
Bayu keluar ruangan studio musik di ikuti yang lainnya. Lalu mereka berjalan menuju lift.
" Oh iya Bayu - chan... Kakek membawa sejumlah uang dari harta warisan kakak saya. Untuk di sumbangkan ke tempat ibadah.." ucap kakek Naruto.
"# Iya... Nanti kita atur itu kakek...Saya mau menemui tamu saya dahulu.." ucap Bayu.
Sesampainya di ruang keluarga,kakek Zhang menyapa keluarga Naruto yang di terjemahkan oleh Bayu. Di ikuti Jien Li Han dan Tian Fei Han.
" Bu...Tolong terjemahin ya...Bayu mau ke depan dulu melihat orang tua Clara,masih ada atau tidak..." ucap Bayu.
" Iya sayang..." ucap bu Hana.
Bu Hana menggantikan Bayu menerjemahkan ucapan keluarganya.
Bayu berjalan ke ruang tamu,nampak kedua orang tua Clara hendak berdiri.
" Mari makan dulu..." ucap Bayu menawarkan makan.
" Tidak terima kasih.." ucap ayahnya Clara.
" Yo wes..."
" Oh iya bu Clara..."
" Bisa ikut sebentar,saya ada perlu dengan anda.." ucap Bayu.
" Bisa pak..." ucap Clara.
Clara berjalan mendekati Bayu.
" Ikut saya " ucap Bayu lalu berjalan keluar.
Clara mengikuti Bayu.
Setelah agak menjauh.
" Kenapa memanggil saya bu..?"
" Kita kan berada di luar.." ucap Clara.
" Lah...Sampeyan sendiri yang manggil aku pak...Piye to.." ucap Bayu.
" Oh iya...Maaf mas.." ucap Clara.
" Gini mbak Clara..."
" Jika aku tak ada di Cafe..."
" Sampeyan datangin aja langsung ke kang Paijo mengenai pembayarannya.Atau gak ke istriku..."
" Sebab..."
" Aku berencana akan keluar negeri.."
" Gak tahu kapan baliknya nanti.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu ya pak...Eh....Mas.." ucap Clara.
" He eh..."
" Satu lagi..."
" Temanku Bimo adalah tipe cowok yang setia...."
" Dia tidak akan berani berselingkuh di belakangmu..."
" Apakah kedua orang tuamu merestui hubungan kalian?" ucap Bayu.
" Iya mas...Mereka merestuinya..." ucap Clara.
" Alhamdulillah..."
" Semoga kalian sampai di pelaminan.." ucap Bayu.
" Amiin...."
" Oh iya mas..."
" Untuk masuk agama islam itu syaratnya apa saja..?" ucap Clara.
" Hanya mengucapkan 2 kalimat sahadat..." ucap Bayu.
" 2 kalimat sahadat...?"
" Seperti apa kalimat itu mas?" ucap Clara.
" Seperti... "
Bayu mengucapkan 2 kalimat sahadat,dan Clara mengikutinya.
" Muhammad adalah utusan Allah.." ucap Bayu.
" Muhammad adalah utusan Allah.."
" Begitu saja pak?" ucap Clara.
" Iya...."
" Eh....!!! Bayu baru tersadar,jika Clara mengucapkan kalimat itu. Otomatis ia memeluk agama islam.
" Apakah mbak yakin mau masuk islam?" ucap Bayu.
" Sangat yakin sekali mas.." ucap Clara.
" Bisa mbak ulangi lagi kalimat sahadat itu?" ucap Bayu.
" Bisa..." ucap Clara.
Clara kembali mengucapkan 2 kalimat sahadat.
" Alhamdulillah.."
" Mbak telah masuk islam..." ucap Bayu.
" Serius mas...?" ucap Clara tak percaya.
" Iya ...Aku serius..."
" Nanti biar Bimo atau mbak datang ke tempat pondok pesantren Darul Rahman..Bilang kepenjaga gerbang,bila di utus oleh pak Kyai Bayu untuk bertemu pak kyai Syukron . Tapi mbak datang kesana pakai pakaian tertutup menggunakan jilbab."
