
Mei Lien membuka tasnya.Lalu tangannya masuk.
"Pergi kalian dari sini...." ucap Mei Lien.
"Jangan galak - galak dong neng..." ucap preman B.
DOOOOOOOOR*...........
*Sebelum Mei Lien menembak,Bayu lebih dulu menaruh tangannya di ujung pistol,sebab pistol mengarah ke salah satu preman.
DOOOOOOOOR.......
Kemudian Bayu mengarahkan moncong pistol ke udara.
DOOOOOOOOR........
4 Preman terkejut bukan maen sampai mereka terjengkang kebelakang,ada juga yang terduduk.
2 preman mengompol di celana
DOOOOOR.....
DOOOOOR....
"Bayu...Lepaskan....Biarkan aku bunuh mereka Bay....Biar mereka mati..." ucap Mei Lien emosi.
"Kalian Cepatlah Pergi dari sini sebelum kalian mati..." ucap Bayu sambil merebut pistol Mei Lien.
Orang - orang mulai berdatangan karena mendengar letusan senjata api.
2 preman lantas berjalan mundur untuk kabur,mereka melihat temannya masih duduk di tanah dalam keadaan ngompol.
Mei Lien langsung berdiri karena pistolnya di rebut oleh Bayu.Lalu ia menendang tepat di kepala ke salah satu preman di dekatnya yang terduduk .
Buuugggkkkk....Preman itu oleng ke samping lalu ambruk.
Kemudian Mei Lien hendak menghajar lagi,Bayu memeluk Mei Lien dari belakang.
"CEPAT PERGI DARI SINI..." teriak Bayu sambil menahan Mei Lien.
2 orang preman menolong temannya yang habis di tendang oleh Mei Lien,sedangkan yang satunya berlari duluan meninggalkan temannya.
"Awas jika aku melihat kalian lagi,aku akan membunuhmu.." ucap Mei Lien melihat para preman itu meninggalkan dirinya.
2 orang polisi datang,lalu menghampiri Bayu.Mereka sempat melihat 4 preman itu.
__ADS_1
"Sela..." ucap Polisi A
"APAAA....!!! MAU KAMU DI PECAT DARI KEPOLISIAN.??..PERGI SANAAAA...SEBELUM AKU LAPOR KOMANDAN KALIAN..."teriak Mei Lien masih emosi.
"Sabar Mei...Sabar....
"Pergi saja pak... Kami tidak apa - apa.." ucap Bayu sopan.
Polisi B melihat di kantong baju ada senjata api kemudian memgacungkan pistolnya ke Bayu,karena melihat senjata api di kantong Baju.
"Maaf pak.. Letakkan pistol itu di bawah" ucap polisi B.
"Berikan pistolku itu pada polisi bodooh itu Bay...." ucap Mei Lien.
Bayu mengambil pistol itu lalu menyodorkan ke polisi.
"Neh pak...
Polisi A mengambil pistol di tangan Bayu.
"Jika kurang...Di rumah masih ada... Nanti aku minta ke pak Adi komandan pengawal keluarga Han..." ucap Bayu.
"Besok kalian akan di pecat,karena telah mengambil senjata pelindung diri punyaku..." ucap Mei Lien.
Polisi B yang mengacungkan pistolnya langsung menaruh kembali pistolnya ke dalam sarung.
"Ma..Ma..Maaf pak...Ibu...Jangan pecat saya..
"Ini saya kembalikan lagi pistol ibu.." ucap polisi A ketakutan sambil menyerahkan ke Bayu.
"Saya juga minta maaf...Pak..Ibu...Jangan pecat saya..." ucap polisi B.
Polisi itu tahu akan keluarga Han,sebab keluarga Han memiliki izin memiliki senjata api untuk melindungi keluarganya,serta mempunyai pengawal.Jika seseorang mengancam keselamatan keluarga Han,maka keluarga Han berhak menggunakan senjata api itu.
Bayu menerima kembali pistol milik Mei Lien.
"Jangan Mei...Kasihan mereka...
"Mereka punya keluarga...Jangan di pecat ya.." ucap Bayu.
"Baiklah...Aku akan memaafkan kalian...Jika kalian menangkap 4 preman tadi,lalu hajar mereka....Hingga babak belur...Kemudian foto..Kirimkan foto itu kepada keluarga Han... Saya Tunggu 1 x 24 jam mulai dari sekarang.." ucap Mei Lien.
"Baik bu...Kita akan menangkapnya..." ucap polisi A.
"Cepat pergi..Sebelum mereka kabur jauh.." ucap Mei Lien.
__ADS_1
Ke dua polisi itu lantas mengejar 4 preman tadi.
Bayu melepaskan pelukannya,lalu memegang pergelangan tangan Mei Lien kemudian berjalan ke mobil.
"Bay... Coba lihat tanganmu" ucap Mei Lien.
Bayu berhenti berjalan lalu menunjukkan telapak tangannya.
Mei Lien memperhatikan telapak tangan Bayu tidak terluka. Padahal tadi Mei Lien benar - bemar melihat Bayu menahan peluru tersebut.
"Aku gakpapa...Yuk kita pulang..." ucap Bayu.
"Gara - gara preman itu,moodku jadi hancur...Awas jika kalian tak berhasil menangkap preman itu.." ucap Mei Lien dalam hati.
Mereka berjalan lagi ke mobil.
Bayu membukakan pintu untuk Mei Lien,lalu menutupnya,kemudian ia berjalan ke pintu kemudi.
Bruuuumm....Bruuuuuum...
Brruuuuuuuuummmmmm....... Mobil Bayu menjauhi taman tersebut.
---***---
Di suatu tempat,
Malik bersama keluarganya pergi ke pantai.
Nampak keceriaan terpancar di wajah Widya dan Bella.
Mereka bermain di tepi pantai.
"Ayah...Belikan balon itu.." ucap Bella menunjuk ke arah penjual Balon.
"Iya sayang..." ucap Malik.
Malik berjalan ke arah penjual Balon,ia membeli sebuah balon,lalu berjalan kembali ke arah Bela.
Malik melihat Istri dan anaknya di tangkap 4 preman,lalu di bawa pergi.
Malik berlari mengejar preman yang menangkap Istri dan anaknya..
Preman itu memasukkan Widya dan Bella ke dalam mobil lalu mobil itu itu berjalan.
"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAK........" teriak Malik
__ADS_1