SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KERUMAH SAMBO


__ADS_3

(* Sebelumnya bisa lebih 3K bisa terbit,kelebihat 200kata di tolak.. mumet aku. Padahal pengen 1 episode ceritanya gak betele - tele..Jadi biar tuntas.Mau gak mau tak potong - potong lagi seperi di episode Mengantar Sulis ke rumahnya)


Nampak Sulis memakai rok panjang,kaos lengan pendek,memakai penutup rambut.pipinya basah seperti habis menangis.


"Eh...!!!??? Sulis terkejut melihat semua berkumpul,serta ada kue ulang tahun.


"SELAMAT ULANG TAHUN...." ucap semua orang saat Sulis muncul.


Air mata Sulis keluar lagi,ia tak menyangka jika Bayu dan yang lainnya tahu kalau dirinya lagi ulang Tahun.


"Tiup lilinnya Lis....Dah magrib ini" ucap Bimo yang tak sabaran ingin minum.


Sulis meniup lilin kue Ultah.


Satu persatu mengambil air minum,lalu duduk di lantai.


Khalisa memberinTeh Kotak yang sudah ia pasang sedotannya kepada Bayu. Bayu meletakkan kue ulang tahun di atas kereta dorong. Kemudian menerima teh kotak lalu duduk di lantai.


"Allahhumma laka sumtu,wabika amangtu,wa'ala rizkika afthortu,birahmati yaaa ar hamar rahimin.." ucap semua orang kecuali Daniel dan Melisa.


"Lis...Ini idenya Wedus loh..


"Dia yang ngunci pintumu biar kamu panik Lis." ucap Lukman.


"He...He..He...He.. Bimo yang nyuruh Lis..." ucap Bayu.


"Mas jahaat..." ucap Sulis pura - pura marah,padahal di hatinya senang banget.


"Jancoook....Bukan aku Lis..Ini ulah Bayu..


"Dia memberi tahu kalau kamu lagi ulang tahun hari ini..." ucap Bimo.


"Potong kuenya Lis.." ucap Khalisa.


Bayu mengambil kue lalu meletakkan kue ulang tahun di hadapan Sulis.Diana meletakkan piring kecil dan sendok untuk potongan kue.


Sulis memotong kue tersebut,potongan pertama di berikan pada Bayu.Setelah mereka mendapatkan kue,mereka makan.


Selesai makan mereka berdiri. Ibunya Bayu dan Khalisa berjalan meninggalkan mereka,lalu di susul ke tiga pembantu.


Bayu mengambil buku gambar lalu memberikan buku gambar ke Sulis.


"Lis...Ini aku ada susuatu untukmu,maaf tadi aku yang menguncimu..." ucap Bayu sambil memberikan buku gambarnya.


"Iya mas...dah aku maafkan" ucap Sulis.


Sulis menerima buku gambar tersebut dan membukanya.Ia melihat gambar pertama saat dirinya masuk rumah sakit,di sampingnya ada ayahnya.Ada tanggal saat dirinya di rawat di rumah sakit.


"Eh....!!!???Sulis terkejut.


Sulis membalik kertas untuk melihat gambar berikutnya.


Nampak dirinya di papah oleh Bayu saat ke kamar mandi.Di sebelahnya gambar dirinya memakai jilbab,di halaman berikutnya,Sulis memeluk ayahnya sambil menangis.


Di halaman terakhir,ada tulisan yang terukir sangat indah. Selamat ulang tahun Sulistyo Maharani,tanggal,bulan dan tahun kelahirannya. serta hiasan Balon dan pita.


Air mata Sulis keluar lagi.ia tak menyangka Bayu mengetahui tanggal kelahirannya.


Sulis menghampiri Bayu kemudian memeluknya.


Hinata melihat Sulis memeluk Bayu bersikap biasa saja. Karena sudah kenal akrab,jika cewek yang tak ia kenal memeluk Bayu,maka ia akan marah.


"Terima kasih mas....Ini adalah kado yang terindah yang belum pernah aku dapat..." ucap Sulis.


"Sama - sama...Maaf...Hanya itu yang bisa aku berikan,soalnya aku bingung mau kasih kado apa ,jadi ya aku berikan gambar aja pas pertama kali kita bertemu.... Dan maaf gambarku jelek." ucap Bayu.


