SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGUNJUNGI RUMAH LAURA


__ADS_3

Setelah tersangka pertama pengeroyakan Bimo di tangkap,para pengawal menanyakan lokasi 3 orang lainnya.


"Bos...Kita langsung ke target selanjutnya..." ucap salah satu pengawal.


" Oke..." ucap Bayu.


Bayu dan rombongannya masuk ke dalam mobil menuju lokasi target selanjutnya.


" Oh iya Laura...Kamu meninggal sudah berapa lama?" ucap Bayu.


Para pengawal yang mendengar Bayu bicara sendiri tidak menganggap Bayu gila. Awalnya mereka tak percaya Bayu dapat berkomunikasi dengan hantu. Namun setelah mereka menemukan tersangka pertama yang di beri tahu oleh hantu bernama Laura,kini mereka percaya,bahwa Bayu bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhkuk ghaib.


" Berapa ya... "


" 9 bulan yang lalu kalau gak salah bang...." ucap Laura.


Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil. Bayu mengambil hapenya.


Nampak Lukman yang menelpon.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...Bay..." suara Lukman.


" Opo..." ucap Bayu.


" Temanku lihat 2 tersangka...Mereka sedang kumpul di pos ojek... Temanku masih memantau di sana." suara Lukman.


" Di mana alamatnya..."


Lukman memberi tahu alamatnya.


" Pak...Kita ke jalan Hayam Wuruk gang Proklamasi.." ucap Bayu.


" Ini kita sedang menuju kesana bos.." ucap supir.


" Ooo..Oke...."


" Man...Kita sedang menuju ke arah sana...Kasih tahu temanmu..Besok ku kasih uangnya..Soalnya aku gak bawa uang.." ucap Bayu.


" Iyo Bay..Assalam mu'alaikum..." suara Lukman.


" Wa ' alaikum salam warah matullah.."


Bayu mengantongi hapenya.


" Mereka ada di pangkalan ojek pak.." ucap Bayu.


" Siap bos.." ucap pengawal.


Lalu pengawal itu memberi tahu ke lainnya memakai HT.


***


Nampak 6 orang sedang duduk di pangkalan ojek. Mereka sedang mengobrol sambil menenggak minuman anggur cap orang tua.


Datang 4 mobil warna hitam lalu berhenti. Orang - orang yang berada di dalam mobil keluar sambil mengarahkan senjatanya ke pangkalan ojek. Mereka adalah para pengawal keluarga Han.


"Jangan ada yang bergerak...." ucap salah pengawal.


" EH.....!!!??? 6 orang yang duduk di pangkalan ojek terkejut bukan main.


" Tiarap di lantai....Cepat...."


" Atau kami akan menembak kalian..." ucap pengawal.


6 orang segera tiarap di lantai.


2 pengawal maju,lalu memborgol 2 orang yang menjadi tersangka pengeroyokan.


" Yang lainnya segera berdiri.."


4 orang berdiri.


" Yang mana kendaraan ke dua orang ini" ucap pengawal.


" Yang itu pak.." ucap salah satu dari 4 orang.


" Baik...Terima kasih atas kerja samanya..." ucap pengawal.


2 pengawal membawa sepeda motor tersangka. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil.


Selanjutnya mereka bergerak ke tersangka ke empat.


Tersangka ke empat berada di rumah kossan. Para pengawal dengan mudah meringkusnya,lalu di bawa ke markas sebelum di serahkan ke polisi. Bayu sebenarnya ingin melukai ke empat orang itu hingga masuk UGD,namun di tahan,karena untuk menjadi saksi menjerat si Nando.


Ke empat tersangka berdiri berbaris dengan tangan terborgol.


Bayu duduk si depan 4 tersangka memakai kacamata sambil memegang sketsa wajah Nando.


" Apa kalian kenal dengan orang ini?" ucap Bayu.


4 orang itu melihat ke arah gambar yang di pegang Bayu.


" Kenal...." ucap 4 pria.


" Kalian di bayar berapa untuk memukul sahabatku?" ucap Bayu.


" 1 juta bang" ucap pria berbadan kekar.


" Hanya 1 juta ?" ucap Bayu tak percaya.


" Iya bang...1 juta uang muka,bila berhasil maka akan di tambah lagi." ucap pria kekar lagi.


" Kalau giginya rontok,gak bisa bersaksi di persidangan." ucap bayu dalam hati.


Bayu mengambil hapenya untuk memfoto 4 orang tersebut.


