
Nampak 8 unit mobil Pajero berjalan beringin menuju rumah Ki Kartolo.
Bayu melihat ke arah luar,nampak pemandangan khas desa terlihat. Sekilas ia teringat kembali dengan wajah Sulis yang lama tidak pernah bertemu.
" Sulis makin cantik aja..."
" Hemm....Apa dia habis melahirkan terus wajahnya bersinar gitu ya....Tapi.."
Bayu teringat anaknya Sulis yang sedikit aneh.
" Kenapa anaknya Sulis menangis,ketika ku dekati diam,begitu aku pergi nangis lagi..
" Hemm......"
" Sulis juga minta tolong gendongin anaknya..." ucap Bayu dalam hati.
" Shujin..." ucap Ayu.
Bayu menoleh ke Ayu.
" Iya Yomesan...." ucap Bayu.
" Kapan kita ke Jepang lagi..?"
" Ini sudah masuk musim semi..." ucap Ayu.
" Hemmm... "
" Insya Allah 2 minggu lagi.."
" Adek ikut apa enggak?" ucap Bayu.
" Kalau lama...Adek gak ikut.." ucap Putri.
" Sebentar aja...Cuman seminggu kita ke sana..Bagaimana?" ucap Bayu.
" Iya... Adek ikut mas.." ucap Putri.
Rombongan mobil Pajero tiba di kediaman Ki Kartolo.
Para pengawal mengamankan area sekitar,kemudian Bayu dan yang lainnya turun dari mobil.
Nampak 2 Mobil parkir di teras rumah.
" Ada tamu..." gumam Bayu.
Bu Hana dan bu Intan berjalan lebih dulu.
" Assalam mu'alaikum..." ucap bu Hana.
Nampak Ki Kartolo duduk di kursi bersama 4 orang tamu.
" Wa'laikum salam..." ucap Ki Kartolo.
" Permisi pak tua...Saya langsung ke belakang..." ucap bu Hana berjalan ke belakang.Karena ingin ke Toilet.
" Monggooo..."
" Bayune endi?" ucap Ki Kartolo.
" Ada di depan..." suara bu Hana.
Ki Kartolo berdiri lalu berjalan ke depan.
" Nyopo gak melebu le..?" ucap Ki Kartolo melihat Bayu dan yang lainnya duduk di tempat tidur yang terbuat dari bambu.
Bayu menghampiri Ki Kartolo di ikuti yang lainnya untuk bersalaman tak lupa cium tangan.
" Lagi pengen ngadem pakde." ucap Bayu.
" Ayo ndang melebu..." ucap Ki Kartolo.
" Pakde ada tamu gitu..." ucap Bayu.
" Yo wes...." ucap Ki Kartolo.
" Kang Bejo endi pakde?" ucap Bayu.
" Nang sawah...Paling sediluk engkas muleh.." ( di sawah..Mungkun sebentar lagi pulang)
" Yo wes...Pakde mau masuk lagi.." ucap Ki Kartolo.
" Injih Pakde..." ucap Bayu dan yang lainnya.
Ki Kartolo masuk ke dalam.
" Ke air terjun yuk mas..." ucap Putri.
" Ayoo..." ucap Bayu.
" Gak tutup kah Bay?" ucap Paijo.
" Enggak...Mereka sudah kenal aku kang.."
" Pakde.....Bayu ke air terjun dulu..." ucap Bayu.
" Iyooo..." suara Ki Kartolo.
Bayu dan yang lainnya berjalan ke arah air terjun. Sebagian pengawal tidak ikut bersama Bayu.
" Jika buat camping,bagus ini " ucap Paijo melihat pemandangan.
" Sampeyan aja yang Camping kah..Kita tidur di rumah Pakdenya Bayu.." ucap Daniel.
" Aseemmm...."
"Masih jauh gak Bay?" ucap Paijo karena baru pertama kali datang.
" Bentar lagi sampai kang..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian mereka sampai di pintu masuk.
Nampak ada pengunjung yang baru datang,namun di tolak karena sebentar lagi akan tutup.
" Kang...Aku oleh mlebu gak?" ucap Bayu kepada petugas jaga.
" Oleh...Monggoo..." ucap petugas jaga.
Bayu dan yang lainnya memasuki pintu masuk.
