
Pagi hari di desa Sidodadi.
Bayu bersama Khalisa sedang berboncengan naik sepeda,mereka menuju ke sekolahan.
Bayu memakai baju kaos olah raga SMA dan celana panjang training.
Sementara Khalisa memakai baju kaos lengan panjang,celana panjang dan jilbab langsung pakai.
Bayu sudah bisa bahasa jepang,akan tetapi hanya bahasa keseharian saja yang ia bisa.Selebihnya ia masih menghapal.
"Awan..." ucap Khalisa.
"Iya Put..." ucap Bayu.
Khalisa memperat pelukannya.
"Aku pengen kembali ke masa dulu lagi..." ucap Khalisa.
"Jangaaan..." ucap Bayu.
"Kenapa jangan Wan..?" ucap Khalisa.
"Nanti kamu pergi lagi meninggalkanku..." ucap Bayu.
"Ya enggak to mas Awanku,suamiku,kita kan sudah menikah....." ucap Khalisa.
Tak lama kemudian mereka sampai di depan gerbang sekolah.
Khalisa turun dari sepeda. Lalu memandang sekolah tersebut , pemandangannya nampak berbeda dengan waktu ia masuk sekolah. Karena sebagian sudah di renovasi namun ada yang belum di renovasi.
"Banyak yang berubah ya mas.." ucap Khalisa.
"Enggak juga... Adek masih seperti dulu.. Tetap cantik..." ucap Bayu.
"Mas bisa aja...
"Yuk mas kita pulang.." ucap Khalisa.
Bayu naik sepeda,Khalisa duduk di belakang,lalu Bayu mulai mengayuh sepedanya menuju rumah.
Saat di jalan,seorang gadis menaiki sepeda mendahului Bayu lalu menoleh ke arah Bayu saat akan mendahului.
"Bayuuu....!!!" ucap gadis itu.
Gadis itu tak jadi mendahului Bayu,ia mengimbangi laju sepedanya dengan Bayu.
Bayu menoleh ke kanan,ia tak mengenali gadis itu,karena dulu ia sekelas.
"Eh.. Maria...!"ucap Bayu lalu melihat kedepan lagi.
"Sombong kamu ya..." ucap Maria.
"Sombong kenapa?" ucap Bayu.
"Kenapa kamu tak membalas suratku?" ucap Maria.
Khalisa diam saja mendengar mereka bicara.
"Surat apa ya? " ucap Bayu.
"Gakpapa...Lupakan...
Maria melihat wanita yang di bonceng Bayu.
"Kamu sudah punya pacar ?" ucap Maria.
" Iya.." ucap Bayu.
" Mana pacarmu?" ucap Maria.
"Ini yang aku bonceng" ucap Bayu.
"Serius dia pacarmu?" ucap Maria tak percaya.
"Iya aku serius..." ucap Bayu.
"Kirain lu gak suka sama cewek...
"Soalnya banyak yang suka sama kamu,tapi kamu gak respon sama sekali. Malah ngumpulnya sama cowok.." ucap Maria.
"Jancoook...Aku normal yoo.." ucap Bayu.
"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." suara Sekar tertawa.
"Ah yang benar...
"Jangan - jangan dia ini keluargamu...Bilang aja kalau kamu gak normal Bay.." ucap Maria.
"Jangkreek..." ucap Bayu.
"Sikat Bay...Buktikan kalau kamu suka sama cewek...Dijamin dia kelonjotan dengan gempuranmu" suara Jalu.
"Dia itu kalau sama cewek sikapnya dingin mbak.. Kalau sama cowok akrab banget.." ucap Maria pada Khalisa.
"Gak juga kok,tadi malam Bayu menggauliku.." ucap Khalisa.
"Eh...!!!Serius...Bayu ngentuin kamu mbak?" ucap Maria gak percaya. Sebab ia pikir Bayu penyuka sesama jenis.
"Jangan pikir yang aneh - aneh..Dia ini istriku." ucap Bayu.
"Kirain kamu gak normal Bay.." ucap Maria.
