
Masih di Cafe.
Non pov.
Bayu mengambil teh Kotak dan choki - chokinya.
" Kalau boleh tahu...Nama lengkapmu siapa?" ucap Bayu tak melihat ke arah Fitri.
" Nama lengkap saya Dwi Safitri pak.." ucap Fitri yang masih berdiri.
" Kamu ngerjakan apa di sini?" ucap Bayu.
" Memasukkan laporan keuangan pak..." ucap Fitri.
" Siapa yang memasukkanmu di sini?" ucap Bayu.
" Tidak ada pak... " ucap Fitri.
" Aneh... Padahal aku gak ada buka lowongan pekerjaan.." ucap Bayu dalam hati.
" Coba ceritakan,mengapa kamu bisa sampai kerja di sini...
Fitri menceritakan saat pertama ia menemukan brosur Cafe hingga dirinya mengerjakan tugas yang di berikan Paijo.
Bayu berdiri lalu berjalan ke komputer ingin melihat pekerjaan yang telah di kerjakan Fitri.
Fitri nampak gugup sekali di hadapan Bayu,di tambah ia tak memgenali Bayu pertama kali,sebab Bayu memakai masker dan kaca mata dan memakai pakaian khas Jepang.
Bayu mengotak - atik komputer laporan bulanan dan juga harian.
" Bagus dan rapi..." gumam Bayu lalu melihat ke Fitri.
" Gak usah takut.. Aku tidak akan memakanmu..." ucap Bayu mencoba menenangkan Fitri yang nampak tegang.
Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil.
" Maaf pak..." ucap Fitri.
Bayu melihat nama Malik di layar hapenya,kemudian menerima panggilan tersebut.
" Iya kang..." ucap Bayu.
" Aku pulang ya Bay...Tadi aku mampir kerumahmu setelah mengantar barang kerumah kakekmu..Tapi kamu gak ada di rumah" suara Malik.
" Iyo kang hati - hati...Aku lagi di Cafe...
" Matur suwun loh... Salam buat mbak Widya dan Bella.." ucap Bayu.
" Iyo Bay...Assalam mu'alaikum..." suara Malik.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu lalu meletakkan hapenya di meja.
" Apakah saya di terima kerja di sini pak?" ucap Fitri.
" Heeeh... !!
" Kok nanya ke aku..." ucap Bayu.
" Iya pak.. Sebab pak Paijo bilang bahwa pak Bayu lah yang memutuskan apakah saya di terima kerja di sini apa tidak.." ucap Fitri.
" Embooh....
Suara adzan Dzuhur berkumandang.
Bayu berdiri lalu berjalan ke arah Putri dan bu Intan.
" Yok kita shalat...
Bayu menoleh ke Fitri.
" Nanti yang mutuskan bukan saya...
" Akan tetapi Paijo lah yang memutuskan...
" Saya tinggal dulu ke mushalla..." ucap Bayu.
" Kenapa gak mas aja yang mutusin..." ucap Putri sambil berjalan ke mushalla.
" Males dek..." ucap Bayu.
" Sudah di tinggal pergi mancing,gak ngajak - ngajak lagi... " ucap Bayu dalam hati.
Saat di mushalla,Bayu bertindak sebagai imam. Bayu masih mengenakan pakaian Jepang.
Selesai shalat Bayu beserta Putri dan bu Intan ke ruangan Paijo.
" Jika mama lihat,sepertinya Cafe ini cocok memakai seragam yang kamu pakai Wan..." ucap bu Intan.
" Kalau semua pakai pakaian Jepang,nanti yang ada semua menu masakan Jepang semua ma..." ucap Bayu.
" Yang di katakan mama ada benarnya mas... Biar tampil beda dengan Cafe yang ada di Indonesia..." ucap Putri.
" Kita bawanya sedikit loh...Masa iya itu terus yang di pakai..." ucap Bayu.
" Kalau pesan lagi gimana mas... Ke ayahnya Ayu..." ucap Putri.
" Heemmm.....
Nampak Bayu berpikir.
