SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMGUNJUNGI TEMAN


__ADS_3

Malam hari.


Kamar tidur


Nampak Bayu duduk di belakang Diana, ia memijati Diana yang mengeluh badannya sakit.


" Besok kita kemana sayang?" ucap Diana.


" Gak tahu...." ucap Bayu sambil memijati punggung Diana.


" Nanti pas kita pulang,ayahnya Ayu ikut kan mas?" ucap Putri.


" Iya dek..." ucap Bayu.


" Terus ayahnya Ayu tinggal di mana?" ucap Putri.


" Kata mbah Zhang seh tinggal di rumahnya..." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu..." ucap Putri.


" Kalau bisa bawa 1atau 2 orang lagi sayang.." ucap Diana.


" 1 atau 2 orang...Siapa yank?" ucap Bayu.


" Orang itu harus bisa memasak makanan Jepang...Terus kita jadikan Koki.."


" Kan Cafe kita menu makanannya hanya sedikit saja..." ucap Diana.


" Hemm....Iya seh...Nanti aku bicarakan hal ini ke ayahnya Ayu sayang..." ucap Bayu.


" Makin lama Cafe kita semakin ramai..." ucap Putri.


" Itubkan berkat kalian semua... Jika aku dan ke empat temanku yang ngelola paling jualan pisang goreng sama kopi aja..." ucap Bayu.


" Warkop dong..." ucap Putri.


" He eh...Warkop DKI..." ucap Bayu.


" Itu kan Dono Kasino Indro sayang..." ucap Diana.


Tok....Tok....Tok....( suara pintu di ketuk).


" Kak Bayu....." suara Melisa.


" Iya Mel...Masuk aja ,pintunya gak di kunci.." ucap Bayu agak nyaring.


Ceklek...Kriiieett..... Pintu terbuka.


" Kak... Di Nuan badannya demam..." ucap Melisa.


" Sudah di kasih obat kah Mel..?" ucap Putri.


" Sudah..." ucap Melisa.


" Tutup pintunya Mel yang cantik..." ucap Bayu.


Melisa menutup pintu lalu berjalan ke arah Bayu. kemudian duduk di samping Ayu.


" Ibu ada di sana gak Mel?" ucap Putri.


" Ada kak..." ucap Melisa.


" Ayo yank...Kita lihat Nuan Wei..." ucap Diana.


" Ayoo..." ucap Bayu.


Ketiga istri Bayu mengambil jilbabnya lalu mereka keluar kamar menuju kamar Nuan Wei.


Setelah sampai di dalam kamar.


Bayu duduk di samping Nuan Wei yang terbaring di tempat tidur.


Bayu menyentuh kening Nuan Wei,ia merasakan panas.


" Kita bawa Nuan ke rumah sakit..." ucap Bayu.


" Dokter menuju kemari sayang...Jadi gak perlu ke rumah sakit" ucap bu Hana.


" Ooo...Begitu ya bu.." ucap Bayu.


" Apakah kamu kecapek an terus memaksa untuk pergi ya dik Nuan?" ucap Bayu sambil menatap wajah Nuan Wei.


Nuan Wei menganggukkan kepala yang di keningnya terdapat kom


" Jika capek jangan memaksa,lebih baik istirahat yang cukup..." ucap Bayu.


" Tadi pagi aku mau bilang ke kak Bayu,tapi Nuan gak mau merepotkan.." ucap Fhengyin.


" Kalau Mel mah gak urus,mau itu tengah malam,jika badan Mel sakit ya datangin kak Bayu..." ucap Melisa.


" Itu kan kamu Mel..." ucap Olivia.


" Lu mah dah terbiasa tinggal bersama kak Bayu.." ucap Fhengyin.


" He...He...He...He...He....Iya..." ucap Melisa.


" Sudah - sudah...Jangan ribut..." ucap bu Intan.


Tak lama kemudian Dokter yang di panggil datang. Bayu dan ketiga istrinya keluar dari kamar tersebut.


" Kalau seumpama Nuan Wei masih sakit,kita gak jadi jalan mas.." ucap Putri.


" Iya dek...Masa kita senang - senang sementara ada keluarga kita yang sakit.." ucap Bayu.


