SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENDAPATKAN MISI PERTAMA.


__ADS_3

Markas besar militer bersenjata China.


Nampak ratusan prajurit berbaris dengan rapi.


Sebagian dari mereka akan menerima kenaikan pangkat militer,karena telah berhasil lulus dalam ujian tes tertulis maupun praktek.


Acara itu langsung di pimpin Kolonel Jendral. Pimpinan militer China. Mayor Jendral Tang Shin juga turut hadir di acara tersebut.


Bayu berdiri di antara ratusan prajurit yang berbaris,ia mendengar pidato sang Jendral.


" Jancok..."


" Pidato opo ceramah iki....Suwine poooolll..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu merasakan,sang Jendral sudah berbicara lebih dari 1 jam.


Prok....Prok....Prook...Prok...Prok..


Para prajurit tepuk tangan,Bayu juga ikut tepuk tangan.Setelah itu menaruh kedua tangannya di belakang.


Xiang menunggu Bayu tak jauh dari Bayu berada. Ia mendapat kabar dari Mayor Jendral Tang Shin bila Bayu akan naik pangkat.


Satu persatu nama prajurit di panggil maju kedepan untuk menerima kenaikan pangkat.


Mulai dari pangkat terendah hingga tertinggi.


" Kok aku gak di panggil - panggil ya.." ucap Bayu dalam hati heran. Karena di angkatannya,dirinya tidak di panggil,lalu angkatan di atas Bayu yang di panggil.


" * Jancook...Sepertinya aku di kerjain..." ucap Bayu lirih,melihat para prajurit yang pangkatnya Kolonel naik pagkat.


Sang Jendral kemudian berbicara.


" Ada seorang prajurit muda..."


" Pintar.."


" Serta bisa mengerjakan tugas yang seharusnya bukan tugasnya..."


" Dia tidak berpendidikan seperti kita,namun..."


" Dia dapat membuktikan bahwa dirinya mampu mengatasi masalah tersebut.."


" Aku pun merasa malu sekali terhadap prajurit muda ini..."


" Jika dia pangkatnya Letnan Jendral..."


" Maka aku langsung mengundurkan diri.."


" Biar prajurit muda itu yang menggantikanku.."


" Nomor identitas prajurit itu adalah 10021987AD.."


" Bagi yang merasa itu identitasnya,segera maju kedepan.." suara sang Jendral memakai mic.


" Waassuu...Aku gak terpilih..." ucap Bayu dalam hati. Ia belum menyadarinya jika nomor yang disebutkan sang Jendral adalah dirinya.


" Jiang..." suara pria disebelahnya.


Bayu menoleh ke arah pria itu.Rupanya itu adalah Shi Dong


" Apakah prajurit itu tidak hadir..?" suara sang Jendral.


"* Apa..." ucap Bayu.


" Itu kan nomormu.." ucap Shi Dong


"Eh....!!!?? Bayu terkejut,lalu berjalan kedepan.


" Aku pikir kamu tidak datang...Hampir saja pangkatmu ini aku simpan kembali.." ucap sang Jendral.


Sang Jendral berjalan ke arah Bayu bersama ajudannya. Ajudan sang Jendral membawa nampan berisi pangkat Militer.


Bayu memberi hormat kepada sang Jendral.


" Kenapa lama sekali?" ucap sang Jendral.


" *Siap... Maaf pak...Aku pikir aku di kerjain dan aku tidak naik pangkat.." ucap Bayu.


" Siapa namamu..?" ucap sang Jendral.


" * Siap...Jiang pak..." ucap Bayu.


" Apakah kamu mau menggantikanku?" ucap sang Jendral.


"* Siap...Tidak mau pak..." ucap Bayu.


" Kenapa tidak mau...?" ucap sang Jendral.


" * Siap... Karena aku masih belajar pak,dan belum berpengalaman di medan tempur.." ucap Bayu.


" Bagus...Aku suka jawabanmu.."


Sang Jendral melepas pangkat lama Bayu,lalu menyematkan tanda baru di pundak Bayu.


Setelah selesai menyematkan pangkat,Bayu memberi hormat. Sang Jendral membalas memberi hormat lalu berjabat tangan.


