SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PERGI KE FUKUSHIMA


__ADS_3

pukul 18.45


Nampak ketiga istri Bayu sedang dandan,mereka akan pergi ke Mall. Sedangkan Bayu duduk berdua dengan Kakashi di ruang keluarga.


"Muko san.." ucap Kakashi.


"# Iya yah..." ucap Bayu.


"# Hem.... Ayah dengar dari kakekmu bahwa dirimu menjadi penerusnya..


"# Apakah itu benar..?" ucap Kakashi.


"#Iya..Itu benar yah...


"# Sebenarnya Bayu tak ingin menjadi pemimpin keluarga besar Han...


"# Bayu lebih suka menjadi orang biasa..


"# Tiap pagi pergi ke sawah, berternak,lalu malamnya mengajarkan ilmu agama.."ucap Bayu.


"# Jika muko san tidak mau menjadi pemimpin keluarga Han,bagaimana jika muko san memimpin di sini?" ucap Kakashi.


" Diampuuut....


"#Bayu gak mau yah...Mending ayah saja pindah ke indonesia, terus ayah menyerahkan semua urusan di sini ke paman Hiroshi" ucap Bayu.


"# Jika seandainya Sathoshi chan(Kakaknya Hinata) masih hidup,mungkin ayah bisa menemani Hinata chan di indonesia.." ucap Kakashi.


Ketiga sahabat Bayu muncul bersama ke tiga gadis. Mereka memakai pakaian tradisional Jepang. Lalu duduk di dekat Bayu.


"Bay..." ucap Bimo.


"Opo Bim..?" ucap Bayu.


"Hem....Nganu..." ucap Bimo.


"Nganu opo? sampeyan jaluk rabi ta?..


Bayu melihat ke tiga sahabatnya.


"Ayo ikut aku sebentar..


"# Yah...Aku tinggal dulu...


Bayu berdiri lalu berjalan di ikuti ketiga sahabatnya dan juga ke tiga gadis jepang.


Mereka berada di jalan penghubung antara bangunan.


"Ibuku belum tahu apa yang kalian lakukan,bila tahu maka akan marah..." ucap Bayu.


"Melakukan apa Bay?" ucap Lukman.


"Kalian ngentu dengan cewek jepang ini kan?" ucap Bayu.


"Eh....!!!??? Mereka terkejut,Bayu mengetahuinya.


"Kamu juga pernah ngentuin Sulis Bay...Masa kita gak ngentu.." ucap Bimo.


"APAAAAA....!!!??? ucap Lukman dan Daniel terkejut.


"Eh....!!!??? Bayu juga terkejut Bimo mengetahui bahwa dirinya pernah ngentu dengan Sulis.


"Kapan wedus ngentu dengan Sulis Bim?" ucap Lukman penasaran.


"Waktu di kossan itu loh Man..." ucap Bimo.


"Oke..Oke...


"Asal kalian tahu..


"Aku melakukannya itu karena terpengaruh oleh Kumala Sari..


"Jika aku sadar...Aku gak akan mau ngentuin Sulis....


"Sekarang keputusan kalian berada di kalian masing - masing...Jika lanjut ya monggo..


"Jika tidak di lanjut aku akan merasa senang sekali..." ucap Bayu.


Bimo yang mendengar ucapan Bayu barusan juga nampak terkejut. Ia pikir Bayu melakukan itu dengan sadar. Ia akui Sulis memang sangat cantik. Bahkan dirinya sempat membayangkan bercinta dengan Sulis.


"Nganu Bay...Aku...


"Aku mau bilang jika aku menyukai Mayumi,dan Mayumi menyukaiku...


"Aku minta padamu untuk membawa Mayumi ke indonesia.." ucap Bimo.


Nampak Melisa berjalan menghampiri mereka.


"Nanti saja kita bicarakan hal ini...


"Ada Melisa" ucap Bayu lirih.


"Kak...." ucap Melisa.


"Iya Mel..." ucap Bayu.


"Ayoo kita berangkat..." ucap Melisa.


"Sudah siap semuanya kah Mel?" ucap Bayu.


