Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 71. Penyesalan Tiada Arti.


__ADS_3

Zafran menunjukkan 4 buah cek tepat di depan wajah Ryder. "Kalau uang ini terlalu banyak untuk membeli harga dirimu, maka sedekahkan saja pada orang yang membutuhkan. Karena mereka jauh lebih berharga." Dia lalu melemparkan lembaran cek itu dan tepat mengenai tubuh Ryder.


Ryder yang sudah tidak bisa menahan kemarahannya lagi langsung mencengkram kerah kemeja Zafran dengan kuat, hingga membuat Yara terlonjak kaget.


"Beraninya kau menunjukkan uang di hadapanku!" teriak Ryder dengan kuat. "Membeli harga diriku kau bilang, hah?"


"Tentu saja, walau harga dirimu tidak layak untuk dibeli dengan harga setinggi itu. Tapi aku menghargai tubuhmu yang indah ini, pasti para wanita sangat senang menikmatinya, 'kan?"


"Kau-"


Ryder yang akan melayangkan tinjunya tidak bisa bergerak karena ada sebuah tangan yang menahan lengannya, dia lalu menoleh ke arah samping dan terkejut saat melihat Yara.


"Jika kau berani memukul adikku, maka jangan salahkan aku jika membalasmu dengan hal serupa dua kali lipat," ucap Yara dengan penuh penekanan.


Mendengar ucapan Yara, membuat Ryder tersadar dari kemarahannya. Dia lalu melepaskan cengkraman tangannya dari kerah kemeja laki-laki itu.


"Yara, aku tidak bermaksud untuk-"


"Kita pulang, Zaf. Tidak ada gunanya kita berlama-lama di tempat seperti ini," ucap Yara, dia enggan untuk mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ryder.


Zafran mengangguk sambil merapikan kemejanya. "Jangan lupa untuk uangnya, lain kali mungkin kau bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi dari saat ini."


Ryder hanya bisa menahan diri dengan apa yang terjadi saat ini, sementara Zafran dan Yara sudah beranjak pergi dari tempat itu.


"Dasar brengs*ek!"


Pyar.


Ryder langsung membanting minuman yang ada di atas meja membuat semua orang terlonjak kaget. Dengan cepat Alan dan yang lainnya segera mendekatinya.


"Si*alan. Kenapa semuanya jadi seperti ini?" teriak Ryder dengan wajah merah padam dan sorot mata penuh kemarahan.


"Kendalikan dirimu, Ryder. Kita bisa-"

__ADS_1


Alan tidak bisa melanjutkan ucapannya saat Ryder mencengkram kerah kemejanya dengan kuat. "Sudah aku katakan jika Yara tidak ikut dengan semua permainan ini, tapi kenapa kau tetap memanggil namanya, hah?"


Ryder mengguncang tubuh Alan, membuat suasana kian menegangkan. Tampak Bisma dan juga Shanti berusaha untuk melerai pertengkaran mereka.


"Kau menyalahkanku, Ryder?" tanya Alan dengan tidak terima.


"Kalau kau tidak memanggil namanya, maka semua tidak akan jadi seperti ini, bangs*at!"


"Apa?"


Alan yang merasa tidak terima langsung mendorong tubuh Ryder dengan kuat, hingga cekalan laki-laki itu terlepas.


"Kau menyalahkanku untuk keributan yang wanita itu lakukan, hah?" bentak Alan. "Jangan lupa, Ryder. Kaulah yang membawa wanita itu ke tempat ini, dan kau jugalah yang mempertaruhkannya. Jadi jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kau lakukan sendiri."


"Kau-"


"Cukup, hentikan perdebatan kalian ini!" teriak Bisma. Dia lalu menyuruh Shanti untuk membubarkan acara itu dan menyuruh semua orang untuk pergi.


Mereka semua jelas tidak terima dibubarkan secara paksa seperti itu, apalagi mereka belum mengetahui siapa pemenang dari acara yang berlangsung tadi.


Semua orang brdecak kesal saat mendengar ucapan Shanty, mereka semua lalu bubar dari tempat itu karena tidak mau berurusan dengan Ryder. Apalagi mereka dapat melihat jelas bagaimana marahnya laki-laki itu saat ini.


"Tenanglah, Ryder. Kita bisa memperbaiki semua-"


"Diam! Aku tidak mau mendengar apapun dari mulut kalian." Ryder beranjak pergi dari tempat itu menuju mobilnya berada saat ini.


"Ryder, tunggu. Kau mau ke mana?" teriak Bisma yang sama sekali tidak didengar oleh Ryder, laki-laki itu terus melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempata itu.


"Aarrgh!" Teriakan Ryder menggema di tempat itu saat sudah berada di samping mobilnya. "Kenapa, kenapa semua ini terjadi? Seharusnya aku tidak membawanya kemari, kenapa?"


Brak.


Ryder meninju mobilnya sendiri dengan kesal. Dia lalu meluapkan kemarahannya dengan semua yang terjadi dengan meninju-ninju mobil itu sampai punggung tangannya terluka.

__ADS_1


"Dia, dia pasti sangat membenciku sekarang."


Ryder mengusap wajahnya dengan kasar. Luapan penyesalan terlihat jelas diwajahnya saat ini, bagaimana mungkin dia bertindak bod*oh dengan menjadikan Yara bahan taruhan?


"Si*alan. Aku sendiri yang telah membuat Yara menjauh."


Ryder lalu masuk ke dalam mobil dan melajukannya dengan kencang. Tidak, dia tidak boleh membiarkan semua ini terjadi begitu saja. Dia harus meminta maaf pada Yara sebelum semuanya terlambat, dia akan meminta pengampunan pada wanita itu dan menjelaskan bahwa dia tidak berniat untuk menjadikan Yara sebagai bahan taruhan.


Sementara itu, di tempat lain terlihat Yara dan Zafran sedang berada dalam perjalanan untuk pulang ke rumah. Sepanjang jalan, Zafran terus memarahi kakaknya yang sama sekali tidak mengingat ucapannya tentang berbahanya dekat dengan Ryder.


"Mbak salah, Zaf. Seharusnya mbak lebih berhati-hati lagi," ucap Yara dengan penuh penyesalan membuat Zafran menghela napas kasar.


"Sudahlah, yang penting Mbak baik-baik saja. Itu adalah hal yang paling penting."


Yara menganggukkan kepalanya sambil mengusap lengan Zafran, dia benar-benar beruntung punya adik sebaik dan seperhatian laki-laki itu.


"Tapi Dek, dari mana kau dapat uang sebanyak itu?" Yara kembali ingat tentang cek yang Zafran berikan pada Ryder tadi.


"Aku memintanya dari papa," jawab Zafran dengan santai.


"Apa? Kau memintanya dari papa?" Yara tersentak kaget. 50 milyar adalah jumlah uang yang sangat besar, bagaimana mungkin papanya memberikannya begitu saja?


"Mbak gak perlu khawatir, semua itu biar aku yang urus,"


"Tidak, Zaf. Kali ini biar Mbak yang bicara pada papa, dan menyelesaikan semuanya." Yara tidak mau lagi membebani adiknya dengan masalah yang dia lakukan, dan sudah seharusnya dia yang menyelesaikan semuanya.


"Aku tau apa yang Mbak pikirkan, dan sebagai saudara, sudah seharusnya jika kita saling membantu. Saat ini Mbak yang sedang tertimpa masalah, dan mungkin di masa depan aku yang akan membuat masalah besar."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2