Sang Jendral merangkul Bayu ,lalu memutar tubuhnya.


" Contohlah pemuda ini..."


" Dia sangat rajin dan giat berlatih..."


" Meskipun dia dari desa yang jauh,semangatnya tak pantang menyerah..."


" Berhasil menyelesaikan misi dengan cepat dan tepat,dapat mengerjakan ujian dengan jawaban yang benar semua,serta rajin berolah raga meskipun badai menerjang..."


" Beri tepuk tangan kepada Letnan Kolonel Jiang...". ucap sang Jendarl.


Prok...Prok...Prok...Prok...Prok...Prok...


Semua orang tepuk tangan.


" Masa seh aku Letnan Kolonel"


Bayu melihat tanda di pundaknya.


" Eh...!!! Iya...Aku Letnan Kolonel.." ucap Bayu dalam hati terkejut.


Sang Jendral memberikan mic kepada Bayu.


" Berikan pidatomu di depan teman - temanmu..?" ucap sang Jendral.


Bayu menerima mic itu.


" *Terima kasih semuanya..."


" *Terutama untuk Kapten Wong..."


" *Terima kasih telah memberiku hukuman latihan militer karena aku telah menyusup di rombongan pelajar....Itu pun tidak aku sengaja....Sumpah aku beneran tidak sengaja..." ucap Bayu lalu mengangkat tangan memberi simbol v.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Sebagian prajurit tertawa.


" * Terima kasih untuk pak Mayor Jendral Tang Shin yang telah memberiku kesempatan untuk belajar di akademi militer ini..."


"* Tanpa bantuan bapak...Aku tidak jadi apa - apa di sini.."


"* Aku berusaha semampuku untuk mencapai keinginanku dan keinginan bapak...Menjadi prajurit yang tangguh,dan siap menerima ujian dan misi yang paling berat.."


"* Aku sempat bertanya pada kepada rekanku mengenai tes yang mereka kerjakan,karena saat tes berlangsung..Aku ada keperluan.."


" * Begitu selesai tes itu...Aku bertanya kepada rekanku,tentang tes yang mereka lakukan..."


" * Dan ternyata...Tes yang aku lakukan tidak sama seperti mereka.."


" * Aku kesal dan jengkel..Lalu terlontar di mulutku suatu ucapan mutiara..Kata mutiara itu adalah jancok.."


" * Jancok adalah suatu ungkapan dimana kita kesal terhadap seseorang..."


" * Tadi juga aku sempat kesal kepada...Mohon maaf..kepada Pak Jendral.."


"* Dari tadi aku tunggu - tunggu namaku tidak di panggil,hingga semua orang di panggil.."


" * Aku kesal sekali lalu berkataaaaa." ucap Bayu lalu memgarahkan ke depan .


" JANCOK...." ucap semua orang.


" *Itu ucapan mutiaraku terlontar begitu saja...Maaf pak Jendral..."


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...para prajurit tertawa.


" * Beruntung ada yang membisikkan jika aku yang di panggil ke depan.." ucap Bayu.


" Kamu mau pangkatmu di turunkan..?" ucap sang Jendral.


" * Siap...Jika pak Mayor Jendral juga di turunkan tak masalah pak.." ucap Bayu.


" Kenapa pak Tang Shin kamu bawa?" ucap sang Jendral.


" Siap...Menurutku,beliaulah yang memberikanku tes yang tersulit itu kepadaku pak.." ucap ucap Bayu.


" Jancook..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" * Terima kasih pak Mayor Jendral...Anda yang terbaik..."


"* Bila aku boleh mengukir nama anda di tembok China,maka aku akan mengukir nama anda dan membuat patung untuk anda."


" * Atau bila perlu,aku akan membuat patung yang besar,lalu aku letakkan di samping patung Liberty yang ada di amerika.."


"* Supaya dunia tahu,bahwa anda sangat berjasa kepadaku dan juga kepada negara tercinta kita.."


"*Tanpa jasa anda.. Aku masih pemuda yang lugu dan polos. Terima kasih pak Mayor Jendral Tang Shin." ucap Bayu. Lalu membungkukkan badan ke arah Mayor Jendral Tang Shin.


