
Sebuah mobil Pajero sport warna hitam berhenti di depan Cafe Mantan.
Nampak seorang pemuda tampan,masih mengenakan almameter kampus turun dari mobil. Pemuda itu adalah Bayu.
Bayu berjalan ke arah pintu,lalu pengawalnya memarkirkan mobil.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu menyapa anak buahnya yang menjaga parkiran sambil berjalan.
" Wa'alaikum salam bos.." ucap anak buah Bayu.
Bayu berjalan menuju ruangan Paijo,namun terdengar suara adzan berkumandang.
Setelah sampai di depan pintu Manajer Cafe.
Tok....Tok...Tok....(Bayu mengetuk pintu.)
" Assalam mu'alaikum " ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...." suara Paijo,Clara dan Fitri.
Bayu membuka pintu.
" Maaf... Sudah adzan Dzuhur..."
"Saya nanti kembali ke sini lagi setelah shalat Dzuhur.." ucap Bayu lalu berjalan ke mushalla.
Selesai shalat Dzuhur,Bayu kembali ke ruang Paijo.
Nampak Clara masih duduk di sofa.
" Maaf bu... Dan terima kasih telah menunggu saya..." ucap Bayu lalu duduk.
" Iya tak apa pak..."
Clara menyodorkan berkas ke Bayu.
" Ini berkas kami pak...Mohon di baca lebih dulu.." ucap Clara.
Bayu mengambil berkas tersebut.
Muncul Paijo dari pintu lalu duduk di dekat Bayu.
Bayu membaca berkas itu dengan teliti.
" Kang... Jarene mung limang atusan... Kok iki nambah akeh?" ucap Bayu.( Kang...Katanya hanya lima ratusan... Kok ini nambah banyak).
" Itu awalnya Bay... "
" Jika lancar... Maka bertambah banyak..." ucap Paijo.
" Perlu nambah personil dong...." ucap Bayu.
" He eh... Kalau mengandalkan yang ada,mereka akan kelelahan dan bisa tepar..." ucap Paijo.
" Maaf pak saya menyela..." ucap Clara.
Bayu dan Paijo melihat ke arah Clara.
" Ya bu..." ucap Bayu dan Paijo.
" Sebenarnya yang manajer Cafe di sini itu siapa?" ucap Clara.
Bayu menunjuk ke Paijo. Paijo menunjuk Bayu.
" Kamu Manajer loh kang... Kok aku..." ucap Bayu.
" Lah... Kamu yang punya Cafe kok..." ucap Paijo.
" Ooo... Jadi pak Paijo Manajer...Sedangkan pak Bayu pemilik Cafe ini..." ucap Clara.
" Betul sekali bu..." ucap Paijo.
" Perusahaan ibu ini sedang menjalankan proyek kah?" ucap Bayu.
" Betul sekali pak..."
" Untuk di kantor pusat,hanya sedikit saja karyawannya... Akan tetapi"
" Yang bagian lapangan sangat banyak..."
" Apakah Cafe bapak sanggup?" ucap Clara.
Nampak Bayu berpikir.
" Lumayan loh hasilnya Bay..." ucap Paijo.
" Iyo lumayan... Nanging iki jumlahe akeh kang..." ucap Bayu.
" Gimana kalau masaknya di rumah saja Bay..."
" Kalau di sini ku lihat tempatnya gak cukup..." ucap Paijo.
" Aku harus ijin dulu sama mbahku kang..."
" Bu Clara sudah makan?" ucap Bayu.
" Belum pak..." ucap Clara.
" Mau makan apa?" ucap Bayu.
" Sop Konro saja..." ucap Clara.
" Minumnya?" ucap Bayu.
" Jeruk hangat..." ucap Clara.
" Sebentar saya ambilkan dulu..." ucap Bayu lalu berdiri.
" Sampeyan wes mangan po durung kang?" ucap Bayu.
" Belum.." ucap Paijo.
