
Siang harinya.
Nampak Bayu memakai celana panjang,kaos partai sedang membantu pak Anwar membuat perahu dari kayu.
Bayu mengangkat balok kayu ulin,lalu meletakkan di dekat pak Anwar.
" Berapa lama ini jadinya pak?" ucap Bayu.
" Tergantung cuaca..Jika cerah tak sampai sebulan jadi..." ucap pak Anwar.
Pak Anwar di bantu 2 orang anak buahnya.
" Ooo...Satu bulan..."
" Kenapa tidak pakai pasak besi pak?"ucap Bayu melihat sambungan body perahu memakai pasak kayu.
" Jika pakai besi itu berkarat lah dan cepat rusak..." ucap pak Anwar.
Bayu memperhatikan secara detail perahu yang setengah jadi tersebut.
" Lebih awet mana pak..Perahu kayu atau perahu Fiber...?" ucap Bayu.
" Keduanya awet..Amun tinggal perawatannya..Jika kada di rawat ya cepat hancur.. " ucap pak Anwar.
" Lebih kuat perahu kayu daripada perahu fiber mas..." ucap pak Imran yang sedang membolongi papan untuk perahu.
" Oooo....Begitu..."
Bayu merasakan hapenya bergetar panjang,ia pun segera mengambil ponsel di dalam kantong celana.
Nampak panggilan dari Ida.
" Hallo assalam mu'alaikum..." ucap Bayu sambil berjalan menjauh.
" Wa'alaikum salam...Kak Bayu ada di mana?" suara Ida.
" Di tempat kerja bapaknya adek.." ucap Bayu.
" Bisa jemputin adek gak..." suara Ida.
" Jemputin di mana dek?" ucap Bayu.
" Di sekolahan.." suara Ida.
" Bisa...Tunggu ya..." ucap Bayu.
" Iya kak.." suara Ida.
Bayu mematikan panggilan lalu menghampiri pak Anwar.
" Maaf pak,saya tinggal dulu mau jemput Ida..." ucap Bayu.
Bayu tahu di mana sekolahan Ida. Sebab tadi pavi ia sengaja pagi - pagi datang untuk mengantar Ida ke sekolah.
" Iya..." ucap pak Anwar.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." ucap pak Anwar.
Setelah Bayu pergi.
" Pemuda itu baek banget..Baru bertemu saja memberikan rokok 1 slop.." ucap pal Juan anak buah pak Anwar.
" Apakah dia itu menantu piyan?" ucap pak Imran.
" Belum ja lulus,.." ucap pak Anwar.
" Sepertinya dia cocok dengan Ida..." ucap Juan.
***
Sekolah SMA.
Bayu mengendarai motor Supra Fit,ia melihat Ida berdiri bersama 2 orang temannya yang seorang wanita.
Bayu menghentikan motor lalu memberikan helm ke Ida.
" Kada usah pakai helm kak.." ucap Ida.
" Pakai saja...Demi keselamatan.."
Ida menerima lalu naik ke sepeda motor .
Bayu melirik ke spion.Ia melihat Ida belum memakai helm.
" Kalau gak di pakai,motor ini gak jalan loh.." ucap Bayu.
" Kan dekat aja kak...Kadada polisi pang..." ucap Ida.
" Dekat jauh tetap pakai dek...Mau ada polisi atau enggak,kita sudah berusaha agar selamat di perjalanan.."
Ida memakai helm tersebut.
" Pinter...."
Bayu menyalakan sepeda motor.
Ida memeluk Bayu.
" Bukannya kakak gak mau di peluk...Kakak gak mau ada omongan gak enak dari tetangga adek.."
" Tolong...Jangan peluk ya.." ucap Bayu.
Ida melepas pelukannya lalu turun kemudian jalan kaki meninggalkan Bayu dengan muka cemberut.
Bayu segera menjalankan motornya lalu menghampiri Ida.
" Maaf dek...Jangan marah dong..." ucap Bayu.
" Kak Bayu bulik aja sendiri...Kada usah jemputin adek.." ucap Ida.
" Asem...Ngambek lagi..." ucap Bayu dalam hati.
" Ya sudah...Adek boleh peluk kok..Ayo naik.."
Ida tak menjawab,ia terus berjalan kaki.
Bayu turun dari sepeda motor,lalu mendorong.
" Oke...Kakak temanin jalan kaki.." ucap Bayu.
Bayu yang melihat Ida ngambek sambil jalan kaki teringat dengan almarhum Putri.
Sebab Putri pernah ngambek dengan Bayu,gak mau di gonceng naik sepeda.
" Adek persiiis banget.." ucap Bayu.
" Persis dengan Putri?" ucap Ida berjalan tak melihat ke arah Bayu.
