
Bayu di bawa ke desa di mana pria itu tinggal melalui jalan rahasia bersama saudaranya.
Setelah sampai,Bayu di letakkan di depan rumah ketua desa yang rambutnya sudah memutih semua.
Kepala desa melihat mata Bayu,awalnya ia tak oercaya dengan laporan para cucunya. Namun saat ia melihat mata Bagu,ia oun percaya. Seluruh penduduk berkerumun melihat Bayu terbaring di sebuah ranjang yang terbuat dari bambu teras rumah.
" Siapa namamu?" ucap kepala desa.
"* Namaku Jiang tanpa marga..."
"* Tolongin aku kakek...Badanku tidak bisa aku gerakin.." ucap Bayu.
Seorang pria menggeledah tas,lalu menemukan kartu identitas Bayu. Kemudian memberikan kepada kepala Desa.
Kepala desa membaca identitas Bayu.
" Jauh sekali dari tanggal lahirnya..Nama desa kelahiranmu Shonjhing?" ucap kepala Desa.
"* Itu aku di buatkan...Sebenarnya aku tak punya identitas,lalu aku tak sengaja masuk ke rombongan siswa yang sedang menuju markas militer..".
Bayu menceritakan dirinya salah masuk bis hingga sekarang.
"*Begitulah pak..." ucap Bayu.
Bayu teringat akan ular cobra yang menggigit kakinya.
" Apakah karena aku di gigit ular ya..Terus mataku begini" ucap Bayu dalam hati.
" Mengapa matamu berubah - ubah,dari normal ke Hitam,lalu ke Merah, Lalu ke warna - warni..." ucap kepala desa.
"* Maaf..Apakah anda bisa melihat warna mata tanpa alat bantu?" ucap Bayu.
" Tentu saja aku tidak bisa.." ucap kepala desa.
"* Itulah yang terjadi padaku,aku tak bisa melihat mataku sendiri tanpa kaca.. "
Seorang gadis memberikan cermin pada kepala desa,lalu kepala desa meletakkan cermin itu di depan Bayu.
Bayu melihat matanya berubah hitam semua.
"* Ada apa dengan mataku...Kenapa hitam semua.."
Mata Bayu normal kembali.
Tak lama kemudian berubah memjadi merah.
"*Ibuuuuuuu....Jiang takut buu......" ucap Bayu ketakutan melihat matanya sendiri berubah warna.
Orang - orang yang melihat reaksi Bayu.
" Siapa nama ibumu?" ucap kepala desa.
"* Xoulang...Ayahku bernama Anming,mereka juga tak memiliki marga. Dan mereka telah tewas.." ucap Bayu.
" Apakah yang kamu ucapkan adalah kebenaran...?" ucap kepala desa.
"* Sebenarnya aku bingung.. Aku ini siapa?"
" * Aku tidak ingat apa - apa"
"* Aku di temukan oleh nelayan yang biasa mencari ikan di pinggir sungai bernama Anming..."
"* Kemudian aku di rawat oleh mereka.Aku di beri nama Jiang."
" * Ketika mereka berbicara,bahasanya berbeda dengan ucapanku.." ucap Bayu.
" Berbeda bagaimana?" ucap kepala desa.
"* Contoh saja..."
" Ibu..."
"* Apakah kalian paham ucapanku barusan.?" ucap Bayu.
" Tidak...Aku tidak paham.." ucap kepala desa.
" * Yang aku katakan adalah Mǔqīn,"
" Mǔqīn...Ibu..."
"* dua kata itu sama...Jika kalian punya buku kamus bahasa indonesia.."
" * Maka kalian akan tahu.."
" * Jika kalian tanya kenapa mataku ini,aku tak bisa menjawabnya,karena aku baru mengetahuinya..." ucap Bayu.
" Apakah kita memiliki buku itu?" ucap kepala desa.
" Ada kakek...Sebentar aku ambilkan dulu.." ucap seorang gadis.
Gadis itu pergi lalu mengambil bukunya kemudian kembali lagi.
" Ini kakek.." ucap gadis itu sambil menyerahkan buku .
Kepala desa lantas mencari kata Mǔqīn ke dalam bahasa indonesia.
" * hurufnya adalah I B U....Ibu..." ucap Bayu.
Eh......!!!?? Kepala desa terkejut melihat kalimat itu sama dengan di kamus.
