SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
DI MANA PAMAN FAI LONG.


__ADS_3

Rumah Xiang.


Setelah menemui pak presiden,Bayu memberi tahu pada Mayor Jendral Tang Shin dan juga teman - temannya,bahwa dirinya di pindah tugaskan oleh pak presiden secara langsung. Mereka merasa senang dan juga sedih,harus berpisah dengan Bayu. Begitu juga dengan Bayu. Sebenarnya tak ingin meninggalkan teman - temannya.


Sebuah mobil berhenti di teras rumah.


Seorang pengawal membukakan pintu.Lalu keluarlah seorang pemuda tampan memakai pakaian seragam militer. Pemuda itu adalah Bayu.


Bayu melangkahkan kakinya menuju kamarnya.Bukan kamar Xiang.


Setelah sampai di kamar,Bayu menghempaskan tubuhnya di kasur.


" Aku pindah kota,lalu aku punya rumah dinas sendiri,mobil dinas..."


" Di sini juga punya semuanya..."


" Tapi..."


" Kenapa sampai sekarang ingatanku belum pulih..."


Tiba - tiba ia teringat Aisyah.


Bayu bangun lalu mengambil ponsel yang tak ada kartu simnya,kemudian mengambil dompet untuk memgambil kartu sim


Setelah selesai dan siap digunakan,Bayu menekan nomor Aisyah.


Tuuut....Tuuut....Tuuut...


" Halloo..." suara Aisyah.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


"Bayuuuu...." suara Aisyah.


" Iya ini aku...Sibuk atau tidak?" ucap Bayu.


" Tak sibuk...Kenapa baru menelpon?" suara Aisyah.


" Maaf...Aku sibuk...Gimana kabar ayah dan ibumu..?" ucap Bayu.


" Alhamdulillah baik dan sehat.." suara Aisyah.


" Syukurlah..." ucap Bayu.


" Tak tanya kabar saya..?" suara Aisyah.


"Tak... Sebab saya mendengar suaranya langsung,jika kamu di sana baik - baik saja.." ucap Bayu.


" Tangan terluka..." suara Aisyah.


" Kok bisa...?" ucap Bayu.


" Saya motong sayur,tapi tak menyangka jari saya ikut terkena.." suara Aisyah.


" Sudah di obatin..." ucap Bayu


" Sudah...." suara Aisyah.


" Apakah kamu memikirkanku?" ucap Bayu.


" Iya...Kamu selalu muncul,lalu saya tengok ke ponsel,tak muncul panggilan darimu.." suara Aisyah.


" Maaf..."


" Ini baru selesai bertemu presiden.." ucap Bayu.


" Wuuih..Hebatnya...Terus pak presiden memberi susuatu tak?" suara Aisyah.


" Ada....Dia menyampaikan jika ada gadis cantik sedang merindukanku yang berada di Malaysa..." ucap Bayu.


" Kamu bisa saja...." suara Aisyah.


" Dia memberiku tugas dan memberiku jabatan lagi..." ucap Bayu.


" Wuiih...Selamat ya..." suara Aisyah.


" Terima kasih....Kalau bisa jangan ucapan saja.." ucap Bayu.


" Kamu minta apa?" suara Aisyah.


" Teh tawar...." ucap Bayu.


" Emangnya di sana tak ada teh..?" suara Aisyah.


" Ada...Tapi rasanya lebih enak teh buatanmu.."


" Apakah kamu menambahkan rasa sayang dan cinta pada teh itu..?" ucap Bayu.


" Tak ada...Aku memberi racun saja.." suara Aisyah.


" Pantas saja..."


" Racun cinta dan kasih sayang yang kamu berikan...Jadi bayanganmu selalu muncul di mataku.." ucap Bayu.


" Apakah kamu benar - benar mencintaiku.." suara Aisyah.


" Menurutmu bagaimana?" ucap Bayu.


" Entahlah..Aku pun tak tahu..." suara Aisyah.


" Titip salamku pada ayah dan ibumu..." ucap Bayu.


" Iya..Nanti aku sampaikan.." suara Aisyah.


