SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BAYU MENDATANGI KEDUA ISTRINYA.


__ADS_3

Setelah dapat,Bejo kembali ke kursinya tadi.


Kemudian menelpon Hana.


Tuuut....Tuuut...Tuuut...


" Haloo Jo...Ada apa" suara Hana.


" Bayu ono nang omahku bulek.." ucap Bejo( Bayu ada di rumahku bibi..)


" Serius Jo..." suara Hana.


" Sebentar bulek..."


" Nah Bay...Ibumu pengen ngomong.." ucap Bejo sambil memberikan ponselnya.


Bayu menerima ponsel Bejo.


" Assalam mua'laikum Bu..." ucap Bayu.


" Wa...Wa'alaikum salam...Sayang.."


" Kapan sayang pulang,kenapa tidak memberi tahu ke ibu.Sayang sama siapa? Apakah sama Xiang?( Bayu membiarkan ibunya mengoceh tak berani menjawab,ia menunggu ibunnya diam),Jika iya,sayang jangan beritahu ibu,dan pergilah dari sana.Kenapa sayang tidak menjawab ucapan ibu.."


" Hallo.." suara Hana.


" Bagaimana Bayu mau menjawab...Ibu ngomong terus seh...Gak pakai rem..Jadi ya Bayu diam aja.." ucap Bayu.


" Maaf sayang...Ibu khawatir dan terkejut..Apakah sayang datang bersama Xiang?" suara Hana.


" Bayu datang sendiri bu....Panjang ceritanya.." ucap Bayu.


" Ibu tidak lagi tinggal di Jakarta sayang.Inu pindah rumaj." suara Hana.


" Hem...Nanti Bayu akan ke sana. Tapi 2 hari lagi ya bu.." ucap Bayu.


" Kenapa tidak sekarang sayang...Ibu kangen sama kamu nak..:" suara Hana.


" Bayu juga kangen sama ibu,sama Ayu dan Diana.."


" Tapi Bayu belum bisa pulang bu.." ucap Bayu.


" Kenapa sayang tidak pulang.. Apakah sayang membawa wanita lain lagi? Apakah sayang lupa pesan ibu.." suara Hana.


" Bayu ingat bu..Bahkan Bayu telah mengingat semuanya. Bayu berjanji pada Kumala Sari untuk menemaninya selama 2 hari..Jadi Bayu menemani dia dulu bu." ucap Bayu.


" Ooo... Begitu..." suara Hana.


" Iya ibuku sayang...Bayu akan pulang kok. Tenang aja...Jangan bilang dulu ke Ayu dan Diana ya bu.Bayu mau buat kejutan..." ucap Bayu.


Terdengar suara adzan.


" Iya sayang..." suara Hana.


" Oh iya,jangan beri tahu ke yang lain ya bu...Bahwa Bayu sudah pulang" ucap Bayu.


" Iya sayang.." suara Hana.


" Sudah dulu ya bu...Bayu mau shalat di sini sudah adzan..Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Hana.


Bayu mematikan panggilan lalu mengembalikan ponsel Bejo.


" Suwun yo kang.." ucap Bayu.


" Yoo.." ucap Bejo.


Bayu menoleh ke Kumala Sari.


" Cantik...Aku shalat dulu ya..." ucap Bayu lalu berdiri dan berjalan. Tiba - tiba teringat kalau dirinya memakai pakaian kerajaan. Bayu membalikkan badannya ke arah Bejo yang duduk di kursi.


" Kang..."ucap Bayu.


Bejo berdiri lalu menghadap ke Bayu.


" Opo.." ucap Bejo.


" Pinjam bajumu dan sarungmu...Aku gak bisa shalat jika pakai pakaian seperti ini" ucap Bayu.


" Setelah sayang shalat,di pakai lagi ya.." ucap Kumala Sari.


" Sek...Tak ambil dulu.." ucap Bejo lalu berjalan cepat ke kamarnya.


