SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
INI ASLI PAAH...


__ADS_3

Selama Bayu menceritakan kisah dirinya kepada Ayu dan Diana,Hana memberikan alamat rumah Sulis. Kemudian menyerahkan dompet Bayu lengkap dengan isinya,kemudian ponsel Nokia serta charger . Akan tetapi nomor Bayu yang lama tekah tidak aktif karena tidak di sini.


Bayu Hanya bercerita 2 jam saja,sebab Ayu dan Diana mau tidur.


Bayu mengambil hapenya yang sedang di cas,lalu menyalakannya.


Setelah ponsel Nokianya menyala,Bayu melihat galeri foto.


Nampak foto dirinya bersama keluarganya,lalu ada Putri seorang diri.


Bayu mengusap layar hapenya.


" Dek...."


" Maafin mas...Jika mas ada salah sama adek.."


" Mas kangen sama adek..." ucap Bayu pelan.


***


Pukul 1.40.


Bayu yang tidur bersama Ayu terbangun. Sebab Imam menangis.


" Cup...Cup...Cup..." ucap Bayu.


Bayu melihat sekitar,apakah ada makhkuk halus atau tidak.


Ayu terbangun lalu memeriksa Imam,ia membuka popok. Kemudian melepaskan popok Imam.


" Shujin...Tokong ambilkan air hangat,taruh di tempat plastik itu ya,taoi sebelum itu airnya di buang..." ucap Ayu.


" Iya yomesan.." ucap Bayu.Lalu turun dari tempat tidur.


Setelah memgambil air untuk Imam,Bayu menyerahkan tempat air ke Ayu.


Ayu menyentuh air dengan jari telunjuk untuk mengetahui suhu air.


" Ini airnya masih panas shujin..." ucap Ayu.


" Ya maaf yomesan...Aku gak bisa merasakan panas.." ucap Bayu lalu kembali lagi untuk menambahkan air.


" Asem...Aku gak bisa bedakan air panas sama hangat,lha wong air panas aku pegang rasanya biasa aja kok.Jangan air,Aoi aku pegang gak terasa panas" ucap Bayu dalam hati.


Bayu membuang separo air dalam wadah yang ia Bawa,lalu menambahkan air biasa. Setelah itu berjalan lagi ke kamar Ayu.


" Ini yomesan..." ucap Bayu sambil memberikan wadah berisi air untuk Imam cebok.


Ayu memeriksa air tesebut,ia merasakan tak hangat,dan tak dingin. Lalu memakai air tersebut.


Bayu berjalan lagi ke kamar mandi untuk wudhu melaksanakan shalat tahajud,di mana dirinya telah lama tidak shalat tahajud.


Selesai wudhu,Bayu memakai sarung dan Pakaian muslim,kemudian menghampar sajadah.


" Allaaah.....Huakbar..." ucap Bayu sambil mengangkat kedua tangan,lalu di letakkan di antara dada dan pusat.


Ayu melihat ke arah Bayu yang sedang shalat tahajud. Ia merasa senang dan bahagia,akhirnya bisa berkumpul kembali dengan suaminya.


" Terima kasih Allah...Anda telah mendengar dan mengabulkan permohonan saya.Kini Bayu telah kembali kerumah,Saya senaang sekali." ucap Ayu dalam hati.


Selesai Bayu shalat Tahajud,dirinya berzikir lalu lanjut berdo'a mohon ampunan atas dosa yang ia lakukan saat dirinya hilang ingatan,Bayu berjanji tidak akan mengulangi kembali dosa tersebut.


Selesai berdo'a,Bayu mengambil Al Qur'an lalu duduk di samping Imam yang terjaga. Bayu membacanya dengan nada pelan.


Di sisi kamar Diana,Bintang terbangun,namun Diana terlelap tidur.


Bayu membaca Al Qur'an sambil memperhatikan Imam dan Ayu.


Nampak Ayu terlelap tidur sambil menyusui Imam,tapi sayang Imam melepas ****** susu Ayu.


Bayu mengambil kain untuk menutup susu Ayu,setelah tertutup,ia lanjut membaca Al Qur'an.


Setelahmembaca 5 lembar. Bayu menyudahinya. Ia meletakkan Al Qur'an di tempat semula dan memgganti pakaiannya.Kemudian naik ketempat tidur.


" Kenapa Imam gak tidur...?"


" Apakah Bayi itu rata - rata malam terjaga lalu pagi hingga siang tidur?" ucap Bayu dalam hati.


