SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBERITAHU KE PAK H.RIDWAN


__ADS_3

Semenjak kakek Zhang mendapat kabar dari Bayu bahwa Ayub adalah anak dari Bayu dan di bawa oleh musuhnya. Ia merasa kecolongan. Sebab ia berusaha semaksimal mungkin agar keturunannya tak di ketahui oleh orang luar terutama musuhnya. Kini kakek Zhang menjadi pusing. Ia meminta kepada keluarganya yang berada di Cina untuk berjaga di bandara. Kemungkinan bisa mencegah agar Sulis tak di bawa oleh musuh ke markasnya.Namun,ia belum mendapat kabar dari keluarganya. Sebab bandara di Cina sangat banyak. Yang seharusnya kakek Zhang sudah mendapat kabar. Sementara tawanan yang ia tahan tak membuka suara perihal tempat di mana Sulis di bawa. Sehingga 2 dari 4 tawanan di bunuh. Untuk membuka mulut 2 yang masih hidup,namun mereka tetap kukuh pada pendiriannya.


Di sisi Bayu.


Bayu nampak terpukul dengan kabarnya bahwa Ayub adalah anaknya. Dan kini ia tak bisa menemui Ayub,sebab di bawa ke Cina.


Nampak Bayu bersama ibunya berada dalam kamar ibunya.Setelah ia memberi tahu kepada ketiga istrinya perihal identitas Ayub.


" Bu.... Bayu akan pergi ke Cina ya bu...Mau nyusul Sulis bu..." ucap Bayu.


" Jangan sayang...Bahaya..."


" Cina itu sangat luas..." ucap bu Hana.


" Tapi bu..." ucap Bayu. Ia ingin sekali pergi kecina untuk menyelamatkan Sulis dan Ayub.


" Jika dekat saja,ibu sudah bebasin mereka.." ucap bu Hana.


" Jika sampai 3 hari tak ada kabar...Bayu akan pergi ke sana sendiri..." ucap Bayu lalu berdiri dan berjalan ke pintu.


Bu Hana memegang tangan Bayu.


" Jangan sayang... Nanti sayang tersesat...Ibu melarangmu pergi ke sana. " ucap bu Hana.


Ingin sekali Bayu marah pada ibunya,karena melarang dirinya pergi ke Cina. Namun ia tahan sekuat tenaga agar ia tak marah pada ibunya.


" Bayu gak janji menurutinya bu.." ucap Bayu.


***


Di dalam kamar Putri.


Nampak ketiga istri Bayu duduk di pinggiran kasur. Mereka menunggu kedatangan Bayu.


" Apakah ayahmu di beri tahu masalah ini dik?" ucap Putri kepada Ayu.


Ayu menggelengkan kepalanya.


Ceklek....Krrriiiieeet...Pintu terbuka. Bayu membuka pintu tersebut lalu mentup kembali.


Putri berdiri lalu berjalan menghampiri Bayu.


" Gimana mas?" ucap Putri ingin tahu apakah berhasil membujuk ibunya atau tidak.


Bayu tak langsung menjawab. Ia berjalan lalu duduk di pinggiran kasur.


" Ibu gak izinkan mas tuk pergi dek.."ucap Bayu.


" Terus gimana mas...Nanti Ayub dan Sulis kenapa - kenapa lagi.." ucap Putri khawatir dengan keadaan Sulis.


" Mas punya rencana...Tapi jangan beri tahu siapapun.."


" Mas akan pergi ke Cina sendirian.." ucap Bayu.


" Aku ikut..." ucap Ayu.


" Aku juga ikut..." ucap Diana.


" Aku Muhammad Bayu Samudra Han sebagai suami kalian, melarang kalian pergi ke Cina..Jangan melanggar perintahku.." ucap Bayu yang tak ingin ketiga istrinya ikut. Jika ikut akan menambah lagi bebannya. Harus menyelamtkan Sulis dan juga menjaga istrinya.


" Tapi sayang..." ucap Diana.


" Aku gak mau fokusku terbagi...Tolong ngertiin aku.."


" Jika kalian ikut...Maka yang ada hanya kegagalan..."


" Untuk istriku Ayu...Jangan pergi ya yomesan..." ucap Bayu.


Ayu diam tak menjawab ucapan Bayu.


" Jika mereka membawa Sulis..Otomatis mereka akan mendatangi keluarga Sulis dan Ahmad sayang...Dan mereka akan memyelidiki siapa saja keluarga dan teman - teman Sulis..."


