SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGEMBALIKAN TUPPER WARE


__ADS_3

Cafe mantan.


Suara dentingan besi beradu di lokasi yang tetutup pagar seng.


Nampak para pekerja membangun rumah bertingkat hilir mudik membawa material bangunan,ada pula yang sedang memasang kerangka bangunan terbuat dari besi betoneser.


Rumah bertingkat itu untuk anak buahnya Bayu yang tak punya tempat tinggal.


Mereka sangat sekali di buatkan tempat tinggal oleh Bayu. Sebab selama ini mereka tidurnya tak menentu. Awalnya mereka dekil dan kucel,kini nampak rapi dan bersih,meskipun badannya ada tatonya.


Pak ustadz Fikri dengan sabar mengajari mereka agar mereka bisa menangkap apa yang ia ajarkan. Pak ustadz Fikri datang sebelum magrib,agar saat mengajar tak terganggu oleh para pekerja proyek. Salah satu anak buah Bayu menjemput menjemputnya.


Sebuah mobil Pajero hitam berhenti. Nampak teman - teman Bayu turun dari mobil. Mereka datang ke Cafe itu mengira Bayu datang ke tempat tesebut . Karena di kampus mereka tak melihat Bayu.Mereka masuk kedalam tanpa pengawal.Daniel yang membawa mobil tersebut.


Teman - teman Bayu menghampiri salah satu preman.


"Kang...Bayu ada di mana?" ucap Daniel pada salah satu preman.


"Gak tahu Niel..,soalnya bos belum datang kesini." ucap preman itu.


"Jangkreeek.... Bayu kemana ya.." ucap Bimo.


Lukman menelpon Bayu.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan..." suara operator.


"Wasssu..... Masih gak aktif nomornya Bayu...Bangkeek..." ucap Lukman kesal.


"Terus gimana neh?


"Apa jangan - jangan Bayu masih molor di kapal?" ucap Paijo.


"Bisa jadi... Ayoo kita kesana..." ucap Bimo.


"Ayooo...." ucap mereka serempak.


Mereka kemudian meninggalkan Cafe tersebut.


1 Jam kemudian


Mei Lien datang bersama pengawalnya.


Mei Lien mencari keberadaan Bayu. Namun tidak menemukan Bayu.


"Kemana Bayu ya.... Apa dia pulang kampung...


Mei Lien berjalan menghampiri para preman.


"Bayu ada di mana?" ucap Mei Lien pada para preman yang sedang ikut membantu pembangunan.


"Gak tahu Non..." ucap preman 1.


"Apakah Bayu ada datang kesini?" ucap Mei Lien.


"Belum ada Non. Terakhir bos kesini hari sabtu.." ucap preman 2.


"Oke... Terima kasih.." ucap Mei Lien lalu berjalan ke arah mobilnya.


"Sial....


"Sayang...Kamu ada di mana..." ucap Mei Lien dalam hati gelisah....


---***----


Di dermaga kapal pesiar.


Nampak teman - teman Bayu berjalan ke arah kapal pesiar tersebut.


Seorang pria yang menjaga kapal pesiar keluarga Han menghampiri mereka.


"Maaf,kalian mau kemana?" ucap pria itu.


"Mencari Bayu pak...Soalnya sejak semalam Bayu tak ada pulang... Kita ke kampus,Bayu tak ke kamous,ke Cafe juga tak ada..." ucap Lukman.


"Bayu siapa ya..?" ucap pria itu.


"Bayu keluarga Han pak... Kemarin dia naik kapal ini..." ucap Daniel.


"Ooo....Bayu keluarga Han... Dia gak ada datang kesini..." ucap pria itu.


"Terima kasih pak atas infonya.." ucap Paijo.


"Kita cari kemana lagi neh?" ucap Bimo


"Pondok pesantren gimana?" ucap Daniel.


"Aku gak tahu tempatnya..." ucap Bimo.


"Kita pulang gin...Siapa tahu Bayu dah pulang.." ucap Paijo.


Mereka memutuskan untuk pulang saja.


---***----


Di rumah Bayu.


Malam hari


Nampak Hana mencoba menelpon Bayu,setelah Bayu menelpon dirinya.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.." suara operator.


Hana mematikan panggilan tersebut.


"Sayang...Kenapa kamu begini...Apa yang terjadi padamu...


Mei Lien lantas teringat saat terakhir melihat Bayu.


"Mei Lien...


"Aku harus bicara padanya...