" Awakmu sering rene kah Bay?" ucap Paijo.
" Dulu sering kang...."
" Setelah lulus SMA jarang ke sini.Kenapa kang?" ucap Bayu.
" Pantes...Penjaganya bolehin kamu masuk.." ucap Paijo.
" Tempat ini di jaga sama pakdenya Bayu kang... Makanya Bayu bebas keluar masuk kapan saja yang dia mau.." ucap Lukman.
" Oooo...Begitu..." ucap Paijo.
Mereka tiba di air terjun.
Nampak air terjun itu begitu deras mengalir. Awalnya warung yang ada terbuat dari kayu biasa,kini sudah semi permanen dan di percantik.
" Sudah ada kemajuan.." gumam Bayu.
" Coba saja kita bawa baju ganti,pasti kita dah mandian ini.." ucap Diana.
" Bay.. Penunggu air terjunnya ada gak?" ucap Bimo.
Bayu melihat sekeliling.
Terlihat Kumala Sari melayang di antara pepohonan 60 meter dari dari Bayu berada.
__ADS_1
" Sebentar...Kalian tunggu di sini..."
" Jangan ikuti aku..."
Bayu berjalan menjauh dari rombongannya menuju ke Kumala Sari.
Kumala Sari turun saat Bayu datang mendekat.
" Apakah kamu mau menggangguku lagi?" ucap Bayu saat berada di depan Kumala Sari.
" Tidak...Aku hanya kangen kepadamu.. suamiku.." ucap Kumala Sari.
" Kita ini beda alam... Cari pasangan yang sealam denganmu.." ucap Bayu.
" Tidak ada manusia yang sama seperti dirimu..."
" Apakah kamu datang untuk menemuiku? ucap Kumala Sari.
Bayu tersenyum. Ia teringat saat dulu bersama Kumala Sari di alam mimpi dan di alam ghaib. Bayu berpikir itu hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat indah,bahkan membuat dirinya ingin dan ingin terus bermimpi bersama Kumala Sari.
" Maaf...Kita tidak bisa seperti dulu lagi.."
" Terima kasih telah mengajariku...Aku pergi dulu..." ucap Bayu lalu membalik badan dan berjalan.
Baru saja 3 langkah Bayu berjalan,Kumala Sari muncul di depan Bayu
" Aku ingin tinggal bersamamu..." ucap Kumala Sari.
Bayu menghentikan langkahnya.
" Maaf ya cantik...Aku gak bisa..." ucap Bayu lalu berjalan lagi.
" Mengapa kamu tidak mau suamiku...?" ucap Kumala Sari di samping Bayu.
"Maaf....Lebih baik kamu pergi sebelum ibuku melihatmu dan menghajarmu.. " ucap Bayu.
" Baiklah...." ucap Kumala Sari lalu menghilang.
" Bay...Tadi kamu ngomong sama siapa?" ucap Paijo,karena Paijo melihat Bayu berbicara sendiri tanpa ada orang di depannya.
" Sama penunggu air terjun kang.." ucap Bayu.
" Seriuusss....!!!" ucap Paijo tak percaya.
" Ho oh..." ucap Bayu.
" Gendeng...."
" Dia ganggu gak Bay..?" ucap Paijo.
" Enggak kang...." ucap Bayu.
30 menit kemudian.
" Ayo kita pulang...Dah mau magrib.." seru Bayu kepada yang lainnya.
Mereka yang mendengar seruan Bayu langsung menyudahi aktifitasnya. Lalu berjalan meninggalkan wisata air terjun.
" Tumben Melisa gak ikut Bay?" ucap Daniel.
" Ada acara dia Niel sama teman - temannya..." ucap Bayu.
" Cewek apa cowok Bay..?" ucap Lukman.
" Gak tahu...Mungkin cewek..." ucap Bayu.
Nampak Bejo berjalan dari arah berlawan.
" Baru mau ku susul Bay..." ucap Bejo.
" Mau Magrib kang..."
" Oh iyo...Sampeyan pengen melu gak kang?" ucap Bayu.
" Melu nangdi?" ucap Bejo.( ikut kemana)
" Kapan ?" ucap Bejo.
" Nanti malam...Terus paginya pulang.." ucap Bayu.
" Jancook...Kuwi mimpi...Waassuuuu..." ucap Bejo.
