
Nampak rombongan mobil yang di tumpangi Bayu berhenti di dekat kuburan khusus orang cina.
Lalu Bayu dan yang lainnya turun dari mobil.
" Di sini to tempatnya..." ucap Bayu dalam hati memperhatikan kuburan cina tersebut.
Bayu dan yang lainnya berjalan ke arah pemakaman.
Seorang pria tua menghampiri rombongan Bayu.
"Duìbùqǐ, xiānshēng ..." ( Permisi tuan)
" Nǐ xiǎng yào shénme?" ucap pria tua itu.( Kalian mau apa)
" Kami mau mengunjungi makam kakek saya bernama Changyi Fei...Ada di mana makamnya kek?" ucap Bayu.
" Mari ikut saya" ucap pria tua itu.
Bayu dan rombongannya mengikuti pria tua tersebut.
Tiba - tiba muncul hantu wanita,berpakaian khas orang cina,duduk di batu kuburan.
Bayu melihat hantu wanita itu.Kemudian melihat ke arah lain.
Tiba - tiba hantu wanita itu muncul di hadapan Bayu.
Bayu sedikit terkejut,lalu bersikap biasa saja,ia menembus hantu wanita itu.
Lalu mereka berhenti.
" Ini makamnya..." ucap pria tua itu.
Bayu melihat ke arah makam yang di tunjuk oleh pria tua itu.
Nampak gambar foto Changyi Fei terpampang di batu kuburan.
Melisa membakar dupa yang ia bawa. Lalu Melisa memanjatkan do'a memakai bahasa cina,setelah itu meletakkan dupa itu di tempat dupa.
Bayu memanjatkan do'a secara islam sambil mengadahkan kedua tangannya.
Pria itu tidak heran melihat ada 3 wanita berjilbab berkunjung ke makam itu,sebab sebelumnya ada wanita berjilbab datang ke makam itu bersama para pria,yang tak lain adalah ibunya Bayu.
Selesai mereka memanjatkan do'a. Mereka berjalan ke mobilnya menuju Kediri.
" Kita kemana kak?" ucap Melisa.
" Kediri Mel..." ucap Bayu.
" Tempatnya kak Paijo kah?" ucap Melisa.
" Iya Mel..." ucap Bayu.
Mereka masuk ke dalam mobil,lalu meninggalkan pemakaman tersebut.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang,akhirnya mereka tiba di Kediri dengan bantuan mobil Patwal Polisi. Jika tidak di kawal,maka mereka sampainya lewat tengah malam.
Mobil rombongan Bayu bergerak menuju rumah Paijo.
Tak lama kemudian,rombongan mobil Bayu memasuki desa Sonorejo.
" Jauh juga ya rumahnya Paijo..." ucap Putri.
" He eh....Ujung ketemu ujung..." ucap Bayu.
Mobil yang di tumpangi Bayu berhenti. Para pengawal mengamankan daerah sekitar,lalu Bayu dan keluarganya turun dari mobil.
" Alhamdulillah sampai..."
Bayu melihat Paijo berjalan menghampiri Bayu.
" Assalam mu'laikum kang..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...Kok suwi Bay?" ucap Paijo.
" Tadi mampir dulu di warung...Masa ya di suruh puasa.." ucap Bayu.
Bayu melihat jam tangannya. Waktu menujukkan pukul 21.30.
Nampak orang - orang berkerumun melihat kedatangan Bayu.
" Ayo masuk " ucap Paijo.
Mereka berjalan ke arah rumah Paijo.
Nampak ke dua orang tua Paijo dan kedua adiknya berdiri di depan pintu masuk.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat dekat dengan keluarga Paijo.
" Wa'alaikum salam..." ucap kedua orang tua Paijo.
Kedua adik Paijo diam tak menjawab,sebab mereka terpesona dengan wajah Bayu yang tampan.
Bayu bersalaman ke ayah Paijo,tak lupa cium tangan,lalu ke ibunya Paijo.
Bayu menangkupkan tangan ke arah adik Paijo.