Kruucuk...Kruuucuk....( suara perut Bayu).
" Wetengku luwe dek...Gak iso mikir..." ucap Bayu.
" Bentar mas...Adek ambilkan.." ucap Putri lalu berdiri kemudian berjalan keluar.
" Gimana liburannya Wan..?" ucap bu Intan.
" Dingin di sana ma..." ucap Bayu.
" Musim salju ya..." ucap bu Intan.
" He eh... Terus gitu pas mau pulang ada badai salju..." ucap Bayu.
Tok....Tok...Tok...( suara pintu di ketuk).
" Masuk..." ucap Bayu.
Kriiieet... Pintu terbuka. Nampak seorang pria yang merupakan anak buah Bayu bernama Wendi.
" Maaf boss... Ada yang ingin bertemu dengan bos.." ucap Wendi.
" Siapa kang...?" ucap Bayu.
" Namanya Clara bos..." ucap Beni.
" Asem....Aku mau makan malah ada tamu.." ucap Bayu dalam hati.
" Ya sudah... Suruh ke sini..." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap Beni lalu pergi.
" Ma...Tolong beri tahu ke Putri... Makannya di Gazebo... Setelah selesai,nanti Bayu ke Gazebo.." ucap Bayu.
" Iya Wan..." ucap bu Intan lalu berdiri,kemudian berjalan keluar.
Tak lama kemudian.
Tok...Tok...Tok...( suara pintu di ketuk.)
" Masuk..." ucap Bayu.
Ceklek...Kriiieet.....
Nampak seorang wanita cantik memakai blazer,rok selutut. Di dadanya terdapat sebuah ID card.
Bayu melihat sekilas Clara lalu melihat ke meja.
" Permisi pak..." ucap Clara.
" Silahkan masuk bu...
Bayu berdiri menyambut.
Clara masuk menghampiri Bayu. Ia menyodorkan tangan,namun Bayu menangkupkan tangannya.
" Silahkan duduk.." ucap Bayu tanpa melihat ke arah Clara
" Terima kasih pak...
" Nama saya Clara dari PT. Multi Jaya.
" Kedatangan saya kemari ingin memesan makanan untuk besok... Apakah bisa pak?" ucap Clara.
" Saya Bayu asistennya pak Paijo manajer Cafe...
" Jika ibu pesan untuk besok... Saya tanyakan dulu ke Manajer saya..." ucap Bayu.
" Ooo... Begitu.." ucap Clara.
" Sebentar bu... Saya telpon dulu...
Bayu mengambil hape yang tergeletak di meja komputer lalu memghubungi Paijo.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuut...
" Ya hallo Bay..." suara Paijo.
" Sesuk prei opo buka?" ucap Bayu.
" Prei Bay... Kan tanggal abang...
" Mosok tahun baru buka..." suara Paijo.
Clara memperhatikan Bayu yang sedang menelpon Paijo.
" Iki eneng wong pesen buat besok..." ucap Bayu.
" Sopo seng pesen Bay..." suara Paijo.
" Bu Clara,wonge ayu....Kenal gak ?" ucap Bayu.
" Ora kenal aku Bay...
" Jika di terima,kasian teman - teman Bay...
" Mereka mau merayakan malam tahun baru...
" Jika pagi mereka bekerja,yang ada pada ngantuk tuh..." suara Paijo.
" Yo wes...Berarti iki gak usah di tompo yo.." ucap Bayu.
" Yo gak usah..." suara Paijo.
" Yo wes kalau gitu...
Bayu mematikan panggilan,kemudian berjalan ke sofa.Lalu duduk.
" Maaf ya bu...
" Kata Manajer saya besok libur...
" Jadi kami tidak bisa menerimanya.." ucap Bayu.
" Ooo... Begitu...Padahal saya berharap bisa mendapatkannya di sini." ucap Clara.
" Kenapa tidak pesan ke tempat yang lain bu..
" Contoh KFC atau Pizza .." ucap Bayu.
" Di sana mahal pak... Padahal saya hanya pesan 30 porsi saja..." ucap Clara.