" Lihat ke hapeku..."


Selesai memfoto,Bayu menyimpan hape di celananya.


Mata Bayu menghitam semua,kemudian.


BUUUGGGHHH....


BUUUGGGHHH...


Bayu memukul perut pria pertama. Pria yang di pukul bayu terduduk merintih kesakitan.


Bayu menghampiri pria ke dua.


BUUUGGGHHH...


BUUGGGHHH...


Setelah itu pria ke tiga.


BUUUGGGHHH...


BUUUGGGHHH...


Setelah itu pria ke empat berbadan kekar.


BUUUGGGHH....


BUUUGGGHHH...


BUUUGGGHHH...


Ke empat pria meringkuk di lantai kesakitan.


Bayu duduk jongkok.


" Sebenarnya aku ingin membuat kalian masuk ke UGD..."


" Tapi berhubung yang menyuruh kalian belum aku tangkap...Hanya ini saja yang ku berikan ke kalian"


Bayu berdiri.


" Aku pulang dulu...." ucap Bayu pada pengawal.


" Siap bos..." ucap para pengawal.


Bayu berjalan menuju mobil.


" Kenapa gak abang hajar saja sampai maauk UGD...." ucap Laura.


" Pengennya seh begitu Laura..."


" Jika ku hajar,nanti mereka gak bisa bersaksi di persidangan..." ucap Bayu.


" Iya juga seh..." ucap Laura.


" Untung ada Laura..."


" Terima kasih ya Allah... Aku sudah menemukan orang yang mengeroyok sahabatku,kini tinggal orang yang mencelakai sahabatku.. ucap Bayu dalam hati.


Setelah Bayu keluar dari ruangan,para pengawal memasukkan 4 orang tersebut dalam penjara.


***


Pagi hari di rumah Bayu.


Bayu duduk di kursi makan bersama keluarga dan teman - temannya.


" Tadi malam 4 tersangka sudah di amankan.."


" Insya Allah pengacaraku akan ke kantor polisi membuat laporan.." ucap Bayu.


" Ibu punya kabar bagus sayang..." ucap Hana.


" Kabar apa bu..?" ucap Bayu.


" Ibu sudah menemukan bengkel tempat mobil Nando di perbaiki..."


" Ada rekaman CCTVnya..." ucap Hana.


" Berarti benar...Nando yang menabrak Bimo..."


" Brengseek...."


Mata Bayu tiba - tiba memerah semua,karena ia sangat marah sekali. Ingin rasanya membunuh Nando.


"Awas ya kamu Nando.." ucap Bayu sambil membengkokkan sendok garpu yang ada di tangannya.


Putri yang duduk di sebelah Bayu mengusap punggung Bayu.


" Sabar mas....Sabaar...," ucap Putri.


Bayu menormalkan kembali matanya.


" Iya dek..."


Bayu melihat sendok yang ia pegang.


" Siapa yang bengkokin sendokku...?" ucap Bayu.


" Setan tadi yang bengkokkin sendokmu Bay..." ucap Lukman.


" Mana setannya...Mau ku pukul dia. " ucap Bayu.


"Sudah pergi dianya" ucap Lukman.


" Kenapa gak kamu tahan tadi Man.." ucap Bayu.


" Borgolnya rusak..." ucap Lukman.


" Shujin..." ucap Ayu.


Bayu menoleh ke Ayu.


" Iya yomesan..." ucap Bayu.


" Nanti temanin aku ya beli kado..." ucap Ayu.


" Siaap...Emangnya hari ini gak sekolah?" ucap Bayu.


" Enggak shujin...Ada rapat guru.." ucap Ayu.


" Okee..."


" Oh iya Man..Kamu masuk kuliahkan hari ini.."ucap Bayu.


" Iya..." ucap Lukman.

__ADS_1


" Nanti tolong kasihkan ya ke temanmu uangnya." ucap Bayu.


" Siap..." ucap Lukman.


" Gak jadi kerumah gue kah bang?" ucap Laura tiba - tiba muncul di depan Bayu.


" Jancooook...."


Bayu terkejut melihat Laura muncul tiba - tiba.


" Kamu itu kok selalu bikin aku kaget to...Wasssuuuu..."


" Untung aku gak jantungan...Coba kalau jantungan..."


" Langsung mati aku..." ucap Bayu.


" Maaf bang..." ucap Laura.


" Laura kah mas?" ucap Putri.


" Iya dek...Siapa lagi kalau bukan Laura,tiba - tiba muncul di depanku..." ucap Bayu.