" Iya cantik.." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,Bejo muncul lalu menyerahkan sarung dan baju kemejanya.


" Nah..." ucap Bejo.


Bayu menerima lalu berjalan ke belakang untuk Wudhu.


Selesai Bayu shalat,Bayu kembali memakai pakaian yang di berikan oleh Kumala Sari dan kembali ke kursi tempat ia duduk.


Kumala Sari melihat pakaian yang ia berikan di pakai oleh Bayu merasa senang.


" Aku pergi ke China membantu ibumu.."


" Setiap markas Militer aku datangi.."


" Tapi kamu gak ada Bay.." ucap Bejo.


" Sampeyan nyariin aku sambil merem,ya gak ketemu.." ucap Bayu.


" Jancoook..."


" Aku golek awakmu kuwi sambi joget - joget india Bay..Ora sambi merem.." ucap Bejo.


" Ha...Ha...Ha...Ha....Ha...Ha...Bayu tertawa.


" Wedus...."


Bayu berhenti tertawa.


" Nah...Pas lewat jam 6 sore ada yang nelpon ibumu..Penelpon itu bilang menemukanmu , Kemudian para pengawal melacak keberadaan penelpon..Kebetulan hapenya ibumu sudah terhubung ke Laptop buat nyari titik koordinat.."


" Ketika kita sampai di sana..Kita gak nemukan kamu..Malah ada desa kecil.."


" Awalnya aku lihat pakai ilmuku desa itu banyak orang keluar rumah.."


" Begitu kita samperin,malah gak ada.."ucap Bejo.


" Tunggu dulu kang.."


" Waktu itu kalau gak salah aku jatuh lemas,mau berdiri aja gak bisa.."


" Terus aku minta tolong sama orang - orang di situ untuk hubungi bibi Ling Ling.."


" Terus Bibi Ling Ling menyuruhku menelpon ibuku.."


" Dia memberikan nomornya padaku" ucap Bayu.


" Betul itu Bay...Tahu gak Bay.." ucap Bejo.


" Aku gak tahu kang.." ucap Bayu.


" Mangkanya itu aku ngasih tahu kamu...woo Weduss.." ucap Bejo.


He...He...He...He...He... Bayu cengengesan.


" Mereka yang hidup di desa itu adalah keluarga kakekmu ." ucap Bejo.


" Keluarga kakekku?" ucap Bayu.


" Iya...Katanya mbah kungmu ya begitu Bay.." ucap Bejo.


Lantas Bayu teringat kembali pesan pria tua saat dirinya ke Mesjid. Bayu akan mempertemukan keluarganya yang tidak lama bertemu,tapi dirinya akan terluka.


" Sial...Ucapannya benar...Wasssuuuu" ucap Bayu dalam hati lalu meneteskan air matanya,karena teringat Putri. Ia sangat sedih sekali,wanita yang ia cintai pergi tuk selama lamanya.


" Kamu kenapa sayang?" ucap Kumala Sari.


" Aku teringat wanita yang sangat aku cintai selain ibuku."


" Dia telah pergi meninggalkanku tuk selama - lamanya.." ucap Bayu.


" Apakah dia bersama pria lain?" ucap Kumala Sari.


" Bukan...Dia telah meninggal dunia..Tewas kecelakaan.Saat aku masih di China dan hilang ingatan.." ucap Bayu.


" Sayang..Kita kembali ke istana.." ucap Kumala Sari.


" Ayoo..."


" Pakde..Bulek..Kang..Aku kembali dulu mau ke istana..Mau lihat rakyatku..Sudah lama aku tidak melihatnya.Nanti aku kembali ke sini"


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu lalu menghilang bersama Kumala Sari.


" Wa'ailaikum salam " ucap Bejo.


" Pantesan bisa langsung kabur ke istana Kumala Sari..Ternyata dia mampu menghilang dengan jarak yang begitu sangat jauh sekali" ucap Bejo dalam hati.


Bejo melihat rokok Surya masih ada di meja. Bejo hendak mengambil rokok itu,namun tiba - tiba memghilang.


