
Di saat Bayu berada di lantai dua hendak ke lantai pertama,ia melihat Ida berjalan bersama Sulis menaiki tangga.
Muncul keinginan Bayu untuk menengok keadaan Daniel.
" Aku mau ke Cafe melihat kondisi Daniel.."
" Ada yang mau ikut?"ucap Bayu.
" Kita mau buat kue buat kang Bejo kak.." ucap Melisa.
" Kue...? Kenapa gak beli aja Mel.." ucap Bayu.
" Kak Aisyah bisa buat kue...Jadi kalau bisa buat,kenapa harus beli kak.." ucap Melisa.
" Ya sudah... Jadi ini aku ke sana sendirian ya.." ucap Bayu.
" Iya kak.." ucap Melisa.
Sulis dan Ida sampai di tempat Bayu berada.
Bayu berjalan ke arah kamar Ayu untuk mengganti pakaian.
" Yok kita buat kue.." ucap Sulis.
" Ayook.." ucap Aisyah dan Melisa.
Mereka pun berjalan ke arah dapur.
Sesampai di dapur,mereka mengeluarkan peralatan untuk membuat kue.
Sementara Ida diam saja melihat ke tiga istri Bayu.
Melisa saat ini tak memakai jilban jika di dalam rumah.Begitu juga denhan Diana. Hanya Ayu,Sulis dan Aisyah saja yang memakai jilbab.
" Da...Tolong ambilkan tempat itu.." ucap Sulis sambil menunjuk.
Ida berjalan kearah yang di tunjuk.
" Yang ini kak?" ucap Ida.
" Iya..." ucap Sulis.
Ida berjalan ke arah Sulis kemudian memberikan benda yang di tunjuk ke Sulis.
" Ini mau buat apa?" ucap Ida.
" Buat kue ..." ucap Melisa.
" Ooo...Buat wadai...Wadai apa?" ucap Ida.
" Wadai?? Wadai kuwi opo Da..? Aku ora mudeng.." ucap Sulis.
" Kue kak.." ucap Ida.
" Oalah..Kue.."
" Ini kita buat kue kering...Seperti kue lebaran itu loh.." ucap Sulis.
" Ooo...Begitu.."ucap Ida.
Ida diam memeperhatikan para istri Bayu membuat kue.
" Ternyata mereka sangat bahagia dan akur,meskipun tinggal satu atap..Seandainya emak mau..." ucap Ida dalam hati.
Ida mengambil hapenya,ia ingin memfoto para istri Bayu sedang membuat kue.
Melisa melihat ke arah Ida.
" Jangan ambil foto sembarangan ya...Jika ketahuan,hapemu kita sita..." ucap Melisa.
"Maaf...Maaf..." ucap Ida.
Muncul Diana,lalu menghampiri Ida.
" Di sini ada peraturannya...Orang luar gak boleh memfoto tanpa izin dan mempublikasikan ke publik..."
" Jika ketahuan akan di penjara..." ucap Diana.
" Ulun minta maaf,kada tahu ..." ucap Ida.
" Iya..Kita sudah memberi tahu..Jangan di langgar ya.." ucap Diana.
Bayu muncul dengan berpenampilan seperti biasa.Celana panjang,kaos partai di lapis jaket,masker. Di punggungnya ada tas berisi palaian ganti,choki - choki dan teh Kotak.
" Ku berangkat dulu ke Cafe lihat Daniel.." ucap Bayu.
Para istri Bayu bersalaman dan mencium punggung tangan Bayu.
" Pulangnya jangan larut malam sayang.." ucap Diana.
" Iya..."
" Dek Ida...Ku tinggal dulu....Kamu sama mereka aja..Aku ada keperluan yang sangat penting.." ucap Bayu.
" Iya kak..." ucap Ida.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap ke empat istri Bayu dan Ida.
Bayu berjalan menuju garasi mobil.
Sesampai di garasi,ia menatap kendaraan yang berjejer rapi dan bersih.
Bayu bingung mau pilih yang mana,ia melihat mobil Ferari warna merah di samping mobil BMW.
" Ibu gak pakai mobilnya.."
" Hemm...Pakai mobil apa motor ya,jika pakai motor..Motor apa yang ku pakai.."
" Heeemmmm....."
" Motor ajalah..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke kotak kunci kendaraan,lalu mengambil kunci motor Astrea Legenda,dan surat STNK.
Surat STNK Bayu memasukkan dalam dompet,lalu berjalan ke arah motor sambil.memgantongi dompetnya..
Ketika hendak naik,ia teringat Helm yang belum di ambil.