"Sudah kak..." ucap Melisa.


"Okee...


"#Mayumi...Fumiko...,Harumi...


"# Kalian ikut bersama kita...Jangan menolak.." ucap Bayu.


"# Baik Bayu Sama..." ucap mereka.


Mereka kemudian berjalan menuju teras rumah.


Ketika sampai di teras,nampak ketiga istri Bayu serta Hana sudah siap. Lalu mereka berjalan keluar.


Nampak naik bus mini terparkir di halaman.


"Kita naik bis?" ucap Bayu.


"Iya...Biar seru...Ya gak kak Ayu.." ucap Diana.


Hinata menganggukkan kepala saja.


"Kalau sendiri - sendiri seperti di jakarta mas.." ucap Khalisa.


"Yo wess..." ucap Bayu.


Kemudian mereka naik bis mini tersebut. Setelah naik semua,bus itu berjalan sambil di kawal 2 buah mobil berisikan pengawal Kakashi. Di dalam bis juga terdapat 3 orang pengawal.


Kakashi tidak ikut ke Mall. Ia berada di dalam kamar bersama seorang gadis jepang,yang awalnya untuk Paijo. Berhubung Paijo tak datang maka Kakashi memakainya.


Nampak Kakashi menggerayangi tubuh gadia tersebut,lalu melepaskan pakaian milik sang gadis. Setelah itu ia menikmati goa dengan lidah.


Hingga akhirnya Kakashi memasukkan senjata andalannya yang menggantung.


Sang gadis merintih - rintih akibat menerima gempuran senjata Kakashi.


---***----


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan agak jauh,mereka akhirnya berada di kawasan dekat Mall. Mereka berjalan kaki untuk melihat keindahan kota tersebut.


Di balik pakaian yang di pakai Bayu,Hana dan Hinata terdapat puluhan senjata Shuriken. Untuk berjaga - jaga. Senjata itu pemberian Hinata yang di ambil dari gudang penyimpanan senjata ninja.


Para pengawal menjaga jarak dengan mereka. Jika dekat maka akan ketahuan bila yang di kawal itu putrinya Kakashi.


Nampak orang - orang berlalu lalang di jalan.


Saat Bayu berjalan kaki,ia sempat menoleh ke sebuah gang. Ada 4 orang pria berdiri,di depan mereka ada 2 orang,salah satunya menghajar ke seorang pria.


Bayu menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti mas.?" ucap Khalisa.


"Ada orang di pukuli.." ucap Bayu lalu menghampiri.


"Jangan shujin..." ucap Hinata.


Bayu menghiraukan ucapan Hinata . Ia terus berjalan menghampiri pria yang di pukuli.


"#Maaf...


4 pria itu menoleh ke Bayu. Hinata dan yang lainnya hanya melihat dari kejauhan.


Sedang pria lainnya masih memukul ke serorang pria.


"# Mengapa dia di pukuli? salah dia apa?" ucap Bayu.


"# Dia tak sanggup membayar wanita yang ia kencani...Apakah dia itu temanmu?" ucap pria 1.


"# Bukan... Saya hanya kebetulan lewat saja..." ucap Bayu.


"# Pergilah dari sini...Jangan ikut campur urusan ini kecuali kamu mau membantu dia..." ucap pria 2.


"# Baik...Terima kasih.." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan pria yang di pukulin tersebut.


"Jika kurang karena gak sanggup bayar makanan pasti ku bantu bayar...Lah ini bayar cewek...Mending duitnya aku sedekahin yang lain aja.." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.


"Kenapa dia mas?" ucap Khalisa saat Bayu sudah sampai..


"Katanya seh gak sanggup bayar wanita yang di ajak kencan dek...." ucap Bayu.


"Oooo...Begitu..." ucap Khalisa.


Lalu mereka melanjutkan lagi perjalanannya.


Nampak ada gadis cantik berdiri di depan toko,wajahnya sangat cantik sekali. Lalu ada seorang pria mendekati.


Bayu sempat mendengar percakapan mereka , ternyata pria itu ingin mengajaknya kencan.