" Jika motong sayuran jangan menghayal ya.." ucap Bayu.


" Iya Habib albi( cinta dalam hatiku)..." suara Aisyah


" Anak pintar..."


" Eh...Tadi kamu bilang apa?"ucap Bayu.


" Yang mana?" suara Aisyah.


" Yang barusan...Kamu manggil aku apa?" ucap Bayu.


" Tak ingat..." suara Aisyah.


" Ya sudah kalau begitu...Assalam..." ucap Bayu


" Tunggu..." ucap Aisyah.


" Iya...Ada apa?" suara Bayu.


" Kamu marah padaku..?" suara Aisyah.


" Tak..Aku tak marah pada seorang wanita yang tercantik di seluruh dunia ini.." ucap Bayu.


" Saya pikir...kamu tak mau hubungi saya,dan mempermainkan saya" suara Aisyah.


" Tak...Aku tak berani mempermainkanmu.." ucap Bayu.


" Apakah kamu serius denganku?" suara Aisyah.

__ADS_1


" Ingatanku belum pulih..."


" Jika pulih,dan ternyata itu di luar prasangkamu bagaimana?" ucap Bayu.


" Saya tak paham.." suara Aisyah.


" Jika saja,aku mendatangimu..Lalu menikahimu.."


" Kemudian ingatanku telah kembali,dan ternyata aku sudah berkeluarga bagaimana?" suara Bayu.


" Saya akan menerima itu..."


" Tapi..."


" Saya tak ingin tinggal di sana.." suara Aisyah.


" Kenapa tak ingin tinggal di sini..?" ucap Bayu.


" Saya tak bisa bahasa china habib albi.." suara Aisyah.


" Habib albi artinya apa?" ucap Bayu.


"Carilah di kamus...Pasti habib albi menemukannya.." ucap Aisyah.


" Yo wes..Yen jenengan mboten wenehi roh artine..Yo mboten nopo - nopo" ucap Bayu.( Ya sudah..Jika anda tidak memberi tahu artinya..Ya tidak apa - apa)


" Saya tak tahu artinya...." suara Aisyah.


" Artinya ada dalam hatimu..."


" Sudah dulu ya..." ucap Bayu.


" Kenapa sudahan...Saya masih ingin cakap denganmu..." suara Aisyah.


Bayu melihat jam tangannya,untuk memastikan apakah sudah waktunya Xiang pulang kerumah.


" Kamu masih kangen sama aku.." ucap Bayu.


" Tak...Kamu pemuda aneh,datang kerumah langsung mendekatkan wajah kepadaku,lalu memelukku..." suara Aisyah.


" Ya memang aku aneh...Mungkin jika ingatanku telah kembali,akan lebih aneh lagi.Tapi kenapa kamu suka sama aku yang aneh ini." ucap Bayu.


" Entahlah...Saya pun tak tahu.." suara Aisyah.


Bayu mengobrol dengan Aisyah hingga 1jam 30 menit.


Setelah menelpon,Bayu melepas kartu simnya.Kemudian keluar kamar karena sebentar lagi Xiang pulang.


Ketika Bayu di lantai bawah.Xiang muncul lalu menghampiri Bayu.


" Sayang..." ucap Xiang.


"* Iya...."ucap Bayu.


" Aku lapar..." ucap Xiang.


" * Mau aku masakin apa?" ucap Bayu.


" Makanan kesukaan sayang aja..." ucap Xiang.


" * Siap bos..." ucap Bayu.


2 jam kemudian.


Bayu bersama Xiang berada di dslam kamar tidur.


Bayu menunjukkan amplop coklat ke Xiang.


" Apa ini sayang?" ucap Xiang.


Xiang membuka amplop tersebut. Setelah membaca semua surat di dalam amplop itu,ia melihat ke Bayu.


" Jadi...4 hari lagi sayang pindah kota ini?" ucap Xiang.


" * Iya sayang...Maaf ya..." ucap Bayu.


" Aku gak mau jauh dari sayang.." ucap Xiang.


"* sama..Aku pun begitu.." ucap Bayu.


" Sebentar...Aku hubungi paman Tang Shin dulu sayang.." ucap Xiang.