Bejo berjalan menghampiri Bayu.


" Bay..." ucap Bejo.


" Opo kang..." ucap Bayu.


" Yok melu aku dilut.." ucap Bejo.


" Ku tinggal dulu ya..." ucap Bayu ke tiga istrinya.


Bayu dan Bejo berjalan .


" Mau kemana kang?" ucap Bayu.


" Ono dulurmu ngajak ngomong aku...Aku gak mudeng boso Jepang..." ucap Bejo.


" Yo ngomong pakai bahasa isarat wae kang.." ucap Bayu.


" Ogaah..." ucap Bejo.


Bayu dan Bejo masuk dalam ruangan.


Nampak 4 orang berada dalam ruangan tersebut. Di antaranya ada Shizuka.


" Lah...Ada dia juga.." ucap Bayu dalam hati lalu duduk.


" Bayu - san... Besok Bayu - san kemana?" ucap pemuda bernama Hayato.


" # Saya di rumah saja,sebab ada yang sedang sakit..." ucap Bayu.


" Siapa yang sakit?" ucap Hayato.


"# Adik saya...Dia sedang demam..."


" # Kalian mau ikut jika kita jalan?"ucap Bayu.


" Iya...Jika di bolehin " ucap Hayato.


" Boleh...Aku gak melarang..." ucap Bayu.


20 menit setelah berbasa - basi,Bayu dan Bejo memutuskan ke kamar.


Setelah sampai di kamar,Bayu mengunci pintu.


Putri datang menghampiri.


" Mas..." ucap Putri.


" Iya dek.." ucap Bayu.


Mereka berjalan ke tempat tidur.


" Ke sekolahan yuk..." ucap Putri.


Bayu menoleh ke Putri.


" Sekolahannya siapa dek?" ucap Bayu.


" Ke sekolahannya Ayu yang dulu..."


Mereka duduk di kasur.


" Adek penasaran dengan sekolah di jepang ini..." ucap Putri.


" Emangnya orang luar di bolehin masuk?" ucap Bayu.


" Boleh shujin...Jika untuk melihat - lihat saja asal tidak berbuat onar..." ucap Ayu.


" Dik Nuan Wei masih sakit...Besok lusa saja kita jalannya.." ucap Bayu.


" Iya besok lusa mas...Kan Adek gak bilang besok.." ucap Putri.


" Ya sudah...Aku gosok gigi dulu..." ucap Bayu lalu berjalan ke kamar mandi.


Selesai menggosok gigi,Bayu berebah di tempat tidur.


Nampak Diana sudah tertidur duluan.


" Mas...." ucap Putri.


" Iya dek..." ucap Bayu.


" Hemmm... Adek mau bilang...Tapi mas jangan marah..." ucap Putri.


" Iya...Bilang aja dek,mas gak marah kok..." ucap Bayu


"Bulan depan adek gak suntik KB,jadi adek pengen berhenti KB..." ucap Putri.


" Ya sayang..." ucap Bayu.


" Mas gak marah jika adek hamil karena gak pakai KB..?" ucap Putri.


" Enggak...Ngapain mas marah..."


" Jika hamil ya alhmadulilah...Jika belum ya kita usaha lagi..." ucap Bayu.


***


Siang hari setelah Bayu dan ketiga istrinya selesai shalat Dzuhur.


Nuan Wei sudah kembali fit,dan bisa beraktifitas seperti biasa.


" Nuan Wei sudah sembuh sayang..." ucap Diana sambil merapikan sajadahnya.


" Alhamdulilah..." ucap Bayu.


" Kita jalan kemana neh mas?" ucap Putri.


" Besok pagi aja kita jalan - jalan...." ucap Bayu.


" Yaaaaaaah....Padahal adek pengen lihat sekitar rumah ini..Adek penasaran.." ucap Putri.


" Ya sudah...Kita berkeliling daerah sini aja.." ucap Bayu.


Bayu dan ketiga Istrinya berjalan menuju pintu depan. Muncul Melisa bersama Nabila.

__ADS_1


" Kak Bayu mau kemana?" ucap Melisa.


" Jalan - jalan di sekitar sini aja Mel.." ucap Bayu.


" Ikuuut..." ucap Melisa.


