SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMAAFKAN MELISA DAN MANCING BERSAMA KELUARGA BESAR


__ADS_3

Keluarga Han melihat Bayu merasa senang sekali,akhirnya Bayu bisa pulang,lalu mereka memeluk Bayu. Bayu tak bisa berkutik ,padahal ia tak ingin memeluknya. Setelah mereka memeluk Bayu.


" Kapan kamu datang Bay.." ucap Kakek Zhang.


" Baru saja mbah..."


" Kok tahu kalau Bayu ada di sini?" ucap Bayu.


" Kakek di beri tahu oleh pengawal.."


" Kamu datang ke indonesia sama siapa?" ucap Jien Lie.


" Sendirian saja ayah.." ucap Bayu.


" Tidak bersama istrimu?" ucap Jien Lie.


" Tidak...Mereka ada di mana ayah..?" ucap Bayu pura - pura belum tahu.


" Mereka pindah ke desa Sragen Jawa Tengah..." ucap Jien Lie.


Bayu melihat jam tangan.


" Maaf..Aku harus kembali ke China..2 jam lagi pesawatku berangkat.." ucap Bayu .


" Kenapa terburu - buru pergi.."


" Nanti saja kamu kembali ke China Bayu.." ucap kakek Zhang mengira Bayu masih lupa ingatan.


" Ya sudah...Tapi mbah hubungi presiden China ya..Bilang kalau aku ada perlu.." ucap Bayu.


" Kakek tak berani berurusan dengan presiden China Bayu.." ucap kakek Zhang.


" Ya sudah..Aku pergi dulu ya...Maaf..Gak bisa lama - lama.." ucap Bayu.


Bayu berjalan keluar,namun tangannya di pegang oleh ibu tirinya Diana yang bernama Lian Ning.


" Jangan pulang Bayu..Besok saja kamu pulang,kami masih rindu padamu.." ucap Lian Ning.


" Iya kak...Besok aja pulang.." ucap Melisa.


" Maaf...Aku gak bisa.." ucap Bayu sambil melepaskan tangan Lian Ning. Lalu berjalan keluar.


" Kak Bayu..." ucap Melisa..


Bayu menghentikan langkahnya lalu mengambil ponselnya,dan menekan tombol hapenya,padahal ponselnya mati. Bayu berpura - pura menghubungi pak presiden China.


" * Halo pak presiden..Maaf menganggu anda.."


"* Aku minta tambahan hari libur.."


"* Iya pak.aku ada urusan."


"* Baik pak..Terima kasih.." ucap Bayu lalu mengantongi hapenya. Ia membalikkan badan.


" Tadi aku sudah nelpon pak presiden.Aku di beri tambahan hari libur selama 1 hari.." ucap Bayu.


" Mayan...Bisa ngerjain 2 keluarga besar sekaligus.." ucap Bayu dalam hati.


Kakek Zhang berjalan ke arah Bayu.


" Bagaimana jika kakek antar ke Sragen.." ucap kakek Zhang.


" Jangan kakek...Nanti musuhku mengikuti kita.." ucap Bayu.


" Sebentar..Kakek hubungi ibumu.." ucap kakek Zhang.


" Jangan kakek..Nanti mereka kenapa - kenapa di jalan,"


" Oh iya...Apakah kakek punya daftar orang - orang yang penah bermasalah denganku ?" ucap Bayu.


" Ada di ruang kerja kakek.." ucap Kakek Zhang.


" Aku haus...Apakah tidak ada air minum?.." ucap Bayu.


" Ambilkan Teh kotak untuk Bayu..." ucap kakek Zhang.


Tak sampai 2 Menit,Teh kotak datang lengkap dengan choki - choki.


Bayu duduk di lantai untuk minum teh kotak. Semua orang juga ikut duduk,tak ada yang berdiri.


" Bismillah." ucap Bayu lalu meminum teh kotak.


" Apakah kamu sudah meningat kembali tentang dirimu Bay?" ucap Tian Fei.


" Baru 3 sahabatku saja yang aku ingat.." ucap Bayu.


" Bagaimana jika Bayu kita suruh lempar Shuriken.Siapa tahu ingatannya kembali.." ucap Kakashi usul ke kakek Zhang.