"Habis itu kamu kasih kado keperkasaanmu Bay...Biar dia semakin nempel kamu terus.." suara Jalu.


"Emmmooh..." ucap Bayu dalam hati.


"Loooh...Di kasih tahu kok ngeyel...Dia itu kangen sodokanmu Bay yang membuat dia merintih keenakan,selalu dan ingin terus kamu sodok.." suara Jalu.


Ingatan yang ia kubur tiba - tiba teringat muncul kembali saat dirinya menikmati lubang surga dunia milik Sulis,serta ekspresi wajah Sulis saat ia bercinta,serta suara rintihan Sulis saat dirinya memgayunkan pinggulnya.


Dedeknya terbangun akibat ingat kejadian tersebut.


Bayu meruntuk dirinya,karena tergoda ucapan makhluk yang bersemayam di dalam pikirannya.


Sulis merasakan sesuatu ketika dedeknya Bayu bangun.


"Enak banget kan lubangnya dia Bay.. Apa lagi suara rintihannya dia...Ekpresinya....


"Ayo Bay...Beri dia kenikmatan lagi..Dan dengarkan suara rintihannya ketika merasakan sodokanmu.." suara Jalu.


"Emmmooh...


"Mbak Sekar..." ucap Bayu dalam hati.


"Iya Bay..." suara Sekar.


"Tolong tarik telinga dia dong..." ucap Bayu dalam hati.


"AAAAAAAA..... Atiiit...." suara Jalu.


Sulis melepas pelukannya,ia melihat sekilas sarung Bayu.


Nampak ada sebuah tonjolan di balik sarung itu.Lalu Bayu menutupi dengan tangannya. Kemudian Sulis melihat wajah Bayu yang melihat ke arah Diana.


"Ini sudah bagus mas...Kok mas masih ingat saat aku masih di rumah sakit?" ucap Sulis


"Ya ingatlah..." ucap Bayu.


Bayu berharap Sulis tak melihat ke arah sarungnya.


"Terima kasih semuanya.."ucap Sulis.


"Kang Ahmad ada ngucapin gak Lis?" ucap Lukman.


Bayu memikirkan hal - hal positif agar dedeknya tertidur lagi.


"Belum ada,....." ucap Sulis.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Ya dek" ucap Bayu.


"Mas gak ada ngasih tahu kang Ahmad kah kalau hari ini Sulis ulang tahun ?" ucap Khalisa.


"Enggak dek...Kupikir dia dah tahu kok..Jadi ya kubiarkan aja..." ucap Bayu.


"Biarin aja Put.... Gak usah kasih tahu...Soalnya dia gak pernah tanya....


"Oh iya...Mas tahu dari mana tanggal lahirku?" ucap Sulis penasaran sebab Bayu tak pernah tanya tanggal ulang tahunnya.


Usaha Bayu berhasil,dedeknya kembali tidur.


"Dari mbah buyutku Lis,soalnya aku minta biodata orang - orang yang tinggal di rumahku...


Sulis kembali melihat sarung Bayu,ia melihat tonjolan itu sudah tidak ada.


"Kalau terjadi apa - apa aku bisa mengatasinya... Contoh golongan darahmu B,jika terjadi kecelakaan dan membutuhkan donor darah. Maka Bimo ku suruh transfusi darah,sebab Bimo golongan darahnya B...


"Dah yuk...Kita shalat dulu..Keburu habis waktunya." ucap Bayu.


Mereka kemudian berdiri lalu pergi ke kamar masing - masing untuk shalat berjamaah.


Sulis masuk kedalam kamar untuk wudhu.


"Kenapa tadi k*****lnya dia bangun ya...Apa Bayu ingin bercinta denganku lagi...


"Jika dia menginginkan untuk bercinta denganku...


"Aku dengan senang hati memberikan tubuhku ini pada dia....


"Seandainya itu terjadi..." ucap Sulis dalam hati.


Sulis berharap itu terjadi meskipun itu mustahil


Hari minggu


Pukul 10.40


Cuaca di ibu kota Jakarta saat in cerah berawan.Lalu lintas berjalan lancar.