Prok....Prokkk...Prok...Prokk...Prok...


Semua orang tepuk tangan.Begitu juga sang Jendral.


30 menit kemudian.


Acara serah terima jabatan telah selesai.


Xiang berjalan bersama 4 orang pengawalnya menemui Bayu.Xiang membawa seikat bunga


" Jiang..." ucap Xiang setelah sampai di tempat Bayu yang sedang mengobrol dengan Tang Shin.

__ADS_1


Bayu menanyakan mengapa pangkatnya naik drastis,lalu Mayor Jendral menjawab,bahwa soal yang di berikan adalah untuk tingkatan naik ke Letnan Kolonel.Serta ujian yang di berikan ke Bayu juga untuk tingkatan lebih atas lagi.Setelah mendapat pangkat itu,maka Bayu akan di tempatkan di lapangan untuk melakukan misi. Dalam misi berjalan kaki sepanjang 210 KM. Hanya Bayu seorang diri yang mampu sampai di garis akhir. Yang lainnya gugur,karena lengah. Di saat tengah malam,senjata mereka berhasil di ambil oleh pengawas.


Bayu menoleh ke arah Xiang.


"* Kapan sampai di sini?" ucap Bayu heran,sebab ia tak melihat Xiang.


Xiang menyodorkan bunga itu kepada Bayu.


" Selamat ya..." ucap Xiang.


Bayu menerima bunga itu.


" *Terima kasih..." ucap Bayu.


Xiang memeluk Bayu,Bayu membalas pelukan Xiang.


" Mana bunga untukku?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Xiang melepaskan pelukannya.


" Paman beli aja sendiri...Bunga itu khusus buat kekasihku" ucap Xiang.


Bayu dan Xiang meninggalkan markas Militer,karena sudah tidak ada kegiatan lagi. Mereka berada dalam mobil.Xiang mengapit lengan Bayu dan menyenderkan kepalanya di pundak Bayu.


" * Kita mau kemana?" ucap Bayu.


" Liburan...Sayang mau kemana?" ucap Xiang.


"* Bingung aku...Antara ke Shanghai atau ke Indonesia.." ucap Bayu.


Xiang menegapkan tubuhnya sambil melihat wajah Bayu.


" Indonesia...?? Sayang mau ngapain di sana.?" ucap Xiang.


Bayu melihat ke Xiang.


" * Liburan..."


"* Aku dengar...Di sana pemandangannya bagus.." ucap Bayu.


" Hemmm...Setelah dari Shanghai,kita ke Indonesia gimana? Aku juga belum pernah ke sana.." ucap Xiang.


"* Ayoo..." ucap Bayu bersemangat. Akhirnya ia bisa pergi ke Indonesia.


Xiang melihat jam tangan yang di pakai Bayu.


Lalu memegangnya dan memperhatikan jam itu.


" Jamnya sayang rusak?" ucap Xiang.


"* Iya...Belum sempat aku perbaiki.." ucap Bayu.


" Nanti aku belikan yang baru..Bagaimana?" ucap Xiang.


"* Tidak perlu...Ini hanya kemasukan kotoran saja,di bersihkan terus pasang kaca jam..Selesai sudah.." ucap Bayu.


" Sayang gak ingin minta jam yang baru?" ucap Xiang.


"* Tidak..Ini sudah cukup.." ucap Bayu.


" Ternyata dia berbeda dengan Shang Hong ( mantan kekasih Xiang).. Jika dia Shang Hong,pasti minta di belikan yang baru.Lecet sedikit aja minta ganti yang baru" ucap Xiang dalam hati.


Xiang kembali menyemderkan kepalanya di lengan Bayu.


"* Oh iya...Bisakah kita mampir sebentar.." ucap Bayu.


" Kemana?" ucap Xiang.


" * Toko ponsel...Kartuku mati,aku tidak bisa menelpon.." ucap Bayu.


" Baiklah...Nanti kita mampir.." ucap Xiang.


Tak lama kemudian,mereka berhenti di sebuah toko ponsel,lalu mereka keluar dari mobil.


