Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 69. Pukulan Telak.


__ADS_3

Seketika suasana menjadi sunyi senyap saat sebuah kalimat keluar dari mulut Yara. Beberapa orang tampak diam karena merasa kagum melihat penampilannya, tetapi ada juga yang merasa tersinggung dengan apa yang dia ucapkan.


Yara tetap tersenyum manis yang mampu menghipnotis semua mata para lelaki yang berada di tempat itu, sementara para wanita menatapnya dengan sinis.


"Apa saya boleh memberikan pertanyaan pada semua lelaki yang ada di sini?" Yara melihat ke arah Alan yang sejak tadi tidak mengedipkan mata melihat penampilannya. "Tuan Alan?"


Alan terkesiap saat mendengar panggilan Yara. "Te-tentu saja, lakukan apapun yang Anda mau." Sangking terkejutnya dia sampai terbata-bata menjawabnya.


Ryder mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Ingin sekali dia menarik paksa Yara dari tempat ini, apalagi saat melihat mata para lelaki yang jelas tertarik pada wanita itu.


"Terima kasih." Yara lalu kembali melihat ke arah depan dengan menegakkan kepalanya. "Jika Anda semua berkenan, maka jawablah pertanyaan ini. Tapi sebelum itu ...." Dia menjeda ucapannya dan berjalan ke arah Ryder.


Ryder tersentak kaget saat melihat Yara berjalan ke arahnya. Wajah yang sejak tadi terlihat sangat menyeramkan, kini tampak tersenyum lebar.


"Saya minta makanan Anda sedikit, Tuan Ryder."


Senyum Ryder kembali lenyap saat Yara mengambil makanan yang ada di atas meja, dan bukannya ingin menghampirinya.


Dengan cepat Ryder mencekal tangan Yara hingga membuat wanita itu berbalik dan menatapnya dengan tajam.


"Sudah cukup, Yara. Mau sampai kapan kau-"


"Tolong lepaskan tangan saya, Tuan Ryder. Bukankah tidak adil bagi peserta lain jika Anda sampai memegang tangan saya?" Ucapan Yara dibenarkan oleh lelaki yang lain. "Apa saya harus memberi kesempatan pada yang lain juga, agar bisa memegang tangan saya?"


Cekalan tangan Ryder semakin menguat saat mendengar ucapan Yara, darahnya seakan mendidih dengan apa yang wanita itu lakukan saat ini.


"Itu benar, Tuan. Ryder. Kenapa Anda memegang tangannya? Itu sangat tidak adil sekali,"

__ADS_1


"Iya benar. Kalau seperti itu, maka kami juga akan memegang tangannya,"


"Diam!" bentak Ryder membuat para lelaki yang baru saja berkomentar langsung menutup mulut mereka, sementara yang lain juga tersentak kaget saat mendengarnya.


"Aku akan mematahkan siapa saja yang berani menyentuh milikku!" ucap Ryder dengan penuh penekanan, disertai urat-urat yang menonjol disekujur tubuhnya.


Yara tersenyum sinis saat mendengar ucapan Ryder. Dengan cepat dia memutar tangannya dan menariknya dengan kuat, hingga cekalan tangan laki-laki itu terlepas.


"Sesuatu yang sudah kau rendahkan dan tidak kau hargai, maka tidak mungkin juga akan menjadi milikmu," ucap Yara dengan suara tertahan, dia lalu berbalik dan segera berjalan ke tempat semula.


Ryder tercengang dengan apa yang Yara lakukan, apalagi saat mendengar ucapan wanita itu.


Zafran yang sejak tadi memperhatikan mereka benar-benar sudah berada di ambang kesabarannya. Sejak tadi tangannya sudah mengepal dengan kuat untuk menahan amarah, bahkan sampai membuat telapak tangannya terluka akibat tertancap kuku-kukunya.


Saat ini, ada dua benda yang berada di kedua tangan Yara. Ditangan kanan, ada cup cake yang berada di dalam sebuah toples kaca, dan sebelah kirinya ada cup cake yang langsung berada di atas tangannya. Dia lalu meletakkan keduanya di atas karpet merah yang sejak tadi dilewati orang-orang.


Semua orang melihat ke arah bawah, tepatnya melihat cup cake yang ada di atas karpet. Orang bodoh pun pasti akan memilih yang ada di dalam toples kaca, jika yang berada diluar pasti sudah terkena kotoran.


"Bagaimana, apa Anda semua sudah bisa memilih?" tanya Yara kembali.


"Tentu saja aku akan memilih yang ada di dalam toples. Memangnya siapa yang mau makan makanan yang sudah kotor itu?" jawab salah satu lelaki.


"Iya benar. Yang ada di dalam toples pastilah bersih, yang diluarkan sudah terkena debu dan kotoran."


Beberapa laki-laki yang lain juga menjawan hal yang sama, tentu saja membuat Yara tersenyum lebar.


"Jadi kesimpulannya, Anda semua akan memilih yang masih bersih dan tertutup rapat bukan? Dari pada yang berada di luar dan sudah tercemar oleh banyak hal?"

__ADS_1


Semua orang mengangguk dengan serantak, membuat Yara juga ikut mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Bagus, jawaban Anda semua benar-benar bagus. Anda semua memilih sesuatu yang masih sangat terjaga, baik kebersihan dan juga isi yang ada di dalamnya. Tapi, kenapa Anda semua masih melakukan hal seperti ini?" tanya Yara dengan penuh penekanan. Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya berubah menjadi tatapan yang sangat tajam.


Semua orang mengernyitkan kening bingung dengan pertanyaan terakhir yang Yara ucapkan, mereka saling pandang dengan penuh tanda tanya.


"Kalian saja memilih makanan yang masih terjaga dengan rapi, tapi kenapa kalian lebih suka dengan para wanita yang mempertontonkan aurat mereka? Bahkan kalian sampai melakukan hal serendah ini."


Deg.


Semua orang terkesiap saat mendengar ucapan Yara, sementara Yara sendiri merasa tidak peduli karena apa yang dia katakan adalah benar.


"Kalian suka melihat para wanita memakai pakaian super seksi, dan menampakkan tubuh indah mereka pada semua orang. Tidak tahukah kalian jika harkat dan martabat para wanita sangat tinggi?" tanya Yara dengan tajam.


"Kalian tidak mau mendapat makanan yang sudah kotor dan tidak terjaga, tetepi kalian suka dengan para wanita-wanita yang tela*njang di depan mata kalian semua. Bukan hanya satu dua orang, tapi wanita itu dipertontonkan seperti apa yang kalian lakukan saat ini."


Sebagian orang merasa tertampar dengan apa yang Yara katakan, tetapi kebanyakan merasa tersinggung dan merasa dia sok hebat dan sok suci.


"Apa hakmu berkata seperti itu pada kami, hah? Ini hidup kami, jadi terserah kami mau melakukan apa!" Salah satu wanita yang ada di tempat itu bersuara.


"Tentu saja aku berhak berkata seperti ini karena aku adalah seorang wanita, dan sebagai wanita aku merasa sangat malu dan terhina dengan apa yang kalian lakukan saat ini."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2