SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BAYU MABUK


__ADS_3

Di saat Bayu dan yang lainnya shalat dzuhur berjamaah.


Hapenya berdering.


Nampang di layar hapenya tertera panggilan pagar 1.


"Ada apa?" ucap Zhang langsung to the point memakai bahasa China.


"Klan Yan mencari keberadaan mata pelangi tuan " suara wanita.


"Apakah mereka ada yang bergerak ke luar Tiongkok?" ucap Zhang.


"Belum tuan... Mereka masih di wilayah Tiongkok" suara wanita.


"Apakah kode merah ada kelihatan?" ucap Zhang.


"Belum ada tuan.." suara wanita.


"Bagus.. Kabari aku jika kode merah masuk ke indonesia.Jika tak aku angkat,hubungi anak - anakku..." ucap Zhang.


"Baik tuan " suara wanita.


Zhang menutup telponnya. Kemudian mengirim pesan pada ke dua anaknya.


Pukul 20.20.


Kapal pesiar mulai bergerak menuju Dermaga.


Setelah makan malam, Zhang mengumpulkan semua keluarganya di ruangan tertutup. Yang bukan keluarga Han di larang masuk,bahkan pengawal ataupun teman - teman Bayu di larang masuk.


Nampak Zhang berdiri di depan podium.


"Selamat malam semuanya... Maaf jika aku kumpulkan kalian di sini,Tadi siang aku mendapat kabar dari penjaga garis depan...


"Klan Yan yang berada di kota Yan'An mencari keberadaan kita...


"Klan itu tidaklah kecil,mereka mempunyai pasukan lebih dari 100.000 orang,dan tersebar di pelosok Tiongkok


"Aku mengingatkan lagi, Kangan sembarangan menggunakan kekuatan kalian di depan umum..


"Karena mereka mengincar kekuatan kita.." ucap Zhang.


Cheng Fei mengangkat tangan. Zhang menganggukkan kepala.


"Maaf kek... Apakah mereka seperti musuh kita?" ucap Cheng Fei.


"Tidak... Klan Yan menganut ajaran iblis,mereka akan melakukan apa saja yang mereka inginkan...


"Klan itu berpusat di kota Yan'An.... Jadi aku harap kalian mematuhinya...


Bayu mengangkat tangannya karena belum mengerti.


"Silahkan cicitku" ucap Zhang.


"Kekuatan apa mbah buyut?" ucap Bayu.


"Kakek buyut akan memberitahu padamu dan juga ibumu.Nanti di rumah..." ucap Zhang.


" Zēngzǔfù (kakek buyut).... Aku ada lomba Fisika di Singapura..." ucap seorang gadis.


" Ikuti saja lomba itu,tapi bila memakai kekuatan fisik... Zēngzǔfù melarang..." ucap Zhang.


20 menit kemudian mereka membubarkan diri.Zhang berpesan agar lebih waspada,dan jangan gegabah.


Saat Bayu meninggalkan ruangan itu, dalam pikirannya memikirkan perihal ucapan kakek buyutnya tadi.


"Kekuatan apa ya...


"Apakah mata merah dan hitamku ini...


Karena Bayu hanya tahu warna warna itu saja saat ia marah.


"Bisa gawat donk...


"Aiishhh... Mending aku jadi petani saja kalau begitu... Garap sawah,mancing,makan,tidur , ngumpul sama tetangga..." ucap Bayu dalam hati.


"Maaf pak...Teman - temanku ada di mana?" ucap Bayu pada seorang pengawal yang berjalan akan melewati dirinya.


"Ada di ruangan Cafe bos.." ucap pengawal.


"Cafenya ada di mana?" ucap Bayu.


"Di lantai atas bos..." ucap pengawal.


"Suwun..." ucap Bayu lalu berjalan mencari tangga atau lift untuk naik ke atas.


Bayu menemukan pintu Lift,kemudian bayu menekan tombol pintu,lalu menunggu pintu itu terbuka.Ia merasakan badannya capek dan badannya terasa bergerak sendiri.


"Besok cari jamu ah....Biar hilang rasa capekku" ucap Bayu dalam hati.


Setelah terbuka,Bayu masuk ke dalam lalu menekan tombol naik ke atas.Setelah sampai Bayu keluar dari dalam Lift.


Bayu berjalan menyusuri ruangan,nampak ada tulisan Cafe,Bayu masuk dalam Cafe tersebut.


