
Setelah mengobrol dengan Dwi Widodo. Akhirnya Bayu mulai mendapat titik terang,akan tetapi yang mengakibatkan dirinya lupa ingatan dan tercebur ke aungai belum mendapat jawaban.
Bayu duduk bersama Timnya di dalam tenda.
Seorang wanita yang mengenakan pakaian Militer berasal dari Amerika masuk kebtenda bersama Atasan Bayu. Mereka mencari Bayu karena telah berhasil menyelamatkan sandera tanpa terluka,baik sandera maupun para tentara.
" who is leading you " ucap wanita itu. ( Siapa yang memimpin kalian.
Sebagian anak buah bayu menunjuk Bayu.
Wanita itu melihat ke arah Bayu yang duduk melamun.
Wanita itu mendekati Bayu setelah dekat ia memperhatikan Bayu.
" are you the leader here " ucap wanita itu. (apakah kamu pemimpin di sini).
Bayu diam tak menjawab,sebab ia memikirkan jati dirinya.
Atasan Bayu berjalan mendekati Bayu yang bernama Ling Zhan.
" Jiang..." ucap Ling Zhan.
Bayu tetap diam tak menjawab.
Ling Zhan lantas menyentuh pundak Bayu.
" Eeehh...!!! Bayu tersentak kaget,lalu melihat atasannya berdiri di dekatnya segera berdiri tegap.
" Kenapa kamu diam saja Jiang?" ucap Ling Zhan.
" *Siap...Aku memikirkan tentang keluargaku pak.." ucap Bayu.
" Nona Carla ingin menemuimu karena kamu berhasil menyelamatkan sandera tanpa ada korban terluka..." ucap Ling Zhan.
Bayu melihat ke arah wanita Amerika itu.
" Sorry. I wasn't focused " ucap Bayu.
" Not problem..." ucap Carla.
Ling Zhan terkejut,Bayu bisa bahasa inggris. Ia berpikir Bayu tak bisa bahasa inggris.
Setiap hari,Bayu memghapal kosa kata bahasa inggris agar dirinya bisa berbahasa inggris di saat tak ada kegiatan latihan bersama teman - temannya. Namun kadang tidak menghapal.
20 menit Bayu mengobrol dengan Carla.
Carla memuji Bayu dalam memimpin Timnya. Kemudian pergi meninggalkan tenda/ barak milik Bayu.
" Ganggu aja...Lagi mikir caranya ke indonesia,malah ada pengganggu.." ucap Bayu dalam hati lalu duduk kembali,dan melamun.
Di luar barak Bayu.
Muncul rombongan mobil dari tentara China yang memyelamatkan sandera. Dari 35 tentara yang berangkat,tersisa 15 orang. Mereka tewas saat memyelamatkan sandera.Bahkan yang memimpin misi itu juga gugur. Sandera yang mereka bawa juga ikut tewas. Mobil mereka di hantam senjata peluncur roket. Mereka menyelamatkan para sandera tidak seperti Bayu yang bergerak secara senyap dan cepat.Serta tak memakai busur panah,sehingga mereka ketahuan.
Terdengar suara Adzan .
" Itu suara adzan..." gumam Bayu.
Bayu lantas berdiri lalu berjalan keluar tenda.
Suara Adzan terdengar sangat jelas.
" Kenapa di sini mesjid,dan kenapa di China tak mesjid? "
" Apakah mereka semuanya Atheis...Jadi tak ada mesjid.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melihat ke arah para tentara indonesia sedang berwudhu.
" Heeemm...Sepertinya mereka juga akan shalat.."
" Ikut shalat aah..." ucap Bayu lalu berjalan untuk wudhu.
Para tentara indonesia yang meluhat tentara China ikut berwudhu heran. Namun ia tak berani berbicara,sebab mereka tak paham bahasa China.
Selesai berwudhu,para tentara Indonesia masuk ke dalam barak untuk shalat bersama.
Bayu mengikuti mereka masuk ke dalam barak,lalu berdiri di samping tentara yang sedang shalat.
" You muslim" ucap pria yang akan ikut shalat.
__ADS_1
Bayu yang sedang mengangkat tangan tak memghiraukan pria itu.Karena shalat sedang berlangsung.
Setelah selesai shalat,mereka melihat ke arah Bayu.
" Kenapa kalian menatapku?"
" Apakah ada yang salah?"Bayu heran .
Di antara para tentara itu ada Dwi Widodo.
" Kowe islam kah?" ucap Dwi Widodo.
" He eh...Lapo.." ucap Bayu.
" Jancook..."
" Tenane kowe islam..." ucap Dwi Widodo tak percaya.
" Keyakinan itu hanya Allah yang tahu,kalian tak tahu..Kalian tahunya aku atheis kan.." ucap Bayu.
Komandan tentara indonesia yang menjadi imam shalat menghampiri Bayu lalu menyodorkan tanganya.
" Irham.." ucap pria itu.
" Jiang" ucap Bayu sambil menyambut tangan Irham lalu melepaskannya.
" Selama saya bertugas,baru kali ini melihat tentara china ikut shalat.." ucap Irham.
" Tadi aku dengar adzan,lalu aku mau wudhu,ku lihat ada tentara dari indonesia sedang wudhu,ya aku ikut aja sekalian.." ucap Bayu.
" Apakah anda seorang mualaf?" ucap Irham.
" Mualaf? Mualaf itu apa?" ucap Bayu tak paham kata Mualaf.
" Mua'alaf itu orang yang awalnya bukan agama islam lalu masuk islam" ucap Irham.