Tiba -tiba Bayu memiliki ide konyol,untuk mendatangkan hantu,agar Imam ada teman bermainnya.


" Mbak kunti...Datang dong"


" Mbak Kunti..."


" Mbak Kunti..Aku memanggilmu.." ucap Bayu pelan.


Muncul hantu Kuntil anak di samping Bayu.


" Jagain Imam..Apakah kamu bisa?" ucap Bayu.


" Bisaa yang mulia.." ucap hantu Kunti.


" Oke..Kalau kamu mencelakainya aku akan menyiksamu.." ucap Bayu.


Hantu Kuntil Anak melayang di hadapan Imam.


Imam bisa melihat hantu Kunti tersebut,lalu meraih rambut Kunti dan memainkannya.


Bayu diam memperhatikan. Ingin rasanya Bayu tertawa,tapi ia tahan.


Imam tertawa bermain dengan hantu Kuntil anak.


" Mayan..Dapat Babysister gratis..."


" Gak perlu duit untuk membayar.." ucap Bayu dalam hati. Ia tahu hantu Kuntilanak itu berasal dari dunia alam ghaib milik Kumala Sari. Sebab tadi memanggil dirinya yang mulia.


Pintu kamar terbuka,nampak Diana berdiri di pintu.


"Sayang...Aku kebelet,mau ke WC..." ucap Diana.


" Iya sayang...Aku akan kesana.." ucap Bayu.


Diana lalu pergi ke WC karena sudah tidak tahan.


" Mbak kunti bisa bawa bayi?" ucap Bayu.


" Bisa yang mulia.." ucap hantu Kuntil anak.


" Bawa dan ikut aku..." ucap Bayu.


Hantu Kuntil anak memgangkat Imam. Bayu berjalan kearah kamar Diana sambil mengawasi hantu kuntil anak yang membawa Imam.


Setelah sampai di kamar Diana.


"Letakkan Imam di dekat Bintang...Tapi kasih jarak" ucap Bayu.


Hantu Kuntil anak menruti ucapan Bayu. Setelah meletakkan Imam. Nampak Bintak seperti ingin mengajak hantu kuntil anak mengobrol.


Hingga Diana datang kembali setelah BAB.


" Sayang gak tidur?" ucap Diana.


" Nanggung yank...Bentar lagi Subuh.."


" Oh iya...Nanti aku kerumah Sulis.." ucap Bayu.


" Sayang sama ibu atau sendirian?" ucap Diana.


" Sendirian sayang...Ibu biar di sini aja.."


" Setelah selesai,aku langsung pulang.." ucap Bayu.


" Iya sayang...Nanti sayang jangan lupa pakai masker.." ucap Diana.


" Siap..."


" Heemm...Kalau bisa jika kita di depan anak kita,sayang panggil aku abi saja,lalu aku manggil sayang Umi,agar nanti anak kita tidak ikut - ikutang manggil kita sayang.Jika hanya berdua saja gak masalah." ucap Bayu


" Iyaa sayang...Eh..Abi..." " ucap Diana.


"Mbak Kunti..Kembalilah..Sebentar lagi mau subuh.." ucap Bayu.


" Iya yang mulia" ucap hantu Kunti lalu menghilang.


"Abi... Mbak Kunti itu siapa?" ucap Diana.p


" Tadi ada hantu Kuntil anak..."


",Abi suruh jagaian Imam." ucap Bayu.


" Ha....Ha...Hantu?" ucap Diana.


" Umi gak usah takut,dia dah jinak kok" ucap Bayu.


***


Pagi pukul 7.40.


Bayu memakai pakaian barunya ,tak lupa masker dan kaca mata hendak pergi kerumah Sulis memakai sepwda motor.Ia berpamitan ke Ibunya dan juga kepada keluarganya. Lalu berjalan ke sepeda motor Legendanya. Setelah Bayu memakai Helm dan menyalakan mesin sepeda motornya.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Hana,Ayu dan Diana serempak.


Bayu menarik tuas gasnya.


Berbekal peta dan petunjuk dari ibunya,Bayu meluncur ke rumah Sulis. Hana menanyakan alamat rumah Sulis dengan menelpon ibunya Sulis untuk menayakan posisi rumah Sulis,tapi ia tak mengatakan bahwa Bayu yang akan kesana.


Bayu berhenti di sebuah konter hape untuk membeli kartu perdana,lalu mengisi pulsa. Buat berjaga - jaga. Setelah selesai,Bayu melanjutkan perjalanan lagi.