Bila orang lain yang melihat Laura,di jamin akan lari terbirit - birit.


" Dia bilang apa mas..?" ucap Putri.


" Kapan kerumah orang tuanya...Begitu dek.." ucap Bayu.


" 4 orang itu ada di kantor polisi mana Bay?" ucap Paijo.


" Ada di markas khusus kang...Bukan di kantor polisi"


Bayu berdiri.


" Bentar..Aku ambil uang dulu.."Bayu.


Bayu berjalan ke arah kamarnya.


" Mudah - mudahan mereka tidak pindah.." ucap Laura di samping Bayu. Tubuhnya melayang tak menyentuh lantai.


" Emangnya keluargamu itu nyewa kah Ra?" ucap Bayu.


" Iya bang..."


" Bokap gue jadi tukang becak.."


" Enyak gue jualan di pasar,abang gue jadi buruh angkut di pasar.." ucap Laura.


" Angkutin beras?" ucap Bayu sambil membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar menuju brankas lemari besi.


" Kok bang Bayu tahu?" ucap Laura.


" Nebak aja..." ucap Bayu.


" Ooo ...Begitu..." ucap Laura.


" Dulu aku juga buruh angkut beras Ra..."


" Kadang jadi supir...." ucap Bayu.


" Gue gak percaya abang ini dulu kuli angkut.."


" Secara yang gue lihat,rumahnya gedong bagaikan istana...Punya mobil banyak...Duit banyak...Sama emasnya juga banyak." ucap Laura.


" Aku berkata jujur Laura..."


" Yang kamu lihat ini punyanya keluargaku,terus aku di kasih...Begitu.." ucap Bayu sambil menutup brankas setelah mengambil uang kemudian berjalan lagi.


" Abang di kasih secara percuma atau bang Bayu ngawinin anaknya?" ucap Laura.


" Di kasih percuma.." ucap Bayu.


" Jadi...Kakek genit tadi malam itu kakek angkat bang Bayu..Bukan kakek kandung?" ucap Laura.


Bayu menghentikan langkahnya di tangga lalu menoleh ke Laura.


" Kakek genit?" ucap Bayu.


" Iya... Setelah gue di omelin sama ibu lu..Gue keliling komplek ini,terus masuk dalam kamar kakek lu bang...".


" Kakek lu lagi mesumin gadis...Mereka tak memakai pakaian.Terus gue cabut dari situ.." ucap Laura.


Bayu kembali berjalan.


" Masa seh mbah Zhang mencabulin seorang gadis..." ucap Bayu dalam hati.


" Ini Man duitnya..." ucap Bayu sambil menyerahkan uang ke Lukman.


" Oke...Aku berangkat dulu yo.." ucap Lukman.


" Iyo... " ucap Bayu.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Lukman.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


Bayu dan Ayu berangkat mencari kado untuk ulang tahun temannya Ayu. Laura mengikuti Bayu.


Sementara Putri,ia pergi bersama ibunya ke Cafe.


" Bang... Kapan datang kerumah gue..." ucap Laura.


" Setelah cari kado..." ucap Bayu.


" Kado buat siapa?" ucap Laura.


" Buat teman istriku yang lagi ulang tahun.." ucap Bayu.


" Sekarang tanggal berapa bang?" ucap Laura.


Bayu memberi tahu ke Laura tanggalan hari ini.


" Ini hari ulang tahun gue bang..." ucap Laura.


" Ciuuus...?" ucap Bayu.


" Serius lah bang..." ucap Laura.


" Yomesan...." ucap Bayu.


" Iya shujin..." ucap Ayu.


" Selamat ulang tahun Laura..." ucap Ayu.


" Terima kasih Yomesan..." ucap Laura mengikuti Bayu memanggil Ayu.


" Nama istriku Ayu...Bukan yomesan Laura.." ucap Bayu.


" Ooo...Ayu..." ucap Laura.


Setelah sampai di Mall. Ayu membeli kado untuk temannnya,setelah itu mereka pergi ketempat tinggal Laura.


" Di jalan apa rumahmu Ra...?" ucap Bayu.


" Kramat jati jalan Raya Bogor bang..." ucap Laura.


" Pak...Kita ke kramat jati jalan Raya Bogor" ucap Bayu kepada supirnya.


" Siap bos..." ucap supir.


Hape Bayu berdering nada panggil,Bayu mengecek hapenya.


Nampak nama mbah Zhang muncul.