" Buset dah...Ternyata cewek itu seperti PSK.." ucap Bayu dalam hati.


Mereka berhenti di lampu merah,di seberangnya ada Mall bertingkat. Lampu lalu lintas bewarna hijau. Mereka pun lanjut berjalan lagi.


"Mengapa di sini banyak yang berjalan kaki dik?" ucap Khalisa.


"Karena kendaraan di sini pajaknya mahal kak..


"Serta biaya hidup di sini juga mahal.." ucap Hinata.


"Ooo...Begitu..." ucap Khalisa.


"Mereka lebih memilih kendaraan umum untuk bepergian,ada pula yang memakai sepeda. Jika dekat maka berjalan kaki saja." ucap Hinata.


Kemudian Bayu melihat seorang wanita yang wajahnya menyeramkan di tengah jalan,memakai pakaian tradisional Jepang..wanita itu adalah hantu.


"Ada hantu juga di sini..." ucap Bayu dalam hati.


Kini mereka sudah sampai di depan Mall.


Bayu dan yang lainnya masuk ke dalam Mall.


Mereka memakai masker agar tak di kenali oleh mata - mata musuh.


Bayu melihat deretan stand berjejer rapi.


Lalu ia melihat salah satu stand yang menjual handphone.


"Hem...Kita ke toko hape dulu,ada yang mau ku beli..." ucap Bayu.


"Sayang mau beli hape baru?" ucap Diana


"Enggak yank...Aku mau beli kartu memori dan batrei...Penuh memoriku terus batreiku dah hamil (menggelembung).." ucap Bayu.


Mereka kemudian berjalan ke stand tersebut. Setelah sampai. Bayu membeli kartu memori dan batrei. Tak hanya 1 yang Bayu beli,ia membeli 3 batrei 2 kartu memori. Setelah itu Bayu membayar.


Untuk hasil foto,hape samsungnya masih kalah jernih dengan hape nokianya. Bayu lebih suka dengan hape nokianya ketimbang samsung.


Bayu dan lainnya lanjut berjalan - jalan lagi.


Nampak ada 6 orang berjalan bersama,salah satunya berbicara memakai bahasa indonesia.

__ADS_1


"Ada orang indo juga di sini" ucap Bayu dalam hati.


Mereka pun berkeliling Mall untuk membeli barang.


Nampak ke tiga istri Bayu bersama Hana dan Melisa memilih pakain.


Bayu menunggu bersama ke tiga sahabatnya dan 3 gadis di depan toko.


Bayu melihat ke Mayumi,gadis yang menemani Bimo lalu mendekati.


"#Mayumi san.." ucap Bayu.


"# Iya tuan.." ucap Mayumi.


"#Jawab yang jujur,..


"#Apakah Mayumi san menyukai temanku yang bernama Bimo?" ucap Bayu.


"# Anoo...Saya..." ucap Mayumi nampak bingung mau menjawab.


"#Jangan takut... Aku tidak akan menyakitimu ataupun melaporkanmu pada keluargaku.." ucap Bayu.


"# Sebenarnya saya tidak menyukai teman tuan.." ucap Mayumi.


"# Apakah Mayumi san melakukan itu di paksa?" ucap Bayu.


"# Tidak tuan...Saya melakukannya itu karena saya butuh uang..." ucap Mayumi.


"Sial... Apa yang harus ku bilang pada Bimo.." ucap Bayu dalam hati.


"# Temanku sangat menyukaimu,dia kuliah sambil bekerja,Jika Mayumi san bersedia menerima temanku,saya sangat senang sekali..


"# Saya akan membawamu ke negaraku..."


Nampak Mayumi sedang berpikir.


Bayu melihat ke Lukman.


"Man...Niel" ucap Bayu.


"Iya Bay.." ucap Lukman dan Daniel.


"Apakah kalian menyukai gadis jepang ini?" ucap Bayu.


"Kalau suka seh suka Bay...Hanya saja aku ra mudeng opo seng di omongke...


"Ngertine angger (pahamnya cuman) aaaah... Oouuh...Ikeeh...Ikeeh.. " ucap Lukman.


