SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KAMU TIDAK MENGECEWAKANKU


__ADS_3

Hana mulai mendapat titik terang keberadaan Bayu,akan tetapi,ia tidak tahu Bayu berada di markas militer yang mana. Sebab wilayah China sangatlah luas sekali. Setiap kali Hana menghubungi nomor Bayu selalu tidak aktif. Hana khawatir karena tinggal beberapa bulan lagi adalah tanggal lahirnya Bayu. Jika tak segera di temukan,takutnya musuh akan menculik Bayu yang sedang hilang ingatan.


Ling Ling dan Fai Long tidak menaruh rasa curiga ke Hana,sebab dari awal,Bayu mengatakan mencari keberadaan kedua orang tuanya. Namun ia tak menyangka jika Bayu berasal dari Indonesia. Ling Ling menunggu Bayu menelpon dirinya,sebab setiap kali ia menelpon Bayu selalu tidak aktif.


Di sisi Bayu.


Hari demi hari berlalu. Bayu belajar dan berlatih di asrama pendidikan. Meskipun ia telah berkenalan dengan sebagian orang - orang ,Bayu lebih suka menyendiri dengan membaca buku di waktu senggangnya. Buku pemberian Xiang sudah selesai ia baca,lalu Bayu meminjam di perpustakaan.


Nampak Bayu membaca buku di bawah pohon. Tiba - tiba ada yang turun dari atas langit,itu adalah butiran salju.


Bayu memakai baju kaos lengan panjang dan celana panjang mikiter,tak lupa sepatu. Ia mendapat pakaian biasa,peralatan sekolah dan seragam militer secara gratis. Di sampingnya ada seragam militer,jika ada tanda di suruh berkumpul,maka dirinya bisa cepat - cepat berkumpul.Dan ada sebuah senjata laras panjang.


" Itu salju ya..." ucap Bayu dalam hati melihat salju mulai turun.


Bayu meletakkan bukunya,lalu berdiri sambil memegang senjatanya dan berjalan 3 meter darinya. Ia membuka telapak tangan.


Butiran - butiran salju menempel di tangan Bayu.


Bayu memperhatikan secara seksama butiran salju tersebut.


Muncul seorang tentara wanita,mengenakan pakaian lengkap militer,Bayu mengenali wanita itu. Dia bernama Jingmi.


Jingmi adalah senior Bayu,rambutnya hanya seleher saja.Wajahnya oval,kulit putih.( rata - rata wanita china emang putih.). Dia sering melihat Bayu duduk menyendiri dan membaca buku,tak seperti para tentara lainnya. Lalu ia menghampiri Bayu.


" Apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Jingmi.


Bayu menoleh ke arah Jingmi.


"* Sedang berenang..." ucap Bayu.


Jingmi melihat ada beberapa buku tergeletak di dekat batang pohon.


Bayu kembali duduk di tempat semula,lalu menyandarkan tubuhnya sambil meraih sebuah buku. Kemudian lanjut membaca buku tentang dunia militer.


" Mengapa kamu tidak berkumpul dengan yang lain?" ucap Jingmi.


"* Malas..." ucap Bayu sambil melihat ke arah buku.


" Aku lebih senior daripada kamu..Di mana rasa hormatmu..?" ucap Jingmi.


" *Maaf.." ucap Bayu.


" Aku dengar,kamu di bawa kemari oleh pak Mayor Jendral Tang Shin"


Bayu diam tak menjawab.


" Kenapa kamu diam?" ucap Jingmi.


Bayu melihat ke Jingmi lalu melihat ke bukunya lagi.


Jingmi memegang buku yang di baca Bayu lalu hendak menariknya,namun tidak bisa.


"* Apakah ini sikap senior pada juniornya?"


"* Aku punya hak untuk tidak menjawab pertanyaanmu itu,kecuali anda adalah seorang kapten. Dan anda telah mengganggu aku yang sedang mendapat tugas dari pak Mayor Jendral Tang Shin"


"* Aku bisa melaporkanmu pada beliau atas tindakanmu ini..." ucap Bayu.


Jingmi melepaskan buku yang di pegang oleh Bayu.


" Sial..." ucap Jingmi dalam hati.


Nampak Xiang bersama para pengawalnya berjalan ke arah Bayu.


Bayu menoleh ke arah Xiang.


" Itu kan Xiang..Kok dia tahu aku di sini?"


Lalu Bayu menepuk keningnya.


" Oh iya...Dia kan kenal dengan pak Tang Shin... Asem..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat Xiang memakai pakaian tebal,karena udara sangat dingin.


" Hai Jiang..." ucap Xiang.


Jingmi memperhatikan Xiang.


Xiang menoleh ke arah Jingmi lalu melihat ke arah Bayu.


" * Hai juga... Ada apa?" ucap Bayu.


" Tidak apa - apa. Sedang apa kamu di sini?" ucap Xiang.


"* Membaca buku..."


" * Oh iya...Terima kasih bukunya..." ucap Bayu.


" Sama - sama...Apakah kamu betah di sini?" ucap Xiang.


"* Gimana ya..."


Jingmi pergi meninggalkan mereka.