" Assalam mu'alaiku mbah.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam... Bayu...Apakah kamuvingin menghajar Nando?" suara kakek Zhang.


" Iya mbah... Setelah Bayu mendatangi rumah Laura..." ucap Bayu.


" Jangan sekarang... Tunggu setelah dia di sidang... Setelah itu boleh di hajar..." suara kakek Zhang.


" Hemm...Siap mbah..." ucap Bayu.


" Ya sudah kalau gitu...Itu saja yang mau kakek sampaikan..Assalam mu'alaikum..." suara kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu lalu mengantongi hapenya.


" Benar juga seh yang di bilang mbahyut... Jika aku hajar sekarang..."


" Nando gak bisa di sidang gara - gara masuk UGD..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu tiba di sebuah perkampungan.


Bayu dan Ayu turun dari mobil. Tak lupa Bayu memakai masker dan kaca mata.


" Yang mana Laura...?" ucap Bayu.


" Di sana bang...Ikuti gue..." ucap Laura.


Mereka berjalan sambil di kawal oleh para pengawal.


Bayu menggendong tas berisi uang untuk di berikan kepada orang tua Laura.


" Siapa nama ibumu Laura?" ucap Bayu.


" Nama ibu gue Zaenab bang..."


" Nah... Ini rumahnya bang.."ucap Laura.


Bayu melihat rumah itu tutup. Lalu Bayu mengetuk pintu.


Tok...Tok...Tok...


" Assalam mu'alaikum..."


Tak ada jawaban.


Lalu Bayu melihat seorang ibu - ibu sedang menggendong anaknya sambil memberi makan.


" Permisi bu..." ucap Bayu.


" Iya..." ucap ibu itu lalu melihat ke arah Bayu.


" Apa benar itu rumah bu Zaenab.." ucap Bayu sambil menunjuk.


" Benar ...Maaf.. Abang ini siapa ya?" ucap ibu itu.


" Saya Bayu hendak menemui bu Zaenab..." ucap Bayu.


" Bu Zaenab jualan di pasar,sore baru pulang." ucap ibu itu.


" Ooo...Begitu..Terima kasih bu..."


Bayu berjalan ke Ayu.


"Yomesan...Kita ke pasar.." ucap Bayu.


" Iya shujin..." ucap Ayu.


Mereka berjalan ke arah mobil terparkir. Setelah itu mereka ke pasar Kramat Jati.


***


Pasar Kramat Jati


Nampak hilir mudik kendaraan berlalu lalang di jalananan.


Para pedagang sibuk menawarkan barang dagangannya.


Mobil yang di tumpangi Bayu berhenti. Lalu Bayu dan Ayu turun dari mobil.


" Biasanya enyak gue mangkal di situ bang.Kadang keliling.."


" Terus bokap gue ada di sana..."


" Abang gue ada di dalam pasar.."ucap Laura.


" Kita samperin ibumu dulu ya Ra..." ucap Bayu.


" Iya bang..." ucap Laura.


Mereka berjalan mencari ibunya Laura.


Nampak seorang ibu - ibu duduk di bawah pohon. Di sampingnya ada jajanan gorengan. Jajanan itu baru berkurang seperempat saja.

__ADS_1


" Gorenganny pak...Gorengannya bu.." ucap ibu tersebut menawarkan jualannya kepada orang yang lewat.


" Itu enyak gue bang..."


" Enyaaak......Aye kangen nyaak...." ucap Laura lalu melesat ke arah ibunya.


Laura hendak memeluk ibunya,namun tak bisa.


" Hiks....Hiks....Hiks..."


" Nyaak....Ini Laura nyak..Laura kangen..." ucap Laura.


" Bu..." ucap Bayu ketika sampai di dekat ibunya Laura lalu duduk jongkok.


" Mau beli gorengan bang?" ucap bu Zaenab.


Bayu melepas masker dan kaca mata.


" Ini berapa bu...?" ucap Bayu.


" Satu bijinye 100 rupiah nak..." ucap bu Zaenab.


Bayu mengeluarkan uang 50 ribu,lalu mengambil pisang goreng dan memakannya.Kemudian memberikan uang 50 ribu kepada bu Zaenab.


" Mau beli nak..." ucap bu Zaenab.


" Saya Bayu teman putri ibu bernama Laura..." ucap Bayu.


" Apaaa...!!!?? " ucap bu Zaenab terkejut.Lalu melihat Ayu dan para pengawal Bayu.