Bayu melihat kedua orang tua Clara datang menghampiri.
" Agar mbak bisa belajar islam.." ucap Bayu.
" Iya mas.." ucap Clara.
" Maaf...Kalau boleh saya tahu.."
" Apa hubungan anda dengan pak Jien Li?" ucap ayahnya Clara penasaran.
" Hemm...Menurut bapak gimana?" ucap Bayu.
" Pa...Kenapa tanya begitu,sudah jelas pemuda ini pembantu di rumah ini.." ucap ibunya Clara.
" Papa gak yakin Bayu ini pembantu di rumah ini ma..."
" Menurut saya...Anda adalah orang penting di dalam rumah ini" ucap ayahnya Clara.
" Ya di bilang penting,gak penting..."
" Tapi di bilang gak penting ya penting pak." ucap Bayu.
" Anda beragama islam?" ucap ayahnya Clara.
" Iya betul...Saya beragama islam." ucap Bayu.
" Saya tahu dari teman saya.. Orang islam saat ini menjalankan puasa..."
" Dan tidak boleh berbohong.."
" Apa hubungan anda dengan pak Jien Li?" ucap ayahnya Clara.
" Bapak benar - benar ingin tahu?" ucap Bayu.
" Iya..Saya ingin tahu dan saya penasaran sekali..."
" Jika anda pembantu..."
" Tak mungkin anda di kerubungi wanita cantik yang berpakaian bagus.."
" Baiklah...."
"Pak Jien Li adalah... Ayah mertua saya " ucap Bayu.
Kedua orang tua Clara tersentak kaget.
" Seriusss...!!!" ucap ibunya Clara tak percaya,sebab penampilan Bayu seperti gembel di pasar tradisional.
" Kalau gak percaya gak masalah,itu hak anda bu..."
" Oh iya mbak Clara...Itu saja yang aku sampaikan padamu..." ucap Bayu.
" Lalu mengapa anda berpakaian seperti itu jika anda menantunya pak Jien Li?" ucap ayahnya Clara.
" Maaf... Saya mau tanya ke bapak..."
" Fungsi pakaian itu apa seh menurut bapak?" ucap Bayu.
" Ya menutup anggota tubuh.." ucap ayahnya Clara.
" Nah itu bapak tahu..."
" Saya berpakaian ini hanya untuk menutup tubuh saya..."
" Masa saya harus telanjang,apa lagi ada tamu.." ucap Bayu.
" Tapi mengapa anda berpakaian seperti itu?" ucap ayahnya Clara.
" Saya sudah terbiasa pak,jika di rumah memakai pakaian seperti ini.." ucap Bayu.
" Kadang kalau jalan keluar juga seh..Itupun sendirian,kalau bersama istri bakalan kena omelan...." ucap Bayu dalam hati.
Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil.Bayu mengecek siapa yang memanggil,rupanya Bejo menelpon dirinya.
" Maaf saya terima telpon dulu.."
" Ya halo kang..." ucap Bayu.
" Bay... Bapakku oleh melu gak...?" suara Bejo.
" Kuat nahan rokok gak di dalam pesawat nanti?" ucap Bayu.
" Nah itu...Cina itu jauh gak Bay?" suara Bejo.
" Jauh kang...Agal lama daripada ke Jepang.."
" Bawa aja sekalian mbak Nadya sama sama ibumu kang ke sini...Sekalian liburan" ucap Bayu.
" Okee...Dah dulu ya Bay...Aku tak siap - siap dulu.." suara Bejo.
" Iya kang..."
Panggilan berakhir. Bayu mengantongi hapenya.
" Maaf...Kita lanjut lagi pak.."
" Apakah bapak atau ibu menilai orang lain dari luarnya saja? Tanpa melihat sifat dan perilaku orang itu?"
Kedua orang tua Clara terdiam.
" Pak...Ibu..."
" Saya hanya memberi saran..."
" Jangan menilai orang dari luarnya saja,belum tentu dalamnya bagus..."
" Contoh saja saya ini..."
" Kalian mengira saya adalah pembantu dalam rumah ini..."
" Kalian salah menilai saya..."