"* Sebenarnya aku Jenuh di sini..."


" * Tapi karena aku tak ingin mengecewakan paman Tang Shin,maka aku akan berusaha semampuku.." ucap Bayu.


" Aku yakin kamu pasti bisa..."


Seorang pengawal memberikan 2 tas belanja ke Xiang.


" Aku ada sesuatu untukmu...Ambillah.." ucap Xiang. Sambil menyodorkan tas tersebut.


Bayu berdiri lalu menerima tas teraebut.


" * Terima kasih..."


" * Kamu tidak perlu repot - repot datang kemari.." ucap Bayu.


" Tidak apa,mumpung aku sedang libur..." ucap Xiang.


Tiba - tiba terdengar suara sirine.


" * Maaf aku harus segera berkumpul dan tidak boleh terlambat.."

__ADS_1


Bayu bergegas mengambil pakaiannya,lalu memakaianya,setelah itu mengambil buku dan tas. Buku itu di masukkan dalam tas lalu meraih senjatanya.


"* Aku pergi dulu.." ucap Bayu lalu berlari meninggalkan Xiang.


" Iya..." ucap Xiang.


" Mengapa tadi aku cemburu jika ada seorang wanita mendekati Jiang..."


" Apakah aku telah jatuh cinta padanya.." ucap Xiang dalam hati.


***


14 hari kemudian.


Bayu bersama teman - teman berbaris memakai seragam lengkap.


Seorang pria sebagai pengajar Bayu berbicara di depan barisan. Pria itu akan memberi latihan berenang di kolam yang dingin lalu latihan menembak.


Setelah pria itu selesai berbicara,bayu bersama yang lainnya berlari santai ke kolam renang sambil menyanyikan yel - yel.


Tak terasa mereka telah sampai.


Bayu melihat kolam itu panjangnya 100 meter,lebarnya 20 meter,dengan kedalaman 3 meter. Di pinggiran kolam terdapat salju yang menumpuk dan ada beberapa tentara medis yang berjaga.


Rombongan Bayu hanya 40 orang saja. Mereka mahir menembak,namun tak semahir Bayu. Karena tak ada yang bisa menyamai Bayu menembak satu titik dengan cepat.


5 orang maju,lalu melompat ke dalam kolam tersebut kemudian berenang. Mereka menahan rasa dingin yang menusuk ke dalam tubuhnya sambil memegang senjata.


Kemudian Bayu berjalan kedepan bersama 4 rekannnya.


Byuuurr....


Bayu terjun ke dalam kolam itu sambil membawa senjatanya. Lalu menggerakkan kaki dan tangannya untuk berenang..


" Kok gak dingin ya..." ucap Bayu dalam hati saat berenang di air kolam es.


Setelah sampai di ujung kolam,Bayu keluar dari kolam renang lalu berlari menuju lapangan tembak yang sudah di persiapkan.


Beberapa tentara nampak menggigil kedinginan setelah keluar dari kolam renang,namun mereka tetap berjuang agar bisa menjadi bagian tentara khusus.


Bayu yang melihat terus berlari meninggalkan rekannya yang sedang berlari.


Setelah sampai di tempat tujuan.Bayu merangkak karena ada tanda untuk merangkak. Di sana terdapat kamera pengawas di setiap tempat.


Bayu merangkak sejauh 100 meter.


Terdengar suara tembakan di saat Bayu merangkak.


Door.....Dooorrr....Dooorr....Dooorrr...


Puluru itu melesat di atas Bayu.


Bayu melihat peluru mengenai tanah di dekatnya.


" Jancook..."


" Seperti perang sungguhan aja..." ucap Bayu sambil merangkak di tanah.


Bayu melihat sebuah parit yang dibuat dan ada tanda sebagai lintasan yang harus di lalui.


Muncul tanda bisa berjalan jongkok,tak boleh berdiri tegak.


Bayu berjalan jongkok di dalam parit tersebut.Lalu menemukan tanda untuk menembak dan juga angka.Angka itu menunjukkan angka nomor 5


Bayu berbelok ke arah tanda itu,lalu menarik tuas dan melepas pengaman ,kemudian mengarahkan senjatanya ke target sambil melihat ke teroponng senjatanya.


Jarak target bervariasi,ada yang dekat,dan ada yang jauh.


Doooorrr.....


Dooorrr....


Dooorrr...


Dooorrr...


Dooorrr....


Dooorrr....


Peluru melesat dengan cepat,dan mengenai papan target di poin tertinggi.


Selesai menembak Bayu segera berpindah tempat ke nomor 4.


Orang - orang yang mengawasi dari kamera pengawas mencatat setiap tentara yang sudah selesai menembak.


Bayu berada di posisi nomor 4.Ia mengisi ulang senjatanya. Lalu mengarahkan ujung senjata ke target.


Door....


Doorr...


Dooorr...


Dooor...


Dooor...


Dooor....


Bayu selesai menembak target,lalu berpindah ke tempat nomor 3,sambil berjalam jongkok,Bayu mengisi ulang senjatanya.


Begitu sampai di tempat,Bayu segera menembak target.


