SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
TAMU MALAM HARI


__ADS_3

"Mereka mencari mata yang sama seperti Ayub...Kemungkinan akan di culik atau di bunuh...Itu saja...Jika kamu beri tahu ke orang lain.."


" Jangan salahkan aku jika ayah dan ibumu celaka oleh orang yang membawa abangmu ke Cina.." ucap Bayu.


Pak H. Ridwan muncul lalu memghampiri Bayu.


" Bayu..." ucap pak H.Ridwan.


Bayu menoleh ke belakang.


" Ada apa pak haji..?" ucap Bayu.


" Maaf bapak lupa...Kemarin siang ada yang nelpon... Katanya dari rumah sakit Si*****, terus mau ke sini...Awalnya gak bapak angkat... Nomot itu nelpon hingga 3 X,lalu ada sms masuk . Sms itu dari nomor yang gak bapak kenal,katanya dari rumah sakit Si******."


"Lalu nomor itu menelpon lagi..Terus bapak angkat..."


" Katanya akan ada tim dari rumah sakit mau ke sini...Tapi sampai sekarang belum muncul.." ucap pak H. Ridwan.


" Nomot itu ada nelpon lagi gak pak haji?" ucap Bayu.


" Belum ada..." ucap pak H. Ridwan.


" Jika nelpon lagi... Terima saja.. Tapi jika mereka tanya macam- macam,ingin tahu rumah atai yang tadi saya katakan di dalam kamar,jangan di beri tahu ya pak.."


Hape Bayu bergetar panjang,lalu ia mengeceknya. Nampak panggilan dari kakek Zhang.


" Assalam mu'alaikum mbah..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...Masih lama di rumah pak haji?" suara kakek Zhang.


" Masih mbah...Sekalian nanti shalat tarawih..Kebetulan Bayu jadi imam shalat tarawih mbah.." ucap Bayu.


" Ke tiga istrimu,shalatnya di mesjid lain..Agar mereka tak curiga dengan keluarga kita.." suara kakek Zhang.


" Iya mbah...Oh iya...Apakah ada perkembangannya mbah" ucap Bayu.


" Belum...Mereka masih menyelidikinya...Nanti jika sudah di ketahui tempatnya...Maka akan kakek bero tahu...Assalam mu'alaikum.." suara kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.


" Gimana nak? Apakah pak Zhang sudah dapat informasi?" ucap pak H. Ridwan.


" Belum pak haji..." ucap Bayu.


" Ya sudah kalau begitu...Mari kita ke mesjid..Sebentar lagi akan masuk waktu shalat.." ucap pak H. Ridwan.


" Iya pak haji..." ucap Bayu.


Azzahra keluar memakai mukena.


" Kak Nisa ke mesjid apa enggak?" ucap Zahra.


" Ya ke meajid lah...Tungguin gue.." ucap Annisa. Lalu berdiri.


" Tinggal aja Ra..." ucap Bayu.


" Apa lu bilang...?" ucap Annisa.


" Enggakpapa..." ucap Bayu.


Annisa masuk ke dalam rumah untuk mengambil mukenanya.


Setelah itu mereka pergi ke mesjid bersama - sama.


Para pengawal berjalan menjaga jarak dengan Bayu sambil waspada,mereka berpakaian seperti warga. Agar tak menarik perhatian musuh. Di balik pakaian mereka,terselip pistol buat berjaga - jaga.


Bayu melihat ke arah pohon nangka,yang biasa hantu kuntil anak nongkrong di pohon tersebut.


" Kok gak ada ya.." ucap Bayu.


" Gak ada apa kak?" ucap Zahra.


" Hantu kuntil anak yang nongkrong di pohon nangka tadi itu.." ucap Bayu.


" Ini kan bulan puasa kak Bayu..Jadi semua setan di kurung.." ucap Zahra.


" Masa seh...Kenapa masih ada yang lepas.?" ucap Bayu.


