SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BESOK KITA KE JAKARTA


__ADS_3

Fei Long membelah ayam tersebut dengan sendok,lalu mengambil sedikit daging ayam dan mencocolkan ke sambal.


" Eh...!!!??? Fei Long terkejut.


Rasa ayam yang di makan sama seperti yang ia jual.


"Nona Hua.. Coba kamu tanyakan ke penjual.. Menu ini apa namanya.." ucap Fei Long.


Hua Yan Chen menanyakan nama menu tersebut,lalu memberi tahukan ke Fei Long.


" Pecel Ayam pak..." ucap Hua Yan Chen.


Fei Long mengeluarkan kertas dan pulpen,lalu di berikan Hua Yan Chen.


" Coba kamu tuliskan menu itu,memakai huruf indonesia..." ucap Fei Long.


Hua Yan Chen menulis menu tersebut,setlah itu memberikan ke Fei Long.


Fei Long menulis kata yang ada di spanduknya,


PECEL AYAM.


PHE CHEL A YAM.


Fei Long memberikan kertas itu ke Hua Yan Chen.


" Coba kamu perhatikan tulisan yang ku tulis... Jika di baca ke bahasa indonesia,apakah sama sama?" ucap Fei Long.


Hua Yan Chen memperhatikan tulisan Fei Long.


" Iya..Sama pak..." ucap Hua Yan Chen.


" Siaaal.... Rupanya sama... Berati menu ini memang dari Indonesia.." ucap Fei Long dalam hati.


Fei Long memakan makanannya sambil berpikir tentang Bayu.


" Jika ia penjual makanan,mengapa dia pandai menembak..."


" Heeemm...Tunggu.."


" Aku juga penjual makanan dan pandai menembak...Tapi itu memang hobiku memasak..Tapi Jiang..?"


" Heemm...Jika Jiang hobinya sama dengan aku.."


" Berarti dia juga pedagang makanan..." ucap Fei Long dalam hati.


Setelah selesai makan.


" Nona Hua...Coba kamu tanyakan ke dia,apakah memgenal Jiang...Jangan lupa tunjukkan fotonya..." ucap Fei Long.


Hua Yan Xing lantas menanyakan perihal Jiang sambil menunjukkan foto Jiang,lalu melihat ke Fei Long.


" Dia tidak kenal pak..." ucap Hua Yan Chen.


30 menit kemudian.


Fei Long dan Hua Yan Chen berada di dalam kamar Fei Long.


" Hubungi tim yang lain,suruh mereka untuk mendatangi kedai makan di pinggir jalan yang jualan Pecel Ayam..."


" Aku curiga orang yang mirip Jiang itu membuka usaha makanan itu..." ucap Fei Long.


" Siap pak...." ucap Hua Yan Chen.


" Jiang...Sebenarnya kamu ini siapa? "


" Mengapa kamu selalu berpindah tempat...Dan mengapa tidak kembali ke negaramu.."


" Apa yang kamu rencanakan..." ucap Fei Long dalam hati.


10 Hari kemudian.


Siang hari.


Fei Long bersama Hua Yan Chen berada di pantai Melawai.


Fei Long memperhatikan para wisatawan di sekitarnya,berharap orang yang mirip Jiang ada di pantai tersebut.


Tiba - tiba ponselnya berdering.


Fei Long mengambil ponsel di saku celana dan melihat ke layar.


Nampak panggilan dari rekan timnya bernama Kaibo.


" Halloo..." ucap Fei Long.


" Pak... Kami menemukan seseorang yang pernah melihat Jiang.." suara Kaibo.


" Terus..." ucap Fei Long.


" Pemuda yang mirip Jiang bernama Bayu. Dia pernah pergi memancing dan sering berkunjung ke salah satu rumah warga..." suara Kaibo.


" Di berkunjung ke rumah siapa?" ucap Fei Long.


" Ke rumah pak Anwar..."


" Pak Anwar itu seorang pengerajin pembuat perahu dari kayu pak..." suara Kaibo.


" Segera ke penginapanmu,aku akan ke sana.." ucap Fei Long.


" Siap pak..." suara Kaibo.


Fei Long mematikan panggilan lalu menghampiri Hua Yan Chen yang menikmati kelapa muda.


