
" Kita akan selidiki dulu.." ucap Hua Yan Chen.
Bayu berdiri sambil memakai tas ranselnya.
" Kamu mau kemana ?" ucap Fei Long.
" Mau beli makan..." ucap Bayu lalu berjalan.
Fei Long berdiri lalu mengikuti Bayu,begitu juga dengan Hua Yan Chen dan anak buah Fei Long.
" Apa yang kamu cari ?" ucap Fei Long sambil berjalan.
"# Keluarga.." ucap Bayu.
Sementara para pengawal menjauh dari Bayu,agar tidak ketahuan oleh tim Fei Long.
" Keluarga? " ucap Fei Long.
" # Warga di sini yang kerja di China,pernah bertemu denganku dan dia memberikan resep makanan,setelah itu dia kembali ke Indonesia.."
" # Aku sudah menganggap dia sebagai keluargaku,dan berhubung aku di sini,aku mencarinya..."
" # Setelah sekian lama mencari ,akhirnya aku dapat informasi bahwa dia bekerja di Singapura." ucap Bayu.
" Apakah kata Jancok itu dari keluargamu itu?" ucap Fei Long.
Mereka sampai di warung pinggir jalan.
" # Iya...Dan aku belajar bahasa indonesia dan juga bahasa jawa dengan dia..." ucap Bayu.
" Siaal...Filingku salah...Ternyata Jiang bukan warga negara ini"
Bayu memesan makanan.
" Pantas saja dia bisa bahasa indonesia.." ucap Fei Long dalam hati sesekali melihat ke Bayu.
" Semoga cerita karanganku ini membuat dugaan Fei Long salah..." ucap Bayu dalam hati.
" Ceritamu gak seru Bay...Coba buat kisah itu janda muda haus akan di sentuh oleh pria..Itu baru cerita mantap...Terus di ceritakan juga adegan eksenya.." suara Jalu.
Hua Yan Chen memesan makanan.Begitu pula dengan anak buah Fei Long yang lainnya.
" Aseem....Kena sensor pakde kalau pakai adegan ngentunya.." ucap Bayu dalam hati.
" Loh...Kenapa di sensor Bay?" suara Jalu.
" Di larang keras bahas vulgar pakde..Kalau mau,pakde aja yang nulis di forum cat Semprot.." ucap Bayu dalam hati.
" Semprot?? Semprot apa Bay.. ? Terus gimana mau bacanya?" suara Jalu.
" Itu blog khusus 18 tahun ke atas pakde...Dan harus pke internet" ucap Bayu dalam hati.
" Buat aja di sana Bay.....Pasti seru...Terus ada adegan Aaaah...Oouuh...Yessss...Gitu.." suara Jalu.
" Belum sempat...Pakde aja gin yang buat..Kan pakde pendekar mesum se Nusantara..." ucap Bayu dalam hati.
" Diampuut..."
" Kalau aku punya hape terus bisa internetan,dah kubuat cerita itu Bay...Nanti aku ceritakan bagaimana merayu gadis cantik sampai ke adegan ranjang..." suara Jalu
"Wuuuihh..Pasti banyak yang baca,terus yang baca ambil sabun dan cholli.." ucap Bayu dalam hati.
" He eh..."
Pesanan Bayu telah jadi,yakni bebek goreng. Masih panas,Bayu memegang bebek goreng lalu mensuir - suir daging ayam,kemudian memakan sambil mengobrol dengan Jalu.
" Tiap 1 bab aku buat setebal buku" suara Jalu.
" Paling isinya aaah...Ouuh..Teruus...Ahhh..Gitu kan pakde..." ucap Bayu dalam hati.
" Iyoo.... Kan apik Bay...Opo maneh di lukis gambar anune kuwi.." suara Jalu.
" Ora usah di gambar pakde..." ucap Bayu dalam hati.
" Ben apik Bay....Aku seng cerito,kowe seng ngetik yo...Nang internet." suara Jalu.
" Wani piro.." ucap Bayu dalam hati.
" Aseemm...Aku ora duwe duit yoo...Enenge godong pari..."
"Gelem po ora..?" suara Jalu.
" Emmoh...Gawe opo godong pari " ucap Bayu dalam hati.
Setelah selesai makan,Bayu menyalakan rokoknya,sambil berpikir bagaimana langkah selanjutnya.
Sambil berpikir,ia melihat Fei Long dan anak buahnya masih makan.
" Yo di gawe pakan sapi,terus sapine di dol payu larang.." suara Jalu.
" Semoga saja mereka tak mengetahui bila di perumahan Golden itu adalah keluarga besarku..Bila mereka tahu bisa gawat..."