Bayu mengendarai sepeda motornya di jalan raya,memakai kaos partai bergambar pohon jengkol,Jaket,celana selutut,Sandal jepit merk swaloow,kaca mata UV,masker, dan tas punggung berisikan pakaian shalat,buku Al Hikam,dompet,Buku gambar,Shuriken,peralatan alat tulis dan Kunai.Di dalam kantong jaket juga tersimpan Shuriken dan sebuah kunai pergi menuju rumah Sambo.


"Dengan begini,mereka tak jadi tawuran... Bila tawuran...Yang ada akan jatuh banyak korban dan kemungkinan menelan korban jiwa.


"Kenapa seh mereka suka sekali tawuran..


Bayu berhenti di lampu merah.Ia menoleh ke kanan lalu kiri.kemudian menoleh ke kanan,karena Bayu melihat seseorang yang ia kenal.


Nampak Herman naik sepeda motor berboncengan dengan temannya.

__ADS_1


"Itu kan Herman...


Herman menoleh ke arah Bayu,lalu melihat ke depan.Herman tak mengenali Bayu karena memakai masker.


Lampu Hijau menyala,Bayu menjalankan motornya dengan santai menuju rumah Sambo,berbekal alamat yang di berikan Alex. Bayu sempat melihat plat nomor sepeda motor yang di kendarai oleh Herman.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu sampai di depan pintu pagar yang terbuka.


Bayu menurunkan maskernya lalu menghampiri penjaga yang duduk di kursi sambil menuntun sepeda motornya.


"permisi pak....Maaf pak...Apa benar ini rumah Sambo?" ucap Bayu.


"Iya benar... Anda siapa dan mau apa?" ucap penjaga.


"Saya Bayu pak...Saya kesini di undang oleh Sambo.." ucap Bayu.


"Ooo..Bayu...Silahkan masuk..Di tunggu oleh den Sambo di dalam" ucap penjaga.


"Matur suwun pak..." ucap Bayu.


"Sami - sami" ucap penjaga.


Bayu menuntun sepeda motornya.


Nampak halaman rumah banyak motor yang parkir,dan beberapa mobil terparkir di halaman.


"Hem...Banyak juga yang ikut kumpul...


Bayu memarkirkan sepeda motornya,tak sengaja ia melihat sepeda motor yang mirip seperti kepunyaan Herman,lalu Bayu melihat platnya.


"Herman....!


"Dia ikut kumpul di sini....


Setelah menaruh sepeda motornya,Bayu berjalan ke rumah Sambo.


Setelah sampai di depan pintu,ia melepas maskernya.


"Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." suara dari dalam rumah.


Muncul 2 orang dari dalam rumah,salah satunya Bayu mengenali orang itu,dia adalah Alex,sedangkan pria di sebelah Alex Bayu tak mengenalinya.


"Welcome Ketan Putih...


"Ini orangnyabang yang Gue ceritain." ucap Alex.


Pria di samping Alex melihat penampilan Bayu dari atas ke bawah. Kemudian menyodorkan tangannya,Bayu menyambut.


"Bayu.." ucap Bayu.


"Sambo...


"Jadi lu yang ngalahin Alex dalam adu Panco.." ucap pria itu bernama Sambo.


"Enggak kang...Dia sengaja mengalah untukku...Katanya buat latihan agar kuat memikul beban hidup.." ucap Bayu.


"Jancoook..." ucap Alex.


"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha. Sambo tertawa.


"Lu bawa tas mau pergi kemana Bay?" ucap Alex.


"Mau jalan - jalan," ucap Bayu.


"Lu di usir kah dari rumah?" ucap Alex.


"Enggak...Sore nanti aku mau ngaji Lex.." ucap Bayu.


"Oh iya...Gue lupa..." ucap Alex.


"Apa benar,Lu menjadi anggota keluarga Han..?" ucap Sambo.


"Siapa yang bilang kang?" ucap Bayu.


"Alex yang memberi tahuku.." ucap Sambo.


Bayu menoleh ke Alex


"Kapan aku bilangnya Lex?" ucap Bayu.