" Saya adalah pemilik rumah ini,dan saya adalah kepala rumah tangga di sini.."
" Saya dan Clara sebelumnya pernah bertemu, lalu kami menjalin kerja sama.."
" Saya juga yang meminta Clara untuk tidak memberitahukan identitas saya ke kalian.."
" Bimo adalah bagian dari keluarga saya..."
" Betulkan itu mbak Clara..?" ucap Bayu.
" Iya itu betul mas " ucap Clara.
" Coba bapak lihat ke sana.."
Bayu menunjuk seorang pengawal yang berdiri sambil mengawasi sekitar.
" Jika bapak adalah pemilik rumah ini,bapak anggap dia itu siapa bapak?"
" Jawab yang jujur?" ucap Bayu.
" Ya tentu dia anak buah saya..." ucap ayahnya Clara.
" Kalau saya..."
__ADS_1
" Saya menganggap dia adalah teman serta sahabat saya.."
" Jika saya sedang melakukan sesuatu dan saya butuh pertolongan. Tanpa saya suruh,dia akan menolong saya...Begitu juga sebaliknya.."
Ayahnya Clara terdiam. Ia berpikir ada benarnya. Sebab ia sering mengalaminya,tapi ia selalu menyuruh pembantunya. Jika tak di suruh maka pembantunya tak mau membantu.
" Baiklah pak...Saya tinggal dulu..Mau shalat.."
" Maaf jika saya salah kata kepada bapak dan Ibu...Saya permisi dulu.." ucap Bayu lalu berjalan.
***
Menjelang magrib.
Bayu bersama keluaraganya dan keluarga Hatake berkumpul untuk makan bersama,keluarga Hatake sengaja menunggu mereka buka puasa bagi yang tidak berpuasa. Karena untuk menghormati Bayu yang sedang menjalankan puasa.
"# Paman Akiro.." ucap Bayu.
" Iya Bayu san..." ucap Akiro.
"# Apakah paman menguasai ilmu tangan api?" ucap Bayu.
" Iya...Paman menguasainya..."
" Sungguh berat pantangannya..Namun.."
" Paman tetap berusaha menjalankannya.." ucap Akiro.
Hape Bayu berdering nada pesan,lalu ia mengeceknya.
Form Daniel F4.
Kenapa baru bilang Bay. Berarti Lukman aku tinggal neh?
Bayu membalas pesan dari Daniel,sebab ia juga membutuhkan Daniel dalam misi tersebut dan juga ia sudah menghubungi Malik.
To Daniel F4.
Iya Niel.Nnti biar pengawal yg menjemput Lukman. Maaf ya. Soalnya ini penting banget. Kemungkinan aku akan lebaran di sana 1 hari saja,setelah itu kita pergi.
Bayu mengirim pesannya.
Tak lama kemudian suara alarm pun berbunyi,tepat waktu masuk Magrib.
" Alhamdulillah...Waktunya buka puasa" ucap Bayu.
Bayu mengadahkan tangan membaca do'a berbuka puasa.
Kakek Naruto yang sedari subuh hingga sekarang ikut berpuasa menjadi lega,akhirnya bisa makan dan minum.
Selesai Bayu membaca do'a.
" Mari kita makan...Jangan malu - malu.." ucap Bayu lalu mengambil segelas air putih. Kemudian meminumnya.
Mereka kemudian makan dan minum.
Keluarga Bayu hanya makan sedikit saja,seperti biasa. Begitu juga kakek Naruto dan istrinya atas saran dari Bayu. Karena jika lama - lama. Maka waktu shalat Magrib keburu habis.
10 menit kemudian.
Bayu bersama yang lainnya pergi ke ruang shalat.
***
Pukul 20.40
Nampak mobil hitam Honda CRV milik Ki Kartolo memasuki pagar rumah Bayu. Setelah sampai di parkiran,ki Kartolo bersama keluarganya turun dari mobil,lalu berjalan ke rumah Bayu.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bejo saat berdiri di depan pintu yang telah di buka oleh penjaga.
" Wa'alaikum salam..." suara bu Intan.
Tak lama kemudian bu Intan muncul.