"Ya normallah...Mau bukti...Ayooo...Aku akan ngentuin kamu biar sampe puas. Mau sehari semalam ayooo tak ladenin" ingin Bayu berkata seperti itu,tapi ia tak bisa.
"Jancoook..." ucap Bayu.
Maria kemudian menjalankan sepeda mendahului Bayu .
"Dia siapa mas?" ucap Khalisa.
"Teman SMA dek..waktu itu pernah sekelas. Banyak yang kirim surat kepadaku. Aku gak tahu siapa yang naruh,tahunya pas lihat di dalam laci meja,penuh kertas,begitu aku ambil gak tahunya surat. Tak buang aja di tempat sampah..." ucap Bayu.
"Ooo...Teman SMA.." ucap Khalisa.
****
Malam setelah shalat Magrib.
Terdengar suara takbir baik dari Mesjid maupun Mushalla. Ada pula suara mercon yang di nyalakan anak - anak.
Bayu duduk di teras menikmati teh kotak dan sebatang choki - choki di mulutnya.
Duuumm....
Duuumm......
Duuumm......(suara meriam Bambu yang menggunakan minyak tanah.)
BOOOOOM.....(suara petasan yang ukurannya besar)
"Oh iya...Aku kan bawa petasan kembang api..." ucap Bayu saat mendengar suara petasan dan meriam Bambu.
Bayu berdiri untuk memgambil petasan,karena tanpa adanya petasan,malam takbiran terasa sepi.
Bayu mencari kotak kardus yang berisi petasan kembang api.
"Petasan kembang api di taruh mana ya..." ucap Bayu sambil mencari.
"Pojok an dekat kulkas shujin.." ucap Hinata.
Bayu berjalan ke kulkas.Ia melihat 2 kardus menumpuk,kardus itu ukurannya seperti kardus rokok. Bayu membawa 1 kardus itu ke depan,
"Sayang...Tolong ambilkan korek di toko.." ucap Bayu pada Diana.
"Mau di nyalakan sekarang kah sayang?" ucap Diana.
"Iya dong..." ucap Bayu.
Bayu meletakkan kardus di teras.Lalu membuka kardus yang masih tersegel.
Ketiga istri Bayu datang untuk ikut menyalakan petasan kembang api.
Mereka mengambil petasan tersebut,lalu berjalan ke jalanan.
Bayu menyalakan petasan yang di pegang ke tiga istrinya dan juga Melisa.
Cesss....(suara korek di nyalakan)
Duuupp .... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Nampak di langit di penuhi cahaya petasan kembang api serta suara dari ledakan kembang api silih berganti.
Warga yang mendengar suara kembang api,lantas keluar dari rumah untuk melihat kembang api tersebut.Sebab di kampung Bayu jarang ada yang menyalakan petasan kembang api,karena harganya lumayan mahal,mereka lebih baik beli beras dari pada beli barang yang tak ada manfaatnya.
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Anak - anak kecil berdatangan untuk melihat dari dekat.
Begitu petasan habis,pengawal Bayu memberikan petasan yang belum di nyalakan.
"Seru banget kak..." ucap Melisa menikmati indahnya malam takbiran.
Masyarakat yang melihat dari kejauhan berdatangan untuk melihat kembang api tersebut.
"Iya dong..." ucap Bayu.
Sebelum Bayu pulang kampung,Bayu meminta tolong pak Adi untuk membelikan 2 dus petasan kembang api untuk di bawa ke Jogja.
Hana dan Intan yang tadinya malas keluar,begitu mendengar suara kembang api secara terus - menerus akhirnya keluar rumah untuk memyaksikan kembang api tersebut. Lalu mereka juga ikut menyalakan kembang api.
Bimo datang bersama Lukman naik sepeda memakai kaos,celana pendek,sarungnya di taruh di pundak.
"Jancooook...Tak pikir sopo seng nyalain petasan..." ucap Lukman ketika tahu siapa yang menyalakan petasan,sebab Bayu tak ada bilang bawa petasan.
"He..He...he...He... Hiburan Man..Tuh masih ada kalau mau nyalain.." ucap Bayu sambil menujuk kardus yang berisi petasan.