Nampak Bimo,Lukman,Daniel,Paijo,Rahman dan Ahmad duduk di kursi sofa yang bentuknya melingkar.


Bayu duduk di samping Daniel.


"Ada yang ketagihan mancing Bay..." ucap Lukman.


"Siapa Man?" ucap Bayu.


"Annisa sama Sulis...." ucap Lukman.


"Wuiiih... Mantap itu,...


"Oh iya kang Rahman...Besok aku ke rumah sampeyan... Mau mengembalikan Tupperware ibu sampeyan.." ucap Bayu.


"Santai aja Bay... Gak di kembalikan juga gakpapa kok..." ucap Rahman.


"Santai piye... Biasanya...


"Mak mak itu kalau masalah Tupperware hilang,atau rusak... Pasti mengomel... Ya gak Niel?" ucap Bayu.


"Betul itu Bay...


"Aku sampai di omelin semalaman gara - gara lupa bawa... Pas besok mau ku ambil dah hilang di pinggir sungai..." ucap Daniel.


"Iya seh... Aku juga kena omelan Bay... gara - gara tempat minum aku ketinggalan di warung makan.." ucap Rahman.


"Terus tempat makan yang kamu buat tempat untuk naruh cacing,di marahin gak Niel?" ucap Lukman.


"Enggak...Kalau ketahuan ya di marahin aku Man..." ucap Daniel.


Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha... Mereka tertawa.


"Kenapa gak sekalian panci buat tempat cacing yang kamu pakai Man.." ucap Ahmad.


"Bisa benjol kepalaku bang... Di lempar pakai panci..." ucap Lukman.


Hape Rahman berbunyi,kemudian Rahman mengambil hapenya. Nampak di layar panggilan masuk bernama Cipluk (Cintya)


"Ada apa Pluk..." ucap Rahman.


"Kok belum pulang mas...Mama nelpon ke hapenya papa gak aktif..." suara Cintya.

__ADS_1


"Ini lagi perjalanan pulang,masih di dalam kapal..." ucap Rahman.


"Bayu ada di situ gak mas..." suara Cintya.


"Ada...Mau ngomong kah?" ucap Rahman.


"Iya..." suara Cintya.


"Bay...Adekku mau ngomong sama kamu" ucap Rahman sambil menyodorkan hapenya.


Bayu menerima hape Rahman.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu


"Wa'alaikum salam.. Lagi ngapaian mas..." suara Cintya.


"Lagi nongkrong di Cafe..." ucap Bayu.


"Haaah....!!!???Di Cafe...? Katanya mas Rahman bilangnya di kapal..." suara Cintya.


"Cafenya di dalam kapal Cin.." ucap Bayu.


"Cafenya di dalam kapal? bentar - bentar mas...


"Kapalnya besar kah?" suara Cintya.


"Hem... Gak terlalu besar seh...Ada apa Cin?" ucap Bayu.


"Gakpapa...Mas sudah makan kah? " suara Cintya.


"Sudah..." ucap Bayu.


"Hem......


"Mas...." suara Cintya.


Muncul Mei Lien memakai pakai pakaian kaos putih di dadukan kemeja tapi tidak di kancing,dan rok selutut.Mei Lien berjalan ke meja pelayan untuk memesan minuman Wine


"Iya mbak..." ucap Bayu.


" Nganu......Mas beneran pacaran sama Mei Lien kah?" suara Cintya.


Pelayan memberikan Pesenan kepada Mei Lien,lalu Mei Lien berjalan ke arah Bayu sambil membawa 2 gelas kosong dan sebotol Wine


"Siapa yang bilang?" ucap Bayu.


"Mei Lien sendiri..." suara Cintya.


"Jangkreeek....Aku harus bilang apa ini...


Mei Lien menuangkan Wine ke dalam gelas duduk disamping Bayu dengan posisi kaki menyilang. Mei Lien memberikan ke Daniel. Karena ia tahu,Daniel Non islam.


"Kebetulan..." ucap Bayu dalam hati.


"Mas...Mas Bayu...." suara Cintya.


"Iya Cin..." ucap Bayu.


"Itu yang nelpon Cintya kah bay..." ucap Mei Lien.


"iya Bulek..." ucap Bayu.


Mei Lien merebut hapenya Rahman di tangan Bayu.


"Sini...Biar aku aja yang ngomong...