" Bila lebih dari seminggu tak ada kabar mengenai keberadaan Sulis,maka bisa di pastikan Ayub akan tewas sayang...Dan Sulis bisa menjadi.."ucap Diana.


" Cukup sayang...Aku tahu itu.."


Bayu tahu Sulis akan di perkosa agar Sulis hamil lagi,dan mempunyai anak lagi untuk di tumbalkan.


" Maka dari itu aku ingin pergi ke Cina menyusulnya.."


" Tapi sebelum itu..Apakah sayang tahu keluarga kita di cina itu?" ucap Bayu.


" Maaf sayang..Aku gak tahu.." ucap Diana.


Tok....Tok....Tok... ( suara pintu di ketuk)


" Siapa?" ucap Bayu nyaring


" Maaf mas...Ada orang tuanya Sulis datang" suara Dewi.


" Iya mbak..."


" Aku keluar dulu..." ucap Bayu lalu berdiri dan berjalan keluar kamar.


***


Ruang tamu.


Bayu melihat kedua orang tua Sulis duduk di kursi sofa. Kemudian ia menghampirinya.


Bayu bersalaman ke ayahnya sulis dan menangkupkan tangan ke ibunya Sulis.


" Maaf sekali jika kami datang malam - malam kemari..."


" Kami sangat penasaran...Apa yang sebenarnya terjadi...Kata istriku,Sulis telah di tipu..Maksudnya bagaimana itu" ucap ayahnya Sulis.


" Sial...Aku harus bilang apa coba..."


" Masa iya langsung bilang bahwa Ayub anakku..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu teringat akan ucapan kakek Zhang,bila ia memgatakan "Jika keluarga Sulis atau Ahmad datang bertanya,katakan saja bahwa mereka di culik oleh komplotan penjual organ tubuh"


" Menurut saya dari informasi yang saya dapat.."


" Mereka adalah komplotan penjual organ manusia pak...Dan kebetulan komplotan itu kami ketahui saat Bayu melihat ada orang di dalam rumah Sulis...Terus kami bekuk mereka.." ucap Bayu.


" Ja..Ja...Jadi Sulis dan Ayub..?" ucap ayahnya Sulis shock mendengar ucapan Bayu. Bagaimana tidak,putri kesayangannya di culik oleh komplotan penjual organ tubuh.


" Iya pak...Seandainya saya tahu lebih awal..Maka Sulis tidak di bawa oleh mereka..."


" Kemungkinan masih ada yang belum tertangkap...Jadi saya mohon pada bapak dan ibu...Sementara jangan tinggal dulu di rumah bapak sekarang...Tinggallah di rumah keluarga,selama komplotan itu masih berkeliaran. " ucap Bayu.


" Putri anakku...." ucap ibunya Sulis lalu memgeluarkan air matanya. Ia sedih begitu mengetahui jika Sulis di bawa komplotan penjual organ tubuh.


" Apakah nak Bayu bisa kesana untuk menyusul dan membebaskan Sulisku?" ucap ayahnya Sulis.


" Saya bisa pak...Hanya saja..."


" Ibuku melarangku ke sana pak.." ucap Bayu.


" Nak Bayu...Tante mohon...Selamatkan Sulis.."


" Tante mohoooon..." ucap ibunya Sulis sambil berlinang air mata.


Nampak dari jauh,bu Hana melihat mereka.


" Maaf buu....Saya sebagai anak harus menurut ucapan orang tua terutama pada ibuku..." ucap Bayu.


Ibunya Sulis berdiri lalu bersimpuh di hadapan Bayu.


" Tante mohon nak...Selamatkan Sulis..."


" Tante tidak mau kehilangan Sulis..."


" Saat berpisah dari Sulis...Hati tante sakit...Apa lagi kehilangan Sulis..." ucap ibunya Sulis.


" Ya Allah...Selamatkanlah mereka ya Allah...Hamba mohon.." ucap Bayu dalam hati,lalu memegang pundak ibunya Sulis untuk berdiri.


" Kami sudah menyuruh pengawal kami pergi kesana bu...Jadi ibu tenang saja..." ucap Bayu mencoba menenangkan ibunya Sulis.


Bu Hana berjalan menghampiri.


" Yang di katakan Bayu benar mbak..Kami sudah mengutus orang untuk pergi ke sana..." ucap bu Hana.


" Apakah keluarga Ahmad tahu masalah ini?" ucap ayahnya Sulis mencoba tegar.Namun di dalam hatinya sedih mengetahui kenyataan bila Sulis pergi ke cina untuk di jual organ tubuhnya.