" Mana ada kak..." ucap Zahra.


" Ada....Di samping kananmu Ra...." ucap Bayu.


" Lu bilang apa?"


Bayu berlari meninggalkan Annisa.


" Jangan lari lu ya..." ucap Annisa kemudian berlari mengejar Bayu.


Namun usaha Annisa untuk memgejar Bayu tak berhasil.


Bayu bersembunyi di balik tembok pagar mesjid menunggu Annisa datang.


Begitu Annisa lewat,Bayu berjalan di belakangnya tanpa Annisa sadari.


" Kang Rahman..." ucap Bayu nyaring.


Annisa celingukan mencari Rahman.


" Dua kosong..." ucap Bayu lalu lari meninggalkan Annisa.


" Bajingan....Dia berhasil ngerjain gue dua kali...Awas ya pembalasan gue..." ucap Annisa.


Annisa melihat sandal Bayu tergeletak,lalu mengambil satu sandal Bayu. Kemudian melempar jauh.


" Rasakan pembalasanku.." ucap Annisa dalam hati.


Annisa berjalan masuk ke dalam mesjid.


Setelah shalat tarawih selesai.


Bayu berjalan ke teras bersama pak H. Ridwan.


Di saat akan memakai sandal jepitnya.


" Mana sandal satunya..."


Bayu celingukan mencari sandal sebelahnya.


" Diampuuut...." ucap Bayu tak menemukan pasangan sandal jepitnya.


Pengawal Bayu datang menghampiri.


" Tadi sandalnya di lempar ke sana .." ucap pengawal.

__ADS_1


" Juuancoook....." ucap Bayu begitu tahu ada yang membuang sandalnya.


Mau tak mau Bayu berjalan tanpa alas kaki.


Setelah sampai,nampak Annisa duduk santai sendirian di teras.


" Bagus juga sandal lu mas.." ucap Annisa mengejek.


" Iya..Sandalku ini spesial...Hanya manusia saja yang dapat melihatnya..Mereknya nyeker man..." ucap Bayu.


" Beli di mana sandalnya?" ucap Annisa.


" Di kasih..Sama kang Rahman...Mahal tahu ini sandalnya Nis.." ucap Bayu.


Bayu mengambil sandal milik Annisa,lalu ia berjalan ke kran air untuk cuci kaki.


" Mahal sih mahal...Kenapa pakai sandal gue.." ucap Annisa.


" Masa seh ini sandalmu Nis..." ucap Bayu.


" Iya...Itu sandal gue..."


" Jangan di basahi....Nanti rusak." ucap Annisa.


Namun Bayu terlanjur menyiram air ke sandal Annisa.


" Dah basah Nis..." ucap Bayu.


" Lu harus gantiin sandal gue.." ucap Annisa.


" Gantiin juga sandalku yang kamu buang Nis.." ucap Bayu.


" Itu salah lu sendiri mas...Kenapa ngolok" ucap Annisa.


Bayu melihat mobil mirip kepunyaan Rahman. Lalu melihat ke Annisa. Annisa berjalan masuk ke dalam.


" Nis...Kang Rahman datang tuh.." ucap Bayu.


" Gue gak bakal ketipu lagi.." ucap Annisa tanpa menoleh ke Bayu.


Bayu melihat mobil yang ia lihat tadi berhenti.


Nampak Rahman berjalan ke arah Bayu membawa plastik berisi makanan.


" Loh Bay...Kok tumben sampeyan di sini.."ucap Rahman.


" Iya...Tadi habis buka puasa di sini kang.." ucap Bayu.


Mereka kemudian berjalan ke teras lalu duduk.


" Apa itu kang?" ucap Bayu.


" Martabak telur sama martabak manis..." ucap Rahman.


" Sini martabak manisnya kang..." ucap Bayu. Ia tahu jika Annisa suka martabak manis.


" Jangan...Ini punyanya Nisa.." ucap Rahman.


