SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BERPAMITAN


__ADS_3

Pukul 1.05.


Bayu berada di ruang shalat bersama Ayu.


Bayu menulis ayat Al Qur'an,sedangkan Ayu menulis terjemahannya,mengikuti terjemahan bahasa indonesia,namun Ayu menulisnya dalam bahasa Jepang.


Nampak seorang pria berjalan ke arah mereka,dia adalah Akiro.


Akiro duduk di samping Bayu yang sedang menulis.Ia diam saja sambil memperhatikan tulisan Bayu.


Bayu menoleh ke arah pamannya.


"#Ada apa paman?" ucap Bayu.


" Tidak ada apa - apa...Hanya melihat saja..."


" Apa yang kamu tulis itu..?" ucap Akiro.


" # Kitab suci agamaku paman..."


"# Di depan Hinata adalah yang terlengkap.." ucap Bayu.


" Oh iya...Mengapa kalian saat ibadah bersujud mengarah tembok? Bukannya harus ke patung atau sesuatu" ucap Akiro.


" # Kami bukan menyembah tembok ataupun patung paman "


"# Yang kami sembah adalah Allah tuhan kami.."


"# Kami bersujud sesuai aturan dalam ajaran kami,yaitu mengarah ke Ka'bah yang berada di mekkah arab saudi.."


" # Ini Bayu menulis kitab suci agama islam yang terjemahannya bahasa Jepang paman.." ucap Bayu.


Akiro mengambil tumpukan kertas yang sudah selesai Bayu tulis beserta terjemahannya. Lalu Akiro membaca terjemahan tersebut. Bayu melanjutkan lagi menulis.


" Allah itu laki - laki atau wanita Bayu - san." ucap Akiro.


"# Allah tidak sama dengan ciptaannya paman.."


Bayu berbicara sambil menulis.


"# Contoh saja paman sendiri..Paman membuat ssesuatu sendirian...Apakah hasilnya sama seperti diri paman?" ucap Bayu.


" Tidak sama..."


" Lalu Allah itu ada di mana?" ucap Akiro.


" # Di dalam kitab suci,tuhan kami berada di Arsy paman..." ucap Bayu.


" Di mana itu?" ucap Akiro penasaran.


"# Bayu belum pernah kesana paman,jadi Bayu tidak tahu.." ucap Bayu.


" Jika kamu tidak tahu,lalu..."


" Siapa yang pernah ke sana?" ucap Akiro.


"# Nabi Muhammad paman..." ucap Bayu.


" Nabi Muhammad? lalu kenapa di sini ada nama lain...Seperti Ibrahim dan Ismail..."


" Lalu ada Jibril.." ucap Akiro.


Bayu meletakkan penanya.


" # Manusia pertama di bumi adalah nabi Adam dan istrinya bernama siti hawa..."


"# Lalu mereka mempunyai putra dan putri.."


"# Lalu putra dan putri mereka menikah dan punya anak,begitu seterusnya.."


"# Hingga sampai nabi Ibrahim.."


" # Nabi Ibrahim mempunyai seorang putra bernama ismail.." ucap Bayu.


" Lalu...Jibril itu siapanya Muhammad ? mengapa di sini tulisannya malaikat" ucap Akiro.


"# Jibril adalah salah satu dari sekian Malaikat ciptaan Allah.."


"# Jibril di beri tugas oleh Allah untuk memyampaikan ucapannya kepada nabi Muhammad..." ucap Bayu.


" Mengapa Allah tidak langsung mendatangi Muhammad...Kenapa harus pakai orang lain..?"


" Apakah Allah itu tidak bisa berjalan?" ucap Akiro.


" Diampuut...Pertanyaannya bikin greget aja.." ucap Bayu dalam hati.


" #.Jika Allah datang ke bumi...Maka bumi ini bisa hancur paman...Sedangkan ciptaanya saja bisa menghancurkan alam ini.." ucap Bayu.


" Siapa yang bisa menghancurkan bumi ini?" ucap Akiro.


"# Yang paman sering lihat,ada laut,gunung merapi..Dan lain - lain.."


"# Laut bisa menenggelamkan pulau.."ucap Bayu.


" Muhammad lahir tahun berapa?" ucap Akiro.


"# Hari senin tanggal 22 april tahun 571 paman.." ucap Bayu.


" Lama sekali..."


" Kalau Ibrahim lahir tahun berapa ?" ucap Akiro.


" # Kalau tidak salah tahun 2259 sebelum Masehi paman.." ucap Bayu.


" Jadi...Muhammad dan Ibrahim itu lahirnya tidak di tahun yang sama atau selisih berapa tahun begitu" ucap Akiro.


