SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENEMUKAN SULIS


__ADS_3

Laporan mengenai kematian keluarganya, menambah pusing kepala Zue Lin Fang Qing.


Nampak 6 orang pria berjalan ,lalu salah satu pria membuka pintu. Mereka melihat Zue Lin Fang Qing sedang berada di meja kerjanya.


Lalu mereka berjalan ke arah Zue Lin.


" Kakek...Bagaiamana bisa ini terjadi di dalam keluarga kita?" ucap pria 1.


" Entahlah...Aku tidak tahu..." ucap Zue Lin.


" Apakah ini ada hubungannya dengan 2 orang yang kita bawa itu?" ucap pria 2.


" Jika itu mereka,bagaimana bisa mereka membunuh tanpa mereka mendatanginya..."


Zue Lin lantas memutar rekaman CCTV,di mana keluarganya tewas begitu saja,tanpa ada musuh. Lalu menunjukkan kepada keluarganya.


" Coban kalian lihat sendiri..." ucap Zue Lin.


Ke 6 pria itu menatap layar layar laptop.


Nampak orang - orang yang berada di sebuah ruangan,awalnya bersikap biasa saja,lalu tak lama kemudian mereka mengerang kesakitan. Mulutnya mengeluarkan darah. Tak sampai 1 jam. Mereka tewas tanpa ada seseorang yang selamat.


" Ba...Ba..Bagaimana ini bisa terjadi ?" ucap pria 3.


" Apakah yang menyerang ini adalah kelompok penganut aliran hitam?" ucap pria 1.


" Jika kelompok aliran hitam,maka semua tewas seperti mereka"


" Sebagian besar dari korban yang di bunuh memakai senjata tajam. "


" Harta benda keluarga kita juga di curi..." ucap Zue Lin Fang Qing.


" Apakah keluarga yang kita culik itu mendatangi kita,lalu mencari keberadaan kita?"


" Sebab saya belum mendapat kabar dari cucu Xiang ghuang..." ucap pria 6.


" Bisa jadi mereka,atau ada kelompok lain yang balas dendam.."


" Sebab mereka melancarkan aksinya di malam hari..." ucap Zue Lin.


Semuanya terdiam tak ada yang bicara.


" Apakah 2 orang itu ada memberi tahu informasi siapa saja keluarganya?" ucap pria 4.


" Ada..."


Zue Lin membuka laci meja,lalu mengeluarkan sebuah map.


" Di dalam ini adalah informasi dari keluarga yang kita bawa." ucap Zue Lin.


Pria 4 mengambil map itu,lalu membaca informasi yang di dapat.


Nampak nama Bayu tertulis di kertas itu,namun hanya sebagai teman dekat saja. Bukan keluarga. Lalu ada nama Alvin sebagai mantan kekasihnya Sulis,lalu tanggal berakhirnya hubungan mantan kekasih Sulis.


" Mengapa mereka tidak mengetahui tentang mata anak mereka?" ucap pria 4.


" Entahlah.." ucap Zue Lin.


Pria 1 mengambil map yang di pegang pria 4,lalu membacanya.


" Apa jangan - jangan wanita ini selingkuh,ia bermain dengan mantan kekasihnya.." ucap pria 1.


" Benar juga..."


" Kenapa aku tidak kepikiran kesana..." ucap Zue Lin.


" Mantan kekasih wanita ini berada di Jakarta... Di perumahan Grand City nomor 124" ucap pria 1.


Zue Yin Ling Fang lantas mengambil hapenya,lalu menghubungi anak buahnya yang berada di jakarta untuk mendatangi mantan kekasih Sulis yang bernama Alvin.


1 jam kemudian.


Hape milik Zue Lin berdering nada panggil,ia meraih hapenya yang tergeletak di meja.


" Bagaimana.." ucap Zue Lin.


" Maaf tuan... Kami tak bisa mendekat karena banyak pengawalan dan perumahan itu di jaga ketat,siapapun yang masuk ke sana harus menunggu izin dari pemilik rumah." suara pria.