" Ya udah... Di sini aja dulu,temanin bu Clara..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke dapur untuk mengambil makanan.
Saat Bayu berjalan,ia melihat Fitri makan sendirian di bawah pohon belakang bangunanan.Ia pun datang menghampiri Fitri.
" Fit...." ucap Bayu.
" Iya pak..." ucap Fitri lalu berdiri.
"Besok... Kalau makan di Gazebo aja..." ucap Bayu.
"Maaf pak...Saya tidak berani..."ucap Fitri.
" Ya sudah kalau gitu... " ucap Bayu lalu berjalan ke dapur.
Sesampai di dapur,Bayu meminta tolong ke anak buahnya untuk mengantar makanan dan minuman ke ruangan Paijo.
Bayu memperhatikan orang - orang yang makan di Cafenya.
Ada yang memakai jas dan berdasi,ada pula mahasiswa dan mahasiswi,dan lain - lain.
" Alhamdulilah selalu rame Cafe ini..."
" Padahal niatku cuman bantu teman sama keluarga aja...Gak mencari keuntungan..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah makanan dan minuman siap,Bayu berjalan ke ruangan Paijo bersama anak buahnya sambil memegang nampan.
Bayu masuk ke dalam ruangan meletakkan minuman,sedangkan anak buahnya meletakkan makanan.
" Bayu sangat loyal kepada anak buahnya..Tak ada batas antara atasan dan bawahan."
" Pantas saja Cafe ini selalu ramai.." ucap Clara dalam hati memperhatikan Bayu.
" Ayo kita makan dulu..." ucap Bayu.
Clara mengambil makananya,lalu membuka mulut.
Bayu dan Paijo mengadahkan tangan berdoa.
" Allahhumma bariklana fima rozaktana wakina adza bannar.."
Mau tak mau Clara meletakkan kembali sendoknya lalu ikutan berdo'a.
" Amiin...." ucap Bayu lirih.
" Selamat makan...." ucap Bayu.
Tak ada yang bicara saat mereka makan.
" Heeek....Alhamdulilah..."
" Nikmat mana lagi yang kau dustakan.."
Bayu melihat ke arah Paijo.
" Kang...Nanti sampeyan ya yang merapikan meja..." ucap Bayu.
" Siap boss..."
" Oh iya...Aku hampir lupa"
" Waktu itu Sandi ada datang ke sini sama teman - temannya mencarimu..Terus dia titip salam.." ucap Paijo.
" Wa'alaikum salam warah matullah...
" Tolong panggilkan mama ya kang."ucap Bayu.
" Iya Bay..." ucap Paijo.
" Asem...Aku juga lupa kalau ada Sandi..."
" Masih ada gak ya baju buat dia..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah Paijo membereskan meja.
" Baiklah bu...Kita lanjut lagi.. " ucap Bayu.
" Pak Bayu tidak merokok dulu...?" ucap Clara.
" Tidak bu.... Saya bukan perokok aktif,kalau kepengen saja saya merokok.." ucap Bayu.
Bu Intan masuk dalam ruangan.
Mereka pun lanjut berdiskusi. Dalam diskusi itu,Clara meminta fee sebesar 10 % dari total nilai kontrak.
" Asem.... Ini mah korupsi..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menyanggupi,karena masih untung.
" Gimana ma?" ucap Bayu.
" Hemm...Mama sanggup Wan...Asal di bantu... Sebanyak apapun jika di bantu,mama sanggup,jika tidak di bantu maka mama melambaikan tangan saja." ucap bu Intan.
Kemudian Bayu membuat surat perjanjian,setelah jadi. Bayu dan Clara tanda tangan di atas materai,setelah itu Bayu memberi stempel.
" Ini pembayaran awal pak...Sisanya akan saya transfer.." ucap Clara sambil menyerahkan uang pada Bayu.
Bayu menerima,lalu berjalan ke mesin penghitung uang. Setelah di hitung,Bayu kembali duduk.