"Waktu kita ngobrol di parkiran itu loh..Masa lu lupa seh.." ucap Alex.


"Tuh bang...Lihat sendirikan...Orangnya itu ngeselin banget." ucap Alex.


"Iya...Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..Ha...


"Ayoo masuk Bay...


Mereka masuk ke dalam.


"Gue baru ketemu sama Lu ketawa terus..Apa jangan - jangan keluarga lu ada yang menjadi pelawak Bay?" ucap Sambo.


"Enggak ada kang..." ucap Bayu.


Saat mereka tiba di ruang tengah,Bayu melihat banyak orang berkumpul,pria yang paling mendominasi.Wanita hanya ada 5 orang. Ada pula yang menonton tv.


Pantang menyerah🎶


Itulah pedomanmu🎶


Entaskan kemiskinan cita-citamu🎶


Rintangan 'tak menggentarkan dirimu🎶


"Buset dah...Masih ada aja iklan itu,kirain sudah gak ada..


"Mereka pada makan dan minum...Asem..." ucap Bayu dalam hati mendengar suara yang berasal dari TV meskipun suaranya gak seberapa nyaring dan melihat orang - orang pada ngerokok,minum dan makan cemilan.


Herman yang sedang asik mengbrol sambil merokok melihat Bayu datang bersama Sambo dan Alex,lalu Herman berdiri lalu berjalan menghampiri Bayu.


"Tumben anak mami datang sendiri...Biasanya di kawal...


Herman hendak mendorong Bayu ,Bayu sigap memundurkan kaki kanan untuk menahan dorongan Herman agar tak terdorong.


Herman tak berhasil mendorong Bayu lalu Herman memegang kerah Bayu.


Bayu diam tak menanggapi.


"Man... Herman... Kamu salah memilih lawan,kalau aku gak puasa,sudah ku banting kamu..." ucap Bayu dalam hati.


"Banting aja Bay... Bila perlu bunuh langsung.." suara Jalu.


"Kenapa lu diam anak MAMI..?" ucap Herman.


"Tumben pakde ngomongnya positif.." ucap Bayu dalam hati.


"Hentikan...." ucap Sambo nyaring.


"Jancook... Mending aku diam sajalah..." suara Jalu.


Semua orang melihat ke arah Bayu dan Herman.


"Lepaskan tanganmu sebelum tanganmu cidera.." ucap Bayu.


Bayu ingin menggunakan ajian Tapak Geninya.Untuk memberi pelajaran kepada Herman.


"Gitu aja ngambek...Pakde lagi halangan kah ?" ucap Bayu dalam hati.


"Kalau gue gak mau kenapa haah...


"Gue tantang lu berkelahi,kalau lu tolak,berarti lu pengecut." ucap Herman.


"Kalau tangan dia melepuh,bisa gawat...Nanti mereka pikir aku dukun lagi.." ucap Bayu dalam hati,tak jadi menggunakan ajian tersebut.


"Aku gak ngambek... Kenapa gak jadi kamu bakar tangan dia Bay..." suara Jalu.


Bayu memegang tangan Herman,lalu mencengkram kuat - kuat.


Cengkraman Herman di kaos Bayu terlepas.


"Aku lagi puasa... " ucap Bayu tak terpancing ucapan Herman,ia melepas cengkramannya kemudian berjalan menjauhi Herman sambil waspada.


Herman yang lagi emosi,karena ia berusaha mendapat Sulis,tapi tidak berhasil karena selalu di jaga oleh pengawal. Kemudian ia berlari ke arah Bayu untuk menghajar Bayu.


Bayu tahu Herman mengejar dirinya dari suara langkah kakinya, lalu ia membalikkan badan sambil menggerakkan kakinya untuk menendang Herman.


Duugggh.... Kepala Herman terkena tendangan Bayu.


Brrruuuk....Herman ambruk di lantai.


Bayu langsung mendekati Herman berusaha bangkit sambil menggeleng - gelengkan kepala.

__ADS_1


Bayu memukul wajah Herman.


Buuuughhh... Pukulan Bayu tepat mengenai wajah Herman


Kemudian Bayu memukul perut Herman,ia memukul Herman hanya menggunakan sedikit tenaganya,jika menggunakan semua tenaga takutnya Herman bisa luka dalam akibat pukulannya.


