Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 193. Kedatangan Para Petugas Medis.


__ADS_3

Sementara itu, di tempat lain terlihat Yara dan Ryder sedang menyambut kedatangan para petugas medis yang akan bekerja di rumah sakit mereka. Para warga desa juga terlihat sangat antusias dalam acara penyambutan itu, membuat para petugas medis merasa senang.


"Dokter Lewis?" ucap Yara dengan kaget saat melihat keberadaan laki-laki yang dulu menjadi teman saat menjadi sukarelawan.


Lewis tersenyum lalu menghampiri Yara. Dia memang tidak mengatakan pada wanita itu jika akan bekerja di rumah sakit milik mereka.


"Bagaimana kabar Anda, Dokter Yara? Saya senang bisa kembali ke desa ini lagi," ucap Lewis dengan ramah.


"Saya sangat baik, Dokter Lewis. Saya sangat kaget saat melihat Anda, kenapa Anda tidak bilang kalau akan kembali ke sini?" tanya Yara dengan bingung. Dia sudah tahu siapa-siapa saja petugas medis yang akan datang, tetapi dia sama sekali tidak melihat ada nama Lewis di daftar.


"Ini kan kejutan, mana mungkin saya bilang," sahut Lewis. Dia lalu menganggukkan kepalanya saat melihat kedatangan Ryder. "Selamat siang menjelang sore, Tuan. Terima kasih karena sudah memberi kesempatan pada saya untuk bekerja dengan Anda." Dia benar-benar merasa senang dan terhormat.


Ryder menganggukkan kepalanya. "Senang melihatmu berada di sini, Dokter. Semoga Anda bisa membantu istri saya untuk menjalankan rumah sakit ini." Dia menepuk bahu Lewis dengan pelan karena dia sendirilah yang meminta agar laki-laki itu bekerja di rumah sakitnya.


"Tentu saja, Tuan. Saya pasti akan bekerja keras untuk membantu Dokter Yara," jawab Lewis.


Yara tersenyum melihat kedekatan antara suaminya dengan Lewis. Tidak disangka jika mereka akan menjadi dekat seperti itu, sepertinya dia ketinggalan sesuatu.


"Dokter Yara!"


Yara tersentak kaget saat mendengar panggilan seseorang, sontak dia menoleh ke belakang dan kembali terkejut saat melihat keberadaan Ambar.


"Ambar? Kau ada di sini juga?" tanya Yara dengan tatapan tidak percaya.


Ambar menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk Yara dengan erat. Sudah lumayan lama dia tidak bertemu dengan wanita itu, dan terakhir kali bertemu saat Yara selesai menjadi sukarelawan.


"Saya akan bekerja dengan Anda, Dokter, dan saya merasa sangat senang," ucap Ambar setelah melerai pelukannya.


Yara juga merasa senang melihat kedatangan Ambar. Sebenarnya dia merasa gelisah saat Ryder menyerahkan kepengurusan rumah sakit padanya, dan sang suami hanya memantau tanpa ikut campur tangan.


Namun, sekarang hati Yara merasa lega saat melihat kedatangan orang-orang yang dia kenal, dan mereka adalah orang-orang hebat dalam profesi mereka. Walaupun semua petugas medis yang Ryder siapkan adalah orang-orang ahli, bahkan suaminya membayar gaji yang lebih tinggi untuk mereka semua.


"Aku juga senang melihat kedatangamu, Ambar. Semoga kita bisa bekerja dengan baik, dan bantu aku untuk mengurus semua pasien," ucap Yara.


Ambar mengangguk dengan semangat. Sudah lama dia penasaran dengan desa yang di tempati oleh Yara saat ini, apalagi desa ini sudah terkenal dan menjadi bahan perbincangan orang-orang.

__ADS_1


Setelah acara penyambutan selesai, para petugas medis dipersilahkan untuk menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh warga desa.


Suasana ramai dan penuh canda tawa menggema di halaman rumah Yara yang memang disiapkan untuk menyambut para petugas medis, walau ada beberapa orang yang hanya diam karena merasa canggung untuk berbaur dengan warga desa.


Beberapa saat kemudian, Ryder dan Yara mengajak para petugas medis untuk mengunjungi rumah yang akan mereka tempati setelah para warga bubar barisan dari tempat itu.


Ryder sudah menyiapkan rumah untuk tempat tinggal para petugas medis. Ada 25 petugas medis yang dia siapkan, dan masing-masing orang mendapatkan satu rumah dengan dua kamar. Dia ingin membuat mereka nyaman agar bisa fokus dengan pekerjaan.


Para petugas medis merasa senang dengan tempat yang Ryder siapkan dan langsung mengucapkam terima kasih, membuat Ryder dan Yara ikut merasa senang.


