
Bayu berlari sekuat tenaga meninggalkan orang yang di anggapnya jahat.
" Jiangkreek..."
" Ternyata dia jahat " ucapBayu dalam hati sambil berlari.
Bayu melihat ada beberapa orang berbaris memasuki bis sambil membawa tas.
Lalu Bayu segera menuju bis itu yang jaraknya 40 meter.
Orang terakhir naik. Lalu pintu bis perlahan tertutup.
" * TUNGGUUUU....." teriak Bayu.
Pintu bis kembali terbuka,lalu Bayu masuk ke dalam bis.
" Selamet..."
Bayu melihat ke arah kursi penumpang.
Bis mulai berjalan.
Nampak para penumpang rata - rata masih muda. Hanya beberapa orang yang sudah dewasa,lalu Bayu melihat ada kursi kosong yang di sebelahnya ada seorang gadis cantik bermata agak sipit,rambut di ikat. Memakai kaos putih rok selutut.
Bayu berjalan ke arah kursi kosong tersebut.
Orang - orang di dalam bis memperhatikan Bayu saat berjalan menuju kursi.
Bayu duduk di kursi kosong.
" Semoga saja dia tak menemukanku." ucap Bayu dalam hati.
Gadis di samping menoleh ke Bayu lalu melihat ke arah jendela.
Bayu menoleh ke gadis di sebelahnya,lalu melihat ke depan.
" Apakah kamu kenal dengan pemuda itu..?" ucap gadis 1 di barisan kursi Bayu.
" Tidak...Aku tidak memgenalnya.." ucap gadis 2.
" Apakah dia anak baru?" ucap gadis 1.
" Mungkin..." ucap gadis 2.
----****---
Jakarta.
Ruangan kerja Zhang Yong Han.
Nampak kakek Zhang sedang membaca buku panduan shalat. Ia telah memeluk agama islam sesuai janji yang ia ucapkan,meskipun musuhnya tersisa 1 orang saja.
Di saat kakek Zhang belum mendapat kabar kabar dari Hana bahwa Bayu masih hidup,ia belum masuk Islam karena dirinya sangat terpukul mendengar Bayu telah tewas.
Kakek Zhang juga sedih melihat keadaan Hana yang semakin kurus karena memikirkan Bayu. Segala upaya di lakukannya. Namun Hana tetap keuhkeuh tidak mau makan. Hingga akhirnya Hana menemui dirinya dan mengatakan bahwa Bayu masih hidup.
Kakek Zhang tidak percaya namun karena melihat Hana makin baikan,maka di iyakan saja. Hana menceritakan pertemuannya dengan ki Kartolo dan Kumala Sari.
Begitu selesai Hana bercerita,dirinya percaya akan ucapan Kumala Sari. Lalu memerintahkan keluarganya yang di China untuk mencari Bayu.
Kembali ke cerita.
Kakek Zhang membaca bacaan saat tahiyat akhir,karena ia belum hapal dengan bacaan tersebut.
Tiba - tiba hape pribadinya berdering.
Kakek Zhang menutup buku lalu meraih hapenya.
Nampak nomor Hana yang di pakai di China menelpon.
" Assalam mua'alaikum Hana cantik.." ucap kakek Zhang.
" Wa'alaikum salam kakek.."
" Hana telah menemukan Bayu.." suara Hana
" Di mana Bayu...Kakek ingin bicara dengannya.." ucap Kakek Zhang merasa senang mendengar Bayu telah di temukan.
" Dia melarikan diri kek.." ucap Hana.
" Melarikan diri..? Kok bisa..Bagaimana ceritanya" ucap kakek Zhang.
" Salah satu anak buah kita menemukan Bayu.."
" Dia lihat mukanya sama dan memakai cincin warna merah.."
" Namun..."
" Bayu mengaku bernama Jiang..."suara Hana.
" Jiang...?"
" Kok bisa bernama Jiang..Bagaimana ceritanya Hana.." ucap kakek Zhang.