Hana kemudian berjalan ke pintu kamarnya.


Ceklek....Kriiieeet... Pintu terbuka lalu Hana menutup kembali.


Jeddukk....


Hana berjalan ke arah tangga menuju lantai 2 menemui Mei Lien.


Setelah sampai di pintu kamar Mei Lien.


Tok....Tok....Tok....


"Mei...Buka pintunya dek....


Tak ada jawaban.


Tok....Tok...Tok...


"Meii.....


Hana memegang tuas pintu lalu menekannya.


Ceklek.... Pintu kamar terbuka.


Nampak kamar Mei Lien kosong tak ada penghuninya.


"Siaall...Gak ada orangnya lagi...


Hana tahu dari Bimo cs,bahwa Bayu tak ada ke kampus dan ke Cafe. Hana juga tak melihat Mei Lien. Hanya di beri tahu oleh pembantunya bahwa Mei Lien pulang sendirian tanpa Bayu. Kemudian Hana bertanya pada pengawal perihal Bayu. Pengawal yang mengikuti Bayu memberi tahu bahwa Bayu keluar dari kapal,lalu mereka mengikuti,kemudian mereka kehilangan jejak Bayu.


"Apa dia pulang ke Jogja?...


Hana kembali ke kamarnya.


Saat berjalan ke arah tangga,ia melihat Paijo membawa segelas kopi yang besar naik tangga.


"Jo..." ucap Hana.


"Iya bu...." ucap Paijo.


"Apakah Bayu ada menghubungimu atau menghubungi yang lain?" ucap Hana.


"Tidak ada bu... " ucap Paijo.


"JUANCOOOOK....." suara teriakan lukman yang berada di balkon.


Hana berjalan ke arah lukman di ikuti Paijo.


"Kenapa kamu teriak nak...?" ucap Hana.


"Nganu bu...Bayu menulis status di Facebooknya...Ini bu statusnya." ucap Lukman sambil memberikan hapenya pada Hana.


Hana menerima hape lukman lalu melihat ke layar hape.


AKU LAGI BERKELANA MENCARI KITAB SUCI.


JANGAN MENCARIKU,AKU PASTI AKAN KEMBALI.


Hana mengetik komentar di status Bayu. Lalu mengembalikan hape lukman.


"Jika Bayu memberi kabar ke kalian...Beri tahu ibu..." ucap Hana.


"Injih bu..." ucap mereka serempak.


Kemudian Hana berjalan lagi ke kamarnya.


"Apa Mei Lien melakukan hal negatif ya...


Hana memutuskan untuk mendatangi rumah Mei Lien,untuk menanyakan langsung. Apa yang sebenarnya terjadi pada Bayu,mengapa Bayu pergi dari rumah.

__ADS_1


***


Rumah Mei Lien.


Nampak Hana mengobrol dengan Jien Li Han.


Sebab Mei Lien belum pulang.Hana tak bercerita soal Bayu belum pulang setelah dari kapal pesiar.Ia hanya berbasa basi saja.


20 menit kemudian,Hana memutuskan untuk pulang karena Mei Lien belum juga muncul.


"Paman,Hana pamit pulang dulu..." ucap Hana.


Mei Lien muncul dengan wajah lesu sambil menenteng tas kecil.


"Iya...." Jien Li.


Hana melihat Mei Lien datang.


"Mei Lien...." ucap Hana lalu berjalan menghampiri.


"Mampus gue...Apa yang harus aku katakan..." ucap Mei Lien dalam hati.


"Iya kak..." ucap Mei Lien.


"Ikut kakak..." ucap Hana sambil menarik Mei Lien.


Mei Lien mengikuti Hana.


Mereka berjalan ke mobil yang di tumpangi Hana.


"Kalian keluarlah dulu..." ucap Hana pada supir dan pengawalnya.


"Siap bu..." ucap mereka serempak.


Hana dan Mei Lien masuk dalam mobil.


Hana menatap wajah Mei Lien yang nampak lesu,sebab ia belum makan,hanya sarapan pagi saja.


"Katakan sejujurnya pada kakak,apa yang sebenarnya terjadi saat di kapal itu.."


Mei Lien terdiam,ia ingin berkata tapi mulut tak bisa mengucapkannya.


"Katakan dek...Sebab Bayu bilang ada urusan. Tapi tak ada memberi tahu tempatnya..


Mei Lien tetap diam tak bicara.