" Maaf ya bu... Saya ke sini hanya menyampaikan amanah dari putri ibu.." ucap Bayu.


Bu Zaenab tiba - tiba mengeluarkan air matanya. Sebab ia kembali teringat dengan Laura yang telah meninggal.


" Laura sudah meninggal 9 bulan yang lalu..."


" Apakah semasa hidupnya dia membuat masalah dengan nak Bayu.." ucap bu Zaenab.


" Tidak bu... Justru kami sangat berterima kasih pada Laura putri ibu..."


" Dan jika bisa...Ibu pulang kerumah bersama suami dan anak ibu..Karena ada hal yang sangat penting yang saya ingin sampaikan.." ucap Bayu.


" Kenapa tidak di sini saja nak..?" ucap bu Zaenab.


" Tidak bisa bu..Ini rahasia..." ucap Bayu.


" Baiklah..." ucap bu Zaenab,lalu mengambil barang dagangannya.


" Ini saya bawa saja bu..."


" Ibu panggil suami ibu dan juga anak ibu..."


" Kami tunggu di parkiran itu" ucap Bayu.


" Iya..." ucap bu Zaenab,lalu pergi meninggalkan Bayu.


Laura masih menangis,akan tetapi tak bisa mengeluarkan air mata.


" Sudah...Jangan menangis Laura..." ucap Bayu.


" Gue belum membahagiakan enyak gue bang.." ucap Laura.


" Siapa bilang?" ucap Bayu.


" Gue lah...Siapa lagi..." ucap Laura.


" Ibumu sangat bahagia,buktinya...Kamu bisa memberi dia uang yang sangat banyak.." ucap Bayu.


" Gue pengen enyak gue punya rumah sendiri bang..."


" Enggak nyewa..."


" Kadang enyak sampai utang ke tetangga untuk bayar kontrakan. Jika jualannya masih banyak,terpaksa utang di warung untuk membuat gorengan yang baru...Sebab gorengan yang ada gak habis terjual,tidak enak di makan jika di jual besoknya bang..." ucap Laura.


" Gorengan buatan ibumu enak..." ucap Bayu.


Bayu dan Ayu berjalan ke arah parkiran mobil.


Setelah lama menunggu,akhirnya keluarga Laura muncul.


" Mari masuk ke dalam mobil,kita bicara di rumah ibu saja..." ucap Bayu.


Mereka masuk ke dalam mobil,lalu rombongan Bayu berjalan menuju rumah kontrakan bu Zaenab.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka tiba di rumah bu Zaenab.


Ayahnya Laura membuka pintu.


" Mari silahkan masuk..." ucap ayahnya Laura.


Bu Zaenab dan kakaknya Laura masuk ke dalam duluan.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat melewati pintu.


Tak ada kursi atau meja,hanya karpet plastik saja sebagai alas.


" Wa'alaikum salam..." ucap keluarga Laura.


" Bentar ku buatin minum dulu.." ucap bu Zaenab.


" Gak usah bu..."


Bayu duduk di ikuti Ayu.


" Pak...Tolong ambilkan teh Kotak di dalam mobil..." ucap Bayu pada pengawalnya.


" Siap boss..." ucap pengawal.


" Baik...Bapak ...Ibu...Dan masnya..."


Laura muncul di samping ibunya.


" Saya Muhammad Bayu Samudra...Panggil saja Bayu..Saya bukan orang korea,saya asli Jogja..Tinggal di jakarta dan ini istri saya.."


" Saya datang kesini ingin menyerahkan...


Bayu mengeluarkan uang dalam tas,lalu meletakkan di depan ibu Zaenab.


" Uang ini kepada bapak dan ibu..."


" Uang ini halal...Laura telah membantu kami..Dan ini adalah upahnya.." ucap Bayu.


" Maaf mas Bayu...Laura itu membantu apa hingga mendapatkan uang sebanyak ini?" ucap ayahnya Laura.


" Begini pak..."


" Saya punya sahabat,sahabat saya masuk rumah sakit karena ada yang mencelakainya,ketika saya hendak pulang... Saya melihat seorang gadis.."


" Saya bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata.."


" Gadis itu bernama Laura..Dia bilang meninggal karena keracunan." ucap Bayu.


" Apaaaa....!!! Lauraaa...Dimana sekarang dia mas Bayu...?" ucap ayahnya Laura.


Pengawal masuk memberikan teh Kotak.


"Ada di sebelah kiri bu Zaenab..." ucap Bayu.


