Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 70. Harga Diri Kalian Jauh Lebih Penting.


__ADS_3

Yara menatap wanita itu dengan tajam. Tampak jelas gurat kemarahan dan kekecewaan di wajahnya saat ini, bagaimana mungkin dia membiarkan hal seperti ini begitu saja? Darahnya bahkan mendidih saat mengetahui jika mereka memepertaruhkan harga diri seorang wanita.


"Aku yakin kalian semua adalah orang-orang hebat dan juga berpendidikan, tapi hal seperti ini sungguh tidak layak untuk dipertaruhkan. Khususnya kalian yang masih satu jenis denganku, apa kalian tidak merasa marah saat harga diri kalian di injak-injak seperti ini?" ucap Yara dengan penuh penekanan.


"Jika orang lain merendahkan dan menginjak harga diri kalian, maka kalian harus melawannya sampai mati. Itulah hal yang pantas untuk diperjuangkan, karena seorang wanita itu hidup dengan harga diri dan kehormatan yang tinggi. Tapi, jika kalian yang merendahkan diri kalian sendiri. Apa aku sebagai sesama manusia tidak layak untuk melakukan pembelaan?"


Mereka semua bungkam. Ya, perkataan yang Yara katakan sama sekali tidak bisa dibantah. Jangankan dibantah, dikomentari saja rasanya sangat tidak pantas.


"Kalian itu sangat berharga, jauh lebih berharga dari yang kalian pikirkan. Tidakkah kalian kasihan dengan diri kalian sendiri? Aku yakin kalian sudah berjuang sampai ke titik ini dengan penuh perjuangan, itu adalah bukti bahwa diri kalian sangat hebat. Tidak ada didunia ini yang seperti kalian, kalian adalah manusia istimewa yang terlahir dengan tubuh suci. Tidakkah kalian merasa risih saat semua mata lelaki menatap tubuh kalian penuh gairah? Tidakkah hati kalian merasa seperti tertusuk ribuan jarum saat para lelaki menyebuat nominal uang untuk harga diri kalian?" Bibir Yara sampai bergetar saat mengatakannya.


"Jangan bicara tentang perjuangan pada kami, Nona Yara. Sekarang aku baru mengenalmu, kau adalah dokter yang membantu tuan Ryder pada saat kecelakaan. Kau Dokter hebat yang terlahir dari keluarga kaya raya. Tidak semua orang seberuntung dirimu dalam hidup ini, jadi urus saja urusanmu sendiri dan jangan halangi jalan kami."


Yara tersenyum miris. "Aku menghalangi jalan kalian? Tentu saja tidak, teman. Justru kalian lah yang menghalangi diri kalian sendiri, dan ya. Aku terlahir dari keluarga kaya raya. Aku tidak pernah merasakan kesusahan yang mungkin kalian semua rasakan, tapi semua itu juga tidak seindah yang kalian bayangkan. Aku pernah berada dititik terbawah dalam hidupku, bahkan sekarang aku menjadi seorang pengangguran yang rela merawat seorang lelaki yang akhirnya menginjak-nginjak harga diriku."


Deg.


Ryder terdiam dengan jantung berdegup kencang saat mendengar ucapan terakhir Yara, tentu dia merasa tertampar dengan perkataan wanita itu.


"Kalian punya potensi yang sangat besar untuk menjadi wanita yang sukses dan hebat, tapi kalian khianati diri kalian sendiri dengan melakukan hal seperti ini. Berdirilah di depan kaca, dan lihatlah bagaimana tubuh kalian. Perhatikan, dan resapi semua yang sudah kalian lakukan pada tubuh itu. Bukankah kalian sudah sangat keterlaluan? Kalian terlahir sempurna tanpa cacat cela, jadi peluklah diri kalian dan hargai apa yang selama ini sudah kalian dapatkan," ucap Yara dengan lirih. Jika sudah seperti ini tetapi mereka tidak sadar juga, maka sepertinya mereka butuh bantuan dokter.