" # Tidak paman..."


"# Yang memberi tahu itu adalah Allah...Karena Allah maha tahu segalanya..."


"# Apakah paman sering bepergian naik perahu..?" ucap Bayu.


" Jarang...Memangnya ada apa?" ucap Akiro.


" # Paman pernah melihat 2 warna air tidak menyatu?" ucap Bayu.


" Iya...Paman pernah melihatnya...Memang kedua warna lautan itu tidak menyatu.." ucap Akiro.


" # Nabi Muhammad lahir di kota Mekkah.."


"# Jauh sekali dari lautan....Di dalam kitab suci kami ada yang berkaitan dengan lautan tersebut.."


" # Ada di dalam surah Al Furqan ayat ke 53 yang artinya..."


" #Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia Jadikan antara keduanya dinding dan barat yang tidak tembus.” ucap Bayu.


Akiro termenung dengan ucapan Bayu,lalu dia kembali membaca terjemahan Al Qur'an tersebut dalam hati. Bayu melanjutkan menulisnya.


Horoshi datang menghampiri lalu duduk.


" Bayu- san..."


Bayu menghentikan menulisnya lalu melihat ke arah pamannya.

__ADS_1


" Sebelum aku kembali ke Jepang,aku ingin melihat tempat di mana ayahku meninggal.." ucap Hiroshi.


Bayu melihat jam tangannya kemudian melihat ke Hiroshi lagi.


" # Satu jam lagi paman,Bayu akan mengajak paman ke sana..." ucap Bayu.


" Baiklah...."


Hitoshi melihat Akiro membaca terjemahan Al Qur'an.


" Apa yang kamu baca Akiro-kun.." ucap Hiroshi.


Akiro menoleh ke Hiroshi.


" Terjemahan kitab sucinya Bayu-san..." ucap Akiro.


Hiroshi mengambil lembaran yang sudah di baca oleh Akiro. Setelah membaca 1 lembar,Hiroshi meletakkan kembali.


***


Mesjid di Menteng.


Bayu bersama keluarganya tiba di halaman mesjid. Para pengawal keluar lebih dulu,setelah itu keluarga Bayu keluar dari mobilnya.


Mereka datang sebelum waktu shalat Ashar.Terdengar lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an dari speker Mesjid. Ada beberapa anak kecil bermain,mereka ada murid TPA,selepas Ashar mereka akan mengaji.


Keluarga Hatake yang belum pernah melihat bangunan mesjid menjadi kagum.


" Apakah ini kuil.." ucap Kenji.


" # Bukan... Ini namanya Mesjid...".


Mereka berjalan masuk ke dalam mesjid.


"# Alas kaki mohon di lepas " ucap Bayu.


Mereka pun melepas alas kakinya. Lalu berjalan masuk ke dalam.


Suara lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an berhenti,lalu berganti Tarhim.


Bayu berjalan ke tempat di mana almarhum kakek Kiyoshi meninggal. Kemudian berhenti.


"# Di sinilah kakek menghembuskan nafas terakhirnya, di saat sujud..." ucap Bayu.


Kakashi menyentuh karpet kain tersebut,lalu mencium tangan yang habis menyentuh karpet. Kemudian bersujud persis,ia mengecek apakah ada racun atau tidak. Lalu bangkit berdiri.


Bayu memperagakan posisi sujud.


"# Di saat sujud,dan akan berdiri...Kakek tidak berdiri hingga kami selesai beribadah.."


Bayu kemudian berdiri.


" # Saat itu Bayu berada di sana" ucap Bayu sambil menunjuk tempat imam shalat.


Nampak pak H. Ridwan memasuki mesjid,ia melihat kerumunan orang - orang berada di depan barisan,lalu datang menghampiri.


Bayu melihat pak H.Ridwan di antara keluarganya.


"# Bapak ini berada di samping kakek Kiyoshi ,kemudian memeriksa kakek saat kakek tidak bangun dari sujud.." ucap Bayu.


Keluarga Hatake melihat ke arah pak H. Ridwan.


Pak H.Ridwan nampak bingung,karena Bayu berbicara bahasa asing.


" Apakah keluargamu ingin shalat nak?" ucap pak H. Ridwan.


Bayu menghampiri pak H.Ridwan untuk bersalaman tak lupa cium tangan.


" Tidak pak haji....Mereka ingin melihat tempat saat kakek Kiyoshi meninggal."


"# Maaf...Bayu mau adzan dulu..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah mic.


Setelah bedug selesai di pukul. Bayu mengumandangkan adzan.


Keluarga Hatake mendengar suara Bayu tiba - tiba bergetar.