" Oalah.... 30 porsi aja to...
" Tak kiro akeh bu..." ucap Bayu.
"Maaf... Saya tidak paham bahasa jawa pak.." ucap Clara.
" Kenapa tidak pesan sekarang saja, kemudian di rumah di panasin agar tidak basi.." ucap Bayu.
" Hem.... Jika di panaskan,rasanya tetap apa berubah pak?" ucap Clara.
" Tetap bu...Asal sampai mendidih..
" Jika tidak mendidih maka cepat basi..." ucap Bayu.
" Pakai panci atau microwave pak?" ucap Clara.
" Terserah ibu mau pakai apa...
" Tapi ngomong - ngomong Microwave itu apa ya bu...?" ucap Bayu.
" Alat buat memanaskan makanan bentuknya kotak yang memakai listrik pak.." ucap Clara.
" Oooo...Open listrik ta...." ucap Bayu.
" Iya... Maaf.. Bapak ini aslinya mana?" ucap Clara.
" Saya Jogja bu...." ucap Bayu.
" Saya pikir bapak orang Jepang..." ucap Clara.
" Bukan...
" Ini pakaian memang dari Jepang,setelah dari Jepang saya langsung kemari tanpa mengganti pakaian..." ucap Bayu.
" Aneh...Katanya asisten... Kok bisa pergi ke Jepang.." ucap Clara dalam hati.
" Ibu gak percaya? Ne saya kasih lihat buktinya..." ucap Bayu.
Bayu memperlihatkan video saat dirinya berjalan - jalan bersama keluarga dan teman - temannya.
Clara melihat ke hape Bayu.
" Iya...Dia beneran habis dari Jepang..."ucap Clara dalam hati.
" Apakah ada lagi bu...
__ADS_1
" Soalnya cacing di perutku pada demo..." ucap Bayu.
" Tidak ada pak....Itu saja..." ucap Clara.
" Ibu sudah makan...?" ucap Bayu.
" Sudah.... " ucap Clara.
Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggilan.
Bayu melihat ke layar hapenya.
" Mbah yut....
" Ya Hallo mbah...," ucap Bayu.
" Assalam mu'alaikum " suara Zhang.
" Wa'laikum salam.... Ono opo mbah.." ucap Bayu.
" Nanti malam setelah isya' datanglah kerumah kakek..." suara Zhang.
" Siap mbah...Mau bakar - bakar kah mbah?" ucap Bayu.
" Iya dong... Kita sudah siapkan acara untuk malam tahun baru...
" Itu saja yang mau kakek sampaikan... Assalam mu'alaikum..." suara Zhang.
" Wa'alaikum salam...
Bayu hendak bicara ke Clara,namun tiba - tiba hapenya berbunyi nada panggilan. Nampal di layar muncul nama pak Arif.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam warah matullah...
" Nanti malam ada acara gak Bay..?" suara pak Arif.
" Ada pak... Mbahku ngajak bakar - bakar..." ucap Bayu.
" Bakar - bakar apa Bay?" suara pak Arif.
" Paling bakar singkong sama jagung pak..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu,bapak pikir kamu gak ada acara,ya sudah kalau begitu... Assalam mua'laikum.." suara pak Arif.
" Wa'alaikum salam...
Bayu meletakkan hapenya.
" Maaf bu...Tadi saya terima telpon..." ucap Bayu.
" Iya tidak apa - apa...Oh iya...
" Jika saya pesan untuk di antar di hari kerja apakah bisa pak?" ucap Clara.
" Hemm...
" Kalau kotakan bisa bu...
" Jika catering kami belum bisa..." ucap Bayu.
" Begini,di perusahaan saya tiap makan siang selalu mendapat jatah dari perusahaan...
" Akan tetapi makanannya itu rasanya biasa saja..
" Setelah saya mencoba di sini,saya sangat suka dan harganya terjangkau...
" Makanya saya pesan banyak,karena besok teman - teman kerja saya sedang kumpul...
" Bila mereka menyukainya..
" Maka saya akan mengajukan kerja sama...