"Juancoook...." ucap Bayu.


"Kalau aku suka,hanya saja aku dah punya pacar Bay..." ucap Daniel.


"Ya sudah...Jika kalian suka dan mereka juga menyukaimu...Maka aku akan membawa mereka...


"#Harumi san,Fumiko san dan Mayumi san..


"# Terutama Fumiko san..Temanku juga menyukaimu... Jika kalian menyukainya,maka kalian akan ku bawa ke negaraku..


"#Mereka ini temanku,kami berteman sejak kami sekolah dasar sampai sekarang... Dan juga mereka sekolah di perguruan tinggi sambil bekerja..


Nampak Hana berjalan menghampiri mereka.


"# Jangan di jawab..Ada ibuku


"Nanti kita lanjut lagi" ucap Bayu.


Mereka terdiam tak bicara saat Hana sampai.


Lalu Melisa bersama ke tiga istri Bayu berjalan sambil membawa tas belanjaan.


"Buset dah....1 jam cuman segitu saja yang di beli.." ucap Bayu dalam hati melihat tas belnjaan yang di pegang oleh Khalisa hanya 1,begitu pula dengan yang lainnya.


"Yuk kita lanjut lagi..." ucap Diana.


"Kemana yank?" ucap Bayu.


"Belanja sayang...Mumpung di Jepang..." ucap Diana.


Mereka kemudian berjalan lagi menuju stand toko lainnya.


Bayu akui,cewek - cewek di jepang sangat cantik - cantik,dan montok. Rata - rata kulit mereka putih bersih.


" Pantas saja film biru paling banyak berasal dari Jepang.... Ceweknya cantik,seksi dan montok..." ucap Bayu dalam hati.


Jika saja Bayu belum punya kekasih hati dan istri,ia akan merasa pusing pilih yang mana.


"Masa seh Bay...Coba aku lihat Bay" suara Jalu.


"Diamput...


"Emmoh...Yang ada pakde godain mereka..


"Terus Bayu kena semprot oleh ibu dan ketiga istriku.." ucap Bayu dalam hati.


"Aiiihh....Padahal aku pengen lihat dari dekat Bay.." suara Jalu.


"Kemarin kan sudah pakde..." ucap Bayu dalam hati.


"Wingi kuwi ora patek jelas..." suara Jalu.(Kemarin itu tidak seberapa jelas)


Mereka mampir di toko pakaian lainnya.


Hana mengajak ke tiga gadis itu masuk dalam toko.


"Yuk mas...Masuk.." ucap Khalisa.


"Iya...


"Kalian juga ikut masuk" ucap Bayu.


Sebenarnya Bayu malas ikut masuk. Sebab jika wanita memilih pakaian,lamanya minta ampun. Yang di beli hanya 2 stel aja.


Diana mengambil beberapa pakaian pria lalu menempelkan di tubuh Bayu.


"Sayang suka yang mana?" ucap Diana.


"Hemm.... (Bayu melihat baju yang di pegang Diana)


"Mana ada sayang..." ucap Diana.


"Ya sudah...Yang gambar kotak persegi..Ada gak?" ucap Bayu.


Diana gregetan mendengar ucapan Bayu,sebab yang di ucapkannya adalah kaos partai yang biasa Bayu pakai.


"Mas ini loh...Mana ada pakaian seperti itu di sini..." ucap Khalisa.


"Ya sudah deh...Gambar pokemon aja atau gak Angling Darma..." ucap Bayu.


"Jadi sayang gak mau neh?" ucap Diana.


"Mau - mau sayang...Sembarang sayang aja pilih yang mana. Asalkan muat aku pakai..Jika enggak tak buat lap nyuci si Lambo.." ucap Bayu.


Setelah selesai memilih,Hinata membayar dengan kartu ATMnya.


"Kita ke Timezone yuk.." ucap Melisa.


"Ayooo...." ucap ketiga istri Bayu.


Mereka kemudian ke wahana tempat bermain.


Setelah sampai di tempat wahana bermain.


Nampak berjejer rapi wahana permainan.