" Silahkan masuk ki..." ucap bu Intan.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.
" Bayunya kemana bu lek.." ucap Bejo.
" Sedang pergi ke mesjid..Sebentar lagi akan pulang." ucap bu Intan.
" Ono kopi gak ?.." ucap ki Kartolo.
" Ada ki..Mau kopi pahit...Sedang...Atau manis.." ucap bu Intan.
" Gulanya sedikit aja..." ucap ki Kartolo.
Ki Kartolo kemudian duduk di kursi sofa bersama keluarganya.
Tak lama kemudian,muncul Dewi membawa nampan berisi minuman. Lalu meletakkan di meja.
" Monggo di unjuk.." ucap Dewi.
" Suwun nduk..."
" Oh iyo...Kowe wes rabi po durung?" ucap ki Kartolo.
" Maaf..Saya hanya bisa bahasa jawa sedikit saja.." ucap Dewi.
" Ooo... Ngono...Yo wes .." ucap Ki Kartolo.
30 menit kemudian.
Bayu bersama keluarganya datang. Mereka turun dari mobil.
Bayu melihat Bejo dan ki Kartolo sedang duduk di teras menikmati rokok.
" Kapan tekone pakde?" ucap Bayu menghampiri ki Kartolo.
" Lagek teko lee.." ucap ki Kartolo. ( Baru datang nak).
Bayu bersalaman tak lupa cium tangan,lalu bersalam dengan Bejo.
Ketiga istri Bayu bersalaman ke ki Kartolo tak lupa cium tangan. Lalu bersalaman ke Bejo. Setelah itu mereka masuk ke dalam rumah.
Bayu duduk menemani ki Kartolo.
" Kang...Sampeyan ngasih tau misi ini ke pakde gak?" ucap Bayu.
" He eh..." ucap Bejo.
" Akeh kah musuhmu le?" ucap ki Kartolo.
" Akeeh pakde..."
" Durung pasukanne..."
" Roto - roto gowo bedil.." ucap Bayu.
" Di santet wae piye lee...Ben cepat rampung.." ucap ki Kartolo.
" Jika Bayu menyuruh,otomatis nanti Bayu musrik..." ucap Bayu.
"Yoo...Pakde paham kuwi lee..." ucap ki Kartolo.
" Pakde mau ikut?" ucap Bayu.
" Wedi nyasar pakde lee.."
" Durung maneh roto - roto bosone cino kabeh...Pakde ra mudeng boso cino.." ucap ki Kartolo.
" Yo wes... Pakde nang kene wae..." ucap Bayu.
" Nadya boleh ikut gak Bay?" ucap Bejo.
" Jangan kang...Nanti dia kenapa - kenapa lagi.." ucap Bayu.
" Tenang Bay..."
" Mbakmu itu juga jago dalam menyantet orang..."
" Dia juga iso rogoh sukmo.." ucap Bejo.
" Serius kang?" ucap Bayu.
" He eh...."
" Ngapain aku ngapusi kowe Bay..." ucap Bejo.
" Waah... "
" Tambah bagus itu kang..."
" Tapi... Di olehi(bolehin) mbokde gak kang?" ucap Bayu.
" Nah itu aku gak tahu..." ucap Bejo.
" Yo wes...Nanti aku bilang ke mbokde..."
" Jika mbak Nadya bisa membantu.."
" Maka misi ini menjadi ringan..."
" Kita bisa menimalisir teman - teman yang terluka...Atau meninggal.." ucap Bayu.
Sebuah mobil berhenti di depan Bayu. Lalu pengawal membukakan pintu.
Nampak kakek Zhang turun dari mobil di ikuti Kakashi,Jien Li dan Tian Fei.
" Masih hidup rupanya kamu pak tua.." ucap kakek Zhang.
" Juancook..."
" Aku malah krungu,kowe matek keselek mangan iwak.." ucap ki Kartolo.
" Mana bisa aku mati tersedak makan ikan.." ucap kakek Zhang.
" Lee...Mbahmu tak santet oleh gak lee..?" ucap ki Kartolo.
" Ampun pak tua....Jangan santet saya..." ucap kakek Zhang.