" Aseem...Helmnya lupa..Nanti polisinya nilang aku lagi..." ucap Bayu.
Bayu berjalan mengambil helm,setelah ia naik ke sepeda motor dan menjalankan sepeda motornya menuju Cafe.
Bayu keluar melewati ointu gerbang rumahnya.
Baru berjalan 20 meter,Bayu menghetikan sepeda motornya.
" Eh sebentar..Jika aku naik montor,aku harus cari alamat rumah Marthen sendirian dong,.."
Bayu belum menghapal seluruh wilayah kota Jakarta.
" Mending aku sama pengawal. Daripada kesasar.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu kembali ke rumah,lalu mendatangi pos jaga.
" Kang...Sampeyan tahu gak alamat ini?" ucap Bayu sambil menunjukkan alamat di ponselnya ke supir.
Sang supir melihat ke layar ponsel Bayu.
" Tahu bos...Cuman letak rumahnya aku gak tahu.." ucap supir.
" Ya sudah...Tolong antar aku ke Cafe dulu yang kang..." ucap Bayu.
" Siap bosss..." ucap supir.
Akhirnya Bayu pergi ke Cafe bersama supir dan 3 orang pengawal.
Sesampai di Cafe Mantan.
Bayu menghampiri anak buahnya yang menjaga parkir.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa' alaikum salam bos..." ucap anak buah Bayu.
Bayu memgulurkan tangan untuk berjabat tangan.
" Lihat Daniel gak kang?" ucap Bayu.
" Ada di kossan bos..." ucap anak buah Bayu.
" Okee...Suwun.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah rumah kossan.
Sambil berjalan,Bayu mengambil ponselnya. Namun ia melihat Alex bersama teman - temannya berjumlah 14 orang duduk mengobrol bersama anak buah Bayu di halaman parkir.
Bayu berjalan menghampiri Alex.
" Nah ini bosnya datang..." ucap Alex kemudian berdiri.
Bayu bersalaman ke Alex lalu ke teman - teman - Alex.
" Bay...Sepertinya yang menghajar Daniel itu orang suruhan..." ucap Alex .
" Iya..Aku juga menduga seperti itu Lex.."
" Habis Ashar aku mau datangin dia.." ucap Bayu.
" Lu tahu siapa dalangnya Bay?" ucap Alex.
" Iya tahu...Dalang kang Parto.." ucap Bayu.
" Kang Parto...???" ucap Alex.
" Itu mah OVJ bos..." celutuk anak buah Bayu.
" Anjeeeng...Gua serius...Lu malah bercanda..Waasssuu..." ucap Alex.
" Danielnya luka - luka apa enggak Lex?" ucap Bayu.
" Luka cuman gak seberapa parah..Pas kita lewat,gue lihat ada yang kelahi.."
" Awalnya gue mau lanjut aja..Tapi pas lihat wajah yang di gebukin,gue berhenti dan menyuruh teman - teman berhenti. Lalu menolong Daniel.."
" Ada 4 orang..2 orang berbadan besar,2 orang berbadan sedang.."
" Kita langsung menghajar mereka.."
__ADS_1
" Untung gua bawa banyak teman - teman..Kalau enggak ya kita juga kalah.."ucap Alex.
" Ini gak bisa di biarin...Kalau di biarin bisa mati.."ucap Bayu dalam hati sambil mengepalkan tangannya. Ia marah karena sahabatnya ada yang memukul tanpa membuat kesalahan.
" Lu beneran tahu siapa yang menyuruh orang yang mukulin Daniel itu Bay?" ucap Alex.
" Iya..Tapi tapi ini dugaanku saja Lex.." ucap Bayu.
" Siapa?" ucap Alex.
" Marthen...Dia mantan kekasihnya Daniel.." ucap Bayu.
" Kurang ajar...Ayo kita samperin dia Bay...Mau ku buat dia bonyok dan masuk rumah sakit.." ucap Alex.
" Sabar....Habis shalat Ashar ya Lex.."
" Aku temui Daniel dulu..." ucap Bayu.
" Daniel ada di ruang tamu bos.." ucap anak buah Bayu.
" Okee..." ucap Bayu.
Bayu berjalan menuju rumah kossan.
Sesampai di ruang tamu rumah kossan.
Bayu melihat Daniel tiduran di sofa panjang.
Mukanya ada terdapat luka memar.
Bayu berjalan pelan ke arah Daniel yang sedang tertidur.
" Awas ya pembalasanku..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan pelan meninggalkan Daniel,ia tak mau mengganggu Daniel yang sedang istirahat.