"Baiklah kalau tak mau bicara... Kakak akan bicara pada kakek.." ucap Hana sambil membuka pintu.


Mei Lien memegang tangan Hana.


"Jangan kak...." ucap Mei Lien.


"Baiklah.,Mei...Kamu harus bisa mengatakannya...Di usir atau tidak itu urusan belakang,yang penting kamu nyatakan perasaanmu yang kamu pendam" ucap Mei Lien dalam hati menyemangati dirinya sendiri.


Hana menutup kembali pintunya.


"Cepat katakan pada kakak..." ucap Hana.


"Dulu sebelum aku tahu bahwa Bayu adalah keponakanku,aku jatuh cinta sama Bayu kak...


"Aku menyatakan rasa sayang dan cintaku pada Bayu,tapi Bayu tidak mau menerima.


"Aku memohon padanya untuk menerima cintaku,tapi Bayu tetap tidak mau,Kepalaku sakit banget kak... Karena aku sangat mencintai dia,


"waktu aku masuk rumah sakit karena penyakitku,Bayu datang menyembuhkanku kak.


"Setelah aku sadar dan sehat,papa dan mama memberi tahu,bahwa Bayu adalah keponakanku dari paman tertua yang dulu meninggalkan rumah..


"Aku berjanji pada diriku sendiri... Untuk menyerahkan apa yang aku jaga selama ini..


"Waktu Bayu tak sadar diri,saat itulah aku memberikannya kak...." ucap Mei Lien.


Plaaaak......... Hana menampar pipi Mei Lien.


"Apakah Bayu tahu kamu melakukan itu?" ucap Hana menahan amarah.


"Iya kak... Saat dia sadar dia berusaha melepaskannya,tapi aku gak mau melepaskannya,hingga ia menyerah,dan ia berjanji akan melakukannya padaku hingga aku puas kak" ucap Hana.


Plaaak.....Hana menampar pipi Mei Lien lagi.


Mei Lien pasrah...Ia tak membalas tamparan itu,air matanya mengalir.


"Jika kamu bukan adikku,aku sudah MEMBUNUHMU..." ucap Hana.


"Maafkan aku kak..." ucap Mei Lien.


"Sekarang aku gak tahu Bayu kemana,dan kapan akan kembali...


"Jika kamu bukan bibinya,mungkin Bayu akan menghajarmu bila dia sadar...


Mei Lien menundukkan kepalanya,air mata masih mengalir.


Mei Lien terdiam,tak menjawab pertanyaan Hana.


"JAWAAAAAAB....." ucap Hana membentak.


"I...I..Iya kak." ucap Mei Lien.


"Kenapaaaaa..... Mei....Kenapaaaaaaa???" ucap Hana.


"Karena aku sangat mencintai dia. Bahkan aku rela di usir dari keluarga ini bila aku hamil dan Bayu tidak mau menikah denganku." ucap Mei Lien sambil menangis.


'Aaaarrrggghhh.....Hana mengeratkan kepalan tangannya.


Hana bingung harus bicara apa pada Mei Lien adik sepupunya itu.


Hana memegang kepalanya lalu melepas jilbabnya.


Kepala Hana terasa pusing memikirkan kejadian ini.


"Kapan kamu terakhir halangannya..." ucap Hana.


Mei Lien mendongakkan kepalanya.


"Eh....!!!?? Mei Lien terkejut melihat wajah wajah ibunya Bayu tanpa memakai Jilbab.


Hana menoleh ke Mei Lien.


"Kenapa diam....??


"Jawab pertanyaan kakak..." ucap Hana.


"Hari juma't kemarin kak... Hari sabtu aku sudah bersih..." ucap Mei Lien.


Hana mendengar hal itu menjadi lega.


"Masih banyak di luar sana pria yang lebih baik dari Bayu...Mengapa kamu memilih Bayu


"Di tambah Bayu itu sepupumu sendiri dek" ucap Hana.


"Karena Bayu berbeda dengan cowok yang aku kenal kak...Serta aku dan Bayu memiliki perasaan yang sama..." ucap Mei Lien.


"Setelah Bayu kembali kerumah.. Kakak harap. Mulai saat ini... Kamu jangan menemui Bayu... Menghubungi Bayu...


"Jika kamu nekat menghubungi atau menemui Bayu... Kakak dan Bayu akan pergi meninggalkan keluarga ini...


Hana memakai jilbabnya kembali.


