bayu dalam hati.


Jien Li memeluk Bayu sambil menangis.


"Kalau Bayu menikah dengan Mei,berarti Bayu memanggil kakek Jien ayah dong..." ucap Bayu.


"Ya sudah kalau gitu,masalah ini aku nyatakan selesai..Aku mau pulang " ucap Zhang lalu berdiri.


"Belum selesai mbah buyut..." ucap Bayu.


"Kan sudah selesai,terus apa lagi yang mau di selesaikan?" ucap Zhang.


"Apakah Mei ikut dalam proses ijab kabul nikah Bayu bersama yang Lain?" ucap Bayu.


"Apakah Bayu ingin semua orang tahu bila keluarga Han menikahkan keluarganya sendiri?" ucap Zhang membalikkan pertanyaan Bayu.


"Enggak mbah buyut..Apakah keluarga Han ada yang menikahi keluarga lainnya?." ucap Bayu.


"Ada...Mereka berterus terang, dan mau bertanggung jawab,tidak sepertimu yang malah lari dari tanggung jawab...


"Mei Lien sangat mencintaimu,ia sempat drop dan masuk rumah sakit karena tak makan dan minum...


"Kalian sendiri yang menentukan kapan nikahnya,jangan lupa kabari kakek buyut.. Kakek mau istirahat dulu...Capek.." ucap Zhang.


Zhang meninggalkan mereka.


Bayu menghampiri Mei Lien yang masih menundukkan kepala sambil menangis.


"Buleek....Eh.


"Mei...."ucap Bayu.


Mei Lien tak menjawab.


Bayu duduk di samping Mei Lien.


"Apakah kamu melakukan itu karena terpaksa Bay..?...


"Jika iya...Aku akan pergi jauh dari kehidupanmu, Karena aku sungguh sangat mencintaimu" ucap Mei Lien tetap menundukkan kepala.


"Tidak...Aku melakukannya karena bertanggung jawab apa yang aku lakukan padamu Mei..

__ADS_1


Bayu memegang pundak Mei Lien.


"Dan aku mencintaimu.." ucap Bayu.


"Lalu...Jika kekasihmu tak mau aku menjadi istrimu bagaimana?" ucap Mei Lien.


"Mereka akan menerimamu sayang....Aku akan bicara padanya..." ucap Bayu.


Mei Lien memeluk Bayu lalu melepaskannya.


"Bu...Apakah Ayu mengetahui masalah ini?" ucap Bayu.


"Tidak sayang...Dia tak tahu...Malah tiap malam dia menangisimu karena tak pulang - pulang....


"Apapun masalahnya...Selesaikan dulu,jangan main kabur saja...Apa sayang ingin menjadi Agus Irawan,yang lari dalam masalah?" ucap Hana.


"Tidak bu..."ucap Bayu.


"Bagus....Itu baru anak ibu...


"Masalah ini sayang sendiri yang selesaikan,ibu tak ikut campur..Sebab sayang sendiri yang membuat masalah ini..." ucap Hana.


"Iya bu...Bayu akan menyelesaikan masalah ini..." ucap Bayu.


Mereka kemudian keluar ruangan studio musik.


Bayu mengantar Jien Li dan Mei Lien sampai di depan rumah.


Setelah sampai di teras rumah,Jien Li memeluk Bayu.


"Terima kasih Bay..." ucap Jien Li sambi memeluk lalu melepaskan pelukannya.


"Sama - sama mbah..." ucap Bayu.


Mereka masuk mobil lalu mobil itu berjalan menjauhi rumah Bayu.


Bayu berjalan masuk kedalam rumah menuju kamar Hinata.


"Jiangkreeek....Gara - gara miras aku nambah istri lagi...."ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.


Tok...Tok....Tok....


"Ayu san...


Tak ada jawaban.


Tok...Tok...Tok...


"Ayu san..." ucap Bayu.


"Iya..." suara Hinata.


Tak lama kemudian,pintu terbuka.


Hinata memakai pakaiam tidur tak memakai jilbab.


Hoooaaaam...


"Ada apa Bayu san..." ucap Hinata seperti bangun tidur.


"Aku mau bicara,ini penting Ayu san..." ucap Bayu.


Bayu masuk ke dalam kamar Hinata lalu menutup pintu.