Bayu mendatangi Alex kembali.
" Kamu sudah makan Lex?" ucap Bayu.
" Sudah...Pas lu telpon itu,gua lagi makan.." ucap Alex.
" Ada rokok gak?" ucap Bayu.
Alex mengeluarkan rokok Star Mild beserta korek lalu memberikan ke Bayu.
Bayu menerima lalu mengambil sebatang dan membakar rokok tersebut.
Huuuuuft..... Asap keluar dari mulut dan hidung Bayu,ia sengaja merokok karena pusing. Pusing Ida tak jadi dengannya dan juga masalah Daniel.
" Lu sekarang jadi perokok Bay?" ucap Alex.
" Aku jarang merokok Lex.." ucap Bayu sambil mengembalikan rokok milik Alex.
" Kirain..." ucap Alex.
Bayu duduk di atas trotoar sambil melihat kendaraaan berlalu lalang.
" Put... Seandainya saja dirimu masih ada..." ucap Bayu dalam hati.
Alex duduk di samping Bayu.
Bayu membuka pesan dari Daniel yang berisikan alamat Marthen.
" Ini alamat rumah Marthen.." ucap Bayu.
Alex melihat ke layar ponsel Bayu.
" Ini gua tahu tempatnya Bay..Ayoo kita samperin ke sana.." ucap Alex.
" Setelah Ashar Lex..."
" Kalau kamu masih lapar,silahkan pesan makanan..Gak usah bayar.." ucap Bayu.
" Njiirr....Sudah kenyang begini,nawarin makan.." ucap Alex.
Bayu mengeluarkan dompetnya,kemuudian mengeluarkan beberapa lembar uang. Lalu menoleh ke belakang.
" Kang...Tolong belikan rokok..."
Bayu menyodorkan uang ke anak buahnya,anak buah Bayu datang menghampiri.
" Rokokmu apa Lex..?" ucap Bayu.
" Star Mild...Kalau gak ada Sampurna.." ucap Alex.
" Tanyain yang lain rokoknya apa..Rokokku surya 12 yo kang dan korek..Sama rokokmu sekalian.." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap anak buah Bayu.
" Kembaliannya ambil aja..." ucap Bayu.
" Coba lu kuliah lagi Bay.." ucap Alex .
Bayu melihat ke arah Alex.
" Kangen ya sama aku.." ucap Bayu.
" Anjeeeng...." ucap Alex.
" Jangan sebut nama itu Bay.." ucap Alex.
" Emqng kenapa kalau ku sebut nama Kirana..?" ucap Bayu.
" Nanti dia muncul loh.." ucap Alex.
" Masa seh..."
" Kirana...Alex kangen banget sama kamu..."
" Kiranaaa... A.." ucap Bayu tertahan karena melihat Kirana datang.
" Mas ganteng...." ucap Kirana.
" Apa gue bilang..." ucap Alex.
" Jancook..." ucap Bayu.
Kirana memeluk Bayu dari belakakang lalu mencium pipi Bayu yang tak memakai masker.
Emmuaachh...
Emmmuaaachh....
" Mas ganteng kemana aza seeh.." ucap Kirana.
" Diampuuut...Kenapa kamu gak bilang Lex..." ucap Bayu.
" Kan tadi sudah gue bilang Bay..."ucap Alex.
" Waaasssuuuu..." ucap Bayu
Kirana duduk di samping Bayu sambil memegang lengan Bayu.
" Mas ganteng kemana aja...Eke cari - cari gak ada..." ucap Kirana.
" Jancook...Kok bisa ya dia nongol di sini.." ucap Bayu dalam hati.
" Gak kemana - mana,kok sampeyan ada di sini?" ucap Bayu.
" Eke jalan sama teman - teman,kata Alex suruh berhenti dan bantuin Daniel.. Ya eke bantu lah.." ucap Kirana.
" Oalah....Jadi sampeyan rombongan sama Alex toh..." ucap Bayu.
" Kirain seperti Kumala Sari..Yang ku sebut namanya langsung muncul.." ucap Bayu dalam hati.
" Yuhuuu...Mas ganteng...Kemana istrinya mas ganteng..Kok tadi eke lihat - lihat di gazebo gak ada.." ucap Kirana.
" Di rumah..." ucap Bayu.
" Kirana itu siapa Bay..?" suara Jalu.
" Itu...Mantannya pakde,masa lupa..." ucap Bayu dalam hati.
" Mantanku...?? Aseem...Mantanku wes matek kabeh yoo.." suara Jalu.