"Apa kamu mau berjanji dek untuk tidak menghubungi atau menemui Bayu?" ucap Hana setelah selesai memakai Jilbab.


"Iya kak...Aku janji" ucap Mei Lien.


"Ya sudah... Kakak dah selesai.." ucap Hana.


"Terima kasih kak..." ucap Mei Lien lalu keluar dari mobil.


----***-----


Malam jum'at.


Pukul 21.30.


Kamar Hana.


Nampak Hana bersiap - siap untuk tidur setelah mengajari Sulis dan Hinata mengaji.


Mei Lien tak lagi tinggal bersama Hana.


Bayu belum ada menghubungi Hana kembali. Setiap kali Hana mau menelpon,selalu tidak aktif.


Tiba - tiba hapenya berdering.


Hana cepat - cepat mengambil hapenya.


Nampak di layar hapenya bernama sayangku.


"Assalam mu'alaikum sayang...." ucap Hana.


"Wa'alaikum salam bu... Maaf bu...Bayu baru menelpon.." ucap Bayu.


"Iya... Ibu sudah bicara pada Mei Lien...


Tak ada suara tanggapan Bayu.


"Ibu bilang padanya untuk tidak menghubungi sayang dan menemui sayang lagi...." ucap Hana.


"Maaf bu...Bayu masih ingin menyendiri,Bayu takut bibi Mei akan melakukan lagi pada Bayu..


"Iya... Ibu tak memaksa sayang untuk segera pulang,setidaknya hape sayang selalu aktif...


"Ibu sangat khawatir sayang... Belum lagi Hinata..Dia terus menanyakan kabarmu..." ucap Hana.

__ADS_1


"Iya bu.. Bayu akan aktifkan hape Bayu.. " suara Bayu.


"Ini sayang ada di mana?" ucap Hana.


"di Sumatra bu..." suara Bayu.


"Sumatra...?? Terus sayang tinggal di mana?" ucap Hana.


"Ini Bayu bermalam di mesjid bu...


"Setelah shalat Jum'at Bayu akan pergi lagi bu.." suara Bayu.


"Ibu sudah bilang pada Mei Lien... Bila dia menemuimu atau menghubungimu..


"Ibu akan pergi dari keluarga Han...Jadi ibu mohon pada sayang setiap hari beri kabar ke ibu ya sayang...." ucap Hana.


"Iya bu..." suara Bayu.


"Pulang sayang..." ucap Hana.


"Bayu belum ingin pulang bu.." suara Bayu.


"Ya sudah kalau begitu... Jaga dirimu ya sayang..Jangan berbuat masalah. Di manapun sayang berada...." ucap Hana.


"Iya bu..Oh iya...Tupper ware milik bu Fitri sudah di kembalikan apa belum bu.?" suara Bayu.


"Belum sayang..Besok ibu akan memgembalikan kotak tupper warenya....


"Jangan lupa beri kabar pada teman - temanmu ya sayang...Mereka sangat mencemaskanmu" ucap Hana.


"Injih bu....Assalam mua'laikum..." suara Bayu.


"Wa'alaikum salam..." ucap Hana.


Panggilan terputus.


Hana meletakkan hapenya.


Kini Hana merasa tenang. Sebab sebelumnya Hana merasa sangat cemas sekali.


---***----


Pukul 20.10


Rumah pak Arif(Cintya)


Nampak mobil Alphard hitam di kawal mobil Pajero sport warna hitam berhenti di depan rumah pak Arif.


Salah satu pengawal mendatangi security yang berjaga


"Permisi pak.." ucap pengawal.


Security keluar dari pos jaga.


"Iya pak...Ada apa?" ucap Security.


"Bu Hana ingin menemui bu Fitri..Apakah bu Fitri ada di rumah?" ucap pengawal.


"Ada pak..Sebentar saya kedalam dulu" ucap security.


"Iya pak....


Pengawal memberi tahu temannya memakai HT.


"Bu Fitri ada di rumah.. " ucap pengawal.


Pintu Alpard di buka oleh pengawal. Hana turun dari mobil sambil membawa kantung platik berisi kotak tupper ware.


Dari pintu rumah muncul pak Arif,security memberi tahu bahwa bu Hana ingin menemui bu Fitri. Pak Arif menyuruh security membuka pagar,karena kenal dengan bu Hana.


Security kembali berjalan ke pagar.


Setelah sampai di pagar,security membuka pintu pagar.


"Silahkan bu...." ucap security.