" Terus kalau mereka tahu peristiwa pembantaian seribu tentara itu ulah keluargaku bisa kacau.."
" Heemmm....Untuk sementara ini,aku akan mengikuti mereka,setelah itu baru aku jalankan rencanaku..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah mereka selesai makan,Bayu berjalan dan berhenti di pinggir jalan.
" Jiang...Kamu mau kemana?" ucap Fei Long.
"# Ke Batam...Terus ke Singapura.." ucap Bayu.
" Pak presiden mencarimu,dan kita di tugaskan mencari dan membawamu pulang.." ucap Fei Long.
Hua Yan Chen mengambil ponselnya,lalu ia menelpon.
" # Beri tahu ke presiden..Kalau mau aku pulang,suruh dia ke sini jemput aku...Kalau tidak..Aku tidak mau pulang.." ucap Bayu.
" Itu tidak mungkin..."
" Jika tidak...Kamu di anggap penghianat negara..Dan hukumannya mati.." ucap Fei Long.
" Jancook..." ucap Bayu.
" Ini...Pak Jendral mau ngomong sama kamu Jiang?" ucap Hua Yan Chen sambil memberikan ponselnya.
Bayu menerima ponsel tersebut,lalu meletakkan di telinga
" #Halloo.." ucap Bayu.
" Pak presiden jadwalnya sangat padat...Jadi beliau tidak bisa menjemputmu..Pulanglah..Atau kamu di tahan.." suara sang Jendral.
" Jancook..."
"# Kita duel pak..."
Hua Yan Chen terperangah mendengar ucapan Bayu,sebab Bayu mengajak duel sang Jendral.
"# Jika bapak menang,aku pulang.." ucap Bayu.
" Aku tidak mau berduel denganmu..Besok kamu pulang...Atau aku akan menahanmu.." suara sang Jendral.
" Diampuut...Yen sampeyan nang kene,wes tak pites sirahmu pak leek..." ucap Bayu lalu mematikan panggilan dan mengembalikan ponsel ke Hua Yan Chen.
" Jadi bagaimana?" ucap Fei Long.
__ADS_1
" # Bagaimana apanya paman? " ucap Bayu.
" Apakah kamu mau ikut pulang,atau di tahan.." ucap Fei Long.
"# Pulang ajalah...Padahal aku ingin ke singapura"
" # Siapa tahu bertemu dengan Kenthir Katrok di sana" ucap Bayu.
" Siapa Kenthir Katrok itu?" ucap Hua Yan Chen.
" Yo ndak tahu....Kok tanya saya..." ucap Bayu.
" Ternyata dia bikin orang emosi pak.." ucap Hua Yan Chen.
" Mana aku tahu...Aku bukan ayahnya..." ucap Fei Long.
Hua Yan Chen lantas berjalan meninggalkan Bayu dan Fei Long.
" Tante....."
Hua Yan Chen berhenti melangkah,lalu membalikkan badan ke arah Bayu.
"#Jangan jalan sendirian...Nanti di culik sama Jalu loh.." ucap Bayu.
" Siapa Ja Lu itu?" ucap Fei Long.
" #Preman mesum di wilayah ini paman.." ucap Bayu.
" Ayo kita kembali.." ucap Fei Long.
" Diampuuut....Aku ini bukan preman mesum..Woo..Sempruull.." suara Jalu.
Bayu yang mendengar suara Jalu ngedumel ingin sekali tertawa,namun ia tahan sekuat tenaga.
"Ha....Ha...Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Ha....Ha...Ha.. ." suara Sekar tertawa.
" # Kembali kemana paman?" ucap Bayu.
" Ke Jakarta,besok kita pergi ke China..." ucap Fei Long.
Mereka pun berjalan ke arah mobil yang terparkir.
" # Padahal aku itu ingin bertemu temanku itu paman..Soalnya dia yang tahu nomor telpon ayahku.." ucap Bayu.
" Siapa nama ayahmu?" ucap Fei Long.
Mereka sampai di mobil,kemudian masuk ke dalam mobil.
" # Namanya Phe Yang..." ucap Bayu.
" Phe Yang...?" ucap Fei Long.
" Peyang ndasmu paman..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menyenderkan kepalanya di kursi.
" Selain kamu,apakah ada yang selamat?" ucap Fei Long.
"# Tidak tahu.." ucap Bayu.
" Kenapa kamu tidak tahu? Bukannya kamu tentara terlatih" ucap Hua Yan Chen.
" Seandainya itu kamu sendiri,keadaan gelap dan banyak para pasukan pemberontak..Radio tidak ada...Apakah sempat memikirkan rekan?"ucap Bayu.