" Wan...Mama tinggal dulu ya..." ucap bu Intan.
" Iya ma...." ucap Bayu.
Bu Intan pergi lalu berjalan meninggalkan Bayu dan Clara.
" Maaf pak... "
" Pak Bayu kuliah sudah semester berapa?" ucap Clara.
" Baru semester dua bu..." ucap Bayu.
" Ambil jurusan apa?" ucap Clara.
" Akutansi dan manajemen bu..."
" Oh iya.."
" Maaf loh bu..."
" Kemarin malam itu saya kaget pas ibu beri tahu mengenai sushi.."
" Maaf bu...Apakah ibu tidak pandai memasak?" ucap Bayu.
" Gak terlalu pandai seh pak..."
" Paling masak air,masak mie,masak nasi samaa...."
" Goreng telur dan sosis"
" Selebihnya saya beli makanan di luar" ucap Clara.
" Pantesan...."
"Cantik seh orangnya,tapi kalau cantik doang gak bisa masak ya percuma..."
" Masa iya nunggu beli dulu kalau mau makan" ucap Bayu dalam hati.
" Emangnya kenapa pak?" ucap Clara.
" Gakpapa bu....Saya kaget saja,hampir kesedak duri ikan...." ucap Bayu.
" Dari kecil,di rumah yang masak itu pembantu,lalu ketika sudah kerja dan mencoba hidup mandiri,ya gitu deh..." ucap Clara.
" Pernah mencoba masak yang lain ?" ucap Bayu.
" Pernah... Tapi ke asinan dan tidak enak..." ucap Clara.
" Ha...Ha...Ha....Ha...." Bayu tertawa.
" Sama seperti teman saya bu..." ucap Bayu.
" Siapa teman bapak?" ucap Clara.
" Sulis bu... Waktu kami masih ngekos..."
__ADS_1
" Dia masakin nasi goreng..."
" Ketika saya makan,asin banget..."
" Untuk menghargai masakannya ya saya makan saja.."
" Terus dia bilang enak gak mas masakanku.."
" Ku jawab...Enak banget...."
" Setelah nasi di piringku habis,barulah dia makan..."
" Dia muntahkan lagi nasinya.." ucap Bayu.
" Serius mas?" ucap Clara.
" Serius bu...."
" Lalu kami belajar masak bersama..." ucap Bayu.
" Apa mas tinggal sekamar?" ucap Clara.
" Tidak bu...Kami beda kamar..."
" Bila dia tidur di kamarku,maka aku tidur di kamarnya..." ucap Bayu.
Tiba - tiba hape Clara berdering nada panggil.
" Maaf mas...Eh pak...Saya terima telpon dulu.." ucap Clara.
" Silahkan bu..." ucap Bayu.
Tiba - tiba pintu terbuka,muncul Lukman di susul Bimo.
" Enak aja... Ya kowe..." ucap Bimo.
" Jancook... Kok aku... Kowe seng mulai kok..."ucap Lukman.
Mereka duduk di samping Clara yang sedang menelpon.Tanpa menyadari jika ada tamu.
" Ayo kita coba nanti..." ucap Bimo.
" Sssst... Woiii..." ucap Bayu.
Bimo dan Lukman melihat ke Bayu.
" Opo Bay...?" .
Bayu menunjuk ke Clara.
" Eh...!!! Ada tamu... Maaf...." ucap Lukman.
Bimo melihat ke arah Clara,ia tepesona dengan kecantikan Clara yang begitu menawan.
Lukman segera berdiri lalu berjalan ke kursi yang biasa di duduki Paijo.
Sementara,Bimo masih menatap Clara.
" Ayune.... " ucap Bimo.
" Wooo...Kebo..."
Lukman mendatangi Bimo lalu menarik tangan Bimo.
" Ayo kita keluar...Maaf bu...." ucap Lukman lalu berjalan keluar bersama Bimo.
