SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
INTROGASI MATA - MATA


__ADS_3

Bayu berjalan menuju kamar temannya.


Setelah sampai di depan pintu kamar,Bayu masuk ke dalam.


"Kalian jangan ada yang keluar rumah...Tetaplah di dalam kamar.." ucap Bayu.


"Emangnya kenapa Bay...Kok kita gak boleh keluar kamar...?" ucap Daniel.


"Maksudku itu...Kalian tetap berada di rumah ini jangan keluar sampai pagar rumah...


"Orang yang di lihat Bimo itu mata - mata musuh..." ucap Bayu.


"Seriussss???" ucap Ketiga sahabat Bayu serempak.


" He eh....


"# Kalian bertiga jangan keluar dari rumah ini.." ucap Bayu pada ke tiga cewek jepang.


"# Apakah ada sesuatu Bayu san..?" ucap Fumuki.


"#Iya... Aku tak bisa memberi tahu kalian,yang jelas kalian jangan ada yang keluar rumah.


"#Oh iya... Apakah kalian ada yang bisa bahasa inggris?" ucap Bayu lalu melihat satu persatu.


Ke tiga gadis jepang menggeleng - gelengkan kepala.


Bayu menoleh ke tiga sahabatnya.Lalu berdiri sambil berkata.


"Aku balik dulu ke kamar....


"Assalam mua'alaikum"


"Wa'alaikum salam..." ucap ketiga sahabat Bayu.


Bayu berjalan kepintu,lalu berhenti,ia menoleh ke tiga sahabatnya.


"Kalau bisa jangan ngentu jika kalian belum sah sebagai suami istri...Kalau kalian tetap ngentu, yang dosa juga kalian. Yang penting aku sudah mengingatkan kalian... Dah itu aja pesanku.." ucap Bayu lalu membuka pintu dan pergi.


Setelah Bayu menutup pintu,Daniel menoleh ke Lukman dan Bimo.


"Sepertinya kita harus waspada neh..." ucap Daniel.


"He eh... Oh iyoo... Aku ra gowo shuriken...


"Kiro - kiro Ayu duwe po ora yooo..." ucap Lukman.


"Ketok ane seh duwe... Lha wong wingi kuwi Bayu lomba gemplang shuriken kok..." ucap Bimo. (Kelihatannya sih punya..Lah kemarin itu Bayu lomba lempar shuriken).


"Ndang....Paranin Ayu Bo?" ucap Daniel.( cepat...Datangin Ayu Bo)


" Barenganlah...Mosok aku tok seng rono.." ucap Bimo.( Bersama - samalah... Masa aku aja yang kesana..).


"Ayoo aku temanin.." ucap Lukman.


Mereka pun berdiri lalu pergi menuju kamar Hinata berada,ketiga cewek jepang mengikuti mereka.


Daniel yang melihat ketiga cewek itu berjalan mengikuti lalu memberi tahu sambil memberikan tanda isyarat memakai tangannya.


"Kalian..Jangan ikut kita..


"Kita mau menghampiri Hinata...


"Kalian di kamar saja..." ucap Daniel


Setelah itu Daniel bersama Bimo dan Lukman berjalan lagi. Ketiga cewek tersebut tak mengikuti mereka.


Daniel,Bimo dan Lukman bisa menggunakan Shuriken dan juga bela diri karena sering ikut latihan.


---***---


Kamar Hana


Nampak Khalisa menyuapi buah anggur ke Diana.


"Sudah kak...Aku kenyang..." ucap Diana tak ingin makan banyak.


Tok....Tok...Tok...


"Bu....Ini Mel bu...." suara Melisa.


Hana bangkit lalu berjalan ke pintu.


" Setahuku jika pakai softlens terlalu lama itu cukup bahaya bagi mata dik..Jadi jangan di pakai terlalu lama.. " ucap Khalisa.


"Kak Putri. ." ucap Melisa lalu duduk.