Buuughhh...


Buuughhh....


Seorang pria berdiri lalu berjalan cepat ke arah Bayu,akan tetapi Sambo memberi kode untuk tidak ikut campur.Pria itu kembali ke tempatnya.


Buuughh....


Buuughhh...


Hoeek.....Herman memuntahkan seteguk darah.


Buuughh....


Buuughh...


Buughhh...


Sambo diam memperhatikan Bayu menghajar Herman.


"Gilaa... Dia mukulnya gak serius aja Herman gak sanggup sanggup melawan.." ucap Sambo dalam hati.


Bayu memukul wajah Herman lagi


Buuughh...


"Sekali lagi kamu menyerangku ,aku akan mengirimmu ke alam baka...


Hooeek...Herman memuntahkan seteguh darah lagi.


"Sudah gak puasa,gangguin orang lagi..." ucap Bayu kesal, lalu berjalan agak menjauh dari kerumunan,Karena mereka tak puasa.


Herman meringkuk kesakitan.,ia merasakan pusing ,sakit di wajahnya.Bibirnya mengeluarkan darah dan perutnya nyeri sekali,ia merasakan pukulan Bayu seperti pipa besi yang menghantam tubuhnya.


Sambo menghampiri Herman,


"Lu jangan ganggu Bayu. Dia bukan lawan lu...Dia terlihat lemah,kalau marah bagaikan monster yang tak segan-segan mencabut nyawa lu...."


Sambo berjalan ke arah Bayu yang duduk di lantai bersender di tembok,2 meter dari Bayu ada sebuah pintu.Setelah sampai,ia duduk di samping Bayu.


"Bay...Lu ada masalah apa sama Herman..?" ucap Sambo penasaran.


"Dia mengganggu keluargaku yang bernama Sulis.. Sudah di beri tahu bahwa Sulis itu sudah punya calon suami ..Dia tetap ngotot mendekati Sulis...


"Ya aku suruh penjaga untuk mengawal Sulis bila dia sendirian agar tak di ganggu oleh pria lain,bila ada pria mencoba mendekati Sulis, ku suruh pengawal tembak kakinya jika ngotot ingin memdekati Sulis,bila dia gak terima dan keluarganya menuntut maka keluarganya aku habisi...Beres dah..." ucap Bayu.


Alex mendekati Bayu sambil membawa botol Coca cola,lalu duduk di depan Bayu.


"Bajingan....Sadis juga dia... " ucap Sambo dalam hati.


Bayu melihat ke Alex yang sedang meminum Coca cola.


"Lu bisa bela diri Bay?" ucap Sambo.


"Sedikit..." ucap Bayu


"Tadi itu kenapa lu serang Herman gak pakai kekuatan penuh lu..." ucap Sambo.


"Buset...Tahu aja kalau tadi aku gak pakai kekuatan penuh.." ucap Bayu dalam hati.


"Kalau aku serius memghajar Herman,dia bisa mati kang...Lagian ini bulan puasa..Aku gak tega saat orang - orang merayakan lebaran,dia terbaring di rumah sakit" ucap Bayu.


Bayu melihat ke arah Herman. Lalu melihat ke arah Sambo.


Seorang pria yang berpenampilan wanita mendekati Bayu.


"Hai ganteng... Boleh kenalan gak?" ucap pria itu suaranya di buat seperti cewek.Rambutnya sepunggung,memakai pakaian seperti wanita.


"JUANCOOOK....!!!" teriak Bayu kaget,Bayu pikir orang yang berjalan ke arahnya itu adalah cewek,ternyata salah.


Bayu baru kali ini bertemu pria menjadi wanita,dirinya shock melihat makhluk jadi- jadian tersebut.


"Ganteng kok gitu seh...


"Kenalin...nama gue Kirana.." ucap pria itu sambil mengulurkan tangan.


Bayu menoleh ke Sambo.


"Dia bangkit dari kuburan mana seh kang...?" ucap Bayu sambil menunjuk Kirana.


"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Sambo dan Alex tertawa.


Kirana duduk di samping Bayu.