" Jancook..."


" Gak ninggalin satupun lagi...Wasssuuu..." runtuk Bejo.


Tiba - tiba muncul lagi 4 slop rokok surya 12.


Ehh...!!!??Bejo terkejut.


" Matur suwun kanjeng ratu..." ucap Bejo. Ia tahu itu perbuatannya Kumala Sari.


1 jam kemudian.


Hana mendatangi rumah Ki Kartolo memakai mobil. Ia datang sendirian.


Nampak Ki Kartolo duduk di teras rumah.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Hana


" Wa'alaikum salam nduk...Lungguh nang kene.." ucap Ki Kartolo menyuruh Hana duduk di sampingnya.


Hana menurutinya,karena Ki Kartolo tidak sedang merokok.


" Bayu ada di mana kang?" ucap Hana.


" Bayu nang istanane Kumala Sari "


Hana berdiri hendak pergi lagi menuju istana Kumala Sari.


" Biarkan Bayu di sana..Dia bisa menjaga dirinya.." ucap Ki Kartolo.


" Apakah dia bersama wanita asing ke sini ?" ucap Hana.


" Bayu rene ambek Kumala Sari..."


" Jogo wae bojone Bayu...Engko ono opo -opo. Awakmu seng repot.."ucap Ki Kartolo.


" Jika Bayu ke sini lagi,beri tahu dia.."


" Bahwa aku tak tinggal lagi di Jogja...Suruh dia nelpon dulu yo kang.." ucap Hana.

__ADS_1


" Iyoo.." ucap Ki Kartolo.


" Ya sudah...Aku pulang dulu..."


" Assalam mu'alaikum.." ucap Hana.


" Wa'alaikum salam..." ucap Ki Kartolo.


Hana berjalan ke mobil yang ia bawa. Mobil itu bukalah mobil Ferari warna merah. Hanya mobil pick up. Jika memakai mobil mewah,akan di curigai banyak orang. Sedangkan saat dirinya pindah saja,ada bapak - bapak mencoba mendekati Hana saat Hana belanja sayur. Namun Hana tidak meladeninya. Setelah itu Hana tak lagi beli sayuran,ia menyuruh pengawal yang membeli.


***


Alam Ghaib.


Bayu berjalan jalan melihat suasana warganya.


Awalnya para warganya bersikap bersujud di tanah,tak berani berdiri ketika Bayu berjalan bersama Kumala Sari. Namun Bayu menyuruh mereka bersikap biasa saja.


Bayu mendengar suara laki - laki menjajakan barang dagangannya.


" Sate....Sate..."


" Sate gagak...Sate Gagak....Mari ke sini.." suara pria.


Bayu berjalan ke arah suara itu.


Setelah sampai,ia melihat seorang pria sekitar berumur 32 tahun sedang mengipas - ngipas satenya.


Pria itu terkejut melihat seorang pria tampan bersama wanita cantik memakai pakaian khas kerajaan adat Jawa.


" Boleh minta 1 satenya?" ucap Bayu.


"Sialan..Malah minta lagi.." ucap pria itu dalam hati.


" Maaf..Tidak bisa..Harus beli.."


" Uangnya seperti ini.."


Pria itu menunjukkan uang pecahan 50 ribu ke Bayu.


" Lalu isi letakkan dalam karung ini hingga penuh..Barulah bisa mendapatkan sate ini" ucap pria itu.


" Aku raja yang berkuasa di sini..."


" Jika kamu tidak memperbolehkan..Maka aku melarangmu berjualan..."


" Silahkan pilih...Merelakan satu tusuk sate untukku kamu boleh berjualan di sini,atau tidak mau merelakan kemudian kamu keluar dari sini?" ucap Bayu.


" Sial...Ternyata dia penguasa di sini.."


" Tapi aku harus memanfaatkan dia" ucap pria itu dalam hati.


" Jika yang mulia raja ingin sate ini harus membayarnya lebih dahulu.." ucap pria itu.