"Gawat...Jika dia tahu mata keluarga Han..." ucap Melisa dalam hati melihat Khalisa dekat dengan Diana yang terbaring tak berdaya.


"Mel...." ucap Khalisa.


"Iya kak..." ucap Melisa.


"Apakah kamu punya softlens seperti yang di pakai Diana?" ucap Khalisa.


"Softlens..??? Softlens apa kak..?" ucap Melisa bingung.


"Itu loh yang bisa membuat mata kita berubah menjadi warna - warni seperti pelangi ,terus bisa kembali seperti normal kembali...." ucap Khalisa.


"Ooooo... Itu..." ucap Melisa.


" Mana ada aku pakai softlens..." ucap Melisa dalam hati.


Waktu Hana belum berumur 17 tahun, dirinya selalu di jemput oleh orang tua angkatnya untuk pulang kerumah sebelum tanggal kelahirannya. Agar orang - orang yang berada di pondok pesantren tak melihat mata Hana yang berubah - ubah. Orang tua angkat Hana telah di beri tahu ayah kandung Hana sebelum meninggal mengenai mata Pelangi. Ayah kandung Hana sangat percaya dengan pembantunya.


"Coba lihat dek..." ucap Khalisa penasaran dengan bentuk soflens tersebut.


Melisa nampak bingung ketika Khalisa ingin melihat softlens tersebut.


Tiba - tiba..


Tok...Tok....Tok...


"Bu....Ini Ayu bu..." suara Hinata.


Melisa berdiri lalu berjalan ke pintu untuk membukakan pintu.


---***---


Di salah satu ruangan terdapat 2 orang pria yang terikat di kursi. Mereka adalah mata - mata musuh. Di saat Bayu berjalan menuju rumah di sebelah,ia berpas - pasan dengan ayah mertuanya.


"#Apakah ayah sudah menangkap mereka?" ucap Bayu.


"# Sudah..." ucap Kakashi.


ke dua mata - mata itu tak bisa kabur,sebab saat mengganti ban yang kempes karena ulah Bayu dengan ban serep. Mereka di hampiri 3 orang berpakaian ninja warna putih.


Kakashi lanjut berjalan lagi menuju rumah satunya. Bayu mengikuti dari belakang.


Ketika Kakashi masuk,Bayu berdiri tak jauh dari pintu ruangan yang di jaga.


"Masuk gak ya....?" ucap Bayu dalam hati.


Di ruangan itu sudah ada Kiyoshi dan Naruto.


"#Siapa yang menyuruh kalian...?" ucap Naruto.


2 orang itu diam tak menjawab.


"#Apakah kalian orang suruhan clan Uchiha?" ucap Kiyoshi.


Salah seorang ninja berpakaian hitam menghampiri Kiyoshi memberitahukan bahwa Bayu ingin masuk kedalam ruangan tersebut. Kiyoshi pun memperbolehkan.


Tak lama kemudian Bayu masuk dalam ruangan itu dan melihat wajah 2 pria yang terikat di kursi.


"# Maaf kakek.... Apakah mereka dari clan Uchiha?" ucap Bayu.


"#Mereka belum menjawabnya..." ucap Kiyoshi.


Bayu berjalan mendekat ke dua pria tersebut.


"# Jawab pertanyaanku...


"# Apakah kalian dari clan Uchiha?..


Bayu menatap pria yang di ikat secara bergantian.


Mereka diam tak menjawab.


Bayu mengucapkan mantra tapak geninya dalam hati lalu memegang lengan salah satu pria yang terikat tersebut.


"AAAAAAAAAAKKHHHHHH......... " Teriak pria yang di pegang oleh Bayu.


Tercium aroma daging terbakar di saat Bayu memyentuh lengan pria itu


"# Cepat jawab atau aku akan membuatmu cacat seumur hidup?" ucap Bayu.


Keluarga Kiyoshi melihat aksi Bayu kaget,heran dan penasaran memgapa pria itu berteriak padahal hanya di pegang oleh Bayu. Lalu mereka teringat tentang ilmu yang di miliki oleh Bayu.