" Monggo masuk..." ucap pak Slamet.
Bayu dan keluarganya masuk kedalam.
" Mas...Dia itu siapa?" ucap I'im.
" Bayu...Bosnya mas.." ucap Paijo.
" Guanteng yo dek..." ucap I'im.
" He eh... Mbak..." ucap Fitri.
Mereka kemudian masuk ke dalam.
" Silahkan di nikmati,ini makanan khas desa..Tidak sama dengan Jakarta.." ucap pak Slamet.
" Sami mawon pak..." ucap Bayu.
" Iso boso jowo to.." ucap pak Slamet.
" Saget pak...Kulo niki tiang Jogja.. Asli..." ( Bisa pak...Saya ini orang Jogja asli)
" Nanging wonten campurane.. ." ucap Bayu.( Tapi ada campurannya).
" Oh iyo...Sampe lali aku...Jenengku Slamet.."
" Iki bojoku jenenge Srikanah...Nah iki adik e Paijo..Iki jenenge I'im lan iki Fitri.." ucap Slamet.
" Kulo Bayu...Ini istri saya, Putri,Diana dan Ayu..Terus niku Adik kulo jenenge Melisa, yen niku mbah kulo sangking Jepang..." ucap Bayu.
" Ooo...Dari jepang..."
" Jepang kuwi nangdi to..?" ucap Slamet.
" Etanne pasar Turi pak..." ucap Bayu.
" Jancook...Kuwi uduk Jepang Bay...Kuwi Amerika..." ucap Paijo.
" Iya kah...Bukanne kuwi Jepang kang..." ucap Bayu.
" Kak....Mel ngantuk..."ucap Melisa.
" Fit...Antarin adiknya Bayu nang sentong.." ucap Srikanah.
" Ayo ikut aku..." ucap Fitri.
" Kak Paijo. " ucap Melisa.
" Opo Mel?" ucap Paijo.
"Gendong.... Mel malas jalan...Capek."ucap Melisa.
" Asem..." ucap Paijo lalu menghampiri Melisa.Kemudian menggendong Melisa menuju tempat tidur.
" Bayu - chan...Nenek ngantuk sekali...Ingin istirahat.." ucap nenek Fumeko.
" # sebentar nek...Tunggu Paijo datang kembali..." ucap Bayu.
" Aku sakjane ape dolan nang Jakarta,tapi durung sempat.." ucap pak Slamet.
" Ya kalau mau jalan ke Jakarta tinggal hubungi kang Paijo pak..Nanti saya akan mengirim jemputan..".
Tak lama kemudian Paijo muncul.
" Kang... Ada kamar buat neneknya Ayu kah?" ucap Bayu.
" Ada...Mari ikut saya nek.." ucap Paijo.
"# Paijo akan mengantar nenek ke kamar.." ucap Bayu.
Setelah Paijo mengantar,ia duduk kembali.
" Itu adik kandungmu apa adik sepupu kang?" ucap Bayu.
" Adik kandungku Bay..." ucap Paijo.
" Ooo....Adik kandung.." ucap Bayu.
" Jo...Kata mama di sini ada sumber mata air ya..." ucap Diana.
" Iya...Kalau mau lihat besok pagi saja..." ucap Paijo.
***
Pukul 3.10.
Bayu terbangun dari tidurnya. Ia tidur bersama Paijo dan para pengawal. Sebab kamar di rumah Paijo tak muat.
Bayu mengambil botol air minum ,setelah minum,Bayu berjalan ke arah kamar mandi untuk wudhu.
20 menit kemudian.
Bayu selesai membaca do'a,lalu mengambil tasnya untuk menulis Al Qur'an.
Terdengar suara pintu terbuka,nampak Ayu keluar dari kamar,lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi,Ayu kembali ke kamar mengambil mukena dan sajadah,lalu berjalan ke tempat Bayu berada.
" Shujin...Arah kiblatnya kemana?" ucap Ayu.
"Arah sana yomesan.." ucap Bayu.