Saat Bayu berjalan ke pintu pagar,Bejo melihat Bayu,lalu lari menghampiri.


" Arep nangdi Bay...?" ucap Bejo.


" Jalan - jalan..." ucap Bayu.


" Aku melu..." ucap Bejo.


" Ayoo..." ucap Bayu.


Mereka kemudian berjalan kaki.


Nampak beberapa warga berjalan kaki,ada pula yang naik sepeda.


" Koyok nang ndeso yo..." ucap Bejo.


" He eh..." ucap Bayu.


Bejo melihat sebuah bangunan yang unik.


" Itu apa Bay?" ucap Bejo sambil menunjuk.


" Itu kuil kak " ucap Ayu.


" Ooo...Kuil...Kesana yok..." ucap Bejo penasaran ingin melihat kuil tersebut.


" Ayoo..." ucap Bayu,Diana dan Putri.


Mereka berjalan ke arah kuil.


Sesampainya di kuil,Bayu dan yang lainnya melihat susana kuil tersebut.


" Jadi begini ya kuil itu" ucap Bayu dalam hati.


Nampak pria tua menghampiri mereka.


Ayu membungkukkan sedikit badan ke arah pria tua tersebut.Lalu menyapa seperti biasa.


Pri tua itu terkejut,ia tak menyangka jika wanita yang memakai pakaian tertutup adalah Hinata putri Kakashi Hatake.


" Kakek ini adalah penjaga kuil shujin.." ucap Ayu.


" Ooo...Penjaga kuil..." ucap Bayu.


Bayu membungkukkan sedikit badannya lalu menegapkan kembali.


" Kamu semakin cantik"


" Siapa mereka?" ucap pria tua bertanya pada Hinata.


" # Terima kasih...Mereka adalah keluarga saya " ucap Ayu.


" Apakah kalian hendak beribadah?" ucap pria tua.


"# Tidak kakek...Kami hanya ingin melihat - lihat saja..Sebab kami penasaran.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu...Silahkan..." ucap pria tua.


Bayu dan yang lainnya berkeliling kuil tersebut,tak lupa berfoto.


Setelah puas berkeliling,mereka akhirnya keluar dari kuil tersebut dan melanjutkan lagi berkeliling.


Saat mereka berjalan,muncul segerombolan anak sekolah yang berjumlah 10 orang. 8 pria dan 2 wanita. Mereka melewati rombongan Bayu.


" Ryota...." ucap Ayu yang mengenali salah satu rombongan tersebut.


Pria yang bernama Ryota berhenti melangkah lalu melihat ke arah Ayu. Di ikuti teman - temannya juga berhenti melangkah.


" Kau mengenalku...?" ucap Ryota sambil menunjuk ke arah Ayu.


Ayu membalikkan badan.


"# Kapan kau bayar hutangmu Ryota...?" ucap Ayu.


" Heeeee.....!!!! Ryota terkejut. Sebab ia memiliki utang kepada wanita bernama Hinata.


" Kau...Kau...Hinata...?? " ucap Ryota.


Teman - teman Ryota juga terkejut. Melihat sosok Hinata yang berubah dari penampilannya.


" # Iya...Saya Hinata...Kapan kau bayar hutangmu tujuh ribu delapan ratus Yen.." ucap Ayu.


" Gila...Rupanya temannya istriku ada utang..." ucap Bayu dalam hati.


" #Jangan kau pikir aku berhenti sekolah lalu kau tidak membayarnya.." ucap Ayu menatap ke arah Ryota.


" Aku belum punya...Tunggu 4 bulan lagi..." ucap Ryota.


Ayu datang menghampiri Ryota.


"# Hutangmu tidak ku tambahkan bunga,jika ku beri bunga maka kau harus membayar dua puluh lima ribu Yen..."


Buuugggghhh..... Ayu memukul perut Ryota.


"# ku pegang ucapanmu...Transfer saja ke rekeningku... Apa kau masih menyimpannya?" ucap Ayu.


" Iya aku masih menyimpannya..." ucap Ryota.


Ayu melihat ke yang lainnya. Mereka tak berani menatap Ayu. Kemudian Ayu kembali ke rombongannya.