" Baik pak Bayu.."
" Saya harus kembali ke kantor dulu..." ucap Clara lalu memasukkan berkas ke dalam tas.
" Iya bu..."
" Saya minta maaf atas insiden tadi.." ucap Bayu.
" Tidak apa - apa pak..." ucap Clara lalu berdiri.
Bayu ikut berdiri sambil menangkupkan tangan. Clara ikut menangkupkan kedua telapak tangannya.
" Semoga kerja sama kita ini lancar,tak ada halangannya.." ucap Bayu.
" Amiin... Saya pamit undur diri dulu pak.."
" Assalam mu'alaikum...." ucap Clara.
" Wa' alaikum salam warah matullah..."
" Hati - hati di jalan ya bu. Jangan ngebut..."
" Iya pak..." ucap Clara.
Clara keluar dari ruangan Paijo.
Tak lama kemudian Bimo dan Lukman masuk.
" Kowe iki kok ra duwe toto kromo to..."
" Wes tahu ono tamu...Malah pecicilan..." ucap Bayu.
" Ya maaf Bay...Aku benar - benar gak tahu..."
" Ini loh si Kebo..." ucap Lukman.
" Aku maneh....Lha wong kowe duluan kok" ucap Bimo.
" Jangkreek...."
" Duwe konco kok jancok i ngene...." ucap Bayu.
" Tadi itu siapa Bay?" ucap Bimo.
" Clara..." ucap Bayu.
" Omahe nangdi?" ucap Bimo.( rumahnya dimana).
" Jakarta..." ucap Bayu.
" Jakartane endi...?" ucap Bimo.
" Embooh...Takonnono dewe..." ucap Bayu.( Tidak tahu...Tanya aja sendiri).
" Kowe naksir kah Bim?" ucap Lukman.
" He eh... Ayu eee wonge..."
" Terus ngono ambune wangi.. " ucap Bimo.
" Kambing aja kamu bilang wangi,apa lagi curut..." ucap Lukman.
" Jancook...Kuwi ambune gak enak yoo..." ucap Bimo.
" Nah...."
" Kan kalian kadang gak ada jam kuliah tuh..."
" Aku mau ngasih kalian kerjaan...Mau gak?" ucap Bayu.
" Ini aku dapat Job lagi..."
" Jumlahnya lumayan banyak..."
" Jadi kalian buat ketupatnya di rumah,terus pas gak ada kuliah,kalian mengantar makanan.." ucap Bayu.
" Ngantar kemana Bay...?" ucap Lukman.
" Ke perusahaan Multi Jaya...."
" Mau gak?" ucap Bayu.
" Ya mau lah..." ucap Lukman.
" Kowe Bim..?" ucap Bayu.
Bimo nampak diam dan melamun.
" Jancook... Di jak ngomong kok malah meneng wae..." ucap Lukman.( Di ajak bicara kok malah diam saja)
" Eh...!!! Opo... Eneng opo?" ucap Bimo.
" Clara manggil kowe..." ucap Bayu.
" Endi wongee..." ucap Bimo sambil celingukan.
" Kowe iki sakjane lapo to Bim?" ucap Bayu.( Kamu ini sebernarnya kenapa seh Bim).
" Nganu Bay...Aku kelingan Clara...Ayu tenan wonge..." ucap Bimo( Aku teringat Clara,cantik sekali orangnya).
" Diampuuut...." ucap Bayu dan Lukman.
Paijo muncul dari balik pintu.
" Piye Bay...?" ucap Paijo lalu duduk.
" Piye apane?" ucap Bayu.
" Ya kerja samanya" ucap Paijo.
" Nanti sampeyan tarik anak buahku yang ada di pasar..."
" Buat tenaga tambahan...."
" Terus sama belanjaan di tambah lagi...
" Terus....Apa lagi ya..."
Nampak Bayu berpikir.
" Nah.... Sama transportasi..."