Ayu memakai mukenanya,lalu meletakkan sejadah. Kemudian shalat sunnah yang biasa ia lakukan.
Satu persatu bangun dari tidurnya. Bayu dan Ayu menulis di kertas HVS.
Terdengar suara lantunan ayat - ayat Al Qur'an dari mesjid.
" Kita ke mesjid dulu yomesan.." ucap Bayu menyudahi menulis Al Qur'annya.
20 menit kemudian,Bayu bersama keluarganya berjalan ke arah mesjid di temani Paijo dan pengawal.
" Kenapa jalanan ini gak kamu aspal kang?" ucap Bayu.
" Tunggu aku jadi Bupati Bay...Baru ku aspal.." ucap Paijo.
" Nanggung jadi Bupati,jadi presiden aja langsung kang.." ucap Bayu.
" Amin...Kalau aku jadi presiden.." ucap Paijo.
Setelah sampai di mesjid.
Bayu melihat seorang pria remaja membangunkan temannya yang tidur di teras mesjid.
" Di sini ada pondok pesantrennya kah kang?" ucap Bayu.
" Iya...Itu rumah pak kyainya.." ucap Paijo lalu menunjuk rumah.
Nampak wanita tua berjalan memasuki mesjid memakai mukenanya.
Bayu masuk ke dalam mesjid,sementara Paijo pergi ke tempat wudhu.
Bayu shalat sunnah lebih dahulu sebelum duduk,setelah shalat ia berzikir sambil menunggu waktu masuk shalat subuh.
Seorang bapak - bapak memakai sorban melihat ke arah Bayu,lalu mendatangi Bayu.
__ADS_1
" Wes subuh..Ayo ndang adzan.." ucap bapak itu.
" Injih pak..." ucap Bayu.
Bayu berdiri dari tempat duduknya.
Terdengar suara bedug di pukul. Kemudian Bayu mengumandangkan adzan.
" Suaranya bagus...Tapi dia siapa ya? Aku baru kali ini melihatnya.." ucap bapak itu dalam hati mendengar dan melihat ke arah Bayu yang sedang adzan.
Selesai shalat dan berdo'a. Bapak yang memakai sorban memghampiri Bayu.
" Tinggal di mana?" ucap bapak itu.
" Jakarta pak..." ucap Bayu.
" Ooo...Jakarta.. Pantas bapak baru lihat..."
" Suaramu sungguh bagus sekali..." ucap Bapak itu.
" Terima kasih pak atas pujiannya.." ucap Bayu.
" Ke sini ketempat siapa kalau boleh bapak tahu.." ucap bapak itu.
" Ke tempat teman pak,yang namanya Paijo." ucap Bayu.
" Paijo anaknya pak slamet.." ucap bapak itu.
" Betul sekali pak.." ucap Bayu.
" Ya sudah kalau gitu...Bapak tinggal dulu.." ucap bapak itu lalu pergi meninggalkan Bayu.
" Kak Bayuuu...." suara Melisa dari luar.
Bayu berdiri lalu berjalan ke teras.
" Lama banget kak...Kak Bayu tidur kah?" ucap Melisa.
" Enggak Mel...Tadi ada bapak - bapak ngajakin ngobrol.. " ucap Bayu.
Bayu melihat para pemuda melihat ke arah Melisa.
"Kak...Habis ini kemana?" ucap Melisa.
" Pulang terus tidur..." ucap Bayu.
" Yaaaa....Gak seru...Katanya mau jalan.." ucap Melisa.
" Jalannya setelah Mel mandi dan sarapan..." ucap Bayu.
" Dingin kak airnya..." ucap Melisa.
" Yuk kita pulang..." ucap Bayu.
" Tadi kenapa gak bangunin Mel kak..." ucap Melisa.
" Sudah di bangunin,tapi gak mau bangun.." ucap Diana.
" He...He...He...He....Tadi masih ngantuk.." ucap Melisa.
" Air sumbernya di mana kang?" ucap Bayu.
