Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 175. Malam Pesta.


__ADS_3

Zafran langsung menolak undangan dari Frans karena memang tidak suka datang ke pesta seperti itu, apalagi nantinya akan ada banyak wanita penghibur dan juga minuman beralkohol yang memang selalu disediakan di setiap pesta.


"Ayolah, Zaf. Semua teman-teman kita akan datang ke pestaku, mereka ingin bertemu denganmu," ucap Frans lagi. Dia terus memaksa Zafran agar datang ke pestanya karena memang semua teman-teman mereka akan datang ke pesta yang setiap tahun dia buat.


Zafran menghela napas kasar. "Baiklah, aku akan datang." Dia langsung mematikan panggilan itu sebelum Frans kembali bicara dan membuat telinganya sakit. Dia terpaksa menerima ajakan laki-laki itu supaya Frans diam, jika tidak laki-laki itu pasti akan terus memaksanya.


Beberapa jam kemudian, Junior masuk ke ruangan Zafran dan mengajak tuannya itu untuk pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, jadi sudah seharusnya mereka menyudahi pekerjaan hari ini.


"Apa Tuan mau makan malam dulu sebelum pulang?" tanya Junior. Biasanya dijam segini Zafran sudah makan malam bersama dengan keluarga, dan jika sedang banyak pekerjaan maka mereka akan makan di restoran.


"Tidak," jawab Zafran sambil menggelengkan kepalanya. "Kita tidak akan langsung pulang, Junior. Ada suatu tempat yang harus kita kunjungi." Dia beranjak dari kursi setelah mematikan laptopnya.


Junior mengernyitkan kening heran. Seingatnya tidak ada pertemuan atau pun pekerjaan lain malam ini. "Kalau boleh tahu, kita akan pergi ke mana, Tuan?"


Zafran langsung mengatakan jika mereka akan pergi ke rumah salah satu teman untuk memenuhi undangan pesta. Namun, sebelum itu mereka harus pergi ke toko dulu untuk membeli pakaian ganti. Tidak mungkin 'kan, mereka memakai pakaian kerja seperti ini?


"Baiklah. Apa kita harus membawa hadiah untuk pesta itu, Tuan?" tanya Junior.

__ADS_1


Zafran kembali menggelengkan kepalanya. "Itu tidak perlu. Kedatanganku saja sudah seperti hadiah untuk mereka."


Kemudian Zafran dan Junior beranjak pergi dari tempat itu menuju salah satu toko pakaian yang berada tidak jauh dari perusahaan. Setelah memilih dan berganti pakaian, mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju kediaman Frans.


Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke tempat tujuan. Terlihat ada banyak mobil yang sudah terparkir di halaman rumah Frans, bahkan suara musik dari dalam rumah itu terdengar sampai ke halaman.


"Selamat datang, Tuan," sambut salah satu petugas keamanan di tempat itu saat melihat kedatangan Zafran dan Junior.


Zafran menganggukkan kepalanya untuk membalas sapaan penjaga itu, begitu juga dengan Junior sambil memperhatikan kesekitaran tempat.


"Mari Tuan, saya akan mengantar Anda," ajak laki-laki itu.


"Zafran!" teriak Frans saat melihat kedatangan Zafran bersama dengan salah satu penjaga rumahnya. Dengan cepat dia berjalan ke arah laki-laki itu yang sedang menatap ke arahnya. "Ku pikir kau tidak jadi datang." Dia merangkul bahu Zafran dengan akrab.


"Cih." Zafran mendengus sebal mendengar ucapan Frans. "Kau pasti akan terus memaksaku jika aku tidak datang."


"Tentu saja, sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini," sahut Frans. "lihat, mereka semua sudah menunggu kedatanganmu." Dia menunjuk ke arah beberapa orang lelaki yang sedang melambaikan tangan pada mereka. "Ayo, kita ke sana!" Ajaknya kemudian.

__ADS_1


Zafran mengangguk. Namun, sebelum pergi dia lebih dulu memperkenalkan Junior kepada Frans yang sama sekali tidak menyadari keberadaan laki-laki itu.


"Astaga, maafkan aku, kupikir Zafran datang sendirian," ucap Frans dengan tidak enak hati karena sudah mengabaikan Junior, padahal dia memang tidak sadar dengan keberadaan laki-laki itu.


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya yang seharusnya memperkenalkan diri pada Anda," sahut Junior dengan tersenyum. Berbeda dengan Zafran yang jarang bicara, dia memang lebih ramah dan banyak bicara dengan orang lain.


Frans lalu merangkul Junior seperti apa yang dia lakukan pada Zafran tadi. "Panggil saja aku Frans. Kau adalah temannya Zafran, itu artinya kau temanku juga. Jadi jangan sungkan." Dia menyambut dengan ramah.


Junior menganggukkan kepalanya. "Baiklah, Tuan. Tapi saya asistennya tuan Zafran, jadi saya harus menghargai Anda seperti menghargai beliau."


"Cih, tidak perlu seperti itu padaku. Jangan perlakukan aku seperti robot yang ada di sampingmu itu. Ayo, kita temui teman-teman yang lain. Pokoknya malam ini kita akan bersenang-senang."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2