
4 orang tamu melihat seorang pria duduk di kursi.
" Dia jujur..." ucap wanita memakai bahasa cina kepada anak buahnya.
" Silahkan duduk.." ucap pak H. Ridwan.
Mereka kemudian duduk di kursi. Bayu mengintintip dari balik kain korden penutup ruangan. Sementara,para pengawal sebagian masuk dari toko,dan sebagian lagi berjalan mengendap - endap ke pintu rumah. Bantuan pasukan Han muncul. Mereka berjaga di jalan keluar,agar musuh tak bisa lari.
Wanita itu mengeluarkan berkas dari tasnya. Lalu meletakkan di meja.
" Maaf jika kami datang malam hari,sebab kami sedang sibuk mengurusi banyak pasien pak.." ucap pria 1.
" Iya gak apa - apa.." ucap pak H. Ridwan.
" Begini...Cucu bapak mengalami penyakit yang sangat langka,kemungkinan itu di pengaruhi dari faktor keturunan...Bila tidak segera di obati,maka mata cucu bapak mengalami kebutaan..." ucap pria 1.
" Hemm...Begini...Saya tidak bisa menghubungi anak saya... Bisakah bapak menolong saya untuk bicara sebentar saja..." ucap pak H. Ridwan.
" Maaf sekali bapak... Kami tidak bisa...Jika mereka berada di rumah sakit,maka bisa.." ucap pria 1 berbohong.
" Maaf...Apakah anda ini tunangannya anak dari bapak Ridwan?" ucap wanita.
" Iya betul..Ada apa bu ?" ucap Rahman.
" Tidak ada apa - apa..." ucap wanita.
" Baiklah.."
" Apakah sebelumnya ada pernah kejadian seperti ini di keluarga bapak?" ucap pria 1.
" Tidak pernah...Baru kali ini terjadi.." ucap pak H. Ridwan.
" Baik..."
" Apakah di keluarga bapak atau kenalan bapak punya mata seperti cucu bapak?" ucap pria 1.
" Pak...Aku kebelakang dulu...Kebelet..." ucap Rahman sesuai arahan dari Bayu.
" Iya..."
Rahman berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi. Ia melewati Bayu yang sedang mengintip.
" Hem..."
" Dari keluarga tidak ada..."
" Cuman..." ucap pak H. Ridwan.
" Cuman apa pak?" ucap wanita.
" Aku dengar dari teman...Ada yang memiliki mata hitam semua..." ucap pak H. Ridwan.
" Mata hitam semua ya...."
" Kalau boleh tahu...Di mana pemilik mata hitam semua itu..." ucap pria 1.
" Oh iya...Hampir lupa..."
" Aku belum membuatkan minum untuk kalian..."
" Annisa..."
Tak ada jawaban dari Annisa. Padahal Annisa mendengar suara ayahnya.
" Sebentar ya...Saya tinggal dulu..." ucap pak H. Ridwan.
" Gak perlu repot - repot pak...Kami hanya sebentar saja.." ucap pria 2.
Bayu bersiap siaga bersama para pengawal sesuia arahan Bayu. Ia tak ingin pak H. Ridwan di jadikan sandera oleh mereka.
" Jika ada tamu...Maka wajib memberi minum...Maaf aku tinggal sebentar.." ucap pak H. Ridwan lalu berdiri dan berjalan ke dalam untuk menjauh dari 4 orang tersebut.
Begitu aman,Bayu muncul dari dalam,di balik bajunya terdapat pistol,borgol,dan shuriken.
" Ada tamu rupanya..."
Bayu berdiri di belakang kursi yang di duduki oleh pria,sambil melihat 4 tamu tersebut.
" Kalian mencari informasi apa?" ucap Bayu.
" Anda siapa?" ucap wanita.
" Aku adik sepupu dari bang Rahman..."
Bayu menyentuh kedua pundak pria di depannya.
" Kalian mencariku?" ucap Bayu.
" Maksud anda apa?" ucap pria 1.
Bayu mengubah matanya menjadi hitam semua.
Ke tiga tamu itu terkejut melihat mata pemuda yang datang itu menghitam semua.
Bayu mencengkram leher pria di depannya.
