Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 46. Jebakan Maut.


__ADS_3

Adena ingin sekali menyumpal mulut suaminya dengan batu. Bisa-bisanya Eric berkata seperti itu di tengah-tengah anak buahnya, dan juga untuk apa mereka semua berada di sini?


Adena baru sadar jika anak buah sang suami sedang bersama dengannya. Dia lalu meminta pada suaminya itu untuk mengusir mereka semua.


Sementara itu, di tempat lain terlihat Aidan terus mencari keberadaan Yara. Dia sudah mencari kesemua tempat, tetapi wanita itu tidak kunjung ditemukan.


"Sebenarnya Yara ada di mana sih? Apa dia pergi dari dunia ini?"


Aidan mengusap wajahnya dengan kasar. Pokoknya dia harus bicara dengan Yara sebelum evaluasi kinerja karyawan bulan depan, jika tidak dia yakin perusahaan pasti akan mencabut jabatannya.


Pada saat akan kembali ke rumah, tiba-tiba Rosa menelepon dan meminta Aidan untuk datang ke apartemen. Tentu saja dia langsung berangkat ke tempat wanita itu, hitung-hitung untuk memberikan kepuasan.


Sesampainya di apartemen Rosa, Aidan segera keluar dari mobil dan berjalan cepat ke unit yang ditempati wanita itu. Dia segera memasukkan password apartemen itu karena terbiasa keluar masuk dari tempat tersebut.


Aidan terdiam di depan pintu saat melihat apa yang ada di dihadapannya. Jakunnya naik turun saat melihat penampilan Rosa yang memakai lingerie berwarna hitam transparan, tentu saja membuat tubuh wanita itu terlihat dengan jelas.


Bukan hanya itu saja, Aidan bahkan melihat ada beberapa minuman beralkohol di tempat itu.


"Apa semua ini, Rosa?" tanya Aidan sambil melangkah masuk ke dalam tempat itu.


Rosa tersenyum genit sambil membusungkan dadanya. "Ayo kita berpesta, Sayang!" Dia beranjak turun dari ranjang dan langsung memeluk tubuh Aidan dengan erat.


"Pesta?"


Rosa menganggukkan kepalanya. "Ayo kita lupakan semua yang terjadi di dunia ini, dan sekarang saatnya untuk bersenang-senang."


Aidan menggelengkan kepala saat Rosa mengambil sebotol wine dan menyodorkan ke hadapannya.


"Kau sudah tau jika aku tidak minum semua itu, Rosa."


Sejahat apapun Aidan, dia tidak pernah meminum minuman beralkohol. Dia ingat betul dengan apa yang Yara katakan, jika minuman seperti itu sangat tidak baik untuk kesehatan. Bahkan bisa merusak organ-organ tubuh.

__ADS_1


"Ayolah, Sayang! Segala beban dan masalah yang sedang kau rasakan akan hilang, dan berganti dengan kebahagiaan. Untuk apa kau memikirkan semua itu?"


Rosa tentu tau apa yang Aidan alami saat ini, dia bahkan tahu jika karir laki-laki itu sudah berada di ujung tanduk sekarang.


Aidan sendiri terdiam sambil menatap minuman yang ada di tangan Rosa. Hatinya sedang bergejolak antara ingin meminum atau juga menolak minuman itu, tetapi saat ini dia benar-benar kacau sekali.


"Jika bisa melupakan masalah itu satu hari saja, mungkin perasaanku akan jauh lebih baik."


Akhirnya Aidan mengambil minuman itu dan menuangkannya ke gelas. Dia langsung meminumnya sampai habis pada tegukan pertama, membuat Rosa tersenyum lebar.


"Maafkan aku, Aidan. Aku terpaksa melakukan ini karena kau tidak juga menikahiku. Apalagi saat ini karirmu sudah tamat, jadi tidak ada lagi yang bisa aku harapkan darimu."


Rosa melirik ke arah dua orang lelaki yang saat ini mengintip dari kamar mandi, dia lalu menganggukkan kepalanya dan bersiap untuk mendekati Aidan.