Bayu melihat deretan kartu perdana.Lalu menunjuk asal saja,yang penting baginya adalah bisa menelpon.


Bayu mengeluarkan uang untuk membayar. Namun Xiang lebih dulu memberikan uang itu pada pemilik toko.


Bayu mendekatkan wajahnya ke telinga Xiang.


" * Aku masih memiliki uang,tolong jangan seperti itu,nanti di kiranya aku memanfaatkanmu.." ucap Bayu lirih.


" Maaf..." ucap Xiang.


"* Iya...Tidak apa.." ucap Bayu.


" Dia tidak ingin memanfaatkanku,kamu benar - benar berbeda Jiang..." ucap Xiang dalam hati.


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil.


" Setelah liburan...Sayang di tempatkan di mana?" ucap Xiang.


"* Di lapangan sayang..."


"* Oh iya...Kita liburannya di Shanghai saja.." ucap Bayu.


" Sayang tidak ingin ke Indonesia?" ucap Xiang.


" * Nanti saja..."


" Baiklah..." ucap Xiang.


Tak lama kemudian,mereka sampai di sebuah rumah yang besar,bangunan itu terdiri 4 lantai.


Mereka kemudian turun dari mobil.


" Besar juga rumahnya..." ucap Bayu dalam hati melihat bangunan itu..


Xiang menggandeng tangan Bayu.


" Ayo sayang...Kita masuk.." ucap Xiang.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


Bayu hendak melepaskan sepatunya.


" Kenapa di lepas?" ucap Xiang.


" * Nanti kotor lantainya.." ucap Bayu.


"Sayang pakai sandal itu saja.." ucap Xiang menunjuk sandal khusus di dalam rumah.


Bayu memgambil lalu memakainya.


Bayu melihat ada sebuah jam dinding.


" *Maaf...Kamar mandinya di mana sayang?" ucap Bayu.


" Mari ikut aku..." ucap Xiang.


Bayu mengikuti Xiang.


Setelah sampai,Xiang membuka pintu kamar mandi. Bayu masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya.


Tak lama kemudian,Bayu keluar.


" * Aku mau sujud dulu...Tolong jangan ganggu aku ya.." ucap Bayu.


" Sujud?" " ucap Xiang.


"* Iya...Sebentar saja.Hanya 6 menit.." ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu mengangkat kedua tangannya.


Xiang duduk di tempat tidur memperhatikan Bayu.Ia tak berani menggangu Bayu.


Setekah selesai Bayu shalat,ia duduk di samping Xiang.


" Aku ada beberapa soal yang belum aku pahami...Sayang bisa membatuku untuk mengerjakannya.." ucap Xiang.


"* Hemm.. Mana soal itu.." ucap Bayu.


Xiang berdiri lalu mengambil beberapa buku dan alat tulis,lalu berjalan lagi ke arah Bayu.Dan duduk di samping Bayu.


Kemudian Xiang membuka buku tersebut.


" Yang ini..." ucap Xiang sambil menunjuk.


Bayu mengambil buku itu,lalu melihat soal tersebut. Setelah itu ia membuka - buka halaman sebelumnya untuk mencari jawaban.


" Dia memang berbeda..Aku pikir dia akan menyerangku untuk bercinta..." ucap Xiang dalam hati.


" * Perhatikan baik - baik " ucap Bayu setelah menemukan jawaban untuk mengisi.


Xiang memperhatikan Bayu menjelaskan kawaban tersebut.


" Sayang hebat...Aku saja tidak bisa mengerjakannya.." ucap Xiang.


" * Jika teliti,maka kita bisa mengerjakannya.." ucap Bayu.


" Aku tidak bisa teliti dan fokus.."


" Karena kerjaanku menumpuk..."


" Sekolah...Ke kantor...Rapat...Harus pergi ke sana.."


" Pusing tahu ..." ucap Xiang.


" * Ya sabar..."


"* Hidup itu penuh cobaan dan rintangan.."


"* Jika sayang berhasil melakukannya.."


" * Maka akan sangat mudah menjalaninya.."


" * Ada pepatah kuno mengatakan.."


" Alon - alon asal kelakon.."


" * Yang artinya...Pelan - pelan kita memgerjakan,jangan terburu -buru.."