Kakashi telah lancar berbahasa indonesia.


" Boleh juga.."


" Bayu.." ucap kakek Zhang.


" Iya kakek..." ucap Bayu.


" Bagaimana kita lempar senjata,jika kamu menang,kakek akan beri uang" ucap kakek Zhang


" Aku gak mau kakek.."


" Bagaimana jika mancing.."


" Soalnya aku ingin mancing.."ucap Bayu.


" Hemm...Sebentar..." ucap kakek Zhang.


" Di iayakan saja ayah..Kan waktu itu kita pernah mancing bersama dengan Bayu,siapa tahu ingatannya kembali.." ucap Jien Lie.


" Baiklah...Ayo kita mancing..." ucap kakek Zhang.


" Aseeek....Akhirnya aku bisa mancing..."ucap Bayu dalam hati kesenangan.


Kakek Zhang lantas menghubungi bawahannya yang mengurus kapal pesiar mikiknya untuk menyediakan umpan secepatnya,dan harus ada.


" Ayo kalau mau mancing...Kita berangkat 1 jam lagi.." ucap kakek Zhang.


" Berapa nomor ibuku kek?" ucap Bayu.


" 0811****** itu nomornya.." ucap kakek Zhang.


Bayu menghidupkan ponselnya. Lalu menghubungi ibunya.


Tuuut....Tuuut....Tuuut...


" Assalam mu'alaikum sayang.." suara Hana.


" Wa'alaikum salam bu.."


" Bagaimana keadaan ibu.?" ucap Bayu.


" Sayang kenapa? Kok nanya kabar ibu?" suara Hana.


" Syukurlah baik - baik saja.."


" Maaf bu...Aku hanya dapat liburan 1 hari,jadi tidak bisa bertemu dengan ibu. Ini aku akan pergi memancing dengan kakek Zhang.." ucap Bayu.


" Sayang ngerjain kakek ?" suara Hana.


" Iya bu...Maaf ya bu.." ucap Bayu.


" Ya sudah...Jangan keterlaluan ya,dan jangan berhubungan badan dengan Melisa lagi,jangan minum Alkohol" suara Hana


" Iya bu...Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Hana.


" Bagaimana kamu bisa masuk di sini Bay?" ucap Edwin penasaran,sebab penjagaan perumahan keluarganya sangat ketat.


" Aku kan pasukan elit,sangat mudah bagiku masuk ke sini" ucap Bayu.


" Oh iya...Paman lupa.." ucap Edwin.


Mereka pun mempersiapkan perlengkapan untuk memancing.


Bayu duduk santai di teras rumah menunggu keluarga besarnya siap sambil menikmati teh Kotak dan Choki - choki . Muncul mobil pajero hitam,lalu berhenti. Nampak Melisa keluar dari mobil,lalu menghampiri Bayu.Ia duduk di samping Bayu.


" Kak.." ucap Melisa.


" Apa Mel?" ucap Bayu.


" Kenapa kak Bayu tidak berhenti jadi tentara,lalu pergi dari China." ucap Melisa.


" Tidak bisa..Kakak sudah mencobanya.." ucap Bayu.


" Oh iya..Apakah kakak mengingat janji kakak?" ucap Melisa.


" Janji apa Mel?" ucap Bayu.


" Setelah kakak ambil kesucian Mel..Kakak akan selalu menamin Mel tidur,tapi sebelum tidur,kakak akan menyetubuhi Mel.." ucap Melisa.


" Jiangkreek..."


" Dia sepertinya memanfaatkanku ketika aku hilang ingatan,tapi sekarang aku sudah mengingat semuanya Mel.." ucap Bayu dalam hati.


" Iya kah..." ucap Bayu.


" Iya kak..."


" Nanti di kapal kita tidur sekamar ya kak" ucap Melisa.


" Gak ah Mel.." ucap Bayu.


" Kakak sudah janji loh.." ucap Melisa.


" Janji gundulmu Mel..Yang ada aku jewer telingamu.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengusap rambut Melisa.


" Apakah adik sudah punya pacar?" ucap Bayu mengalihkan topik pembicaraan.


" Sudah kak.."ucap Melisa.


" Apakah adik berhubungan badan dengan pacar adik?" ucap Bayu.