" Kita tambah 1 lagi mobil box Jo..." ucap Bayu.
" Cempe sama Kebo juga ikut Bay?" ucap Paijo.
" Ya mereka juga ikut kalau tidak ada jam kuliah..." ucap Bayu.
" Daniel?" ucap Paijo.
" Danielnya mana?" ucap Bayu karena tak melihat Daniel di Cafe.
" Katanya seh dia mau mampir ke kossan pacarnya Bay..." ucap Lukman.
" Ooo....Begitu..." ucap Bayu.
" Kapan di mulainya Bay?" ucap Paijo.
" Awal bulan Jo..."
" Mereka menghabiskan kontraknya dulu.." ucap Bayu.
" Oooo...Begitu..." ucap Paijo.
" Kenapa gak besok aja Bay..?" ucap Lukman.
" Jancook....Kowe seng gawe ketupate,bungkusi,terus masak,terus ngantar yoo..." ucap Bayu.
" Lempoh aku Bay...." ucap Lukman.
" Kirain sanggup..."
Bayu melihat ke Bimo lagi.
Nampak Bimo melamun.
" Bimo kesambet opo to... Kok daritadi diem terus.." ucap Bayu.
" Paling kesambet Clara Bay..." ucap Lukman.
Bimo melihat ke arah Lukman.
" Man...Clara sepertinya cocok ya buat calon masa depanku..." ucap Bimo.
" Iya cocok....Yen awakmu turu..."( Kalau dirimu tidur(mimpi))
" Yen tangi yo gak cocok..." ucap Lukman.( Kalau bangun ya gak cocok)
" Waasssuu..." ucap Bimo.
" Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...." Bayu dan Paijo tertawa.
Bayu menyerahkan berkas dan uang ke Paijo.
" Kang... " ucap Bayu.
" Ya Bay..." ucap Paijo.
" Tadi bu Clara minta fee 10% jika aku terima," ucap Bayu.
" Gak rugi kah Bay?" ucap Paijo.
" Enggak..."
" Aku membangun Cafe ini untuk ibadah karena Allah SWT..."
" Juga membantu sampeyan mewujudkan keinginan sampeyan..."
"Terus...Teman - teman yang telah kembali ke jalan yang lurus,agar mereka tidak terjerumus lagi.."
" Urusan rejeki, sudah ada yang ngatur..."
" Di tambah..."
" Bila orang - orang menyukai masakan kita..."
" Mereka akan datang ke sini...Begitu..." ucap Bayu.
" Injih pak Kyai...." ucap Paijo.
" Diampuut...."
__ADS_1
" Kita kerja itu mencari rejeki,bukan mencari uang..."
" Sebelum kerja kita niat ibadah karena Allah SWT..."
" Insya Allah,Allah akan melipat gandakan rejeki kalian...."
" Bisa sekarang,besok,atau tahun depan..."
" Tapi ingat... "
" Jangan lupakan shalat dan bersyukur.."
"Sesuai janji Allah...Barang siapa yang bersyukur,maka aku akan menambah kenikamatan itu,namun...."
" Barang siapa yang kufur,maka siksaanku akan lebih pedih"ucap Bayu.
" Iya pak Kyai.. " ucap Lukman,Bimo dan Paijo.
" Ngomong - ngomong... Endi choki - chokiku? " ucap Bayu.
" Bilang aja kalau minta ambilkan Bay..." ucap Paijo.
" Aku kan cuman kasih kode...Masa gak paham seh.." ucap Bayu.
" Waasssuuu..."
" Man...Ambilkan pak Kyai choki - choki.." ucap Paijo.
" Sendiko dawuh pak Paijo.." ucap Lukman lalu berdiri dan berjalan mengambil Choki - choki.
" Oh iya kang..."
" Aku pengen tiap hari Jum'at kita buat 100 porsi untuk di bagikan ke Mesjid. Pas selesai shalat Jum'at baru di berikan makanan itu.."