"Kalian semua sangat cantik, dan kecantikan itu hanya layak untuk orang-orang yang berhasil mendapatkannya. Bukan dengan uang, tetapi dengan kasih sayang dalam ikatan suci pernikahan."


Yara kembali berjalan melewati mereka untuk kembali ke tempatnya. Wajahnya kini tampak datar. Tidak ada lagi senyuman yang menghiasinya.


"Laki-laki seperti mereka tidak pantas untuk mendapatkan kalian. Jangankan untuk menghargai dan membahagiakan wanita, mereka bahkan tidak bisa menghargai diri mereka sendiri. Dan lucunya, semua itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk mereka."


Sebagai penutup, Yara mengucapkan kata-kata yang terasa menusuk dada para lelaki. Tatapan yang tadinya penuh kekaguman, kini terlihat menyala dahsyat penuh kemarahan.

__ADS_1


"Hebat, hebat sekali."


Prok, prok,  prok.


Semua orang tersentak kaget saat mendengar sebuah tepuk tangan dari seseorang, sontak mereka melihat ke arah belakang secara serentak untuk melihat siapa yang sedang bertepuk tangan saat ini.


Mata Ryder membulat sempurna saat mengenal wajah yang saat ini sedang berjalan ke arahnya. Ya, laki-laki itu adalah Zafran.


"Hebat sekali, mbakku memang paling hebat."


Semua orang terkejut saat mendengar ucapan Zafran, sementara Yara tersenyum simpul dengan tatapan hangat untuk sang adik tercinta.


"Siapa kau?" tanya Alan yang merasa tidak kenal dan tidak mengundang laki-laki itu untuk datang ke acaranya.


"Aku adalah adik dari wanita yang sudah menceramahi kalian, baik sekali 'kan dia sudah repot-repot memberitahu manusia-manusia sampah seperti kalian,"


"Apa?"


"Jaga ucapanmu, kau tidak tau siapa kami-"


"Aku tidak peduli," potong Zafran dengan tajam, membuat Bisma tidak lagi mengeluarkan suara.


Zafran lalu melihat ke arah Ryder dengan sinis, dan laki-laki itu juga sedang melihat ke arahnya dengan tajam.


"Hay, Tuan Ryder. Aku senang bisa datang ke acaramu dan teman-temanmu ini, dan aku bisa tau serendah apa harga diri dari orang terpandang sepertimu. Rasanya pasti hebat sekali bukan?"


Ryder mengepalkan kedua tangannya dengan erat, sementara yang lainnya tercengang melihat keberanian Zafran yang bicara seperti itu pada Ryder.

__ADS_1


"Kalian sedang mempertaruhkan para wanita ini sejumlah 27 milyar, ya? Sekarang siapa yang menang, pasti kakakku bukan?" tanya Zafran dengan seringai iblis diwajahnya.


"Katakan saja apa maumu itu, Tuan. Dan silahkan pergi dari tempat ini sekarang juga," usir Alan dengan geram. Berani sekali laki-laki itu mengusik acara yang dia buat?


"Aku juga akan memberikan sejumlah uang untuk menjadi bahan taruhan,"


"Apa?"


Semua orang memekik kaget. Para wanita yang terhipnotis dengan ketampanan Zafran juga terkesiap, jelas wajah tampan Vano tercetak sempurna diwajah Zafran yang bisa membuat wanita terperdaya.


"Aku akan memberi uang sebesar 50 milyar untuk kalian."


Deg.


Yara tersentak kaget saat mendengar nominal yang adiknya sebutkan. "Zaf, itu-"


Zafran tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dia lalu berjalan ke arah Ryder dan berdiri tepat di hadapan laki-laki itu.


"Ini 50 milyar untuk membeli harga dirimu dan teman-temanmu. Ambil saja kembaliannya."





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2