" Apakah kamu tahu arti pajak?" ucap Bayu.


" Iya saya tahu yang mulia raja..." ucap pria itu.


" Anggap saja 1 tusuk sate itu pajak..Jika tidak mau membayar pajak..Pergi dari sini.." ucap Bayu.


" Sial...Dia pintar sekali..Apakah bangsa Jin menganut sistem perpajakan seperti di dunia manusia" ucap pria itu dalam hati.


" Aku hitung sampai 3.. Berikan pajakmu,atau pergi dari sini.." ucap Bayu.


Mau tak mau pria itu memberikan satu tusuk sate ke Bayu.


" Ini yang mulia.." ucap pria itu.


" Nah gitu dong...Masa harus pakai ancaman,baru di kasih..."


Bayu menerima sate tersebut.


" Sayang mau?" ucap Bayu.


" Mau" ucap Kumala Sari.


Kumala sari mengambil sendiri sate yang sedang di bakar. Tak tanggung - tanggung,semua di ambil tak tersisa.


" Wassuu...Sateku habis di ambil oleh ratunya.." ucap pria itu dalam hati.


Bayu duduk jongkok untuk memakan sate tersebut.


" Bismillah...Allhumma bariklana fima razaktana waqina adzabannar..." ucap Bayu lalu memakannya.


" Ehhh...!!! Pria itu terkejut mendengar pemuda tampan memakai mahkota Raja mengucapkan bismillah dan do'a mau makan. Sebab kalimat itu sebuah pantangan bagi dirinya untuk mengucapkannya.


" Rasanya gak enak,bumbunya kurang..."


Bayu berdiri lalu melihat ke arah pria penjual sate.


" Laaaaaah....."


"Sayang habisin?" ucap Bayu.


" Iya...Rasanya enak.." ucap Kumala Sari.


" Apa masih ada lagi?" ucap Bayu.


" Maaf yang mulia...Sudah habis.." ucap pria itu.


Bayu mengeluarkan rokoknya,lalu memberikan ke pria itu.


" Aku gak punya uang...Jadi aku kasih rokok aja...Suwun yo kang.." ucap Bayu lalu pergi meninggal pria penjual sate gagak.


Pria itu nampak diam saja seperti patung,sebab ia tak percaya yang barusan terjadi. Seharusnya ia memperoleh duit yang banyak.Tapi faktanya hanya mendapatkan 1 bungkus rokok surya 12. Tak sebanding dengan pengeluaran yang ia keluarkan untuk menjalani ritual tersebut.


Setelah puas Bayu berjalan - jalan. Ia melihat seorang wanita yang dulu ia bawa sedang menggendong anak bersama seorang pria. Pria itu adalah Genderuwo.


" Iya...Dia sangat liar,dan ucapannya tidak aku pahami.."


" Lalu kuberikan saja kepada Genderuwo itu.." ucap Kumala Sari.


" Ooo...Begitu.." ucap Bayu.


Bayu dan Kumala Sari kembali ke istana.


Setelah sampai,Bayu berjalan ke kamar tidur. Karena ia sangat letih setelah memakai ilmu menghilang untuk sampai di tempat Kumala Sari


" Aku mau istirahat .."


"Jangan ganggu aku dulu ya sayang..." ucap Bayu.


" Iya sayang...Istirahatlah.." ucap Kumala Sari.


Bayu membaringkan tubuhnya di ranjang. Lalu memejamkan matanya.


Kumala sari tak berani mengganggu Bayu.


Tak terasa waktu cepat berlalu.


Bayu membuka matanya. Ia merasakan tenaganya telah kembali pulih.Bayu kemudian duduk. Ia tak melihat Kumala Sari.


" Asem...Aku tidur berapa lama.." ucap Bayu.


Kemudian Bayu berjalan menuju ruang Singgasana.


Terdengar suara gemelan jawa saat Bayu berjalan menuju ruang Singgasana.


