
Nampak Bayu memakai seragam militer China,penampilannya sangat berbeda dari biasanya. Di sampingnya ada Xiang. Mereka berjalan menuju mobil Dinas militer.
Xiang duduk dikursi depan bersama Bayu. Bayu duduk di kursi kemudi.
Setelah itu Bayu menjalankan mobil dinas itu ke markas,untuk menemui sang Jendral.
Sementara pengawal Xiang mengikuti dari belakang.
" #Apakah di kantor tidak ada rapat?" ucap Bayu.
" Ada...Tapi itu tidak terlalu penting.." ucap Xiang.
" # Kemungkinan aku akan lama di sana.." ucap Bayu.
" Tidak apa - apa... Yang penting sayang tidak jauh dariku..".
" Dan aku ingin selamanya di sampingmu.." ucap Xiang.
" Jiangkrek...."
" Kok sekarang malah jadi begini seh..Dia malah nempel.terus.seperti perangko.."
"Emang bener kata para pujangga,hati wanita itu susah di tebak..."ucap Bayu dalam hati.
" Baru nyadar to Bay?" suara Jalu.
" Asem....Nyahut aja pakde ini.." ucap Bayu dalam hati.
" Aku punya mulut kok..Ya suka - suka aku lah.."
" Wanita itu kadang jinak kadang liar dan kadang beringas..." suara Jalu.
Xiang melihat kerah Bayu yang sedang menatap ke arah depan.
" Mbak Sekar tipe cewek apa pakde?" ucap Bayu dalam hati.lalu melihat ke depan.
" Gak wani ngomong aku Bay.." suara Jalu.
" Kenapa pakde gak berani ngomong?katanya pendekar terhebat seluruh nusantara" ucap Bayu dalam hati.
" Diampuut...Wonge ono nang sandingku..." suara Jalu.( Orangnya ada di sampingku).
" Katanya berani...Piye to..." ucap Bayu dalam hati.
" Bahas liyane wae...Tiwas awakku aboh kabeh..." suara Jalu.( Bahas yang lainnya saja..Nanti tubuhku luka semua)
" Apa yang kamu pikirkan?" ucap Xiang.
Bayu menoleh ke Xiang.Lalu melihat ke depan.
"# Aku hanya memikirkan dirimu...Kenapa sayang sangat menyukaiku..."
"# Padahal aku ini orang miskin,yang sedang mencari keberadaan orang tuaku.." ucap Bayu.
" Kapan terakhir kali sayang melihat kedua orang tua sayang?" ucap Xiang.
"# Kalau tidak salah,waktu itu umurku 7 tahun.."
"# Setelah aku pulang bermain bersama teman - temanku.."
"# Aku tak menemukan kedua orang tuaku.."
"# Tetanggaku bilang bahwa rumahku habis di datangi beberapa pria.." ucap Bayu.
"Apakah paman dan bibimu masih ada?" ucap Xiang.
" # Tidak ada...Aku hanya seorang diri"
"# Untung ada tetangga yang baik hati merawatku..."ucap Bayu.
" Seminggu lagi akan ada rapat,semua pimpinan perusahaan akan datang.."ucap Xiang.
" Ya Allah...Apa yang harus hamba lakukan.."
" Setiap rencana yang aku buat selalu berubah - ubah.."
" Aku tak ingin membuat istriku yang ada di Indonesia marah kepadaku dan mereka menunggu kedatanganku..." ucap Bayu dalam hati.
" Aku pikir,menjadi orang dewasa dan menjadi orang nomor satu terkaya itu sangatlah menyenangkan.."
" Akan tetapi..."
" Setelah aku menjalaninya..."
" Aku ingin kembali seperti dulu lagi.."
" Bebas.."
" Tak ada beban pikiran..."
" Setiap hari kuliah.."
" Bekerja.."
" Bertemu pengusaha.." ucap Xiang.
" # Sama...Aku pun begitu.."
"# Akan tetapi..Setiap masalah yang kita hadapi itu ada manfaatnya.."
"# Kita bisa tahu cara untuk menyelesaikannya, karena sebelumnya kita pernah menghadapinya.."
" # Dan...."
"# Jangan terbawa emosi.."
"# Dulu..."
" # Hidupku ini tidak mudah seperti saat ini.."
"# Dulu sangat jarang makan memakai daging ayam.."
" # Sekarang aku bisa sepuasnya makan..."ucap Bayu.
Tak terasa mereka tiba di halaman parkir markas Militer.
Bayu membukakan pintu untuk Xiang.