" Bayu lupa ingatan kakek...Sepertinya Bayu ketakutan jika bertemu seseorang yang belum di kenal.." suara Hana.
" Hemmm..."
" Jika bertemu lagi...Jangan dekati Bayu..Pantau saja dari kejauhan.."
__ADS_1
" Begitu kamu sudah dekat..."
" Bukalah Jilbabmu Hana..."ucap kakek Zhang.
" Hana tidak mungkin melepaskan Jilbab di depan orang lain kakek...Apalagi di tempat umum.." suara Hana.
" Iya...Kakek tahu.."
" Maksud kakek itu,buka jilbabmu saat di depan Bayu,agar Bayu melihat wajah dan rambutmu.."
" Siapa tahu...Ingatan Bayu kembali.." ucap kakek Zhang.
" Iya juga seh...Tapi.." suara Hana.
" Tapi apa Hana...?" ucap kakek Zhang.
" Hana malu kakek..." suara Hana.
" Pilih malu atau Bayu kabur lagi..?" ucap kakek Zhang.
" Hana tidak mau Bayu kabur lagi kek...Gimana seh.." suara Hana.
" Kalau gak mau kabur,ya buka jilbabmu Hana sayang...Agar ingatannya Bayu kembali di saat melihatmu tanpa jilbab." ucap kakek Zhang.
" Iya kakek...Sudah dulu...Assalam mua'alaikum.." syara Hana.
" Wa'alaikum salam..." ucap kakek Zhang.
Panggilan berakhir,lalu kakek Zhang meletakkan hapenya di meja.
" Syukurlah jika Bayu telah di temukan.." ucap kakek Zhang dalam hati lalu mengambil buku panduan shalat dan membaca lagi untuk di hapal. Ia hanya membaca latinnya saja,sebab ia belum bisa mengaji. Baru belajar Iqra 1 .
Tak lama kemudian.
Telpon kantor berdering.
Kakek Zhang meraih gagang telpon lalu mengangkatnya.
" Halo..." ucap kakek Zhang.
"Maaf pak... Di lantai bawah ada orang yang ingin bertemu dengan bapak" suara wanita yang menjadi sekertarisnya.
" Siapa ?" ucap kakek Zhang.
" Dia mengaku bernama Agus,ayah Bayu.." suara wanita.
" Kenapa dia tiba - tiba ingin menemuiku" ucap kakek Zhang dalam hati heran. Sebab ayahnya Bayu baru kali ini datang ke kantornya.
" Bagaimana pak?" suara wanita.
" Bilang saja,aku sedang sibuk tidak mau di ganggu.." ucap kakek Zhang.
" Baik pak.." suara wanita.
" Apakah dia mau menanyakan Bayu..?"
" Atau dia mau kerja sama?"
" Hemmm.....,"
" Jikq kerja sama..."
" Aku tidak akan mau..."
" Kalau bertanya soal Bayu..."
Kakek Zhang teringat saat acara peresmian Mesjid Al Hijrah. Dalam sambutan itu, pak Kyai Syukron menyebut siapa saja yang membantu pembangunan mesjid,diantaranya nama pak Agus di sebut.
" Jika mau menanyakan Bayu.."
" Aku tidak akan memberi tahunya..."
" Salah dia sendiri menelantarkan cucuku yang sedang mengandung..."
" Jika bukan karena Bayu.."
" Aku sudah mengirim orang untuk membunuhnya.." ucap kakek Zhang dalam hati.
Kakek Zhang melihat jam di tembok lalu di jam tangannya.
" sudah jam 11 lewat rupanya..."
" Aku harus ke mesjid..." ucap kakek Zhang dalam hati.
***
Mesjid Al Hijrah.
Nampak Daniel bersama para pengawal berdiri. Di dekat mereka terdapat makanan yang telah di bungkus kantong kresek karena shalat Jum'at telah selesai.
Saat orang - orang hendak keluar mesjid. Daniel bersama para pengawal membagikan makanan tersebut.