"Kak..." ucap Melisa.


"Mau di habisin lagi neh isi kotak permainan" ucap Bayu dalam hati.


"Apa Mel?" ucap Bayu.


"He...He..He...


"Bantuin Mel ya kak..." ucap Melisa.


"Nah kan....Apa ku bilang.." ucap Bayu dalam hati.


"Iya..." ucap Bayu.


Melisa memasukkan koin ke dalam lubang,lalu menggerakkan mesin capitnya.


Sementara Bayu menggunakan ajian Rogoh Sukmo untuk memegang hadiah di mesin capit agar tak jatuh.


Tak memakan waktu lama,1 kotak mesin capit, yang berisikan hadiah boneka ludes di ambil.


Kemudian gantian Hinata mencoba. Ia berada di kotak berisi mainan patung miniatur kartun dragoon Ball yang ada di dalam kotak.


Di saat mecin capit turun,Bayu memegang kotak tersebut. Perlahan tapi pasti,ketika berada di lubang,Bayu menaruhnya.


"Yeeee......Aku dapat..." ucap Hinata kesenangan. Padahal itu di bantu oleh Bayu.


Tak satupun yang lepas dari mesin capit tersebut,sebab Bayu memegang agar tak jatuh. Satu persatu mereka mencoba wahana permaianan capit hadiah. Ketiga gadis jepang di suruh Bayu ikut mencoba.


Mereka nampak senang sekali,karena baru kali ini mereka mendapat hadiah.


Petugas yang berjaga nampak heran dan penasaran,mengapa setiap kali salah satu rombongan Bayu yang bermain selalu dapat hadiah dan hadiah itu ludes di ambil,tak satupun yang meleset ataupun terjatuh.


Para pengunjung pun nampak heran juga. Padahal tak ada kecurangan saat beraksi.


Nampak Fumuki mencoba mesin capit yang berisi hadiah jam tangan. Tak tanggung - tanggung. Jam tangan yang di taruh merk Seiko semua.


Di mesin capit itu sengaja di atur oleh pihak pengelola agak kendor agar tak ada yang bisa mendapatkan jam tangan Seiko. sudah ribuan orang mencoba,tapi tak berhasil mendapatkan jam tangan tersebut.sekarang semua jam tangan di kotak permainan ludes di ambil oleh Fumiko yang di bantu Bayu.


Bahkan aksi mereka di pantau CCTV. Orang -orang yang mengawasi kamera CCTV nampak heran dan terkejut.Sebab baru kali ini ada orang berhasil mendapatkan jam tangan,bahkan tak menyisakan satupun jam di dalam kotak tersebut.


Satu persatu permainan capit di habiskan oleh kelompok Bayu. Ada yang hadiahnya barang, ada pula yang makanan.


"Ini seh curang namanya..." ucap Bayu dalam hati.


Rombongan Bayu nampak senang sekali bisa memghabiskan hadiah tersebut. Berbeda dengan pengelola wahana permainan yang nampak pusing,karena semua hadiah berhasil di dapat tanpa ada kesalahan dan kecurangan.


Tak semua hadiah yang berhasil di ambil di bawa oleh rombongan Bayu. Sebagian hadiah di bagi - bagikan ke pengunjung,karena terlalu banyak yang di bawa. Hanya hadiah tertentu saja yang tak di bagikan.


Bayu memegang 2 boneka lalu memberikan kepada 2 gadis yang tak jauh darinya.


2 gadis itu merasa senang menerima pemberian Bayu.


"#Terima kasih..." ucap kedua gadis tersebut sambil setengah membungkuk saat berbicara.


"# Sama sama..." ucap Bayu.


Awalnya Fumiko,Mayumi dan Harumi nampak pendiam kini mereka nampak senang sekali.


"#Bagaimana... Seru kan..." ucap Bayu.


"# Iya Bayu sama... Seru sekali...


"#Saya baru kali ini berhasil mendapatkan semua hadiah di dalam kotak permainan.." ucap Fumiko.