" Bagaimana pak?" ucap Clara.
" Hemmm...
" Saya gak bisa mikir eeh bu... Perut saya laper...
" Kalau ibu mau.. Tunggulah setengah jam lagi..." ucap Bayu.
" Manajer bapak ada di mana?" ucap Clara.
" Mancing dia bu... Gak ngajak - ngajak lagi.." ucap Bayu.
" Mancing ?" ucap Clara.
" Injih bu Clara. Mancing ikan...." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu...Boleh minta no hapenya pak" ucap Clara.
" Sebentar bu...
Bayu memberikan no hape Paijo ke Clara.
" Apakah ada lagi bu? Perutku laper,tadi pagi cuman makan roti aja..." ucap Bayu.
Clara memiscall nomor pemberian Bayu.
" Kok tidak bunyi pak hape bapak?" ucap Clara.
" Itu nomor manajer saya bu..." ucap Bayu.
" Hemm...Boleh saya minta nomornya pak Bayu saja..." ucap Bayu.
Bayu memberikan nomor hapenya.
Lalu Clara memiscall nomor Bayu.
Nampak hape Bayu berdering lalu mati.
" Terima kasih banyak pak Bayu...
" Nanti akan saya hubungi bapak jika teman - teman saya menyukainya..." ucap Clara.
" Sama - sama bu..." ucap Bayu.
Bayu berdiri melihat Clara berdiri.
" Assalam mu'alaikum.. " ucap Clara.
" Wa'alaikum salam...." ucap Bayu.
Clara berjalan ke pintu di ikuti Bayu.
Sesampainya di Gazebo,Bayu melihat Putri duduk sendirian menunggu Bayu.Makanan masih utuh belum di sentuh.
" Kok lama banget mas....Laper tahu..." ucap Putri ngambek.
" Maaf dek...Tadi agak lama..." ucap Bayu.
" Jadi dinginkan makanannya..." ucap Putri.
" Sini mas panasin..." ucap Bayu.
Setelah makanan terasa panas,Bayu dan Putri makan.
" Dek..." ucap Bayu.
" Iya mas..." ucap Putri.
" Setelah shalat Isya'...
" Mbah Zhang ngundang kita ke rumahnya..." ucap Bayu.
" Padahal Adek pengen jalan - jalan mas..." ucap Putri.
" Besok aja kita jalan - jalannya dek...
" Kalau malam tahun baru biasanya rame...Pasti macet di jalanan..." ucap Bayu.
" Terus besok kita kemana mas?" ucap Putri.
" Sembarang... Ke Ancol bisa...
" Dufan oke... Jepang lagi juga boleh..." ucap Bayu.
" Ke Ancol aja mas..." ucap Putri.
" Siap tuan putri..." ucap Bayu.
" Padahal besok aku mau pergi mancing... Jadi batal deh rencanaku... Nasib - nasib..." ucap Bayu dalam hati.
Biasanya,tahun baru Bayu selalu pergi memancing bersama ketiga temannya. Tapi kini Bayu tak bisa karena punya istri.
****
Pukul 16.50.
Rumah Bayu.
Bayu duduk di balkon lantai 2 bersama ke tiga sahabatnya.
" Bay..." ucap Bimo.
" Opo Bim..." ucap Bayu.
" Sesuk mancing yuk..." ucap Bimo.
" Gak iso aku Bim...
" Putri ngajakin ke Ancol..." ucap Bayu.
" Gagal dong rencana kita..." ucap Lukman.
" Lah gimana lagi... Bayu gak ikut kok" ucap Daniel.
" Nanti malam kamu ke Gereja gak Niel?" ucap Bayu.
" Ke Gereja lah Bay..." ucap Daniel.
" Setelah Isya'.. Kita pergi kerumah mbahku.." ucap Bayu.
" Gak bisa ikut aku Bay..." ucap Daniel.
" Iya aku tahu..." ucap Bayu.
" Besok aku pinjam mobilmu ya Bay..?" ucap Daniel.
" Iyooo... Bawa aja..." ucap Bayu.