Sesampai di te.pat yang Bayu tuju,nampak Kumala Sari duduk di kursi singgasana,lalu meluhat Bayu berjalan menghampirinya.


Kumala Sari berdiri lalu berjalan ke arah Bayu.


" Bagaimana tidurmu sayang..?" ucap Kumala Sari.


" Nyenyak...Berapa lama aku tertidur sayang..?" ucap Bayu.


" dua hari...." ucap Kumala Sari.


" Apaaa...!!! "


"2 hari..." ucap Bayu.


" Sayang tenang saja..."


" 12 Jam di dunia nyata,1 hari di dunia ini.."


" Jadi sayang baru 3 hari di sini.." ucap Kumala Sari.


" Oooo...Begitu.."


" Aku gak punya jam tangan" ucap Bayu.


" Jam tangan?" ucap Kumala Sari.


" Iya...Biar akubtahu waktu di sini sayang.."


" Jamku sepertinya rusak..." ucap Bayu.


" Hemmm...Bentuknya seperti apa?" ucap Kumala Sari.


" Bentuknya ya bulat,terus ada pengikatnya..."


" Kalau di jelasin agak susah.."


" Jika ada alat tulis,aku bisa menggambarnya" ucap Bayu.


Bayu duduk di ikuti Kumala Sari.


Kumala Sari menunjuk meja makan yang terdapat buah - buahan untuk Bayu. Muncul buku gambar dan alat tulis.


Bayu mengambil buku gambar,alat tulis dan buah pir.


Bayu menggambar sebuah jam tangan sambil sesekali memggigit buah pir. Ia tak bisa shalat karena tak tahu waktu di dunia ghaib.


Setelah selesai menggambar,Bayu memberikan hasil gambaran itu Kumala Sari.


" Seperti ini.." ucap Bayu.


Kumala Sari memperhatikan gambar tersebut.


" Biasanya itu di jual di mana sayang?" ucap Kumala Sari.


" Toko jam tangan..."


" Mall juga ada..." ucap Bayu.


" Mall itu apa?" ucap Kumala Sari.


" Mall itu sebuah bangunan besar dan bertingkat,di dalamnya banyak sekali orang berjualan..."


" Toko Jam biasanya bertuliskan Toko Jam..Sebentar aku tuliskan sayang.."


Bayu menulis papan Banner toko Jam di buku gambar.


" Nah...Seperti ini sayang.." ucap Bayu.


" Sebentar sayang...Aku keluar dulu,sayang jangan kemana - mana. Tetap di sini.." ucap Kumala Sari lalu menghilang.


" Asem...Dia pergi kemana?"


" Jangan - jangan dia pergi ke Mall..." ucap Bayu dalam hati.


Lantas Bayu memggambar Kumala Sari sambil menunggu.

__ADS_1


Tak terasa Bayu telah selesai menggambar Kumala Sari.


Bayu mengambil buah Apel,lalu memakannya.


" Kok lama ya..."


" Apakah dia pergi ke Mall,terus nyasar..." ucap Bayu.


Bayu memutuskan untuk memggambar lagi,ia menggambar dirinya,kemudian memggambar Kumala Sari lagi..


Tiba - tiba Kumala Sari muncul bersama 2 pria yang merupakan prajurit istana.


2 prajurit itu membawa etalase berisi jam tangan. Lalu meletakkan di lantai.


"Jancook...."


" Dia habis merampok toko jam.."


" Gak nangung - nangung ambilnya. Langsung 1 etalase.." ucap Bayu dalam hati meluhat 2 prajurit yang datang bersama Kumala Sari.


" Apakah itu sayang?" ucap Kumala Sari.


Bayu berdiri sambil meletakkan buku gambar dan alat tulis.Kemudian berjalan ke arah etalase.


Nampak puluhan Jam bermerk dan harganya mahal di dalam etalase.


" Iya..Benar...Sayang dapat dari mana?" ucap Bayu penasaran.