" Apakah kalian sudah mendatangi keluarga wanita itu?" ucap Zue Lin.


" Sudah tuan..."


" Tapi... Rumah itu telah kosong,tidak ada penghuninya.." suara pria.


" Keluarga yang pria bagaimana?" ucap Zue Lin.


" Itu dia tuan,kami memgalami masalah.." suara pria.


" Apa masalahnya..." ucap Zue Lin.


" 4 anak buah saya pergi ke sana,sampai sekarang tidak ada kabarnya.." suara pria.


" Jadi kamu hanya berdua saja di sana?" ucap Zue Lin.


" Iya tuan... Apakah kami culik saja mereka?" suara pria.


" Jangan bertindak konyol...4 orang anak buahmu saja sudah di bekuk oleh mereka,apalagi hanya kalian berdua..."


" Aku akan mengirim orang lagi ke sana.."


" Jangan bergerak dulu..." ucap Zue Lin lalu mematikan telponnya.


" Kurang ajar... Sepertinya mereka tahu jika aku mengirim orang ke sana untuk menyelidikinya.." ucap Zue Lin dalam hati.


---***---


Di sisi Bayu.


Nampak Bayu sedang duduk menikmati pemandangan sore hari di dekat jendela kamar hotel. Di temani secangkir teh hangat dan choki - choki.


Tiba - tiba hapenya berdering nada panggil.


Nampak nama Bejo muncul di layar hapenya.


" Assalam mu'alaikum kang.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam Yu..."


" Sudah dapat informasi apa belum ?" suara Bejo.


" Informasi apa kang?" ucap Bayu.


" Mereka tidak lagi berada di rumah..Mereka berkumpul dalam 1 bangunan.." suara Bejo.


" Sudah kang...Itu membuat misi kita jadi lebih mudah.." ucap Bayu.


" Iya...Tapi banyak sekali penjagaan... Terutama polisi..." suara Bejo.


" Kalau sampeyan bisa bunuh mereka,bunuh saja..." ucap Bayu.


" Aku bisa Bay...Sudah 100 kg paku tak pakai "


" Kurang gak pakunya kang?" ucap Bayu.


" Gak Bay....Ne masih ada stok paku sama botol kaca..." suara Bejo.


" Ooo...Kalau kurang nanti aku pesankan paku bumi kang..." ucap Bayu.


" Juancook...." suara Bejo.


" Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." Bayu tertawa.


" Gak ada yang lebih besar lagi kah Bay pakunya..." suara Bejo.


" Ada...."


" Pakai paku yang di dalam celanamu kang.." ucap Bayu.


" Wasssuuu...."


" Itu jangan....Nanti kalau aku ngentu piye..?"suara Bejo.


" Pakai terong aja kang..Atau gak timun." ucap Bayu.

__ADS_1


" Diampuut..." suara Bejo.


" Ha...Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.." Bayu tertawa.


" Aku menemukan Ahmad Bay.." suara Bejo.


Bayu menghentikan tawanya.


" Di mana kang?" ucap Bayu.


" Di sebuah ruang bawah tanah..Dia di ikat..Kita terlambat menyelamtkan nyawanya Bay..Ahmad telah tiada." suara Bejo.


Deeg..... Bayu terkejut mendengar Ahmad telah tewas.


" Sulis gimana Kang..?" ucap Bayu.


" Sulis sudah di temukan oleh ibumu Bay..." suara Ahmad.


" Apakah dia terluka?" ucap Bayu.


" Enggak...Dia gak kenapa - kenapa.."


" Hanya saja..." suara Bejo.


" Hanya apa kang?" ucap Bayu.


" Anaknya di tukar Bay...." suara Bejo.


" Jancook...." ucap Bayu.