"* Apakah ada dokter di sini,tolong periksakan tubuhku ini,mengapa tidak bisa bergerak... Apakah karena gigitan ular itu,sehingga badanku tak bergerak..." ucap Bayu.
__ADS_1
" Apakah kamu memiliki saudara..? ucap kepal desa.
"* Anda bertanya?"
" "Atau tuli atau lupa?"
" * Tadi aku sudah jelaskan,aku di temukan di tepi sungai.."
" * Aku tidak ingat apa - apa,namaku saja tidak tahu....." ucap Bayu.
" Apa kamu mengetahui rahasia di balik mata warna warni.." ucap kepala desa.
" * Maaf,pertanyaan anda sama seperti tadi.."
"* Sekarang gantian aku bertanya,apakah kalian bisa membantuku ke pos militer terdekat..Aku khawatir mereka mencariku..Kalau tidak bisa langsung katakan,jangan lontarkan pertanyaan yang sama,padahal sudah aku jawab sebelumnya." ucap Bayu.
" Maaf...Bukannya kami tidak mau,kami mendengar ada kelompok yang memgincar matamu itu.." ucap seorang pemuda A.
Bayu teringat ada sorang pria mencoba berbuat jahat pada dirinya.
" * Pantas saja aku di kejar oleh orang jahat.." ucap Bayu.
" Siapa yang mengejarmu?" ucap kepala desa.
" *Seseorang,dia memanggilku Bayu,padahal namaku Jiang,lalu aku kabur karena orang itu tak mengerti ucapan bahasa indonesia untuk menyakinkanku dan aku masuk ke bis yang salah." ucap Bayu.
" Tunggu dulu..."
" Dari ceritamu,dapat aku simpulkan bahwa kamu amnesia,lalu keluargamu mencarimu. "
" Nama aslimu kemungkinan adalah Bayu.." ucap pemuda A.
"* Bisa jadi...Tapi mengapa aku berbicara memakai bahasa indonesia dia tidak paham..." ucap Bayu.
" Keluargamu meminta bantuan orang lokal.." ucap pemuda A.
"* Benar juga ya..."
" Berarti aku ini Bayu,dan aku orang indonesia.." ucap Bayu.
" Apakah kamu mengetahui tentang mata warna - warni?" ucap kepala desa.
" Jancok..." ucap Bayu.
" Apa itu jancok..?" ucap kepala desa.
"* Itu ungkapan rasa kesal dan jengkel kepada orang yang membuatku kesal...Sudah di beritahu kalau aku baru kali ini melihat dan merasakan kejadian ini,malah nanya mataku lagi..," ucap Bayu jengkel.
" Maaf...Aku sudah tua,jadi emang begini.." ucap kepala desa.
"* Iya aku maafkan...Untung ada bukan kakek aku,jika kakek aku sudah aku lakban mulutnya karena bertanya berulang kali dengan pertanyaan yang sama.."
" Kamu memiliki ponsel sendiri.." ucap pemuda B.
" * Itu tidak bisa di pakai,kartuku tidak aktif..Kalau tidak percaya silahkan anda periksa sendiri.." ucap Bayu.
Pemuda B lantas memeriksa ponsel milik Bayu.
" Iya....Kartunya tidak aktif.." ucap pemuda B.
"* Yang aku katakan adalah kejujuran.." ucap Bayu.
" Siapa yang mau kamu hubungi..?" ucap pemuda A.
" * Bibi angkatku nomornya..."
Pemuda A lantas mengeluarkan ponselnya lalu mengetik nomor yang di sebutkan oleh Bayu.
" * Nama bibiku Ling Ling...." ucap Bayu.
Pemuda A menelpon nomor tersebut.
Tuuut....Tuuuttt....Tuuutt....
" Halo...Apakah benar anda nyonya Ling Ling?"
Tak ada jawaban,lalu pemuda A melihat masih tersambung.
" Tidak ada suara,tapi panggilannku di terima" ucap pemuda A sambil mematikan panggilan.
"* Tolong berikan padaku,biar aku yang bicara.
Pemuda A lantas menelpon lagi lalu meloud speaker.
panggilan di terima lalu di letakkan di depan Bayu.
"* Halo bibiku yang cantik...Ini aku Jiang.." ucap Bayu.
" Jiang....Benarkah kamu Jiang..?" suara Ling Ling.
" Jancok...." ucap Bayu.
" Nah...Ini aku baru percaya jika kamu Jiang.."
" Mengapa kamu baru menelpon.." suara Ling Ling.