"Iiish...Mas ganteng kok jahat seh sama Kirana...Cantik - cantik begini di katain bangkit dari kuburan...


"Sini Kirana cium biar mas ganteng tahu kalau gue ini bukan dari kuburan" ucap Kirana lalu hendak mencium Bayu.


Bayu langsung memegang mulut Kirana ketika hendak mencium dirinya.


"Jangan cium aku...Noh...Cium Alex...Katanya dia kangen sama sampeyan,tiap hari selalu nyebut namamu....


" Kirana... Aku kangen sama kamu...Begitu..." ucap Bayu,lalu melepaskan tangannya dari mulut Kirana,makhkuk jadi - jadian tersebut.


"Iya kah mas ganteng..." ucap Kirana.


"Juancoook.... " ucap Alex.


"Tanya aja sendiri...Tapi 4 mata,kalau ada temannya,Alex sungkan untuk memgungkap perasaanya ke sampeyan" ucap Bayu.


Kirana lantas bergerak hendak menghampiri Alex.


Alex langsung berdiri,dan lari,karena tak ingin berhadapan dengan kirana. Ia sudah tahu karakter Kirana,bila marah maka kekuatan aslinya keluar,ia bisa berkelahi seperti cowok, tenaganya pun tak maen - maen.


Kirana mengejar Alex.


"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...


Bayu dan Sambo tertawa melihatnya.


"Bajingaaan.....


"Gue gak mau di cium sama lu." suara Alex yang di kejar oleh Kirana.


"Alex....Jangan lari..." suara Kirana


Ha....Ha...Ha....Ha....Ha...Ha...Ha... Tawa semua orang kecuali Herman yang terdiam karena merintih kesakitan.


"Bajingann....Sakit perutku Bay... Ha....Ha...Ha...Ha.." ucap Sambo tertawa.


"Kang...."ucap Bayu.


"Apa Bay " ucap Sambo.


"Kalau aku boleh kasih saran,jangan serang mereka...Kan sampeyan dah dengar rumor itu Dan rumor itu benar adanya,


"Teman sekelasku aja cerita jika punya tetangga yang kuliah di kampus T****** mengejek dan menghina kampus kita saat ngumpul sama teman - temannya,besok di temukan di stasiun dalam keadaan terluka.


"Dan polisi nampaknya berjaga - jaga di sana..." ucap Bayu.


"Gue itu bingung Bay... Rencananya Malam minggu itu kita mau duel sama mereka,tapi gagal gara - gara ada penyerangan yang menyerang para mahasiswa T*******


"Apakah itu perbuatanmu Bay?" ucap Sambo menatap tajam.


"Aku ini hanya kucing di dalam kandang singa kang...


"Gak bisa berbuat apa - apa...Setiap hari kuliah,Dirumah ikut Les,malamnya berkumpul sama keluarga,Hari libur aja aku bisa bebas kemanapun pergi,tapi ya gitu..Harus bilang ke istri dulu,kalau gak di bolehin ya aku gak jadi pergi.." ucap Bayu.


"Keluarga Han gak ada ngasih duit ke lu kah Bay? " ucap Sambo heran dengan pakaian Bayu.


"Aku punya duit sendiri kang...Emangnya kenapa kang?" ucap Bayu.


"kok pakain lu seperti gembel gitu " ucap Sambo heran.


"Ooo...Aku lebih nyaman begini kang...Kalau aku pakai pakaian bagus,nanti banyak cewek yang naksir,dan istriku itu orangnya cemburuan.... Bila ada yang menggodaku,istriku gak akan tinggal diam" ucap Bayu.


"Iya juga seh...Lu seh nikah duluan,coba nikahnya setelah lu kerja.." ucap Sambo.


"Lah... Pacarku ngancam ee kang...,kalau gak mau nikahin dia maka akan pergi lagi...Mau gak mau aku nikah,biar dia gak pergi lagi..." ucap Bayu.


"Emang pacar lu pernah ninggalin lu?" ucap Sambo.


"Iya pernah... Sampai 5 tahun aku berpisah dengan dia tanpa ada kabar.." ucap Bayu.


"Buset...Lama banget..." ucap Sambo.


----@@@@@-----

__ADS_1


__ADS_2