" Iya...Dia ngambek,sama kayak adek..Gak ma7 kakak bonceng naik sepeda,sampai di rumah.."
" Malamnya dia datangin kakak,terus minta maaf.." ucap Bayu.
Ida berhenti lalu melihat ke Bayu.Bayu ikut berhenti.
" Dulu kak Bayu di peluk apa enggak sama Putri?" ucap Ida.
" Enggak...Awalnya seh iya..."
" Terus kakak beri tahu dia..."
" Kemudian dia gak meluk kakak,meskipun pacaran.." ucap Bayu.
Ida naik ke motor,lalu berpegangan pada besi.
Bayu segera naik,lalu menyalakan sepeda motor dan menjalankan motor tersebut.
" Maaf ya dek...Bukannya kakak gak suka atau senang.."
" Kakal itu senang banget di peluk dari belakang.."
" Cuman....."
"Kita belum sah jadi suami istri..Dan takut akan ucapan tetangga adek yang tak suka dengan keluarga adek...Begitu.." ucap Bayu.
" Iya kak..." ucap Ida.
" Saling menjaga nama baik keluarga..." ucap Bayu.
Ida memeluk Bayu kembali.
" Kapan kak Bayu melamar adek..." ucap Ida.
" Tunggu adek lulus..." ucap Bayu.
__ADS_1
Ida melepas pelukannya.
Bayu berencana mempertemukan Ida dengan para Istri dan keluarganya nanti malam sebelum pergi ke rumah pakdenya. Sebab masalah tentara china yang mencari dirinya telah ia bunuh.
Sesampai di depan rumah Ida.
Ida turun di ikuti Bayu.
Bayi segera melepaskan helm yang di pakai Ida.
Ida diam sambil melihat wajah Bayu yang memakai masker dan kacamata.
" Maaf ya dek...Seharusnya tadi kakak memakaikam helm.." ucap Bayu.
" Iya kak...Maafin adek ya kak.." ucap Ida.
" Iya..." ucap Bayu.
" Kak Bayu mau mampir..?" ucap Ida.
" Nanti malam aja dek setelah..." ucap Bayu.
" Sore aja gimana kak? Sekalian ajarin adek ngaji.." ucap Ida.
" Heeemmm...Oke..."
" Kakak pulang dulu ya,assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." ucap Ida.
Bayu menjalankan sepeda motornya menuju hotel Blue Sky,tempat di mana keluarganya menginap.
Setelah sampai di hotel rupanya Hana juga ikut,Bayu mengumpulkan istrinya untuk memberitahu rencananya tak lupa memanggil ibunya.
Para istrinya tak masalah Bayu menikah lagi,karena wanita yang Bayu sula sangat mirip dengan Putri terutama Ayu,Diana dan Sulis. Jika tidak mirip,maka mereka tidak mau.
Setelah selesai shalat Isya,Bayu datang ke rumah Ida ibunya sambil membawa Donat , KFC , Martabak manis dan martabak telur.
" Assalam mu'alaikum " ucap Bayu berdiri di depan pintu terbuka,ia melihat Fuad bersama 2 temannya duduk sambil mengobrol.
" Wa'alaikum salam..."
" Masuk Bay.." ucap Fuad.
Bayu dan Hana masuk ke dalam.
Bayu menyerahkan barang bawaan ke Fuad.
Sementara ke dua teman Fuad keluar rumah karrna sungkan ada tamu.
" Ini kang..." ucap Bayu sambil menyerahkan kntong plastik.
" Kada usah repot - repot..." ucap Fuad.
" Gakpapa... Cuman jajan aja.." ucap Bayu.
Fuad menerima.
" Duduk dulu..." ucap Fuad lalu masuk ke dalam.
Bayu duduk di samping Hana.
Tak lama kemudian muncul pak Anwar bersama istrinya.
Bayu bersalaman ke pak Anwar tak lupa cium punggung tangan. Lalu menangkupkam tangan ke ibunya Ida.
Sedangkan Hana menangkupkan tangan ke pak Anwar,lalu cipika cipiki ke ibunya Ida.
Setelah itu mereka pun duduk.
" Maaf pak..Idanya kemana ya..?" ucap Hana.
" Sebentar dia datang..." ucap bu Khadijah.
Tak lama kemudian muncul Ida membawa nampan berisi minuman,lalu meletakkan minuman itu di depan Bayu dan Hana.
Ida bersalaman ke Hana tak lupa cium tangan.
Kemudian muncul Dewi dan Fuad membawa piring berisi kue yang di beli Bayu.
" Silahkan di minum" ucap bu Khadijah.
"Iya.." ucap Hana dan Bayu.
" Pak Anwar..Ibu...Kang Fuad,Ida dan Dewi..."
" Ada ucapan saya yang berbohong,yakni saya kuliah di Poltek.."