Satu oersatu orang berdatangan untuk shalat Ashar berjamaah.


Selesai Bayu memgumandangkan adzan,Bayu menghampiri keluarganya.


" #Mohon maaf semuanya... Untuk wanita silahkan ke tempat khusus wanita,karena di sini khusus pria..Jika tidak mau..Mohon untuk menunggu di luar.Karena sebentar lagi kami mau melakukan ibadah..." ucap Bayu.


" Shujin... Biarkan mereka duduk untuk melihat,tapi agak jauh..." ucap Ayu.


" Baiklah..." ucap Bayu.


Bayu mengarahkan keluarganya untuk menjaga jarak. Ada pula yang ikut bersama Ayu.


Tak lama kemudian Bayu berdiri lalu Iqomat. Shalat pun di mulai,pak H. Ridwan bertindak sebagai imam.


Para keluarga Hatake melihat mereka melakukan shalat. Bayu berada di samping kakek Naruto.


Akiro yang penasaran akan ibadahnya Bayu,ikut berdiri di barisan belakang.Lalu mengikuti gerakan orang shalat.


Sedangkan Kakashi memeperhatikan orang yang berada di posisi di mana ayahnya meninggal.


Setelah selesai shalat dan dzikir,Bayu menghampiri keluarganya.


" Bayu - chan...Apakah setelah ayahku meninggal,karpet itu di ganti?" ucap Kakashi.


" #Hemm...Bayu rasa tidak...Sebentar,Bayu akan bertanya kepada pak haji.." ucap Bayu.


Bayu datang memghampiri pak H. Ridwan.


" Pak haji..." ucap Bayu.


" Iya nak Bayu...Ada apa?" ucap pak H.Ridwan.


"Apakah setelah kakekku meninggal,karpet sajadah itu di ganti..?" ucap Bayu.


" Tidak nak...Sejadah itu tetap seperti itu.." ucap pak H.Ridwan.


" Suwun pak haji..." ucap Bayu lalu menghampiri ayah mertuanya.


"# Ayah...Pak haji bilang... Tempat untuk ibadah tidak di ganti.." ucap Bayu.


Terdengar suara anak kecil memulai mengajinya dengan bacaan surah Al Fatihah secara bersama - sama.


" Baiklah..." ucap Kakashi.


" # Apakah ayah curiga kalau kakek di racun?" ucap Bayu.


" Iya...Oleh sebab itu ayah mau kesini untuk mengeceknya.." ucap Kakashi.


" # Bayu dan kakek datang kemari,lalu duduk secara acak..Kebetulan di depan masih ada yang kosong..."


"# Dan Bayu mendapat tugas untuk memimpin ibadah.."ucap Bayu.


Hiroshi menepuk pundak kakaknya.


" Kakak.. Di sini tidak ada musuh kita..."


" Dan ayah meninggal dalam keadaan sehat.."

__ADS_1


" Bahkan paman melihatnya sendiri..."


" Saat sudah meninggal,ayah seperti masih hidup dan tersenyum.." ucap Hiroshi.


" Ayah kalian sebelum meninggal juga tidak mengeluh sakit... Nampak sehat seperti biasa..Paman saja tidak percaya jika saat itu ayah kalian telah tiada,setelah paman mengecek nafas dan denyut nadi,barulah paman percaya.." ucap kakek Naruto.


Mereka berjalan keluar mesjid.


" Kalau tidak salah aku pernah kemari.."


Kakashi nampak mengingat - ingat.


" Oh iya...Waktu itu musuh kita datang mencari rumah sewaan Bayu - chan.." ucap Kakashi.


" Rumah sewaan?" ucap Naruto.


" Iya paman.. Saat itu aku dan anak buahku mencari keberadaan Bayu - chan untuk menanyakan di mana Hinata - chan setelah dari kepolisian..." ucap Kakashi.


Kakashi pun bercerita sambil duduk di teras mesjid.


" Mengapa Bayu - san menyewa rumah?" ucap Shizuka.


" # Karena waktu itu aku tidak tahu bila aku masih punya keluarga.."


"# Yang aku tahu hanya aku dan ibuku saja.. Kakek dan nenek sudah meninggal..Saudara kandung pun tidak tahu mereka ada di mana,apakah masih hidup atau sudah tiada." ucap Bayu.


" Apakah nanti malam mereka akan datang lagi Bayu - san?" ucap Hiroshi.


" # Iya paman...Mereka akan datang kembali hingga malam Jum'at...." ucap Bayu.


" Baiklah...Ayo kita kembali kerumah.." ucap kakek Naruto.


Merekapun berjalan ke arah mobil yang sudah siap menunggu mereka,lalu masuk ke dalam mobil.