Pria yang duduk di kursi dalam keadaan terikat melihat rekannya teriak kesakitan merasa heran,sebab hanya di sentuh saja oleh pemuda yang berdiri di dekatnya.


Bayu melepas tangannya dari lengan pria yang terikat tersebut.


Nampak luka bakar di lengan pria itu setelah di sentuh oleh Bayu. Seperti terkena besi yang membara.


" Eh.....!!!!??? pria yang terikat di sebelahnya terkejut melihat tangan temannya melepuh,padahal hanya di sentuh saja.


"# Jawab atau aku sakiti lagi tanganmu?" ucap Bayu.


Kiyoshi,Naruto dan Kakashi memperhatikan tangan mata - mata musuh yang habis di sentuh oleh Bayu.


"# I....I...Iya...Aku di suruh oleh clan Uchiha.." ucap pria yang terbakar lengannya.


"# Apakah bos kalian mengirim orang lagi?" ucap Bayu.


"# Aku tidak tahu....Kami hanya di suruh membuntuti dan mengawasi saja." ucap pria itu lagi.


"Jancoook...

__ADS_1


"# Biar adil maka temanmu juga akan merasakan apa yang tadi kamu rasakan.


Bayu menyentuh lengan ke pria satunya.


"AAAAAAAAAAKKKHHHHHH......" teriak pria ke dua yang terikat saat di sentuh oleh Bayu merasakan tanganya sangat sakit dan terasa panas.


Bayu melepaskan tangannya lalu menghentikan ajian tapak geninya.


Bayu melihat ke arah kakek Kiyoshi.


"# Kakek... Tolong antar Bayu ke tempat kediaman clan Uchiha..." ucap Bayu.


"# Jangan kesana... Itu sangat berbahaya..." ucap Kiyoshi.


"# Kalau kita tidak kesana dan menyerang mereka...


"# Mereka akan terus mengawasi dan menyerang kita kakek...


"# Apakah mereka sering memata - matai keluarga kakel?" ucap Bayu.


"# Kalau untuk di rumah kakek,ini baru pertama kalinya..


"# Jumlah mereka juga sangat banyak... Tak mudah kita menghabisinya... Dan juga kemungkinan mereka meminta bantuan pada polisi..." ucap Kiyoshi.


"# Kalau kakek takut...


"# aku akan ke sana sendirian mencari mereka...


"#Jangan kesana Bayu san...Jika kamu celaka,maka ayah bisa di marahi oleh kakekmu" ucap Kakashi.


"#Aku gak mau keluargaku selalu di teror oleh mereka ayah..." ucap Bayu.


"# Aku gak ingin dirimu kenapa - kenapa di sini...


"# Jika terjadi apa - apa,maka kami akan merasa bersalah pada keluarga besarmu Bayu san..." ucap Kiyoshi.


"# Kakek tenang saja...Bayu tidak akan kenapa - kenapa"


Bayu mengeluarkan Shuriken di balik bajunya.


lalu menekan - nekan ujung Shiriken itu ke lengannya.


"# Lihatlah...


Mereka melihat Bayu menusuk - nusukkan ujung tajam Shuriken tersebut. Mereka menjatuhkan rahangnya ke bawah.


Aksi yang di lakukan oleh Bayu sulit di percaya dengan akal sehat, terutama Kakashi. Ia tak menyangka menantunya mempunyai kelebihan di atas manusia normal. Ia pun tahu jika Shuriken yang di pegang oleh Bayu itu sangatlah tajam. Jika orang biasa maka Shuriken itu bisa menembus lapisan kulit.


"# Jika mereka mengirim pasukannya ke sini.. Aku akan pergi sendirian untuk menyerang mereka..." ucap Bayu.


Kakashi menoleh ke arah Kiyoshi.


"#Bagaimana ini papa?" ucap Kakashi.


"# Baiklah...Tapi kita harus berhati - hati...


"# Mereka juga sudah mengetahui rumah ini... Dan pastinya mereka tak akan tinggal diam..." ucap Kiyoshi.