" Santet aja ki....Aku rela kok..." ucap Jien Li.
" Juancook...Kamu ingin ayah cepat mati gitu.." ucap kakek Zhang.
Kakek Zhang kemudian bersalaman ke ki Kartolo. Lalu di ikuti yang lainnya.
Kakashi duduk di lantai dasar,sebab ia melihat ki Kartolo yang ia anggap sebagai gurunya duduk di anak tangga.
" # Ayah....Duduk di sini saja..." ucap Bayu.
" Anoo...Ada guru...Ayah sungkan.." ucap Kakashi.
" Ayo kita masuk ke dalam saja.." ucap kakek Zhang.
" Nang jero aku gak iso ngerokok...." ucap ki Kartolo.
" Bisa...Kita di lantai atas..."
Ki Kartolo mematikan rokoknya,lalu mengambil gelas kopinya.
Kakek Zhang melihat Bejo masih duduk tak berdiri.
" Bejo..Kenapa kamu masih duduk?..." ucap kakek Zhang.
" Laaah...Tak kiro aku gak dia ajak kok mbah.." ucap Bejo.
" Ayoo..Kamu juga ikut..." ucap kakek Zhang.
Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam.
" Bentar mbah...Bayu mau manggil mbak Nadya dulu..." ucap Bayu.
10 menit kemudian.
Mereka berada di salah satu ruangan.
Jendela di buka agar asap rokok bisa keluar.
10 menit kemudian.
Bayu datang bersama Nadya dan Ayu,lalu mereka duduk.
" Maaf..."
Ayu menerjemahkan ke bahasa jepang,sebab ada ayahnya,dan juga keluarganya yang semuanya pria.
" Mbak Nadya bisa ikut bergabung dengan kita..."
" Jadi..."
" Misi kita akan lebih mudah..."
" Kang Bejo dan mbak Nadya akan menyelinap masuk lebih dulu untuk memasang alat di ruang CCTV. Serta bisa mematikan aliran listrik..." ucap Bayu.
" Pakde piye lee..?" ucap ki Kartolo.
" Pakde mau ikut?" ucap Bayu.
" Yo melu too..." ucap ki Kartolo.
" Tapi harus tahan gak merokok loh di dalam pesawat..." ucap Bayu.
" Iyooo... Pakde iso nahan..." ucap ki Kartolo.
__ADS_1
" Apakah Daniel sudah kamu hubungi ?" ucap kakek Zhang.
"Sudah mbah..."
" Lebaran ke dua kita berangkat ke Cina.."
" Sebab,lebaran pertama..."
" Bayu akan mengajak keluarga kakek Naruto pergi ke Jogja..."
" Dan satu lagi..."
" Daniel mempunyai seorang teman yang merupakan hacker,..."
" Dia bisa meretas sistem..."
" Kita pergi ke sana memakai identitas palsu.."
" Agar tidak di curigai..." ucap Bayu.
Mereka pun mendiskusikan rencana penyerangan itu.
Kakashi juga ikut serta dalam misi tersebut.
---****----
Jogja.
1 hari sebelum lebaran.
Bayu bersama keluarganya sudah berada di rumah ibunya. Sebagian menginap di rumah Daniel dan di rumah tetangganya. Karena rumah Bayu tak muat menampung semuanya.
Nampak Naruto berjalan kaki di sore hari bersama Bayu dan keluarganya untuk melihat - lihat keadaan lingkungan tempat tinggal Bayu.
Para warga yang melihat Bayu bersama orang asing heran dan penasaran.
" Mengapa di sini ada yang rumahnya terbuat dari bambu Bayu - chan ?" ucap kakek Naruto melihat salah satu rumah dindingnya terbuat dari anyaman bambu.
" # Mereka dari keluarga tidak mampu kakek.." ucap Bayu.
" Besok adalah hari raya..."
" Apa saja kegiatannya itu Bayu - chan?" ucap Kakek Naruto.
"# Kita akan shalat idul fitri di mesjid kakek.."
"# Tapi nanti malam kita bayar zakat dahulu di mesjid.."
"# Setelah selesai shalat idul fitri..."