Setelah selesai menembak. Bayu berlari menuju pos terakhir.Karena ada tanda boleh berlari atau berjalan.


" Mayan...Selesai...Tinggal sujud,lalu makan mie dan tidurr..." ucap Bayu dalam hati sambil berlari.


Jarak antara tempat menembak dengan pos itu 5 KM.


Bayu melihat pos tentara,nampak ada 3 orang tentara berdiri.


Bayu memberi hormat kepada tentara itu,karena pangkatnya lebih tinggi dari dirinya.


"* Lapor... "

__ADS_1


"* 10021987AD selesai menyelesaikan tugas. Laporan selesai.." ucap Bayu menyebut nomor identitasnya.


" Apakah kamu sakit atau terluka?" ucap tentara 1.


"* Siap..Tidak pak...Aku sehat tidak terluka maupun sakit.." ucap Bayu.


" Bagus...Istirahatlah.." ucap tentara 2.


" *Siap...Terima kasih pak.." ucap Bayu.


Bayu berjalan menuju kamar mandi mencari keran air.


Begitu menemukan keran air,Bayu melepas sepatu,helm dan melipat baju serta celananya untuk berwudhu.


Selesai wudhu,Bayu mengambil salju yang ada di dekatnya lalu memasukkan dalam mulut.Karena dirinya penasaran.


" Dingin...Tapi.."


Bayu merasakan dingin saat memasukkan dalam mulutnya,namun di perut tak merasakan dingin.


" Kenapa aku masuk dalam kolam es gak dingin ya.." ucap Bayu dalam hati.


30 menit kemudian.


Bayu duduk di dekat pos sambil memegang mie Instan( Seperti pop mie), Ia melihat satu persatu rekannya datang.


Nampak ada yang menggigil kedinginan,ada pula terluka dan ada juga yang tak bisa mencapai di posisi tempat menembak.


" Kenapa mereka kedinginan,sementara aku enggak?" ucap Bayu dalam hati sambil memakan mie instannya.


***


Pukul 9.20.


Bayu bersama rekan - rekannya berbaris rapi di dalam aula.


Seorang pria yang juga oelatih Bayu berdiri di depan barisan.Pria itu bernama Hou Chi.


" Aku sangat bangga dengan kalian,namun ada beberapa yang membuatku kecewa.."


" Tapi itu tak masalah..."


" Yang gagal dalam tes kemarin itu adalah.."


Hou Chi menyebut orang - orang yang gagal dalam tes kemarin.Karena tak tahan dengan air dingin.


" Ada yang berhasil mencapai pos.. Mereka adalah..."


Hou Chi menyebut orang - orang yang berhasil mencapai di pos.


" Dari 28 siswa yang mencapai di pos..."


" Ada 1 siswa yang paling cepat dan tepat mengenai target sasaran.."


" Dia adalah..."


" Jiang..." ucap Hou Chi.


" Syukurlah nilaiku bagus...Dengan begitu aku tidak mengecewakan Mayor Jendral Tang Shin" ucap Bayu dalam hati.


" Jiang...Kemari.."ucap Hou Chi.


" *Siap.." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke arah Hou Chi.


" Selamat.."


" Hari ini kamu naik 2 tingkat sekaligus.." ucap Hou Chi.Karena ia menilai bahwa Bayu bisa mengerjakan soal yang di berikan dan juga dapat menyelesaikan misi yang di tugaskan.


Hou Chi mencopot tanda pangkat Bayu,lalu mengganti tanda pangkat Letnan satu di pundak Bayu yang baru.


Bayu memberi hormat ke Hou Chi.


***


Hari berikutnya.


Pagi hari.


Seperti biasa,setelah Bayu shalat subuh,ia berlari mengelilingi lapangan memakai baju kaos,celana panjang dan sepatu,tak lupa topi agar kepalanya tak terkena salju yang sedang turun sangat lebat,serta senjata laras panjangnya.


Tak ada orang lain selain Bayu yang berlari di lapangan.


Mayor Jendral Tang Shin baru tiba,lalu berjalan menuju ruangan untuk bertemu seseorang,ia melihat ke arah lapangan.


" Siapa yang berlari di lapangan itu..." ucap Mayor Jendral Tang Shin dalam hati.


Karena rasa penasaran,ia pun datang menghampirinya.


Bayu yang sedang berlari mengitari lapangan melihat 3 orang berjalan ke arahnya cuek saja,namun setelah dekat.


Bayu kaget dan langsung memberi hormat.


" Jiang...!!!"


Mayor Jendral Tang Shin terkejut setelah milhat dengan jelas siapa yang berlari.


" Apa yang kamu lakukan di sini? Apakah kamu sedang di hukum?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


"* Siap pak...Tidak pak..Aku sudah terbiasa lari pagi pak.." ucap Bayu.


" Jangan berlari di saat cuaca begini.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap pak...Aku sudah terbiasa pak.." ucap Bayu.


" Aku dengar kamu naik pangkat,apakah itu benar..?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap pak...Itu benar pak..." ucap Bayu.


" Bagus....Kamu tidak mengecewakanku.."


" Ayo ikut aku..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap pak..." u

__ADS_1


__ADS_2