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Bimo dan Lukman mengambil petasan tersebut lalu menyalakannya.
Lalu muncul Daniel sambil naik motor,kemudian ia turun dari sepeda motornya.
"Wedusss...Ora ngajak - ngajak..." ucap Daniel.
"Itu loh masih banyak.." ucap Bayu sambil menunjuk kardus.
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Hingga petasan yang ada di dalam kardus itu habis.
"Kak...yang di dalam di keluarin lagi ya.." ucap Melisa.
"Nanti aja itu Mel...Setelah kita bayar Zakat." ucap Bayu.
Warga yang berkumpul lantas membubarkan diri masing - masing setelah tak ada lagi ledakan kembang api.
__ADS_1
***
Mesjid.
Setelah Bayu melaksanakan shalat Isya,ia keluar dari teras untuk mengambil beras yang ia bawa dari rumah,kemudian mendatangi pengawalnya yang membawa koper berisi uang untuk membayar zakat.lalu berjalan mendatangi panitia penerima zakat. Sementara ke tiga istrinya pulang duluan.
"Sudah di niatin apa belum Bay?" ucap seorang bapak - bapak duduk di depan Bayu.
"Sampun pak..." ucap Bayu.
Bayu menulis namanya,lalu keluarganya.
"Akeh tenan Bay...Itu siapa aja?" ucap bapak itu melihat nama yang di tulis.
"Ini ibu mertua saya,dan yang ini istri saya pak.." ucap Bayu sambil menunjuk.
" Tenane bojomu ono telu Bay?" ucap bapak itu tak percaya.
Semua orang menoleh ke Bayu.
"Leres pak...
"Oh iya pak...
Bayu mengeluarkan uang di dalam tas kopernya,lalu di letakkan di meja kecil yang memanjang yang biasa buat belajar mengaji.
"Ini zakat harta saya...." ucap Bayu sambil menyerahkan uang tersebut.
Bayu sengaja memgeluarkan Zakat lebih awal meskipun dirinya belum genap setahun dalam memiliki harta yang ia terima dari kakek buyutnya serta ia membayar zakat harta milik ibunya.
DUAAAAARR...
DUAAAAARR...
DUAAAAARR... (suara petasan kembang api)
Bayu berpikir itu adalah Melisa yang menyalakan kembang api.
Bapak itu terkejut melihat 6 gepok uang pecahan 50rb an dan beberapa lembar uang pecahan puluhan ribu.
"Uakeh tenan Bay..." ucap Bapak itu.
"Ya banyak pak... "ucap Bayu.
Bayu sebenarnya ingin perusahaan keluarganya mengeluarkan Zakat harta,tapi mengingat mereka non muslim,maka Bayu tak bisa melakukannya,kecuali ia sudah resmi menjadi pimpinan keluarga Han.
"Totale piro iki Bay.." ucap bapak itu.
"Ini totalnya pak..
Bayu menunjukkan angka di kertas daftar orang menyalurkan zakat Mal.
Lalu Bayu mengeluarkan 2 gepok lagi.
"Ini infaq saya pak.." ucap Bayu.
"Biyuuh... Sak iki awakmu dadi wong sugih Bay.." ucap bapak itu
"Kulo mboten sugih pak,niku titipin sangking Gusti Allah.." ucap Bayu.(Saya tidak kaya pak,itu titipam dari gusti Allah.).
"Engko awakmu melu keliling opo gak Bay?" ucap pemuda yang tak jauh darinya. (Nanti dirimu ikut keliling atau enggak Bay?(membagikan zakat pada orang yang berhak).
"Enggak kang..Ini aku mau pulang...
Bayu berdiri
"Assalam mua'alaiukum..." ucap Bayu lalu berjalan.
"Wa'alaikum salam " ucap orang - orang yang ada di mesjid.
Orang - orang yang penasaran dengan Zakat Bayu kemudian melihat di kertas catatan tersebut. Mereka terkejut saat melihat nominal yang Bayu tulis.
****
Bayu berjalan kaki bersama seorang pengawal. Ia melihat beberapa warga keluar dari rah untuk melihat kembang api lagi.