"* Kartunya sudah tidak aktif bibi...Aku gak bisa isi pulsa.." ucap Bayu.
" Ooo..Maaaf...Ini nomor siapa?." suara Ling Ling.
"* Nomor penduduk desa bi..Aku pinjam" ucap Bayu.
__ADS_1
" Ibumu datang mencarimu.." suara Ling Ling.
"* Ibuku...?" ucap Bayu.
" Iya ibumu... Dia menceritakan saat dirimu bertemu dengan salah satu anak buahnya.."
" Dia sangat mencemaskanmu. Hubungi dia.."
" Ini nomornya..Kamu catat.."
Ling Ling menyebut nomor hape Hana. Bayu menghapal nomor tersebut.
" Sudah...?" suara Ling Ling.
"* Sudah bi.." ucap Bayu.
" Hubungi ibumu sekarang.." suara Ling Ling.
Panggilan berakhir.
" * Tolong hubungi ibuku nomornya yang tadi di sebutkan oleh bibiku.."ucap Bayu.
Pemuda A lantas mengetik nomor yang di sebutkan oleh Bayu,lalu menelpon sambil berjalan agak memjauh.
Tuuut....Tuuut...Tuuuut...
" *Halloo...Ini siapa?" suara Hana.
" Apakah anda ibunya Jiang?" ucap pemuda A.
"* Kamu dapat nomorku dari siapa?" suara Hana.
" Dari seorang wanita bernama Ling Ling..." ucap pemuda A.
"* Di mana Jiang..."suara Hana.
" Apakah kamu mengetahui kekuatan Jiang?" ucap pemuda A.
" * Tentu saja aku tahu,karena aku ibunya...Katakan padaku di mana Jiang?" suara Hana.
" Dari mana asalmu..?" ucap pemuda A.
" * Jika kamu berbuat macam - macam pada anakku...Aku akan mencari dan membunuhmu...Tak peduli kamu presiden sekalipun,berapa banyak pasukanmu..Aku akan membantai kalian semua..Katakan di mana putraku" suara Hana.
" Kamu mengancamku? ucap pemuda A.
" * Iya...Dan ancamanku tidak main - main.."
" * Di mana putraku..." suara Hana.
" Carilah sendiri.." ucap pemuda A.
" * Baiklah..Aku dari Indonesia.." suara Hana.
" Indonesia...?" ucap pemuda A.
" * Iya.. Aku dari indonesia,jika tak percaya. Datanglah kerumahku.." suara Hana.
" Apa yang kamu lakukan di negaraku?" ucap pemuda A.
"* Mencari putraku yang hilang,karena aku terpisah dengan dia saat kami liburan..Kami mencari di aliran sungai,namun tidak menemukannya." suara Hana.
" Apakah hari ini ulang tahun Jiang?" ucap pemuda A.
" * Aku akan pergi ke sana...Tunggu kehadiranku,aku akan membunuh kalian semua jika putraku terluka.." suara Hana.
Panggilan berakhir.
" Kamu tidak bisa mengancamku.." ucap pemuda A.
Pemuda A tidak mengetahui bahwa Hana telah melacak posisi keberadaan orang yang menelpon dirinya,yang di bantu oleh timnya.
Pemuda A melihat ke layar.
" Sial...Di matikan..."ucap pemuda A.
Pemuda A lantas memberi tahu kepada kepala Desa yang merupakan kakek buyutnya(Leluhur).
Kemudian mereka segera mengadakan rapat membahas masalah Bayu.
Sementara Bayu masih tergeletak lemah tak bertenaga. Tak ada seorang pun yang mendekatinya.
"* Kenapa kalian begitu tidak peduli denganku..?"
" * Jika kalian menghadapi masalah..."
"* Aku tidak peduli.."
"* Bila kalian membongkar rahasiaku..Aku akan membunuh kalian semua.." ucap Bayu.
1 jam kemudian.
Mereka memghampiri Bayu.
" Aku akan mengantarmu ke titik pos militer terdekat..." ucap pemuda A.
" * Terima kasih.." ucap Bayu.
Mereka memutuskan untuk mengantar Bayu ke pos militer. Ia tak peduli dengan mata Bayu. Sebab mereka curiga bahwa Bayu adalah pengikut aliran hitam karena mata Bayu bewarna merah dan hitam,meskipun memiliki warna warni.
Bayu diangkat ke tandu,lalu dibawa menuju ke pos militer terdekat sesuai peta yang di miliki Bayu.
__ADS_1