Pria itu meronta - ronta,karena lehernya sakit dan tak bisa bernafas.
" Katakan padaku,kalian bawa kemana Sulis...Tau aku bunuh temanmu" ucap Bayu.
Wanita itu mengeluarkan pistol.
" Lepaskan teman saya,atau kamu ku tembak.." ucap wanita.
" Tembak saja..." ucap Bayu menantang.
Kemudian Bayu memutar leher pria itu.
KRETEEEK....( Suara tulang leher)
Pria yang di pegang Bayu tewas di tempat.
Doooor.....
Dooorrr....
Doorrr....
Wanita itu melepaskan tembakan ke arah dada Bayu.
Namun ia sungguh terkejut,Pemuda yangbia tembak tak terluka.
Ke dua pria itu lantas menyerang Bayu.
Belum sempat menyentuh Bayu.
Kaki mereka di tembak oleh pengawal Bayu.
Dooorr...
Dooorr...
Dooorr...
Doorr....
Wanita itu terkejut,ia tak memyangka jika dirinya telah di kepung. Ia pikir bila datang malam hari maka tak ada yang menyergapnya.
Bayu melompat saat pasukannya menembak kaki musuh ke arah wanita yang memegang pistol. Untuk merebut pistol.
Kedua pria itu terjatuh,karena kakinya terkena tembakan.
Bayu berhasil merebut pistol di tangan wanita itu sebelum menembak ke arah para pengawalnya,lalu mengeluarkan borgol.
kleek...Kleek....
Bayu berhasil memborgol kedua tangan wanita itu.
Para pengawal memborgol kedua pria yang tersungkur di lantai.
Wanita itu berusaha melepaskan diri.
" Jawab pertanyaanku dimana Sulis kamu sembunyikan..." ucap Bayu masih menahan tangan wanita itu.
" Tidak akan aku beri tahu..Mereka akan datang kemari untuk mencarimu.." ucap wanita.
Pengawal memasang borgol di kaki wanita itu agar tak bisa lari.
" Periksa dia pak.." ucap Bayu.
" Maaf bos...Dia wanita.." ucap pengawal.
" Gakpapa...Periksa aja.." ucap Bayu.
Pengawal memeriksa wanita itu.Saat memeriksa bagian dada,Tangan masuk kedalam gunung kembar wanita itu mencari barang yang di sembunyikan. pegawal menemukan alat kecil di balik BH.
Nampak dompet,magazin,dan telpon seluler di keluarkan oleh pengawal. Lalu ada sebuah kotak.
" ALat apa itu pak? " ucap Bayu.
Pengawal memeriksa alat tesebut.
Nampak sebuah perangkat elektronik.
Pak H. Ridwan dan keluarganya muncul bersama Rahman.
" Ini seperti alat pelacak bos....Apakah perlu di hancurkan" ucap pengawal.
" Jangan di hancurkan...Kita buat umpan saja..." ucap Bayu.
Bayu menormalkan matanya.
" Baik bos..." ucap pengawal.
__ADS_1
" Periksa yang lainnya..." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap para pengawal.
" Kamu salah jika berurusan denganku..."
" Aku akan menghancurkan kalian semua...Bahkan negara cina aku hancurkan,karena kalian telah mengganggu keluargaku."
" Bawa mereka...Yang wanita ini jangan di siksa...Biar aku saja yang mengintrogasinya..."ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap pengawal.
Ke 3 orang itu di bawa keluar bersama mayat temannya.
Nampak pengawal membersihkan noda darah di lantai.
" Bay...Siapa sebenarnya mereka itu?" ucap Rahman penasaran.
" Mereka adalah sindikat pencari mata aneh seperti Ayub..." ucap Bayu.
" Mata aneh?" ucap Rahman.
Annisa sempat melihat mata Bayu yang menghitam semua,ia pun terkejut.
Tangan Bayu di pegang oleh Annisa.
" Ikut gue..." ucap Annisa.
" Ikut kemana Nis?" ucap Bayu.
Annisa tak menjawab,ia menarik tangan Bayu.
Mau tak mau Bayu mengikuti Annisa.
Setelah agak menjauh dari ruang tamu.