" Saya belum memberi tahu pak...Mungkin besok akan saya beri tahu.." ucap Bayu.


" Baiklah kalau begitu...Saya pamit undur diri..


Beri tahu saya jika ada kabar " ucap ayahnya Sulis.


" Besok saja kalian pulangnya...Ini sudah larut malam...Bahaya menyetir jika mengantuk.." ucap bu Hana.


Akhirnya,orang tua Sulis menginap di rumah Bayu.


***


Pukul 3.10.


Bayu terbangun dari tidurnya,lalu membangunkan Ayu.


" Yomesan....Bangun.." ucap Bayu sambil menggoyangkan lengan Ayu yang memeluk dirinya.


Ayu membuka matanya.


" Jam berapa shujin..."ucap Ayu.


" Baru jam 3..." ucap Bayu.


" Ngantuk shujin..." ucap Ayu.


Hoooooaaaaammm....Ayu menguap karena masih ngantuk.


" Mandi,nanti ngantuknya hilang.." ucap Bayu.


Ayu kembali teperjam,karena masih mengantuk.


Bayu yang melihat Ayu tidur kembali,lalu memainkan ujung susunya dengan mulutnya.


Ayu kembali membuka matanya,karena merasa geli - geli enak saat Bayu memainkan susunya.


" Shujin mau maen lagi..?" ucap Ayu.


" Bangun sayang...Besok puasa loh.." ucap Bayu


Mereka kemudian bangun. Nampak mereka tak memakai pakaian sehelai benangpun,karena sebelum tidur,mereka bercinta lebih dulu.

__ADS_1


30 menit kemudian.


Bayu mendatangi kamar Diana dan Putri untuk membangunkan.


Di saat Bayu berjalan ke kamar Diana,ia melihat Bimo keluar dari kamarnya.


" Tumben sudah bangun Bim?" ucap Bayu.


" He eh...Aku tidur cepat Bay.. " ucap Bimo.


***


Bayu bersama ke tiga istrinya dan teman - temannya pergi ke kampus.


Sementara Cafe Mantan di buka mulai pukul 14.00 s/d 18.30. Sengaja Bayu memangkas waktu operasional cafenya karena bulan puasa. Cafe itu tidak melayani makan di tempat. Hanya bungkus makanan saja. Sebab malam harinya,karyawan cafenya 94 % melaksanakan shalat tarawih.


Di kampus.


Nampak Bayu tak fokus akan dosennya yang mengajar. Ia kepikiran mengenai Sulis dan Ayub.


" Seandainya aku bisa memutar waktu kembali.."


" Aku akan kembali kemasa lalu untuk menahan Sulis pergi ke cina.." ucap Bayu dalam hati.


Selesai dosenya mengajar,Bayu tetap melamun memikirkan Sulis.


Putri yang duduk di dekat Bayu menoleh ke arah Bayu.


" Mas..."


Bayu tak merespon.


Putri memegang pundak Bayu.


" Mass...." ucap Putri.


" Eh...!!!?? Bayu kaget.


" Ada apa dek.?." ucap Bayu.


" Mas kepikiran soal Sulis?" ucap Putri.


" Iya dek...." ucap Bayu.


Tiba - tiba Putri merasakan mual di perutnya lalu cepat - cepat ia keluar kelas.


" Adek kenapa?" ucap Bayu.


Namun Putri tak menjawab ucapan Bayu.


Bayu segera berlari menyusul Putri.


Nampak Putri berkumur - kumur di westafel.


" Dek...Adek kenapa?" ucap Bayu.


" Adek mual mas...Seperti masuk angin" ucap Putri.


" Bawa minyak kayu putih gak dek?" ucap Bayu.


Putri hendak menjawab namun tiba - tiba perutnya kembali mual.


Hoooeeeek...... Putri mencoba muntah. Namun tak ada muntahan seperti orang muntah.


" Adek hamil?" ucap Bayu.


Putri berkumur - kumur lalu membuang air dalam mulutnya.


" Gak tahu mas..."


" Mas kok tahu wanita hamil itu muntah - muntah?" ucap Putri.


" Ya baca di buku dek...."


Hape Bayu bergetar panjang,lalu ia memgambil hapenya.


Nampak panggilan dari pak H. Ridwan.


" Sebentar dek...Mas terima telpon dulu.."


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warah matullah..."


" Maaf bapak mengganggumu nak..Bapak ingin bertemu denganmu..." suara pak H. Ridwan.