Setelah itu Bayu berjalan ke sebuah gedung utama bersama Xiang. Mereka melewati puluhan tentara yang sedang berjalan berbaris.
Xiang memegang lengan Bayu.
Setelah mereka berada di dalam gedung utama.
Bayu menghampiri seorang wanita berpakaian militer.
"# Maaf nona (.Bayu melihat tag nama) Shoyung... Ruangan pak Han Lie Xing ada di mana? "
" Ada di lantai 3.." ucap wanita itu.
"# Terima kasih nona..." ucap Bayu lalu berjalan lagi.
30 menit kemudian,Bayu menemukan ruangan jendral Han Lie Xing.
" Aisssh...Orangnya belum datang lagi.." ucap Bayu dalam hati lalu menoleh le lorong.
Nampak 15 orang berjalan,diantara mereka. Ada 2 orang yang Bayu kenal.Yakni Jendral Han Lie Xing dan Mayor Jendral Thang Shin.
" Jiang......!!!.." ucap Mayjen Thang Shin yang melihat Bayu terkejut.
Setelah mereka dekat. Bayu memberi hormat,dan melihat pangkat yang ada ke semua orang yang datang. Rupanya yang datang itu memiliki kedudukan yang paling tinggi.
Lalu Bayu bersalaman.
__ADS_1
"Kapan kamu kembali? Aku pikir kamu telah tewas.." ucap Mayjen Thang Shin.
" #siap...2 hari yang lalu pak.." ucap Bayu.
"Ada nona Xiang rupanya..."
" Maaf nona Xiang..Anda tidak diperkenankan masuk..Karena ini rahasia.."ucap Jendral Han Lie Xing.
" Iya..Aku tahu itu..Aku akan menunggu..Hubungi aku jika sudah selesai.." ucap Xiang.
" Baik...Nanti aku akan menghubungi nona jika sudah selesai.." ucap jendral Han Lie Xing.
" Gendeng..Jendral aja seperti anak buahnya... "
" Kok bisa gitu ya.." ucap Bayu dalam hati,penasaran akan status Xiang dalam militer.
Xiang berjalan meninggalkan Bayu.
Lalu Bayu dan yang lainnya masuk ke dalam dan duduk. Beberapa orang belum hadir,karena ada beberapa kursi masih kosong.
Jendral Han Lie Xing membuka suara.
" Maaf..Bagi yang belum mengenal dengan Jiang,aku akan memperkenalkannya.."
" Nama lengkapnya Jiang... Nomor Identitasnya 10021987AD.."
" Jiang ini seorang tentara yang memiliki nilai akademik yang sangat bagus. Berbagai misi di jalankan dengan nilai yang sangat sempurna.."
" Misi terakhir yang di jalankan mengalami gangguan,yakni di serang saat terbang menggunakan pesawat Helikopter.."
" 4 pesawat hancur termasuk Jiang..."
" Aku berpikir Jiang tidak selamat..Akan tetapi pikiranku salah...Dia selamat meskipun pesawat yang di tumpanginya terkena serangan.." ucap Jendral Han Lie Xing.
" Jiang...Bagaimana kamu bisa selamat? " ucap Mayjen Thang Shin
6 orang datang lalu duduk.
"# Siap...Aku melompat sebelum pesawat meledak pak.." ucap Bayu.
" Apakah ada yang selamat selain kamu?" ucap pria 1.
" #Siap... Aku tidak tahu pak,sebab keadaan gelap ..Dan..."
" # Banyak pasukan pemberontak.."
"# Kemungkinan mereka selamat namun nyawanya tidak bisa di selamatkankan.."ucap Bayu.
" Baiklah...Kita mulai saja rapat ini..." ucap pria 2.
Akhirnya mereka rapat membahas parade militer.
Bayu diam saja,dan menyimak pembicaraan para petinggi Militer China. Ada yang dari angkatan Darat,Angkatan Laut dan Udara.
" Oalah...Begini rupanya.."
" Pantesan aja acaranya berjalan sukses..." ucap Bayu dalam hati.
3 Jam kemudian sebagian orang pergi meninggalkan ruangan.
Bayu di beri tugas sebagai Tim pasukan Sniper.Tigas itu seharusnya di pegang oleh Mayor Jendral. Entah kenapa Bayu di beri tugas tersebut.
" Jiang..."
"Katakan padaku.."
Bayu melihat ke arah Jendral Han Lie Xing.
" Bagaimana kamu tahu nomor ponsel Tim Fei Long dan nama anak buahnya.." ucap Jendral Han Lie Xing.
"# Maaf pak.."
"# Itu adalah rahasia.."