" Hemm...Jika minta bantuan Kumala Sari bisa gak ya dia..."


Bayu menghentikan sepeda motornya di tengah sawah.


" Coba ahhh..." ucap Bayu dalam hati.


" Kumala Sari..."


" Sayang....Datang dong"


" Kumala Sari...Aku memanggilmu..."


" Datang dong.."ucap Bayu.

__ADS_1


Sengaja Bayu memanggil Kumala Sari 3X,karena sesuai arahan Kumala Sari,jika butuh bantuan,sebut namanya 3X,dirinya akan muncul.


Dan benar saja,Kuamala Sari muncul di depan Bayu.


" Cantik..Maaf aku memanggilmu..." ucap Bayu.


" Sayang ada perlu apa memanggilku?" ucap Kumala Sari.


" Aku mau ke rumah Sulis,untuk memberi tahu memgenai Ayub,karena aku sudah janji padanya..."


" Bisakah sayang membantuku agar aku bisa sampai di sana,dengan menembus kendaraan yang ada di depanku? Pas aku ngebut,takutnya nabrak" ucap Bayu.


" Kenapa tidak terbang sekalian aja sayang.."ucap Kumala Sari.


"Sayang bisa terbang kah" ucap Bayu.


" Bisa...Ayo aku antar sayang kerumah teman sayang.." ucap Kumala Sari.


"Motornya bagaimana?" ucap Bayu.


" Aku simpan dulu sayang,Nanti sayang bisa mengambilnya dan mengeluarkannya.." ucap Kumala Sari.


" Okee.." ucap Bayu.


Bayu turun dari sepeda motornya.


Motor Legenda Bayu menghilang.


Bayu mengeluarkan peta,lalu memposisikan yang pas sesuai arah mata angin,Begitu dapat lokasinya,ia menyimpan peta tersebut.


" Sayang sudah siap?" ucao Kumala sari.


" Siap...Arah sana sayang...Kita lurus saja.." ucap Bayu sambil menunjuk.


Kumala Sari merangkul Bayu. Lalu mereka berdua menghilang.


Di saat Bayu akan menghilang,kebetulan ada bapak - bapak naik sepeda motor melihat Bayu berdiri,lalu tiba - tiba memghilang. Bapak itu terkejut,ia mengira sosok yang ia lihat adalah hantu.


***


Bayu dan Kumala Sari melesat ke arah rumah Sulis sambil terbang.


" Seperti Superman aja aku...Bisa terbang reek..." ucap Bayu dalam hati kesenangan.


Tak lama kemudian,Bayu sampai di kota tempat di mana rumah Sulis.


Bayu mencari jalanan yang menuju rumah Sulis,begitu dapat,ia menyururi jalan itu.


Bayu tidak melihat orang lain Saat Bayu terbang.


Bayu tiba di sebuah dusun temoat di mana rumah Sulis berada,berbekal informasi dari ibunya,ia berhasil menemukan rumah Sulis.


" Itu di sana ruamhnya..Kita turun dekat rumah dia aja sayang.." ucap Bayu.


Kumala Sari menuruti ucapan Bayu.


Setelah Bayu mendarat.Ia melihat ke arah Kumala Sari.


" Terima kasih cantik..Atas bantuannya." ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Kumala Sari.


Bayu berjalan ke arah rumah Sulis.


Saat Bayu tiba di depan rumah Sulis,ia melihat ibunya Sulis sedang menyiram tanaman. Sementara Kumala Sari diam memperhatikan Bayu.


" Assalam mu'alaikum bu..." ucap Bayu tak memakai suara aslinya.


Ibunya Sulis menoleh ke arah Bayu.


" Iya...Cari siapa pak?" ucap ibunya Sulis tak mengenali Bayu,sebab Bayu memakai masker,kacamata dan Helm.


" Saya orang suruhan bu Hana untuk menyampaikan pesan ke Sulis. Apakah Sulisnya ada bu..?" ucap Bayu.


" Oooo...Orang suruhannya bu Hana.."


" Ada...."


Ibunya Sulis membuka pintu pagar.


" Silahkan masuk..." ucap ibunya Sulis.


" Terima kasih bu..." ucap Bayu.


Bayu melepas helmnya sambil berjalan mengikuti ibunya Sulis.


" Silahkan duduk,saya panggil dulu Sulisnya." ucap Ibunya Sulis menyuruh Bayu duduk di kursi teras rumah.


Tak lama kemudian Sulis datang bersama seorang pemuda.dan ayahnya Sulis. Sulis memakai jilbabnya.