Kemudian Bayu duduk di kasur.


"Maaf aku mengganggumu tidur...


"Sayang ingin tahu mengapa aku tak pulang ke rumah setelah memancing?" ucap Bayu.


"Iya Bayu san...Aku ingin tahu.." ucap Hinata.


Bayu kemudian menceritakan mulai dari perasaan Mei Lien saat belum tahu bahwa Bayu adalah keluarganya,hingga kejadian di kapal tersebut dan saat sidang tadi.


"Jika sayang ingin aku menikahinya,maka aku akan menikahinya,jika tidak maka Mei Lien akan di asingkan..." ucap Bayu.


"Pantas saja,dia selalu perhatian pada Bayu setiap hari,rupanya dia sangat mencintai Bayu.."ucap Hinata dalam hati. Karena Hinata melihat sikap Mei Lien pada Bayu begitu berbeda,meskipun bibi kandung.


"Iya sayang...Aku rela sayang menikah dengan bibi Mei...Tapi hanya dia saja,selebihnya...Aku tak tinggal diam.. Dan sayang juga harus lebih berhati - hati ya.." ucap Hinata.


"Iya sayang..Terima kasih,Besok aku akan menemui Putri..." ucap Bayu.


"Hari rabu saja sayang...Aku takut kamu kenapa - kenapa.Kan kita mau menikah. ..." ucap Hinata.


"Iya..Sayang...." ucap Bayu.


Bayu kemudian keluar kamar Hinata,lalu berjalan ke kamarnya untuk mengambil rokok dan korek di dalam tas pancing,lalu berjalan ke kulkas yang ada di dalam kamarnya.Ia mengambil 2 teh kotak,tak lupa memeriksanya..


"Aman...


Bayu keluar kamar menuju balkon.


Sesampai di balkon ia meminum teh kotak lalu membakar rokok.


Huuufft...... Asap rokok keluar dari mulut dan hidung.


"Aboot...Aboot....Dah senang bertemu Putri...Sekarang malah jadi begini...


Bayu mengeluarkan hape Nokianya,kemudian memutar lagu.Ia menatap langit yang begitu cerah.


"Apakah ini jalan hidupku...Dari miskin menjadi kaya...


Bayu menghisap rokoknya kembali..


"Ya Allah...Aku pemgen hidup sederhana....


"Seperti yang dulu aku jalanin...


"Bay...." suara Lukman di belakang dirinya.


Bayu menoleh,ia melihat Lukman sudah di sampingnya.


"Opo Man?"ucap Bayu.


"Sampeyan kabur itu ada masalah apa seh..?


"Sampai - sampai kakek buyutmu marah ke kita karena di pikir kita ada masalah denganmu,lalu kita ceritakan saja apa yang terjadi saat kamu mabuk lalu kamu di jaga sama Mei Lien" ucap Lukman.


"Maafkan aku Man...


Bimo datang bersama Daniel.


"Aku gak bisa cerita...." ucap Bayu.


"Wedhuuus... Kita di sini kamu anggap apa?..


"Kamu pergi kita kena getahnya....


"Cobalah cerita...Apa kamu sudah gak percaya lagi sama kita ?" ucap Daniel.


"Ini aib mas broo..." ucap Bayu.


"Ooo gitu...Oke aku paham... Berarti Mei melakukan sesuatu padamu.." ucap Daniel lirih.


"Mei Lien memperkossamu kah Bay?" ucap Bimo pelan.


"Iya...Dah...Jangan bahas itu...Dan jangan beri tahu siapapun..." ucap Bayu.


"Tapi ada hikmahnya loh Bay..." ucap Lukman.


"Betul itu Man...Wedhus ketemu sama Putri...Aku aja pangling lihat dia...Tambah cantik..." ucap Daniel.


"Iya..Pas aku bertemu sama dia,dia itu dah tunangan tau Niel.." ucap Bayu..


"Apaaa....!!!!??? ucap mereka terkejut.


Bayu menceritakan pertemuannya dengan Putri hingga di rumah Putri, tapi tidak memberitahu siapa pembunuh pengawalnya.


Mereka terkejut saat Bayu bilang bertemu ayahnya.


"Jadi..Agus itu ayahumu Bay...

__ADS_1


__ADS_2