" Aku melu yo Niel..." ucap Lukman.
Bayu mengambil lagi Choki - choki yang berada di kantong baju,sebab yang ia pegang sudah habis.
" Aku ikut..." ucap Bimo.
" Kalian gak ikut ke Ancol?" ucap Bayu.
" Aku mau ngasih oleh - oleh Bay...Kan gak jadi mancing" ucap Lukman.
" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
" Oh iya Bay... Ikeh - ikeh kimoci itu artinya apa Bay?" ucap Lukman.
" Ada 2 versi.. Pertama ayo - ayo..Kimoci itu seperti ungkapan rasa senang. Terus versi ke dua pergi...
Terdengar suara sepeda motor. Bayu melihat ke bawah.
Nampak Paijo turun dari motor,di jok terdapat kotak putih.
" Oleh iwak gak kang?" ucap Bayu.
" Dapat Bay...Tapi gak banyak..." ucap Paijo.
30 menit kemudian,Paijo datang dan ikut nimbrung.
" Bay... Nanti ikut ke rumahnya pak Arif apa enggak?" ucap Paijo.
" Gak kang... Habis Isya' aku mau ke rumah mbahku...
" Oh iya...
" Fitri pacarmu kah?" ucap Bayu.
" Bukan....
" Dia itu datang sendiri ke Cafe..
Paijo menceritakan awal mula Fitri muncul di Cafe Mantan,hingga bekerja.
Bayu menyimak ucapan Paijo. Ucapannya sama seperti yang di katakan Fitri.
" Jadi gimana... Apakah sampeyan sudah periksa hasil kerjanya Bay? " ucap Paijo.
" Sudah...
" Kerjaannya bagus...." ucap Bayu.
" Jadi dia di terima..." ucap Paijo.
" Belum..." ucap Bayu.
" Kok belum..." ucap Paijo.
" Ya sampeyan aja yang mutusin,di terima apa enggak...
" Kan dia jadi asistenmu...Bukan asistenku.." ucap Bayu.
" Iya juga seh..." ucap Paijo.
" Besok lusa aja kasih tahu ke dia..
" Tumben gak ngerokok kang." ucap Bayu melihat Paijo tidak ikut merokok seperti biasa.
" Berhenti aku Bay...." ucap Paijo.
" Sakit kah?" ucap Bayu.
__ADS_1
" Enggak....
" Cuman ...
" Pengen berhenti aja Bay..." ucap Paijo.
" Syukurlah... Kirain sakit...
" Kalau sakit ku telpon Annisa biar di obatin.." ucap Bayu.
" Habis magrib aku meluncur ke rumah Rahman Bay.. Ikan hasil pancingan ku taruh di Frezer ..." ucap Paijo.
" Oleh iwak opo kang?" ucap Bimo.
" GT,Kakap merah sama apa ya aku lupa namanya.." ucap Paijo.
" Jos itu buat malam ini kita bakar - bakar..." ucap Lukman.
" Aku jaluk siji yoo... Arep tak gowo nang Jogja...." ucap Bimo.
" Ambil aja Bim...Jangan satu bawanya.." ucap Bayu.
" Dapat salam Bay..." ucap Paijo.
" Dari siapa kang?" ucap Bayu.
" Dari orang tuaku..." ucap Paijo.
" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu.
****
Setelah selesai shalat Isya'.
Bayu bersama ketiga istrinya bersiap - siap pergi kerumah Zhang Yong Han.
Bayu memakai pakaian yang bagus dan bermerk, yang sudah di siapkan oleh Putri.
" Kenapa harus pakai baju bagus seh dek..?
" Kan cuman bakar - bakar aja..." ucap Bayu.
" Kalau mas sendirian yang bakar - bakar,gak masalah mas pakai kaos partai..
" Ini kan acara keluarga,masa iya pakai kaos partai mas..." ucap Putri.
" Yo wes...." ucap Bayu pasrah.
" Kalau malam tahun baru,sayang ngapain?" ucap Diana.
" Bakar singkong,makan choki - choki sambil gitaran..." ucap Bayu.