Begitu Bayu sudah dekat dengan rumahnya,ia melihat Melisa bersama beberapa remaja baik pria maupun wanita ikut menyalakan kembang api.
Bahkan Nabila ikut serta.
Melisa melihat Bayu datang.
"Kok lama banget kak?" ucap Melisa.
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
Duuupp.... DUAAAAARR...
"Ada urusan tadi Mel...
"Kapan datangnya Bil?" ucap Bayu.
Melisa memberikan petasan pada Bayu.
"Tadi mas..." ucap Nabila.
"Sama siapa?" ucap Bayu.
"Sama ibu...." ucap Nabila.
"Ooo...Sama ibu...Bapak mana?" ucap Bayu.
"Lagi di mesjid mas...
"Besok kerumah ya mas.." ucap Nabila.
"Iya pasti itu Bil..." ucap Bayu lalu masuk ke dalam.
"Loh kak...Ini belum habis.." ucap Melisa.
"Aku ambil minum dulu Mel...
"Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu letika melewati pintu rumah.
"Wa'alaikum salam..." ucap keluarga Bayu dan ibunya Nabila.
Bayu bersalaman dengan ibunya Nabila,tak lupa mencium tangan.
Bayu duduk di kursi sofa di samping Ibunya.
"Ya gakpapa bulek.." ucap Bayu sambil mengambil teh Kotak di meja.
"Bulek gak nyangka...Istrimu ada 3..." ucap ibunya Nabila.
"Namanya juga Jodoh bulek...Bayu juga gak menyangka bila jodoh Bayu ada 3...." ucap Bayu.
"Lebaran ke 2 bulek mau ketempatnya pakdemu...Mau bareng apa enggak?" ucap ibunya Nabila.
"Jam berapa berangkatnya bulek?" ucap Bayu.
"Seperti biasa jam 6 lah Bay.... Biar gak macet" ucap ibunya Nabila.
"Bulek duluan aja..." ucap Bayu.
***
Pagi Hari
Setelah shalat Shubuh,Hinata pergi kedapur membantu ibunya Bayu dan bu Intan. Ia melihat ketupat yang sedang di gantung.
"Ibu...Ini apa?" ucap Hinata sambil menunjuk ketupat.
"Itu namanya ketupat sayang..."ucap Hana.
"Ooo...Kecupat.." ucap Hinata.
"Ke...Tu...Pat..." ucap Hana.
"Ke..Tu..Pat.. " ucap Hinata mengulangi ucapan Hana.
kemudian muncul Diana.
"Ayu nanti ke mesjid lagi apa enggak?" ucap bu Intan
"Ke mesjid? Bukannya tadi sudah..?" ucap Hinata.
"Untuk shalat Idul Fitri sayang" ucap Hana.
"Oh iya... Lupa..." ucap Hinata.
Sebelumnya sudah di beri tahu oleh Bayu perihal shalat Idul Fitri.
Pukul 6.20
Bayu dan keluarganya bersiap - siap untuk pergi ke mesjid melaksankan shalat Idul Fitri.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Hinata dan Diana.
Awalnya Hinata menjalankan shalat terasa berat,sebab sebelumnya ia sangat jarang pergi sembahyang di tempat ibadahnya. Hana yang menemani Hinata saat itu dengan telaten mengajari Hinata shalat. Membangunkan saat shalat subuh. Hana terus memberi semangat pada Hinata.
Begitu pula dengan Diana,sejak dirinya masuk islam,dirinya melakukan shalat 5 waktu terasa berat,seiring berjalannya waktu,ia melaksakan shalat 5 terasa ringan,sebab pria yang ia sangat cintai selalu menemani dirinya.
Kemudian mereka berjalan kaki ke mesjid untuk melaksakan shalat sunnah. Kecuali Melisa ia tak ikut ke mesjid.
1 Jam kemudian
Shalat Idul Fitri telah selesai,Bayu dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga.
Bayu memulai acara sebelum tetangga berdatangan.
Bayu lebih dulu meminta maaf pada ibunya,lalu ke ibu mertuanya.