Diana datng memghampiri.


" Hemm.... Insya Allah nanti sore saya kesana pak haji..." ucap Bayu.


" Baiklah...Ya sudah kalau begitu..Assalam mua'laikum.." suara pak H. Ridwan.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


****


Sore hari.


Bayu mengenakan pakaian santai,Masker,jaket dan kacamata,serta di punggungnya menggendong tas berisi pakaian. Lalu berjalan ke garasi mobil.


" Pakai yang mana ya..."


Bayu melihat motor legendanya.


" Jika naik motor agak bahaya.."


" Hemm...Mobil ini sajalah..." ucap Bayu dalam hati. Ia memutuskan untuk mengendarai mobil Marcedes Benz. Yang tak pernah ia pakai.


Bayu menjalankan mobilnya menuju rumah pak H. Ridwan.


Seorang pengawal menghampiri Bayu.


" Maaf bos...Bos mau kemana?" ucap pengawal.


" Mau ke rumah pak haji pak.." ucap Bayu.


" Bentar bos...Kami kawal bos ke sana.." ucap pengawal.


" Gak usah pak..." ucap Bayu yang ingin pergi sendirian.


" Maaf bos...Ini sudah perintah dari bis besar...Kami tidak ingin di pecat.." ucap pengawal.


" Baiklah...." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,2 mobil siap mengawal Bayu,lalu mereka jalan menuju rumah pak H. Ridwan.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu sampai. Namun para pengawal menjaga jarak dengan Bayu sambil mengawasi. Agar tak di curigai oleh musuh.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat berdiri di depan pintu yang terbuka.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." suara pak H. Ridwan dari dalam rumah.


Tak lama kemudian muncul.


Bayu bersalaman tak lupa cium tangan.


" Mari masuk nak..." ucap pak H. Ridwan.


" Iya pak haji..." ucap Bayu.


Mereka masuk lalu duduk di kursi.


" Maaf jika bapak merepotkanmu..."


" Bapak mendapat kabar dari bu Jesica.."


Annisa datang bersama ibunya,lalu duduk.


" Jika Ahmad pergi ke Cina bersama Sulis dan Ayub..Terus ia bilang bahwa mereka di bawa untuk di jual organnya.." ucap pak H. Ridwan.


" Sial...Mana lagi puasa lagi."


" Jika aku bohong...Sama aja aku gak puasa.." ucap Bayu dalam hati.Ia bingung harus berkata apa.


" Menurut yang Bayu tahu itu benar pak haji..."


" Seandainya Sulis atau Ahmad memberitahuku sebelum pergi ke Cina. Mungkin saya akan menahannya lebih dulu.." ucap Bayu.


" Bapak minta tolong...Jujur pada bapak...Apa yang sebenarnya terjadi..?" ucap pak H. Ridwan belum sepenuhnya percaya pada ucapan Bayu.


" Jiangkreek...Pak haji sepertinya tahu aku menyembunyikan rahasia,tapi..Jika aku beri tahu..Malah merembet kemana - mana..." ucap Bayu dalam hati bingung harus berkata apa.


" Nak...Coba katakan sebenarnya...Apa yang terjadi pada Ahmad.." ucap ibunya Ahmad.


" Hemmm...." ucap Bayu.


" Katakan nak..." ucap pak H. Ridwan.


" Maaf pak haji...Ini rahasia...Bayu tak bisa mengatakannya..." ucap Bayu.


" Kami janji tidak akan mengatakan kepada siapapun nak...Demi Allah " ucap ibunya Ahmad.


" Baiklah...Tapi kita bicaranya di dalam kamar...Agar tak ada yang mendengar ucapan kita..." ucap Bayu.


Akhirnya,pak H. Ridwan bersama istrinya mengajak Bayu ke kamar tidurnya.


Setelah sampai. Mereka menjauh dari pintu.


" Nah..Sekarang katakan nak..." ucap pak H. Ridwan.


Bayu mengeluarkan hapenya lalu memutar muratal dan meletakkan di pintu,agar Annisa atau Zahra tak bisa mendengar obrolan Bayu.


Setelah itu Bayu berjalan menghampiri pak H. Ridwan.


" Apakah pak haji tahu mengenai warna mata Ayub..?" ucap Bayu.


" Iya..Bapak tahu.." ucap pak H. Ridwan.


" Pak haji masih ingat tentang makhluk yang mengganggu saya,?" ucap Bayu.