Setelah siap,mereka pun keluar kamar menuju teras rumah.
Sesampai di teras,Bayu melihat kedua sahabatnya duduk di lantai serta ibunya dan juga ibunya Putri.
" Daniel mana?" ucap Diana.
" Daniel ke gereja sayang..." ucap Bayu.
Mereka masuk ke dalam mobil.
" Gak jalan kaki aja kah dek...Kan dekat aja rumah kakek.." ucap Bayu.
" Mas mau gendong kita bertiga kerumah kakek?" ucap Putri.
" Enggak... Mas gak kuat..." ucap Bayu.
" Nah itu tahu....
" Jika mas kuat gendong kita bertiga,ya kita kesana jalan kaki..." ucap Putri.
" Aseemm...Lempoh sikilku." ucap Bayu dalam hati.
Setelah sampai di depan rumah Zhang,mereka keluar dari mobil.
Bayu melihat keluarga besarnya sudah berkumpul di halaman.
Ada yang bakar - bakar. Ada pula yang mengobrol,ada pula yang gitaran. Terdengar suara musik dari sound sistem,tapi tidak seberapa nyaring.
" Rame juga ya..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke arah kakeknya. Setelah sampai.
" Nah ini dia yang kita tunggu - tunggu...
" Jagoan keluarga Han..." ucap Zhang.
Bayu bersalaman tak lupa mencium tangan.
" Pahlawan apa kek... Bayu loh hanya rakyat jelata.." ucap Bayu.
" Rakyat jelata yang mampu menumpas musuh tanpa terluka sedikitpun..." ucap Tian Fei.
" Baju yang kamu kirim sangat bagus Bay..." ucap Jien Lie.
" Itu Diana yang pilih yah... Bayu hanya membawa barang belanjaan..." ucap Bayu.
" Sudah kakek duga..." ucap Zhang.
" Kita itu tahunya dari warna dan ukuran saja,masalah kwalitas kain nomor belakangan..." ucap Tian Fei.
" Betul itu...Begitu di coba di rumah,gak muat ya di buang"ucap Jien Lie.
Edwin datang menghampiri Bayu sambil mengenakan pakaian Jepang.
" Bay... Arigato gozaimase..." ucap Edwin sambil mengepalkan tangannya.
Bayu menyodorkan tangan ,Edwin menerima uluran tangan Bayu.
" Sampeyan cocok pakai baju itu..." ucap Bayu.
" Ya jelas... Edwin gitu loh...
" Eh ngomong - ngomong kenapa bawa Sakenya sedikit aja Bay...?" ucap Edwin.
" Kalau mau banyak,datang ke Jepang paman..." ucap Bayu.
Melisa datang menghampiri Bayu memakai Baju tanpa lengan,dan rok selutut.
" Kak..." ucap Melisa.
Bayu menoleh ke arah Melisa.
" Iya Mel..."
Melisa menarik tangan Bayu.
" Ke mana Mel...?" ucap Bayu.
" Bantuin Mel kak..." ucap Melisa.
Bayu menuruti keinginan Melisa.
Setelah sampai di tempat yang di tuju,rupanya Melisa mencoba membakar ikan,namun sayang selalu gosong.
" Mel mencoba bakar ikan.. Tapi selalu gosong kak..." ucap Melisa.
" Oalah... Gitu to...
" Coba ambil lagi Mel.." ucap Bayu.
Melisa mengambil ikan yang masih mentah,lalu di letakkan pada penjepit ikan. Kemudian di taruh di atas panggangan.
" Kak Daniel kemana kak?" ucap Melisa.
" Daniel lagi di gereja Mel..." ucap Bayu sambil mengolesi minyak bumbu pada ikan yang di bakar Melisa.
" Ooo.. Ke Gereja..." ucao Melisa.
" Di balik Mel...
Melisa membalik ikan.
" Tiap tahun selalu begini kah Mel?" ucap Bayu sambil mengolesi minyak bumbu.
" Iya kak... Tapi beda tempat...
" Tahun kemarin di rumah Kakek Tian..." ucap Melisa.