Melisa duduk di lantai tak jauh dari mereka diam saja memperhatikan Bayu dan yang lainnya saling minta maaf.
"Jadi hari raya mereka begini ya" ucap Melisa dalam hati.
Setelah selesai meminta maaf,kini giliran Khalisa,kemudian Hinata ,lalu Diana.
Melisa datang menghampiri Bayu.Lalududuk di depan Bayu. Setelah itu mengulurkan tangannya,Bayu menyambut tangan Melisa.
"Kak...Maafin Mel ya jika Mel ada salah...Baik di sengaja maupun tidak di sengaja.." ucap Melisa.
"Iya Mel..Aku maafin,aku juga minta maaf bila ada salah kata maupun perbuatanku padamu ya Mel." ucap Bayu.
"Iya kak..." ucap Melisa lalu melepaskan jabatan tangannya.
Hana berjalan ke depan untuk membuka pintu rumah.
Di luar rumah,ada beberapa anak kecil berdiri di depan pintun rumah yang tertutup. Para pengawal Bayu menahan mereka,karena Bayu berpesan jangan di usir tapi di suruh diam saja dulu.
Begitu pintu di buka oleh Hana.
"Assalam mua'alaikum.." ucap semua anak - anak yang berkumpul.
"Wa'alaikum salam..." ucap Hana.
Mereka kemudian masuk kedalam rumah.
Hana memberikan uang pada anak - anak kecil tiap orang mendapatkan 10 ribu. Mereka senang sekali mendapatkan uang tersebut. Biasanya mereka menerima paling besar Seribu rupiah.
Bayu bersama ketiga istrinya sedang duduk di meja makan.
Di meja nampak lontong yang di bungkus daun pisang,ketupat dan sayur opor ayam.
"Mel...Kamu gak sarapan?" ucap Bayu.
"Mel dah sarapan kak..." ucap Melisa duduk nonton tivi.
Hape Nokia Bayu berdering di samping tivi yang sedang di cas.
"Siapa yang nelpon Mel?" ucap Bayu.
Melisa kemudian berdiri untuk melihat hape Nokia tersebut.
"Pak Agus kak..." ucap Melisa.
"Angkat aja Mel...Bilangin aku lagi makan..Nanti setelah sarapan ku telpon balik."ucap Bayu.
"Iya kak..." ucap Melisa.
__ADS_1
Melisa melakukan apa yang di suruh oleh Bayu.
Selesai Bayu sarapan,Bayu mengambil hapenya,kemudian menghubungi ayahnya.
Tuuut....Tuuut...Tuuut..
"Assalam mua'laikum..." suara Agus.
"Wa'alaikum salam warah matullah..
"Maaf yah..Tadi Bayu sedang sarapan.." ucap Bayu.
"Iya gakpapa nak.." suara Agus.
"Minal aidzin walfaidzin ya ayah...
"Bayu meminta maaf atas perlakuan yang Bayu lakukan pada Ayah...." ucap Bayu.
"Iya nak..Ayah juga minta maaf... Yang dulu telah menelantarkanmu... "suara Agus.
"Iya ayah..Bayu sudah maafin kok..." ucap Bayu.
"Apakah nomor ibumu ganti Bay?" suara Agus.
"Enggak yah...Emangnya kenapa?" ucap Bayu.
"Gakpapa... Sampaikan saja salam untuk ibumu..." suara Agus.
"Iya yah..." ucap Bayu.
"Ya sudah kalau begitu...Assalam mu'alaikum.." suara Agus.
"Wa'alaikum salam warahmatullah...
Bayu mematikan panggilan telponnya.
"Mel...Nanti ikut gak?" ucap Bayu.
"Kemana kak?" ucap Melisa.
"Keliling tempat tetangga " ucap Bayu.
"Hem....Ikut kak..." ucap Melisa.
30 menit kemudian.
Bayu dan ke tiga istrinya memakai pakaian dengan warna yang sama. Hanya Melisa juga berpakaian yang sama,namun Melisa tak memakai jilbab.