"Selamet...Untung ada Mei Lien..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat Daniel meminum pemberian Mei Lien.


"Tumben bulekku ngasih sirup ke kamu Niel...?" ucap Bayu.


"Iya kah..." ucap Bayu lalu mengambil botol Wine tanpa memeriksa lebih dulu tulisan yang tertera di botol.


Glek...Glek...


"Bay...Jangan kamu minum..." ucap Daniel namun telat.


Glek...Glek...Glek...Glek...Glek....Glek...


Bayu menghabiskan minuman anggur putih tersebut lalu meletakkan di meja.


Lalu mengambil gelas Mei Lien.


Glek..... Setelah itu meletakkan di atas meja.


"Dah habis...Kok rasanya aneh gini man..." ucap Bayu heran dengan rasa Wine tersebut.


Mei Lien kembali lalu mengembalikan hape Rahman pada Bayu.


"Itu minuman keras Bay..." ucap Daniel.


"Loh....!!!


"Siapa yang minum minumanku.." ucap Mei Lien heran karena melihat gelasnya dah kosong.


"Jancooook....Kenapa gak bilang kalau itu minuman keras....Wasssuuuu..." ucap Bayu.


Bayu berusaha memuntahkan kembali.


"Kamu minum minumanku Bay...?" ucap Mei Lien.


"Iyaa bulek...Katanya Kudaniel ini minuman penghangat badan,biar badan gak capek....Ya aku minum sampai habis biar badanku hangat,dan capekku hilang...


"Sekalinya minuman keras.. Jancoook kan..." ucap Bayu.


"Salahmu sendiri ngambil minumannya orang Bay..." ucap Rahman.


"Jangan kamu minum lagi ya Bay..." ucap Mei Lien.


"Iya bulek...


Mei Lien kembali ke tempat pelayan.


"Aku penasaran kang...Soalnya badanku agak pegel - pegel...Siapa tahu minum penghangat badan,badanku seger kembali..." ucap Bayu.


"Piye rasane Yu..." ucap Bimo.


"Embooh Mo...Langsung aku telan kok" ucap Bayu jengkel.


Teman - teman Bayu memperhatikan Bayu,apakah Bayu mabok apa enggak..


Daniel meminum Wine tak sekali minum,ia meminum sedikit saja.


"Kenapa kalian melihatku..." ucap Bayu sambil memainkan alisnya.


Mei Lien datang membawa 1 botol Wine lagi lalu menuangkan di gelas yang di minum oleh Bayu.


"Gakpapa Bay..." ucap mereka serempak.


Mei Lien duduk di samping Bayu,lalu menggoyangkan gelasnya,kemudian meminum Wine tersebut.


Bayu mengembalikan hape Rahman.


"Oh iya... Tadi bulek bilang apa ke Cintya..?" ucap Bayu.

__ADS_1


"Itu bukan hapemu Bay?" ucap Mei Lien. Ia mengira itu hapenya Bayu.


"Bukan bulekku sayang...Itu hapenya kang Rahman....Cintya itu adiknya Kang Rahman." ucap Bayu mukanya sedikit memerah.


"Sial.... Aku gak tahu nama lengkapnya,jika tahu aku gak akan mengomelin dia...." ucap Mei Lien dalam hati. Sebab Mei Lien hanya tahu nama panggilan saja. Tidak tahu nama lengkapnya.


Bayu memeluk Mei Lien dari samping.


"Eh.... !!!?? Mei Lien terkejut. Sebab Bayu tak pernah memeluk dirinya.


"Bulek... " ucap Bayu.


"Apa Bay..." ucap Mei Lien.


"Cari putri yuk...Bayu kangeeen sama Putrii" ucap Bayu.


" 5 X 5 berapa Bay?" ucap Daniel.


" 100 ...


"Ayoo bulekk..." ucap Bayu.


"Waah...Mabok neh anak..." ucap Rahman.


"Aku gak mabook woiii...


Bayu melihat botol Wine lalu di ambil,kemudian di minumnya..


Glek...Glek....Glek...


Mei Lien segera mengambil botol Wine tersebut.


"Aku haus Mei..


Mei Lien memberikan botol Wine pada Daniel.Agar Bayu tak meminum Wine lagi.


Bayu melihat ke arah Daniel lalu ke Mei Lien..Wajah Mei Lien berubah menjadi Khalisa di mata Bayu.