" Katakan padaku... Apa Ayub itu anak lu,dan Sulis selingkuh dengan lu" ucap Annisa sambil menatap wajah Bayu.
" Anakku? Ya gak mungkin lah" ucap Bayu mengeles.
" Jangan bohong..."
"Tadi gue lihat mata lu hitam semua.." ucap Annisa nyaring.
Rahman mendengar ucapan Annisa barusan begitu juga pak H. Ridwan dan keluarganya. Merek memghampiri Annisa yang bersama Bayu.
" Siaal...Kenapa tadi aku sembrono...Wasssu..." ucap Bayu dalam hati.
" Cepat katakan... "
" Gue pikir lu itu orang alim..".
" Gak tahunya cowok bajingan....Sudah punya 3 istri masih ngincar istri orang.."
Bayu melihat pak H. Ridwan bersama keluarganya dan Rahman.
" Apakah lu gak puas dengan pelayanan mereka...Sehingga lu bermain dengan Sulis?"ucap Annisa.
" Baiklah..."
" Ini murni bukan kesalahanku Nisa..." ucap Bayu.
" Bukan kesalahan lu...?"
" Terus salahnya Sulis gitu.. Dia godain lu..Dan lu mau di godain kemudian ngen****n Sulis. " ucap Annisa.
" Bukan...Ini karena Kumala Sari..." ucap Bayu.
" Kumala Sari... ??"
" Apakah dia selingkuhan lu?"
" Apa dia cewek simpanan lu..?" ucap Annisa.
" Kamu mau tahu siapa Kumala Sari itu?" ucap Bayu.
" Gak penting..."
" Gue sudah tahu kebusukan lu..."
" Mulai sekarang..."
" Jangan lagi datang kerumah gue...Pergi dari rumah gue sekarang" ucap Annisa.
Bayu memegang tangan Annisa. Lalu ia mencoba ilmu yang di berikan oleh Kumala Sari.Bayu memikirkan pintu gerbang alam ghaib.
Bayu dan Annisa tiba - tiba menghilang.
Pak H. Ridwan dan yang lainnya terkejut. Melihat Bayu dan Annisa menghilang.
" Kemana Bayu pak?" ucap Rahman.
" Bapak gak tahu...Yang tahu hanya Allah.." ucap pak H. Ridwan.
***
Bayu dan Annisa muncul kolam yakni pintu gerbang alam ghaib yang menghubungkam dengan dunia manusia.
Tiba - tiba,sebuah tangan mendarat di pipi Bayu.
PLAAAAK.......
Annisa menampar pipi Bayu.
" Sakit tahu..." ucap Bayu.
"Bangsat....Lepasin tangan gue...Gue gak mau di sentuh oleh manusia busuk seperti lu" ucap Annisa tak sadar bila dirinya berada di alam ghaib.
Bayu melepaskan tangan Annisa.
Annisa kemudian berjalan meninggalkan Bayu.
Bayu yang melihat Annisa belum menyadari kalau dirinya berada di alam ghaib duduk di tanah menunggu Annisa muncul.
Saat Annisa berjalan menjauhi Bayu,
" Dasar manusia laknat...Bisa - bisanya dia godain Sulis,dan ngajakin selingkuh..."
Annisa melihat sekitar nampak aneh. Lalu berhenti melangkah.
" Perasaan tadi di rumah..."
Annisa melihat banyak pohon, suasana angker terasa menyelimuti dirinya.
" Kok gue ada di sini..."
Hi...Hi...Hi....Hi....Hi....(suara kuntil anak).
" Suara siapa itu?"
Hi....Hi...Hi....Hi....Hi...
" Jangan... Jangan..."
Bulu kuduk Annisa berdiri.
Nampak Kuntil anak menghampiri Annisa dari depan.
Annisa yang melihat hantu Kuntil anak yang berada di depannya nampak ketakutan. Sebab ia baru kali ini melihat sosok hantu yang nyata. Biasanya ia hanya melihat di film saja. Itu pun ia memejamkan mata tak berani melihat lama.
Wajah Kuntil anak itu sangat menyeramkan di banding di film yang ia tonton.