"Depan mesjid tadi itu Bay...Namanya Sumber towo..." ucap Paijo.
" Ooo....Sumber towo..." ucap Bayu.
30 menit kemudian.
Bayu memakai baju kaos bermerk celana panjang,tak lupa memakai kacamata anti UV berjalan bersama ke tiga istrinya,Melisa ,Paijo dan para pengawal menuju kolam sumber mata air.
Mereka menjadi pusat perhatian para pemuda dan gadis remaja. Para pemuda melihat ke arah Melisa dan ketiga istri Bayu,sedangkan para gadis remaja melihat ke arah Bayu.
Nampak gerombolan gadis memakai pakaian tertutup naik sepeda melewati mereka.
" Kita jadi artis kak..." ucap Melisa.
" Iya...Artis kampung..." ucap Bayu lalu melihat sesuatu terjatuh dari rombongan gadis itu.
Bayu segera mengambilnya,rupanya itu sebuah buku kitab yang dulu pernah Bayu pelajari.
" Tunggu sebentar...Aku mau mengejar mereka..."
Bayu berlari mengejar gerombolan gadis yang naik sepeda.
Jarak Bayu dan rombongan itu 70 meter. Bayu menambah kecepatan berlarinya.
" TUNGGGUUUUUU....."
Teriakan Bayu tak terdengar oleh mereka.
" Sial..."
Bayu menambah kecepatan berlarinya.
Setelah jaraknya 15 meter.
" Woiii...Berhenti...Bukumu jatuh..."
2 wanita yang mengayuh sepeda menoleh ke arah Bayu. Lalu memberi tahu ke teman - temannya.
Rombongan gadis itu berhenti.Lalu melihat kearah Bayu. Mereka terpana melihat wajah Bayu.
" Ini punya siapa,tadi terjatuh.." ucap Bayu sambil menunjukkan buku kecil.
Para gadis itu memeriksa barang bawaannya.
Bayu melihat bet di salah satu rombongan gadis itu.
" Pondok pesantren Gedong Sari" ucap Bayu dalam hati lalu melihat ke arah lain
" Itu punyaku..." ucap salah satu gadis.
Bayu memberikan buku itu.
" Ini " ucap Bayu.
" Terima kasih.." ucap gadis itu.
" Ada di Prambon nganjuk kang..." ucap gadis lain.
" Ooo.... Begitu...Ya sudah kalau begitu..Hati - hati di jalan..." ucap Bayu lalu berlari.
" Untung aku pakai sandal jepit,jika nyeker lumayan sakit ee.." ucap Bayu dalam hati sambil berlari.
" Terkejar apa enggak mas?" ucap Putri saat Bayu sudah kembali.
" Terkejar dek...Mayan olah raga sebentar..." ucap Bayu. Lalu mereka lanjut berjalan lagi.
" Tadi itu apa yang jatuh Bay?" ucap Paijo.
" Buku Imriti kang..." ucap Bayu.
Mereka berjalan melewati jalan setapak menuju kolam sumber mata air. Dengan hati - hati mereka melangkahkan kakinya.
Setelah sampai,mereka melihat ke arah sumber mata air tersebut.
Nampak gerombolan ikan kecil - kecil sedang berenang.
Melisa menceburkan kedua kakinya ke dalam air. Ikan - ikan kecil menghampiri kaki melisa.
" Geli kak..." ucap Melisa merasakan kakinya di gigit ikan kecil.
" Kalau buaya,sudah habis itu kakimu Mel.." ucap Diana.
" Hampir sama dengan di Jogja ya " ucap Putri.
" Namanya juga desa Put.." ucap Paijo.
Setelah puas,mereka memutuskan untuk pulang. Karena akan kerumah Rahman.
Bayu melihat banyak gadis remaja melihat ke arahnya. Ia hanya tersenyum lalu melihat ke arah lain.
***
Sore hari.
Bayu baru pulang dari tempat wisata di kediri bersama keluarga pak Arif.