Tak hanya mesin capit saja yang di habiskan,permaianan yang bisa menghasilkan banyak kupon pun di libas oleh rombongan Bayu.


Ketika mesin kehabisan kupon, Hinata memanggil teknisi untuk mengisi ulang.


Bayu membantu Diana yang bermain di samping Hinata.Lalu membantu Khalisa. Secara bergantian.


Kupon hadiah di biarkan menumpuk di lantai. Setelah terkumpul banyak,Hinata meminta kantong plastik pada petugas.


Mereka berhasil mengumpulkan 17 kantong plastik ukurannya seperti kresek warna merah.


Para pengunjung tak percaya apa yang mereka lihat,baru kali ini mereka melihat sekelompok orang menghabiskan hadiah permainan, sekaligus berulang kali hoki mendapat poin tertinggi.


Ke tiga sahabat Bayu bermain game permaianan balapan mobil bersama ke tiga gadis jepang.setelah puas menghabiskan 1 kotak hadiah mesin capit.


Setelah puas bermain,meraka pun menyudahinya. Lalu mereka menukarkan kupon yang mereka dapat dengan hadiah yang sesuai dengan jumlah kupon.


Mereka menukar hadiah kupon itu dengan barang elektronik. Setelah selesai bertransaksi, mereka berjalan ke stand penjual makanan.


Para petugas dan pihak pengelola nampak terduduk lesu melihat semua hadiah ludes di ambil oleh rombongan Bayu.Bahkan di tempat penukaran kupon,hadiah yang besar di ambil oleh rombongan Bayu.


Kini rombongan Bayu berjalan kaki di jalan Raya. Suasananya tak seperti saat mereka datang.

__ADS_1


Nampak beberapa gadis cantik berdiri di pinggir jalan. Ada pula beberapa pria memakai jas berdiri.


"#Mari tuan...Silahkan mampir..." ucap salah satu gadis menawarkan kepada rombongan Bayu.


"Matur suwun mbak...Aku wes duwe bojo..


Bayu menoleh ke Daniel.


"Kowe gelem mampir opo ora Niel?" ucap Bayu sambil berjalan kaki.


"Wegaahh...Tiwas aku di gepuk i karo preman,mergo aku ra iso bayar.." ucap Daniel.


"Loh...Enak loh Niel... Ceweknya ayu - ayu...


"Kowe Bo...Gelem gak?" ucap Bayu.


"Emmmoh...Mending aku ngajak Mayones.." ucap Bimo.


Seorang pria nampak mengawasi sekitar,Pria itu adalah salah satu mata - mata musuh Kakashi.


Rombongan Bayu barusan melewati pria tersebut.


Beruntungnya rombongan Bayu tak bersama dengan para pengawal dalam satu rombongan,para pengawal Kakashi menjaga jarak agar tidak terlihat mencolok. Jika dekat maka akan ketahuan jika yang di kawalnya adalah keluarga Kakashi.


****


Rumah Kakashi.


Pukul 1.20


Nampak rombongan Bayu sampai di rumah Kakashi. Lalu mereka turun dari mobil.


Satu persatu membawa tas berisi hadiah dan juga barang belanjaan.


"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu dan yang lainnya saat memasuki rumah Kakashi.


Setelah sampai di ruang keluarga,mereka mengeluarkan tas yang berisi hadiah dari wahana bermain,lalu membaginya secara merata.


"Jika aku tahu mall itu menyediakan hadiah jam tangan Seiko, gak bakalan aku beli tadi siang..." ucap Bayu melihat jam tangan merk Seiko hadiah dari mesin capit .


"Besok kita berangkat jam berapa Yuk?" ucap Lukman.


"Hem... Sekitar jam 8 kak... " ucap Hinata.


"Apakah di sana sama dengan di sini Yuk?" ucap Daniel.


"Tidak sama....Di sana cuacanya sangat dingin dari pada di sini..." ucap Hinata.


Setelah selesai membagi hadiah,mereka pun membubarkan diri masing - masing.


"Di Fukushima ada permainan mesin capit gak dik?" ucap Khalisa.


"Ada kak.." ucap Hinata.