Bayu melihat ke Khalisa,lalu,diana kemudian Hinata. Mereka nampak cantik dan serasi.
"Kak... Mel cantik gak?" ucap Melisa. memakai pakaian rok panjang,dan baju lengan panjang.
"Cantik lah Mel...." ucap Bayu.
Mereka kemudian foto bersama sebelum keluar rumah.
Setelah berfoto - foto.Mereka berjalan keluar rumah.
Baru saja Bayu memakai sandal slop merek batu Bata, Lukman,Bimo dan Daniel muncul.
"Assalam mua'laikum..." ucap mereka serempak.
"Wa'alaikum salam...ucap Bayu dan ketiga istrinya.
Mereka kemudian bersalaman sambil ngucapin minal aidszin walfaidzin.
Kecuali Daniel,ia mengucapin selamat hari raya idul fitri. Jika Daniel merayakan Natal,Bayu datang kerumah Daniel,tapi tak mengucapkan selamat natal. Itu tak masalah bagi Daniel,karena baginya Bayu datang kerumah dah sangat senang tanpa ucapan selamat Natal.
"Ini kamu mau kemana Bay?" ucap Lukman.
"Biasa...Cari angpao..." ucap Bayu.
"Jancookk...
"Aku ikut...Tungguin aku Bay." ucap Lukman.
"Iyoo.." ucap Bayu.
Lukman,Bimo dan Daniel masuk ke dalam rumah untuk bersalaman ke ibunya Bayu dan ibunya Khalisa. Lalu mereka keluar rumah.
"Ayoo..Mas.." ucap Khalisa.
Mereka kemudian berjalan.Melisa berjalan di samping Daniel.
"Kak Daniel Gak ikut" ucap Melisa.
"Enggak Mel..." ucap Daniel.
"Ikut aja kak...Ini Mel ikut..." ucap Melisa.
Mau gak Mau Daniel ikut.
"Kak Daniel sering ikut mereka keliling kampung kah?" ucap Melisa.
"Hem...Kadang ikut,kadang enggak Mel.." ucap Daniel.
"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu saat berkunjung tetangga samping rumahnya.
Nampak seorang bapak - bapak dan seorang ibu - ibu duduk di kursi kayu,di depannya ada kue dan jajanan khas lebaran di meja.
"Wa'alaikum salam...Masuk.." ucap bapak itu.
Bayu meletakkan kedua tumitnya di lantai,lalu bersalaman. Setelah itu ketiga istrinya bersalaman dengan ibu - ibu.
"Ayune...." ucap ibu tersebut melihat wajah mereka.
Bayu menangkupkan tangan ke ibu tersebut.
"Ayoo di cicipin.." ucap bapak itu.
Hinata melihat tape Ketan yang di bungkus daun pisang.
"Shujin..." ucap Hinata.
"Iya yomesan.." ucap Bayu.
"Ini apa ?" ucap Hinata sambil menujuk karena penasaran
"Itu namanya Tape Ketan..Ambil saja jika penasaran" ucap Bayu.
Hinata memgambil tape ketan tersebut,lalu membukanya. Setelah itu mencium aromanya lalu mencicipinya.
Melisa ikut mengambil tape Ketan tersebut.
"Gimana? enak gak dik?" ucap Khalisa.
"Oishi..." ucap Hinata lalu memakan tape ketan tersebut hingga habis.
Khalisa mengambil ketan yang di potong lalu di berikan pada Hinata.
"Ini terbuat dari ketan yang di kukus" ucap Khalisa.
Hinata menerima lalu memakannya.
"Istrimu yang mana Bay?" ucap bapak itu.
"Yang pakai jilbab pak..." ucap Bayu.
"Biyuuh...
"Terus yang itu?" ucap bapak lalu menunjuk Melisa.
"Itu adik sepupu pak.." ucap Bayu.
Hinata melihat jajanan kembang goyang,lalu mengambilnya.
Segala makanan yang baru bagi Hinata,Hinata akan mengambil dan memakannya untuk mencoba rasanya.
"Ini apa Shujin...?" ucap Hinata melihat madu mongso.
"Itu namanya Madu Mongso shujin.." ucap Bayu.