" 2 minggu lagi..." ucap Bayu.
" Hemmm.....Aku takon sek karo bapak lan ibuku Bay.." ucap Bejo.
" Oh iyo...Rogoh Sukmoku kok gak iso tekan kene yo kang...Pas aku nang Jepang.." ucap Bayu.
" Yo gak iso lah..."
Terdengar suara adzan Magrib
" Setiap wilayah ono penunggune...Yen sampeyan iso ngalahi kabeh penunggune baru kowe iso langsung tekan rene..Tapi saranku ojo..." ucap Bejo.
" Pantesan...." ucap Bayu.
Bayu dan yang lainnya tiba di rumah Ki Kartolo. Lalu mereka masuk untuk bersiap - siap untuk shalat Magrib.
Setelah selesai shalat Magrib,mereka makan bersama.Setelah makan,mereka kumpul di ruang keluarga.
" Pakde..." ucap Bayu.
" Opo le..." ucap Ki Kartolo.
" Insya Allah 2 minggu lagi Bayu ke Jepang.."
" Pakde ikut yoo.." ucap Bayu.
" Pirang dino nang jepangnge le?" ucap Ki Kartolo.
" Seminggu pakde.." ucap Bayu.
" Aku di ajak gak Yu..?" ucap Nadya.
" Di ajak to mbak.. Bude juga ikut..." ucap Bayu.
" Pak...Aku melu nang Jepang yoo.." ucap bu Kasmiati.
" Laaaah....Yen kabeh nang jepang yo aku kesepian ndek omah...Yo wes lee...Pakde melu.." ucap Ki Kartolo.
" Nah gitu dong pakde..."
" Tapi nganu pakde...Bayu nyuwun sepurane seng akeh" ucap Bayu.
" Nyopo kowe jaluk sepuro karo pakde ?" ucap Ki Kartolo heran. ( Kenapa kamu minta maaf ke pakde)
" Ajian tapak geni Bayu ajarkan ke keluargaku.." ucap Bayu.
" Gakpapa...Asal masih keluarga Han.." ucap ki Kartolo.
" Ini Bayu mau mengajarkan ke keluarga Ayu juga pakde..." ucap Bayu.
" Hem...Kenapa kowe ngajarkan ke wong Jepang le?"
" Kowe gak eling yen wong Jepang pernah jajah nang kene?" ucap Ki Kartolo.
" Asem...Sepertinya pakde gak setuju" ucap Bayu dalam hati.
" Bayu eling pakde...Tapi.." ucap Bayu.
" Tapi opo?" ucap Ki Kartolo.
" Bayu mengajarkan ilmu itu agar ayahnya Ayu bisa tinggal di indonesia..."
" Bayu kasian melihatnya pakde jika Ayu jauh dari ayahnya...Ibunya sudah gak ada.."
__ADS_1
Ki Kartolo melihat ke arah Ayu,lalu ke Bayu.
" Jika Bayu tinggal di Jepang...Bayu gak di bolehin sama keluarga Bayu.." ucap Bayu.
Ki Kartolo awalnya tidak ingin Bayu mengajarkan ilmu itu pada orang Jepang,begitu melihat Ayu jadi berubah.
" Baiklah...Tapi hanya keluarga Ayu..Ojo liyane.." ucap Ki Kartolo.
" Siap pakde...."
" Hem...Nanti Bayu minta KTP nya ya pakde..Buat paspor.."ucap Bayu.
"KTPku gak ono le...Wes suwi ilange.." ucap Ki Kartolo.
Bayu menggaruk - garukkan kepalanya.
" Waduh...Kok gak di urus pakde?" ucap Bayu.
" Pakde males ngurus.." ucap Ki Kartolo.
" Yen foto kopi kartu keluarga?" ucap Bayu.
" Kartu keluarga ada..." ucap Ki Kartolo.
" Kartu keluarga aja pakde.." ucap Bayu.
"Buk..Tolong ambilkan foto kopi kertu keluaraga" ucap Ki Kartolo.
Bu Kasmiati berdiri lalu berjalan menuju kamar.
" Oh iya...Aku dengar kowe di tabrak yo Bim?" ucap Bejo.
" He eh kang...Yang nabrak si Nando..Tapi wonge wes mlebu penjara.." ucap Bimo.