"# Jika tak membayar aku akan memyuruh pengawalku untuk menghajarmu"


" Ayo shujin...Kita jalan lagi..." ucap Ayu.


Mereka kemudian berjalan lagi.


" Iya kak...Hanya saja tidak terlalu akrab.." ucap Ayu.


" Ooo...Begitu..." ucap Bejo.


Mereka kemudian berhenti di sebuah toko buku.


Bejo melihat beberapa buku majalah di pajang bergambar wanita memakai pakaian bikini.


" Jiangkreek...Ini kalau ada satpol PP langsung di angkut Bay.." ucap Bejo.


" Lapo kang..." ucap Bayu.


" Tuh lihat majalah yang di pajang.." ucap Bejo sambil menunjuk.


Bayu melihat arah yang di tunjuk,lalu melihat ke yang lain lagi.


" Di sini kan bebas kang...Sampeyan mau beli?" ucap Bayu.


" Wegaah..." ucap Bejo.


" Kalau mau beli tak belikan..." ucap Bayu.


" Enggak ah Bay...Itu buku bikin otakku jadi kotor..." ucap Bejo lalu memgambil salah satu buku komik.


Nampak ada gambar adegan dewasa di komik tersebut,lalu Bejo menaruh kembali.


Mereka kemudian jalan lagi.Lalu Bayu melihat seorang wanita tua mengambil kaleng bekas minuman di tempat sampah,lalu di masukkan dalam karung.


" Nang kene kok gak ono pengemis yo Bay..?" ucap Bejo.


"Embooh kang..." ucap Bayu.


Setelah puas berkeliling,mereka memutuskan kembali ke rumah.


2 orang pria mendekati mereka.


Salah satu pria itu menawarkan uang ke Melisa tapi harus mau bercinta dengan mereka.


Bayu memegang kerah pria itu.Lalu mengangkatnya.


"# Dia keluargaku, pergi dari sini sebelum aku membunuhmu..." ucap Bayu lalu melepaskan pria tersebut.


Pria itu terjatuh,lalu temannya menolong dan pergi.


" Dia ngapain seh Bay? Kok kamu angkat dia?" ucap Bejo.


" Dia menawarkan Mel uang tapi sayaratnya harus bercinta..." ucap Bayu.


" Tunggu dulu Bay...Jagain aku.." ucap Bejo.


" Mau ngapain kang...?" ucap Bayu.


" Wes to...Jagain aku..." ucap Bejo.


Bejo duduk bersila,lalu menggunakan ajian Rogoh Sukmonya.


Sukma Bejo melesat ke arah 2 orang yang kabur.


Tak lama kemudian sukma Bejo kembali,ia menaruh sesuatu di pangkuannya,lalu sukma Bejo menyatu lagi ke raganya.


" Mau nyantet kah kang?" ucap Bayu.


" He eh....Biar mati sekalian..." ucap Bejo.


Sesampai di rumah Fhenyin memghampiri mereka.


" Kalian habis dari mana?" ucap Fhengyin.


" Dari muter - muter sini aja..." ucap Diana.


" Ooo...Begitu...Pantas saja kita cari tidak ketemu..." ucap Fhengyin.


Malam harinya.


Bayu berkumpul bersama keluarganya.


" Besok kalian ke mana?" ucap Kakashi.


" # Kita mau ke sekolah ayah..." ucap Ayu.


" Apa kau ingin sekolah di sini lagi Hinata- chan.." ucap kalek Naruto.


"# Tidak kakek...Saya mau bertemu dengan teman..." ucap Ayu.


" Ooo...Begitu..." ucap kakek Naruto


Sementara Bejo di dalam kamar,ia duduk bersila,di depannya ada pecahan beling,paku,dan jarum serta 2 helai rambut milik 2 pria yang mengganggu Melisa. Tak lupa arang yang sudah membara,dan kemenyan yang di bawa dari indonesia.


Bejo merapalkan mantra,lalu menaburkan menyan di arang.


Tercium aroma menyan di ruangan.


Lalu Bejo menaruh 2 helai rambut ke dalam mangkuk yang berisi pecahan beling,jarum dan paku.


Tak lama kemudian,benda yang berada dalam mangkuk itu hilang secara tiba - tiba.