"* Nanti akan berhasil..."

__ADS_1


" * Jika terburu - buru,akan gagal..." ucap Bayu.


" Itu bahasa kuno mana sayang..?" ucap Xiang yang baru mendengar kata alon - alon asal kelakon.


" * Temanku yang memberitahuku.." ucap Bayu.


" Terus yang ini bagaimana?" ucap Xiang.


Bayu membaca buku Xiang,lalu menjelaskan ke Xiang.


Tak lama kemudian.


Kruucuk...Kruuucuk...suara perut Bayu dan Xiang.


" Sayang lapar.." ucap Xiang.


"* Tidak...Hanya cacing di perutku yang lapar.." ucap Bayu.


" Sayang mau makan apa?" ucap Xiang.


" * Aku lauknya ayam atau ikan,pakai sayur,sambal dan nasil. Minumnya teh hangat saja..." ucap Bayu.


Xiang meraih gagang telpon,lalu menekan angka.


30 menit kemudian.


Tok...Tok...Tok...


" Masuk....Tidak di kunci.." ucap Xiang nyaring.


Pintu terbuka,nampak para pelayan membawa kereta dorong berisi makanan dan minuman yang di pesan Xiang,lalu meletakkan di meja.


" Ayo sayang,kita makan dulu.." ucap Xiang.


" * Ayoo..." ucap Bayu.


Mereka kemudian makan bersama.


Bayu makan tak menggunakan sumpit..


" Kenapa sayang tidak pakai sumpit ?" ucap Xiang.


"* Lebih enak makan pakai tangan..." ucap Bayu.


" Masa seh..?" ucao Xiang.


" * Di coba saja sayang.." ucap Bayu.


Xiang meletakkan sumpitnya,lalu mencoba memakai tangan.


Nampak Xiang mengalami kesusahan. Lalu Bayu memberi tahu caranya,ia juga menyuapi Xiang memakai tangannya.


" *Bagaimana? Enak kan..?" ucap Bayu.


" Iya...Enak.." ucap Xiang.


Xiang makan memakai jari tangannya mengikuti Bayu makan.


Setelah selesai makan,mereka mencuci tangan memakai sabun.


Selesai cuci tangan,Bayu berwudu,karena sudah masuk waktu shalat.


Para pelayan merapikan meja,dan membersihkan tempat itu hingga bersih.


Xiang melihat Bayu keluar kamar mandi lalu datang menghampiri,lalu memeluknya.


" * Aku sujud dulu ya sayang" ucap Bayu.


" Sujud lagi...Kan tadi sudah.." ucap Xiang.


" * Aku sujud sebanyak 5 kali..."


Bayu menyebut waktu saat ia sujud.


" * Jika aku tidak sujud...Maka aku sangat gelisah..Pikiranku tidak tenang.." ucap Bayu.


" Baiklah..." ucap Xiang.


Akhirnya Xiang membiarkan Bayu melakukan gerakan aneh itu lagi di dalam kamarnya.


Xiang saat ini memakai gaun tipis. Sehingga tubuhnya terlihat dengan jelas.


Xiang berjalan ke kamar mandi.


Setelah selesai shalat,Bayu duduk di tempat kursi belajar Xiang. Ia melihat sebuah buku memgenai bisnis perkantoran. Bayu mengambil buku itu lalu membacanya.


Lagi asik membaca,Bayu merasakan ada seseorang mengendap - endap di belakang dirinya dan mencium aroma wangi parfum. Ia segera menoleh kebelakang.


Nampak Xiang berdiri di belakangnya.


" Kok sayang tahu...?" ucap Xiang.


" * Ya tahulah...Dari wangi tubuhmu sayang.." ucap Bayu.


Bayu kembali membaca buku tersebut.


" Sepertinya aku pernah mempelajari ini..."


" Tapi di mana ya" ucap Bayu dalam hati setelah membaca tentang manajemen perkantoran.


Xiang meletakkan kedua tangan di dada Bayu sambil berdiri di belakang Bayu.


" Sayang..." ucap Xiang.


"* Iya.." ucap Bayu.