" Iya..Ini hidup lagi..Penampilannya seperti cewek,tapi aslinya cowok pakde..." ucap Bayu dalam hati.
" Juancoook...."
" Amit - amit jabang bayi Bay...Ndelok wae ogah..Opo maneh ngobrol.." suara Jalu.
Anak buah Bayu datang,lalu membagikan rokok yang di beli.
" Mana rokok eke..?" ucap Kirana.
" Mana gue tahu..Kan situ baru muncul.." ucap anak buah Bayu.
" Belikan aja kang..." ucap Bayu.
" Sampurna mentol ya..." ucap Kirana.
" Tumben..Biasanya Cerutu Kuba.." ucap Bayu.
" Itu rokok khusus mas ganteng..Mas ganteng mau rokoknya eke hisap...?" ucap Kirana.
" Jancooook... Emmoooch aku.." ucap Bayu.
Terdengar suara Tarhim dari speker mesjid.
Bayu berdiri,karena akan pergi ke mesjid.
" Mau kemana mas ganteng.." ucap Kirana.
" Ke mesjid....Mau ikut..?" ucap Bayu.
" Enggak... Eke titip salam aja sama tuhanmu.." ucap Kirana.
" Oke...Aku tinggal dulu ya ke mesjid.." ucap Bayu.
" Iya Bay..Habis lu shalat kita langsung ke sana ya." ucap Alex.
" Insya Allah..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah mesjid.
Setelah selesai shalat Ashar,Bayu kembali menemui Alex. Ia melihat Daniel bersama Alex.
Namun Alex dan teman - temannya tak lagi di pinggir jalan,namun di depan rumah Kossan.
__ADS_1
" Niel..." ucap Bayu.
Daniel menoleh ke arah Bayu.
" Kowe ape marani Marthen Bay?" ucap Daniel
" He eh...Kowe ape melu kah?" ucap Bayu.
" Iyoo..." ucap Daniel.
" Oke..Yook kita berangkat.." ucap Bayu.
" Engko sek Bay.." ucap Daniel.
" Ada apa?" ucap Bayu.
" Anak buahmu lagi dalam perjalanan ke sini..Di tunggu dulu too.." ucap Daniel.
" Yo wees..." ucap Bayu.
Daniel memberikan teh kotak ke Bayu,Bayu menerima lalu meminum teh tersebut.
Setelah meminum,Bayu mengambil rokoknya lalu membakar rokok tersebut.
" Kok awakmu iso di keroyok..Kan aku wes ngomong..Bawa itu Senjatamu bila di keroyok.." ucap Bayu.
" Aku habis mampir kerumah teman,mereka langsung memetengku Bay,terus tas kecilku dj rampas dan di buang..." ucap Daniel.
" Kamu ingat wajahnya kan...?" ucap Bayu.
" Ingat.."
" Dan aku sempat melihat seseorang berada di dalam mobil yang melihat ke arahku Bay.." ucap Daniel.
" Apakah itu Marthen..?" ucap Bayu.
" Gak tahu..Soalnya gak jelas mukanya.." ucap Daniel.
Bayu memghela nafasnya,ia tahu bahwa Daniel memiliki masalah dengan indra pengelihatannya. Karena sering di depan layar komputer.
" Kenapa kacamatamu gak kamu pakai..?" ucap Bayu.
" Aku pakai jika pas buka laptop aja Bay.."ucap Daniel.
" Sudah lapor polisi?" ucap Bayu.
" Durung.." ucap Daniel.
" Mau di kasuskan apa enggak...?" ucap Bayu.
" Heemm...Aku laporin tapi..Bentar lagi kita ke Jogja Bay..." ucap Daniel.
" Iya juga seh.." ucap Bayu lalu menghisap rokoknya.
Huuuuufttt.... Asap keluar dari hidung dan mulut Bayu.
Tak lama kemudian,muncul puluhan pengendara motor,dan sebuah mobil pick up lalu berhenti. Mereka turun dari kendaraan lalu berjalan ke arah Bayu.
" Assalam mu'alaikum bosss...." ucap sebagian mereka yang datang.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.
Bayu melihat wajah mereka yang datang,rupanya mereka adalah anak buahnya.
Bayu bersalaman ke anak buahnya.
" Ayoo jalan..." ucap Bayu.
Mereka akhirnya pergi ke rumah Marthen.
Bagaikan masa yang hendak berdemo,rombongan Bayu memenuhi jalanan.
Hingga akhirnya mereka menemukan kediaman rumah Marthen.
Rumah Marthen terdiri 2 lantai,serta halamannya luas dan di jaga securty.