Bejo merapikan kembali peralatannya.


" Dengan begini...Mereka akan mati..." gumam Bejo.


Di sisi 2 pria yang mengganggu Melisa tadi siang.


Nampak salah satu pria yang menggoda Melisa duduk di dalam kamarnya.


Tiba - tiba sebuah cahaya melesat ke arahnya.


Pria itu tiba - tiba muntah darah. Lalu terkapar. Ia merintih kesakitan.

__ADS_1


20 menit kemudian pria itu tewas dengan mulut mengeluarkan darah.


Di sisi rekannya pria yang menggoda Melisa.


Nampak sedang bercinta dengan seorang gadis.


Pria itu mengayunkan pinggulnya.


Lalu tiba - tiba sebuah cahaya melesat ke pria itu.


Pria itu merasakan sakit luar biasa di dalam tubuhnya,lalu memuntahkan darah.


Gadis yang sedang di gaulinya kaget,lalu berteriak histeris.


Pria itu menggelepar,dengan mulut mengeluarkan darah.


Gadis itu memakai selimut dan berteriak minta tolong.


Orang - orang yang mendengar teriakan gadis itu segera datang menghampirinya ,lalu melihat ke pria yang sedang menggelepar bagaikan ikan tanpa air.


20 menit kemudian,pria itu tewas sebelum mendapatkan pertolongan medis.


***


Pagi hari.


Bayu,Bejo,Melisa,beserta ke tiga istrinya pergi ke sekolah Ayu. Mereka di temani 2 pengawal.


Bejo,Bayu dan Melisa memakai pakaian santai bernuansa Jepang. Sedangkan ketiga istri Bayu memakai pakaian muslimah dan memakai cadar.


" Kenapa tidak naik mobil aja dik?" ucap Putri.


" Lebih sehat jalan kaki kak..." ucap Ayu.


Terdengar kabar dari mulut ke mulut,bahwa ada 2 pria yang tewas secara misterius,dan kematian mereka sama.


" Tadi malam beneran sampeyan santet kang?" ucap Bayu.


" Iya...Lagian dia berani sekali menggoda keluarga kita..." ucap Bejo.


Melisa memeluk Bejo.


" Makasih kak Bejoku sayang..." ucap Melisa.


" Ya " ucap Bejo.


" Kak Bejo mau jadi pacar Mel?" ucap Melisa.


" Emmmohh..." ucap Bejo.


Sesampai di gerbang sekolah,nampak para siswa dan siswi melihat ke arah rombongan Bayu.


" Jiangkreek...Kenapa mereka memakai rok selutut seh...Coba sampai ke bawah gitu.." ucap Bayu dalam hati tak berani menatap le arah siswi yang ia lalui.


Ayu cuek saja sambil berjalan.


3 orang siswi menghampiri mereka.Karena melihat wajah Bayu yang tampan.


" Kalian siapa?" Apakah kalian murid baru di sini?" ucap salah satu siswi.


" # Keiko...Apakah kau tidak mengenaliku " ucap Ayu.


" Heeeee.....!!!! Ketiga siswi itu terkejut.


" Hi..Hi..Hinata..? Kaukah itu...?" ucap Keiko tak percaya. Ia mengenali suara Hinata.


" #Iya...Ini aku " ucap Ayu.


Keiko memeluk Ayu karena lama tidak berjumpa.


" Kau kemana saja...?" ucap Keiko.


" # Aku pindah ke Indonesia.." ucap Ayu.


" Siapa pemuda tampan itu?" ucap Keiko.


"# Dia suamiku..." ucap Ayu.


" APAAAA.....!!!!??" ucap Keiko terkejut.


" Shujin..Keiko ini temanku yang membantuku pergi ke Indonesia.." ucap Ayu.


" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.


"# Antar aku ke kelas..." ucap Ayu.


Mereka kemudian berjalan ke kelas.


Nampak para siswa dan siswi melihat ke arah rombongan Bayu.


Para siswi mengikuti mereka,karena penasaran dengan sosok Bayu.


" Pantas saja selama ini kamu menghilang.."


" Rupanya kamu sudah menikah...Tampan lagi suamimu.." ucap Keiko.