Bu Kasmiati memberikan foto kopi kartu keluarga kepada Bayu.
Terdengar suara adzan.
" Pacarnya Nando di ambil Bimo kang.." ucap Lukman.
Bejo menatap ke arah Bimo.
" Ajian yang ku kasih ada positif dan negatifnya.."
" Negatifnya bisa membuat dirimu celaka jika tidak berhati - hati.." ucap Bejo.
" Ajian opo kang?" ucap Lukman.
" Yok kita shalat dulu..." ucap Bayu.
Mereka berdiri lalu berjalan ke belakang untuk berwudhu.
Selesai shalat,Bayu menemui Bejo yang duduk di teras bersama Ki Kartolo.
" Kang...Ada foto kopi KTPmu gak?" ucap Bayu.
" Gak ono Bay...." ucap Bejo.
" Sampeyan foto kopi disek,punya Nadya lan ibumu..Nanti fotonya pakai hapeku aja..." ucap Bayu.
" Kapan Bay..?" ucap Bejo.
" Tahun ngarep(depan).." ucap Bayu.
" Ooo...Tahun ngarep,tak pikir sesok.." ucap Bejo.
" Yo sak iki kang...Iki aku arep muleh.." ucap Bayu.
" Jangkrek...Kok ndadak ngene..." ucap Bejo.
" Pengen melu nang jepang opo ora?" ucap Bayu.
" Yo pengen lah..."
" Sek...Tak ambil KTP dulu.." ucap Bejo lalu berjalan masuk.
"Pakde...Bayu foto pakde yo...Buat paspor.." ucap Bayu.
" Gawe kelambi apik po ngene wae?" ucap Ki Kartolo.( pakai pakaian bagus atau begini aja).
" Begitu aja pakde..." ucap Bayu.
Bayu mengambil hapenya lalu memfoto Ki Kartolo.
Kemudian Bayu menghampiri Nadya kemudian bu Kasmiati. Selesai memfoto,Bayu kembali ke teras menunggu Bejo datang.
" Kumala Sari wonten ganggu gak pakde?" ucap Bayu.
" Gak ad le...Aman..." ucap Ki Kartolo.
" Syukurlah..." ucap Bayu.
" Apa dia datangin awakmu le..?" ucap Ki Kartolo.
" Injih pakde.."
"Mahu wonten nang air terjun. Tirose pengen nderek Bayu..Yo Bayu wegah.." ucap Bayu.( Tadi ada di air terjun..Terus ingin ikut Bayu..Bayu gak mau..).
" Ooo...Ngono..." ucap Ki Kartolo.
" Yen Kumala Sari nderek pakde pripun?" ucap Bayu.
" Budemu langsung mencak - mencak lan gugat cerai le..Lagian juga pakde gak mau di ikuti makhluk halus seperti Kumala Sari." ucap Ki Kartolo.
" Kirain pakde mau..." ucap Bayu.
Muncul Bejo naik sepeda motor lalu berhenti dan menghampiri Bayu.
" Ini Bay foto kopinya.." ucap Bejo.
" Duwe foto opo ora kang?" ucap Bayu.
" Hem...Foto lawas Bay..Iso gak?" ucap Bayu.
" Bisa..."
" Tapi tunggu dulu...Foto lawas kapan kang?" ucap Bayu.
" Foto SDku...Seng anyar ilang.." ucap Bejo.
" Juangkreeek....Wes rene tak foto.." ucap Bayu.
" Ntar...Ganti baju dulu." ucap Bejo.
" Gak usah..." ucap Bayu.
" Yo elek to...." ucap Bejo.
" Wes ngono wae...Kesuwen( kelamaan) kang" ucap Bayu.
" Yo wes..." ucap Bejo.
Bayu memfoto Bejo memakai hape Nokianya.
" Dah...Sekarang kita mau pulang.." ucap Bayu.
Bayu berpamitan di ikuti yang lain.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap Ki kartolo dan keluarga.
Setelah itu mereka naik mobil,keluarga Ki Kartolo berdiri di samping mobil yang di tumpangi Bayu.
" Hati - hati..." ucap Ki Kartolo.
__ADS_1
Tin....Pengawal menekan klakson. Satu persatu berjalan menjauhi rumah Ki Kartolo.