Xiang kemudian menghubungi Mayor Jendral Tang Shin.


Setelah Xiang menghubungi Tang Shin.


" Gak bisa...Jika kakek buyut masih hidup..Sayang masih bisa tinggal bersamaku.." ucap Xiang.


" * Kan masih bisa bertemu sayang..." ucap Bayu.


" Iya...Tapi kan jauh sayang..."


" Oh iya....Sebentar lagi mereka akan datang. ucap Xiang.


" Siapa sayang..?" ucap Bayu.


" Gadis yang aku pesan sayang..." ucap Xiang.


" Terus yang lama di mana sayang..?" ucap Bayu.


" Tidak aku pakai lagi sayang,agar sayang tidak bosan.." ucap Xiang.


" Kenapa sayang melakukan itu?" ucap Bayu.


" Karena aku mencintaimu,dan aku percaya,sayang tidak punya rasa cinta ke gadis yang sayang setubuhi.."


" Juga,aku tidak bisa melayani sayang seharian penuh.."ucap Xiang.


" Gilaaa...Tapi enak juga seh..." ucap Bayu dalam hati merasa ketagihan dengan gadis yang masih prawan.


1 Jam kemudian.


Gadis yang di tunggu akhirnya muncul.


Sebanyak 8 orang gadis berdiri.


" Silahkan sayang pakai mereka.." ucap Xiang.


"* Sayang tidak ikutan...?" ucap Bayu.


" Nanti malam saja ya sayang.." ucap Xiang.


" * Sayang kok bisa mendapat mereka?" ucap Bayu.


"Sebagian orang tuanya tak sanggup membayar hutang,jadi aku minta anaknya untuk membayar sayang.Terus ada yang datang sendiri untuk menawarkan dirinya." ucap Xiang.


" Pantesan dia begitu mudah...Karena uang too.." ucap Bayu dalam hati.


" Sayang bebas mau melakukan di mana saja,tapi jangan di kamarku ya sayang.." ucap Xiang.


" * Siap bos..." ucap Bayu


" Aku ke kamar dulu sayang,mau istirahat." ucap Xiang.

__ADS_1


Xiang berjalan ke arah kamarnya.


"* Ayo ikut.." ucap Bayu.


Ke 8 gadis itu mengikuti Bayu.


Bahu berjalan ke kamar tidur lantai bawah.


Setelah sampai di kamar tidur,Bayu menyuruh ke 8 gadis membuka pakaiannya. Kemudian memandikan mereka,karena ia ingin saat bercinta,tubuh mereka wangi.


Setelah selesai memandikan ke 8 gadis,Bayu membiarkan mereka tak memakai pakaian.


Satu persatu Bayu mengeksekusi gadis itu.


Teriakan kata sakit terdengar saat Bayu menjebol selaput tipis mereka,ada pula yang menahan rasa sakit itu.


Bayu tak merasa keletihan ketika bercinta dengan ke 8 gadis tersebut. Malah tenaganya makin bertambah.


Suara rintihan keluar saat gadis itu di genjot oleh Bayu.


2 jam kemudian,Bayu membawa 4 gadis yang belum ia eksekusi. Bayu berjalan ke arah ruang santai,lalu Bayu mengeksekusi mereka. Ada rasa sensasi yang beda saat menjebol selain tempat tidur.


Gadis yang menunggu giliran hanya bisa diam saja.


***


1 bulan kemudian.


Bayu telah pindah di tempat tugas yang baru.


Setiap hari,Bayu bersama rekan se timnya sering berlatih.


Sore hari.i#'


Nampak Bayu duduk di bawah pohon setelah selesai bertaih menggunakan panah.tiba - tiba ponselnya berdering nada Panggil. Bayu melihat yang menelpon.


" * Hallo.."


"* Siap pak.."


" * Baik pak...Kami segera meluncur.." ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu memanggil teman - temannya.


Setelah teman - temannya berkumpul.


"* Persiapkan peralatan kita,ada perampokan Bank" ucap Bayu.


" Siap...." ucap teman - teman Bayu.