Hari ini Aidan benar-benar menggila. Baik pada minuman yang baru pertama kali dia tenggak, juga pada tubuh Rosa yang terus dihentak dengan kasar sampai membuat wanita itu terkapar tidak berdaya.


Keadaan tempat itu sudah seperti kapal pecah di mana pakaian dan botol-botol minuman berserakan di mana-mana. Aidan sendiri terus memacu tubuh Rosa walaupun wanita itu sudah terkulai lemas, bahkan dia sama sekali tidak peduli dan lanjut terus sampai ronde kelima.


Melihat Aidan sudah tidak berdaya, perlahan Rosa bangkit dari lantai. Bagian bawah tubuhnya terasa berdenyut sakit dengan apa yang laki-laki itu lakukan, tetapi dia merasa benar-benar puas.


"Ah, kau benar-benar luar biasa, Aidan."


Rosa lalu berjalan gontai ke arah kamar mandi untuk memanggil 2 orang lelaki yang sejak tadi berada di tempat itu.


"Wah, sepertinya permainan kalian sangat hebat ya, Rosa."


Seorang lelaki bertubuh kekar dengan tato dilengan kanannya mencibir Rosa, tetapi dia sama sekali tidak peduli dan meminta mereka untuk keluar.


"Sebelum itu, kami juga butuh kepuasan darimu Rosa. Apa kau pikir kami tidak bergairah saat mendengar suaramu?"


Rosa langsung menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar sudah tidak kuat lagi untuk bermain, bahkan untuk berjalan saja kakinya gemetaran.

__ADS_1


Kedua lelaki itu sama sekali tidak peduli dan langsung menarik tubuh Rosa ke dalam kamar mandi. Tentu saja mereka langsung menyerang Rosa tanpa ampun, terlihat Rosa memekik kesakitan dengan air mata yang mengalir membasahi wajah.


Mereka terus memacu tubuh Rosa bak sedang menunggangi kuda, mereka bahkan masuk secara bersamaan dari bagian depan dan belakang wanita itu membuat urat-urat Rosa menegang ke permukaan.


Rintihan serta jeritan Rosa sudah tidak terdengar lagi karena dia benar-benar sudah tidak berdaya. Kenikmatan yang seharusnya dirasakan hilang berganti dengan rasa sakit, seakan ada sesuatu yang mengoyak tubuhnya menjadi beberapa bagian.


Setelah menikmati tubuh Rosa selama 1 jam, kedua laki-laki itu kembali memakai pakaian mereka. Terlihat bercak darah mengotori bathtub, dengan Rosa yang terkulai tidak berdaya di dalamnya.


"Ayo bangun!"


Salah satu lelaki itu menarik tubuh Rosa dan menyeretnya untuk keluar dari kamar mandi. Dia lalu menyuruh wanita itu untuk segera mentransfer uang yang sudah dijanjikan, karena jika tidak mereka akan membawanya dan mempekerjakannya sebagai seorang budak s*e*k*s.


Dengan susah payah, Rosa berusaha untuk bangun dan bergegas mendekati Aidan. Dia segera menempelkan jari laki-laki itu untuk mengaktifkan ponsel, setelah itu dia segera masuk ke akun bank Aidan dan memeriksa berapa saldo laki-laki itu.


"Si*al. Uang Aidan hanya tinggal segini?"


Rosa membulatkan matanya saat melihat tabungan Aidan hanya tinggal 80 juta saja. Dengan cepat dia mentransfer semua uang itu ke rekening kasino untuk membayar hutang, dan masih tersisa 10 juta lagi yang harus dia bayar.


Sebelum transaksi berhasil, ternyata akun Aidan meminta password keamanan. Rosa langsung membangunkan Aidan sambil bertanya berapa password keamanan akun banking itu.


Aidan yang sudah berada diawang-awang tentu saja langsung menyebutkan passwordnya, hingga akhirnya pengiriman itu berhasil.


"Ingat, kau harus segera melunasi 10 juta lagi minggu depan. Jika tidak aku akan menyeretmu ke kasino."





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2