Bayu mengambil jagung bakar yang telah matang,lalu memakannya.
Dupp....DUUUAAAR..... (suara kembang api).
Dupp.... DUAAAARR....
Dup.... DUAAARRR...
"Balik lagi Mel..." ucap Bayu.
" Besok kak Bayu mau kemana?" ucap Melisa.
" Ke Ancol Mel..." ucap Bayu.
Datang dua wanita cantik,salah satunya menutup mata Bayu. Mereka adalah Yueyin dan Fhengyin
" Tebak siapa..." ucap Fhengyin.
" Sebentar..." ucap Bayu.
Bayu menggunakan ajian Rogoh Sukmo untuk melihat siapa yang menutup matanya.
Begitu tahu siapa yang menutup matanya.
" Yueyin...." ucap Bayu.
" Kok tahu seh..." ucap Yueyin sambil melepaskan tangannya.
" Ya tahulah..." ucap Bayu.
" Kenapa kamu repot - repot bakar Mel... Kan ada yang sudah matang..." ucap Fhengyin heran.
" Pengen aja...." ucap Melisa.
" Balik lagi Mel..." ucap Bayu.
" Besok kita mau ke Ragunan...Kak Bayu mau ikut?" ucap Fhengyin.
" Kita mau ke ancol..." ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha....Ha....Ha... ( suara di sekitar Bayu).
Bayu melihat ke arah sumber tertawa.
" Kalau ngumpul begini pasti bawaannya bercanda..
" Coba kalau kerja...
" Yang ada mukanya garang semua..." ucap Bayu dalam hati. Sebab Bayu pernah melihat di saat rapat,tampang keluarganya selalu serius.
Bayu melihat ke arah ikan yang di bakar Melisa.
" Sudah matang itu dek...Kalau kelamaan bisa kering dan gosong..." ucap Bayu.
Melisa mengangkat ikan bakarnya,lalu di letakkan di piring.
Seorang pria bernama Yang Lie Shang Han mencoba mengambil ikan tersebut. Namun Melisa dengan gesit memukul tangan pria itu dengan penjepit ikan.
"Aaauuu... Sakit Mel...." ucap Yang Lie sambil memegang tangannya.
" Biarin...
"Bakar sana sendiri...Jangan ambil punya Mel..." ucap Melisa dengan tampang judesnya.
" Bakarkan dong Mel..." ucap Yang Lie
" Ogaaah...
Melisa menghampiri Bayu.
" Yuk kak kita ke sana...Ada setan yang mencoba mengambil makanan Mel " ucap Melisa.
Bayu mengikuti Melisa.
Melisa dan Bayu duduk di kursi. Lalu Melisa memakan ikan yang ia bakar.
" Gak pakai nasi Mel?" ucap Bayu melihat Melisa makan ikan tanpa nasi.
" Nanti kekeyangan kak...Lagian Mel mau makan lagi..." ucap Melisa.
Bayu mengelap bibir Melisa yang nampak kotor. Kemudian Bayu teringat akan ucapan Diana mengenai dirinya akan mengajarkan ilmu tapak kepada keluarganya.
" Mumpung lagi kumpul semua...Mending sekarang aja aku beritahu.." ucap Bayu dalam hati.
" Mel...Ku tinggal dulu ya.. Mau nemuin kakek.." ucap Bayu.
" Iya kak..." ucap Melisa.
Bayu berjalan ke arah Zhang Yong Han.
Setelah sampai.
" Kek...." ucap Bayu.
Zhang Yong Han menoleh ke arah Bayu.
" Iya Bay... Ada apa?" ucap Zhang.
" Begini...Apakah kakek dan yang lainnya mau Bayu ajarkan ilmu tangan api?" ucap Bayu.
" Tumben mau mengajarkan kakek ilmu itu...
" Apakah Bayu mau minta sesuatu dari kakek?" Zhang.
" Enggak kek... Kalau mau nanti Bayu ajarin..." ucap Bayu.
" Hemmmm
" Kakek...
__ADS_1