Nampak Bayu berjalan bersama keluarganya,paijo dan pengawal menuju mesjid untuk shalat magrib.
" Besok kemana lagi kak?" ucap Melisa.
" Mancing yuk Mel..." ucap Bayu.
"Mancing di mana kak?" ucap Melisa.
" Sembarang...Yang penting mancing" ucap Bayu.
" Di sini jauh dari laut Bay...Sama sungai..." ucap Paijo.
" Mancing di bak kamar mandi Paijo aja..." ucap Bayu.
" Asem...." ucap Paijo.
***
Pagi harinya.
Bayu duduk di teras rumah melihat ke arah jalanan. Nampak seorang gadis mengayuh sepedanya,pakaian yang di gunakan sama seperti rombongan saat Bayu memgejarnya.
Paijo keluar dari pintu sambil membawa segelas kopi.
"Kang...Ke warung yuk..." ucap Bayu.
" Mau beli apa Bay?" ucap Paijo.
" Di sini ada yang jual pecel gak?" ucap Bayu.
" Ada...Kalau mau yang enak ada di sana.." ucap Paijo.
" Jauh gak?" ucap Bayu.
" Lumayan..." ucap Paijo.
Nampak 2 orang gadis berjalan,lalu melihat ke arah Bayu.
Paijo meminum kopi yang ia bawa.
" Kapan melamar Cintya kang..." ucap Bayu.
Uhuuuk.... Uhuuuk....Uhuuuuk.... Paijo kesedakan kopi.
" Kuliah aja belum selesai kok Bay.." ucap Paijo.
" Sampeyan ambil S 1?" ucap Bayu.
" Iya Bay..." ucap Paijo.
I'im keluar membawa ceret berisi kopi,kemudian Fitri muncul membawa gelas lalu di letakkan di meja.
" Kopinya pak...Mas..." ucap I'im.
" Iya...." ucap Bayu dan para pengawal.
Para pengawal mengambil kopi tersebut.
Bayu melihat 2 gadis yang sama,lalu gadis itu melihat ke arah Bayu.
" Kok mereka mondar mandir ya.." ucap Bayu dalam hati.
***
Jakarta.
Rumah Bayu.
Bayu tiba di rumahnya. Ia hanya 2 hari saja di rumah Paijo,lalu esok paginya pulang ke Jakarta menggunakan pesawat.
" Alhmadulillah....Sampai..." ucap Bayu saat keluar dari mobil.
Lalu Bayu berjalan ke rumah sambil membawa tas kopernya.
__ADS_1
Setelah liburan ke Jawa timur,Bayu bingung mau ngapain. Kemudian memutuskan mengunjungi keluarganya.
Hari demi hari Bayu lalui bersama keluarga dan teman - temannya.Kadang Bayu seharian di dapur Cafe untuk belajar memasak. Kadang berkunjung ke tempat keluarga Han yang lain.
Hingga tiba saatnya Bayu bersama ibunya mengunjungi kantor cabang yang berada di Kalimantan.
" Sayang...Sudah siap?" ucap bu Hana.
" Sudah bu..."
" Aku pergi dulu ya..." ucap Bayu ke tiga istrinya.
Mereka mencium tangan Bayu.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
Lalu Bayu dan bu Hana masuk ke dalam mobil.
Mobil yang di tumpangi Bayu perlahan meninggalkan rumah.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di Bandara.
----****--
Rumah Ahmad.
Hari demi hari berlalu. Tak terasa Ayub berusia 69 hari.
Nampak Ayub di gendong Ahmad. Sedangkan Sulis sibuk dengan pekerjaannya yaitu membereskan rumah.
Seperti biasa. Ahmad mengecek pintu pagar,kemudian jendela di kala sore hari .
Saat jam 6 sore lewat. Mata Ayub kembali tidak normal.
Ahmad yang selesai mengecek pintu dan jendela,lalu duduk di sofa. Kemudian melihat ke wajah Ayub yang tertidur.
Sulis mendatangi Ahmad dan menyuruhnya untuk wudhu.