" Enggak kak..."


" Kakak sudah janji akan menyetubuhi Mel, dan kakak melarang Mel bercinta dengan pacar Mel.." ucap Melisa.


" Kampreet..."


" Aku mana ada janji seperti itu...Wooo..Adik semprul" ucap Bayu dalam hati.


1 Jam kemudian mereka pun berangkat menuju kapal pesiar. Mereka di kawal mobil patroli polisi.


Bayu bersama Melisa satu mobil,dan melarang lainnya ikut dalam mobil Melisa.


" Diamput...."


" Aku yang mau ngerjain,malah di kerjain sama Melisa.." ucap Bayu dalam hati melihat Melisa memeluk dirinya.


" Mel" ucap Bayu.


" Iya kak.." ucap Melisa.


" Kalau ingatanku pulih,apakah kamu masih begituan sama kakak?" ucap Bayu.


" Jika kakak mau,Mel juga mau melakukannya." ucap Melisa.


" Jancook...Wasssuu.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan panjang,akhirnya mereka tiba di dermaga. Lalu berjalan ke kapal pesiar.


Keluarga Hatake yang baru pertama kali melihat kapal pesiar milik keluarga Han nampak kagum.


Bayu mendekati kakek Zhang.


" Ini kapal siapa kek?" ucap Bayu.


" Kapal keluarga Han..." ucap kakek Zhang.


4 orang pria mendekati Bayu,mereka adalah Bimo,Lukman,Paijo dan Daniel.


Perlahan kapal pesiar itu bergerak.

__ADS_1


" Weduus..." ucap Bimo.


" Opo keboo..." ucap Bayu.


" Lapo gak nelpon.." ucap Bimo.


" Lupa aku..." ucap Bayu lalu memeluk Bimo.


" Jangan kasih tahu kalau aku sudah ingat,aku sengaja masih lupa ingatan" ucap Bayu pelan.


" He eh..." ucap Bimo.


Bayu melepas pelukannya,lalu memeluk Lukman,ia juga memberi tahu kepada Lukman,Daniel dan Paijo untuk berakting.


Ke empat sahabat Bayu juga senang,bisa mancing lagi memakai kapal pesiar. Biasanya hanya memakai kapal Rahman.


" Jika Hana ikut,mungkin ingatan Bayu muncul kembali yah" ucap Jien Lie sambil melihat Bayu bersama teman - temannya.


" Iya...Tapi waktunya Bayu juga sedikut,besok dia harus kembali ke China.." ucap kakek Zhang.


Setelah sampai di spot mancing,jangkar kapal di turunkan.


Bayu mengambil mic untuk menyudahi aktingnya.


" Assalam mu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..."ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh..." ucap sebagian orang.


" Maafkan atas perbuatanku pada kalian..."


" Aku sengaja mengajak kalian liburan.."


" Sebenarnya..."


" Bayu sudah ingat semuanya..." ucap Bayu.


"APAAAAAAA.......!!!!? " ucap semua keluaraga Han dan Hatake.


" Bayu bukan lagi seorang tentara. Sebab yang bernama Jiang telah tewas saat menjalankan misinya.."


" Yang ada sekarang adalah Muhammad Bayu Samudera Han...Putra dari ibu Hana Oktaviana Han, dan ayah bernama Agus.." ucap Bayu.


" Jancoook..." ucap sebagian orang.


Mereka segera mendatangi Bayu.


" Cucu kurang ajar..." ucap Tian Fei sambil memegang telinga Bayu,tapi tidak di tarik


" Ampun kek...."


" Ini usulannya Bimo...Dia ingin mancing pake kapal pesiar ini.." ucap Bayu.


" JUANCOOK..."


" Pitonah itu mbah...Aku gak ada bilang begitu.." ucap Bimo.


" Kok pitonah bim..Yang benar itu Fatimah.." ucap Lukman.


" Lah...Fatimah kan anak pak susno Duaji.." ucap Bimo.


" Sudah...Sudah..."


" Diam..."


Mereka terdiam.


" Bayu...Apakah benar kamu sudah ingat semuanya?" ucap kakek Zhang.


" Sudah mbah..."