" Ayo kita ke hotel Blue Sky..." ucap Fei Long.


Mereka pun pergi menuju hotel Blue Sky.

__ADS_1


Setelah sampai,Fei Long mengambil ponselnya menghubungi Kaibo.


Tuuut...Tuuut...Tuuut....


" Halloo..." suara Kaibo.


" Aktifkan radiomu..Aku sudah di depan hotel.." ucap Fei Long.


Fei Long mematikan panggilan,lalu menyalakan radio HT.


" Kaibo..." ucap Fei Long.


" Iya pak..." suara Kaibo.


" Sekarang kamu keluar hotel,dan jaga jarak..." ucap Fei Long.


" Siap pak..." suara Kaibo.


Fei Long melihat keadaan keliling sambil waspada.


Tak lama kemudian Fei Long melihat Kaibo berada 20 meter dengannya.


" Apakah kamu sudah bertemu dengan pak Anwar..?" ucap Fei Long.


" Belum pak..." suara Kaibo.


" Apakah kamu tahu rumahnya..?" ucap Fei Long.


" Tahu pak.." suara Kaibo.


" Kamu berjalannya ke arah kirimu...Aku mau lihat,apakah ada yang mengikutimu apa tidak..." ucap Fei Long.


" Siap..." suara Kaibo.


Kaibo berjalan mengikuti perintah Fei Long.


Fei long memperhatikan Kaibo yang berjalan. Ia tak melihat orang yang mencurigakan,lantas Fei Ling mengikuti Kaibo.


" Teruslah berjalan...Jangan jawab ucapanku.." ucap Fei Long.


Setelah 15 meter Fei Long berjalan,Hua Yan Chen berjalan mengikuti Fei Long.


Fei Long berjalan sambil mengamati sekitar.


" Berhenti..."


Kaibo menghentikan langkahnya.


Fei Long berhenti 3 meter dari Kaibo dan Hua Yan Chen melewati Kaibo lalu berhenti 3 meter dari Kaibo.


" Kita ke sana memakai angkutan umum saja.." ucap Fei Long.


Kaibo menyetop angkutan umum .


Mobil angkutan umum berhenti di depan Kaibo.


Fei Ling duduk dan melihat ke arah belakang,apakah ada yang mengikuti apa tidak.


" Jauh atau dekat rumahnya?" ucap Hua Yan Chen.


" Lumayan...Sekitar 10 kilometer.." ucap Kaibo.


Fei Long diam saja mendemgar timnya berbicara memakai bahasa indonesia.


Tak lama kemudian.


" Stoop..." ucap Kaibo.


Mobil angkutan umum berhenti,lalu mereka turun dari angkot.


Kaibo membayar ongkos angkot,setelah itu berjalan.


Fei Long dan Hua Yan Chen mengikuti Kaibo dari belakang.


Hingga Kaibo berhenti.


" Di mana rumahnya.." ucap Hua Yan Chen.


" Arah pukul 3 di depannya ada 2 orang gadis..." ucap Kaibo.


Hua Yan melihat ke arah pukul 3.,dan benar saja ada 2 gadis duduk di kursi sambil memakan cemilan.


" Kalian terus saja berjalan,aku akan menghampirinya..." ucap Hua Yan Chen memakai bahasa China.


Kaibo dan Fei Long terus berjalan.


Hua Yan Chen berjalan ke arah rumah Ida.


" Permisi..." ucap Hua Yan Chen.


Ida yang duduk bersama temannya melihat seorang wanita cantik maauk ke emperan rumahnya.


" Iya.." ucap Ida.


" Maaf mengganggu...Namaku Rani.."


" Aku sendang mencari temanku yang bernama Bayu..Apakah adik pernah melihatnya?" ucap Hua Yan Chen.


" Bayu siapa tante?" ucap Ida.


Hua Yan Chen lantas mengeluarkan foto bergambar Bayu,lalu memberikan foto itu ke Ida.


" Bayu ini adik cantik..." ucap Hua Yan Chen.


" Ooo..Kak Bayu..." ucap Ida.


" Apakah adik cantik ini tahu rumahnya Bayu..?Sebab aku cari tidak ketemu....?" ucap Hua Yan Chen.