Bayu berdiri ketika mereka muncul.


" Siapa pemuda ini,apakah dia suami Sulis.?" ucap Bayu dalam hati.


" Bapak mencari saya..?" ucap Sulis.


" Iya..Ini masalah pribadi,kalau bisa hanya keluargamu saja yang boleh tahu pesan ini.." ucap Bayu.


" Saya tunangannya..Apakah tidak boleh mendengarkan pesan itu?" ucap pemuda itu.


" Nak...Maaf..Ini masalah keluarga."


" Mari pak masuk.." ucap ayahnya Sulis.


" Iya pak terima kasih." ucap Bayu.


Bayu berjalan bersama ayahnya Sulis dan Sulis ke ruang keluarga,sementara tunangannya berada di ruang tamu.


Setelah sampai di ruang keluarga.


" Silahkan duduk pak.." ucap ayahnya Sulis.


" Iya pak.."


Bayu duduk lalu melepas kacamatanya.


" Maaf pak,kedatangan saya kemari mendadak sekali.. Dan saya baru bisa datang kemari karena ada insiden kecil yang menimpa saya.."ucap Bayu.


" Apa yang mau bapak sampaikan ke saya?" ucap Sulis.


" Apakah mbak Sulis tahu mengenai Bayu?" ucap Bayu.


" Iya..Saya tahu..Bayu meninggal saat mencoba mencari anak saya pak.."


" Saya sempat depresi dan hilang semangat hidup saya pak.." ucap Sulis.


" Bayu masih hidup.." ucap Bayu.


" Se...Serius pak..Anda tidak berbohong.." ucap Sulis.


" Iya...Saya tidak berbohong...Dia janji akan menemuimu setelah dari China..Iya kan.."ucap Bayu.


" Iya..Anda kok tahu..?" ucap Sulis. Sebab saat itu hanya ada Bayu dan dirinya saja.


Bayu membuka maskernya.


" Mas Bayuuu......!!!!!" ucap Sulis terkejut. Begitu juga ayahnya Sulis.


" Iya Lis...Ini aku...Maaf aku baru bisa kesini"


Sulis memghampiri Bayu lalu memeluknya. Ia mengeluarkan airmatanya.


" Maafkan aku ya Lis...Aku sempat hilang ingatan..Makanya dikira aku telah tewas.." ucap Bayu.


Ibunya Sulis datang sambil membawa nampan berisi teh untuk Bayu.,lalu melihat wajah Bayu. Nampan yang ia pegang terjatuh. Ia terkejut dan tak percaya apa yang ia lihat. Ia berpikir Bayu telah tewas.


Ayahnya Sulis menghampiri istrinya,lalu membantu membereskan gelas yang pecah.


" Maas....Hu...Hu...Hu..." ucap Sulis.


" Cupp...Cuup...Cuup...Jangan nangis..Maaf ya Lis.."


" Aku baru bisa datang menemuimu....Dan aku tidak menemukan anak kita.." ucap Bayu.


Sulis duduk di samping Bayu.


" Iya mas...Aku sudah ikhlas jika Ayub telah pergi.." ucap Sulis. Air matanya keluar,ia bukan menangis sedih,tapi menangis bahagia bertemu kembali dengan Bayu,pria yang ia sangat cintai.


Tunagan Sulis mendengar suara gelas jatuh lantas datang menghampiri.


" Maaf ya Lis...Aku datang ke sini tidak membawa oleh - oleh.."


Tunangan Sulis melihat Sulis duduk disamping orang yang hendak berbicara dengan Sulis.


" Nanti aku belikan,kamu mau apa Lis?" ucap Bayu.


" Aku gak mau mau oleh - oleh mas..."


" Aku hanya ingin bersamamu mas.." ucap Sulis lalu memeluk Bayu.


Tunangan Sulis terbakar rasa api cemburu,sebab saat bersama Sulis,Sulis tidak mau msmeluk dirinya,bahkan berpegangan tangan saja tidak. Duduk juga berjaga jarak,tapi kini. Ia melihat Sulis tunganganya memeluk seorang pemuda yang tak ia kenal.


" Lis...Kenapa kamu memeluk pemuda itu Di depanku..?"ucap pemuda itu.


Sulis tak menjawab,pemuda itu lantas emosi,lalu memukul wajah Bayu.


Buuugh...


Bayu menerima saja pukulan itu,ia tak merasakan sakit,bergerak pun tidak saat di pukul.