Bayu turun dari mobil,lalu berjalan ke arah pintu pagar yang tertutup.Jaketnya tidak ia kancing,sehingga nampak kaos partai berlambang pohon Jengkol.
" Permisi..." ucap Bayu nyaring lalu menggedor pintu pagar yang terbuat dari besi.
Seorang security datang menghampiri.
" Cari siapa pak..?" ucap security.
" Apa benar ini rumahnya Marthen..?" ucap Bayu.
" Benar...Maaf..Anda siapa dan ada keperluan apa?" ucap security.
" Katakan padanya..Daniel ingin bertemu..Jika tidak mau menemui..Jangan harap dia bisa tenang..." ucap Bayu.
"PENGECUUUT....AYOO KELUAR...." teriak Alex.
" Lex...Diem...Jangan buat keributan.." ucap Bayu.
" Maaf...Marthennya tidak ingin di ganggu oleh siapapun..." ucap securty.
" WOOII BAJINGAAAN....KELUAR KAMU....KALAU GAK MAU KELUAR ... AKU AKAN MENGHABISIMU...." teriak Bayu.
"KELUAR PENGECUUUT....JANGAN SEMBUNYI..." teriak Alex.
" Jangan keributan..Atau ku panggil polisi.." ucap security.
" Panggil aja...Aku gak takut...Bila perlu panggil presiden sekalian..." ucap Bayu nyaring.
" BANGSAAAT...KELUAR KAMU...." Teriak Bayu.
Bayu melihat pintu rumah terbuka,lalu seorang pria berjalan.
" Itu kan kang Archie.." ucap Bayu dalam hati melihat seorang pria berjalan ke arahnya. Ia mengenal pria tersebut karena pernah bertemu dan berkenalan.
"KALAU LU GAK KELUAR,LU AKAN MATI JIKA KELUAR RUMAH..."
" WOOIII...MARTHEN BANGSAT....KELUAAAAR...."teriakan anak buah Bayu.
"BANGSAAAT...KELUAR LU..." Teriak Kirana memakai suara aslinya. Seketika teman - teman Bayu menoleh ke arah Kirana.
" Ada apa ini?" ucap Archie kepada security.
" Kenape kalian ngelihatin eke..? Yee naksir..
?" ucap Kirana meniru suara wanita.
"Ogaaah...." ucap anak buah Bayu serempak
Security hendak menjawab namun keduluan Bayu menyahuti.
" Kang Archie..." ucap Bayu.
Archie menoleh ke arah Bayu.
" Anda siapa?" ucap Archie.
" Mosok lupa..Aku Bayu yang waktu itu kita ketemu di kantor ketemu sama ayahku,sampeyan sama pak Rafael.." ucap Bayu.
Eeeh....!!! Archie terkejut. Ia tak menyangka putra Jien Lie yang kaya raya bersama dengan rombongan yang membuat keributan di depan pintu pagar.
Archie berjalan ke arah Bayu.
" Serius anda pak Bayu..?" ucap Archie.
" Asemm...Apa perlu ku telpon ayahku,terus sampeyan di panggil ke kantornya.." ucap Bayu.
" Tak perlu..."
Archie menoleh ke security.
" Buka pintu pagarnya.." ucap Archie.
" Tapi pak...Mereka ini.." ucap security.
" Buka atau kamu saya pecat..." ucap Archie.
" Ba...Ba..Baik pak..." ucap security.
Security membuka pintu pagar. Setelah pintu pagar terbuka.
Archie menghampiri Bayu lalu bersalaman.
" Kenapa anda tidak menelpon dulu jika mau datang ke rumah.." ucap Archie.
" Ya mana aku tahu kang kalau ini rumah sampeyan..." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu.."
" Mereka semua teman - teman anda pak?" ucap Archie melihat semua rombongan Bayu.
" Iya...Aku datang ke sini untuk menemui Marthen.." ucap Bayu.
" Marthen..?" ucap Archie.
" Iya..Sampeyan kenal gak kang?" ucap Bayu.
" Iya..Saya kenal..Bahkan saya sangat mengenalnya.." ucap Archie.
" Tolong panggilkan dia kang...Aku ada perlu sama dia.." ucap Bayu.
" Maaf..Ada perlu apa ya pak Bayu dengan adik saya.." ucap Archie.
" Jancook...!!!" Bayu terkejut ketika Archie menyebut kata adiknya.
" Marthen itu adik sampeyan kang..?" ucap Bayu.
"Iya...."
"Marthen itu adik saya " ucap Archie.
.
.
..
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1