" Sesuai apa yang sayang katakan tadi..Di Mall.."


" Aku mencarinya bersama para prajurit.."


" Setelah daoat,langsung aku bawa ke sini.." ucap Kumala Sari.


Bayu menepuk keningnya.


" Ini namanya mencuri.Aku gak mau pakai barang curian..."


Kumala Sari menekukkan wajahnya.


Bayu menghampiri Kumala Sari.


" Jika sayang meninggalkan koin emas untuk membayarnya tidak masalah...Jadi sayang tidak mencuri..Aku akan memakainya.." ucap Bayu.


Kumala Sari mendongakkan kepalanya.


" Baiklah...Aku kembali kesana lagi.." ucap Kumala Sari lalu menghilang.


" Asemmm...."


" Dia itu sebenarnya bangsa Jin apa manusia seh..Kok seperti manusia aja sifatnya...Heran aku.." ucap Bayu dalam hati.


Muncul Kumala Sari di depan Bayu.


" Aku sudah meninggalkan koin emas sayang..Jadi sayang pakai ya.." ucap Kumala Sari.


" Siap ratuku yang cantik.." ucap Bayu.


Bayu memilih jam yang menurutnya Bagus,setelah itu memakainya.


Kumala Sari memerintahkan prajurit untuk memindahkan etalase tersebut.


" Sayang suka jam itu..?" ucap Kumala Sari.


" Suka.." ucap Bayu.


" Aku ingin dengar kisah sayang waktu di china.." ucap Kumala Sari.


Bayu menceritakan kisahnya saat berada di china.


" Apakah sayang ada menikmati gadis yang masih perawan?" ucap Kumala Sari.


" Ada...Kok sayang tahu?" ucap Bayu heran.


" Aku tahu meskipun aku tidak di sana.."


" Jika sayang tidak menikmati gadis perawan,sayang tidak bisa kesini..Karena wilayah ini sangat jauh,belum lagi ada lautan luas yang memisahkan tanah jawa..."ucap Kumala Sari.


" Pantesan...Setelah aku menjebol mereka,aku merasa ada sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhku.." ucap Bayu.


" Apakah sayang mau menikmati gadis perawan?" ucap Kumala Sari.


" Aku tidak mau,aku sudah tobat sayang."


" Oh iya...Aku ounya sesuatu untukmu." ucap Bayu lalu memberikan buku gambar kepada Kumala Sari.


Kumala Sari menerima lalu membuka buku gambar tersebut.


" Sayang pandai membuat gambar?" ucap Kumala Sari.


" Aku tidak seberapa pandai.


***


Tak terasa Bayu sudah 2 hari di dunia ghaib,tiba saatnya Bayu pergi. Sebelum pergi,Kumala Sari merubah pakaian Bayu menjadi pakaian tradisonal jawa,sesuai permintaan Bayu.


Pagi hari.


Bayu dan Kumala Sari muncul di depan rumah Ki Kartolo.


Di teras rumah hanya ada Joko yang sedang menyeruput kopi,lalu tiba - tiba Bayu muncul.


Dirinya kaget dan tak percaya apa yang ia lihat,lalu mengucek - ngucek matanya,untuk memastikan bahwa dia tidak berhalusinasi.


" Sial...Dia orang sakti rupanya,lebih sakti dari ayah mertuaku.." ucap Joko dalam hati.


" Assalam mu'alaikum..." ucaap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Joko.


Bayu menemui Ki Kartolo untuk berpamitan sekaligus meminjam mobil untuk menemui ibunya.


2 Jam kemudian.


Bayu bersama Bejo pergi menuju rumah Hana yang baru.


" Nanti tolong belikan aku Jilbab sama baju yo kang..."


" Nanti uangnya tak ganti..." ucap Bayu yang duduk di samping Bejo.


" Gak usah kamu ganti Bay..."


" Mbah kungmu memberiku uang sangat banyak sekali setelah membunuh musuh keluargamu.." ucap Bejo.