" Nisanya gak mau...Tadi sudah ku panggil.." ucap Bayu lalu merebut bungkusan plastik tersebut.


" Masa seh Bay..?" ucap Rahman.


" Aku pernah ngapusi sampeyan opo ora ?" ucap Bayu.( Aku pernah bohongi kamu apa tidak)


" Yo wes..." ucap Bayu lalu memakan martabak manis tersebut.


Muncul pak H. Ridwan.


" Loh...Kapan datangnya nak Rahman?" ucap pak H. Ridwan.


Rahman berdiri lalu bersalaman tak lupa cium tangan.


" Baru saja pak..Oh iya..Ini untuk bapak.." ucap Rahman sambil memberikan martabak telur.


" Ooo...Begitu..."


" Annisaaaaaa...." ucap pak H. Ridwan.


" Iya bee...." suara Annisa. Tak lama kemudian muncul.


Annisa kaget melihat ada Rahman.


" Ini bawa masuk ke dalam.." ucap pak H. Ridwan memberikan bungkusan plastik.


Annisa menerima lalu melihat bungkusan itu hanya ada 1 kotak saja,biasanya 2 kotak. Kemudian ia melihat ke arah Bayu.


Nampak Bayu memakan martabak manis kesukaan Annisa.


" Kok lu yang makan mas...?" ucap Annisa.


" Tadi kan aku sudah kasih tahu...Jika kang Rahman datang...Tapi kamu gak mau,terus masuk gitu aja..."ucap Bayu.


" Be....Martabak manis Nisa di makan sama setan bee.." ucap Annisa.


" Mana ada setan teriak setan ".


Annisa menghampiri Bayu,lalu mengambil kotak berisi martabak manis.


" Lah....Katanya gak suka...Kok di ambil Nis?"


Annisa memegang perut Bayu hendak mencubitnya


" Jika kamu mencubitku,maka ibuku akan memarahimu loh.." ucap Bayu.


Annisa tak jadi mencubit perut Bayu,sebab ia teringat ucapan ibunya Bayu bahwa Bayu tak pernah di cubit ataupun di pukul. Kemudian Annisa berjalan masuk ke dalam tanpa sepatah katapun.


" Kalian ada apa seh?" kok seperti Tom and Jery Bay?" ucap Rahman heran melihat tingkah Bayu dan Annisa.


" Gakpapa kang..."


" Aku lagi mumet...." ucap Bayu.


" Mumet kenapa?" ucap Rahman.


" Kita bicara di dalam saja kang.."


Mereka kemudian masuk ke dalam.


" Sampeyan sudah dengar tentang kang Ahmad dan Sulis." ucap Bayu.


" Belum...Memangnya ada apa Bay?" ucap Rahman.


" Mereka ke Cina..Ngobatin Ayub.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Ayub sakit apa ? Kok sampai di bawa ke cina Bay?" ucap Rahman.


" Gak tahu aku kang...Katanya seh matanya berubah - ubah gitu..Kadang merah dan hitam.." ucap Bayu.


" Nanti biar bapak aja yang kasih tahunya nak.." ucap pak H. Ridwan.


" Iya pak haji..." ucap Bayu.


" Be...Ada yang nelpon.." suara Zahra.


" Bawa kesini hape babe Ra.."


Azzahra muncul sambil membawa hape milik pak H. Ridwan yang berdering.


" Nomor yang kemarin" ucap pak H. Ridwan.


" Angkat pak..Terus loudspeker.." ucap Bayu.


" Halloo..." ucap pak H. Ridwan.


" Selamat malam pak..." suara pria.


" Iya malam..." ucap pak H. Ridwan.


"Maaf kami mengganggu bapak.... Apakah saat ini bapak ada di rumah ?" suara pria.


" Iya saya ade di rumah.." ucap pak H. Ridwan.


" Apakah ada tamu di rumah bapak?" suara pria.


" Ada..." ucap pak H. Ridwan.


Bayu memberi kode jika dirinya tak ada.