" Sejujurnya saya tidak kuliah di situ.."
" Saya minta maaf.." ucap Bayu.
Sementara para istri Bayu berada tak jauh dari rumah Ida. Mereka menunggu kode dari Bayu.
" Iya...Bapak maafin..." ucap pak Anwar.
" Saya datang ke Balikpapan memang saya di minta tolong oleh pak Jien Lie untuk mengurus lahan yang bermasalah..."
" Untuk Ida..."
" Wajahmu memang sangat mirip dengan kekasihku Putri..."
" Putri adalah kekasih sekaligus istri saya.." ucap Bayu.
Eh....!!!?? Ida terkejut.
" Serius kak..?" ucap Ida.
" Demi Allah dan Rasulnya...Saya tidak berbohong.."
" Sebelum saya bertemu dengan putri kembali,ada gadis yang menyukaiku."
" Gadis itu dari jepang datang ke indonesia.."
" Lalu gadis itu bertemu denganku dan juga ibuku.."
" Gadis itu menyukaiku lalu berpindah keyakinannya.."
" Ibuku memintaku agar mau menerima cinta gadis jepang tersebut.."
" Dari kecil hingga sekarang...Saya tak berani melawan perintah ibuku..."
" Saya mengajukan syarat ke ibuku,bila umur saya 25 tahun belum menemukan Putri..Saya mau menerima gadis jepang itu.." ucap Bayu.
" Yang di katakan putraku memang benar,saya ibunya memang meminta dia untuk menerima cinta gadis tersebut. Karena gadis itu rela berkorban jauh dari keluarganya agar bisa mendapatkan Bayu..." ucap Hana.
" Saya memiliki istri,dan saya juga sudah memberitahukan hal ini ke mereka..Sebentar saya panggil mereka.."
Bayu mengambil radio HT.
" Kalian masuklah.." ucap Bayu.
" Ja...Ja..Jadi kak Bayu sudah punya istri?" ucap Ida sambil meneteskan air mata.
" Sudah dek...Jika adek tanya apakah kakak sudah menikah,maka kakak jawab sudah..Adek hanya bertanya apakah punya pacar..Jadi kakak jawab belum punya..." ucap Bayu.
Bayu melihat istrinya berada di depan pintu.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Ayu,Sulis dan Diana.
Sementara Melisa dan Aisyah tidak ikut.
" Wa'alaikum salam.." ucap pak Anwar,bu Khadijah,Bayu,Fuad dan Hana.
" Masuuk.." ucap pak Anwar.
Para istri Bayu masuk ke dalam,dan melihat ke arah Ida. Mereka terkwjut melihat wajah Ida mirip dengan Putri.
" Iya..Mirip..." ucap Sulis.
Sulis menyerahkan tas pancing ke Bayu.
" Mereka adalah istri saya.."
" Awalnya Putri tidak mau aku menduakan dia.."
" Tapi karena dia telah bertunangan dengan pria lain setelah berpisah denganku,maka ia menerima itu sebagai bentuk rasa bersalahnya kepada diriku yang masih setia.."
" Putri meninggal tengah mengandung..."
" Ida."
" Aku sudah mengatakan kepada istriku bahwa aku menyukaimu..."
" Dan mereka juga mau menerimamu,karena Ida sangat mirip dengan almarhum Putri.."
__ADS_1
" Sekarang..Aku ingin mendengar kawabanmu..Apakah kamu mau menerimaku atau tidak.."
Ida diam tak menjawab.
" Adek tenang saja..Adek gak usah kerja,biar kakak yang kerja..."
" Sebab kakak punya usaha yang kakak ceritakan itu adalah benar..Kakak punya usaha tempat nongkrong bersama teman - teman.Tempatnya di Jakarta.."
" Kakak akan membahagiakan adek..Apa yang adek minta..Kakak akan berusaha untuk mewujudkannya.." ucap Bayu.
" Ulun minta waktu berpikir dulu kak.." ucap Ida.
" Ya sudah..."
" Kakak gak maksa..Tapi kakak lebih senang adek menerima,jika menolak. Kakak akan terima itu dengan ikhlas.."
" Besok pagi kakak akan pulang ke Jakarta.."
Bayu menyerahkan tas pancing ke Fuad.
" Kang...Ini alat pancingku tak kasih ke sampeyan.." ucap Bayu.
" Gak usah Bay..Aku masih punya.." ucap Fuad.
" Gakpapa..Di rumahku juga ada..Ini belum ku pakai saat kita ngetrip kemarin...Terima ya kang.." ucap Bayu.
" Terima kasih ya.." ucap Fuad.
" Aku minta maaf kang..Aku ada salah ke sampeyan.." ucap Bayu sambil menyodorkan tangannya.