"Nanti kita ke sana yuk...Kita habiskan lagi hadiahnya.." ucap Khalisa.


"Ayook..." ucap Hinata.


"Mampus dah pihak pengelola jika tahu kalau semua hadiah akan di ambil oleh mereka.." ucap Bayu dalam hati.


***


Pagi Hari. pukul 7.30


Nampak keluarga Bayu dan sahabatnya bersiap - siap pergi ke Fukushima.


Kakashi dan keluarga Hiroshi ikut serta dalam perjalanan tersebut. Mereka akan memakai kendaraan umum dan juga kereta api. agar lebih cepat sampai, juga untuk menghindari jalan yang tertutup salju yang tebal.


Bayu berjalan menuju kamar sahabatnya.


Ketika sudah berada di depan pintu kamar Daniel,


"Niel..." ucap Bayu.


"Tunggu sebentar Bay..." suara Daniel.


"Oke...


Bayu berjalan di depan kamar Bimo.


"Bim..." ucap Bayu.


Pintu terbuka. Nampak Bimo sudah siap memakai pakaian musim dingin. Karena cuaca di fukushima sangat dingin.


Bayu melihat Mayumi juga sudah siap. Sekilas ada tanda merah di leher Mayumi.


"Buset dah... Malah ngasih tanda ****** lagi.." ucap Bayu dalam hati.


Lukman dan Fumiko keluar dari kamarnya.


Ingin rasanya Bayu memarahi Bimo dan Lukman, tapi apalah daya. Dirinya juga pernah melakukannya, di tambah aksinya di ketahui oleh Bimo. Jika ia memarahi takutnya persahabatannya retak gara - gara masalah wanita.


"Sudah di periksa bawaan kalian?" ucap Bayu.


"Sudah Bay..." ucap Lukman dan Bimo.


Daniel keluar dari kamarnya bersama Harumi.


"Ayooo... Mereka sudah menunggu." ucap Bayu.


Mereka pun berjalan ke rumah Kakashi.


Setelah sampai,nampak semuanya sudah siap,lalu mereka pun berangkat menuju Fukushima.


Mereka naik mobil secara terpisah. Awalnya Kakashi dan keluar Hiroshi yang berangkat. Lalu rombongan Bayu.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di stasiun kereta api.


Kakashi dan keluarga Hiroshi lebih dulu sampai di stasiun kereta api bersama pasukan khususnya. Sebagian mengikuti Kakshi, sebagian menunggu rombongan Bayu.


Di stasiun kereta api juga terdapat mata - mata musuh. Mereka memberi tahu ke bosnya jika Keluarga Kakashi sedang bepergian naik kereta api,lalu 2 orang mata - mata itu mengikuti Kakashi pergi.


Tak lama kemudian rombongan Bayu tiba di stasiun kereta api,


Hinata membeli tiket untuk rombongannya. Setelah itu mereka masuk ke dalam stasiun.


"Bersih ya stasiun di sini..." ucap Daniel.


"Ya Iya lah Niel..Di sini masyarakatnya sangat di siplin...


"Berbeda dengan negara kita... Kurang kesadarannya di dalam menjaga kebersihan lingkungan.." ucap Bayu.


Mereka pun menunggu kereta datang. Rombongan Bayu tak bersama dengan Kakashi,mereka memisahkan diri. Para pengawal berada tak jauh dari rombongan Bayu.


"Nanti kita numpak sepur(naik kereta api) opo Bay?" ucap Bimo.


"Argo Lawu Bim..." ucap Bayu.


"Loh...Tekan kene to sepur Argo Lawu?" ucap Bimo heran.(sampai sini ta kereta api Argo Lawu).


"Iyoo... " ucap Bayu.


"Engko sek Bay...


"Yen tekan kene...Terus lewat endi sepurre Bay? " ucap Bimo bingung. (Jika sampai sini...Terus lewat mana kereta apinya Bay).


"Lewat bawah laut lah Bim.." ucap Bayu.


Nampak Bimo berpikir.


"Bo...Kebo...Mau aja awakmu di apusi karo wedus..." ucap Daniel.