" Maaf kalau boleh tahu siapa tamunya pak" suara pria.


" Tunangan putri saya..Ada apa ya pak.." ucap pak H. Ridwan.


" Tidak apa - apa,apakah tunangan putri bapak seorang polisi?" suara pria.


" Bukan...Dia pengusaha.." ucap pak H. Ridwan.


" Baiklah...Kami akan berkunjung kerumah bapak..Untuk memberitahu perihal tentang penyakit cucu bapak.." suara pria.


" Iya...Silahkan...Saya tunggu kehadirannya." ucap pak H. Ridwan.


" Iya..pak... Kurang lebih 15 menit lagi kita sampai di rumah bapak...Selamat malam.." suara pria.


Panggilan telpon berakhir.


" Sebentar...Saya akan menyuruh teman - teman bersiap pak haji.." ucap Bayu.


" Iya nak..." ucap pak Ha. Ridwan.


Bayu berdiri lalu berjalan menghampiri salah satu pengawal. Untuk memberi tahukan mengenai musuh yang akan datang kerumah pak H. Ridwan.


Pengawal itu lantas memberi tahu yang lain memakai radio.


Bayu masuk ke dalam rumah.


" Pak haji...Saya ngumpet dulu ya.." ucap Bayu.


" Ngapain ngumpet Bay...?" ucap Rahman heran melihat Bayu.


" Jangan beri tahu kalau ada aku kang...Nanti aku akan beri tahu..Anggap aja aku gak ada..Okee.." ucap Bayu.


" Yo wes...Sak karepmu.." ucap Rahman.


Bayu berdiri tak jauh dari ruang tamu menunggu kadatangan kelompok yang membawa Sulis ke Cina.


Annisa yang melihat Bayu berdiri sendirian,kemudian mengendap - endap dari belakang untuk ngagetin Bayu.


Bayu merasakan ada seseorang berjalan di belakangnya.


" Jangan ganggu aku dulu...Ini masalah abangmu Nis.." ucap Bayu tak menoleh ke belakang.


" Kok lu tahu mas?" ucap Annisa heran.


" Iya tahu lah dari bau badanmu.." ucap Bayu.


Annisa mengangkat tangan lalu mencium badannya.


" Gak bau tuh..." ucap Annisa.


" Sudah diem...Nanti ada kelompok membawa Sulis datang ke sini...Jadi aku harap sampeyan diam saja...Dan lebih baik di dalam kamar,takutnya mereka membawa senjata api." ucap Bayu.


" Yang benar...Nanti lu bohongin gue lagi.." ucap Annisa.


" Lillahi ta'ala Nis...Ini aku jujur..Gak bercanda.." ucap Bayu.


Akhirnya Annisa percaya pada Bayu.Lalu ia berjalan menjauhi Bayu.


Setelah 20 menit.


Akhirnya yang di tunggu muncul juga.


Nampak mobil sedan berhenti. Lalu turun 3 orang pria,1 wanita. Mereka kemudian berjalan ke rumah pak H. Ridwan sambil waspada. Takut mereka di sergap seperti teman - temannya. Sebab mereka kehilangan kontak saat memata - matai di dalam rumah Sulis dan mendatangi rumah orang tua Sulis.


Para pengawal yang menyamar menjadi warga, menunggu perintah.


" Permisi..." ucap Pria 1.


" Iya..." suara pak H. Ridwan.


Tak lama kemudian pak H. Ridwan muncul.


" Selamat malam pak,apa benar ini rumah pak Muhammad Ridwan Anshori.." ucap Pria 1.


" Iya betul...Saya sendiri..." ucap pak H. Ridwan.


" Kami dari rumah sakit Si***** pak..Yang tadi nelpon.." ucap pria 1.


" Oh iya...Silahkan masuk..." ucap pak H. Ridwan.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


.


.


.


.

__ADS_1


@@@@@BERSAMBUNG@@@@@


__ADS_2