
Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam lamanya, akhirnya Ryder sampai juga ke tempat di mana sang papa berada. Tentu saja dia mendapat alamat rumah itu dari Rolan, tetapi papanya juga tidak tahu tentang kedatangannya.
Ryder segera turun dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah itu, tetapi salah satu lelaki yang ada di sana menghadangnya.
"Siapa kau? Kenapa kau-"
"Minggir!" potong Ryder dengan cepat. "Aku adalah putra Eric, jadi menyingkir dari hadapanku sekarang juga." Dia berucap dengan penuh penekanan, ditambah dengan tatapan tajam yang terhunus ke arah laki-laki itu.
Laki-laki itu tampak terkejut saat mendengar ucapan Ryder, begitu juga dengan semua orang yang ada di tempat itu.
Salah satu anak buah Eric lalu mengatakan jika Ryder benar-benar anak tuannya, jadi biarkan laki-laki itu masuk untuk menemui Eric.
Ryder lalu kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah itu, padahal jika tidak diizinkan pun dia akan menerobos masuk dengan menghancurkam mereka semua.
Sementara itu, Eric dan Vano sedang bertemu dengan pemimpin dari kelompok mafia yang dulunya adalah tuan Eric, bahkan dia menjadi salah satu tangan kanan dari laki-laki itu.
"Senang mendengar kabarmu lagi, Eric," ucap Caldo.
Eric menganggukkan kepalanya. Hubungannya dengan Caldo sangat berbanding terbalik sekali dengan River dan Luke. Dia keluar secara baik-baik, bahkan Caldo sendiri yang memerintahkannya untuk keluar dari kelompok karena harus fokus pada keluarga.
"Maaf sudah mengganggu Anda, Tuan. Saya juga senang bisa melihat Anda," balas Eric dengan tertunduk segan, membuat Vano yang ada di tempat itu dapat melihat seberapa patuh Eric pada laki-laki itu.
"Tidak apa-apa, aku tahu kalian pasti akan menghubungiku," ujar Caldo sambil menepuk bahu Eric dengan akrab.
Caldo sudah dengar dari anak buahnya bahwa Luke sedang berulah karena memburu mantan asisten laki-laki itu dulu, bahkan berniat untuk membinasakan sebuah perusahaan besar.
__ADS_1
"Sepertinya Luke sudah kehilangan akal sejak berpisah dengan River, kegilaannya semakin tidak terkendali," ucap Caldo kemudian membuat Vano dan Eric menatap dengan tajam.
Caldo kemudian mengatakan jika dia sudah tahu mengenai apa yang Luke lakukan, bahkan tahu jika laki-laki gila itu membentuk pasukan untuk melawan pemerintah.
"Kelompokku lebih kecil darinya yang hampir menguasai daratan Italia, dan merambat ke daerah kekuasaanku ini. Tapi tidak menutup kemungkinan jika kita bisa mengalahkannya," jelas Caldo. Dia sendiri juga ada dendam pribadi pada Luke, karena laki-laki itu telah membuat adiknya tiada.
"Maaf, Tuan. Tapi saya masih bingung kenapa Luke terlalu terobsesi dengan River, padahal selama ini dia tidak bertindak apa-apa," ucap Vano dengan bingung.
Caldo tersenyum saat mendengarnya. "Bukan tidak bertindak apa-apa, tapi apa yang dia lakukan berhasil di lawan oleh River, itu sebabnya dia menargetkan Anda."
Vano merasa semakin bingung saat mendengarnya, begitu juga dengan Eric yang memang tidak tahu kenapa Luke sampai seperti itu mengejar River.
"Luke mencintai River,"
"Apa?" Pekik Vano dan Eric secara bersamaan, mereka menatap Caldo dengan tatapan terkejut dan tidak percaya. Bukankah Luke itu seorang lelaki?
"Ryder?" ucap Eric dan Vano secara bersamaan, mereka merasa kaget melihat keberadaan laki-laki itu di tempat ini. "Apa yang kau lakukan di sini?" Eric bertanya sambil beranjak dari kursi.
Ryder melangkah masuk ke dalam ruangan itu, dia lalu menganggukkan kepalanya pada Vano dan juga Caldo.
"Aku ingin menemui papa," jawab Ryder dengan cepat membuat Eric menatap heran.
Vano sendiri terkejut saat melihat kedatangan Ryder, apalagi saat melihat perban yang ada dikepala laki-laki itu. Namun, seketika dia teringat dengan apa yang terjadi pada Yara dan membuat dia menjadi kesal.
"Anakmu ternyata sudah dewasa, Eric. Dia sama tampannya sepertimu," ucap Caldo. Dia beranjak dari kursi dan mendekati Ryder. "Mau, kalau aku jodohkan dengan putriku?"
__ADS_1
Semua orang tersentak kaget saat mendengar ucapan Caldo, terutama Ryder yang langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu, Tuan. Terima kasih. Saya sudah punya wanita yang saya cintai, dan sedang menunggu di desa," tolak Ryder tanpa pikir panjang, memangnya siapa juga yang mau dijodohkan begitu saja?
Caldo langsung tergelak saat mendengarnya, sementara Vano merasa terkejut dengan apa yang Ryder katakan.
"Desa? Apa dia sudah bertemu dengan Yara?" Vano mulai menduga-duga. Keberadaan Ryder saja sudah sangat mengejutkan, mungkin saja laki-laki itu sengaja mengejar putrinya.
"Sudahlah, kita bahas masalah kedatanganmu nanti. Sekarang ada hal yang lebih penting dari ini," ucap Eric. Dia lalu mengajak Ryder untuk duduk. Kemungkinan besar putranya datang karena tahu tentang apa yang sedang terjadi, dan pasti Rolan yang memberitahu.
Vano juga mengesampingkan kedatangan Ryder dan meminta Caldo untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada River, dan langsung saja Caldo menceritakan bahwa Luke adalah pelangi.
Semua orang merasa tidak percaya dengan apa yang Caldo katakan. Mereka sangat syok saat mendengar bahwa Luke benar-benar mencintai River, tidak bisa dibayangkan apa yang sudah laki-laki itu lakukan hingga membuat River murka.
"Aku dengar dia mengancam nyawa wanita yang River sukai, lalu memaksa River untuk melayaninya."
Brak.
Vano langsung memukul meja yang ada di hadapannya dengan murka, membuat semua orang terkesiap. Darahnya mendidih saat mendengar apa yang terjadi pada River, pantas sampai sekarang laki-laki itu tidak mau menikah seperti punya trauma yang sangat besar.
"Aku pasti akan membalas laki-laki biad*ab itu dengan kedua tanganku sendiri."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.