---***---


Jakarta.


Cafe Mantan.


Nampak Paijo duduk di Gazebo sendirian,di sampingnya ada segelas kopi,di tangan kanan memegang sebatang rokok yang menyala,lalu Paijo memghisap rokok tersebut.


Huuuuufffft.... Asap keluar dari mulut lalu hidung.


Paijo melihat suasana Cafe yang begitu ramai.


"Kalau buka cabang sepertinya bagus ini...


Paijo memgambil hapenya di kantong baju,lalu mengitim pesan ke Cintya.


To Cintya.


Lagi apa Cint.


Paijo mengirim sms tersebut,lalu mengambil gelas.


"Kalau buka cabang,otomatis cari tempat yang strategis,merekrut orang...Terus...


Hape Paijo berbunyi nada pesan. Paijo mengecek hapenya...


From Cintya.


Lagi jalan - jalan sama cowokku.


"Siaaal... Dia sudah punya cowok..


Paijo lantas membalas.


To Cintya.


Maaf jika aku mengganggumu.


Paijo mengirim pesan tersebut.


"Jika orang kaya cepat punya pacar....


"Cantik lagi...


Paijo menghela nafas,lalu mengambil rokok lagi. Sebab rokok yang ia pegang sudah habis.


Huuuufft.... Asap keluar dari mulut dan hidung.


Hape Paijo kembali berdering nada pesan.Paijo mengecek pesan tersebut.


From Cintya.


Gak ganggu kok...Aku malah senang jika kamu sms aku.


Paijo meletakkan kembali hapenya,ia enggan membalas pesan dari Cintya. Hatinya terasa hancur.Wanita yang di sukai ternyata sudah memiliki pacar.Ia juga sadar diri bahwa dirinya orang tak punya. Terlintas pikiran Paijo ingin pulang kampung.


"Hem... Kalau aku pulang kampung..


"Siapa yang ngurus Cafe ini...


" Mamanya Putri bakal sendirian di rumah.." ucap Paijo dalam hati.


Tiba - tiba hapenya berdering nada panggilan.


Paijo mengecek siapa yang nelpon. Nampak di layar hapenya Cintya menelpon. Paijo menerima panggilan tersebut.


"Assalam mu'alaikum...." ucap Paijo.


"Wa'alaikum salam... Kenapa gak balas smsku Jo?" suara Cintya.


"Katanya lagi jalan sama cowokmu... Ya aku gak mau ganggu..." ucap Paijo.


"Cieee.... Lu patah hati ya..." suara Cintya.


"Enggak...." ucap Paijo berbohong.


"Aku itu jalan sama bang Rahman Jo... "suara Cintya.


"Diampuuut... Aku di kerjai..."ucap Paijo dalam hati.


"Kirain sama pacarmu..." ucap Paijo.


" Enggak...


"Eh Jo... kamu gak kepikiran pulang kampung kah?" suara Cintya.


" Ya kepikiran seh... Cuman...


" Siapa yang ngurus Cafe ini... Semua pada pergi... Tinggal aku dan mamanya Putri aja.." ucap Paijo.


"Iya juga seh...


" Gimana... Kamu sudah bisa mengerjakan laporan Cafe?" suara Cintya.


"Mumet aku Cint...


"Mikir pengeluaran,pemasukan,gaji, belum bayar ini...itu... Bikin kepalaku cenat cenut..." ucap Paijo.


" Yang sabar sayang....


"Eh...!!!??? Paijo terkejut dirinya di panggil sayang oleh Cintya namun suaranya tak seberapa jelas saat Cintya bilang sayang.


" Jangan merokok terus..." suara Cintya.


" Lagi mumet aku cint...


"Eh.... Kok kamu tahu aku merokok..?" ucap Paijo lalu berdiri untuk mencari sosok Cintya.


"Ya tahulah... Kamu kan perokok...


" Jika kamu suka sama aku... Berhenti merokok...


Paijo tak menemukan sosok Cintya.