" Pas ibumu melihat Ayub,dia melihat wajahnya tak sama,tapi Sulis tidak tahu jika itu Ayub Bay.Sulis bilang ke kita bahwa Ahmad pulang duluan ke Jakarta untuk mengambil dokumen yang tertinggal ..Jangan beri tahu Sulis dulu ya Bay jika kamu bertemu" suara Bejo.


" Iya kang..."


" Ini kalian kumpul dengan Timnya Nadya kang?" ucap Bayu.


" Iya..."


" Menurut informasi yang di dapat, mereka sangat ketakutan lalu berkumpul.."


" Ada 10 rumah yang menjadi targetku dan Nadya,berkumpul di dalam hotel.." suara Bejo.


" Lakukan tugasmu kang..." ucap Bayu.


" Siap Bay..." suara Bejo.


" Ya sudah kalau gitu kang...Assalam mua'laikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." suara Bejo.


Bayu mematikan panggilannya.


" Ya Allah...Berarti mimpi yang engkau tunjukkan pada hamba itu adalah kenyataan,bahwa Ayub telah tewas di bunuh.."


Bayu mengeluarkan air matanya. Ia tak menyangka,Ayub telah tiada.


" Awas ya kalian...."


Mata Bayu yang awalnya hitam putih,lalu berubah menjadi merah semua. Sebab Bayu sangat marah kepada orang yang telah membunuh Ayub.


" Aku akan membunuh kalian semua..." ucap Bayu sambil memgeratkan telapak tangannya yang memegang gelas teh.


Gelas yang di pegang Bayu pecah.


Pyarrr....


***


Malam hari setelah Bayu selesai shalat isya. Bayu berkumpul dengan Timnya ki Kartolo. Sebab target yang akan di bunuh juga berkumpul di sebuah hotel. Dan di beri penjagaan yang sangat ketat.


" Le...Awakmu gak usah rono..."


" Iki pakde wes nyabutin rambutte.." ucap Ki Kartolo.


" Injih pakde..." ucap Bayu.


" Mereka sudah pakde pateni...Kabeh sak hotel..." ucap ki Kartolo.


" Sak iki awakmu gawekno kopi...Mulut pakde kecut..." ucap ki Kartolo.


" Siaap pakde..." ucap Bayu.


Bayu meninggalkan pertemuan itu untuk membuatkan kopi untuk pakdenya.


Sementara Bejo dan Nadya juga begitu. Mereka membunuh semua orang yang berada di dalam hotel tempat di mana target mereka menginap.


---***---


Di kediaman Zue Lin Fang Qing.


Nampak Zue Lin menerima telpon dari nomor asing,


" Ini siapa? Ucap Zue Lin.


" Selamat malam pak Zue Lin...Kami dari kepolisian. Memberitahukan bahwa keluarga anda telah tewas semua yang menginap di hotel Tiānkōng zhī guāng " suara pria.


" APAAAAA....!!!!!." teriak Zue Lin terkejut bukan main.


" Ba...Ba...Bagaimana itu bisa terjadi?" ucap Zue Lin.


" Kami masih di TKP,tak hanya keluarga anda saja yang tewas. Ada tamu hotel,karyawan hotel dan semua orang yang berada di dalam hotel tewas semua..." suara pria.


" Apakah pelakunya sudah tertangkap?" ucap Zue Lin.


" Dari pemeriksaan kami.. Ada 4 orang yang selamat. Ketika kami introgasi,mereka adalah tamu yang menginap tapi saat itu mereka sedang keluar hotel... Mereka tak melihat pelaku pembunuhan itu. Sebab para korban mengalami muntah darah semua.Baik anak bayi hingga orang tua..." suara pria.


" Segera cari pelakunya,dan bawa ke hadapan saya.." ucap Zue Lin.


" Baik pak." suara pria.


Zue Lin mematikan panggilannya.


" Keparat....Bagaimana ini bisa terjadi..."


" Siapa yang telah berani menggangguku..."


" Jika teetangkap...Aku akan menyiksanya hingga ia mati.." ucap Zue Lin.