" Ooo...."
" Aku tidak tahu...Yang aku tahu aku melakukan shalat saja.." ucap Bayu.
" Siapa yang memgajarimu...?" ucap Irham.
" Tak ada pak..." ucap Bayu.
" Iya..Ya...Saya ingat..."
" Saya merasa senang bisa bertemu orang yang berhasil memenangkan lomba itu.." ucap Irham.
" Anda bisa saja.. Itu hanya keberuntungan.." ucap Bayu.
" Oh iya...Aku dengar bahwa Tim penyelamat yang melematkan sandera tanpa terluka itu yang mimpin adalah Jiang..Apakah itu anda..?" ucap Irham
" Iya pak..."
" Saya yang mimpin atas pertimbangan dan juga pengintaian...Bergerak senyap...Cepat...Dan " ucap Bayu.
" Tepat..." ucap Bayu dan Irham bersamaan.
" Kok bapak tahu....?" ucap Bayu.
" Itu slogan kami.."
" Tunggu dulu..."
" Apakah anda berasal dari indonesia?" ucap Irham.Sebab Bayu bisa bahasa indonesia dan juga tahu slogan TNI.
" Saya dari China pak..."
" Yen jengengan mboten percoyo..."
" Takonnono Dwi pak.." ucap Bayu.
" Anda bisa bahasa jawa juga.." ucap Irham.
" Saget pak...Itu guru saya..." ucap Bayu sambil menunjuk ke arah Dwi Widodo.
" Jancook...Kok aku...Kenal aja baru ini.."
" Arek iki mirip Bayu pak..."ucap Dwi Widodo.
__ADS_1
" Bayu siapa?" ucap Irham.
" Bayu yang nikah dapat 2 istri itu loh pak,terus pernikahannya di hadiri pak presiden,para mentri,dan para pejabat negara..."
" Sampai - sampai 2 Bataliyon mengamankan acara itu." ucap Dwi Widodo.
Irham memperhatikan wajah Bayu dengan seksama.
" Jancook.."
" Ternyata aku bukan orang kaya saja,tapi berpengaruh di Indonesia...Aku harus segera ke Indonesia.." ucap Bayu dalam hati.
" Pangkat anda apa?" ucap Irham.
" Saya Kolonel pak... Permisi saya mau balik ke tenda saya.. Terima kasih telah di izinkan shalat bersama kalian..."
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu lalu pergi.
" Wa'alaikum salam..." ucap para tentara Indonesia.
Irham lantas keluar tenda menuju meja kerjanya untuk memghubungi markas besar TNI perihal Jiang yang bisa bahasa indonesia dan jawa serta wajahnya mirip dengan Bayu.
Di sisi Bayu.
Bayu duduk menyendiri,ia kepikiran ucapan Dwi Widodo barusan di tenda.Meskioun Bayu duduk di cuaca yang panas,ia tak merasakan hawa panas tersebut.
" Jika aku nikah,mungkin hanya keluarga dan tetangga saja yang datang. Lah ini pak presiden ,Mentri sampai pejabat datang ke pesta penikahanku.."
" Apakah keluargaku orang terkaya nomor satu di Indonesia?" ucap Bayu dalam hati sambil menatap langit yang nampak cerah.
1 Jam kemudian.
Irham berjalan mencari Bayu,lalu ia melihat Bayu duduk menyendiri. Ia pun datang menghampiri.Lalu duduk di sampingnya.
" Apakah anda kangen dengan keluarga anda?" ucap Irham.
" Iya pak..."
" Pengeeen...Sekali kesana. Tapi gak bisa"
" Eh...!!!
" Kok bapak tahu?" ucap Bayu tersadar.
" Nama asli anda Muhammad Bayu Samudra Han...Apa benar..?" ucap Irham pelan.
" Bapak siapa? " ucap Bayu waspada. Karena tentara Indonesia itu tahu nama aslinya.
" Tenang...Gak usak panik dan takut.."
" Aku bisa menjaga rahasiamu.." ucap Irham.
" Dari mana anda tahu nama itu?" ucap Bayu.
" Dari atasanku..."
" Atasanku bekerja sama dengan keluarga Han. Lalu menghubungi keluarga Han.."
" Kalau tidak percaya sebentar,saya telpon keluarga anda."ucap Irham pelan.
Irham mengambil hapenya,lalu menelpon,setelah itu memberikan ke Bayu.
" Haloo.." ucap Bayu
" Bayuu...Ini aku kakek buyutmu Zhang Yong Han.." suara kakek Zhang.
" Kakek..Serius ini anda kakekku..Lalu kenapa aku ada di china..?" ucap Bayu pelan.
Zhang Yong Han lantas menceritakan kejadian mengapa Bayu bisa di China dan lupa ingatan.
Terjawablah sudah pertanyaan yang ada di kepalanya itu.
" Ada yang membunuh Putri,sampai saat ini belum di temukan pelakunya..."
" Oh iya...Ayu melahirkan sorang bayi laki - laki dan Diana melahirkan bayi perempuan" suara kakek Zhang.
" Diana itu siapa?" ucap Bayu tak tahu.
" Diana itu istri ketigamu Bayu..." suara kakek Zhang.
__ADS_1
"APAAAAAAA.....!!! " ucap Bayu nyaring,ia sangat terkejut mengetahui bahwa dirinya memiliki 3 istri.
" Ternyata benar dia Bayu,pantas saja dia bisa menembak dan menang dalam lomba itu serta bisa bergerak seperti slogan TNI." ucap Irham dalam hati.