" Iya bapak ingat..." ucap pak H. Ridwan.


"Saat lebaran waktu itu...Saya dan Sulis di bawa oleh Kumala Sari ke alamnya.."


" Di sana saya di pengaruhi oleh Kumala Sari."


" Saya bercinta dengan Sulis..."

__ADS_1


" Setelah itu Sulis menikah dengan Ahmad..."


" Tak lama kemudian Sulis Hamil kemudian melahirkan.."


" Mata Ayub sama seperti milik saya pak.."


Nampak pak haji dan istrinya terkejut.


" Dan Saya baru tahu kemarin dari bu Jesica" ucap Bayu.


" Ja..Jadi..Ayub itu.." ucap ibunya Ahmad.


" Benar bu..."


" Itu anak saya..." ucap Bayu.


" Mengapa mereka membawa ke cina nak?" ucap pak H. Ridwan.


" Sebab Ayub memiliki mata seperti saya pak haji..Mereka mencari orang yang memiliki mata yangbtak di miliki manusia normal.." ucap Bayu.


" Boleh nak Bayu memperlihatkan mata nak Bayu itu?" ucap pak H. Ridwan.


Bayu merubah matanya menjadi merah semua.


" Eh...!!!?? Pak H.Ridwan dan istrinya terkejut melihat mata Bayu.


" Mereka mencari orang yang seperti ini pak haji.." ucap Bayu.


Bayu menormalkan kembali matanya.


" Lalu..Mereka apakan Ayub itu nak..?" ucap pak H.Ridwan.


" Kemungkinan besar akan di tumbalkan untuk di ambil kekuatanya pak haji.


" APAAAAA....!!!??? Ucap pak H. Ridwan dan istrinya terkejut.


" Ja...Ja...Jadi...Ayub cucuku..?" ucap ibunya Ahmad.


" Maafkan saya pak haji...Jika seandainya Sulis memberitahuku soal mata Ayub,mungkin tak akan seperti ini kejadiannya.." ucap Bayu.


Pak H.Ridwan memghela nafasnya.


" Bapak gak bisa menyalahkanmu...Ini semua sudah takdir dari Allah..."


" Apakah kakekmu sudah bergerak untuk menyelamatkan mereka?" ucap pak H. Ridwan.


" Sudah pak haji...Mereka sedang berusaha mencari keberadaan Ahmad dan Sulis." ucap Bayu.


" Baiklah...Jika ada kabar mengenai Ahmad...Beritahu bapak.." ucap pak H.Ridwan.


" Iya pak haji...Sekali lagi saya minta maaf.." ucap Bayu.


" Iya...Bapak memaafkanmu karena sudah jujur..Jika tidak..Maka bapak tidak akan memaafkanmu" ucap pak H.Ridwan.


" Saya meminta pak haji dan ibu untuk tidak memberitahukan perihal saya,atau teman - teman saya dan juga keluarga saya dari orang lain termasuk keluarga lainnya.." ucap Bayu.


" Iya...Bapak akan merahasiakannya..." ucap pak H. Ridwan.


Bayu melihat ke arah ibunya Ahmad.


" Iye...Ibu akan merahasiakannya.." ucap ibunya Ahmad.


Mereka kemudian keluar dari kamar.


" Saya pamit undur diri dulu pak haji" ucap Bayu.


Terdengar suara adzan Magrib berkumandang.


" Buka puasa di sini dulu...Sudah adzan.." ucap pak H. Ridwan.


" Baiklah..." ucap Bayu. Mau tak mau menerima tawaran pak H. Ridwan.


Mereka kemudian berjalan ke meja makan.


Nampak Annisa dan Zahra sedang makan kue.


Lalu Bayu duduk dan memgambil gelas air putih.


Bayu membaca doa' berbuka puasa lalu minum.


Glek...Glek...Glek..


" Alhamdulilah...."


Bayu melihat ke arah Annisa.


Annisa melihat ke arah Bayu.


" Nis....Lapar kah?" ucap Bayu melihat ada makanan menempel di bibirnya.


" Ya iyalah lapar..Kan puasa..Gimana seh.." ucap Annisa.


" Oooo.... Begitu..."


Bayu mengambil tissu lalu mengelap bibir Annisa yang duduk di sampingnya.


" Kalau makan jangan belepotan...Kayak anak kecil aja.." ucap Bayu.


" Sialan kamu Bayu...Kenapa lu perhatian sama gue...Gue sudah mengubur perasaan gue ke lu.." ucap Annisa dalam hati.