30 menit kemudian. Hape Zue Lin kembali berdering. Lalu ia menerima panggilan tersebut.


Rupanya yang menelpon dari kantor kepolisian. Polisi itu memberitahu ke Zue Lin bahwa keluarganya tewas yang menginap di hotel. Hanya 2 orang yang selamat. Itu pun hanya tamu yang ingin menginap.


Nampak Zue Lin Fang Qing merasa gelisah dan cemas setelah mendapat kabar dari 2 orang polisi.


" Jangan - jangan mereka dari aliran hitam..."


" Aku harus mengumpulkan semua keluargaku ke istanaku.Lalu aku akan menghubungi mentri pertahanan untuk melindungi keluargaku."


" Agar mereka tak bisa membunuhnya" ucap Zue Lin.


Zue Lin lantas menghubungi semua keluarganya agar berkumpul di istananya. Lalu menghubungi mentri pertahanan,agar para tentara melindungi keluarganya yang sedang terancam.


Lalu Zue Lin menghubungi orang - orang aliran hitam untuk melindungi keluarga besarnya.


Sudah 60 orang keluarga Zue Lin Fang Qing tewas terbunuh. Dan ratusan anak buahnya juga telah tewas.


---***---


Siang hari.


Di salah satu kota di negara China.


Bayu turun dari mobil,lalu berjalan ke sebuah hotel tempat di mana Sulis berada.


Sesampai di depan pintu kamar,Bayu mengetuk pintu.


Tok...Tok...Tok....( suara pintu di ketuk)


" Lis....Ini aku.." ucap Bayu.


Tak lama kemudian pintu terbuka,nampak Sulis berdiri lalu memeluk Bayu.


" Mas......" ucap Sulis.

__ADS_1


Sulis meneteskan air matanya.


" Ayub mana Lis?" ucap Bayu.


Sulis melepas pelukannya.


"Ayub mas...Hiks...Biks...Hiks.." ucap Sulis.


" Ayub kenapa?" ucap Bayu pura - pura tidak tahu.


" Ayub di tukar mas..." ucap Sulis.


Bayu masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu. Nampak di dalam kamar ada bu Hana yang menggendong bayi.


" Di tukar gimana Lis?" ucap Bayu.


" Aku menggantikan popok Ayub.,namun aku tak melihat tanda kelahiran di pinggulnya mas.."


" Hiks....Hikss...Hikss..."


" Aku baru memyadarinya tadi pagi pas Ayub terkurap mau aku ganti popoknya karena sudah penuh "


" Hikss...Hikss..."


" Ku lihat tidak ada tanda lahirnya.." ucap Sulis.


" Ahmad kemana Lis?" ucap Bayu.


" Kang Ahmad mengambil kartu keluarga ayahnya mas..."ucap Sulis.


" Ya sudah...Kamu tenang ya Lis..." ucap Bayu.


" Mas....Maafin aku...Hikks...Hiks.."


" Sebenarnya...."


" Hiks...Hiks...Hiks..."


" Ayub itu anakmu mas....."ucap Sulis.


" Iya Lis...Aku tahu setelah mendapat kabar dari ibumu Lis..."


" Makanya aku mencarimu..." ucap Bayu.


" Kata mereka jika mata Ayub gak di operasi mata Ayub akan buta mas..."


" Hikkss...Hikss...Hikss...."


" Aku takut mas..."ucap Sulis.


" Kamu gak salah Lis....."


" Ini sudah takdir dari Allah...Yang sabar ya Lis." ucap Bayu.


Bayu mengusap air mata di wajah Sulis.


" Bagaimana mas tahu jika Ayub itu anak mas?" ucap Sulis.


Bayu menunjukkan warna mata merahnya ke Sulis.


" Eh...!!!?? "Sulis terkejut.


" Aku memiliki mata yang sama seperti Ayub Lis..."


" Jika kamu memberi tahu aku.."


Bayu menormalkan lagi matanya.


" Aku pasti akan menjaga kalian..."ucap Bayu.