Satu persatu mobil meninggalkan mesjid.


****


Setelah shalat Isya'.


Rombongan warga Menteng datang kembali ke rumah Bayu.


" Assalam mu'alaikum..." ucap pak H.Ridwan orang pertama masuk.


Bayu, teman - temannya,dan keluarga Hatake yang dewasa yang sedang menunggu di ruang tamu menjawab salam " Wa'alaikum salam.."


Bayu berdiri lalu memghampiri. Ia bersalaman tak lupa cium tangan ke pak H.Ridwan. Lalu bersalaman ke yang lainnya. Sementara teman - teman Bayu masuk ke dalam mengambil minuman.


Pak H.Ridwan menghampiri kakek Naruto lalu bersalaman,kemudian ke Akiro,Hiroshi dan Kakashi. Lalu ke yang lainnya.


Teman - teman Bayu membawa minuman dan kue basah,kemudian di letakkan di depan tamu.


" Silahkan di nikmati..." ucap kakek Naruto berbahasa indonesia.


Lalu muncul 20 orang karyawan Cafe yang dulu berprofesi sebagai preman.Ada pula yang masih sebagai preman namun sudah insaf yang bekerja di pasar.


" Assalam mu'alaikum...." ucap salah satu mantan preman memakai pakaian muslim,namun ada sebagian tatto yang kelihatan.


Mereka bersalaman ke orang - orang yang duduk.


Saat bersalaman ke Kakashi,Kakashi heran,mengapa badannya banyak tato dan tindik memakai pakaian muslim.


Setelah semuanya duduk,pak H.Ridwan memulai acara tersebut.


Keluarga Hatake hanya diam menyimak mereka mengaji.


Setelah acara selesai.


" Bayu - san...Terjemahkan ke bahasa indonesia ucapan paman,Paman akan bicara ke semua orang.." ucap Hiroshi.


" # Baik paman..."


" Bapak - bapak dan masnya...Paman saya akan bicara,saya akan menerjemahkannya ucap Bayu.


" Mohon perhatian semuanya..."


Bayu menerjemahkan ke bahasa indonesia.


" Saya Hiroshi mewakili keluarga besar Hatake mengucapkan terima kasih atas rasa peduli kalian kepada kami..."


" Kami mohon maaf.."


" Besok kami harus kembali ke Jepang.."


" Karena ada yang harus kembali ke sekolah dan bekerja..." ucap Hiroshi lalu menundukkan kepalanya ke lantai di ikuti yang lainnya. Lalu menegapkan kembali.


" Saudara Kiyoshi adalah pemeluk agama islam,di mana sesama islam adalah saudara dalam keyakinan.."


" Kami minta maaf bila ada kesalahan kami kepada keluarga Hatake."ucap pak H. Ridwan.


Bayu menerjemahkan ke bahasa Jepang.


" Hai'...." ucap Hiroshi.


Kemudian Bimo dan yang lainnya datang membawa bakul berisi nasi,lalu di letakkan di depan orang -orang,kemudian piring berisi opor ayam.


Setelah semua dapat.Bayu membaca do'a makan sambil mengadahkan tangan. Di ikuti semua orang.


" Silahkan di makan.." ucap Bayu.


Mereka pun makan setelah Bayu selesai berkata.


Setelah semuanya selesai makan.


Bayu bersama keluarga Hatake berjalan ke pintu. Lalu para tamu keluar dan bersalaman.


" Dōmo arigatōgozaimasu " ucap Kakashi dan yang lainnya saat bersalaman. ( Terima kasih banyak.)


Setelah semua pergi.


Bayu membantu teman - temannya membereskan piring yang kotor di ikuti keluarga Hatake.


***


Pagi hari.


Bayu,dan kedua istrinya tidak masuk kuliah,karena keluarga Ayu akan kembali,kecuali Kakashi ,nenek Fumeko dan kake Naruto bersama istrinya. Sedangkan Ayu harus ke sekolah karena sedang Ujian.


Bu Hana juga ada,ia menunggu keluarga Hatake ke Bandara,barulah ia ke kantor.


Kakek Zhang juga hadir di rumah Bayu.


Nampak Bayu bersalaman ke Hiroshi lalu mencium tangan.


Hiroshi memeluk Bayu.


" Maafkan paman...Paman tidak bisa berlama - lama di sini...Nanti paman akan kembali ke sini lagi..." ucap Hiroshi.


"# Iya paman..." ucap Bayu.


Lalu Bayu bersalaman ke yang lainnya.


Setelah selesai bersalaman.Mereka masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Satu persatu mobil berjalan meninggalkan rumah Bayu.


__ADS_2