"# Iya...Maaf aku tidak memberimu kabar..." ucap Ayu.


Sesampai di depan pintu.


Ayu melihat sekeliling.


" Kamu mencari siapa Hinata?" ucap Keiko.


" #Mencari Denjo..." ucap Ayu.


Bayu menatap ke arah kaca jendela,sebab ia melihat sekilas para siswi sedang berkerumun menatap ke dirinya.


" Bay...Aku kok pengen balek sekolah maneh yoo.." ucap Bejo.


" Sekolah aja lagi kang..." ucap Bayu.


" Tapi aku gak iso ngomong jepang..." ucap Bejo.


" Iso gitu loh.." ucap Bayu.


" Diampuut...Maksudku gak iso boso jepang ." ucap Bejo.


" Ya minta ajarin Keiko..." ucap Bayu.


Keiko menoleh ke Bayu karena namanya di sebut.


" Emmoh Bay..." ucap Bejo.


Nampak 3 orang pria berjalan menuju kelas.


Ayu mengenali salah satu pria dari tiga pria tersebut.


" Denjo...." ucap Ayu.


Salah satu pria berhenti melangkah lalu menatap ke arah Ayu.


" Kau siapa?" ucap Denjo.


Ayu membuka cadarnya.


" Hinata....!!! Apakah itu kamu Hinata? " ucap Denjo.


"# Iya...Lama tak jumpa..."


"# Mana uang yang kamu janjikan?" ucap Ayu.


" Eeee....Anoo...Aku tak membawanya..." ucap Denjo.


Ayu memukul perut Denjo.


Buuuughh......


" #.Jangan pikir aku tak ada,lalu kamu seenaknya tak membayar..." ucap Ayu lalu memukul perut Denjo lagi.


Buuuuggghhh.....


" Gilaaa....Ayu preman nang kene Bay..." ucap Bejo melihat Ayu memukul pria yang tingginya di atas Ayu tanpa takut sama sekali.


" He eh..." ucap Bayu.


" Besok ku bawa uangnya..." ucap Denjo.


" #.Baik...Besok sore aku akan mengirim pengawalku untuk memgambil..."


" # Aku tak memberimu bunga sepeserpun..."


"# Jadi kau harus membayar enam ribu lima ratus Yen..."


" # Jika tidak...Pengawalku yang menghajarmu.." ucap Ayu.


" # Maaf..Apakah Hinata selalu begitu di sekolah ini?" ucap Bayu kepada Keiko.


" Iya...."


" Eh....!!!?? Anda bisa bahasa jepang...?" ucap Keiko.


"# Bisa..." ucap Bayu.


"# Keiko...Datanglah kerumah nanti sore, aku mau pulang dulu...Urusanku sudah selesai..." ucap Ayu.


" Iya " ucap Keiko.


" Ayo kita pulang..." ucap Ayu.


Bayu dan yang lainnya berjalan menuju rumah.


Para siswi yang memenuhi lorong kelas memberi jalan ke rombongan Bayu.


" Nang kene kok ayu - ayu yo Bay ceweknya..?" ucap Bejo.


" Mereka jarang kena panas...Jika sering berjemur ya hitam kang..." ucap Bayu.


" Iya juga seh..." ucap Bejo.


" Sampeyan naksir kah kang?" ucap Bayu.


" Hemm....Enggak Bay...."


" Aku wes duwe.." ucap Bejo.


" Wuuiiih... Kapan ini undangannya?" ucap Diana.


" Baru 2 bulan...." ucap Bejo.


" Pacarmu hamil dah 2 bulan?" ucap Bayu.


" Juancook..."


" Aku baru pacaran 2 bulan Bay...Uduk 2 bulan meteng( hamil)" ucap Bejo.


" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.


" Aisssh....Kak Bejo sudah punya pacar ya?" ucap Melisa pura - pura sedih.


Bejo mengacak - ngacak rambut Melisa.


" Kamu itu adiknya Bayu,berarti adikku juga..."


" Jadi gak mungkin aku menikahi adikku sendiri.." ucap Bejo.


" Kalau menurutku seh...Kalian cocok kok.." ucap Diana.


" Diampuut...." ucap Bejo.

__ADS_1


__ADS_2