" Ha...Ha...Hantuuuu...."
Annisa lari terbirit - birit ke arah di mana Bayu berada.
" Toloooooong......"
Annisa melihat Bayu sedang duduk menundukkan kepala lalu ia cepat - cepat menghampiri Bayu.
" Mas...Tolongin gue....Di sana ada hantu.."
Annisa menggoyang - goyangkan tubuh Bayu.
Bayu diam tak menjawab.
Hantu kuntil anak datang menghampiri
Annisa kemudian memeluk Bayu tak berani melihat hantu Kuntil anak tersebut.
" Aku takut mas...." ucap Annisa.
" Katanya aku manusia busuk..."
" Kok kamu peluk..." ucap Bayu tetap menunduk.
" Ada hantu mas.....Gue takut...." ucap Annisa.
Bayu mendongakkan kepala lalu melihat ke arah Kuntil anak.
" Pergi sana....Jangan ganggu dia..."
Kuntil anak itu pergi meninggalkan Bayu.
" Dah pergi...Gak usah peluk aku...Nanti badanmu bau busuk.." ucap Bayu.
" Ini di mana seh?"
" Kenapa kita ada di sini...Gue takut mas..." ucap Annisa masih memeluk Bayu.
" Dunia ghaib milik Kumala Sari...Cewek yang kamu tuduh selingkuhanku.." ucap Bayu.
" Ja..Ja...Jadi...Kumala Sari itu.." ucap Annisa lalu melihat ke Bayu.
__ADS_1
" Dia makhluk ghaib penguasa alam ini..."
" Saat lebaran kita pergi ke rumah pakdeku..."
" Aku dan Sulis di culik oleh dia.."
" Terus aku kena ajiannya.."
" Aku melihat Sulis menjadi Putri.."
" Lalu aku bercinta..."
" Kejadian itu sebelum Sulis menikah dengan abangmu..."
" Jadi..."
" Bukan aku atau Sulis yang merayu.."
" Apakah kamu ingin bertemu dengan dia?" ucap Bayu.
" Enggak...Enggak..Aku gak mau.." ucap Annisa.
" Apakah kamu masih menuduhku menggoda Sulis atau Sulis menggodaku?"
Annisa diam tak bicara.
Bayu memegang tangan Sulis lalu ia menggunakan ilmunya lagi untuk berpindah tempat menuju istana Kumala Sari.
Bayu dan Sulis menghilang.
***
Istana Kumala Sari.
Bayu dan Annisa muncul di teras bangunan utama.
Annisa terkejut,melihat suasana dan pemandangan berubah.
" Kita di mana mas?" ucap Annisa.
" Ini adalah Istana Kumala Sari..."
" Dia menganggapku sebagai suaminya..."
"Apakah kamu masih menuduhku?" ucap Bayu.
Kumala Sari muncul bersama pasukannya.
" Suamiku.... Siapa wanita yang bersamamu..?" ucap Kumala Sari.
Annisa melihat ke arah Kumala Sari dari ujung kaki hingga kepala.
" Apakah tante yang bernama Kumala Sari...?" ucap Annisa.
" Lancang sekali kamu langsung memanggil namaku.." ucap Kumala Sari marah. Lalu menggerakkan tangan kanannya.
Tiba - tiba kedua tangan Annisa menyatu,lalu muncul tali yang mengikat tangannya.
" Ma...Ma...Maaf..." ucap Annisa ketakutan.
" Dia temanku...Maafin dia ya cantik..." ucap Bayu.
" Baiklah...Aku maafin kamu...Dasar manusia tidak punya tata krama.." ucap Kumala Sari.
" Aku pergi dulu ya..Nanti kembali lagi membawa sesuatu untukmu.." ucap Bayu.
" Apa itu suamiku..?" ucap Kumala Sari.
" Kejutanlah...Aku pergi dulu.." ucap Bayu.
Bayu dan Annisa menghilang.
****
Rumah pak H. Ridwan.
Annisa dan Bayu muncul di tempat semula. Namun tangan Annisa masih terikat.
Annisa yang melihat suasananya berubah menjadi rumahnya terkejut.
Ibunya Annisa yang melihat mereka muncul lalu datang memghampiri.