Bukan hanya tempat tinggal, Ryder juga sudah menyiapkan orang-orang untuk mengatur makanan bagi para petugas medis. Jadi mereka hanya fokus saja pada pasien tanpa memikirkan makanan dan tempat tinggal.


"Anda benar-benar menjamu kami dengan baik, Tuan, Nyonya. Kami benar-benar sangat berterima kasih dan kami akan bekerja keras untuk membalasnya," ucap salah satu Dokter.


Ryder menganggukkan kepalanya, sementara Yara tersenyum ramah sambil ikut mengangguk. "Syukurlah kalau Anda semua menyukainya. Jika ada sesuatu, Anda bisa langsung mengatakannya pada saya, saya pasti akan mendengarkannya, lalu panggil saja saya Dokter."


Semua orang mengangguk paham dengan apa yang Yara katakan, kemudian dia dan Ryder beranjak pergi ke rumah mereka sendiri supaya para petugas medis bisa istirahat.


"Alhamduliiah, acara hari ini berjalan lancar," ucap Yara sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Dia merasa lelah karena aktivitas hari ini.


"Tentu saja acaranya lancar, kan kau sendiri yang sudah menyiapkannya, Sayang," sahut Ryder sambil mengusap keringat yang ada di kening Yara.


"Ayo kita mandi, badanmu sudah lengket!" ajak Ryder sambil menarik tangan Yara.


Yara membangunkan tubuhnya dengan malas. "Aku capek sekali, Mas. kalau gitu gendong aku." Pintanya sambil merentangkan tangan ke depan.


Ryder tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Dasar manja!" Mulutnya menggerutu tetapi tubuhnya tetap menggendong Yara ala bridal style.


Yara tersenyum senang saat digendong oleh Ryder. Dia lalu melingkarkan tangannya di leher lelaki itu, tetapi dengan lembut tanpa tenaga dalam.


"Aku mencintaimu, Mas."


Ryder yang akan menaiki tangga menghentikan langkah kakinya saat mendengar ucapan Yara, sementara Yara menunduk malu menyembunyikan wajahnya ke dada bidang sang suami.


"Kalau memang cinta, kasi kiss dong," pinta Ryder sambil memajukan bibirnya.

__ADS_1


Yara tergelak. Dia lalu mendongakkan kepalanya untuk mengecup bibir sang suami. Tentu saha Ryder tidak melewatkan kesempatan itu, dia menahan tengkuk Yara dan semakin memperdalam ciuman mereka.


"Aku juga mencintaimu, Sayang," balas Ryder setelah melepaskan ciumannya saat napas Yara mulai tersengal.


Wajah berubah merah merona mendengar ungkapan cinta Ryder, padahal tadi dia duluan yang mengungkapkan rasa cintanya.


"Ayo, kita buat anak lagi!"


"A-apa? Mas!" pekik Yara sambil mencubit wajah Ryder saat mendengar ucapan suaminya itu.


Ryder tertawa terbahak-bahak melihat amukan Yara membuat wanita itu juga ikut tertawa, mereka berdua lalu mandi bersama dan saling bermesraan dengan erat.


Setelah selesai, tentu saja Ryder meminta jatah membuat mereka kembali bermandikan dengan keringat. Namun, Yara mengingatkan Ryder supaya melakukannya dengan perlahan agar tidak membahayakan janin yang berada dalam kandungannya, apalagi umur janin itu masih sangat muda.


"Kau tenang saja, Sayang. Serahkan semuanya padaku," bisik Ryder dengan suara parau menahan napsu yang sudah sampai ke ubun-ubunnya.


*


*


Malam harinya, Via dan semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga setelah selesai makan malam. Dia harus membicarakan tentang perpisahan Hana dengan Vano dan Zafran, supaya segera mengambil tindakan.


"Tadi siang mama pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kaki Hana, lalu kata Dokter kakinya terluka akibat benturan benda keras yang dilakukan sampai beberapa kali," ucap Via.


Vano dan Zafran merasa terkejut mendengar ucapan Via, begitu juga dengan Zayyan yang langsung melihat ke arah Hana.


"Apa itu benar, Kak?" tanya Zayyan dan dijawab dengan anggukan kepala Hana. "Dasar sinting. Orang gila mana yang telah melakukan itu pada Kakak?" Tanyanya kembali.


Via langsung menjawab pertanyaan Zayyan dan menceritakan apa yang terjadi pada Hana, karena sore tadi wanita itu sudah menceritakan semuanya.


"Mereka benar-benar iblis!" pekik Vano dengan geram. Kedua matanya berkilat marah dengan apa yang sudah keluarga Dion lakukan terhadap Hana, siapapun yang mendengarnya juga pasti akan murka. "Besok pergilah ke pusat perceraian regional dan buat laporan perpisahan, biar aku dan River yang mengurus sisanya."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2