" Kalau belum...Bayu gak bisa ngobrol pakai baha Jepang..Dan Bayu sebelumnya ada di Sragen,lalu ke Jakarta untuk menemui mbah.."


" Kalau gak percaya,mbah telpon saja ibu Bayu.." ucap Bayu.


Kakek Zhang memgambil ponselnya,lalu menelpon Hana. Ia meload speker ponselnya agar bisa terdengar suara Hana.


Tuuut...Tuuut...Tuuut...


" Assalam mua'alaikum kakek..." suara Hana.


" Wa'alaikum salam Hana.."


" Hana..." ucap kakek Zhang.


" Iya kek.." suara Hana.


" Apakah Bayu sudah kembali ingatannya..?" ucap Kakek Zhang.


" Bayu bilang apa ke kakek?" suara Hana.


" Dia bilang sudah mengingat semuanya.." ucap kakek Zhang.


" Iya..Itu benar sekali,Bayu sengaja melakukan itu untuk ngerjain kakek.."


" Soalnya pas Bayu datang kesini di antar Bejo,Bayu berpura - pura menjual pakaian di depan Ayu dan Diana.." suara Hana.


" Oooo...Begitu..Iya..Iya..Kakek paham.."


" Ya sudah kalau begitu..Assalam mu'alaikum.." ucap kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam..." suara Hana.


Kakek Zhang mematikan panggilannya.


" Kita jadikan Bayu umpan bagaiamana yah?" ucap Jien Lie.


" Usulan yang bagus.."


" Tapi..Ikan apa yang mau makan Bayu..?"


" Secara bentuknya aja jelek begitu.." ucap kakek Zhang.


" Jancook..." ucap Bayu.


Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...Ha...Ha... Ssbagian orang - orang tertawa.


Melisa memgetahui Bayu hanya berakting menjadi malu,ia perlahan mundur. Tak ingin bertemu dengan Bayu. Takut di marahi oleh Bayu.


Bayu melihat Melisa mencurigakan gerak geriknya,lantas segera menahan Melisa.


" Mel mau pipis kak" ucap Melisa alasan.


" Ayo kakak antar.." ucap Bayu.


" Gak usah kak.." ucap Melisa.


" Maaf..Bayu mau mengantar Mel dulu.." ucap Bayu lalu memegang tangan Melisa dan berjalan menjauh dari keluarga besarnya.


Setelah menjauh,tak ada siapapun hanya ada dirinya dan juga Melisa.


Melisa nampak ketakutan.


" Mel..."


" Kakak gak marah sama kamu kok.." ucap Bayu lembut,sebenarnya Bayu marah tapi ia tahan.


" Benarkah?" ucap Melisa tak percaya.


" Iya..Tapi.."


" Jangan ulangi ya Mel..."


" Dan jangan melakukannya bila belum sah.."ucap Bayu.


" Maafin Mel ya kak..."


" Mel terpaksa melakukannya "


" Sebab Mel sudah pernah janji pada diri Mel sendiri,bahkan Mel pernah menawarkan ke Kakak,tapi kakak tolak.."


" Begitu kakak hilang ingatan dan bercinta dengan wanita lain,Mel jadi ingin memberikan kesucian Mel pada kakak." ucap Melisa.


" Iya...Kakak sudah maafin.." ucap Bayu.


Melisa memeluk Bayu.


" Makasih ya kak...Mel janji gak akan bercinta sebelum sah.." ucap Melisa.


" Pintarr...Yuk kita mancing.." ucap Bayu.


" Ayo kak.." ucap Melisa. Kini dirinya tidak ketakutan lagi,Melisa pikir Bayu akan di marahi habis - habisan oleh Bayu dan di jauhi. Tapi ternyata tidak,Bayu memaafkan kesalahannya dan masih menyanyangi dirinya.


1 jam kemudian.


Bayu bersama teman - temannya dalam satu kapal.


" Tes... tes..."


" Selamat datang peserta mancing mania.."


" Kali ini akan di adakan lomba.."


" Yang mendapatkan ikan terberat mendapatkan uang sebesar 3 Milyar..."


" Dan untuk ikan terbanyak mendapatkan 1 Milyar,akan tetapi,ukurannya minimal 5 jari. Kurang dari 5 jari tak masuk hitungan.."