" Katanya suka sama aku,tapi kamu suka menyakiti tubuhmu... Bagaimana bisa kita bisa bersama jika kamu tak sayang dengan badanmu sendiri.. Nanti aku juga kamu gitukan lagi...." suara Cintya.


"Agak susah Cint..." ucap Paijo.


"Berusahalah... Apa kamu tak cinta padaku?" suara Cintya.


"Cintalah Cint... " ucap Paijo.


"Kalau kamu cinta sama aku... Berhenti merokok..." suara Cintya.


"Iya...Aku akan mencobanya...." ucap Paijo.


"Buang rokok yang ada di tanganmu..." suara Cintya.


"Kok kamu tahu aku pegang rokok... Apakah " ucap Paijo terpotong..

__ADS_1


"Aku gak ada di sana... Ne aku lagi dalam perjalananan ke Pare( Kediri)." suara Cintya.


"Ooo... Begitu..." ucap Paijo.


"Apakah kamu bisa berhenti merokok Jo?" suara Cintya.


"Bisa...." ucap Paijo.


"Berhenti sekarang... " suara Cintya.


"Aku habiskan sebungkus ini ya Cint... Habis itu aku berhenti..." ucap Paijo.


"Enggak... Aku gak mau...


"Aku maunya kamu berhenti sekarang...


"Jangan bohongin aku.... Dah dulu Jo...Kita sudah sampai....Assaalam mu'alaikum..." suara Cintya.


"Wa'laikum salam...." ucap Paijo lalu mengantongi hapenya.


"Sial.... Jika aku berhenti sekarang mana bisa...


"Tapi..


" Tunggu dulu... Jika dia di sana... Aku masih bisa merokok...


Terdengar nada pesan.Paijo mengecek hapenya.


From Cintya.


Jangan bohongin aku,meskipun aku tidak ada di sana...Kalau kamu bohong. Aku gak mau lagi berhubungan dengamu.


"Siaaal....


"Mending aku merokoknya sembunyi sajalah...


Paijo ingat jika mamanya Putri dekat dengan keluarga Cintya,bisa jadi Cintya akan bertanya pada bu Intan.


" Tapi... Jika aku ketahuan merokok.. Dia gak mau lagi sama aku...


"Jangkreeek...


Paijo mematikan rokoknya.


"Aku coba sajalah... Jika gak bisa yo wes.. Berarti dia bukan jodohku..." ucap Paijo dalam hati lalu berjalan ke arah ruangannya.


----***---


Jepang


Di kamar Hana.


Hinata duduk di samping Khalisa.Ia meluhat ke Diana matanya terpejam.


"Mel..." ucap Khalisa.


"Iya kak..." ucap Melisa.


"Coba lihat softlensnya.." ucap Khalisa yang ingin sekali melihat sofylens tersebut.


Tok....Tok....Tok... ( suara pintu di ketuk.)


"Maaf bu... Ini aku Daniel...Apakah Ayu ada di dalam" suara Daniel.


"Ada.." ucap Hana.


Hinata berdiri lalu berjalan ke pintu.


Ceklek.... Ceklek.... Kriiieeeeet...Pintu terbuka.


Nampak Daniel,Bimo dan Lukman berdiri.


"Maaf Yuk... Duwe shuriken opo gak ?" ucap Daniel.


"Punya... " ucap Hinata.


" Nganu Yuk...


Bimo bercerita soal pria yang mengikuti saat pulang dari belanja dan Bayu memberitahu soal pria tersebut.


" Ngono Yuk...Kita pinjam shurikennya.." Bimo.


"Tunggu sebentar....


Hinata masuk kedalam,lalu memberitahukan kepada Hana,Melisa, dan Khalisa.


"Jadi kalian jangan keluar dari rumah ini.." ucap Hinata.


"Sial....


"Semoga saja mereka datang ke sini lewat jam 12 siang..." ucap Diana dalam hati.