" Gimana? "
" Yaaa...Hitung - hitung sedekah lah.." ucap Bayu.
" Aku ikut aja Bay..." ucap Paijo.
" Berarti deal yoo..." ucap Bayu.
" Kapan di mulainya? Terus mesjid mana yang akan kita berikan?" ucap Paijo.
" Hem....Jum'at minggu ini..."
"Gimana mesjid di menteng tempatnya pak H.Ridwan...?" ucap Bayu.
" Hemm....Boleh...."
Lukman muncul membawa sekotak choki - choki dan teh Kotak,kemudian di letakkan di meja.
" Siapa yang antar?" ucap Paijo.
" Suwun Man..."
" Pak presiden yang antar kang,terus pak erte yang bagikan..." ucap Bayu.
" Lah...Pak Lurahnya gak ikut?" ucap Paijo.
" Pak Lurah lagi rapat bersama pak Camat bahas ibu - ibu yang suka gosip di pinggir jalan." ucap Bayu.
Bayu mengambil teh kotak dan juga Choki - chokinya.
" Bimo gak di ajak?" ucap Paijo.
Bayu melihat ke Bimo. Nampak Bimo diam dan memikirkan sesuatu. Kemudian Bayu menepuk pundak Bimo.
Plaaaak...( suara tepukan)
" Eh....!!!???? " Bimo terkejut.
" Melamun terus..."
" Apa seh yang kamu pikirkan Bim?" ucap Bayu.
" Gak ada Bay..." ucap Bimo.
" Oh iya kang...Baju yang kemarin aku bawa itu masih ada sisa gak?" ucap Bayu.
" Sisa 2 Bay...Kenapa?" ucap Paijo.
" Mana...? Aku mau ngasih ke Sandi...Lupa aku..." ucap Bayu.
" Bentar... Ku ambilkan dulu..." ucap Paijo lalu berdiri kemudian berjalan keluar.
" Bay..." ucap Bimo.
" Opo.." ucap Bayu.
" Nganu... Clara itu tinggal di mana?" ucap Bimo.
" Katanya seh di Apartemen,tapi dia gak bilang lokasi tepatnya...Emang kenapa Bim?" ucap Bayu.
" Gakpapa Bay..." ucap Bimo.
" Kamu mau tahu alamatya kah?" ucap Bayu.
" Iya.." ucap Bimo.
" Nanti tak kasih tahu kalau dia memberi tahu alamat Apartemennya ya Bim..." ucap Bayu.
Muncul Paijo membawa 2 baju.
" Nah Bay...."
Paijo menyerahkan baju ke Bayu,Bayu menerima.
" Itu orangnya gak ada,karena pindah keluar kota,jadi di balikin lagi.." ucap Paijo lalu duduk.
" Ooo...Begitu..."
" Fitri sudah sampeyan kasih?" ucap Bayu.
" Belum..." ucap Paijo.
" Kenapa?" ucap Bayu.
" Lha wong gak ada namanya gitu..." ucap Paijo.
" Neh buat Fitri..."
Bayu menyerahkan baju ke Paijo.
" Fitrinya mana?" ucap Bayu.
" Gak berani masuk dia Bay,..Ini kan baju cowok Bay." ucap Paijo.
" Gakpapa... Cewek pakai baju cowok kelihatan cocok. Tapi kalau cowok memakai baju cewek jadi banci.."
" Ya sudah kalau gitu.. Aku tinggal dulu ya..." ucap Bayu.
" Mau kemana Bay?" ucap Lukman.
" Mau ngasih baju ke Sandi..."
Bayu berdiri.
" Assalam mu''alaikum..."ucap Bayu.
" Wa' alaikum salam..." ucap ketiga teman Bayu.
Bayu berjalan keluar ruangan menuju parkiran.
Setelah sampai di parkiran.
" Pak...Tolong antar saya ke kossannya Sandi.." ucap Bayu pada pengawalnya.