"# Semua itu hasil pengetahuan yang selama ini aku jalani." ucap Bayu.
"# Entahlah..."
"# Aku juga bingung pak.."
"# Jika orang tuaku mengganti namanya,dan aku tahu nama itu tapi tidak tahu identitas aslinya juga percuma.."
"# Jangan - jangan anda ini orang tuaku yang telah lama hilang..?" ucap Bayu.
" Tidak...Itu nama asliku,dan aku tidak pernah meninggapkan anakku hidup sendirian.." ucap Jendral Han Lie Xing.
"# Itu adalah jawaban atas pertanyaan anda " ucap Bayu.
"Selain bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.."
" Bahasa apa yang kamu kuasai?" ucap Jendral Han Lie Xing.
"# Bahasa arab dan Jepang.." ucap Bayu.
" Waaaah... Anda sangat berbakat sekali..."
" Aku saja tidak bisa mengikutimu.." ucap pria 1 yang pangkatnya setara dengan Han Lie Xieng.
"# Anda juga bisa sepertiku pak..Asal ada kemauan dan belajar dengan sungguh - sungguh.." ucap Bayu.
" Coba kamu bicara menggunakan bahasa arab.." ucap pria itu lagi.
" Allahumma bariklana fima razaktana,waqina adzabannar..." ucap Bayu.
" He...He...He...He...Rasain.."
" Tak kasih do'a sebelum makan..." ucap Bayu dalam hati.
" Istrimu sedang menunggumu...Segera temui dia.." ucap Jendral Han Lie Xieng.
" # Siap pak.." ucap Bayu.
Bayu berdiri lalu berjalan ke arah pintu keluar.
Setelah mencari,akhirnya Bayu menemukan Xiang. Dan mereka pun berjalan ke arah parkiran.
" Setelah ini sayang kemana?" ucap Xiang.
" #Menemui tim pasukanku sayang...Tapi sebelum itu.."
" # Kita makan dulu..." ucap Bayu.
Sesampai di mobil,Bayu membukakan pintu untuk Xiang.
" Tadi aku sudah menghubungi pak presiden.."
" Dia akan membantu,tapi tidak secepat itu sayang berhenti.."
" Sepertinya dia menyukaimu..." ucap Xiang.
" Jancook..."
" # Aku ini pria normal..." ucap Bayu.
" Bukan itu..."
" Sayang merupakan prajurit spesial..."
" Kemampuanmu melebihi semua prajurit yang ada.."ucap Xiang.
" Ya iyalah...Lha wong semua itu pemberian dari Kumala Sari...Jika enggak,aku dah pindah alam.." ucap Bayu dalam hati.
"# Aku antar kerumah ya.." ucap Bayu.
__ADS_1
" Tidak mau..." ucap Xiang.
" Jiangkreek..." ucap Bayu dalam hati.
Mau tidak mau Bayu mengikuti kemauan Xiang.
Di saat malam hari,Xiang tidur di ranjang lipat,Bayu yang melihatnya pun merasa iba dan kasihan. Bayu membenarkan selimut,lalu mengusap kening Xiang.
" Maafkan aku Diana..Aku tak tega membunuh Xiang.." ucap Bayu dalam hati.
Hingga acara parade Militer pun di gelar.
Xiang selalu menemani Bayu kemanapun Bayu pergi. Bayu jarang pulang kerumah dinasnya,jika pulang itupun hanya mencuci baju lalu kembali lagi berdinas.
Bayu merasa heran dengan pihak Militer,mengapa Xiang bisa bebas berkeliaran di tempat yang di larang bagi warga sipil.
Nampak Bayu berdiri tak jauh dari tempat presiden China berada sambil memgawasi setiap orang yang berada di dekat presiden. Meskipun pak presiden di kelilingi para Jendral dan juga pasukan keamanan,itu tak menjamin keselamatannya. Bisa jadi ada tentara yang membelot ingin membunuh pak Presiden.
Mata Bayu mengawasi setiap gerak - gerik setiap orang.
Di saat masuk shalat Dzuhur,Bayu melihat jam tangannya.
" Asemm..."
" Ya Allah...Maafkan hambamu ini,hamba tidak bisa shalat tepat waktu karena sedang menjalankan tugas negara,nanti hamba akan mengqodo'nya.." ucap Bayu dalam hati.
Tak mungkin Bayu melakukan kewajibanya,di saat menjalankan tugas negara yang sangat pe
Setelah acara parade militer selesai,Bayu kembali kerumah dinas.
Saat ini Bayu bersama Xiang duduk di ruang tamu. Xiang menyenderkan kepalanya di bahu Bayu.