Di dalam mesjid,ada pak Agus dan kakek Zhang.
Pak Agus tahu dari anak buahnya jika kakek buyut Bayu memeluk islam dan sering shalat di mesjid. Ia mendapat kabar bila Bayu tidak pernah muncul . Lalu anak buahnya di suruh menayakan tentang Bayu kepada teman - temannya. Begitu anak buahnya memberi kabar bahwa Bayu telah meninggal,pak Agus sangat terkejut dan tak percaya. Pak Agus hendak menanyakan tentang keberadaan Bayu kepada Zhang Yong Han
Pak Agus menghampiri kakek Zhang yang sedang duduk setelah selesai berdoa.
" Permisi pak..".
__ADS_1
Kakek Zhang melihat ke oak Agus.
" Maaf mengganggu... Saya minta waktunya sebentar saja.." ucap pak Agus.
" Waktu untuk apa?"
" Apakah dulu...Sewaktu cucuku mengandung,kamu ada waktu sebentar untuk melihat keadaan cucuku?" ucap kakek Zhang.
" Maafkan saya pak..."
" Saya sudah jelaskan itu kepada Bayu.."
" Saya hanya ingin bertanya...Di mana kuburan Bayu.." ucap pak Agus.
"Apa pedulimu?"
" Kamu sungguh pria lemah..."
" Saya tidak akan memberitahumu di mana kuburan Bayu.." ucap kakek Zhang.
" Ku mohon...."
" Saya ingin tahu kuburan anakku pak.." ucap pak Agus sambil menangkupkan ke dua tangannya.
" Maaf...Saya tidak punya waktu sama orang yang telah menelantarkan cucuku...." ucap kakek Zhang lalu meninggalkan pak Agus.
---***---
China.
Nampak bis yang di tumpangi Bayu memasuki kawasan militer.
Bayu melihat tentara berjaga di pos jaga.
" Itu kan tentara..."
Tak lama kemudian,bis yang di tumpangi Bayu berhenti. Lalu orang - orang turun dari bis.
" Jancoook...."
" Aku salah masuk bis..."
" Dan sekarang.... Masuk sarang Harimau.."
Bayu melihat banyak tentara di mana - mana.
" Gimana aku bisa kabur dari sini.." ucap Bayu dalam hati.
" Minggir....Aku mau lewat..." ucap gadis yang duduk di samping Bayu.
Bayu menggeser duduknya.
" Nyesal aku masuk di bis ini..."
Semua orang telah turun semuanya,lalu seorang tentara masuk ke dalam bis.
" Hei kamu..." ucap tentara sambil berjalan ke arah Bayu.
Bayu menoleh ke belakang. Bayu tak meluhat ada orang lagi. Lalu melihat ke tentara.
" Saya pak.." ucap Bayu.
" Iyaa..."
" Cepat keluar dan bergabung dengan kelompokmu.." ucap tentara.
" Sial....Sial...." ucap Bayu dalam hati.
Mau gak mau Bayu keluar dalam bis.
Nampak rombongan yang bersama Bayu sudah berbaris rapi,lalu Bayu berjalan ke barisan tersebut.Ia berbaris paling belakang.
Di depan barisan ada 3 orang tentara. 1 diantara membawa tongkat,lalu satu lagi membawa buku.
Satu persatu di absen.
" Hadir pak..." ucap pemuda.
" Jancook...Aku harus ngapain ini..."ucap Bayu dalam hati ketakutan. Ia tak menyangka masuk ke markas militer,padahal dirinya menghindari tentara.
Setelah semua di absen. Tentara yang membawa tongkat menghampiri Bayu,karena ia tak melihat pemuda yang berada di barisan belakang tak bicara saat di absen.
" Waaasssu.....Dia kesini lagi..."
" Kabur....Enggak...."
" Kabuur.. Enggak.."
Jantung Bayu berdetak lebih kencang karena takut akan di tangkap.
Tentara itu sudah di samping Bayu lalu menyentuh pundak Bayu dengan tongkatnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.