" Umpan hanya boleh pakai Udang dan cumi saja...Dan satu Joran.Bila ketahuan melanggar akan di dis.."


" Saya berikan waktu 3 jam..Jadi selesai lomba akan masuk magrib.di mulai dari sekarang.." suara kakek Zhang memakai mic.


Bayu memasang umpan cumi yang sudah di potong ke kail,lalu melempar ke laut.


Baru turun 30 meter,umpannya di sambar ikan. Bayu segera menutup pengaman benang,lalu menggulung reelnya.


" Straaaik....." ucap Bayu sambil menggulung.


" Bayu..." ucap ucap kakek Zhang tak jauh dari Bayu.


" Iya mbah..." ucap Bayu sambil menggulung.


" Kenapa istri dan ibumu tidak kamu ajakin?" ucap Kakek Zhang.


" Di rumah hanya ada mobil pick up mbah.."


Nampak ikan kakap merah muncul.


" Masa iya naik mobil Pick up kesini..Kasian nanti Bintang sama Imam" ucap Bayu lalu memgambil ikan memakai jaring.


" Straaaik..."


" Straaik juga.."


" Dapat... (Suara orang - orang ketika umpannya di makan ikan.)


" Kalau kamu kembali ke sana,bawa saja mobilmu " ucap kakek Zhang.


" Siap mbah..."ucap Bayu sambil memasang umpan,lalu memasukkan ke dalam air.


Baru 20 meter,umpan Bayu di sambar ikan lagi.


" Straaaikk.." ucap Bayu.


" Sepertinya di bawah sarang ikan,baru aja turun sudah di sambar.." ucap Bayu dalam hati.


Tak terasa masuk waktu shalat Ashar.Terdengar suara adzan dari speker.


Bayu mengantungkan jorannya untuk shalat. Ia mengambil botol mineral ,lalu melubanginya untuk wudhu. Teman - teman Bayu juga ikut menggantungkan jorannya,lalu berwudhu memakai botol mineral.


Selesai wudhu,Bayu duduk paling depan,sementara teman - temannya duduk di belakang.


Setelah selesai shalat,Bayu dan teman - temanya lanjut memancing lagi.


" Bay..." ucap Bimo.


" Opo Bim.." ucap Bayu sambil menenggelamkan umpannya.


" Kamu lanjut kuliah lagi gak?" ucap Bimo.


" Enggak Bim...Aku fokus ngurus anakku.." ucap Bayu ,lalu menggulung senarnya,karena umpannya di sambar ikan.


" Kan iso di sambi kuliah Yu.." ucap Lukman.


" Jika aku menemukan siapa dalang yang membunuh Putri..Aku akan kuliah Man.." ucap Bayu sambil mengambil ikannya.

__ADS_1


" Sepi kampus gak ono kowe..Belum lagi gengnya Sambo...Selalu nyariin kamu" ucap Lukman.


" Terus kamu bilang apa ke mereka..?" ucap Bayu sambil meletakkan ikan di box ikan.


" Ya kita bilang gak tahu..." ucap Bimo.


" Jangan teman - teman kampus,orang luar juga ada yang nanyain kamu Yu.." ucap Daniel.


" Siapa Niel?" ucap Bayu.


" Aku gak kenal...Aku jawab aja gak tahu sesuai pesan keluargamu.." ucap Daniel.


" Apakah mereka mata - mata" ucap Bayu dalam hati


" Bulan depan isnya Allah aku akan nikah " ucap Bayu.


" Apaaa....!!! Nikah..." ucap teman - teman Bayu.


" Kowe rabi neh Bay?" ucap Paijo.


" Iyo kang..." ucap Bayu.


"Sama siapa? Sulis kah?" ucap Lukman asal.


" Iya...Kok tahu.." ucap Bayu sambil menggulung rellnya,karena umpannya di makan ikan lagi.


" Sulis sudah sembuh ya Bay?" ucap Daniel.


" Sudah...Tadi malam aku kerumahnya...." ucap Bayu.


" Rumahnya di mana Bay?" ucap Daniel.


" Pacitan..."


" Habis itu aku nikah lagi dengan Aisyah.."ucap Bayu.


" Aisyah..? Aisyah yang mana Bay?" ucap Bimo.