" Gunakan bahasa cina..Jangan bahasa indonesia.." ucap Fei Long.
Hua Yan Chen hendak berbicara,namun keduluan Bayu.
" # Kata wanita penggoda ini...Tante Ling Ling mau di bunuh,agar bisa menjadi istri paman.." ucap Bayu.
" Kurang ajar...Kamu jangan membuat aku marah" ucap Hua Yan Chen mendengar ucapan Bayu menjadi geram.
" #Aku tidak berkata seperti itu,yang aku katakan mengapa dia tidak tahu,bukannya kamu tentara terlatih" ucap Hua Yan Chen.
" Ckckck... Kalau tidak mau menyingkirkan bibi Ling Ling,kenapa kamu berhubungan badan..." ucap Bayu.
" # Aku melakukan itu karena butuh,kamu juga pasti melakukan itu kan pada wanita lain?" ucap Hua Yan Chen.
" Aku akan mengatakan ini pada bibi Ling - Ling..." ucap Bayu.
Hua Yan Chen yang dudul di samping Fei Long membalikkan badan lalu memukul arah kepala Bayu.
Tappp.. Bayu mencengkram kepala tangan Hua Yan Chen,lalu menatap tajam.
" #Aku bisa saja membunuhmu di sini,karena kamu telah menggoda paman Jancok..." ucap Bayu lalu melepaskan cengkramannya.
Hua Yan Chen mengibaskan tangannya karena merasa sakit.
Fei Long mendekatkan wajahnya ke telinga Bayu.
" Jangan beri tahu,jika kamu beritahu,bibimu akan membunuh dia.." ucap Fei Long.
" # Kita bicara nanti saja paman...Aku mau tidur.." ucap Bayu lalu menyenderkan kepalanya lagi dan memejamkan matanya.
Fei Long memberi kode sandi memakai gerakan kedua tangan ke Hua Yan Chen untuk tidak mengganggu Bayu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka tiba di Jakarta. Selama perjalanan,Bayu juga menghipnotis Fei Long.
Bayu turun dari mobil dan melihat bangunan tempat Fei Long menginap.
Mereka kemudian masuk ke dalam penginapan tersebut.
Bayu masuk ke dalam kamar Fei Long dan melihat jam. Lalu ia masuk ke kamar mandi.
Tal lama kemudian Bayu bersiap - siap untuk shalat.
Hua Yan Chen melihat Bayu melakukan shalat.
" # Apa yang dia lakukan?" ucap Hua Yan Chen.
" Entahlah...Waktu dia bersamaku. Dia selalu melakukan hal itu.." ucap Fei Long sambil melihat Bayu shalat.
Setelah Bayu selesai berdoa,ia pun berdiri lalu memasukkan sajadah di tas.
"Jiang..."
Bayu menoleh ke Hua Yan Chen.
" Tadi kamu melakukan apa?" ucap Hua Yan Chen.
" Shalat.." ucap Bayu.
" Shalat? Apa itu shalat? ?" ucap Hua Yan Chen.
" Aku seorang muslim,agamaku islam..Shalat adalah kegiatan beribadah menghadap ke sang pencipta alam semesta.." ucap Bayu.
" Pakai bahasa china..." ucap Fei Long kesal.
"# Dia beragama islam,dan yang barusan ia lakukan adalah shalat pak" ucap Hua Yan Chen.
" Serius kamu islam Jiang...?" ucap Fei Long.
" # Iya paman...Aku tahu ketika aku berada di sini.."
" #Oh iya paman.."
__ADS_1
" #Jam berapa kita berangkatnya...?" ucap Bayu.
" Besok siang kita berangkat"
" Berapa lama kamu tinggal di perumahan Golden Hills?" ucap Fei Long.
" #Aku gak menghitungnya..Kenapa paman?" ucqp Bayu.
" Mengapa kamu bisa tinggal di sana?" ucap Fei Long menyelidik.
" # Saat itu aku menyelamatkan seorang gadis,lalu ayah gadis itu menawarkan pekerjaan dan tinggal di rumah itu.." ucap Bayu.
" Pekerjaan apa?" ucap Fei Long.
" #Jadi pengawal.." ucap Bayu
" Pengawal?" ucap Fei Long.
" # Iya.. Pergi ke sekolah,ke tempat wisata.." ucap Bayu.
" Pantas saja anak sekolah itu mengenal Jiang,rupanya dia seorang pengawal.." ucap Hua Yan Chen dalam hati
" # 2 bulan kemudian,aku berhenti paman..." ucap Bayu.
" Apakah mereka tidak menanyakan kartu identitasmu?" ucap Fei Long.
" # Iya...Aku jawab saja jika dompetku hilang...Terus mereka membuatkan kartu identitas.." ucap Bayu.