"Terima kasih...." ucap Hana.


Hana berjalan ke arah pintu rumah tanpa di kawal.


Nampak pintu rumah terbuka. Muncul pak Arif, bu Fitri,Rahman,Cintya dan Azzahra.


"Assalam mua'alaikum..." ucap Hana.


"Wa'alaikum salam...." ucap mereka serempak.


Hana menangkupkan tangan ke arah pak Arif.


Lalu bersalaman ke bu Fitri ,bu Fitri menempelkan pipi kanan dan kiri di wajah Hana.


Cintya bersalaman ke Hana sambil mencium tangan,begitu pula dengan Azzahra.


Rahman menangkupkan tangan ke Hana karena Hana menangkupkan tangannya.


"Saya ke sini mengembalikan Tupper ware milik mbak.." ucap Hana sambil memyerahkan kantong plastik.


Bu Fitri menerima kantong plastik tersebut.


"Iya mbak....Mari masuk dulu mbak..." ucap bu Fitri.


Mereka kemudian masuk kedalam rumah.Lalu duduk di sofa ruang tamu.


"Alhamdulilah...Mimpi apa kita semalam ya pa...Kedatangan ibu dari hafiz Al Qur'an..." ucap bu Fitri.


"Iya ma..." ucap pak Arif.


"mbak bisa saja..." ucap Hana.


Nampak seorang pembantu membawa nampan beri gelas teh,lalu meletakkan di meja.


"Silahkan di minum mbak.." ucap pak Arif.


"Iya kang..." ucap Hana.


"Oh iya... Bayunya mana mbak?" ucap bu Fitri.


"Bayu sedang ada urusan,jadi tak bisa ikut ke sini.." ucap Hana.


"Kata Bayu...Mbak Hana ini berasal dari desa Sidodadi ya mbak..." ucap bu Fitri.


"Iya mbak...Saya dari desa Sidodadi..." ucap Hana.


"Apakah mbak kenal dengan bu Intan?" ucap bu Fitri.


"Bu Intan yang mana ya mbak?" ucap Hana.


"Itu suaminya pak Hendra..." ucap bu Fitri.


Nampak Hana terkejut.


"Iya kenal,tapi mereka sudah pindah..." ucap Hana.


"Pak Hendra yang punya anak namanya Khalisa Putri Pertiwi itu kah maa?" ucap Rahman


"Iya mas...Kamu masih ingat saja..." ucap bu Fitri.


"Maaf mbak...Apakah mbak punya nomor hape bu Intan...?" ucap Hana.


"Ada...


"Mas...Ambilkan hape mama di meja di dalam kamar.." ucap bu Fitri.


"Iya ma...." ucap Rahman.


"Mbak kok kenal dengan mbak Intan?" ucap Hana heran.


"Aku gak kenal mbak,tapi suamiku yang kenal.." ucap bu Fitri.


"Dulu tak sengaja saya bertemu pak Hendra di Manado...


"Di salah satu warung kopi.. Ngobrol - ngobrol..


"Dalam obrolan itu saya bilang lagi mencoba bisnis ikan Arwana merah.


"Lalu pak Hendra menawarkan ikan peliharaanya,karena tak bisa mengurus dan akan pindah tugas..


"Ya saya terima..Rupanya ikan yang di tawarkan itu sepasang ikan Arwana Platinum ..


"Ikan itu saya bawa ke Jawa...


"Sejak itu kami sering memberi kabar,lalu saat pak Hendra dinas di jakarta,kami bertemu lagi..


Rahman muncul lalu menyerahkan hape mamanya.


"Hasil penjualan ikan Arwana platinum,sebagian saya kirim ke pak Hendra sebagai bentuk rasa terima kasih telah memberikan ikan mahal,meskipun pak Hendra tak meminta...


"Tapi sayang....kurang lebih 3 bulan yang lalu pak Hendra meninggal,karena kecelakaan.." ucap pak Arif.


"Ini mbak nomornya...


Hana mengambil hapenya.


"0813******** " ucap bu Fitri.


"Alhamdulilah... Akhirnya aku bisa mendapatkan nomor bu Intan. Bayu akan senang mendengar kabar ini.." ucap Hana dalam hati.


"Apakah mbak tahu sekarang ada di mana bu Intannya.."ucap Hana.


"Ada di sumatra mbak.." ucap bu Fitri.


"Sumatra mana mbak...?" ucap Hana.

__ADS_1


__ADS_2