"Coba saja aku bisa bawa senjataku...Pasti mereka langsung mati ku tembakin..." ucap Melisa dalam hati teringat senjatanya tak bisa di bawa ke Jepang.


Ketiga sahabat Bayu masuk ke dalam dan melihat Diana berbaring di tempat tidur. Lalu duduk.


"Diana masih sakit kah bu...?" ucap Lukman.


"Iya Man..." ucap Hana.


"Diana loro opo bu...?" ucap Bimo.


"Kurang enak badan saja....


"Oh iya....Kalian bisa menggunakan shuriken" ucap Hana.


"Bisa bu..." ucap ketiga teman Bayu serempak.


"Ayu... Apakah di sini ada shuriken?" ucap Hana.


"Ada bu..." ucap Hinata.


"Bu....Gimana kita pergi dari sini ?" ucap Khalisa.


"Bahaya kak..." ucap Hinata.


"Justru jika kita tetap di sini...Kita dalam bahaya..." ucap Khalisa.


"Tenang saja kak... Kakek dan ayahku tidak tinggal diam... Kami sudah mempersiapkannya jika ada ancaman yang berbahaya..


"Jika kita pergi dari sini maka musuh akan dengan mudah membunuh kita kak..." ucap Hinata.


"Bu...." ucap Diana.


"Iya..." ucap Hana.


"Sekarang jam berapa..?" ucap Diana.


"Jam 10.45..." ucap Hana.


Hinata melihat mata Diana yang berubah warna - warni bahkan Bimo juga melihatnya,


"Matanya Diana kok mirip Bayu yo Man?" ucap Bimo.


Khalisa mendengar ucapan Bimo.


Lukman melihat ke mata Diana.


" He eh..." ucap Lukman.


"Awanku juga punya softlens itu,tapi aku kok gak pernah lihat dia memakainya ya.." ucap Khalisa dalam hati.


"Kapan kamu lihat Awanku matanya berubah seperti itu Bim?" ucap Khalisa.


"Lali aku Put... Gak hanya warna - warni saja,bahkan mata Bayu bisa merah dan menghitam semua..." ucap Bimo.


Khalisa teringat sesuatu,yaitu tentang mata Sandi yang pernah berubah menjadi merah semua.Lalu melihat ke arah Hana.


"Bu..." ucap Khalisa meminta penjelasan.


Hana paham maksud tatapan mata Khalisa.


"Baiklah...


"Bimo,Daniel dan Lukman...


"Jangan beritahu siapapun tentang mata ini ya nak..." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap ketiga teman Bayu.


"Dan untuk nak Putri... Jangan beritahu siapapun...


"Mata Diana berubah warna - warni karena faktor keturunan....


"Mata warna - warni adalah keturunan keluarga Han... Sedangkan warna merah dan hitam adalah keluarga Mahendra Put...


"Keluarga Han sengaja merahasiakan ini..." ucap Hana.


"Apakah Putri di anggap orang lain bu di sini?" ucap Khalisa.


"Tidak... Kamu adalah anak ibu...


"Nak Bimo....Lukman dan Daniel...Tolong kalian keluar dulu..." ucap Hana.


"Baik bu..." ucap Bimo,Daniel dan Lukman serempak lalu keluar kamar.


Hana mendekati Khalisa.


Setelah Bimo,Lukman dan Daniel tak ada di kamar.


"Begini ya Put...


"Ada sekelompok orang yang memburu orang - orang yang bisa merubah warna mata...


"Mereka akan menculiknya... Lalu di ambil kekuatan mata itu dengan ilmu hitam...


" Kami tidak ingin hal itu terjadi... Maafin ibu ya Put..." ucap Hana

__ADS_1


----***----


Sementara itu di stasiun kereta api. Nampak puluhan pria keluar dari gerbong kereta sambil membawa tas yang berisikan pedang katana,shuriken,pistol dan berbagai macam senjata lainnya. Mereka adalah pasukan dari clan Uchiha. Mereka mendapat perintah menghabisi semua keluarga Kakashi.


__ADS_2