" Enyak....?" ucap Annisa.
" Iye.."
" Lu dari mana tadi..Kenapa tiba - tiba menghilang..?" ucap ibunya Annisa.
" Maafin saya bu..."
Pak H. Ridwan dan Rahman muncul.
" Tadi saya bawa Annisa ke alam ghaib agar Annisa percaya dan tidak memfitnahku..." ucap Bayu.
" Apakah tadi nak Bayu menemui Kumala Sari ?" ucap pak H. Ridwan.
" Iya pak haji.." ucap Bayu.Lalu melepas ikatan Annisa.
" Nisa....Apa yang di ucapkan oleh Bayu itu adalah kebenaran...Babe percaya padanya..." ucap pak H. Ridwan.
" Iya be...."
" Maafin gue ya mas.." ucap Annisa.
" Iya....Aku maafin..Dan aku minta maaf telah membawamu ke alam ghaib..."
"Oh iya.... Kan kamu calon dokter..."
" Suatu saat pasti menemui hal - hal yang berhubungan dengan hantu.."
" Masa lihat Kuntil anak aja langsung ketakutan" ucap Bayu.
" Gue itu gak pernah lihat mas...Baru kali ini lihatnya.." ucap Annisa.
" Mau lihat lagi..?" ucap Bayu lalu berdiri.
" Ogaah..." ucap Annisa lalu mencoba berdiri.
Bayu membantu Annisa berdiri.
" Sepurane loh kang...Calon bojomu tadi ku culik sebentar...Soalnya kalau gak gitu dia gak percaya." ucap Bayu.
" Iya..Gimana caranya kamu bIsa menghilang Bay." ucap Rahman penasaran.
" Aku di beri ilmu oleh Kumala Sari,penguasa air terjun kedung pedut..." ucap Bayu.
" Kok bisa dia ngasih ilmu itu?" ucap Rahman.
" Dia menyukaiku...Tapi aku gak suka..."
" Sampeyan mau tak kenalin kah kang?"
" Siapa tahu Kumala Sari naksir sampeyan.."
" Cantik loh orangnya.." ucap Bayu.
" Apaaa? Coba kamu ulangi lagi mas " ucap Annisa sambil melotot.
" Jangan marah,aku hanya bercanda...Nanti Kuntil anaknya datang lagi loh..." ucap Bayu.
" Gue gak takut sama dia.." ucap Annnisa.
" Serius..Gak takut..."
" Ayo kita temui dia lagi.." ucap Bayu sambil mengulurkan tangan.
Seketika Annisa ketakutan.
" Ja...Ja...Jangan mas....Aku bercanda..." ucap Annisa.
" Ya sudah kalau begitu...Saya pamit undur diri dulu..Ada hal yang penting mau saya urus.." ucap Bayu.
Bayu bersalaman ke pak H. Ridwan tak lupa cium tangan. Lalu bersalaman ke Rahman.
Tiba - tiba ia teringat tasnya.
" Tasku mana Nis?" ucap Bayu tak melihat tasnya yang di letakkan di ruang keluarga.
" Gak tahu..." ucap Annisa berbohong. Padahal ia yang menyembunyikan tasnya Bayu.
" Yo wes.....Tolong cucikan bajuku ya.. Kalau enggak nanti di datangi sama mas ocong loh.." ucap Bayu.
" Ogah...." ucap Annisa.
" Pak haji...Semuanya...Aku pulang dulu ...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap pak H. Ridwan dan Rahman.
Bayu berjalan ke pintu depan.
" Tunggu mas..." ucap Annisa.
" Ku tunggu di depan Nis " ucap Bayu.
Setelah di teras rumah.
Bayu berjalan ke depan menunggu Annisa.
Tak lama kemudian Annisa muncul membawa tas Bayu,lalu menyerahkan tas tersebut.
" Suwun...Aku balik dulu Nis...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap Annisa.
__ADS_1
Bayu berjalan menuju mobil ya yang terparkir agak jauh. Setelah sampai,Bayu masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya.
Sementara para pengawal lainnya memancing kawanan musuh tersebut ke suatu tempat untuk menyergapnya.