" Siap bos...Alamatnya di mana ya bos?" ucap pengawal.
Bayu memberi tahu alamat kossan Sandi.
Mobil yang di tumpangi Bayu meluncur ke kossan Sandi.
" Kenapa aku bisa lupa sama Sandi ya..."
Bayu menatap ke kaca jendela.
" Untung masih ada sisanya.."
" Jika enggak,masa gak ku kasih oleh - oleh.."
" Oh iya... Pak Agus..."
" Aseem....Asem...."
" Wees...Embohlah... Yang penting Sandi ku kasih baju.."
Bayu mengingat - ingat lagi,karena masih ada yang mengganjal di hatinya.
" Juangkreeek.... "
" Si Alvin..."
" Ku kasih apa enggak ya baju ini ke Sandi..."
" Jika ku kasih,nanti Alvin nanyain aku..."
" Kenapa gak di kasih.."
" Tapi...."
" Percuma juga seh....Dia loh gak ada hubungin aku lagi..."
" Terakhir pas minta bantuanku untuk bisa balikan lagi sama Sulis..."
" Setelah Sulis menikah,dia gak ada hubungin aku lagi..."
Mobil yang di tumpangi Bayu sampai di kossan Sandi.
Nampak kossan itu catnya warna Merah tua.
" Ini toh kossannya..."
" Ada sandinya gak ya..."
" Cek dulu ah..." ucap Bayu dalam hati.
" Sudah sampai boss..." ucap Pengawal.
" Iya pak... Bentar..." ucap Bayu.
Bayu memejamkan mata lalu mengucapkan mantra ajian Rogoh Sukmo.
Setelah sukma Bayu terlepas dari raganya,Bayu segera melesat ke Kossan Sandi.
Bayu melihat Sandi sedang berkumpul dengan teman - temannya. Mereka mengobrol satu sama lain. Ada juga yang menenggak minuman keras.
" Juangkreek..."
" Untung aku cek dulu..."
" Kok ada bule ya di sini"
Bayu memutuskan kembali ke raganya.
Setelah sukma Bayu kembali ke raganya,Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Sandi.
Tuuuut... Tuuuut....Tuuut...
" Ya hallo Bayu...." suara Sandi.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam... Kamu sudah pulang kah Bay?"
" Kata temanmu,kamu di Jepang..." suara Sandi.
" Sudah... Ini aku di depan kossanmu San.." ucap Bayu.
" Seriuss...!!!" suara Sandi.
" Iya aku serius... "
" Ndang metu... Sikilku kesemutan..." ucap Bayu.
" Iya ya...Tunggu sebentar..." suara Sandi.
Bayu mematikan panggilanya.Lalu keluar dari mobil.
Tak lama kemudian muncul Sandi bersama teman - temannya. Mereka pun bersalaman ke Bayu sambil berkenalan. Tercium aroma alkohol dari teman - teman Sandi.
" Ayo masuk Bay..." ucap Sandi.
" Maaf San...Aku gak mau masuk bila kalian menenggak minuman keras..." ucap Bayu.
Nampak Sandi dan juga teman - temannya terkejut.
" Kok kamu tahu Bay...?" ucap Sandi.
" Aku ke sini mau ngasih ini aja..."
Bayu menyerahkan baju ke Sandi.
" Maaf untuk yang lainnya yang tidak dapat.." ucap Bayu.
Sandi menerima baju pemberian Bayu.
" Kapan kamu sampainya Bay..?" ucap Sandi.
" Kemarin lusa San..."
" Maaf aku gak bisa lama - lama San..Soalnya ada perlu.."
" Aku balik dulu ya..Assalam mu'alaikum.."ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...." ucap Sandi bersama teman - temannya.
__ADS_1
Bayu masuk ke dalam mobil.Lalu mobil yang di tumpangi Bayu berjalan menjauhi kossan Sandi. Kossan itu terkenal dengan nama Pondok Merah.