" Kapan kita pergi ke Xinjiang?" ucap Xiang.
"# Bagaimana kalau kita ke Mekkah.." ucap Bayu.
" Mekkah?" ucap Xiang.
" # Mekkah itu berada di arab saudi..Aku belum pernah ke sana..." ucap Bayu.
" Tapi aku tidak bisa berbahasa arab.." ucap Xiang.
" # Ada aku sayang...Aku akan menerjemahkannya..."ucap Bayu.
" Baiklah..." ucap Xiang.
"# Apakah sayang ingin memeluk agamaku?" ucap Bayu.
" Iya...Aku mau.." ucap Xiang.
" # ikuti ucapanku..."
" Ashhadu..." ucap Bayu.
" Ashhadu.." ucap Xiang mengikuti ucapan Bayu hingga dirinya mengucapkan 2 kalimat syahadat.
" #Sekarang sayang telah masuk agamaku." ucap Bayu.
Xiang menegapkan badannya dan melihat ke arah Bayu.
" Serius...??" ucap Xiang tak percaya.
" # Iya...Aku serius..." ucap Bayu
" Apakah kita bisa bercinta?" ucap Xiang.
"# Belum bisa sayang...Kita harus menikah ulang secara islam.." ucap Bayu.
Nampak Xiang kecewa,ia pikir dirinya bisa bercinta dengan Bayu setelah masuk agama Islam.
Bayu merangkul Xiang.
" # Aku mencintaimu, bila di dalam agamaku bercinta tanpa ikatan pernikahan itu di perbolehkan. Aku akan melakukannya ...Maafkan aku ya sayang...Aku sangat takut akan murkanya Allah..." ucap Bayu.
" Aku ingin bertemu dengan dia dan aku akan mengajukan protes.." ucap Xiang.
"# Jangan...." ucap Bayu sambil mengusap punggung Xiang.
Xiang mencoba mencium bibir Bayu,namun Bayu mengelak.
" # Sabar sayang...." ucap Bayu.
Bayu mendengar nafas Xiang tak normal seperti biasanya.
" Di mana tuhanmu itu sayang...Aku ingin segera bertemu..." ucap Xiang.
" # Aku pergi jalan - jalan..Sayang mau ikut?: ucap Bayu.
" Kemana?" ucap Xiang.
" # Kemana saja...Mau apa enggak." ucap Bayu.
" Ikuut.." ucap Xiang.
" Syukurlah..
***
Seminggu kemudian.
Bayu dan Xiang tiba di kota Mekkah Arab Saudi.
Bayu menemui beberapa pemuka agama untuk menikah ulang dengan Xiang. Bayu menjelaskan terlebih dahulu tentang agamanya dirinya dan juga agama Xiang serta pernikahannya. Kemudian keluarga Xiang.
Pihak Arab Saudi membantu pernikahan ulang antara Bayu dan Xiang. Bayu menggunakan nama depan ayah kandungnya dan ia memakai nama aslinya tanpa Marga.
Setelah Bayu resmi menikah secara islam dengan Xiang.
Bayu mengajak Xiang shalat di depan ka'bah sebelum kembali ke China.
" Tapi aku tidak bisa mengikuti ucapan sayang.." ucap Xiang.
" # Tidak apa - apa...Ikuti saja gerakanku..Nanti aku akan mengajarimu.." ucap Bayu.
Sesampai di dekat Ka'bah,Bayu yang baru pertama kali melihat bangunan tersebut merasa takjub dan bergetar.
"
***
4 minggu telah berlalu.
Bayu mendapatkan kenaikan pangkat. Sekarang pangkatnya Kolonel Senior.
Saat ini Bayu sedang berada di rumah Xiang.
Nampak Bayu mengajari Xiang memghafalkan surah pendek setelah dirinya tidak dinas.
Namun tiba - tiba Xiang berdiri lalu berlari ke kamar mandi.
Hoooeek....Hoooeeek..... suara Xiang terdengar sampai ke Bayu.
Bayu yang mendengar suara Xiang seperti orang muntah segera mengambil minyak kayu putih lalu memghampiri Xiang.
" Perutku mual " ucap Xiang.
Bayu mengoleskan minyak kayu putih di perut Xiang.
" # Apakah sayang masih memakai sesuatu agar tidak hamil?" ucap Bayu.
" Tidak..Aku sudah lama tidak memakainya..."
" Apakah aku hamil?" ucap Xiang.
__ADS_1
Bayu menganggukkan kepalanya.
" # Iya.... Sayang hamil..." ucap Bayu.