" Laura...Bapak kangen ." ucap ayahnya Laura menitikkan air mata.


" Enyak juga kangen..." ucap bu Zaenab.


" Laura juga kangeen kalian..." ucap Laura.


" Maaf...Saya teruskan ya.."


" Saya mencari orang yang mencelakai sahabat saya... Lalu saya gambar sketsa wajah yang menyerang sahabat saya..Bagi yang berhasil menemukannya,akan saya beri uang"


" Laura mengikutiku sampai di rumahku. Lalu dia ikut membantu mencari pelaku yang mencelakai sahabat saya...Dan kebetulan Laura menemukan orang itu."


" Ini adalah imbalannya pak..Bu." ucap Bayu.


Muncul seorang wanita mengendong bayi lalu keluar lagi.


" Itu istri abangku bang Bayu..." ucap Laura.


" Kata Laura yang tadi itu istri akang..Apa betul.?" ucap Bayu.


" Iya betul..." ucap kakaknya Laura.


" Terima kasih mas Bayu atas hadiah uang ini...Kami tak bisa membalasnya..."


" Semoga Allah yang membalas kebaikan mas Bayu.." ucap ayahnya Laura.


" Amin...."


" Oh iya...Kalau boleh tahu,nama akang siapa?" ucap Bayu.


" Nama saya Ari...Ariyanto..." ucap kakaknya Laura.


" Kata Laura,kang Ari ini kerja di pasar sebagai kuli angkut?" ucap Bayu.


" Iya betul sekali..." ucap Ari.


" Sudah berapa lama ?" ucap Bayu lalu mengambil teh kotak,kemudian meminumnya.


" Sudah 3 tahun...Jika hujan deras ya libur" ucap Ari lalu memgeluarkan bungkus rokok.


" Maaf kang Ari...Istri saya tidak tahan bau asap rokok..." ucap Bayu sebelum Ariyanto membakar rokoknya.


" Iya.." ucap Ari.


" Awalnya saya memberi imbalan 10 juta.."


" Kemudian Laura minta tambah sebelum menemukannya,ia minta 25 juta..."


" 100 juta dari kakek saya.."


" Kemudian saya tambahin 5 juta...Jadi total 130 juta.." ucap Bayu.


" Terima kasih nak Bayu..."


" Aye sebagai ibunya Laura minta maaf jika Laura membuat Nak Bayu emosi di buatnya.."


" Kadang dia itu suka ngagettin aye..." ucap bu Zaenab.


" Pantas saja dia suka muncul di depanku secara tiba - tiba...Rupanya dia suka iseng to..." ucap Bayu dalam hati.


" Ya gakpapa bu...Kadang Laura suka muncul di depan saya..."


" Oh iya kang Ari..."


" Kenapa tidak mencari pekerjaan yang lain?" ucap Bayu.


" Saya sekolah hanya sampai di kelas 2 saja..Terus berhenti karena Laura mau masuk sekolah dan butuh biaya..."


" Saya bantu ibu saya jualan di pasar.."ucap Ari.


" Begini...."


" Ini saya berencana memperluas tempat jualan saya..."


" Kalau jadi di perluas,maka butuh karyawan baru..."


" Apakah kang Ari mau kerja di tempat saya.." ucap Bayu.


" Kerja apa bang...?" ucap Ari.


" Saya buka usaha Cafe..."


" Jika kang Ari kerjanya rajin,ulet,jujur.. Maka akan tetap bekerja plus mendapat bonus.ada mesnya juga. Akan tetapi hanya kang ari yang tinggal di situ.Istri kang Ari tetap di sini jika ingin tinggal di mes."


" Akan tetapi...Bila kerjanya malas,sering telat dan bolos...Maka kami akan memberhentikannya.." ucap Bayu.


" Iya saya mau bang...Jadi cuci piring pun saya mau bang..." ucap Ari.


" Berapa nomor hapenya kang...?" ucap Bayu sambil memgeluarkan hape nokianya.


" Maaf bang...Kita tidak punya hape..." ucap Ari.


Bayu mengeluarkan kertas dan pulpen lalu mencatat nomor hapenya.


" Ini nomor hape saya kang.."


" Ya sudah...Insya Allah saya kembali lagi ke sini jika Cafe itu sudah siap..."

__ADS_1


" Saya pamit undur diri dulu..Pak...Ibu.." ucap Bayu.


Bayu bersalaman kemudian keluar rumah.


__ADS_2