" Sama..Aku juga minta maaf lah bila ada salah.." ucap Fuad sambil menyambut tangan Bayu.
Bayu memghampiri ibunya Ida.
" Bu..Bayu minta maaf bila Bayu ada salah ke ibu.." ucap Bayu sambil menangkupkan kedua telapak tangannya..
" Iya..Ulun maafin piyan." ucap bu Khadijah.
Bayu menghampiri pak Anwar.
" Pak..Bayu minta maaf..Bayu ada berbohong kepada bapak..." ucap Bayu sambil menyodorkan tangannya.
Pak Anwar memeluk Bayu ,ia mengeluarkan airmatanya.
" Iya..Ulun maafin piyan..Bila ulun punya salah,ulun minta maaf ya " ucap pak Anwar.
" Iya pak..." ucap Bayu.
Pak Anwar melepas pelukannya.
Bayu menghampiri Dewi.
" Dewi..Kakak minta maaf ya.." ucap Bayu.
" Kada mau jika kak Bayu gak ngajakin nonton di bioskop.." ucap Dewi.
" Asem..." ucap Bayu dalam hati.
" Hemmm...Baiklah... Besok kakak tunda kepulangan kakak..Besok malam kita ke bioskop.." ucap Bayu.
" Serius kak?" ucap Dewi.
" Iya...Kakak serius.." ucap Bayu.
" Ya sudah..Aku maafin kak Bayu,tapi setelah nonton di bioskop ya kak.." ucap Dewi.
" Iya..." ucap Bayu.
Bayu menghampiri Ida yang menundukkan kepalanya. Bayu tahu Ida menangis.
" Dek...Kakak minta maaf ya..."
Ida diam tak menjawab.
" Ya sudah kalau gak mau maafin kakak..." ucap Bayu.
" Kenapa piyan gak jujur jika sudah punya bini?" ucap Ida.
" Kakak sudah jujur...Barusan kakak bilang dan istri kakak ada di rumah adek.."
" Jangan takut di kataim merebut lakik orang.."
" Karena kakak tidak menceraikan istri kakak.." ucap Bayu.
" Iya..Tapi kenapa baru sekarang kak?" ucap Ida masih menundukkan kepalanya.
" Maaf baru bisa memberi tahu sekarang..Karena ada hal penting yang harus di selesaikan,jika masalah itu selesai sebelum kasus tanah...Kakak akan langsung jujur kepada adek...Kakak minta maaf.." ucap Bayu lalu berpindah posisi ke semula.
Mereka diam tak ada yang bicara.Hanya suara obak di bawah kolong rumah yang terdengar
" Bay...Sabtu mancing lagi yuk.." ucap Fuad. memecah keheningan.
" Sabtu aku harus di rumah pakdeku kang.."
" Ida..." ucap Ayu
Ida mendongakkan kepala.
" Namaku Hinata biasa di panggil Ayu ...."
Ida melihat ke arah Ayu.
" Jika gak ada Putri,saya tidak menjadi istrinya Bayu.Sebab Putri menginzinkanku menikah dengan Bayu.."
" Alhamdulilah.. Selama penikahanku..Saya merasa bahagia meskipun saya bukan istri pertama. "
" Bayu selalu bersikap adil..."
" Kami tinggal satu atap..."
" Saya sangat merasa senang sekali jika kamu mau menjadi istri Bayu.." ucap Ayu.
Ida diam tak menjawab.
" Saya juga senang,keputusan ada di padamu...." ucap Diana.
Ida tetap diam.
" Meskipun Bayu mempunyai usaha warung makan bersama sahabatnya.."
" Alhamdulilah semua tercukupi...Kami tidak minta macam - macam ke Bayu,yang kami inginkan hanya adil. Adil dalam membahagiakan kami,menafkahi kami,kasih sayang..."
" Bila saya di beri hadiah,semua juga dapat hadiah.."
" Bayu tidak membeda - bedakan istrinya..."
" Apa yang aku makan, semua juga makan apa yang ku makan.."
" Bila makan nasi dan garam..Semua juga makan nasi dan garam.."
" Setiap habis magrib kita mengaji bersama.."
" Karena Bayu bilang kepadaku.."
" Hidup di dunia ini jangan mengejar dunia,tapi biarkan dunia yang mengejar kita."
" Kita sudah berusaha semampu kita, rezeki sudah ada yang mengatur..."
" Kadang lancar,kadang tidak lancar.."
" Seperti pasang surut air laut,kami tetap selalu bersyukur.." ucap Sulis.
Bayu melihat jam tangannya.
" Asem..Sudah hampir jam sepuluh,kirain jam sembilan.." ucap Bayu dalam hati.
Ida tetap diam tak bicara.
" Maaf..Pak ...Ibu...Kami pamit undur diri dulu.." ucap Bayu.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.