" Cewek yang bersamaku saat di bali itu loh.." ucap Bayu.


" Juancook..." ucap teman - teman Bayu.


" Bayu sak iki tukang kawin yoo.."


" Engko cewek sak planet bumi dirabi karo Wedua.." ucap Lukman.


" Iyo.."


" Terus nak ngentu piye Bo..?" ucap Lukman.


" Paling 10 detik melebu,habis itu pindah ke istri satunya.." ucap Bimo.


" Biyooh...Nesakne bojone yoo..Mosok baru masuk dah di cabut" ucap Daniel.


" He eh...Piye maneh...Bojo akeh kok.." ucap Bimo.


" Diampuuuttt..." ucap Bayu.


" Laah...Awakmu wes duwe bojo Ayu dan Diana, terus ape rabi neh mbek Sulis. Bar ngono Aisyah.."


" Bar Aisyah" ucap Bimo.


" Clara.." ucap Paijo.


" Clara..."


" Eh....!!!Clara endi ?" ucap Bimo.


" Yoo Claramu.." ucap Paijo.


" Juancook.."


" Yen Bayu wani karo aku,ayoo wae..." ucap Bimo.


" Wani ta karo Bayu?" ucap Lukman.


" Ora...Motone koyok demit ngono..." ucap Bimo.


" Jek pacaran sama Clara kah Bim?" ucap Bayu. Sambil memggulung senanrnya.


" Masih...Bapaknya belum mau melepas Clara jika aku gak berhasil bujuk ayah mertuamu Bay.." ucap Bimo.


" Ayahnya Ayu apa Diana?" ucap Bayu.


" Diana Bay.." ucap Bimo.


" Nanti aku bantu.." ucap Bayu.


Tak terasa,box ikan milik Bayu tak muat menampung ikan. Sebab paling kecil berbobot 2 Kg.Hingga ikan pancingannya di letakkan di lantai kapal. Berbagai macam ikan di dapat oleh Bayu,Ada GT,Kakap merah,Tuna dan lain - lain


" Aku lihat kamu baru masukin umpan,sudah narik ikan Bay.." ucap Daniel.


" Di bawah ikannya ngumpul..."


" Mau gantian tempat kah Niel?" ucap Bayu.


" Boleh...Aku baru dapat 6.." ucap Daniel.


Bayu dan Daniel pindah posisi.


Bayu 20 meter,umpan Bayu di sambar umpan lagi.


" Straaaik...." ucap Bayu.


Reelnya berderit .


" Besar ikannya..."ucap Bayu dalam hati.


Nampak ikan GT berukuran besar terlihat,Bayu berusaha menaikkan ikan tersebut agar tidak tenggelam.


" Kang Tolong serok ikannya" ucap Bayu pada pengawal.


" Siap bos.." ucap pengawal.


Pengawal mengambil serokan ikan.Ikan berhasil di selamatkan.


" Besarnya..Pantesan perlawanannya mayan berat." ucap Bayu dalam hati melihat ikan GT seberat 40 kg.


Bayu kembali menaruh umpan di kail,lalu menenggelamkan umpan tersebut. Baru 10 meter umpannya di sambar lagi.


Bayu merasa heran,apakah ini karena aku di beri kekuatan oleh Kumala Sari,sehingga umpanku di sambar terus. Baru saja turun belum mencapai dasar sudah di sambar.


Ia tak merasa lelah menarik ikan tersebut. Malah menjadi semangat.


Tak terasa,kapal yang Bayu naiki penuh dengan ikan,dan waktunya 1 jam lagi akan berakhir.


Pengawal terpaksa memakai jaring untuk menaruh ikan tangkapan Bayu.Lalu jaring itu di letakkan di air. Hingga waktu berakhir.


" Waktu habis..20 menit lagi magrib..Angkat joran kalian,bagi yang masih menarik ikan teruskan,bagi yang tidak,segera angkat jorannya.." ucap kakek Zhang memakai mic.


Bayu yang masih menarik ikan berusaha menggulung senarnya. Begitu berhasil menyelamatkan ikan,pengawal menyerok ikan tersebut. Lalu kapal yang di tumpangi Bayu bergerak ke kapal induk.