" Nak Bayu ingin nambah istri lagi?" ucap pak H. Ridwan saat melihat Bayu mengelap bibir Annisa.


"Ehem....Ehemmmm..." ibunya Ahmad berdehem saat Bayu mengelap bibir Annisa.


" Eh...!!!?? Bayu terkejut.Lalu menarik tangannya.


" Enggak pak haji..." ucap Bayu. Lalu mengambil kue basah dan memakannya.


" Kang Rahman kapan melamarmu Nis?"


Uhuuuk...Uhuuuk...Uhhuuuk.... Annisa kesedak.Lalu ia mengambil air minum.


" Alon - alon makannya...Jangan buru - buru.."


" Gak bakal ku habisi ini kuenya.." ucap Bayu.


" Lu nanya pas gue makan...Makanya kesedakan tau.." ucap Annisa.


" Ya sudah...Nanti aku tanya pas kamu tidur aja ya..." ucap Bayu.


" Tau ah gelap..." ucap Annisa.


" Habis lebaran..Bang Rahman akan bertunangan dengan kak Nisa kak.." ucap Zahra.


Annisa melotot ke arah adiknya.


" Ooo....Syukurlah...Semoga sampai di pelaminan.." ucap Bayu.


" Amiin..." ucap Zahra.


Setelah makan kue,mereka kemudian shalat di rumah.


15 menit kemudian.


Bayu duduk di teras menggunakan sarung,dan baju muslim. Di kepalanya terdapat songkok warna hitam memakan choki - choki.


Annisa datang menghampiri Bayu.


Lalu duduk di samping Bayu.


" Mas..." ucap Annisa.


" Iya...Ada apa?" ucap Bayu menoleh sebentar ke annisa lalu melihat depan.


"Bang Ahmad kenapa mas?" ucap Annisa.


" Di bawa ke Cina Nis..." ucap Bayu.


" Menurut apa yang gue pelajari,mengenai mata Ayub...Itu tidak akan menyebabkan kebutaan ketika berusia 1 tahun. Itu di sebabkan oleh kelainan genetik... " ucap Annisa.


Bayu menoleh ke Annisa.


" Kenapa tidak memberi tahu abangmu?" ucap Bayu.


" Gue baru tahu tadi malam,pas baca buku tentang mata dan berkonsultasi dengan teman yang merupakan spesialis mata.." ucap Annisa.


" Terus...?" ucap Bayu.


" Ada juga mitos yang gue baca di internet menyebutkan bahwa yang mempunyai mata itu memiliki keistimewaan sendiri. Dan juga.."


" Ada yang menyebutkan bahwa itu ada hubungannya dengan makhluk ghaib.." ucap Annisa.


Bayu kembali melihat ke depan.


" Hemmm...."


" Entahlah...Aku pusing Nis mikirin ini..."


" Mau ke sana gak di bolehin...Gak kesana kepikiran..."


" Jika ada yang bertanya siapa saja teman abangmu...Jangan sebut namaku dan keluargaku ya Nis" ucap Bayu.


" Emang kenapa mas?" ucap Annisa.


" Ya pokoknya jangan...Jika kamu memberi tahu ke orang lain.."


" Aku akan memberi tahu ke kang Rahman,bila kamu gak bisa di percaya.." ucap Bayu.


" Eh...!!!???


" Kok malah bang Rahman di bawa - bawa..?" ucap Annisa.


" Iya...Jika kamu sebut namaku atau keluargaku,maka yang lain juga kena..."


" Bisa jadi mereka juga akan menculik bang Rahman..Kamu mau kehilangan bang Rahman?" ucap Bayu.


" Ya enggaklah..."ucap Annisa.


" Maka dari itu..Jaga rahasia ini..Bilang aja teman - teman abangmu pemuda yang ada di sini..Dan juga jangan menyebut nama keluargamu yang lain..Contoh paman atau bibimu.." ucap Bayu.


" Tunggu dulu...Kenapa mereka mencari keluargaku atau teman - teman abangku? Beri tahu alasannya...Jika tidak..Gue akan buka suara mengenai lu dan keluarga lu.." ucap Annisa.


" Mereka mencari mata yang sama seperti Ayub...Kemungkinan akan di culik atau di bunuh...Itu saja...Jika kamu beri tahu ke orang lain.."


" Jangan salahkan aku jika ayah dan ibumu celaka oleh orang yang membawa abangmu ke Cina.." ucap Bayu.


@@@ Bersambung@@@@

__ADS_1


__ADS_2