__ADS_1


" Tante siapanya kak Bayu..?" ucap Ida.


" Aku teman lamanya...Sudah lama tidak bertemu.." ucap Hua Yan Chen.


" Dia tidak di sini tante.." ucap Ida.


" Waaaaah...Tidak di sini ya..."


" Aku pikir dia di sini..Soalnya temanku bilang dia pernah melihat Bayu berkunjung ke sini.." ucap Hua Yan Chen.


" Iya...Dia ada di Jakarta.." ucap Ida.


" Haaah...!!! Jakarta..." ucap Hua Yan Chen terkejut.


" Iya tante..Tante tinggalnya di mana?" ucap Ida.


"Di...Di...Di Bali..Aku tinggal di Bali.." ucap Hua Yan Chen.


" Jauh banar tante..." ucap Ida.


" Iya..Jauh.."


" Apakah adik punya nomor Bayu..? Ini penting sekali..." ucap Hua Yan Chen.


" Punya tante.." ucap Ida.


Hua Yan Chen memgeluarkan ponselnya.


" Berapa nomornya..?" ucap Hua Yan Chen.


" Sebentar tante..."


Ida membuka kunci ponselnya lalu mencari kontak Bayu.


" 08131***** " ucap Ida.


" Oh iya...Apakah adik tahu alamat rumahnya Bayu?" ucap Hua Yan Chen


" Enggak tahu tante.." ucap Ida.


" Bukannya kamu pernah di ajakin kerumahnya Da?" ucap teman Ida.


" Iya...Tapi aku gak tahu alamatnya.." ucap Ida.


" Berarti gadis ini pernah kerumahnya Bayu.." ucap Hua Yan Chen dalam hati.


" Maaf ya adik cantik...Jangan di beri tahu ke Bayu ya,jika aku menemuimu.." ucap Hua Yan Chen.


" Kenapa begitu tante.." ucap Ida.


" Sebab dia gak mau menemuiku.."


Hua Yan Chen mengeluarkan uang lalu di berikan ke Ida.


" Ini uang untukmu..Jangan di beri tahu ke Bayu ya.." ucap Hua Yan Chen.


" Iya tante..." ucap Ida.


" Aku permisi dulu ya adik cantik...Dan terima kasih..." ucap Hua Yan Chen.


" Sama - sama tante..." ucap Ida.


Hua Yan Chen lantas meninggalkan rumah Ida menyusul Fei Long.


Setelah Hua Yan Chen pergi,Ida teringat dengan ucapan Bayu yang berkata,mungkin yang mencarinya dari seorang wanita kaya raya,dan Bayu tidak mau menikahi wanita itu.


" Apakah wanita itu menyukai kak Bayu ya..?" ucap Ida dalam hati.


Di sisi Fei Long.


Fei Long berdiri 3 meter dari Kaibo di dermaga,ia melihat aktifitas warga sekitar sambil menunggu Hua Yan Chen.


Setelah lama menunggu,akhirnya Hua Yan Chen muncul.


" Dapat..Ayo kita pergi.." ucap Hua Yan Chen memakai bahasa China.


Mereka pun meninggalkan dermaga tersebut.


Sesampai di kamar hotel.


" Apa yang di katakan gadis itu?" ucap Fei Long.


" Dia mengenal Bayu,dan sempat pergi ke rumah Bayu.." ucap Hua Yan Chen.


" Di mana rumahnya..?" ucap Fei Long.


" Di Jakarta..." ucap Hua Yan Chen.


" Jancoook....." ucap Fei Long kesal.


Tebakannya meleset. Ia pikir,Bayu tinggal di jawa tengah.


" Apa itu Jancok pak..?" ucap Hua Yan Chen.


" Ungkapan kesal.."


" Apakah gadis itu memberikan alamat rumah Bayu...?" ucap Fei Long.


" Dia tidak tahu alamatnya..." ucap Hua Yan Chen.


" Heeemmm....Jika dia tidak tahu,berarti dia di jemput agar tidak nyasar..."


" Cerdik juga..."


" Hemm.... Hubungi yang lain.."


" Besok kita ke Jakarta..." ucap Fei Long.

__ADS_1


__ADS_2