1 Jam 20 kemudian.


Bayu berkumpul dengan keluarga besarnya,baik Han maupun Hatake setelah selesai shalat isya.


Ia merasa ada sedikit keanehan pada kedua keluarganya,di mana Haruka bersama pamannya bermesraan bagaikan kekasih.


Kakek Zhang melihat tatapan Bayu.


" Mereka telah menikah..."ucap kakek Zhang.


" Serius mbah?" ucap Bayu.


" Iya...Kakek serius.."


" Jadi..."


" Keluarga Han dengan keluarga Hatake bersatu.. Baik itu dalam pernikahan,mauoun bisnis..Sehingga keluarga kita menjadi kuat.." ucap kakek Zhang.


Bayu melihat Kakashi bersama bibinya.


" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.


"Oh iya..Ini daftar orang yang kamu minta Bay" ucap kakek Zhang sambil menyodorkan sebuah amplop coklat besar.


Bayu menerima,lalu membukanya dan melihat siapa saja daftar orang tersebut.


" Sebastian?" gumam Bayu melihat Sebastian masuk daftar,dan dia sudah bebas. Lalu ada nama - nama yang belum ia kenal.


" Apakah mbah tahu Sebastian tinggal di mana?" ucap Bayu.


" Kakek tidak tahu...Sementara tim masih mencari keberadaannya..."


" Di belakangnya ada daftar orang yang sudah di ketahui alamat tinggalnya,ada pula yang belum di ketahui.." ucap kakek Zhang.


" Semuanya...Ayo berkumpul di restoran..Makanan sudah siap.." suara di speker


" Ayo kita makan dulu.." ucap kakek Zhang.


20 menit kemudian.


Bayu duduk semeja dengan kakek Zhang, kakek Naruto,Tian Fei ,Jien Lie dan Kakashi.


" Insya Allah bulan depan Bayu menikah dengan Sulis dan Aisyah..." ucap Bayu.


Uhukk...Uhuuuk....Uhuuk.... Kakek Zhang tersedak,lalu mengambil air minum.


" Kamu mau nikah lagi Bay?"


" Terus,apakah Diana dan Ayu maaih kurang pelayanannya untukmu ?" ucap Tian Fei.


" Bukan masalah pelayanannya mbah..."


Bayu menceritakan saat dirinya datang kerumah Sulis.


Mereka terkejut mendengar cerita Bayu.


" Untuk Aisyah.."


" Bayu merasa bersalah,dan harus bertanggung jawab..Karena kegadisannya aku ambil paksa, Serta Bayu mencintai dia.." ucap Bayu.


" Jika kamu menikahi Sulis,tak masalah..Taoi untuk Aisyah.."


" Acaranya jangan di Malaysa..Bila mereka tidak mau di indonesia..."


" Jangan mau...Tinggalkan Aisyah."


"Sebab mata - mata pacarmu kemungkinan memantau dia..." ucap kakek Zhang.


" Iya mbah..." ucap Bayu.


Kakek Zhang memgambil Mic di dalam kantong bajunya.


" Tes...Tes.."


" Ehem..."


" Yang sudah selesai makan,jangan meninggalkan restoran,karena sebentar lagi akan ada pengumaman siapa pemenang lomba.." ucap kakek Zhang.


10 menit kemudian.


Kakek Zhang memgumumkan hasil pemenang lomba.


" Yang mendapatkan ikan terbanyak adalaaaah..."


" Bayuu..."


" Dan untuk untu ikan terberat adalah..."


" Siapa hayoo..."


" Hemm..Berhubung sudah malam.."


" Langsung saja...Semua lomba di menangkan Bayu..." ucap kakek Zhang.


" Kok Bayu semua mbah?" ucap Bayu.


" Lah...Terus siapa lagi kalau bukan kamu Bay.."


" Yang menghitung bukan kakek.."


" Kakek hanya membaca laporan saja.." ucap kakek Zhang.

__ADS_1


" Baiklah mbah...Bayu terima.."


" Uang itu sebagian akan Bayu bagi - bagikan kepada orang yang membutuhkan.,sebagian lagi akan Bayu sumbangkan ke mesjid dan Bayu pakai sendiri" ucap Bayu.


__ADS_2