" # Kita pulang ke rumah.."
" # Kita saling minta maaf satu sama lain sebelum pergi ke rumah tetangga untuk minta maaf bila ada kesalahan kita terhadap tetangga..." ucap Bayu.
Mereka berjalan kembali ke rumah. Karena sebentar lagi akan magrib.
Begitu sampai di rumah,mereka duduk di lantai beralaskan tikar. Di depannya sudah tersedia makanan berat dan ringan serta minuman.
Tak lama kemudian terdengar suara kentongan dan bedug.
Bayu memimpin do'a. Lalu ia minum segelas air putih.
" Alhamdulillah...."
" Puasa bulan ini kita lancar..." ucap Bayu.
" Apakah nanti kita shalat tarawih Bayu - chan?" ucap kakek Naruto.
" # Tidak kakek... Malam ini adalah malam idul fitri..." ucap Bayu.
10 menit kemudian mereka pun shalat.
Selesai shalat Magrib.
Bayu bersama keluarganya lanjut makan lagi. Karena mereka hanya makan kue saja.
Selesai makan,mereka ada yang berkumpul di ruang tamu,teras dan pinggir jalan.
Tak lama kemudian,terdengar suara takbir dari pengeras suara,baik itu dari Mushalla dan Mesjid.
Melisa kembali berulah,ia memgeluarkan 4 kotak petasan dari dalam mobil yang di bantu pengawal. Lalu memgajak keluarganya menyalakan petasan tersebut.
Ayu mengajak keluarganya ikut menyalakan petasan.
Duup...
Duuuaaar...
Duup....
Duuuaaar.... (suara petasan kembang api) yang di pegang oleh Melisa.
Bayu menghampiri kakek Naruto sambil menggendong tas punggung.
Duuuaaar....
Duuaaaar....
Duuuaaarr.....
Warga di sekitar rumah Bayu menyaksikan kembali kembang api tersebut,setelah satu tahun lamanya.
" #Kakek...Ayo kita ke mesjid..."
" Ayoo.." ucap kakek Naruto.
Mereka pun berjalan kaki menuju mesjid. Di belakang mereka ada sebuah mobil yang mengikuti Bayu. Mobil itu membawa beras untuk membayar zakat.
" Asem...Aku lupa lagi cara menghitung zakat harta ke kakek Naruto.."
" Tapi...Yang 20 % ini bisa gantikan... Hemm.. Kayaknya gak bisa deh..."
" Duit ini kan bukan duit zakat... Melainkan duit infak..."ucap Bayu dalam hati.
" Di mana mesjidnya Bayu - chan...?" ucap kakek Naruto.
" #Di sana kakek... "
Bayu menunjuk tempat mesjid.
"# 10 menit lagi sampai.." ucap Bayu.
Suara takbir pun berhenti. Lalu terdengar suara bedug di pukul.
Rombongan Bayu telah sampai di Mesjid.
Suara adzan Isya' di kumandangkan.Tak ada suara petasan kembang api. Melisa dan yang lainnya berhenti sebelum adzan Isya di kumandangkan atas perintah dari bu Hana.
Bayu bersalaman ke tetangganya. Tanpa mengucapkan kata,karena masih terdengar suara adzan. Kemudian Bayu memberi tahu tempat wudhu ke kakek Naruto.
Setelah selesai shalat Isya.
Bayu menghampiri kakek Naruto.
"# Kakek...Kita bayar zakat fitrah dahulu..Setelah itu pulang.." ucap Bayu.
" Iya..." ucap kakek Naruto.
Mereka kemudian duduk di teras mesjid.
" Di mana kita membayarnya Bayu -chan?" ucap kakek Naruto.
Terdengar suara takbir yang di suarakan anak - anak kecil.
Pengawal membawa sekarung beras dan tas koper lalu di letakkan di samping Bayu.
" # Tunggu sebentar kakek... Nanti akan ada orang sebagai panitia.." ucap Bayu.
Bayu membuka segel karung beras,lalu membaca niat zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan juga untuk keluarganya.
Kakek Naruto melihat suasana di Mesjid itu sangat ramai. Ia baru pertama kali merasakan malam hari raya.