Kumala Sari marah pria yang di sukainya di hajara oleh pemuda di depannya,tapii ia tak khawatir Bayu terluka,karena Bayu di lindungi oleh ilmu yang ia berikan.


" Lis...Tunanganmu ngamuk tuh.." ucap Bayu,karena Sulis tak melihat ke depan.Ia membenamkan wajahnya di tubuh Bayu.


Pemuda itu memukul wajah Bayu lagi.


Buuugghhh...


Lalu hendak memukul lagi.


" HENTIKAN EDI..." teriak ayah Sulis.


Sulis mendongakkan kepala.

__ADS_1


Pemuda itu bernama Edi. Edi memghentikan aksinya. Ia merasakan nyeri di tangannya.


" Lis...Kamu tunanganku...Kenapa kamu berbuat seperti itu di depanku?" ucap Edi.


" Maaf Edi...Aku memang tak mencintaimu.."


" Aku melakukan itu karena aku menuruti ucapan orang tuaku.."


Sulis melepas cincin pertunangannya,lalu memberikan ke Edi.


" Mulai detik ini,aku bukan lagi tunanganmu" ucap Sulis.


Edi hendak memukul Bayu,namun di halangi oleh Sulis.


" Kamu pukul dia...Maka tanganmu aku patahin." ucap Bayu.


&&&&7&


Edi menampar wajah Sulis.


PLAAAAK.....


Bayu berdiri,langsung memegang tangan kanan Edi yang telah menampar Sulis,kemudian mematahkannya. Edi berusaha melawan,namun tidak bisa,sebab sekeras apapun ia memukul pria yang di peluk Sulis,tak bisa merobohkannya.


Kraaaaccckkk.....


"AAAAAAAAAGGKKKKKKKHHHH" teriak Edi kesakitan.


" Aku sudah memperingatkanmu tadi.."


"Jangan pukul Sulis..."


" Kamu gakpapa Lis?" ucap Bayu.


" Sakit mas....." ucap Sulis sambil memegang pipinya.


Bayu memegang telapak tangan Edi,lalu mencengkeram kuat,untuk mematahkan jari - jarinya..


Kreeetaaak...Kreeetaakk....suara tulang telapak tangan Edi berbunyi.


Edi merasakan sakit kembali.


" AAAAAKKKKKKHHHH.." teriak Edi.


" Sudah aku balas...Dia tak bisa menampar lagi pakai tangan kanannya.." ucap Bayu.


" Makasih ya mas..." ucap Sulis.


" Pergi kamu dari sini...Dan jangan kembali lagi kerumah ini..." ucap Bayu.


Ayahnya Sulis melihat Sulis di tampar oleh Edi,sangat marah. Ia hendak memukul Edi,taoi keburu Bayu yang membalas perbuatan Edi. Bayu mematahkan tangan Edi. Ayahnya Sulis melihat Bayu mematahkan tangan Edi tak jadi marah. Selama ini,dirinya sangat sayang ke Sulis. Tak pernah memukul. Ketika melihat Sulis di pukul oleh seorang pria yang menjadi tunangannya Sulis. Dirinya sangat marah.


Edi menahan rasa sakitnya lalu mengambil ponselnya untuk memghubungi keluarganya.


Bayu merebut ponsel itu.


" Tadi kamu mukulin aku.."


" Aku terima,bahkan kamu pukul seribu kalipun,aku masih terima.."


" Tapi...Kenapa kamu tega memukul seorang wanita yang ayahnya sendiri saja tidak tega memukulnya..Kenapa kamu begitu tega melakukannya?"


" KENAPAAAA.....?" ucap Bayu.


Bayu menghancurkan ponsel milik Edi dengan kedua telapak tangannya.


" Maa...Ma..Maaafkan saya..." ucap Edi.


" Pergi dari sini...Sebelum aku mematahkan tanganmu yang satunya..." ucap Bayu.


Edi pergi meninggalkan ruang keluarga menuju pintu keluar. Kumala Sari mengikuti Edi.


Kedua orang tua Sulis menghampiri Sulis.


10 menit kemudian.


Suasana rumah Sulis tak tegang seperti tadi.


Ibunya Sulis meletakkan gelas berisi teh untuk Bayu,yang sebelumnya jatuh.


" Maaf pak...Tadi saya matahin tunangannya Sulis.." ucap Bayu.


" Ya..Tidak apa - apa nak Bayu..Bapak merasa senang nak Bayu membalas perbuatannya dia,sebab tadi bapak juga marah melihat Sulis di tampar.." ucap ayahnya Sulis.