Selesai mereka shalat berjamaah dan Sulis hendak belajar memgaji,tiba - tiba Ayub menangis karena lapar.
Sulis segera menghampiri Ayub untuk memberikan ASI.
" Cup...Cupp..Cup...Sayang...Umi di sini sayang" ucap Sulis,lalu mengeluarkan salah satu susunya.
Sulis melihat mata Ayub bewarna merah semua kaget.
" Bi....Mata Ayub kembali merah lagi Bi..." ucap Sulis.
Ahmad menghampiri Sulis dan melihat mata Ayub.Nampak mata Ayub normal,lalu berubah menjadi pelangi.
" Kok bisa begini mi....?" ucap Ahmad heran.
" Aku gak tahu bi..." ucap Sulis.
" Besok kita bawa ke rumah sakit lagi mi...Aku takut Ayub mengidap penyakit aneh..." ucap Ahmad.
" Gak usah bi....Nanti juga hilang sendiri..." ucap Sulis.
" Abi gak ingin Ayub sakit mi...Besok kita kerumah sakit..." ucap Ahmad.
Sulis yang mau menolak lagi tak bisa berkata apa - apa.
Esok paginya,mereka pergi kerumah sakit untuk memeriksa mata Ayub.
Ahmad mendatangi dokter yang waktu itu pernah ia datangi.
Setelah sampai di rumah sakit dan menunggu antrian. Akhirnya mereka di panggil.
Namun,sebelum mereka di panggil,dokter itu menghubungi orang yang waktu itu ia hubungi. Karena melihat data pasien yang hendak berobat.
" Silahkan duduk" ucap dokter.
" Dok...Mata anak saya kembali muncul keanehan lagi dok..." ucap Ahmad.
" Aneh karena bola matanya tidak normal?" ucap dokter.
" Iya dok..." ucap Ahmad.
Dokter itu memeriksa mata Ayub.
Nampak bola mata Ayub yang hitam berubah warna - warni.
" Umurnya 3 bulan ya.." ucap dokter.
" Iya dok...Baru 3 bulan 10 hari.." ucap Sulis.
" Anak saya sakit apa dok..." ucap Ahmad.
Dokter itu memberi tahu bahwa penyakit yang di alami oleh Ayub sangat berbahaya,lalu ia memberi tahu bahwa penyakit itu bisa di obati,namun harus pergi ke cina.
" Dok...Kenapa harus ke cina?"
" Apakah di sini tidak bisa.?" ucap Sulis.
" Maaf sekali bu Sulis... Peralatan kami tidak memadai... Sedangkan di cina sangat lengkap... Jika ibu mau...Saya punya kenalan orang cina...Dia bisa membantu ibu"
" Sebelumnya ada kasus serupa... Anak itu tak bisa melihat setelah umur 1 tahun...." ucap dokter.
" Gimana ini bi..." ucap Sulis panik ketika dokter bilang bahwa Ayub akan buta.
" Gimana ya mi....Jauh sekali tempatnya..." ucap Ahmad.
" Sebentar,saya hubungi teman saya..." ucap dokter lalu menghubungi seseorang.
" Bi...Aku gak mau Ayub buta bi..." ucap Sulis.
" 20 menit lagi teman saya sampai ke sini.." ucap dokter.
Ahmad bingung,antara membawa Ayub ke cina atau tidak.
20 menit kemudian seorang pria masuk.
Dokter itu menghampiri pria itu.
Lalu pria itu menghampiri Sulis.
" Coba saya lihat mata anak ibu..." ucap pria itu.
Sulis memperlihatkan mata Ayub.
Nampak mata Ayub seperti pelangi.
" Iya...Ini yang kita cari selama ini" ucap pria itu dalam hati.
" Saya juga seorang dokter... Saya bisa membantu ibu.."
" Ibu tidak usah memikirkan biaya..."
" Akan saya tanggung semua biaya ibu..."
" Bagaimana bu...." ucap pria itu.
" Bagaimana ini bi...Aku seh mau aja...Asal Ayub selamat..." ucap Sulis.