"Maksutte?" ucap Bimo.


"Sepur Argo Lawu gak ada di jepang...


"Terus rel kereta api ke Jepang itu gak ada.." ucap Daniel.


"Diampuuut..." ucap Bimo.


"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...." Bayu tertawa berhasil mengerjai Bimo.


---***--


Jakarta.


Cafe Mantan.


Pukul 8.10.


Nampak Dwi Fitriana mengerjakan laporan bersama Paijo.


"Ini nota pengeluaran, Ada nota untuk belanja harian,mingguan..


"Nanti kamu pisah,jangan di gabung...


"Terus yang ini nota kendaraan dinas.." ucap Paijo.


"Iya pak..." ucap Dwi Fitriana.


Paijo kemudian duduk di kursi yang biasa untuk menerima tamu.


"Mereka sedang apa ya..." ucap Paijo dalam hati.


Jika tak ada Bayu dan ke tiga teman Bayu di rumah. Rasanya seperti hidup sendirian, meskipun ada pengawal yang berjaga. Mau tak mau Paijo mengobrol bersama para pengawal keluarga Han untuk menghilangkan rasa suntuknya.


Paijo akui,semenjak bertemu dengan Bayu. Hidupnya jadi berubah. Dirinya tak lagi memikirkan uang sewa kossan. Makan gratis,kendaraan di kasih. Dan sekarang,dirinya di tunjuk sebagai manajer Cafe. Tidur di rumah mewah.


"Pak..." ucap Dwi Fitriana memecah keheningan di ruangan kerja Paijo.


Paijo menoleh ke Dwi Fitriana.


"Opo Fit ?" ucap Paijo.


"Ini nota apa ya pak?" ucap Dwi Fitriana sambil menunjukkan kertas nota pada Paijo.


Paijo lantas berdiri menghampiri Dwi Fitriana.


"Hem....Itu nota ...


Paijo mengingat - ingat nota yang terdapat stempel toko. Lalu nama barang berupa rokok 1 slop dan kacang kulit.


"Ini nota aku beli rokok...Sori keselip...


Paijo membuang nota tersebut. Karena itu nota pribadi,bukan keperluan Cafe.


"Hasil pekerjaanmu bukan aku yang memutuskan..." ucap Paijo.


"Eh..!!?? Dwi Fitriana terkejut. Ia pikir pemuda yang di depannya itu yang akan memutuskan di terima atau gak kerja di Cafe.


"Siapa yang memutuskannya pak? " ucap Dwi Fitriana penasaran.


"Pak Bayu...Dia pemilik Cafe ini...


"Meskipun kamu sedang masa uji coba,aku tetap membayarmu..


"Hanya separo dari UMK jika kamu gak lolos..


"Jika lolos,maka ku bayar sesuai UMK .. Di terima enggaknya kamu kerja di sini itu berada di tangan Bayu.. Tapi tenang saja,aku akan merekomendasikan dirimu agar di terima kerja di sini meskipun bukan di bagian keuangan." ucap Paijo.


"Iya pak..." ucap Dwi Fitriana.


"Kamu lihat foto ini...


Paijo menunjuk foto nempel di dinding.


Dwi Fitriana melihat ke arah foto tersebut. Nampak Bayu duduk di kursi memakai kaos dan sarung.Lalu ketiga sahabat Bayu beridiri didekat Bayu bersama Paijo dan para preman. Foto itu di ambil sebelum Cafe Mantan di buka.


"Yang pakai sarung,terus pakai kaos partai,dia adalah pemilik Cafe ini.." ucap Paijo.


Dwi Fitriana memandang foto tersebut.


"Ganteng banget.." ucap Dwi Fitriana dalam hati mengagumi wajah Bayu di foto tersebut.


"Dia sudah punya istri,jangan kamu godain dia..


"Jika kamu ngotot mendekatinya...


"Siap - siap saja kamu di bunuh oleh istrinya.." ucap Paijo.

__ADS_1


"Eh...!!!??? Dwi Fitriana terkejut dengan ucapan Paijo barusan.


__ADS_2