Bayu memeluk Mei Lien kembali.


"Putri... Jangan tinggalin aku...


"Aku sayang padamu Put...." ucap Bayu.


"Putri itu siapa ya...Apakah dia pacarnya Bayu..?" ucap Rahman dalam hati.


Bayu melepaskan pelukannya.


"Put.. Mana ibumu Puut...


"Aku mau melamarmu...Agar kamu gak pergi lagi meninggalkanku.." ucap Bayu sambil menatap Mei Lien.


"Apakah kalian tahu siapa itu Putri yang di maksud Bayu?" ucap Mei Lien pada teman - temannya.


"Putri adalah cinta pertama Bayu mbak... Setahun setelah jadian,dia dan keluarganya pindah dari Sidodadi.Karena ayahnya putri pindah tugas.,dan sampai sekarang Bayu selalu mengharapkan Putri mbak." ucap Lukman.


Bayu memeluk Mei Lien Lagi.


"Put... Ayo kita ke KUA... Aku ingin menikahimu..Agar kamu tidak pergi lagi.." ucap Bayu.


"Iya Bayuku sayang..." ucap Mei Lien.


"Oooo...Jadi Putri itu cinta pertama Bayu" ucap Rahman dalam hati.


"Jangan beri tahu pada ibu Bayu atau yang lain jika Bayu mabuk..." ucap Mei Lien.Ia takut kena marah oleh ibunya Bayu karena membuat Bayu mabok.


Mei Lien kemudian memapah Bayu untuk di bawa ke kamar terdekat.


Daniel membantu Mei Lien.


"Kita mau kemana sayang..." ucap Bayu.


"Ke kamar..." ucap Mei Lien.


"Kamu semakin cantik saja Put...


"Gimana kabar ayah dan ibumu.." ucap Bayu.


"Baik..." ucap Mei Lien.


"Put... Tadi aku dapat uang... Uang itu buat kita nikah..


Mei Lien menekan tombol pintu Lift.


Pintu lift terbuka,lalu mereka masuk kedalam Lift. Pintu Lift tertutup.


Tiba - tiba,terbesit di pikiran Mei Lien untuk menyerahkan apa yang ia jaga selama ini kepada Bayu. Karena dirinya berjanji akan menyerahkanya pada Bayu,meskipun Bayu tidak akan menikahi dirinya.


Pintu Lift terbuka lalu berjalan.


"Kamu kemana saja Put..." ucap Bayu.


Mei Lien membuka pintu kamar. Lalu masuk ke dalam.


"Aku gak kemana - mana...." ucap Mei Lien.


Bayu di letakkan di kasur.


Daniel bejalan ke luar lalu menutup pintu.


Mei Lien duduk di pinggir kasur.


Bayu memegang tangan Mei Lien.


"Jangan tinggalin aku put... Aku sangat mencintaimu...." ucap Bayu


"Enggak...Aku gak ninggalin kamu kok Bay.." ucap Mei Lien.


"Sial... Kok aku deg...Deg kan gini ya....


"Ku berikan apa enggak ya..." ucap Mei Lien bimbang sambil berpikir.


Sebab jika Bayu sadar,pasti Bayu tidak mau melakukannya.


Mei Lien turun dari tempat tidur.


Bayu bangun lalu memeluk Mei Lien.


"Jangan pergi....


"Aku telah lama menunggumu.." ucap Bayu.


"Enggak sayang...Aku gak akan meninggalkanmu,aku mau mengunci pintu saja." ucap Mei Lien sambil berusaha melepaskan pelukannya.


Setelah terlepas,Mei Lien mendudukkan Bayu di di kasur lalu berjalan ke pintu.


Mei Lien mengunci pintu kemudian berjalan menghampiri Bayu kemudian duduk di samping Bayu.


"Ku berikan sajalah..." ucap Mei Lien dalam hati.


Akhirnya Mei Lien memberikan yang ia jaga selama ini ke Bayu.


Selesai memberikan.,Terdengar suara pemberitahuan bahwa kapal akan bersandar.


Mei Lien cepat - cepat memakai pakaiannya,lalu memakaikan pakaian Bayu .

__ADS_1


Cuuup..... Mei Lien mencium bibir Bayu.


"Aku sangat mencintaimu Bayu...I love you." ucap Mei Lien,lalu turun dari tempat tidur,kemudian berjalan ke pintu.


__ADS_2