" Maafin aku mas...Aku menyembunyikan Ayub dari mas..." ucap Sulis.


" Iya Lis...Yang sabar ya..." ucap Bayu.


" Mas...."


" Tolong cari Ayub mas...Aku takut Ayub kenapa - kenapa.." ucap Sulis.


" Iya...Aku akan mencarinya..."


" Kamu pulang dulu ya Lis ke Indonesia.."


" Biar kami yang mencari Ayub.." ucap Bayu.


" Aku ikut mas..Aku gak mau pulang jika Ayub belum di temukan.." ucap Sulis.


" Lis..."


" Di sini bahaya..."


" Mereka mengincar kamu,keluargamu..."


" Nanti kamu tinggal dulu sementara di rumahku...Sebab orang tuamu sudah pindah.." ucap Bayu.


" Aku gak mau mas...Sebelum Ayub di temukan..." ucap Sulis.


" Liis... Aku tahu itu..Tolong ngerti dengan keadaan ini..."


" Ini di China...Bukan di indonesia..."


" Tolong pulang ya...." ucap Bayu.


" Tapi mas..." ucap Sulis.


" Aku janji akan menemukan Ayub..."


" Pulang ya..." ucap Bayu.


" Iya mas..." ucap Sulis.


" Nah gitu donk...Itu baru Sulisku.." ucap Bayu.


Sulis kembali memeluk Bayu.


" Mas....Aku masih mencintaimu.." ucap Sulis pelan.


" Aku juga mencintaimu Lis...Sebagai keluarga.." ucap Bayu.


" Terima kasih ya mas..." ucap Sulis lalu melepas pelukannya.


Nadya masuk ke dalam kamar.


" Bay..."


" Menurut mata - mata yang memgawasi target kita,mereka pergi keluar kota.." ucap Nadya.


" Pergi ke mana mbak?" ucap Bayu.


" Belum ada informasi lagi Bay...Mereka masih memgikutinya..." ucap Nadya.


" Targetnya kang Bejo gimana mbak..?" ucap Bayu.


" Sama...Mereka juga buru - buru pergi dan di kawal polisi dan juga tentara..." ucap Nadya.


" Kemungkinan mereka berkumpul di satu tempat..." ucap Bayu.


" Bisa jadi..." ucap Nadya.


***


Akhirnya Sulis kembali ke indonesia di antar anak buah kakek Zhang. Sementara bayi yang bersama Sulis sebelum Sulis mengetahui jika itu bukan Ayub telah di bunuh oleh Kakashi.


Mayat Ahmad di kuburkan langsung,karena jika di pulangkan ke Indonesia,maka akan ketahuan oleh musuh.


Sementara keluarga Zue Lin Fang Qing berdatangan ke sebuah rumah mewah 5 lantai,yang di dekatnya ada sebuah sungai yang mengalir. Seluas 50 hektar sekitar istana itu di jaga.


Mereka di jaga sebanyak 5 lapisan. Setiap lapis penjagaan di jaga 300 orang tentara. Bahkan mobil lapis baja juga di kerahkan. Puluhan sniper di tempatkan di mana - mana.


Ketakutan menyelimuti keluarga Zue Lin. Mereka tak ingin menjadi korban selanjutnya. Meskioun telah di jaga ribuan tentara bersenjatakan lengkap,mereka masih takut.


Sementara seorang wanita cantik di kurung di ruang bawah tanah istana tersebut,wanita itu telah membunuh keluarga setelah selesai menjalani ritual. Wanita itu harus menguasai kekuatannya yang ada di dalam dirinya. Setiap kali sadar,wanita itu mengamuk ingin melepaakan diri. Lalu di suntik bius kembali. Di tangan kanannya tertancap jarum infus.


Mata - mata keluarga Han yang mengikuti target menghubungi kakek Zhang. Mereka memberi tahu lokasi tempat di mana persembunyian keluarga Zue Lin Fang Qing.

__ADS_1


__ADS_2