
Pov Garlind-dye
cewek berambut panjang pirang coklat keorenan itu pun terdiam dan terlarut dalam pikirannya.
dia masih belum bisa melupakan kejadian yang hampir seminggu lalu itu.
dia hanya bisa berdiam diri, sungguh ini di luar nalar, kejadian yang tak pernah terjadi di seumur hidupnya.
dia pun keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga satu persatu menuju kamar sang adik yang letaknya tak jauh dari kamar tamu.
Tok Tok Tok
Ketuknya, tapi pemilik sang kamar pun tak kunjung membukakan pintu untuknya.
"auline kemana sih?". gerutunya mulai kesal.
akhirnya mau tidak mau pun sefora membuka knop pintu kamar auline, tapi alhasil di dalam tidak ada siapa-siapa.
"kemana tuh anak perginya sih?".ocehnya kesal sendiri.
dia pun mengambil benda pipih yang ada di kantong celananya, lalu mengirimkan pesan kepada auline.
Kak aura:
Lo di mana line?
bisa balik dulu gak?!,
tolong anterin gue ketemu Arsy
sebentar dong...
Ting !
Pesan dari sefora pun terkirim ke auline.
Auline pun hanya membuang nafas panjangnya.
Auline:
ya, bentar lagi auline balik.
Balasnya, lalu dia pun memasukkan kembali benda pipih itu ke kantong bajunya.
Lalu mobil pun jalan dengan kecepatan standar.
(skip rumah Garlind-dye)
Rumah bernuansa putih tulang yang menjulang tinggi itu pun terlihat sepi tak ada tanda penghuni rumah satu pun.
__ADS_1
Setelah 2 jam perjalanan, auline pun akhirnya sampai di pekarangan rumahnya, setelah gerbang pintu terbuka dia pun masuk ke dalam rumahnya.
Mobil pun terparkir sempurna di garasinya .
Dia pun turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya lalu menghampiri sefora yang berada di depan pintu kamarnya.
"kak aura". panggilnya lalu sefora pun menoleh.
"akhirnya Lo sampai juga line, dari tadi gue nungguin Lo tau nggak ". balasnya kesal.
auline hanya terkekeh kecil melihat sang kakak yang kesal padanya.
"ya maaf.... auline kan gak tau kalo kak aura mau ketemu sama kak Arsy, emangnya kakak mau ngapain sih pake segala anterin pengen ketemu kak Arsy?!!". balas tanyanya.
"ya selesain masalah gue yang waktu itu lah ". selorohnya kesal.
"udah yuk ". ajaknya lalu keduanya pun keluar.
"tunggu,mau kemana kalian?". panggil eyang Elizabeth kepada keduanya, lalu keduanya pun menoleh kearahnya.
"kami mau....". ucapnya terpotong.
"eyang tau kamu lagi ada masalah sama Arsy sefora".tebak eyang tepat sasaran.
sefora hanya merundukkan kepalanya.
"pergilah jika memang membuat tenang sefora". suruhnya.
"iya sayang". balasnya.
lalu sefora pun memeluk eyangnya erat.
"muito abrigado vovô,adeus querida vovô". ucapnya lalu mencium kening eyangnya.
"de nada querida, vá agora ,mas lembre-se,você tem que ter cuidado ". balasnya.
lalu keduanya pun tersenyum dan mengangguk.
"kami berangkat eyang, bye-bye.see you again". ucapnya lalu keduanya pun pergi dan memasuki mobil lalu pergi meninggalkan pekarangan halaman rumahnya dengan kecepatan standar.
******
(skip di taman Cattleya)
mobil yang di tumpangi oleh kedua cewek bule itu pun melesat dengan kecepatan standar, dia 10 menit lagi sampai di taman Cattleya.
Dia pun mengambil benda pipih yang ada di dalam kantong celananya, lalu mengirimkan pesan kepada Arsy melalui WhatsApp.
My Crush ❤️:
__ADS_1
Arsy, kita ketemuan di taman
Cattleya, sebentar lagi aku sama auline
sampai di sana.
Pesan pun terkirim ceklist dua.
Ting !
Notifikasi handphone Arsy pun berbunyi pertanda pesan masuk dari seseorang.
Arsy:
iya, gue otw
Balasnya pesan pun terkirim ke sefora.
Arsy pun melajukan motornya dengan kecepatan standar pergi untuk ke taman Cattleya.
Sedangkan mobil yang di tumpangi oleh kedua cewek bule itu pun sudah sampai lebih dulu.
Saat beberapa menit perjalanan akhirnya Arsy pun sampai di taman Cattleya, dia melihat di sana sudah tampak kehadiran keduanya.
Lalu dia pun langsung turun dari motornya dan menghampiri keduanya.
"langsung, Lo mau ngomong apa". ujarnya datar.
"Arsy aku minta maaf, tolong dengar penjelasan aku, aku tau kamu marah sama aku, tapi aku gak bisa terus-terusan seperti ini ". jawabnya memohon.
"apa alasan Lo suruh gue kesini?". tanyanya.
sefora dan auline hanya bungkam,tak sekata pun menjawab pertanyaan Arsy.
"gue cuma pengen Lo kayak kita waktu dulu Arsy". ucapnya akhirnya kesal mengeluarkan unek-uneknya.
"kenapa Lo lebih pilih Nara di banding gue, apa yang Kurang dari gue?". lirihnya bertanya pada Arsy dengan pasrah.
"karna gua udah sayang dan cinta sama Nara dari lama sef ". balasnya.
"Lo gak ada hak buat ngelarang gue cinta sama Nara ". ujarnya sekali lagi.
sefora hanya menghembuskan nafas panjangnya.
"gue tau Lo sebenci itu sama Nara, tapi keadaan gak bisa mengubah segalanya, jadi gue mohon, kita putus, sorry.... gue gak bisa bertahan sama Lo sef, karna adanya keyakinan kita yang berbeda, gue hargai Lo bukan sebagai orang non muslim, tapi gue benar-benar sayang sama Nara, jadi mulai hari ini kita berteman ". ucapnya panjang lebar lalu pergi meninggalkan keduanya.
air mata sefora tidak bisa terbendung lagi, matanya mulai sembab dan hidung yang memerah, dia pun terisak tanpa suara, auline pun menenangkan sang kakak dan membawanya masuk ke dalam mobil kembali, lalu dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan standar, sefora telah di tampar oleh kenyataan yang pahit, dia hanya bisa terdiam dan melamun dengan tatapan kosongnya.
*****
__ADS_1
Yuk, bisa yuk.pasti bisa, semangat sefora.