Hinata mengambil Madu Mongso tersebut lalu memakannya.
Setelah habis,ia memgambil madu mongso lagi,karena Hinata menyukai rasanya.
"Enak shujin..." ucap Hinata.
Diana mengeluarkan tisu dalam tasnya karena melihat mulut Hinata ada kotoran bekas Madu Mongso.Lalu mengelapnya.
Selesai Hinata makan.
Bayu berpamitan untuk berkunjung ke tempat tetangga lainnya.
"Ini belum habis shujin.." ucap Hinata sambil menunjuk Madu Mongso di piring.
"Kita belum ketempat lainnya yomesan." ucap Bayu.
Hinata mengambil Madu Mongso di piring lalu mengantongi semuanya.
"Sepurane loh pak.." ucap Bayu tak enak hati melihat tingkah Hinata.
"Ya gakpapa...Masih banyak di lemari." ucap bapak itu.
Mereka kemudian berjalan keluar menuju rumah di sebelahnya.
Sambil berjalan,Hinata memakan Madu Mongso yang ia kantongi.
"Mudah - mudahan dia gak bawa kantong plastik..." ucap Bayu dalam hati.
Begitu mereka di dalam rumah tetangga sebelahnya. Hinata kembali mencicipi makanan yang baru.
"Ini apa namanya shujin" ucap Hinata menunjuk kerupuk gadung.
"Itu namanya kerupuk gadung.." ucap Bayu
"Ook..Kelupuk Gadung?" ucap Hinata lalu mengambilnya.
"Yang ini apa?" ucap Hinata menunjuk keripik sukun.
"Itu namanya kripik sukun yomesan" ucap Bayu.
Hinata mencoba keripik Sukun.Lalu mengambil lagi karena rasanya enak.
Hinata mengambil toples berisi keripik sukun lalu di dekapnya.
Setiap rumah yang Bayu kunjungi,Hinata memakan kue yang belum pernah ia lihat sebelumnya.Ia merasa seperti berkeliling di tempat kuliner masakan. Ditambah kue yang di sediakan boleh di makan sesuka hati.
Begitu pula dengan Bagu,dirinya selalu di tanya yang mana istrinya,sebab Bajunya sama. Ada juga yang mengira Bayu memiliki 4 istri.
Bayu memasuki rumah ke 14.
"Shujin...Perutku kenyang sekali..." ucap Hinata sambil memegang perutnya,karena setiap berkunjung,ia selalu makan lebih banyak ketimbang yang lain.
"Ooo...Kirain masih muat..." ucap Bayu.
"Aku gak kuat berjalan shujin..." ucap Hinata.
Bayu berpamitan,lalu menggendong Hinata karena kekenyangan tak sanggup berjalan.
"Kak..."ucap Melisa.
"Iya Mel..." ucap Bayu.
"Apakah setiap lebaran selalu begini?" ucap Melisa penasaran.
"Iya Mel...Ini sudah tradisi turun temurun,setiap lebaran Idul Fitri kita berkunjung kerumah tetangga,untuk meminta maaf bila kita ada salah." ucap Bayu.
"Kenapa ibu membagikan uang sedangkan mereka tidak.." ucap Melisa.
"Itu namanya sedekah Mel..Bila kita kelebihan harta,maka di sedekahkan...Bila tak punya ya gak masalah jika tak memberi" ucap Bayu.
Mereka sampai di rumah lalu ketiga istri Nayu dan Melisa masuk kedalam,sedangkan Bayu bersama ke tiga temannya duduk di emperan..
Nampak ada beberapa tetangga yang hendak bertamu.
"Assalam mu'alaikum..." ucap mereka.
"Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan teman - temannya.
Mereka bersalaman,lalu para tamu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Bay...Kalau lebaran di jakarta itu sama seperti di sini pasti seru ya.." ucap Bimo.
"Iya seru,tapi sayang kata kang Ahmad hanya sehari aja ramainya,besoknya mereka ke tempat wisata." ucap Bayu. Bayu pernah mendengar Ahmad berbicara masalah lebaran di Jakarta.