Kumala Sari muncul di samping Bayu.


" Dia sudah mati sayang.." ucap Kumala Sari.


" Heeeh...."


Bayu menoleh ke Kumala Sari.


" Siapa yang mati?" ucap Bayu.


" Orang yang memukul sayang.." ucap Kumala Sari.


" Apaaaaa...!!!"ucap Bayu terkejut.


Kedua orang tua Sulis heran meihat Bayu mengobrol dengan siapa,sebab tak ada lawan bicaranya.


" Mas...."


Sulis memegang pundak Bayu sambil mengoyang - goyangkan.


Bayu menoleh ke Sulis.


" Mas bicara sama siapa?" ucap Sulis.


" Kamu ingat gak Lis, siapa biang keladinya kamu hamil anakku?" ucap Bayu.


" Heem...Ingat mas..Kenapa?" ucap Sulis.


" Dia telah membunuh Edi.." ucap Bayu.


" Serius mas?" ucap Sulis.


" Serius..Dia ada di sampingku.Tadi aku kesini sama dia mencari rumahmu" ucap Bayu.


" Kanjeng ratu...Terima kasih atas bantuannya.." ucap Sulis.


" Iya sama - sama.." ucap Kumala Sari.


" Kanjeng ratu siapa nak?" ucap ayahnya Sulis bingung.


" Penguasa air terjun yang ada di dekat rumahnya Ki Kartolo itu paah.." ucap Sulis.


" Serius lis...?" ucap ayahnya Sulis.


" Serius paah...Mas Bayu bisa melihat kanjeng Ratu.." ucap Sulis.


" Apakah itu benar nak Bayu?" ucap ibunya Sulis.


" Benar bu...Dia ada di samping kiriku,dan dia telah membunuh Edi..." ucap Bayu.


" Terima kasih kanjeng ratu.." ucap kedua orang tua Sulis.


" Oh iya mas... Katanya mas hilang ingatan," ucap Sulis.


" Iya...Aku hilang ingatan. Pas waktu itu aku nyariin kalung pemberian Putri saat aku pacaran masih kelas 2 SMP. Kalung itu jatuh saat aku menyerang musuhku..Begitu selesai,semua terbunuh,kita bergegas pergi."


" Baru 90 meter dari rumah musuh,aku meraba dadaku,karena ada seauatu yang hilang. Rupanya itu kalung."


" Lantas aku kembali ke sana untu menacari,sementara yang lain pergi naik mobi tentara yang kita curi. "


" Bigitu aku dapat kalung itu..Ada pesawat Helikopter datang.Kalau gak salah ada 2"


" Mereka memyerangku memakai roket..."


" Boom...Boom...Tempat itu meledak..".


" Aku berlari menyelamatkan diri.."


" Tiba - tiba ada ledakan mengenaiku.,"


" Aku terlempar hingga keluar,"


" Kepalaku terbentur sesuatu."


" Lalu aku masuk ke dalam sungai yang mengalir deras.."


" Aku di temukan oleh pria tua yang sedang menjala ikan dalam keadaan tak sadarkan diri nyangkut di batang pohon."


" Ketika aku sadar,aku bingun ada di mana"


" Ucapan mereka aku gak tahu.."


" Terus aku pakai bahasa isarat aja ke mereka.."


" Aku tak mengingat kejadian yang menimpa diriki,aku lupa dengan keluarga da teman - temanku."


" Bahkan namaku sendiri aja lupa.."


" Terus aku di beri nama Jiang oleh mereka.."


Bayu tak menceitakan semuanya,hanya garis besarnya saja.


" Pas aku di tawan pasukan pemberontak itu aku kabur.."


" Aku menghilang,lalu muncul di istana alam gaib,lalu di rumah pakdeku" ucap ucap Bayu.


" Maaf nak Bayu..Bukannya saya tidak percaya..Bisakah nak Bayu menunjukkan seauatu,agar saya percaya bahwa kanjeng Ratu itu ada.." ucap ayahnya Sulis.


" Cantik bis mengeluarkan uang koin emas?" ucap Bayu.


" Bisa.." ucap Kumala Sari.


" Coba cantik munculkan koin emas di meja" ucap Bayu.


Di meja depan mereka muncul tumpukan koin emas.


Eh.....!!!???Kedua orang tua Sulis dan Sulis terkejut.


Kedua orang tua Sulis mengambil satu keping untuk memeriksa.

__ADS_1


" Ini asli paah...." ucap ibunya Sulis.


__ADS_2