Nampak Ahmad bingung harus menjawab apa.
Pria itu mengeluarkan kartu namanya,lalu memberikan ke Sulis.
" Ini kartu namaku...Bila ibu ingin membawa putra ibu pergi berobat ke cina...Maka hubungi saya.." ucap pria itu.
" Bi...." ucap Sulis.
" Mumpung masih bisa di selamatkan...Jika sudah satu tahun...Maka putra ibu akan buta selamanya..." ucap pria itu.
" Baiklah...." ucap Ahmad.
Pria itu menyodorkan kertas untuk di isi oleh Ahmad dan Sulis.
" Silahkan di isi formulirnya,alamat lengkap,lalu alamat orang tua..." ucap pria itu.
Tanpa ada rasa curiga,Sulis dan Ahmad mengisi formulir tersebut.
" Apakah ada foto copy KTP dan kartu keluarga?" ucap pria itu.
" Kartu keluarga ada di rumah dok..." ucap Sulis.
----***----
Kampus.
Setelah masa liburan telah usai.
Bayu kembali ke kampusnya. Namun ada hal yang berbeda dari biasanya. Yaitu adanya Ayu dan Melisa yang kuliah satu tempat dengan Bayu. Namun mereka beda jurusan.
Ayu melanjutkan kuliah,sambil menunggu ia hamil,begitu juga Putri dan Diana.
Sementara,nenek Fumeko dan kakek Naruto beserta istrinya kembali ke Jepang. Karena ada urusan yang harus di selesaikan.
Nampak Bayu bersama keluarga dan teman - temannya berada di kantin.
" Kalau begini jadi teringat Sulis ya Bay.." ucap Lukman.
" Iya...Kira - kira dia ngapain ya..." ucap Bayu.
" Hemm...Sabtu ini kan sayang ke rumah pakde...Nah...Kita pergi kesana gimana,sekalian mampir.." ucap Diana.
" Ide yang bagus..." ucap Bayu.
***
Hari Sabtu.
Bayu bersama ke tiga istri dan pengawalnya tiba di rumah Sulis.
Nampak rumah Sulis sepi.
Bayu menekan bel yang berada di dekat pagar.
Berulang kali Bayu menekan bel,tapi Sulis tak muncul.
" Mas...Nomornya gak aktif.." ucap Sulis.
" Aneh...Biasanya aktif..."
Bayu menghubungi Annisa.
Tuuuut....Tuuuut.....Tuuuut...
" Assalam mu'alaikum..." suara Annisa.
" Wa'alaikum salam nisa...Maaf...Apakah Sulis ada di sana?" ucap Bayu.
" Gak ada mas..." suara Annisa.
" Ya sudah kalau gitu,assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Annisa.
Bayu menghubungi ibunya Sulis.
Tuuut....Tuuuut....Tuuut...
" Ya halloo..." suara ibunya Sulis.
" Halo juga bu...Maaf Bayu ganggu..Apakah Sulis ada di rumah ibu...?" ucap Bayu.
" Gak ada Bayu...Sulis pergi ke Cina.." suara ibunya Sulis.
" Apaaa...!!!Cina...!!!!" ucap Bayu terkejut.
" Iya... Sulis membawa Ayub berobat,karena matanya Ayub tidak normal.." suara ibunya Sulis.
" Gak normal gimana bu..?" ucap Bayu heran dan penasaran.
" Matanya berubah - ubah. Kadang merah,kadang hitam semua,lalu warna - warni.."
Deeg......Seketika Bayu merasakan dunia ini berhenti berputar,setelah ia dengar bahwa Ayub memiliki warna mata yang sama dengan dirinya.
" Sulis takut Ayub menjadi buta saat umurnya satu tahun...Makanya di bawa berobat ke cina.." suara ibunya Sulis.
Hape Bayu terlepas dari peganganya,badannya terasa lemas. Hape Bayu casing lepas karena jatuh,batreinya juga ikut terlepas.
__ADS_1