" Aku ingin menikah denganmu...Lalu sayang yang mengelola bisnisku.." ucap Xiang.


" * Itu tidak bisa sayang....Aku ini seorang tentara...Tugasku melayani negara ini bila membutuhkanku.." ucap Bayu.


" Tapi aku ingin sayang yang mengelola perusahaanku.." ucap Xiang.


" *Hemmm.... Nanti aku bantu,tapi tidak setiap hari.." ucap Bayu.


" Kita bercinta yuk.." ucap Xiang.


" * Ayook..." ucap Bayu.


Mereka kemudian bercinta.


---***---


Setelah Hana menelpon kakek Zhang. Kakek Zhang segera meluncur ke China untuk bertemu dengan keluarganya yang telah lama tidak bertemu.


Sementara di Cafe Mantan.


Ada sesosok pria di bangunan Cafe lama memperhatikan ke tiga istri Bayu mengobrol di Gazebo. Perut ketiga istri Bayu nampak besar.


" Minggu depan aku mau ke lampung..." ucap Putri.


" Jangan kak...Kan kita sedang hamil..." ucap Ayu.


" Aku ingin kesana Ayuu...."


" Aku sudah lama tidak kekuburan ayahku.Setelah itu aku langsung pulang kok." ucap Putri.


" Minggu depan ya.." ucap Diana.


" Iya..Minggu depan.." ucap Putri.


" Itu kan hari pengambilan cetakan Al Qur'an yang kak Ayu pesan." ucap Diana.


" Iya...Kalian berdua saja ke sana..."


" Aku akan pergi bersama pengawal saja..." ucap Putri.


---***---


China.


Bayu berkumpul bersama rekan setimnya sebelum libur selama 2 pekan.


Jumlah tim itu 15 orang termasuk Bayu.Bayu paling muda. Pangkat mereka rata - rata sama.


Mereka di pimpin langsung oleh Mayor Jendral Tang Shin.


Bayu belum sempat memghubungi ibunya. Sebab di saat Bayu bermadu kasih dengan Xiang,dirinya selalu mengajari Xiang,lalu bercinta, makan,tidur selama 2 hari. Setelah itu Mayor Jendral Tang Shin menelpon Xiang,ia mengatakan bahwa Bayu harus segera berkumpul. Mau gak mau,Xiang melepaskan Bayu.


" Sebelum kalian melakukan liburan...Aku punya tugas untuk kalian.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Mayor Jendral Tang Shin lantas menyalakan proyektornya.


Nampak sebuah gambar muncul. Lalu Mayor Jendral Tang Shin menjelasakan misi tersebut.


" Apakah kalian paham...?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" Siap...Kami paham pak..." ucap mereka serempak termasuk Bayu.


" Bagus..."


" Persiapkan peralatan kalian... 1 jam lagi kita berangkat..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Mereka membubarkan diri untuk mengambil peralatan yang di butuhkan.


Mereka akan di kirim perbatasan untuk mengawasi,karena ada laporan,ada orang yang menyusup di perbatasan itu dan juga menggantikan tim yang sebelumnya berjaga.


Ini adalah misi pertama Bayu. Ia membawa standar,seperti tali,senter,senjata,radio,peluru, seragam kamuflase musim dingin,teropong dan lain - lain.


1 jam kemudian mereka berkumpul,lalu naik mobil. Tak sampai 10 menit,mobil mereka berhenti di dekat pesawat terbang.


Mereka turun semua,lalu berjalan ke arah Helikopter.


" Mudah - mudahn pesawatnya aman..."


" Kalau tiba - tiba mati mesin bisa gawat.." ucap Bayu dalam hati. Sebab ia baru pertama kali naik pesawat terbang.


Pilot mulai menjalan pesawat itu.


Bayu melihat kearah jendela.


"Ketika sampai nanti.."


" Aku akan menelpon ibu..." ucap Bayu lirih. Sebab ia di beri telpon satelit untuk berkomunikasi di saat dirinya bertugas maupun tidak bertugas.

__ADS_1


Bayu sangat penasaran akan sosok ibunya,semenjak ia di berikan nomor oleh Ling Ling,Bayu belum ada menelpon.


__ADS_2