Bayu memiliki anak buah berjumlah 10 orang.


1 jam kemudian.


Mereka tiba di lokasi kejadian.Di sekitar gedung bank di jaga oleh polisi dan juga tentara.


Bayu berjalan ke arah tentara yang sudah tiba.Lalu menanyakan situasinya saat ini.


Setelah mendapat informasi.Bayu menemui Inspektur yang berada tak jauh dari Bayu. Bayu segera menemui Indpektur.


Inspektur itu menjelaskan, perampok itu di perkirakan berjumlah 14 orang. Sanderanya berkisar 40 orang.


" Asem....Jumlahnya lumayan " ucap Bayu dalam hati.


Tiba - tiba Bayu memiliki ide.Sebab setiap lantai hanya ada beberapa penjahat saja,dan Di seberang jalan ada gedung yang tingginya melibihi tinggi bangunan Bank.


Bayu memghampiri timnya,lalu mereka berjalan ke gedung sebelahnya.


Begitu sampai di lantai atas,Bayu bersama yang lainya mempersiapkan peralatan.


Bayu memasang peredam di ujung senjatanya.,lalu memeriksa atap bank tersebut.


Sebuah kepala di balik benda. Bayu membidik kepala tersebut.


Dooorrr.....


Suara senjata Bayu tak seberapa nyaring. Peluru yang di lepaskan memgenai target.


Rekan Bayu menembakkan pelontar tali,ketika sudah tarkait,tali di ikat pada penyangga yang kuat.


" *Aku menyebrang dulu,baru kalian" ucap Bayu.


Bayu masang pengait lalu menyebrang ke Bank.


Sementara teman - teman Bayu bersiaga sambil mengarahkan senjata ke gedung Bank.


Setelah berhasil melewati tali,Bayu segera menghampiri sosok yang ia tembak. Nampak seorang memakai topeng tergeletak terkena puluru di kepala,disampingnya ada senjata api jenis pistol.


Teman - teman Bayu datang menghampiri.


Salah satu membuka topeng tersebut. Ada seseuatu yang menempel di telinga. Bayu mencabutnya. Rupanya itu adalah headset radio.


Bayu memasang Headseat itu di telinga kirinya,sementara di telinga kanan headseat miliknya sendiri.


"* Ayoo kita masuk..." ucap Bayu.


Bayu bersama rekan - rekan berjalan sambil mengarahkan senjata laras panjangnya.


Bayu maju duluan,sebab dirinya kebal senjata tajam.


Bayu mendengar suara radio komunikasi perampok. Namun saat ia mendengar salah satu orang berbicara,ia terkejut,sebab nada bicaranya sama seperti orang yang ia kenal.


" Masa seh itu Fai Long..?" ucap Bayu dalam hati sambil waspada dan memeriksa setiap ruangan.


Bayu memgganti senjata laras panjang dengan busur panah.


Di saat Bayu melihat ada seseorang berjalan memakai topeng,Bayu segera melesatkan busur panahnya.


Wuuuuusssh....


Jleeeeb.....


Busur panah menancap di leher.


" Wei...Apakah di atas masih aman.." suara di radio yang mirip Fai Long.


" * Aman..." ucap Bayu membalas radio itu.


" Jangan lengah...Aku sedang mencari jalan keluar.." suara radio.


" Pecel ayam..." ucap Bayu,untuk memastikan bahwa orang yang di radio itu adalah Fai Long.


Tak ada jawaban di radio.


" Sial...Apakah dia Fai Long..?" ucap Bayu dalam hati.


Bayu memberi aba - aba ke teman - temannya untuk maju duluan agar bisa menghubungi Ling Ling.


Bayu mengambil ponsel lalu menelpon Ling Ling.


Tuuuut....Tuuut....Tuuuut....


" *Halo bi....Ini aku Jiang..." ucap Bayu.

__ADS_1


" Jiang....Kenapa baru menghubungiku,aku menunggu kabarmu..." suara Ling Ling.


" *Maaf baru bisa menelpon,di mana paman Fai Long..? Aku ingin bicara pada dia" ucap Bayu.


__ADS_2