" Wuiih...Di kasih berapa kang?" ucap Bayu.


" 120 Milyar Bay..." ucap Bejo.


" Buset dah...Banyak banget.." ucap Bayu.


" Aku wes nolak...Tapi mbahmu maksa..Ya udah aku terima.." ucap Bejo.


" Gini kang..."


" Aku mau nyamar jadi penjual pakaian,untuk memberi kejutan ke istriku..." ucap Bayu.


" Oalah...Yo...Yo...Aku paham..." ucap Bejo.


Bejo membelikan pakaian,tas besar dan tak lupa Jilbab untuk istri Bayu sebagai penyamaran.


Bayu memakai topi dan masker kacamata,tak lupa sandal jepit swalow. Serta kumis palsu dan tabi lalat palsu.


Ketika mereka tiba di desa tempat di mana rumah Hana berada. Bayu turun dari mobil,lalu berjalan kaki menuju rumah ibunya sesuai petunjuk dari ibunya. Bejo menelpon ibunya Bayu,bahwa Bayu sedang berjalan kaki menuju rumah Hana.


" Endi yoo omahe ibuku." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan mencari rumah ibunya.


Tak lama kemudian Bayu melibat ibunya duduk di teras bersama Ayu yang sedang menggendong Imam.


Bayu segera memghampiri.lalu merubah nada suaranya agar Ayu tak kenal dengannya.


" Permisi bu...Apakah ibu mau beli baju..?"


Bayu meletakkan tas di teras lalu duduk.


" Bajunya bagus - bagus ..."ucap Bayu lalu melepas kacamata dan mengeluarkan isi dalam tas.


" Maaf... Tidak pak..." ucap Ayu.


Hana melihat cincin warna merah yang di pakai penjual pakaian lantas paham,bahwa itu adalah Bayu sesuai ucapan Bejo.


Hana mendekati Bayu.Lalu memilah milah Baju.


" Ini bagus bu..Keluaran terbaru..Kainnya sangat halus dan lembut..." ucap Bayu.


" Berapa ini pak...?" ucap Hana sambil memegang baju yang ia pilih.


" Murah aja itu bu...250 ribu...Tapi jangan di tawar ya bu...Buat beli susu anak saya.." ucap Bayu.


" Ayuu...Pakaian ini sangat bagus kainnya..Coba deh..." ucap Hana.


Ayu mendekat lalu memgang kain baju.


" Iya bagus bu..." ucap Ayu.


" Nahh...Ini cocok sekali untuk ibu yang cantik ini..." ucap Bayu sambil menyodorkan pakaian ke Ayu.


Tak lama kemudian muncul Diana sambil menggendong Bintang.


Bayu melihat sekilas lalu melihat pakaian,agar tidak di curigai. Sementara para pengawal yang menyamar waspada saat melihat ada pria menjual pakaian berada di teras rumah.


" Nah...Ibu yang di sana..Mari bu..Beli baju ini..Murah bu.." ucap Bayu.


Diana mendekat ,lalu memegang kain baju yang di jual Bayu.


" Bagus kainnya.." ucap Diana. Ia tahu kwalitas kain karena sering beli pakaian saat berada di Jakarta.


" Tentu bagus bu...Aku jual pakaian bukan sembarang pakaian..." ucap Bayu.


2 ibu - ibu melihat ada penjual pakaian duduk di teras rumah Hana lantas datang mendekat.


" Ini berapa pak ?" ucap Ayu.


" Murah saja bu...itu 360 ribu.." ucap Bayu asal memberi harga,sebab yang membelikan adalah Bejo.


"Boleh kurang?" ucap Ayu.


" Boleh...asal jangan banyak - banyak ya bu..."


" Soalnya saya datang dari jauh...Belum ongkos dan keuntungan yang saya dapat untuk beli beras di rumah.." ucap Bayu.


" 300 ribu bagaimana pak..?" ucap Ayu.


" Ya sudah..."


" Sebagai pengelaris saya.." ucap Bayu.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2