" Boleh aku lihat" ucap Fei Long.
Bayu mengeluarkan dompet lalu menyerahkan kartu identitas palsu ke Fei Long.
Fei Long menerima kartu identitas tersebut.
Nampak di KTP bertuliskan nama MUHAMMAD BAYU.
Hua Yan Chen mendekati Fei Long untuk melihat KTP milik Bayu.
Setelah itu Fei Long mengembalikan KTP ke Bayu.
" Pantas saja dia memiliki kartu identitas di negara ini,dia sangat mahir berbicara bahasa negara ini..Jika itu aku,pasti sudah di tangkap oleh departemen imigran..." ucap Fei Long dalam hati.
" Kenapa kamu bisa membawa anak gadis yang ada di kota Balikpapan?" ucap Hua Yan Chen.
" Suka - suka aku,mau bawa anak gadis,nenek,atau janda...Apa urusanmu?"
" Kamu bukan pacarku..Bukan juga ibuku?"ucap Bayu.
" Sialan..." ucap Hua Yan Chen.
" Kamu naksir aku?" ucap Bayu.
" Ciiih....Siapa juga yang naksir kamu..." ucap Hua Yan Chen lantas pergi keluar kamar.
"# Kenapa tidak hari ini kita berangkatnya paman?" ucap Bayu.
" Kamu punya pasport?"
Bayu menggelengkan kepalanya.
" Nanti pihak kedutaan kita memberikan pasport untukmu..Setelah itu barulah kita berangkat ke China." ucap Fei Long.
"# Ku pikir hari ini kita berangkat.." ucap Bayu lalu berebah di tempat tidur.
" Kamu gak keluar ?" ucap Fei Long melihat Bayu berebah di tempat tidur.
" #Belikan paman..Aku di sini aja,mau tidur..." ucap Bayu lalu memejamkan mata.
" Baiklah.." ucap Fei Long.
1 jam kemudian Fei Long keluar kamar.
Bayu mengirim pesan ke ibunya untuk bertanya posisi ibunya sekarang. Setelah mendapat balasan. Bayu menghapus pesan dan menggunakan ajian rogoh sukmo untuk menemui ibunya.
***
Rumah Bayu.
Bayu muncul di kamar tidur ibunya,ia melihatnya duduk di tempat tidur menunggu kedatangan Bayu.
" Assalam mu'alaikum bu.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam sayang..Saat ini sayang ada di mana?." ucap Hana.
" Bayu bersama Fei Long di hotel,besok Bayu akan berangkat ke China." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu..Apa yang akan sayang lakukan nanti saat di sana?" ucap Hana.
" Bayu akan menjalankan rencana Bayu bu.." ucap Bayu.
" Apa rencana sayang?"
Bayu memberitahu rencananya ke ibunya.
Hana diam menyimak.
" Bagus...Tapi di hemat energi sayang,dan berhati - hatilah menjalankan rencana itu.." ucap Hana.
" Iya bu.." ucap Bayu.
" Ibu juga berencana membuat kediaman untuk sayang,jauh dari kota. Agar mereka tak bisa lagi menemukan sayang.." ucap Hana.
" Iya bu...Kalau bisa dekat pantai ya bu.." ucap Bayu.
" Kenapa dekat pantai sayang?" ucap Hana.
" Biar Bayu bisa mancing kalau suntuk..." ucap Bayu.
" Buat kolam ikan aja sayang..." ucap Hana.
" Tarikannya gak seru bu..Masih enak tarikan ikan di laut.." ucap Bayu.
" Nantilah ibu pikirkan.." ucap Hana.
" Ya sudah kalau begitu bu...Bayu kembali lagi..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." ucap Hana.
Bayu menghilang dari kamar ibunya.
Esok harinya.
Fei Long memutuskan kembali ke China. Ia kembali ke negara asal bersama Timnya dan juga Bayu/Jiang.Tak lupa ia melaporkan tugas itu ke Jendral. Ia juga telah memberikan kartu Identitas Bayu sebagai warga china biasa,bukan militer.
Nampak Bayu bersama Fei Long dan Timnya berjalan memasuki pesawat. Tak jauh dari Bayu,ada pengawal keluarga Han yang menyamar sebagai petugas keamanan,dan melaporkan hal itu kepada kakek Zhang.
.
.
.
BERSAMBUNG.
¤¤¤¤¤
__ADS_1
Mungkin gak sampe 10 episode,Sang Penerus akan tamat.
Maaf agak telat Update. Lagi bingung,endingnya bagaimana. Padahal sebelumnya dah buat 2 bab,terus aku hapus karena gak cocok.