" # Kakek..." ucap Bayu.
" Iya.." ucap kakek Naruto.
" # Sentuh beras ini.. Ikuti ucapan Bayu.." ucap Bayu.
Kakek Naruto menuruti ucapan Bayu.
Bayu mengucapkan niat membayar zakat fitrah dalam bahasa arab,lalu bahasa Jepang.a
Tak lama kemudian beberapa pria dewasa datang sambil membawa buku dan meja kecil.
" Kapan tekone Bay?" ucap pria 1.
" Tadi siang lek..." ucap Bayu mendekati pria yang mengajak bicara.
" Arep bayar zakat kah?" ucap pria 1.
" Ora lek...Aku arep nagih utang..." ucap Bayu.
" Diampuut..."
" Jarene mbok ikhlasne.." ucap pria 1.
" Guyon lek...Yo aku bayar zakatlah..."
" Ini sekalian sama mbahku..." ucap Bayu.
" Ooo... Ngono..."
" Wes di dungani po durung?" ucap pria 1. ( sudah di doa'kan apa belum).
" Sampun.." ucap Bayu.
" Nyoh... Tulisen dewe jenengmu.." ucap pria 1.
" Ibumu nangdi Bay?" ucap pria 2.
" Nang omah pak..." ucap Bayu sambil menulis.
Lukman dan Bimo menghampiri Bayu.
" Bay..." ucap Lukman.
" Opo Man..." ucap Bayu.
" Jarene Daniel...Dia ke Cina.."
" Kok kita gak di ajak Bay?" ucap Lukman.
" Tunggu aku selesai yoo..."
Lukman dan Bimo menunggu Bayu.
" Oh iyo lek..."
" Iki aku gowo duit infak dari almarhum mbahku..."
" Duit ini untuk pembangunan mesjid ini..." ucap Bayu.
" Piro Bay?" ucap pria 1.
" Gak banyak lek... Cuman 900 juta " ucap Bayu.
" Juancook.... Gitu bilang gak banyak..." ucap pria 1 kaget.
" Itu sebgaian lek... Soalnya gak hanya mesjid ini yang aku kasih...Biar adil dan merata.."
Bayu membuka uang di tas kopernya.
" Ini uang yang di infakkan oleh almarhum kakekku..."
" Tolong di hitung lek..."
Bayu mengeluarkan lagi uang di dalam tas panggulnya.
" Yang ini uang zakat malku lek.." ucap Bayu mengeluarkan amplop coklat.
" Tak delok songko jenenge kok gak mirip jenenge wong cino Bay?" ucap pria 1 penasaran saat melihat nama lengkap almarhum kakek Kiyoshi.
" Beliau adalah ayah dari ayah mertuaku lek Tapi tolong nanti bila di umumkan,bilang saja hamba Allah....." ucap Bayu.
" Yoo Bay..." ucap pria 1 menulis di sebelahnya agar tidak lupa.
Kemudian pria 1 menutup koper itu,lalu di taruh di pangkuannya. Takut ada yang mengambil,sebab jumlahnya sangat banyak sekali. Dan ia bertanggung jawab bila uang itu hilang.
Selesai membayar Zakat. Bayu menghampiri Bimo dan lukman. Lalu sedikit menjauh dari teras mesjid.
2 orang pemuda mendekati mereka ikut nimbrung.
" Tolong jangan mendekat,aku ada perlu sama Bimo dan Lukman.." ucap Bayu.
" Yo ndang ngomong wae Bay... Aku diem aja.." ucap pemuda 1.
" Ini serius... Tolong menjauh..."
2 pemuda itu pergi.
" Aku ngajakin Daniel bukan untuk jalan - jalan.."
" Tapi untuk menyelamatkan Sulis..." ucap Bayu.
" Kalau menyelamatkan Sulis,kita juga mau menyelamatkan Sulis Bay..." ucap Lukman.
__ADS_1
" Jangan,Ini berbahaya...."
" Daniel hanya membantu mengawasi dari jauh saja...Tidak langsung kontak fisik..Aku takut kalian kenapa - kenapa...." ucap Bayu.