
Bayu tiba di rumah pak Anwar berpenampilan rapi. Karena ia akan pergi jalan - jalan bersama Dewi. Pakaiannya ia gosok memakai ajiam tapal geninya. Jadi gak perlu lagi setrika listrik. Cukup sentuh lalu menggerakkan telapak tangan ke pakaian yang di gosok. Pakaian yang semula kusut menjadi rapi kembali.
Bayu berjalan ke pintu rumah pak Anwar. Sedang Ida belum membalas mengenai Bayu melamar dirinya. Bayu menganggap Ida tidak mau menikah dengannya,sehingga ia tak lagi memikirkan hal tersebut karena membuat ia pusing.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu melihat Fuad duduk seorang diri sambil memainkan hapenya.
" Wa'alaikum salam..Masuk Bay..."
Bayu berjalan masuk ke dalam rumah menghampiri Fuad. Setwlah sampai,ia bersalaman.
" Duduk dulu..."
Bayu duduk di aamping Fuad.
" Jadi jalan ke bioskop Bay?" ucap Fuad.
Muncul Dewi dari dalam rumah. Bahu melihat Dewi sudah berpakaian bagus dan rapi serta berdandan.Lalu muncul ibunya Ida bersama Ida. Kemudian duduk menghadap Bayu.
" Jadi kang...Soalnya aku sudah janji..Pantang bagiku mengingkari.." ucap Bayu.
" Tadi aku dengar dari tetangga dan juga Ida.."
" Bahwa piyan menyelamatkan Ida..Dari truck yang melaju kencang?" ucap Fuad.
" Iya kang..Aku mengikuti Ida dari sekolahan,kulihat dia melamun sampai dia turun dari angkot.." ucap Bayu.
" Terima kasih ya Bay...Piyan telah menyelamatkan adik ulun.." ucap Fuad.
" Iya kang..." ucap Bayu.
" Aku sebagai mamaknya Ida mengucapkan terima kasih,telah menyelamatkan Ida.."
" Mamak dengar berita itu tekajut lah.." ucap bu Khadijah.
" Iya bu...Bapak mana bu..?" ucap Bayu tak melihat keberadaan pak Anwar.
" Selamatan di rumah tetangga.."ucap Fuad.
Bayu melihat ke arah Ida,ia melinat Ida menundukkan kepala.
" Ida mau ikut nonton? Kalau mau ikut ayoo..Kita berempat ke bioskop.." ucap Bayu.
Ida menggelengkan kepalanya.
" Ya sudah kalau tidak mau ikut"
Padahal Bayu telah mempersiapkan 4 tiket,ia mengira Ida juga akan ikut,lalu meminta tolong ke pengawalnya membelikan tiket nonton.
" Bu..Saya minta izin membawa Dewi pergi ke bioskop.." ucap Bayu.
" Iya..Mamak izinkan.." ucap bu Khadijah.
" Ayo dek Wiik..Kita berangkat..Keburu di mulai filmnya.." ucap Bayu.
__ADS_1
" Ayoo kak.." ucap Dewi.
Bayu berdiri lalu membungkuk sambil berjalan,karena akan melewati ibunya Ida.
Dewi mengikuti Bayu.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap bu Khadijah dan Fuad serempak.
Setelah Bayu dan Dewi pun pergi menuju bioskop.
" Kenapa kamu diam aja Da..."
Ida diam tak menjawab.
" Bayu bilang ke kakak,besok dia kembali le Jakarta,dan tak akan kembali ke sini.."
" Dia sudah ikhlas melepaskanmu jika kamu kada mau menjadi bininya..." ucap Fuad.
Ida berdiri lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.
***
Bioskop.
Nampak Bayu dan Dewi duduk di kursi penonton.
Bayu yang menatap layar film,tapi pikirannya ke Ida.
" Kenapa kamu masih diam saja Da..."
" Aku tahu aku yang salah..Mengapa kamu gak mau maafin aku.." ucap Bayu dalam hati. Sebab dirinya telah meminta maaf,namun Ida tak menjawabnya.
Bayu menghela nafasnya,lalu berzikir dalam hati sambil menatap ke layar bioskop.
Dewi memegang lengan Bayu,sebab film yang di tonton Film Horor.
Bayu menoleh ke Dewi lalu melihat ke layar kembali.
" Masih sereman yang kulihat...." ucap Bayu dalam hati,lalu lanjut berzikir.
Hingga Film itu selesai di putar,ruangan yang semula gelap,kini terang kembali.
" Ayo kak kita pulang.." ucap Dewi.
" Tunggu sebentar...Kalau sekarang,kita akan berdesak - desakan...Sabar ya..." ucap Bayu.
Setelah agak lengang,Bayu dan Dewi beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar meninggalkan bioskop.
***
Rumah Ida.
__ADS_1
Bayu dan Dewi baru saja sampai,di stang motor ,terdapat kantong kresek berisi makanan yakni martabak manis dan martabak telor.
Mereka berjalan ke rumah. Bayu menyerahkan kantong lreaek itu ke Dewi.
Dewi mengetuk pintu rumah,karena pintu rumah tertutup.
Tok..Tok...Tok...
" Assalam mu'alaikum..." ucap Dewi.
" Wa'alaikum salam..." suara pak Anwar dari dalam rumah.
Ceklek....Kriiiiieeet....
Pintu terbuka,nampak pak Anwar berdiri. Dewi berjalan masuk ke dalam rumah.
" Maaf pak...Saya langsung pamit pulang.." ucap Bayu.
" Gak mampir dulu.." ucap pak Anwar.
" Tidak pak..."
Bayu menyodorkan tangannya,pak Anwar menyambut tangan Bayu.
Bayu mencium punggung tangan pak Anwar,lalu melepaskan jabatan tangannya.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap pak Anwar.
Bayu berjalan ke arah sepeda motor supra Fit. Ia berharap bisa melihat Ida untuk terakhir kalinya saat mengantar Dewi pulang,namun ia tak melihat Ida. Ia berpikir,memang sudah nasibnya tak bisa memiliki Ida yang wajahnya mirip dengan kekasihnya itu.
" Dia bukan jodohku..." ucap Bayu dalam hati sambil menyalakan sepeda motor lalu menjalankan sepeda motor tersebut menuju rumah sewaan.
Saat Bayu keluar dari gang,ada yang mengikuti Bayu dari belakang.
Bayu yang sedang memikirkan Ida,tak tahu jika ada yang mengikuti.
Begitu sampai di rumah sewaan,Bayu turun dan berjalan ke pintu.
Ceklek....Ceklek...
Terdengar suara sepeda motor,Bayu melihat ke arah asal suara tersebut sambil membuka pintu.
Bayu melihat ternyata yang naik motor itu Fuad bersama Ida.
Ida turun dari motor lalu berlari ke Bayu,setelah sampai Ida memeluk Bayu.
" Kak...Adek ikut ya..." ucap Ida.
" Ikut kemana?" ucap Bayu.
" Ke Jakarta..." ucap Ida..
__ADS_1